cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 8 (2018)" : 20 Documents clear
KAJIAN TENTANG POTENSI OBJEK WISATA WADUK PACAL DAN TIRTA WANA DANDER DI KABUPATEN BOJONEGORO ANDARA FIRDAYANTI, PRISKA; SUTEDJO, AGUS
Swara Bhumi Vol 5, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKabupaten Bojonegoro merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Jawa Timur yang mempunyai beberapa objek wisata potensial untuk dikembangkan. Objek wisata yang berpotensi untuk dikembangkan adalah wisata alam seperti Waduk Pacal dan Tirta Wana Dander. Kedua objek wisata tersebut merupakan daerah tujuan wisata utama dengan menawarkan keindahan alamnya, namun jumlah pengunjung yang datang di kedua objek wisata tersebut menunjukkan perbedaan yang sangat jauh berbeda dan banyak dari masyarakatnya sendiri kurang mengetahui potensi apa saja yang ada di daerahnya. Potensi pariwisata merupakan hal terpenting dalam hal kepariwisataan yang dapat menentukan jumlah wisatawan yang berkunjung ke objek wisata tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan potensi wisata dan promosi yang dilakukan di Waduk Pacal dan Tirta Wana Dander sehingga menyebabkan perbedaan jumlah pengunjung dari kedua obyek wisata tersebut.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan di Waduk Pacal dan Tirta Wana Dander. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung Waduk Pacal dan Tirta Wana Dander serta pengelola kedua objek wisata tersebut. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden dengan masing-masing 50 responden pada tiap objek wisata menggunakan teknik accidental sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada hari kerja (Senin dan Jumat) dan pada hari libur (Sabtu dan Minggu). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi kemudian analisis data diperoleh dari teknik skoring dengan menggunakan skala Likert.Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi di Tirta Wana Dander lebih tinggi daripada di Waduk Pacal. Objek wisata Tirta Wana Dander lebih unggul dari segi aksesibilitas, atraksi dan fasilitas penunjang sehingga berdampak pada jumlah wisatawan yang datang. Promosi di Tirta Wana Dander lebih baik daripada promosi di Waduk Pacal. Promosi pada kedua objek wisata ini termasuk dalam kategori sangat baik, namun objek wisata Tirta Wana Dander lebih unggul karena skornya lebih banyak. Tirta Wana Dander lebih unggul dalam hal jenis media promosi yang menggunakan 10 jenis media sedangkan di Waduk Pacal menggunakan 5 jenis media promosi sehingga dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Potensi dan promosi di Tirta Wana Dander lebih baik ini mengakibatkan wisatawan yang berkunjung di Tirta Wana Dander lebih banyak daripada di Waduk Pacal.Kata kunci : akesibilitas, atraksi, fasilitas, promosi, perbedaan jumlah pengunjung
KESUBURAN TANAH BEKAS GALIAN TAMBANG UNTUK TANAMAN PADI DI DESA KARANGLO KECAMATAN MOJOWARNO KABUPATEN JOMBANG KUMALA SARI, INDAH; , RINDAWATI
Swara Bhumi Vol 5, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMasyarakat di Desa Karanglo Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang sebagian besar bermatapencaharian sebagai pembuat genteng pres. Industri genteng dilakukan secara turun temurun. Bahan baku utama yang digunakan untuk membut genteng pres adalah tanah liat berkualitas bagus agar genteng yang dihasilkan juga berkualitas, jadi masyarakat mengambil bahan baku di sekitar desa. Penggalian sawah yang dilakukan secara terus menerus menyebabkan berkurangnya lahan produktifitas dan hilangnya lapisan top soil sehingga hasil produksi pertanian mengalami penurunan karena hilangnya kesuburan tanah, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesuburan tanah bekas galian tambang di Desa Karanglo Kecamatan Mojowarno Kabupeten Jombang dan upaya yang dilakukan pemilik sawah untuk memperbaiki kesuburan tanah sawah di Desa Karanglo Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang.Jenis penelitian ini adalah penelitian survei. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Karanglo Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Sampling Jenuh (Sensus) yaitu sebanyak 36 penduduk. Teknik pengumpulan data melalui observasi, uji laboratorium, dan wawancara. Teknis analisis data menggunakan metode komparasi dan analisis deskriptif.Hasil uji laboratorium diketahui bahwa unsur hara nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K) pada > 3 tahun diaktifkannya kembali lahan pertanian setelah diadakan penggalian tanah sawah sebesar 0,20 Nitrogen, 0,05 Fosfor dan 0,24 Kalium. Dua tahun diaktifkannya kembali lahan pertanian setelah diadakan penggalian tanah sawah sebesar 0,15 Nitrogen, 0,05 Fosfor, 0,25 Kalium. Satu tahun diaktifkannya kembali lahan pertanian setelah diadakan penggalian tanah sawah sebesar 0,21 Nitrogen, 0,04 Fosfor, 0,18 Kalium. Upaya yang dilakukan masyarakat untuk mengembalikan kesuburan tanah yaitu dengan pemberian pupuk organik maupun pestisida.Kata kunci: Kesuburan Tanah sawah, Tanah sawah bekas galian, Uji Laboratorium
DAMPAK INDUSTRI SARANG BURUNG WALET TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DUSUN TUNGGUN DESA TUNGGUNJAGIR KECAMATAN MANTUP KABUPATEN LAMONGAN SAS BUDIARTA, SIGMI; , MURTEDJO
Swara Bhumi Vol 5, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndustri Sarang Burung Walet PT.Perdana Jaya merupakan satu-satunya industri yang cukup besar dalam pengelolaan sarang Burung Walet di Desa Tunggunjagir Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan. Industri Sarang Burung Walet berlokasi di Kecamatan Mantup yang merupakan daerah dengan hutan yang luas dimana menjadi habitat dari Burung Walet atau Swallow Bird?s.Adanya industri Burung Walet ini berdampak pada kehidupan masyarakat di Desa Tanggunjagir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak yang terjadi pada keadaan sosial ekonomi masyarakat Desa Tanggunjagir dengan menggunakan teori Talcot Parsons, William Ogburn dan Neil Smelser.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Lokasi penelitian ini adalah Desa Tanggunjagir Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, analisis data dilakukan melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak industri sarang burung walet di Dusun Tunggun Desa Tanggunjagir memberikan dampak positif dan negatif terhadap masyarakat. Dari segi ekonomi industri sarang burung walet memberikan kontribusi terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Namun di sisi lain terjadi suatu perubahan sosial seperti merenggangnya hubungan sosial dan lunturnya nilai-nilai sosial dalam masyarakat yang disebabkan oleh adanya industri sarang burung walet di Desa Tunggunjagir.Kata kunci: dampak industri, sarang burung walet, perubahan sosial, perubahan ekonomi.
PENGEMBANGAN MEDIA PALUDARIUM PADA MATERI EKOSISTEM HUTAN HUJAN TROPIS MATA KULIAH EKOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA AHMED PATRIA UMMA, ZIAH; PERDANA PRASETYA, SUKMA
Swara Bhumi Vol 5, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembelajaran geografi hendaknya didukung dengan media pembelajaran yang mampu memberikan pengalaman belajar langsung kepada siswa. Seorang guru geografi harus mampu memberikan gambaran atau situasi secara nyata, representatif, dan realistik atas materi geografi yang diajarkan. Pembelajaran geografi yang menggunakan media sebagai sumber belajar maupun alat bantu dalam proses komunikasi, diharapkan kegiatan pembelajaran lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengembangkan media pembelajaran paludarium yang layak digunakan dalam pembelajaran geografi mata kuliah ekologi pada materi ekosistem hutan hujan tropis Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Surabaya 2) Untuk mengetahui respon mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Surabaya terhadap penggunaan media paludarium.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) dengan menggunakan model ADDIE, meliputi tahap analisis (Analysis), perancangan (Design), pengembangan (Development), penerapan (Implementation), dan penilaian (Evaluation). Tingkat kelayakan media didasarkan atas penilaian dari ahli media pembelajaran dan materi menggunakan lembar validasi ahli media dan ahli materi. Pengumpulan data respon mahasiswa menggunakan lembar angket respon siswa. Teknik analisis data kelayakan media menggunakan skala likert 4 kategori diadopsi dari Mardapi. Respon mahasiswa dianalisis menggunakan skala likert 5 kategori yang diadopsi dari Sugiyono.Hasil penelitian menyatakan bahwa media paludarium mendapat penilaian kelayakan oleh ahli media pembelajaran dengan rerata nilai 3,75 dan dari ahli materi mendapat 3,80. Berdasarkan skala Likert keduanya termasuk dalam kategori ?sangat layak?. Para mahasiswa memberikan respon ?sangat baik? terhadap media paludarium pada materi ekosistem hutan hujan tropis dengan rerata sebesar 87,64 %.Kata kunci: Media Pembelajaran, Paludarium, Ekosistem, Bioma hutan hujan tropis.
KAJIAN PENGELOLAN INDUSTRI BATU GAMPING DI KECAMATAN PUGER KABUPATEN JEMBER BAGUS JUNIANTO, ADI; , SULISTINAH
Swara Bhumi Vol 5, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKecamatan Puger merupakan daerah pusat Industri Batu Gamping yang berada di Kabupaten Jember dengan total jumlah 101 Industri tersebar di 3 Desa yakni, Desa Puger Kulon, Desa Grenden, dan Desa Kasiyan. Produktivitas hasil pegolahan gamping pada Industri Batu Gamping di Kecamatan Puger termasuk dalam kategori yang memiliki nilai Produktivitas diatas 100%, perbedaan Produktivitas Industri Batu Gamping pada masing masing Desa memiliki perbedaan yang signifikan. Industri Batu Gamping mempengaruhi perekonomian masyarakat Puger bahkan masyarakat di luar Kecamatan Puger juga meningkat, karena tersedianya lapangan pekerjaan baru. Dampak negatif yang ditimbulkan akibat adanya Industri ini juga banyak seperti masalah Kesehatan, pendidikan yang dibawah standart, bahkan konflik sosial.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang diperoleh dari kuesioner, wawancara, observasi maupun dokumentasi diolah untuk menjawab permasalahan yang ada. Sampel 25 Industi pada Desa Puger Kulon, 15 sample pada Desa Grenden dan 10 sample pada Desa Kasiyan.Hasil penelitian menujukan Kondisi Industri Batu Gamping di Kecamatan Puger termasuk memiliki Produktivitas yang tinggi hasil penelitian menunjukan produktivitas yang mencapai 140% pada Desa Puger Kulon, Desa Grenden 125%, sedangkan Desa Kasiyan 115%. Upah dari buruh Industri Batu Gamping di Kecamatan Puger termasuk dalam kategori Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jember yang berada dalam nilai Rp. 1.625.000,- . rata-rata gaji buruh Industri Batu Gamping berkisar antara Rp.1.700.000,- sampai dengan Rp. 2.000.000,-. Ini tentu merupakan hal positif bagi buruh Industri Batu Gamping di Kecamatan Puger. Limbah yang dihasilkan oleh Industri Batu Gamping yang paling dikeluhkan ialah limbah hasil Pembakaran yakni Debu, selain dapat menyebabkan sakit mata debu hasil pembakaran juga mengakibatkan penyakit organ dalam khususnya paru-paru.Kata Kunci :Produtivitas, Industri, Kondisi Sosial
EKSISTENSI INDUSTRI BATU BATA MERAH DI DESA LEDOK KULON KECAMATAN BOJONEGORO KABUPATEN BOJONEGORO RIZQIA RAHMAWATI S, FITAH; , RINDAWATI
Swara Bhumi Vol 5, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Ledok Kulon adalah salah satu sentra industri batu bata merah di Kabupaten Bojonegoro yang tetap eksis sampai sekarang meskipun ada pesaing baru batu bata putih yang harganya lebih murah berdasarkan hal tersebut diatas penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi industri batu bata merah di Desa Ledok Kulon Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro, strategi bertahan industri batu bata merah serta pola pemasaran industri batu bata merah di Desa Ledok Kulon Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro.Jenis penelitian ini adalah survei, Populasi dari penelitian ini adalah seluruh industri batu bata merah di Desa Ledok Kulon Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro yaitu sebanyak 75 pengrajin industri batu bata merah, karena jumlah populasi kurang dari 100 yaitu 75 pengrajin maka keseluruhan populasi dijadikan sebagai sampel penelitian, teknik pengambilan sampel dengan menggunakan proporsional random sampling, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, angket/kuosioner, dokumentasi, teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif prosentase.Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-foktor eksistensi industri batu bata merah adalah : a) bahan baku mudah di dapat b) tenaga kerja berasal dari dalam kecamatan c) modal sebagaian besar berasal dari modal pribadi d) pemasaran dijual di luar wilayah, untuk startegi bertahan industri batu bata dengan cara meminjam modal kepada bank atau tetangga sekitar dan membuat inovasi baru batu bata merah, pola pemasaran industri batu bata merah dengan teknik pemasaran dijual langsung ke konsumen sebesar 73,33%. Jangkauan pemasaran batu bata merah di luar wilayah sebesar 68% .Kata kunci: Eksistensi industri, Pola Pemasaran
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB BERALIHNYA PEKERJAAN PADA MASYARAKAT DI SEKITAR OBYEK WISATA AIR PANAS PADUSAN KECAMATAN PACET KABUPATEN MOJOKERTO VIVI JAYANTI, ERIKA; MURTINI, SRI
Swara Bhumi Vol 5, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan obyek wisata Air Panas Padusan berpotensi membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat desa Padusan dalam mencari keuntungan di sekitar obyek wisata Air Panas Padusan. Penduduk desa Padusan banyak yang beralih pekerjaan dari sektor pertanian ke sektor wisata.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat desa Padusan beralih pekerjaan. Faktor-faktor tersebut meliputi pendapatan, tingkat kebutuhan, lingkungan sosial budaya, motivasi dan kesempatan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Desa Padusan Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Subyek penelitian adalah masyarakat yang beralih pekerjaan dari sektor pertanian ke sektor wisata. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara,observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan tiga tahapan, yaitu : reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Pengujian keabsahan data ada 4, yaitu : kreadibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian diperoleh dari 13 informan secara acak menunjukkan bahwa penduduk yang sebelumnya mayoritas sebagai buruh tani, petani, kuli bangunan, dan buruh rumah tangga saat ini banyak yang beralih pekerjaan menjadi pedagang, tukang sewa kuda dan makelar villa di sekitar obyek wisata. Pendapatan dan tingkat kebutuhan hidup yang tinggi di sektor wisata jika dibandingkan dengan pendapatan di sektor pertanian menjadi salah satu faktor yang yang mempengaruhi masyarakat beralih pekerjaan. Lingkungan sosial budaya yang dimulai dengan adanya interaksi yang intensif melalui keluarga, teman, tetangga serta tingginya motivasi masyarakat untuk mencari pekerjaan yang lebih baik juga menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan masyarakat beralih pekerjaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi beralihnya pekerjaan masyarakat desa Padusan ke sektor wisata diperoleh bahwa masyarakat yang beralih pekerjaan sebanyak 22,2 % dari jumlah penduduk yang bekerja.Kata Kunci: perubahan pekerjaan, sektor pertanian, sektor wisata
KAJIAN SOSIAL DAN EKONOMI KELUARGA MISKIN DI DESA KARANGPAKIS DAN DESA MANDURO KECAMATAN KABUH KABUPATEN JOMBANG ISMANINGSIH, WINDA; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 5, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKesejahteraan merupakan tujuan dari pembangunan nasional. Permasalahan peningkatan kesejahteraan masyarakat masih belum dapat diatasi secara tuntas dan merata di Indonesia. Kondisi ini tercermin pula pada tingginya angka keluarga miskin di Kecamatan Kabupaten yang ada tahun 2016 memiliki angka keluarga miskin tertinggi di Kabupaten Jombang yaitu sebesar 47,72% dengan jumlah 6.775 kepala keluarga. dengan jumlah 6.775 kepala keluarga. Kondisi topografi Kecamatan Kabuh memiliki 2 jenis topografi. Topografi datar dan landai di sebelah selatan dan topografi berbukit di sebelah utara akibat terletak di daerah pegunungan kapur (Pegunungan Kendeng). Mewakili topografi datar yaitu Desa Karangpakis dan untuk mewakili topografi berbukit yaitu Desa Manduro. Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui kondisi sosial masyarakat di Desa Karangpakis dan Desa Manduro Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang 2) untuk mengetahui kondisi ekonomi masyarakat di Desa Karangpakis dan Desa Manduro Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang 3) untuk mengetahui faktor yang menyebabkan perbedaan kemiskinan di Desa Karangpakis dan Desa Manduro Kecamatan Kabuh Kabupaten JombangJenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei, sebagai populasi seluruh kepala keluarga miskin di Desa Karangpakis dan Desa Manduro adalah sebanyak 1131 kepala keluarga sampel penelitian ini berjumlah100 kepala keluarga dengan rincian 42 kepala keluarga dari Desa Karangpakis dan 58 kepala keluarga dari Desa Manduro yang ditentukan menggunakan random sampling atau secara acak. Tehnik pengumpulan data yaitu melalui dokumentasi dan wawancara. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) kondisi Desa Karangpakis dan Desa Manduro sebagai berikut: pendidikan mayoritas di kedua Desa tersebut tidak bersekolah, di Desa Manduro masyarakat yang tidak bersekolah lebih tinggi sebanyak 67,24% dibanding Desa Karangpakis sebanyak 23,81% jenis pekerjaan mayoritas di kedua Desa tersebut sebagai buruh tani, di Desa Manduro lebih tinggi sebanyak 72,41% dibanding Desa Karangpakis sebanyak 71,43%, beban tanggungan mayoritas di kedua desa tersebut berjumlah empat orang (tiga anak satu istri), di Desa Manduro lebih tinggi sebanyak 28,58% dibandingkan dengan Desa Karangpakis sebanyak 18, 97%, dan usia kepala keluarga mayoritas di kedua Desa tersebut 65-69 tahun, di Desa Manduro lebih tinggi sebanyak 17,24% dibandingkan dengan Desa Karangpakis sebanyak 16,67%. 2) Kondisi ekonomi Desa Karangpakis dan Desa Manduro sebagai berikut: pendapatan kepala keluarga mayoritas di kedua desa tersebut Rp.500.000-Rp.599.999, di Desa Manduro lebih tinggi sebanyak 62,07% dibandingan dengan Desa Karangpakis sebanyak 42,86%, pengeluaran keluarga mayoritas di kedua desa tersebut Rp.500.000-Rp.599.999, di Desa Manduro lebih tinggi sebanyak 44,82% dibandingkan dengan Desa Karangpakis sebanyak 42,86%. 3) Faktor yang menyebabkan perbedaan kemiskinan di Desa Karangpakis dan Desa Manduro adalah faktor sosial. Mayoritas di kedua desa tersebut tidak bersekolah, jenis pekerjaannya pun sebagai buruh tani, beban tanggungan mayoritas 4 orang.Kata kunci: Keluarga Miskin, Faktor Sosial, Faktor Ekonomi
PENGARUH PERKEMBANGAN WILAYAH TERHADAP HARGA LAHAN DI DESA KEDANYANG KECAMATAN KEBOMAS KABUPATEN GRESIK TAHUN 2013, 2015, DAN 2017 LIA KURNIAWATI, DWI; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 5, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPertumbuhan penduduk di Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik setiap tahunnya mengalami peningkatan. Pada tahun 2013 yakni sebanyak 102.851 jiwa semakin meningkat pada tahun 2017 menjadi 105.656 jiwa. Kebutuhan penduduk akan tempat tinggal juga akan bertambah sehingga terjadinya pembangunan perumahan yang semakin luas. Jumlah petani yang semakin menurun pada tahun 2013 sampai 2017 dari 556 jiwa menjadi 547 jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perkembangan terhadap harga lahan di Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik tahun 2013, 2015, dan 2017.Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kuantitaif dengan metode survei yang menggunakan analisis keruangan yakni perbandingan dari tahun 2013, 2015, dan 2017. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Sampling Jenuh (Sensus) yakni keseluruhan dari populasi. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis perubahan luas lahan terbangun dan tidak terbangun menggunakan teknik overlay. Teknik analisis kondisi ekonomi dan harga lahan responden menggunakan hasil jawaban responden melalui kuesioner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan wilayah berpengaruh terhadap harga lahan di Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik. Perkembangan lahan tersebut terbukti menggunakan analisis citra google earth. Luas lahan dengan perubahan paling tinggi adalah perumahan tahun 2013 - 2015 bertambah 72298 m². Tahun 2015 - 2017 bertambah menjadi 135838 m². Perubahan penggunaan lahan mempengaruhi kondisi ekonomi responden yakni mata pencaharian dimana tahun 2017 angka responden yang tidak bekerja paling tinggi ialah 24.32%. Persentase tersebut, berkaitan dengan pendapatan terendah paling banyak yakni 35.14%. Perubahan penggunaan lahan juga mempengaruhi harga lahan di Desa Kedanyang dari tahun 2013, 2015, dan 2017 yang semakin meningkat. Berdasarkan penelitian, responden yang menjual lahan di Desa Kedanyang, dapat diketahui bahwa harga lahan tertinggi adalah tahun 2017 dengan harga Rp 960.000,-/m² dan dekat dengan jalan utama. Status lahan yang dekat dengan jalan kolektor semakin mahal karena sarana dan prasarana yang sangat memadai serta aksesbilitasnya yang mudah.Kata kunci: Perubahan, Penggunaan Lahan, Kondisi Ekonomi, Harga Lahan
PRIORITAS UTAMA PENGEMBANGAN OBJEK WISATA BUATAN DI KECAMATAN NGANCAR KABUPATEN KEDIRI DENGAN PENDEKATAN AHP (ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS) DWI PRASETYOWATI, RIMA; MURTINI, SRI
Swara Bhumi Vol 5, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKampoeng Anggrek, Taman Agro Margomulyo, Kampung Durian dan Petik Nanas Madu merupakan wisatabaru jenis agrowisata yang berada di sekitar lereng Gunung Kelud tepatnya di Kecamatan Ngancar. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui alternatif utama objek wisata yang akan dikembangkan di Kecamatan Ngancar olehPemerintah Kabupaten Kediri, agar mampu menjadi wisata pendukung keberadaan Gunung Kelud yang eksistensinyasemakin menurun di kalangan masyarakat.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan operasi matematis, dilihat dari kriteria :Atraksi, Aksesibilitas, Sarana dan Prasarana, Promosi, Peluang Kerja dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat. Teknikpengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan kuisioner. Analisis datanya menggunakan teknikanalisis data AHP (Analytical Hierarchy Process) dengan progam Expert Choice.Hasil perhitungan menunjukkan kriteria dengan persentase tertinggi adalah atraksi (52,1%) dan alternatiftertinggi adalah objek wisata Kampoeng Anggrek (38%). Hal ini sangat relevan apabila wisata Kampoeng Anggrekmenjadi urutan pertama yang akan dilakukan pengembangan, karena fokus pemerintah sekarang adalahmengembalikan citra objek wisata Gunung Kelud pasca bencana gunung meletus. Keempat objek wisata baru tersebutyang siap menjadi objek wisata pendukung keberadaan Gunung Kelud ialah Kampoeng Anggrek. Daya tarikKampoeng Anggrek cukup baik tetapi perlu penambahan atraksi seperti wisata edukasi dapat dijadikan pertimbanganagar mampu meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata tersebut.Kata Kunci : Potensi, Agrowisata, AHP.

Page 1 of 2 | Total Record : 20