cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 1,286 Documents
IMPLEMENTASI HARGA JUAL GAS BUMI MELALUI PIPA PT PETROGAS JATIM UTAMA UNTUK KONSUMEN RUMAH TANGGA DI DESA NGINGAS KECAMATAN WARU KABUPATEN SIDOARJO EKA MAI KRISTIAWATI
Publika Vol 3 No 4 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n4.p%p

Abstract

Kemandirian daerah didalam penyiapan energinya sendiri diwujudkan oleh Pemerintah dengan membuat kebijakan melalui program City Gas dengan memanfaatkan hasil ekploitasi gas Lapindo Berantas Inc agar dapat digunakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya sendiri untuk memasak. Pada pelaksanaannya PT Petrogas Jatim Utama selaku operator dalam program City Gas ini mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan harga jual gas bumi yang telah ditetapkan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Nomor 1 Tahun 2012 Tentang Harga Jual Gas Bumi Melalui Pipa PT Petrogas Jatim Utama untuk Konsumen Rumah Tangga Pada Jaringan Pipa Distribusi Di Kelurahan Wedoro dan Di Kelurahan Ngingas Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo, serta memenuhi ketentuan mutu layanan untuk konsumen rumah tangga di Desa Ngingas. Dalam pelaksanaannya, ditemui masalah yakni warga merasa keberatan dengan adanya batas minimum penggunaan yang telah ditentukan, dengan harga Rp. 3.148,- warga mengeluhkan nyala api yang kecil, adanya pemutusan saluran jaringan gas karena tidak membayar tagihan akibat sosialisasi yang belum merata, serta belum optimalnya pembayaran secara online. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi harga jual gas bumi untuk konsumen rumah tangga melalui pipa PT Petrogas Jatim Utama untuk konsumen rumah tangga di Desa Ngingas Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian dalam skripsi ini adalah Manager Operasional PT Petrogas Jatim Utama , Kepala Keuangan PT Petrogas Jatim Utama, Sekretaris Desa Ngingas serta beberapa responden masyarakat Desa Ngingas yang menjadi target group dalam pelaksanaan program City Gas dengan menggunakan teknik analisis data model interaktif Miles dan Hubberman. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan harga jual gas bumi melalui pipa PT Petrogas Jatim Utama di Desa Ngingas Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo, dapat dilihat dari 6 variabel model analisis Van Metter dan Carl Van Horn, meliputi 1) Ukuran dan tujuan kebijakan, dalam program ini yang menjadi tolok ukur program tersebut dapat dirasakan oleh seluruh warga dengan tujuan dapat mencapai kemandirian daerah dalam penyiapan energinya sendiri, 2) sumberdaya manusia sudah memenuhi baik dalam kualitas dan kuantitas. Pembiayaan program berasal dari APBN, warga mendapat pipa distribusi dan alat cek meter. Terkait dengan waktu Petrogas sudah menetapkan jadwal pembayaran dengan dua gelombang serta dengan didukung fasilitas yang baik, 3) Karakteristik agen pelaksana dalam hal ini masih belum optimal, mengingat tidak adanya pengawasan terkait dengan kegiatan penyambungan jaringan gas oleh warga sendiri, 4) Disposisi, terlihat adanya respon positif dari agen pelaksana, 5) Komunikasi, belum adanya sosialisasi yang merata untuk warga terkait dengan program ini, 6) Lingkungan ekonomi, sosial dan politik, bahwa dengan adanya abonemen yang ditetapkan warga merasa keberatan karena rata-rata mereka berpenghasilan rendah, dalam hal sosial pengetahuan warga terkait dengan inovasi pembayaran online masih rendah, dalam hal politik semua agen pelaksana mendukung adanya program tersebut. Kesimpulannya, pelaksanaan kebijakan harga jual gas bumi melalui pipa PT Petrogas Jatim Utama untuk konsumen rumah tangga di Desa Ngingas Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo sudah berjalan, tetapi terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Saran-saran yang dapat diperhatikan adalah 1) Perlu adanya sosialisasi yang lebih merata kepada konsumen khususnya warga Desa Ngingas terkait dengan informasi keterlambatan pembayaran tagihan setiap bulannya dan sanksi yang harus diterima serta lebih mengoptimalkan pembayaran secara online sehingga inovasi dalam rangka peningkatan mutu layanan dapat berhasil dan perlu adanya pengawasan oleh pelaksana dalam hal penyambungan pipa jaringan yang dilakukan sendiri oleh warga 2) Perlu adanya perbaikan jaringan gas dalam menjamin volume pasokan dan tekanan gas bumi dan pemeriksaan alat-alat jaringan gas. Hal ini terkait dengan nyala api yang kecil. Kata Kunci : Implementasi, Harga Jual Gas Bumi.
EFEKTIVITAS ELECTRONIC PROCUREMENT DALAM PENGADAAN BARANG/JASA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN LAMONGAN MISBAKHUL MUNIR
Publika Vol 3 No 4 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n4.p%p

Abstract

E-Procurement adalah pengadaan barang/jasa yang dilakukan secara elektronik dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (khususnya internet) dalam berinteraksi dengan penyedia barang/jasa itu sendiri. Di Indonesia, pelaksanaan e-Procurement dapat dilakukan melalui e- tendering dan e-purchasing. Pentingnya penerapan e-Procurement ini dikarenakan banyaknya pelanggaran yang terjadi pada bidang pengadaan barang/jasa pemerintah seperti kasus korupsi. Berdasarkan hal tersebut, maka pemerintah mengeluarkan Inpres No. 17 Tahun 2012 dan Inpres No. 1 Tahun 2013 yang menyatakan bahwa seluruh Instansi Pemerintahan wajib menerapkan e-Procurement dalam pengadaan barang/jasanya dan termasuk juga Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan. Tujuan dari Penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas penerapan e-Procurement dalam pengadaan barang/jasa di Kabupaten Lamongan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif. Kriteria pengukuran efektivitas e- Procurement yang digunakan yaitu 5 (lima) faktor pembentuk efektivitas electronic procurement yang meliputi akuntabel, sasaran, keamanan data, adil/tidak diskriminatif, dan transparan (Wijaya:2011). Penelitian ini mengambil sampel 60 orang dari populasi 329 orang berdasarkan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui kuesioner dan teknik analisisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan pelaksanaan e-Procurement di Kabupaten Lamongan sudah berjalan sangat baik, dengan rincian skor akuntabel (85,33%), sasaran (87,73%), keamanan data (84,83%), adil/tidak diskriminatif (85%) dan transparan (87,33%) yang berada pada kategori sangat efektif. Kata Kunci: Efektivitas, Pengadaan Barang/Jasa, Electronic Procurement.AbstractE-Procurement is the procurement of goods/services performed electronically by using information technology and communication (especially Internet) to interact with the supplier of goods/services itself. In Indonesia, the implementation of e-Procurement can be done through e-tendering and e-purchasing. The importance of e-Procurement application is because the number of violations that occurred in the government procurement such as corruption. Based on this, the government issued Presidential Decree No. 17 Year 2012 and Presidential Decree No. 1 Year 2013, which states that all government agencies are required to apply the e-Procurement in the procurement of goods/services and including Lamongan District Government. The aim of this study is to determine the effectiveness of the e-Procurement implementation in Lamongan District. This type of research is quantitative. Criteria for measuring the effectiveness of e- Procurement used is 5 (five) factors forming the effectiveness of electronic procurement that include accountable, objectives, data security, fair / non-discriminatory, and transparent (Wijaya:2011). This study took a sample of 60 people from a population of 329 people based Proportionate Stratified Random Sampling technique. Data collection techniques used is through questionnaires and data analysis techniques in this research is using descriptive statistical analysis. The results showed that the overall implementation of e-Procurement in Lamongan has been running very well, with details of scores accountable (85.33%), target (87.73%), data security (84.83%), fair / not discriminatory (85%) and transparent (87.33%) who are in the category of very effective. Keywords: Effectiveness, Procurement of Goods/Services, Electronic Procurement
SIKLUS PENGEMBANGAN INOVASI PADA ANJUNGAN TRANSAKSI MESIN SAMSAT JAWA TIMUR (ATM SAMSAT JATIM) DI DINAS PENDAPATAN PROVINSI JAWA TIMUR RATNA SARI
Publika Vol 3 No 4 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n4.p%p

Abstract

Samsat merupakan salah satu institusi pemerintah yang memberi sumbangsih besar terhadap sektor penerimaan negara khususnya yang berasal dari Pajak Kendaraan Bermotor. Mengingat besarnya peranan Samsat bagi negara, maka Samsat dituntut agar lebih inovatif dalam memberikan pelayanan terbaik kepada wajib pajak selaku penggunanya. Usaha menciptakan inovasi pelayanan terbaik tersebut akan meningkatkan kepuasan dan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan kegiatan pelayanan yang diberikan oleh pemerintah. ATM Samsat Jatim sebagai inovasi pelayanan samsat Jawa Timur, merupakan sebuah produk hasil dari proses pengembangan inovasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan siklus pengembangan inovasi pada ATM Samsat Jatim di Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur. Adapun fokus penelitian yang digunakan dalam siklus pengembangan inovasi pada ATM Samsat Jatim di Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur dengan menganalisis tahap kebutuhan atau masalah, riset dasar dan aplikatif, pengembangan, komersialisasi, difusi dan adopsi, konsekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siklus pengembangan inovasi pada ATM Samsat Jatim di Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur memberikan dampak yang positif untuk peningkatan pelayanan publik, walaupun masih terdapat beberapa faktor penghambat. Hal tersebut dapat diketahui dari pengenalan kebutuhan atau masalah yang perlu diselesaikan oleh Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur yaitu situasi sebelum adanya inisiatif layanan ATM Samsat Jatim. Studi kelayakan yang dilakukan dalam tahap riset dasar dan aplikatif diharapkan bahwa layanan ATM Samsat Jatim ini dapat menjawab permasalahan atau memenuhi kebutuhan tersebut. Pengembangan pada ATM Samsat Jatim di Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur sudah cukup kreatif dan inovatif. Komersialisasi melalui produk mesin yang di desain, harga percetakan Smart Card yang gratis, lokasi yang strategis, dan promosi yang dilakukan bersentuhan langsung dengan pemilik kendaraan bermotor. Tahap difusi dan Adopsi dilakukan melalui sosialisasi. Konsekuensi dari layanan ATM Samsat Jatim merupakan pelayanan seperti yang diharapkan, yaitu menjawab kebutuhan atau masalah yang diidentifikasi pada tahap awal siklus pengembangan inovasi Kata Kunci: Pengembangan, Inovasi, ATM Samsat Jatim.
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK MEDIA CENTER DI DINAS  KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA SURABAYA ALFI RACHMADI
Publika Vol 3 No 4 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n4.p%p

Abstract

Pelayanan publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat luas. Pemerintah memiliki fungsi memberikan berbagai pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat. Pentingnya pengaduan atau komplain masyarakat dalam pelayanan publik sangat diperlukan dalam rangka membangun kepercayaan masyarakat, dengan menjadikan pengaduan atau komplain sebagai sarana untuk perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Salah satu bentuk upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan pengaduan dan pemberian informasi bagi masyarakat, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya merupakan dinas yang mempunyai tugas melaksanakan kewenangan daerah di bidang pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi berinovasi menyediakan Media Center sebagai pelayanan publik melalui pelayanan informasi dan penanganan pengaduan masyarakat Kota Surabaya. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang Kualitas Pelayanan Publik Media Center Di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan deskritif kualitatif. Sedangkan sumber data diperoleh dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Penelitian ini menggunakan teknik Wawancara, Observasi, Dokumentasi, dan Triangulasi. fokus penelitian ini adalah kualitas pelayanan publik pada Media Center di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya yang dilihat dari lima dimensi kualitas pelayanan menurut Fandy Tjiptono (dalam Hardiyansyah, 2011:53) yaitu Bukti langsung (Tangibles), Keandalan (Reliability), Daya tanggap (Responsiveness), Jaminan (Assurance), dan Empati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik di Media Center yang ada pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya ini dikatakan sudah cukup baik hal ini dapat dilihat dari dimensi Bukti langsung (Tangibles) menyangkut kelengkapan sarana dan prasarana fasilitas penunjang serta penampilan para pegawai sudah baik, rapi dan sopan, Keandalan (Reliability) menyangkut pelayanan petugas yang diberikan secara segera, akurat dan memuaskan, Daya tanggap (Responsiveness) menyangkut sikap dari petugas dengan tanggap serta peduli, Jaminan (Assurance) menyangkut jaminan pelayanan para petugas Media Center dengan memberikan pelayanan yang aman dan bebas dari resiko, dan Empati yang meliputi kemudahan para staf dalam melakukan hubungan komunikasi yang baik, perhatian pribadi, dan memahami kebutuhan pelanggan. Namun, masih ada masalah terkait sosialisasi tentang Media Center terhadap masih adanya sebagian pandangan masyarakat dinilai apatis, pesimis, cuek sehingga hanya sedikit orang yang tahu keberadaan dan memanfaatkan pelayanan Media Center yang tanpa dipungut biaya ini. Kata kunci : Kualitas Pelayanan, Pelayanan Publik, Media Center
IMPLEMENTASI PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PT. PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA TIMUR (Studi Pada Bina Lingkungan Bank Sampah Bintang Mangrove di Kelurahan Gunung Anyar Tambak Surabaya) ANGGA TOMY EKO PRABOWO
Publika Vol 3 No 4 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n4.p%p

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan sesuai kemampuan perusahaan tersebut) sebagai bentuk tanggung jawab mereka terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada. Berdasarkan hal tersebut menunjukan bahwa pentingnya sebuah lingkungan bagi kelanjutan perusahaan di masa mendatang sebagai Manifestasi Budaya Perusahaan. Bentuk program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) Distribusi Jawa Timur di bidang Bina Lingkungan adalah Bank Sampah Bintang Mangrove. Program bank sampah ini dilatarbelakangi oleh kondisi tanaman mangrove yang setiap tahun dikelola oleh PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) di Kelurahan Gunung Anyar Tambak Surabaya sering mati akibat banyaknya lilitan sampah. Keberadaan sampah dalam jumlah yang banyak jika tidak dikelola secara baik dan benar akan menimbulkan gangguan dan dampak terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program Corporate Social Responsibility Bina Lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun subjek penelitian ini terdiri dari Deputy Manager PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) Distribusi Jawa Timur dan warga Kelurahan Gunung Anyar Tambak Surabaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa dokumentasi, observasi, wawancara serta triangulasi. Analisis data yang dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini bahwa PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) Distribusi Jawa Timur sudah berhasil melaksanakan program CSR bina lingkungan berdasarkan model implementasi CSR Wibisono. Sumber daya manusianya sudah cukup bagus meskipun tidak ada struktur khusus CSR. Koordinasi dan komunikasi dari instansi-instansi yang terlibat sudah terjalin dengan baik. Instansi yang terlibat dalam pelaksanaan program CSR bina lingkungan PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) Distribusi Jawa Timur adalah Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya yang mempunyai karakteristik masing-masing. Dalam penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti ditemukan bahwa dalam pelaksanaannya, Bank Sampah Bintang Mangrove di Kelurahaan Gunung Anyar Tambak Surabaya mengembangkan berbagai macam inovasi strategi pemberdayaan masyarakat, seperti program simpan pinjam dengan sampah, program bayar listrik dengan sampah, program berobat dengan sampah, program peduli lingkungan dengan sampah, program kerukunan antar warga dengan sampah, penyediaan perpustakaan untuk nasabah dan pengunjung serta galeri sampah. Program-program inovatif tersebut diwujudkan oleh Bank Sampah Bintang Mangrove dalam rangka untuk semakin memberdayakan masyarakat agar mau mengelola sampah dengan lebih baik. Dalam hal ini program-program inovatif tersebut difungsikan sebagai stimulus oleh Bank Sampah Bintang Mangrove agar dapat merangsang masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungannya. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah PT. PLN (PERSERO) Distribusi Jawa Timur perlu memonitoring setiap bulan datang langsung ke Bank Sampah Bintang Mangrove agar program ini tetap berjalan sesuai tujuan, sedangkan pengurus Bank Sampah Bintang Mangrove perlu mengadakan sosialisasi setiap bulan ke pada warga Kelurahan Gunung Anyar Tambak agar semangat warga tidak luntur dalam menjalankan program-progam Bank Sampah. Kata Kunci: Implementasi, Corporate Social Responsibility (CSR), Bina Lingkungan
KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAPPELAYANAN KESEHATAN PASIEN PEMEGANG KARTU JAMINAN BPJS DI UNITPELAYANAN TEKNIS KESEHATAN PUSKESMAS KECAMATAN BUNGAH KABUPATENGRESIK(Studi Kasus Di Instalasi Rawat Inap Puskesmas) AH RIZKITA FAJARUDIN
Publika Vol 3 No 4 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n4.p%p

Abstract

Abstrak BPJS merupakan satu program pemerintah yang di keluarkan mulai 1 january 2014, BPJS inimemfasilitasi masyrakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di semua fasilitas kesehatan yangberkerja sama dengan pihak BPJS termasuk salah satunya di fasilitas puskesmas. Salah satu fasilitaspuskesmas itu adalah puskesmas Bungah Kabupaten Gresik, disana masyarakat pemilik kartu BPJS dapatmelakukan pelayanan kesehatan tingkat pertama. Dalam memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertamaini puskesmas di tuntut untuk memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada pasiennya BPJS agarterciptanya pola pelayanan yang baik dan bermuara pada kepuasan masyarakat. Dalam hal ini pemerintahmengatur aspek penilaian kepuasan itu melalui Survey Kepuasan Masyarakat yang tertuang dalamPeraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor16 Tahun 2014 yang memuat Sembilan aspek penilaian yakni Persyaratan, Prosedur, Waktu pelayanan,Biaya/Tarif, Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan, Kompetensi Pelaksana, Perilaku Pelaksana, MaklumatPelayanan dan Penanganan Pengaduan, Saran dan Masukan. Metode penelitian yang digunakan yaitudeskriptif-kuantitatif. Penelitian ini mengambil sampel 50 orang dari populasi 102 orang menggunakanteknik Random Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner, wawancara, dandokumentasi. Teknik analisisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis statistik deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di puskesmas Kecamatan Bungah KabupatenGresik secara garis besar sudah berjalan dengan sangat baik karena perolehan nilai pada setiap indikatorprosedur memperoleh persentase sebesar 83,4%, persyaratan 81,2%, waktu pelayanan 80,4%, biaya/tarif88,4%, produk spesifikasi jenis pelayanan 80,4%, kompetensi pelaksana 81,4%, perilaku pelaksana 89,3%,maklumat pelayanan 79,4%, penanganan pengaduan, saran dan masukan 82,2%..Kata Kunci: BPJS, Pelayanan Kesehatan, Kepuasan Masyarakat, Survey kepuasan masyarakat.
KUALITAS PELAYANAN PADA PROGRAM POSYANDU LANJUT USIA  DI KELURAHAN LEDOK KULON BOJONEGORO DESI PUJIANA
Publika Vol 3 No 4 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n4.p%p

Abstract

Mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terpadat nomor empat di dunia, kesehatan merupakan hal yang penting diperhatikan oleh pemerintah terutama kesehatan pada lansia. Guna memenuhi kepuasan lansia terhadap pelayanan kesehatan, maka di bentuk program posyandu lansia pada setiap daerah di Indonesia, salah satunya adalah di Kelurahan Ledok Kulon Bojonegoro. Sebagai satu-satunya posyandu lansia yang memiliki gedung sendiri di Kabupaten Bojonegoro, kualitas pelayanan pada posyandu lansia ini harus memenuhi kepuasan para lansia yang ada. Kualitas pelayanan yang diberikan dapat diukur dengan lima dimensi SERVQUAL yang dikemukakan oleh Zeithaml yaitu dimensi tangible, dimensi reliability, dimensi responsiviness, dimensi assurance dan dimensi emphaty. Karena kualitas pelayanan merupakan hal yang penting, maka penelitian ini diadakan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas pelayanan yang ada di posyandu lansia Kelurahan Ledok Kulon Bojonegoro. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan lokasi Kelurahan Ledok Kulon Kabupaten Bojonegoro. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, serta dokumentasi. Seangkan untuk teknik analisis data menggunakan model analisis data menurut Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah pelayanan yang diberikan oleh petugas posyandu lansia ledok kulon sudah cukup memuaskan, terdapat tiga dimensi yang belum terpenuhi indikator-indikator di dalamnya yaitu dimensi tangible, responsiviness dan assurance. Indikator-indikator tersebut terkait dengan kenyamanan tempat pelaksanaan kegiatan, respon terhadap obat yang dibutuhkan, serta tidak ada jaminan biaya dalam pelaksanaan kegiatan posyandu lansia. Saran yang dapat diberikan peneliti yaitu tempat yang digunakan untuk kegiatan harus nyaman dan sesuai untuk para lansia, petugas harus lebih tanggap dengan obat-obatan yang dibutuhkan oleh lansia serta harus ada jaminan yang pasti terkait biaya yang harus dikeluarkan oleh lansia untuk memperoleh pelayanan yang memuaskan. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Posyandu Lansia
IMPLEMENTASI PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI POLI GERIATRI RUMAH SAKIT UMUM (RSU) DR SOETOMO SURABAYA LUTHFI HIANATA PRAMANA PUTRA
Publika Vol 3 No 4 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n4.p%p

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini adalah jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan pada setiap orang selaku peserta yang telah membayar iuran dan kepada setiap fakir miskin dan orang tidak mampu atau disebut Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebagai peserta program yang iurannya telah dibayar oleh pemerintah. Landasan dan dasar hukum dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini sendiri tertuang dalam Undang-Undang No 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan Undang-Undang No 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Selain itu, kebijakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No 71 Tahun 2013. Demi memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), perlu ada penyelenggara pelayanan kesehatan. Penyelenggara pelayanan kesehatan meliputi semua fasilitas kesehatan tingkat pertama dan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan. Salah satu rumah sakit di Provinsi Jawa Timur khususnya Kota Surabaya yang memenuhi persyaratan di atas serta menerima dan menampung pasien rujukan dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Soetomo Surabaya. Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Soetomo juga mempunyai beragam poli yang terdapat di dalamnya antara lain, Poli Penyakit Dalam, Poli Mata, Poli Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT), Poli Kulit dan Kelamin, dan salah satunya adalah Poli Geriatri. Poli Geriatri merupakan salah satu poli dari sekian banyak poli yang ada di Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Soetomo yang mencakup dan menangani pasien dalam bidang usia lanjut atau lansia. Poli Geriatri merupakan salah satu dari beberapa Unit Rawat Jalan (URJ) atau berada di bawah unit kerja struktur organisasi dari Instalasi Rawat Jalan (IRJ) Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Soetomo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Poli Geriatri Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Soetomo Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif . Objek penelitian dalam penelitian ini adalah para pasien, tenaga medis, serta para medis di Poli Geriatri Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Soetomo Surabaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan triangulasi. Analisis data dilakukan dengan proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan dari empat variabel keberhasilan implementasi yaitu pertama, komunikasi dengan indikator berupa transmisi, kejelasan, dan konsistensi. Indikator komunikasi pertama transmisi, masih belum optimalnya proses sosialisasi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Indikator komunikasi kedua kejelasan, belum sepenuhnya dimengerti oleh para peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Indikator komunikasi ketiga konsistensi, juga masih belum berjalan dengan baik. Variabel kedua adalah sumber daya dengan empat indikator berupa staf, informasi, wewenang, dan fasilitas. Indikator sumber daya pertama staf, kualitas dan ketersediaan staf sudah baik dan cukup. Indikator sumber daya kedua informasi, masih belum optimal. Indikator sumber daya ketiga wewenang, masih belum berjalan dengan optimal. Indikator sumber daya keempat fasilitas, sudah cukup baik. Variabel ketiga adalah disposisi dengan dua indikator yaitu pengangkatan birokrat dan insentif. Indikator disposisi pertama, pengangkatan birokrat sudah memenuhi kompetensi. Indikator disposisi kedua, insentif berbanding lurus dengan pelayanan kesehatan yang diberikan. Variabel keempat adalah struktur birokrasi dengan dua indikator berupa Standar Operating Prosedures (SOPs) dan fragmentasi. Indikator struktur birokrasi pertama, Standar Operating Prosedures (SOPs) telah dijalankan dengan baik. Indikator struktur birokrasi kedua, fragmentasi sudah merata ke semua agen pelaksana. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah sosialisasi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan harus lebih ditingkatkan. Koordinasi harus lebih baik antara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan para pasien peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam pemilihan fasilitas kesehatan untuk prosedur sistem rujukan. Pemilihan dan ketersediaan plafon atau jenis obat oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan harus lebih selektif. Kata Kunci: Implementasi, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
INOVASI PELAYANAN PUBLIK KANTOR IMIGRASI KELAS I KHUSUS SURABAYA  MELALUI UNIT LAYANAN PASPOR (ULP) MARGOREJO  DI MALL MASPION SQUARE SURABAYA GALANG FIRMANDA
Publika Vol 3 No 5 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n5.p%p

Abstract

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya dalam rangka mewujudkan pelayanan publik yang baik berusaha menberikan respon terhadap keluhan dan kritik yang disampaikan oleh masyarakat melalui sebuah inovasi pelayanan publik Unit Layanan Paspor (ULP) Margorejo yang dioperasionalkan di dalam Mall Maspion Square Surabaya. Unit Layanan Paspor Margorejo ini merupakan inovasi pelayanan paspor yang pertama kalinya ada di Indonesia, yang beroperasional di dalam pusat perbelanjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan inovasi yang telah di lakukan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya melalui Unit Layanan Paspor Margorejo dengan berlandaskan teori atribut inovasi dari Rogers yang dapat dilihat dari atribut relative advantage, compatibility, compleximity, triability, dan observability. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik analisis data yang dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan inovasi pelayanan yang telah dilakukan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya melalui Unit Layanan Paspor Margorejo yang dioperasionalkan di dalam Mall Maspion Square Surabaya ini mendapatkan sambutan yang baik terbukti dari atribut inovasi relatif advantage yang menunjukkan banyaknya keunggulan di Unit Layanan Paspor Margorejo. Walaupun secara umum inovasi ini berjalan dengan cukup baik tetapi dalam pelaksanaanya sendiri masih terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan seperti dalam atribut triability, terkait dengan percobaan penambahan kuota pemohon sudah dilakukan tetapi tetap saja belum mengakomodir banyaknya pemohon paspor yang ingin mengurus paspor di Maspion Square, kurangnya fasilitas seperti meja dan kursi, serta penambahan jam layanan Unit Layanan Paspor Margorejo. Kata kunci : Inovasi, Pelayanan Publik, Unit Layanan Paspor.
IMPLEMENTASI PROGRAM GERAKAN PEMBANGUNAN DESA TERPADU (GERBANG SADU) MANDARA DI DESA SIBETAN KECAMATAN BEBANDEM KABUPATEN KARANGASEM BALI (STUDI PADA KELOMPOK USAHA EKONOMI PRODUKTIF) ANIZA LATIFA DINAR
Publika Vol 3 No 5 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v3n5.p%p

Abstract

Permasalah kemiskinan masih dihadapi oleh masyarakat Provinsi Bali. Tingginya jumlah penduduk miskin di Bali menunjukkan bahwa pemerintah provinsi Bali belum mampu mensejahterakan masyarakatnya. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali melalui strategi dan kebijakan dalam peningkatan kesejahteraan dan pengurangan kemiskinan. Sejalan dengan kebijakan dalam meningkatkan kesejahteraan dan pengurangan kemiskinan, maka pemerintah Provinsi Bali membuat program Gerakan Pembangunan Desa Terpadu (Gerbang Sadu) Mandara yang akan menjadi wadah atau tempat bagi masyarakat perdesaan atau kelurahan dalam membangun diri dan lingkungannya secara mandiri yang mencakup sarana dan prasarana serta sosial ekonomi pedesaan/kelurahan. Salah satu Desa yang menerima dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Gerbang Sadu Mandara adalah Desa Sibetan. Pada saat program Gerbang Sadu Mandara dilaksanakan, terdapat masalah dilapangan yaitu adanya ketidaksesuaian pada alokasi sasaran program Gerbang Sadu Mandara. Berdasarkan kondisi tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Implementasi Program Gerakan Pembangunan Desa Terpadu (Gerbang Sadu) Mandara di Desa Sibetan Kecamatan Bebandem Kabupaten Karangasem Bali”. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi program Gerbang Sadu Mandara di Desa Sibetan Kecamatan Bebandem Kabupaten Karangasem Bali. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian diskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Fokus penelitian yang digunakan dalam penelitian ini melalui model implementasi Merilee S. Grindle yang terdiri dari dua variabel yaitu isi kebijakan dan lingkungan kebijakan Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Interview (wawancara), Observasi (pengamatan), dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan kebijakan program Gerbang Sadu Mandara di Desa Sibetan mendapatkan respon yang baik dalam pelaksanaan implementasiannya. Program Gerbang Sadu Mandara yang dicetuskan oleh Gubernur Bali dengan tujuan mensejahterakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan telah berjalan dengan upaya yang baik. Dilihat dari isi kebijakan terdiri kepentingan yang mempengaruhi dalam pelaksanaan program Gerbang Sadu Mandara adalah program Gerakan Permbangunan Desa Terpadu (Gerbang Sadu) Mandara dapat mengentaskan kemiskinan. Manfaat dari program Gerbang Sadu Mandara belum tercapai secara optimal dan dirasakan oleh seluruh masyarakat Desa Sibetan. Derajat perubahan yang ingin dicapai juga belum tercapai secara optimal. Letak pengambilan keputusan, pelaksana program dan sumber-sumber daya yang digunakan sudah cukup dalam mendukung pelaksanaan dan sudah terlaksana dengan baik sesuai dengan isi dari kebijakan. Sedangkan lingkungan kebijakan yang terdiri dari kekuasaan, kepentingan, dan strategi dari aktor yang terlibat, karakteristik lembaga dan rezim yang berkuasa, serta tingkat kepatuhan dan respom dari pelaksana sudah berjalan dengan baik sesuai dengan dimana lingkungan pelaksana program tersebut. Meskipun dana bantuan keuangan khusus (BKK) Gerbang Sadu Mandara belum dapat dipergunakan untuk perseorang dan tidak semua masyarakat mau membentuk usaha ekonomi produktif dengan alasan kurangnya kemampuan dalam mengembangkan suatu usaha, hal ini tidak menyurutkan para pelaksana kebijakan untuk terus mensukseskan implementasi kebijakan tersebut. Adapun saran yang dapat diberikan oleh peneliti kepada para pelaksana kebijakan adalah dengan memberikan kesempatan kepada perseorangan RTM untuk mengelola dana bantuan keuangan khusus (BKK) program Gerbang Sadu Mandara dan melakukan upaya pemberdayaan dalam bentuk pelatihan kepada RTM sehingga dapat meningkatkan kemampuan yang ada di dalam diri masing-masing RTM. Kata Kunci : Implementasi, Program Gerbang Sadu Mandara

Page 42 of 129 | Total Record : 1286