cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2019)" : 25 Documents clear
STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR KALI LAMONG DI KECAMATAN BENJENG KABUPATEN GRESIK PROVINSI JAWA TIMUR MUHAMMAD ALMUTHORI, FACHRI; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBanjir merupakan limpasan air yang melebihi tinggi muka air normal sehingga melimpas dari palung sungai yang menyebabkan genangan pada lahan rendah di sisi sungai.Permasalahan banjir akibat meluapnya Kali Lamong sudah menjadi bencana rutin yang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Gresik. Kecamatan Benjeng merupakan wilayah kecamatan yang memiliki jumlah desa terdampak paling banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi, strategiadaptasi masyarakat dalam menghadapi banjir Kali Lamong di Kecamatan Benjeng.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah sampel proporsi dengan jumlah 100 responden dari tujuh desa. Variabel yang digunakan adalah tingkat kerawanan banjir, persepsi, dan strategi adaptasi masyarakat. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif berdasarkan hasil presentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki persepsi dalam kategori baik dengan 73,4% masyarakat memahami banjir yang terjadi akibat luapan KaliLamong. Sebanyak 46% dari responden tidak setuju dengan meninggikan jalan lingkungan, dikarenakan biaya yang dikeluarkan mahal, dan akan memindah air ke dalam rumah. Strategi adaptasi dengan cara meninggikan rumah atau membuat tanggul di depan teras rumah sebesar 43%. Strategi adaptasi melaluipenggunaan pompa air untuk membuang air yang masuk ke dalam rumah sebesar 64%.Kata Kunci: Banjir Kali Lamong, Persepsi, Strategi Adaptasi
STUDI KIMIA AIR TANAH DANGKAL DI KELURAHAN TAMAN KECAMATAN TAMAN KABUPATEN SIDOARJO KUSUMAYANTI, SITHA; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAir merupakan kebutuhan pokok bagi berbagai aktivitas manusia sehari ? hari seperti minum, memasak mencuci,mandi dan sanitasi. Selain itu juga dibutuhkan untuk aktivitas ekonomi dan sosial. Berdasarkan survei awal dari masyarakat Kelurahan Taman ditemukan perbedaan rasa pada sumur air tanah dangkalnya yaitu ada yang terasa tawar ,payau sampai asin. Mayoritas masyarakat memanfaatkan air sumur hanya untuk kebutuhan kamar mandi, cuci dan kakus. Pemenuhan kebutuhan air minum dengan membeli air minum dalam kemasan, sedangkan untuk kebutuhan memasak masyarakat membeli ledeng eceran dalam bentuk jerigen-jerigen. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui 1) persebaran keasinan air tanah dangkal 2) penyebab kondisi air tanah dangkal berasa asin di Kelurahan Taman Kecamatan Taman Kabupaten SidoarjoJenis penelitian ini adalah penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh sumur air tanah di Kelurahan Taman Kabupaten Sidoarjo dengan sampelnya ditentukan berdasarkan metode transek sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini 11 titik sumur air tanah kemudian dilakukan uji laboratorium. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif komparatif.Hasil Penelitian ini menunjukkan persebaran air tanah asin mengelompok di tengah wilayah penelitian ditunjukkan air tanah tawar pada sampel 1,2,3,5,8,9,10 dan 11, air tanah payau pada sampel 4 dan 7, air tanah asin pada sampel 7. Dari kandungan daya hantar listrik, air tanah yang aman digunakan untuk air bersih yaitu sampel 1,2,3,5,8,9,10 dan 11, sedangkan sampel 4,6 dan 7 digunakan untuk keperluan pertanian serta usaha perkotaan, industri dan pembangkit listrik. Dari analisis penyebab asinnya air tanah menggunakan metode perbandingan khlorida-bikarbonat menurut Ravelle, rasa asin dipengaruhi oleh penyusupan air laut pada batuan akuifer. Dari sifat hidrokimia tanah berdasarkan Diagram Trilinear Piper di wilayah penelitian meliputi empat sifat yaitu tipe Ca(Mg)Cl(SO4), tipe Na+HCO3, tipe Na(Cl)SO4, dan tipe Ca(Mg)HCO3.Kata kunci : Studi Kimia , Air Tanah Dangkal, Rasio Bikarbonat, Diagram Piper
PENGEMBANGAN MEDIA SIMULASI TSUNAMI 3D SEBAGAI BAHAN AJAR PADA MATERI ANALISIS DAN MITIGASI BENCANA ALAM UNTUK SISWA KELAS XI SMA AL-MUSLIM WARU SIDOARJO FITROTUN NASIHIN, MUHAMMAD; SIGIT WIDODO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakGeografi merupakan salah satu mata pelajaran yang di ajarkan di SMA. Sebagian besar materi yang ada didalam mata pelajaran geografi mempunyai cakupan yang luas dan membutuhkan waktu yang panjang. Gurumemerlukan suatu media dalam proses pembelajaran untuk memudahkan penyampaian materi pembelajaran. Adaberbagai macam media Pembelajran yang ada salah satunya media simulasi. Penelitian ini bertujuan untuk 1)Menghasilkan produk berupa media Pembelajaran simulasi tsunami 3D pada materi analisis dan mitigasi bencana alamyang layak untuk siswa kelas Xl IPS SMA Al-Muslim Waru Sidoarjo 2) Mengetahui kelayakan siswa terhadap mediapembelajaran simulasi Tsunami 3DModel pengembangan yang digunakan yaitu model pengembangan Analysis Desain DevelopmentImplementation dan Evaluation (ADDIE). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket validasiahli media pembelajaran dan ahli materi menggunakan skala likert, untuk respon siswa menggunakan Skala guttman.Hasil penelitian yang diperoleh setelah meninjau skor persentase validasi media dari ahli media pembelajaransebesar 85%. Skor persentase validasi media dari ahli materi sebesar 81,7%. Menurut skala likert dapat disimpulkanbahwa media pembelajaran sangat layak untuk diujicobakan. Hasil ujicoba terbatas respon siswa yang diperoleh sebesar83,35%. respon siswa terhadap media pembelajaran simulasi tsunami sangat baikKata kunci: Media Pembelajaran, Simulasi,Tsunami, Analisis dan Mitigasi Bencana Alam.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSISTENSI HOME INDUSTRY KERAJINAN ROTAN DI DESA PUTATLOR KECAMATAN MENGANTI KABUPATEN GRESIK APRILLIA PRATIWI, EKA; MURTINI, SRI
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakHome industry kerajinan rotan di Desa Putatlor Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik beberapa tahun terakhirmengalami penurunan. Jumlah home industry pada tahun 2016 yaitu 67, namun pada tahun 2018 berjumlah 45.Berkurangnya home industry dikarenakan harga bahan baku yang mengalami kenaikan, minimnya jumlah tenaga kerja,kesulitan sumber modal, dan pemasaran yang belum menerapkan strategi khusus. Tujuan penelitian untuk mengetahuidan menganalisis 1) Karakteristik tenaga kerja pada home industry kerajinan rotan di Desa Putatlor KecamatanMenganti Kabupaten Gresik 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi eksistensi home industry kerajinan rotan di DesaPutatlor Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik 3) Tinjauan lokasi home industry kerajinan rotan di Desa PutatlorKecamatan Menganti Kabupaten Gresik apabila dikaji dengan menggunakan konsep teori lokasi industri Weber.Jenis penelitian merupakan penelitian survey. Responden dalam penelitian ini yaitu 45 pemilik home industry dan150 tenaga kerja. Sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisisdeskriptif kuantitatif dengan presentase dan analisis segitiga lokasi Weber.Hasil penelitian karakteristik tenaga kerja dari dalam Kecamatan Menganti. Umur tenaga kerja 29-40 tahundengan jenis kelamin perempuan. Lama tahun kerja 11-20 tahun. Status pekerjaan yaitu pekerjaan tetap. Produktivitas30-300 biji/minggu. Pendapatan Rp.0-60.000/minggu pada keterampilan anyaman dan kelabang, serta keterampilanbakalan Rp.201.000-340.000/minggu. Pengalaman kerja secara otodidak. Faktor-faktor yang mempengaruhi eksistensiyaitu bahan baku 77.14%, tenaga kerja 71.11%, modal 66.30%, pemasaran 62.22%, dan lokasi 100%. Tinjauan lokasiindustri diperoleh 6 model home industry dengan indeks material >1, sehingga berorientasi pada bahan baku.Kata Kunci : Home industry, kerajinan rotan, eksistensi, indeks material
ANALISIS KEPADATAN LALU LINTAS BUNDARAN SATELIT SEBELUM DAN SESUDAH PEMBANGUNAN OVERPASS MAYJEN SUNGKONO KOTA SURABAYA AYU ZENDY ANGGITA, SINKA; AYU LARASATI, DIAN
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSurabaya memiliki tingkat kemacetan yang cukup tinggi, hal ini seiring laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. Salah satu jalan yang rawan kemacetan di kota Surabaya adalah ruas jalan Mayjen Sungkono-M. Hr. Mohammad, tepatnya di Bundaran Satelit. Upaya pemerintah dalam mengurangi kemacetan dengan pembangunan overpass Mayjen Sungkono, hal ini diharapkan dapat merubah kepadatan ruas jalan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar satuan mobil penumpang, derajat kejenuhan, serta analisis geografis sebelum dan sesudah pembangunan overpass Mayjen Sungkono.Teknik pengumpulan data menggunakan metode pengukuran, dokumentasi, dan wawancara. Data utama berupa volume lalu lintas, waktu kemacetan, panjang antrian kemacetan, dan kapasitas jaringan jalan. Data sekunder yakni data monografi, peta administrasi dan tata guna lahan kota Surabaya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Satuan mobil penumpang yang melintas di Bundaran Satelit sebelum pembangunan overpass memiliki rata-rata 2.561 smp/jam, sedangkan sesudah pembangunan overpass mengalami penurunan menjadi rata-rata 1.921 smp/jam. 2) Tingkat derajat kejenuhan di jalan Bundaran Satelit, jalan M. Hr. Mohammad, dan jalan KH. A. W. Saimin sebelum dan sesudah pembangunan overpass termasuk dalam tipe F yaitu mengalami arus terhambat, kecepatan rendah, volume melebihi kapasitas, banyak berhenti. 3) Analisis geografis meliputi keruangan yaitu menurunnya jumlah satuan mobil penumpang dan tingkat derajat kejenuhan termasuk tipe F, kompleks wilayah yaitu pola kemacetan yang memanjang ke arah barat, dan kelingkungan yaitu banyaknya kadar polutan dan sisa-sisa bahan pembangunan overpass yang belum dibersihkan.Kata kunci: kemacetan, pembangunan overpass, satuan mobil penumpang.
DAMPAK PERTAMBANGAN PASIR BATU TERHADAP PERUBAHAN LINGKUNGAN DAN KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DESA KUNJOROWESI KECAMATAN NGORO KABUPATEN MOJOKERTO AYU IRMA SAVITRI, DIYAH; , SULISTINAH
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKabupaten Mojokerto sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi bahan galian pasir batu, hal ini menyebabkan terdapatnya pertambangan. Kebutuhan pasir batu di masyarakat sangat tinggi untuk melangsungkan proses pembangunan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pertambangan pasir batu terhadap perubahan lingkungan dan kondisi sosial ekonomi masyarakat di Desa Kunjorowesi.Jenis penelitian ini adalah survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Kunjorowesi Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. Teknik pengambilan sampel adalah teknik simple random sampling atau pengambilan acak sederhana. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi dari sampel sebanyak 100 responden. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif persentase menggunakan skala Likert.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori dampak pertambangan pasir batu terhadap perubahan lingkungan dan kondisi sosial ekonomi terbagi menjadi 3 yaitu tinggi, sedang dan rendah. Pertambangan pasir batu terhadap perubahan lingkungan dan kondisi sosial ekonomi merupakan kategori berdampak ?sedang?. Penilaian sikap terhadap perubahan lingkungan terdapat sejumlah 66 responden atau 66% menyatakan berdampak ?sedang? dan 34 responden atau 34% menyatakan berdampak ?tinggi?. Penilaian sikap terhadap perubahan kondisi sosial ekonomi terdapat sejumlah 60 responden atau 60% berpendapat berdampak ?sedang? dan 40 responden atau 40% menyatakan berdampak ?tinggi?.Kata Kunci: pertambangan pasir batu, lingkungan, dan kondisi sosial ekonomi.
ANALISIS PERBEDAAN JUMLAH PENGUNJUNG OBJEK WISATA PANTAI KARANGGONGSO DAN PANTAI PRIGI DI KECAMATAN WATULIMO KABUPATEN TRENGGALEK FITRI, DIANA; SUTEDJO, AGUS
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPantai Karanggongso dan Pantai Prigi terletak di sisi selatan Pulau Jawa dan berhadapan langsung denganSamudra Hindia. Pantai tersebut berada di Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. Perbedaan jumlah pengunjungPantai Karanggongso dan Pantai Prigi tahun 2012 sampai 2016 sangat signifikan. Jumlah pengunjung PantaiKaranggangso naik setiap tahunnya, sedangkan pantai Prigi setiap tahunnya menurun. Tujuan penelitian ini adalahuntuk membandingkan 1) Daya tarik wisata 2) Fasilitas penunjang 3) Keramahan pedagang 4) Promosi 5) InteraksiPantai Karanggongso dan Pantai Prigi dengan objek wisata di sekitarnya.Jenis penelitian ini adalah survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampelmenggunakan teknik accidental sampling. Peneliti mengambil sampel wisatawan sebanyak 120 responden di PantaiKaranggongso dan 30 responden di Pantai Prigi. Sedangkan responden pengelola berjumlah satu responden. Data yangdiperoleh dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi . Teknik analisis data menggunakan teknikskoring menggunakan Skala Likert.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pantai Karanggongso lebih menarik daripada Pantai Prigi, dengan skorPantai Karanggongso berada di kelas pertama sedangkan Pantai Prigi di kelas kedua, sehingga mengakibatkan jumlahpengunjung di Pantai Karanggongso lebih tinggi. 2) Fasilitas penunjang di Pantai Karanggongso lebih baik daripadaPantai Prigi, dengan skor Pantai Karanggongso berada di kelas pertama sedangkan Pantai Prigi di kelas kedua, sehinggamengakibatkan jumlah pengunjung di Pantai Karanggongso lebih tinggi 3) Keramahan pedagang di PantaiKaranggongso dan Pantai Prigi mempunyai skor sama, sehingga tidak berpengaruh terhadap jumlah wisatawan 4)Promosi yang dilakukan Pantai Karanggongso dan Pantai Prigi mempunyai skor sama, sehingga tidak berpengaruhterhadap jumlah wisatawan 5) Interaksi antar obyek wisata disekitarnya, Pantai Karanggongso mempunyai nilai yanglebih tinggi daripada Pantai PrigiKata Kunci : Jumlah wisatawan, Pantai, Trenggalek
POTENSI WILAYAH YANG MEMPENGARUHI KEGIATAN INVESTASI DI KECAMATAN KAPAS KABUPATEN BOJONEGORO (STUDI MULTIKASUS POTENSI WILAYAH YANG MEMPENGARUHI KEGIATAN INVERTASI) IMAS ASOKAWATI, PUTRI; KURNIAWATI, AIDA
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPotensi wilayah mengandung arti kemampuan wilayah yang memungkinkan untuk dikembangkan.Investasi adalahkomitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperolehsejumlah keuntungan dimasa datang. Dana yang diinvestasikan pada sektor rill seperti tanah, emas, mesin ataubangunan maupun aset finansial. Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro merupakan kawasan agropolitan dan sentrapengembangan perekonomian berbasis agropolitan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pendukungkegiatan investasi dan mengetahui pengaruh nilai kegiatan investasi di wilayah Kecamatan Kapas KabupatenBojonegoro.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi multikasus.Subjek penelitianadalah pelaku investor agrowisata di Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro.Teknik pengumpulan datamenggunakan dokumentasi, observasi, dan wawancara.Analisis data yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikankesimpulan, sedangkan untuk keabsahan datamenggunakan triangulasi.Hasil analisis data menunjukkan bahwa pendukung kegiatan investasi adalah potensi lahan, potensi air, potensipertanian, potensi pariwisata, dan potensi sumber daya manusia. Investor lebih tertarik dan memilih potensi lahan danwisata untuk mendirikan agrowisata. Nilai kegiatan investasi yang berpengaruh adalah 1) Nilai politik berupa bentukpolitik parokial, yakni politik sederhana dan tradisional dengan ciri yang sangat kecil untuk dapat dipahami secarastruktural. 2) Nilai ekonomi berupa pokok?pokok hubungan unsur satu dengan yang lainnya. 3) Nilai sosial berupabentuk masyarakat intelektual yang bertradisi positif berupaya mengambil nilai pengetahuan dalam konsep strategisuntuk kelangsungan hidup dalam lingkup pekerja dan berwarga negara sosial. 4) Nilai budaya berupa bentuk budayakeadatan dan perilaku yang bersangkutan dalam nilai-nilai kebiasaan pengetahuan Jawa yang merupakan keterbiasaanbermasyarakat dalam melakukan sesuatu secara sosial.Kata Kunci :Potensi Wilayah, Agrowisata, Nilai Investasi, Kegiatan Investasi
PENGARUH PEMBUANGAN LUMPUR LAPINDO DI SUNGAI PORONG TERHADAP PENCEMARAN AIR TAMBAK KECAMATAN JABON KABUPATEN SIDOARJO AYU OULYSCYA, FERLYN; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kabupaten Sidoarjo merupakan wilayah yang memiliki potensi besar dalam bidang produksi perikanan terutama ikan budidaya di tambak, sesuai dengan ikon kota Sidoarjo yaitu udang dan bandeng. Wilayah Sidoarjo yang memiliki potensi besar adalah wilayah di Kecamatan Jabon yang memiliki wilayah paling luas dimanfaatkan sebagai lahan tambak serta letaknya yang berbatasan langsung dengan Selat Madura. Penelitian ini bertujuan 1) kandungan kimia air sungai porong menurut Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 28 Tahun 2004. 2) kualitas air sungai porong terhadap kesesuaian baku mutu air tambak di Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo yang beberapa tahun belakangan mengalami penurunan produksi terutama sejak pembuangan lumpur lapindo melalui sungai porong yang kemudian airnya bercampur dengan air laut dan digunakan sebagai media budidaya ikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif untuk mengetahui kualitas air sungai porong lalu dibandingakan dengan Peraturan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 28 Tahun 2004 Tentang Pedoman Umum Budidaya Udang Tambak. Hasil penelitian menunjukkan sembilan titik sampel air yang terdiri dari dua belas parameter yang kemudian disesuaikan dengan parameter syarat hidup ikan yang terdiri dari kelas sesuai dan tidak sesuai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tambak di beberapa desa yang mendapat pengaruh dari sungai porong mengalami penurunan kualitas air tambak namun masih termasuk dalam kelas sesuai, hasil penelitian lainnya menunjukkan adanya faktor lain yang juga menghambat kualitas air sungai porong yaitu adanya limbah lumpur lapindo sehingga kualitas air tambak yang mendekati pembuangan lumpur lapindo termasuk dalam kelas tidak sesuai. Kata kunci : kualitas air, budidaya air tambak
ANALISIS KEMACETAN DI RUAS JALAN RAYA ALOHA SIDOARJO BAIDHOWI, AHMAD; , MUZAYANAH
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kabupaten Sidoarjo menjadi kabupaten dengan jumlah kendaraan terbanyak nomor tiga di Jawa Timur setelah Kota Surabaya dan Kabupaten Malang. Pertumbuhan kendaraan roda dua di Sidoarjo mencapai 5,7% per tahunnya. Petumbuhan kendaraan yang tinggi menyebabkan terjadinya masalah transportasi, yakni kemacetan lalu-lintas sebagaimana yang terjadi di ruas Jalan Raya Aloha Sidoarjo. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui kapasitas jalan di ruas Jalan Raya Aloha, jumlah SMP di ruas Jalan Raya Aloha, dan kajian geografis kemacetan di Jalan Raya Aloha. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Metode pengambilan data menggunakan metode survei. Penelitian dibagi menjadi 5 titik di sepanjang ruas Jalan Raya Aloha. Teknik analisis kemacetan ini akan dianalisis berdasarkan Manual Kapasitan Jalan Indonesia (MKJI) 1997 dan kajian geografis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume kendaraan yang melebihi batas maksimal kapasitas jalan terjadi di dua titik, yaitu titik satu dan titik lima hal ini dikarenakan kedua titik ini merupakan jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Sidoarjo dengan Kota Surabaya. Kajian Geografis menunjukkan jika kemacetan di Jalan Raya Aloha terjadi karena jalan tidak lagi mampu menampung volume kendaraan. Kemacetan juga menyebabkan terjadinya kebisingan yang selalu melebihi batas dari kebisingan di kawasan pemukiman (55 dB) serta kawasan perkantoran dan perdagangan (65 dB). Kata kunci: kemacetan lalu-lintas, kapasitas jalan, SMP, kajian geografis.

Page 2 of 3 | Total Record : 25