cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 7 (2018)" : 25 Documents clear
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU DI WILAYAH PERKOTAAN KABUPATEN GRESIK HUDAH, NURUL; , SULISTINAH
Swara Bhumi Vol 5, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakProses pembangunan akan selalu terjadi seiring dengan kebutuhan akan pemanfaatan ruang.Pembangunan wilayah cenderung untuk mengubah fungsi lahan, terutama pada lahan terbuka, takterkecuali ruang terbuka hijau (RTH), terutama di wilayah perkotaan, seperti yang terjadi di Gresik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecukupan RTH yang berada di perkotaan Gresik.Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan deskriptif analisis. Lokasipenelitian adalah kawasan perkotaan Gresik. Teknik pengumpulan data menggunakan citra resolusi tinggigoogle earth, peta administrasi, dan data non-spasial seperti jumlah penduduk, jumlah kendaraan dan jumlahhewan ternak untuk menganalisis kecukupan RTH dan menghitung kebutuhan luasan RTH berdasarkanpendekatan kebutuhan oksigen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa luasan Ruang Terbuka Hijau belum memenuhi standarminimum sebesar 30%. Dengan luas wilayah perkotaan sebesar 4114,31 Ha, eksisting yang RTH yang adahanya sebesar 796,79 Ha, yang artinya yaitu masih defisit sebesar 437,5 Ha. Sedangkan kebutuhan RuangTerbuka Hijau berdasarkan pendekatan kebutuhan oksigen sudah terpenuhi.Kata Kunci : RTH, Kebutuhan Oksigen
FAKTOR- FAKTOR PENYEBAB KEMACETAN LALU- LINTAS DI KEJAPANAN- GEMPOL DZORIFAH, YULFI; MURTINI, SRI
Swara Bhumi Vol 5, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKemacetan banyak terjadi di kota-kota besar. Salah satu lokasi yang sering terjadi kemacetanyaitu wilayah Kejapanan? Gempol. Lokasi tersebut merupakan persimpangan batas wilayah antaraPasuruan ? Pandaan, baik dari arah Surabaya maupun arah Pandaan. Tujuan penelitian ini untukmengetahui faktor yang menjadi penyebab kemacetan lalu lintas di Kejapanan? Gempol dan untukmengetahui dampak operasi tol Pandaan terhadap kemacetan lalu- lintas di Kejapanan-Gempol.Jenis penelitian adalah survey menggunakan metode deskriptif kuantitaif dengan persentase..Waktu penelitian dilakukan 1 Minggu 24 jam, lokasi penelitian di jalan raya Kejapanan- Gempol. Subyekpenelitian adalah segmen ? segmen jalan raya Kejapanan? Gempol dan objek yang digunakan panjangjalan, lebar jalan, banyaknya persimpangan, daerah pembangkit, jumlah dan jenis kendaraan yangmelintas, kecepatan kendaraan yang melintas.Hasil penelitian ini faktor penyebab kemacetan di Kejapanan? Gempol sebelum dan dampakberoperasi tol Pandaan. Panjang jalan dan lebar jalan tidak mengalami perubahan sepanjang 3,8 Km danlebar jalan 15m. Persimpangan besar 29 % dan persimpangan kecil 71%. Jenis kendaraan yang melintasmobil pick-up, engkel, bis mini dan elf sebanyak 7.61 %, fuso dan truck tangki sebanyak 10.52 %, trontondan tangki trailer sebanyak 6.16 % dan colt diesel besar sebanyak 3.43 %. Kecepatan kendaraan motorkecepatan 52,2 km/jam, pick-up kecepatan kendaraan 39,5 km/jam, colt diesel besar kecepatan kendaraan36 km/jam, fuso/ truk tangki kecepatan kendaraan 21,6 km/jam, tronton dan tangki trailer kecepatankendaraan 10,8 Km/jam. Faktor kemacetan jalan raya di Kejapanan?Gempol sesudah beroperasi jalan tolPandaan menimbulkan dampak mengurangi volume kendaraan di jalan raya Kejapanan-Gempol, sebagaialternatif bagi kendaraan roda 4 atau lebih dalam berkendara, mempersingkat waktu dan biaya dalamberkendaan.Kata Kunci : Kemacetan, faktor penyebab kemacetan,.dampak
PELAKSANAAN KURIKULUM K13 DAN KTSP PADA JENJANG SMA NEGERI DI KABUPATEN BANGKALAN FITRIANINGSIH, EKA; SIGIT WIDODO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 5, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penyempurnaan kurikulum dari KTSP menjadi K13 dapat memacu pengembangan kompetensi siswa kearah yang lebih analisis dan tuntutan guru agar lebih kreatif dan inovatif. Pelaksanaan kurikulum K13 di SMA Negeri di Kabupaten Bangkalan tidak terlaksana dengan sempurna. Permasalahan yang dihadapi terletak pada kesiapan guru dalam menerapkan K13 pada proses pembelajaran, metode mengajar yang digunakan serta fasilitas belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan kurikulum K13 dan KTSP pada jenjang SMA Negeri di Kabupaten Bangkalan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah purposive sampling dengan menggunakan teknik pengumpulan data angket, wawancara, observasi, dan teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian pada SMA Negeri di Kabupaten Bangkalan yang menerapkan KTSP dilakukan di SMA Negeri 1 Bangkalan, SMA Negeri 1 Kwanyar dan SMA Negeri 1 Blega, sedangkan SMA Negeri yang menerapkan K13 dilakukan di SMA Negeri 2 Bangkalan, SMA Negeri 3 Bangkalan dan SMA Negeri 4 Bangkalan. Hasil penelitian pada variabel motivasi belajar menunjukkan persentase 67.05% pada KTSP dan K13 menunjukkan persentase 68.73%. Variabel metode mengajar pada KTSP menunjukkan persentase 98.89% dan K13 menunjukkan persentase 100%. Variabel fasilitas belajar pada KTSP menunjukkan persentase 85.31% dan K13 menunjukkan persentase 96,48%. Variabel kemampuan berfikir kritis siswa pada KTSP mencapai 100% dan K13 menunjukkan persentase 87.78%. Variabel komitmen kepala sekolah pada KTSP maupun K13 masing-masing menunjukkan data persentase mencapai 100%. Kata Kunci: kurikulum, kurikulum tingkat satuan pendidikan, kurikulum 2013
ANALISIS ARAH PERKEMBANGAN WILAYAH DI KECAMATAN BABAT KABUPATEN LAMONGAN ROSITA, INO; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 5, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKecamatan Babat merupakan kecamatan terbesar kedua di Kabupaten Lamongan setelah Kecamatan Lamongan, melihat potensi yang dimiliki oleh Kecamatan Babat yang menjadi jalur pusat yang strategis dalam perdagangan dan jasa di Kabupaten Lamongan dan juga perkembangan jumlah penduduk, industri dan perkembangan fasilitas sosial dan fasilitas ekonomi di Kecamatan Babat terus mengalami peningkatan pastinya memiliki dampak yang sangat besar bagi perkembangan wilayah khusnya pada desa yang menjadi pusat perdagangan dan jasa di wilayah Kecamatan BabatPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perkembangan wilayah pada setiap desa di Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan yang diklasifikasikan menjadi tiga yaitu tingkat perkembangan wilayah rendah, sedang dan tinggi, setelah mengetahui tingkat perkembangan wilayah pada setiap desa maka akan diketahui arah perkembangan wilayah yang tergolong desa dengan tingkat perkembangan wilayah tinggi yang menandakan bahwa perkembanagan wilayah maju dan di Analisis melui citra multitemporal google earth dan disertai dengan data sekunder. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif mengenai tingkat perkembangan wilayah, dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan keruangan unit analisisnya adalah seluruh desa di Kecamatan Babat yaitu 21 desa dan 2 kelurahan.Hasil penelitian ini adalah tingkat perkembangan wilayah pada setiap desa di Kecamatan Babat hanya terdapat pada satu desa yang memiliki perkembangan wilayah tinggi menandakan wilayah dengan perkembangan yang maju, terdapat satu desa yang memiliki perkembangan wilayah sedang menandakan wilayah yang sedang berkembang, dan 21 desa yang tergolong perkembangan wilayah rendah menandakan wilayah tertinggal. Disimpulkan bahwa arah perkembangan wilayah di Kecamatan Babat mengarah kearah barat yang terdapat pada satu desa memiliki tingkat perkembangan wilayah yang tinggi yaitu terdapat pada Kelurahan Babat dan perkembangan wilayah di Kecamatan Babat cenderung tidak merata karena hanya memusat pada satu desa.Kata kunci: Tingkat Perkembangan Wilayah, Arah Perkembangan Wilayah.
STUDI KOMPARASI POTENSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DI DESA WISATA PETUNG ULUNG DENGAN KWEDEN DALAM UPAYA PENGEMBANGAN SEBAGAI PERWUJUDAN DESA WISATA DI KABUPATEN NGANJUK NUR LAILI, ARUM; MURTINI, SRI
Swara Bhumi Vol 5, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa wisata merupakan wujud pembangunan pariwisata daerah yang sedang populer saat ini, Desa Wisata Petung Ulung dan Desa Wisata Kweden memiliki tingkat persaingan yang tinggi, karena sama-sama mengusung wisata alam sungai, persawahan dan perkebunan dipadukan dengan wisata outbond seperti Tubbing dan Flying Fox, serta penyediaan fasilitas seperti kolam pemancingan, café dan Photobooth. Kweden memiliki tingkat kunjungan lebih banyak daripada Petung Ulung, dalam mempertahankan eksistensi dari kedua desa wisata tersebut perlu dibandingkan untuk mengetahui kondisi masing-masing desa wisata. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Membandingkan potensi desa wisata 2) Membandingkan partisipasi desa wisata 3) Membandingkan upaya pengembangan desa wisata.Jenis penelitian ini merupakan penelitian survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, kuesioner dan dokumentasi. Teknik penentuan sampel digunakan cara purposive sampling untuk responden masyarakat dengan jumlah 65 responden dari Desa Wisata Kweden dan 56 dari Desa Wisata Petung Ulung untuk mencari data partisipasi masyarakat, sedangkan untuk mengukur potensi dilakukan secara observasi dilakukan peneliti dan kuesioner pada wisatawan berjumlah 48 responden tiap desa wisata dengan cara accidental random sampling. Penelitian ini menggunakan teknik skoring, skala likert dan analisis deskriptif.Hasil Penelitian menunjukkan adanya 1) Perbandingan potensi Desa Wisata Kweden memperoleh skor 20, termasuk kategori dengan potensi yang sangat tinggi, sedangkan Desa Wisata Petung Ulung termasuk kategori potensi sedang dengan skor 15, hal tersebut berpengaruh terhadap jumlah wisatawan. 2) Partisipasi masyarakat sekitar Desa Wisata Petung Ulung lebih tinggi daripada Kweden dengan 73% dibanding 70%, akan tetapi partisipasi tidak berpengaruh terhadap jumlah wisatawan 3) Upaya pengembangan di Desa Wisata Petung Ulung dengan Kweden sama-sama sudah selaras dengan komponen pengembangan desa wisata dan masuk kategori pengembangan desa wisata maju. akan tetapi pengembangan Desa Wisata Kweden lebih baik pada aspek pengembangan daya tarik, aksesibilitas, fasilitas umum dan fasilitas wisata, pemasaran dan promosi yang mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan.Kata Kunci : Potensi, Partisipasi, Upaya Pengembangan, Desa Wisata

Page 3 of 3 | Total Record : 25