cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2019)" : 21 Documents clear
KAJIAN KARAKTARISTIK HOME INDUSTRY GENTENG DITINJAU DARI MODAL EKONOMI DAN SERAPAN TENAGA KERJA PENGRAJIN INDUSTRI GENTENG DI DESA SUMBERINGIN KULON KECAMATAN NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG PERTIWI, HANA; , SULISTINAH
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Desa Sumberingin Kulon Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung merupakan suatu Desa sentra industri genteng. Home Industry genteng di Desa Sumberingin Kulon bersifat mengelompok dalam satu desa. Pengrajin genteng mengelompok dalam jumlah besar dalam suatu desa menjadikan suatu hal yang menarik untuk diteliti, terutama terkait dengan karakteristik profil usaha ditinjau dari modal ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik profil Home Industry genteng dan seberapa besar penyerapan tenaga kerja yang bekerja di Home Industry genteng. Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Sampel dalam penelitian ini adalah 56 pengrajin dari jumlah populasi yang ada di Desa Sumberingin Kulon yaitu 127 pengrajin. Sumber data diperoleh dari data primer dan sekunder. Data primer didapat dari wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Data sekunder dalam penelitian ini didapat dari Badan Pusat Statistik Desa Sumberingin Kulon. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik profil usaha ditinjau dari modal ekonomi Home Industri genteng di Desa Sumberingin Kulon, usaha dijalankan turun temurun dengan mayoritas pengrajin genteng berjenis kelamin laki-laki berusia 50 tahun. Rata-rata modal dalam satu kali produksi sebesar Rp.3.000.000. Bahan baku genteng diperoleh dari lapangan yang ada di Kabupaten Blitar. Bahan baku yang digunakan sekali produksi rata-rata 18 kubik. Jangkauan wilayah pemasaran produk pada satu Kecamatan Ngunut dengan rata-rata 76,89%. Sistem pembayaran upah tenaga kerja mingguan dengan ratarata 29,60% Kata Kunci: Modal ekonomi, penyerapan tenaga kerja, Home Industry
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VLOG PADA MATERI MITIGASI BENCANA ALAM DI KELAS XI IPS SMA NEGERI SINGGAHAN KABUPATEN TUBAN YAHYA MUZACKY, ABDULLAH; PERDANA PRASETYA, SUKMA
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Materi geografi ini banyak memuat tentang keadaan fisik permukaan bumi. Pembelajaran geografi di SMAN Singgahan hanya menggunakan bahan ajar berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan modul, sehingga mempengaruhi hasil belajar siswa pada materi geografi kebanyakan menjelaskan tentang kondisi fisik permukaan bumi. Tujuan penelitian pengembangan media pembelajaran dengan ADDIE bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa XI IPS 1 dan 2. Metode penelitian yang digunakan yakni menggunakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE terdiri dari tahapan analysis, design, development, implementation, evaluation. Subjek uji coba penelitian terdiri dari 2 kelas yaitu kelas XI IPS 1 yang termasuk dalam kelas control dan kelas XI IPS 2 termasuk kelas experiment, dimana kelas experiment akan diberikan media berupa vlog dengan jumlah siswa 33. Hasil penelitian dilihat dari angket respon siswa terhadap penggunaan media vlog. Nilai yang diperoleh 244 atau 77%, menunjukan minat terhadap penggunaan media vlog. Hasil validasi kelayakan media dengan persentase kelayakan 78% merupakan kategori layak digunakan. Keefektifan penggunaan vlog diukur dengan membandingan hasil belajafr posttest antara kelas siswa yang menerapkan media vlog dan kelas siswa yang tidak menerapkan media vlog melalui analisis independent uji t-test. Hasil analisis menunjukan nilai p=0.000 yang berarti nilai p=0.000 < nilai ?=0.05, sehingga disimpulkan terdapat berbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran vlog dengan tidak menggunakan media. Kata Kunci: ADDIE, Vlog, Minat Belajar, Hasil belajar
KAJIAN PERBEDAAN PRODUKTIVITAS UDANG DI DESA JENU DAN DESA KALIUNTU KECAMATAN JENU KABUPATEN TUBAN MIA ARIYANTI, ELOEX; , SULISTINAH
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kabupaten Tuban khususnya Kecamatan Jenu merupakan penghasil udang tertinggi kedua di Jawa Timur. Produktivitas udang di daerah itu mengalami perbedaan yang sangat signifikan yang disebabkan oleh perkembangan. Perbedaan produktivitas udang dipengaruhi oleh faktor-faktor sumber daya manusia, cara mengolah tambak, modal, dan jarak antara air laut/tawar. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan produktivitas udang di Desa Jenu dan Desa Kaliuntu Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban. Jenis penelitian ini adalah survey dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Jenu dan Desa Kaliuntu Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban. Teknik pengambilan sampel adalah teknik Non-Probability Sampling atau seluruh populasi dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi dari sampel sebanyak 60 responden. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif menggunakan skoring data. Hasil penelitian menunjukan tingkat sumber daya manusia di Desa Jenu berada pada kategori sangat tinggi, dari 3 sumber daya manusia yang diukur memiliki skor total sebesar 381 kategori sangat tinggi dari skor maksimal 450. Di Desa Kaliuntu berada pada kategori tinggi, dari 3 sumber daya manusia yang diukur memiliki skor total 309 kategori tinggi dari skor maksimal 450. Cara mengolah tambak di Desa Jenu memiliki skor 629 kategori cukup baik, sedangkan di Desa Kaliuntu memiliki skor 491 dalam kategori kurang baik. Rata-rata biaya produksi yang di keluarkan petani tambak di Desa Jenu yaitu Rp.12.433.333 juta per musim, sedangkan di Desa Kaliuntu yaitu Rp.11.283.333 juta per musim. Jarak lokasi tambak dari air laut dan air tawar di Desa jenu berada pada kategori sesuai yang memiliki skor total sebesar 77 dari skor maksimal 90 yaitu dengan jarak 1 ? 2 km, sedangkan di Desa Kaliuntu dalam kategori kurang sesuai yang memiliki skor total 59 dari skor maksimal 90 yaitu dengan jarak 3 ? 4 km. Kata Kunci: Produktivitas, Tambak, Udang Vaname.
PENGEMBANGAN MEDIA INDEX CARD MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI MITIGASI BENCANA ALAM DI KELAS XI IPS MAN 1 MOJOKERTO ROMADHON, MOCHAMMAD; PERDANA PRASETYA, SUKMA
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembelajaran geografi mempelajari tentang keadaan bentang alam di permukaan bumi. Pembelajaran geografi di MAN 1 Mojokerto menggunakan lembar kerja siswa , terkadang juga menampilkan power point sehingga dapat mempengaruhi hasil belajar siswa pada materi geografi kondisi fisik di permukaan bumi. Guru memerlukan media pembelajaran untuk meningkatkan keaktifan siswa di dalam kelas, salah satunya yaitu media Index Card Match. Penelitian bertujuan untuk mengetahui (1) kelayakan media yang digunakan pada materi mitigasi bencana alam, (2) pengaruh penggunaan media terhadap minat dan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini merupakan jenis Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri tahapan analysis, design, development, implementation, evaluation. Media diuji validasi oleh ahli materi dan ahli media. Analisis deskripsi hasil belajar menggunakan ketuntasan klasikal dengan subjek penelitian siswa kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 3 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan (1) kelayakan media berdasarkan ahli media dalam segi kelayakan penyajian mendapat skor 96% termasuk kategori sangat layak dan dalam segi kelayakan penggunaan bahasa mendapat skor 96% yang berarti sangat layak. (2) Hasil belajar siswa mengalami kenaikan dengan nilai minimal 75, dimana nilai pretest kelas eksperimen sebesar 59,47% menjadi 83,15% dan nilai posttest ketuntasan klasikal sebesar 92,10%. Sedangkan pada kelas kontrol mengalami sedikit kenaikan dengan nilai pretest sebesar 57,05% menjadi 74,74% dan pada nilai posttest dengan ketuntasan klasikal sebesar 76,92%. Berdasarkan angket minat siswa mendapat skor 285 dengan persentase 75% menunjukkan bahwa siswa minat akan penggunaan media pembelajaran dalam hal menggunakan media Index Card Match sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci : ADDIE, Index Card Match, minat belajar, hasil belajar
DAMPAK ALIH FUNGS I LAHAN PERTANIAN MENJADI PERUMAH AN TERHADAP PERUBAHAN KONDIS I S OS IAL DAN EKONOMI MAS YARAKAT DI WILAYAH KELURAHAN LIDAH KULON KOTA S URABAYA CHIESA PUTRA, EGA; KURNIAWATI, AIDA
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLahan yang ada di Kelurahan Lidah Kulon Kota Surabaya sebelum tahun 2005 banyak berupa lahan pertanian,seiring bertambahnya waktu lahan pertanian pada wilayah tersebut semakin berkurang karena banyak dialih fungsikanmenjadi kawasan perumahan. Kelurahan Lidah Kulon Kota Surabaya menarik untuk dijadikan daerah penelitian, karenapada daerah ini banyak lahan pertanian yang telah beralih fungsi penggunaannya menjadi kawasan perumahan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat wilayah Kelurahan LidahKulon Kota Surabay a.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Pemilihan lokasi penelitian dilakukanberdasarkan pengamatan bahwa di Kelurahan Lidah Kulon Kota Surabaya ini pada dahulunya merupakan daerahpertanian yang cukup subur dan kini telah mengalami alih fungsi lahan menjadi perumahan. Populasi dalam penelitianini adalah masyarakat wilayah RW 02 Kelurahan Lidah Kulon sebanyak 56 responden. T eknik pengumpulan data yangdigunakan adalah kuisioner, wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalahanalisis statistik deskriptif yaitu data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan prosentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan pada wilayah RW 02 untukkondisi sosial paling banyak terjadi adalah petani dan buruh tani banyak berubah menjadi pedagang kelontong. Kondisiekonomi masyarakat sendiri semakin maju setelah terjadi alih fungsi lahan.Kata Kunci: Alih fungsi lahan, kondisi sosial, kondisi ekonomi
KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI DAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP RTH TAMAN ABHIRUPA DI KECAMATAN KRIAN KABUPATEN SIDOARJO CHOLIFAH NUR ANAH, LINDAH; , RINDAWATI
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKetentuan kebutuhan RTH Publik adalah sebesar 20% dan kebutuhan RTH Privat yakni sebesar 10% dari luassuatu wilayah tersebut. Keberadaan RTH Publik di Kabupaten Sidoarjo masih jauh dari ketentuan, dimana luas RTHPublik di Kabupaten Sidoarjo hanya sebesar 9,67% dan RTH Privat hanya 6,74%. Pemerintah Kabupaten Sidoarjomelakukan penghijauan, penataan, peningkatan kualitas, dan juga penambahan jumlah taman kota setiap tahunnya.RTH Taman Abhirupa yang dibangun dari lahan yang awalnya adalah pasar sapi. Kegiatan alih fungsi lahan dari pasarsapi menjadi RTH Taman Abhirupa ini tentu membawa dampak bagi masyarakat sekitar. Tujuan yang ingin dicapaidalam penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sosial ekonomi dan persepsi penduduk sekitar terhadap RTHTaman Abhirupa.Jenis penelitian ini adalah penelitian survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian di DusunBibis Pande dan Dusun Bibis Timur Kelurahan Tambak Kemerakan dan di Dusun Krajan Stasiun Kelurahan KrianKecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan teknik simplerandom sampling atau secara acak. Peneliti mengambil sampel sebanyak 65 responden dari ketiga dusun tersebut. Datayang diperoleh usia penduduk, hubungan sosial, strata sosial, tingkat pendidikan, mata pencaharian, pendapatan danpersepsi terhadap RTH Taman Abhirupa dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket/kuesioner dandokumentasi. Teknik analisis data dengan teknik deskriptif persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia masyarakat yang tinggal disekitar RTH Taman Abhirupa termasukdalam kriteria produktif yaitu 26-65 tahun dengan persentase 97%, memiliki tingkat hubungan sosial tinggi sebesar72,3%, tingkat strata sosial dalam kategori tingkat penghormatan yang tinggi sebesar 50,8%, tingkat pendidikan padajenjang SMA/SMK/Sederajat sebesar 52,3%, penduduk bekerja sebagai pedagang sebesar 35,3%, penghasilanmasyarakat berada di taraf ekonomi sedang sebesar 43,1% dan memiliki persepsi yang tinggi terhadap RTH TamanAbhirupa dengan persentase 60%. Keberadaan RTH Taman Abhirupa memberikan dampak bagi masyarakat sekitardilihat dari karakteristik sosial ekonomi dan persepsi yang menunjukkan tingkat yang tinggi.Kata Kunci :Karakteristik Sosial Ekonomi, persepsi, Ruang Terbuka Hijau.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB ANAK TIDAK MELANJUTKAN SEKOLAH PADA JENJANG SEKOLAH MENENGAH (SMA/SMK/MA) DI KECAMATAN GALIS KABUPATEN BANGKALAN KULSUM HIDAYATI, UMMI; PERDANA PRASETYA, SUKMA
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKecamatan Galis Kabupaten Bangkalan adalah daerah dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) jenjangSekolah Menegah Atas terendah dibandingkan dengan kecamatan lain di Kabupaten Bangkalan yaitu 4,25 % yangmenunjukkan bahwa masih banyak anak yang tidak melanjutkan sekolah ke jenjang SMA/SMK/MA. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui faktor faktor penyebab anak tidak melanjutkan sekolah pada jenjang sekolah menengah(SMA/SMK/MA) di Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Galis KabupatenBangkalan. Populasi dalam penelitian ini adalah anak lulusan SMP/MTs tahun 2018 yang tidak melanjutkan sekolah kejenjang SMA/SMK/MA yaitu 142 anak. Jumlah sampel sebanyak 59 yang ditentukan dengan menggunakan rumusslovin dan pengambilan sampel dilakukan dengan proporsional sampling secara random sampling. Metodepengumpulan data kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan distribusi persentase.Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor faktor penyebab anak tidak melanjutkan sekolah pada jenjangsekolah menengah (SMA/SMK/MA) di Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan adalah sebagai berikut : 1) Motivasiindividu masih rendah (59,3 %), 2) Motivasi orang tua rendah (50,8 %), 3) Pendidikan terakhir orang tua lulusan SD(81,4 %) dan 4) Pendapatan yang kurang dari Rp.500.000 (50,8 %).Kata kunci: APK, Motivasi, Aksesibilitas, Sosial, Ekonomi
KAJIAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PEREMPUAN KABUPATEN JOMBANG AYUNI, ARNI; MARDIANI ZAIN, ITA
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLembaga Swadaya Masyarakat Sebaya Youth Center kabupaten Jombang, pada tahun 2017 menangani berbagai masalah yang melibatkan remaja, antara lain terdapat 185 kehamilan yang tidak diinginkan, jumlah penyakit menular seks sebanyak 13 kasus, terdapat 4 remaja yang melakukan aborsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengetahuan, sikap, tingkat pendidikan orangtua, komunikasi orangtua, dan pola asuh orangtua terhadap perilaku kesehatan reproduksi remaja dan faktor apa yang paling berpengaruh.Jenis penelitian ini adalah penelitian survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan menggunakan rancangan penelitian Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan teknik simple random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah perempuan usia 12-21 tahun yang belum menikah sebanyak 2.145 dengan sampel 200 responden. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, terstruktur menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Chi- Square dan Regresi Logistik Berganda.Hasil uji Chi- Square menunjukkan bahwa pengetahuan berpengaruh terhadap perilaku kesehatan reproduksi dengan sig. pengetahuan ?<?(0,000< 0,05), nilai Relative Risk (RR) sebesar 1,57 yang artinya responden yang memiliki pengetahuan kurang kemungkinan untuk berperilaku kurang 1,57 lebih besar dibandingan dengan responden yang memiliki pengetahuan baik. Hasil uji Regresi Logistik Berganda menunjukkan bahwa yang paling berpengaruh adalah pengetahuan (? sig.=0,003). Nilai Odd Ratio (OR) adalah 0,413 yang artinya responden dengan pengetahuan kurang mempunyai resiko atau kemungkinan berperilaku baik sebesar 0,413 kali dibanding responden yang berpengetahuan baik, dengan kata lain responden yang pengetahuan baik memiliki kemungkinan berperilaku baik sebesar 1/0,413 = 2,42 kali dibandingkan responden dengan pengetahuan kurang.Kata Kunci : remaja, kesehatan reproduksi, pengetahuan, sikap, tingkat pendidikan orangtua, komunikasi orangtua, pola asuh orangtua, perilaku.
ANALISIS POTENSI OBJEK WISATA DI KABUPATEN BANYUWANGI SELATAN UNTUK MENJADI PUSAT PERTUMBUHAN KEPARIWISATAAN ARDIANSYAH, ALEN; SUTEDJO, AGUS
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengembangan di sektor pariwisata merupakan hal yang penting dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dan populer pada semua elemen masyarakat. Pengembangan objek wisata di Kabupaten Banyuwangi selatan belum optimal karena letak objek wisata yang berjauhan dengan pusat pemerintahan dan terbatasnya anggaran operasional. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui objek wisata yang dapat direkomendasikan sebagai pusat pertumbuhan kepariwisataan sehingga bisa memberikan efek pertumbuhan bagi objek wisata yang berada disekitarnya.Jenis penelitian ini adalah penelitian survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Taman Nasional Alas Purwo, Ekowisata Bedul, Pantai Grajagan, Pulau Merah, Penangkaran Penyu Sukomade Kabupaten Banyuwangi selatan. Subjek penelitian ini adalah wisatawan, pedagang, ketua pengelola objek wisata, sedangkan objek penelitian ini adalah sumberdaya manusia, kondisi alam, sikap masyarakat, daya tarik wisata, sarana prasarana, jarak antar objek wisata, aksesibilitas. Peneliti mengambil sampel sebanyak 185 responden wisatawan. Sempel pedagang diambil keseluruhan karena kurang dari 25 responden. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, pengukuran lapangan, dokumentasi. Teknik analisis data dengan teknik skoring.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pulau Merah mendapat skor tertinggi dengan skor 25,5, Taman Nasional Alas Purwo dengan skor 22,5, Pantai Grajagan dengan skor 20, Penangkaran Penyu Sukomade dengan skor 20, Ekowisata Bedul dengan skor 17. Sehingga, Pulau Merah menjadi pusat pertumbuhan kepariwisataan di Banyuwangi selatan. Adanya konsep leading industry, polarization, dan spread effect diharapkan dapat memberikan efek pertumbuhan kepariw isataan pada objek-objek wisata di Kabupaten Banyuwangi selatan.Kata Kunci : Pengembangan, Wisata, Pusat Pertumbuhan.
STUDI POLA PERSEBARAN PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT WILAYAH KABUPATEN TUBAN DHEWI, RESMITA; , KUSPRIYANTO
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPola persebaran sebagai salah satu bentuk atau rangkaian yang dapat menggambarkan atau mendeskripsikan mengenai suatu proses sebaran yang mana keberadaan Puskesmas banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Peneliti sebelumnya melakukan pra survey ke 19 responden sebagai pengguna pelayanan kesehatan, berpendapat jika keberadaan Puskesmas Kecamatan sulit dijangkau. Masyarakat lebih memilih rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan lebih memadai. Peneliti dalam hal ini menganalisa pola persebarannya terlebih dahulu kemudian desa mana saja yang kurang bisa menjangkau Puskesmas. Peneliti mengidentifikasi mengenai bagaimana pola persebaran Puskesmas di wilayah Kabupaten Tuban untuk mengetahui pola persebaran puskesmas di Kabupaten Tuban.Jenis penelitian ini adalah survei, populasi dari penelitian ini adalah seluruh 32 puskesmas Kabupaten Tuban, keseluruhan populasi dijadikan sebuah sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dengan cara pengukuran dan dokumentasi dengan teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Pola persebaran puskesmas yakni pola acak atau random dengan nilai 1,52 yang tersebar di seluruh Kecamatan berdasarkan Rumus Nearest Neighbour Analysis dan hasil peta buffer dibantu aplikasi arcmap 10.2.2 diketahui terdapat 93 desa yang kurang bisa menjangkau pelayanan puskesmas dikarenakan lokasi puskesmas yang cukup jauh dari lokasi Puskesmas.Kata Kunci : Pola Persebaran dan Pusat Kesehatan Masyarakat.

Page 1 of 3 | Total Record : 21