cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 8 (2018)" : 20 Documents clear
KAJIAN SOSIAL EKONOMI PENAMBANG BATU KAPUR DI KECAMATAN PALANG KABUPATEN TUBAN (STUDI KASUS TENTANG PERUBAHAN DARI BURUH TANI KE PENAMBANG BATU KAPUR) RIFAI, AHMAD; , MURTEDJO
Swara Bhumi Vol 5, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKecamatan Palang merupakan daerah perbukitan kapur kendeng utara dengan jumlah sumber daya batu kapur sebesar 331.757.428 ton, dengan adanya sumberdaya batu kapur yang melimpah, membuat pertambangan batu kapur untuk membuat batu kumbung sejenis batu bata putih berkembang pesat, dalam 20 tahun terakhir masyarakat sekitar yang awalnya buruh tani beralih pekerjaan menjadi penambang batu kapur. Beralihnya buruh tani menjadi penambang batu kapur menjadi fenomena menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kondisi sosial ekonomi penambang batu kapur di Kecamatan Palang setelah beralih pekerjaan dari buruh tani.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan informan menggunakan teknik bola salju. Analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, sedangkan untuk keabsahan data menggunakan uji kredibilitas.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masyarakat beralih pekerjaan dari buruh tani menjadi penambang batu kapur karena bertambahnya jam kerja, yang awalnya jam kerja tidak menentu menjadi pasti, yaitu tujuh jam setiap hari dan enam hari kerja dalam satu minggu, sehingga kondisi sosial ekonomi masyarakat mengalami perubahan, antara lain : pendapatan masyarakat mengalami peningkatan cukup signifikan, dari Rp 60.000,00/hari menjadi Rp 80.000,00/hari dan dalam satu bulan mendapatkan pendapatan Rp 2.080.000,00/bulan, pemenuhan kebutuhan keluarga menjadi tercukupi karena memiliki pendapatan pasti, pendidikan anak semakin diperhatikan dan mengalami meningkatan, hubungan sosial lebih intensif karena sering bertemu di tempat kerja, kedudukan dalam masyarakat tetap menjadi masyarakat biasa hanya berubah status pekerjaannya, keadaan tempat tinggal mengalami perubahan dari rumah berdinding anyaman bambu menjadi rumah berdinding batu bata.Kata kunci: perubahan pekerjaan, penambang batu kapur, buruh tani, sosial ekonomi
KAJIAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA KAMPUNG ASI DI KECAMATAN KERTOSONO KABUPATEN NAGNJUK SETYA AGUSTIN, HANIM; MARDIANI ZAIN, ITA
Swara Bhumi Vol 5, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPemberian ASI eksklusif di Desa Kudu tahun 2015 sampai tahun 2017 mengalami peningkatan. Pencapaian pemberian ASI eksklusif di Desa Kudu tahun 2017 hanya 38,89%, namun pencapaian pemberian ASI ekskusif tersebut belum mencapai target pemerintah yaitu 80%. Pencapaian pemberian ASI eksklusif yang tidak sampai target itulah yang membuat peneliti tertarik untuk mengetahui faktor usia, tingkat pendidikan, status pekerjaan, pendapatan, pengetahuan, sikap, perilaku terhadap pemberian ASI eksklusif dan faktor apa saja yang paling berpengaruh.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif kuantatif. Rancangan penelitian menggunakan cross sectional. Pengambilan sampel dengan simple random sampling. Populasi 140 ibu melahirkan tahun 2015 sampai agustus 2017 dengan sampel 104 responden. Teknik pengumpulan data dengan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Chi-Square dan Regresi Logistik Berganda.Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap dan perilaku berpengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif dengan sig. pengetahuan p<0,05 (0,001<0,05), sikap p<0,05 (0,000<0,05) dan perilaku p<0,05 (0,000<0,05). Hasil uji Regresi Logistik Berganda yang paling berpengaruh adalah perilaku (p sig.=0,000). Nilai Odd Ratio (OR) yaitu 0,003, berarti responden yang memiliki perilaku di bawah rata-rata (kurang) kemungkian diberi ASI eksklusif sebesar 0,003 kali lebih besar dibandingkan dengan perilaku di atas rata-rata (lebih).Kata kunci: ASI esklusif,pengetahuan,sikap,perilaku.
PENGARUH USAHA TAMBAK UDANG TERHADAP SERAPAN TENAGA KERJA DI KECAMATAN MADURAN KABUPATEN LAMONGAN ROZAQ KHOIRI, ABD.; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 5, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Wilayah Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan mempunyai lahan yang digunakan oleh masyarakat sebagai tambak udang, dalam proses usaha tambak udang memiliki tahapan-tahapan yang dilakukan yaitu dimulai dari persiapan lahan, pengisian air kedalam tambak, penebaran benih, penjagaan kualitas air, pemberian makanan, dan yang terakhir adalah pemanenan. Proses usaha tambak udang tersebut pemilik usaha tambak udang tidak bisa melakukan pekerjaan itu sendiri melainkan membutuhkan bantuan tenaga kerja dari masyarakat sekitar sehingga muncul adanya serapan tenaga kerja dari usaha tambak udang yang menjadikan serapan tenaga kerja sebagai fokus penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh usaha tambak udang terhadap serapan tenaga kerja di Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Kanugrahan dan Desa Turi Banjaran Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan. Populasi petambak pada tiga desa tersebut adalah 120 petambak udang. Pengambilan sampel menggunakan metode random sampling. Peneliti megambil sampel 55 petambak udang. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik perumusan sederhana dengan mendeskripsikan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan serapan tenaga kerja usaha tambak udang di Desa Kanugrahan dan Desa Turi Banjaran didominasi oleh tenaga kerja non keluarga dari luar desa. Presentase Desa Kanugrahan untuk tenaga kerja non keluarga di luar desa sebesar 2,37%, tenaga kerja non keluarga dalam desa 1,35%. Desa Turi Banjaran presentase tenaga kerja non keluarga di luar desa sebesar 2,16%, tenaga kerja non keluarga dalam desa 1,68%. Hasil penelitian rata-rata luas lahan pemilik tambak udang 1-2 ha (44%), banyak panen dalam satu tahun 3 kali (75%), pendapatan dalam satu kali panen Rp11.000.000-Rp20.000.000 (50%), dengan demikian dapat dikatakan bahwa semakin besar usaha tambak udang, maka akan semakin besar serapan tenaga kerja sehingga diharapkan bagi pemilik tambak yang telah memiliki modal yang lebih sebaiknya melakukan perluasan lahan tambak agar serapan tenaga kerja lebih banyak. Kata Kunci : serapan tenaga kerja, usaha tambak udang
KAJIAN OBJEK WISATA GUA NGERONG DAN GUA PUTRI ASIH SEBAGAI DESTINASI WISATA DI KABUPATEN TUBAN YULI ANDRIANI, KIKI; MURTINI, SRI
Swara Bhumi Vol 5, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakObjek wisata Gua Ngerong dan Gua Putri Asih merupakan objek wisata alam yang berada di Kabupaten Tuban. Objek wisata Gua Ngerong dan Gua Putri Asih memiliki keindahan alam yang dapat menarik wisatawan untuk datang, namun objek wisata ini masih didominasi oleh pengunjung dari Kabupaten Tuban, terlihat dari 100 orang responden yang berkunjung ke Gua Ngerong dan Gua Putri Asih, memiliki frekuensi 36% wisatawan Gua Ngerong yang berasal dari Kabupaten Tuban sedangkan Gua Putri Asih memiliki frekuensi 48%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan karakteristik objek wisata Gua Ngerong dan Gua Putri Asih, serta pengelolaan kedua objek wisata tersebut, sehingga dapat mengetahui apa yang harus di perbaiki dan diterapkan pada objek wisata Gua Ngerong dan Gua Putri Asih.Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian berada di objek wisata Gua Ngerong dan Gua Putri Asih Kabupaten Tuban. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Accidental Sampling. Peneliti mengambil sampel 100 orang responden. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik skoring dengan skala likert.Hasil penelitian menunjukkan karakteristik objek wisata Gua Ngerong memiliki aksesibilitas, atraksi, fasilitas pengunjung, dan keindahan alam yang baik, sedangkan karakteristik objek wisata Gua Putri Asih memiliki keindahan alam dan strategi promosi yang sangat baik, aksesibilitas dan atraksi yang baik, dengan fasilitas pengunjung. Pengelolaan Objek Wisata Gua Ngerong sudah cukup baik, di lihat dari sarana-prasarana yang cukup lengkap dengan kondisi yang baik, memiliki strategi promosi yang baik, dan sebagian besar yang di rencanakan pengelola telah terlaksana, kecuali beberapa kegiatan yang terkendala oleh pendanaan. Pengelolaan Gua Putri Asih dirasa kurang maksimal dikarenakan masih banyak sarana-prasarana yang kurang layak, terlihat pada perencanaan perbaikan fasilitas pengunjung yang tidak terlaksana karena terkendala oleh pendanaan, hal ini adalah salah satu faktor yang menyebabkan, wisatawan tidak nyaman untuk berkunjung di Objek Wisata Gua Ngerong meskipun memiliki keindahan alam serta strategi promosi yang baik.Kata kunci: destinasi wisata, karakteristik objek wisata, pengelola wisata,wisata alam.
KAJIAN KASUS PERUBAHAN STATUS KEPEMILIKAN LAHAN PERTANIAN MASYRAKAT PETANI DI DESA SUMURAGUNG KECAMATAN SUMBERREJO KABUPATEN BOJONEGORO ULFA, MARIYA; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 5, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nilai lahan tidak hanya sebagai aset yang dapat diolah dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,namun juga sebagai aset yang dapat dijadikan sebagai investasi atau tabungan yang relatif aman dan menguntungkan.Perkembangan zaman menyebabkan tanah mulai diperjual belikan, yang kemudian menimbulkan adanya asaspenawaran dan permintaan. Jumlah penduduk dan permintaan akan lahan yang terus meningkat menyebabkan semakinbanyak kasus perubahan status kepemilikan lahan pertanian di Desa Sumuragung. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan adanya perubahan status kepemilikan lahan pertanian di DesaSumuragung.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian dilakukan diDesa Sumuragung Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Subyek dalam penelitian ini adalah petani yangmenjual lahan pertaniannya dengan sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Pengumpulan datamenggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahapan,yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan status kepemilikan lahan pertanian di Desa Sumuragungdisebabkan karena semakin maraknya penjualan lahan pertanian, sistem bagi waris yang mengharuskan pembagianlahan kepada ahli waris yang ditinggalkan serta adanya wakaf. Faktor yang mempengaruhi perubahan statuskepemilikan lahan pertanian yaitu lokasi lahan, kesempatan membeli lahan lain, tuntutan ekonomi, kebutuhanpendidikan anak, harga lahan yang semakin meningkat, adat dan pengaruh warga lain. Petani Desa Sumuragungsebagian besar melakukan jual beli tanah secara langsung menurut Undang Undang Pokok Agraria (UUPA). Prosesbalik nama pemilikan tanah atau pengurusan sertifikat tanah sebagian besar petani melalui broker jasa pengurusansertifikat tanah dan balik nama pemilikan tanah.Kata kunci : Perubahan, Kepemilikan Lahan, Lahan Pertanian
ANALISIS KERAWANAN PANGAN KABUPATEN BOJONEGORO APRILIA KARTIKA SARI, FIRDA; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 5, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKetahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya kebutuhan gizi serta pangan bagi penduduk di suatu wilayah. Tidak terpenuhinya pangan suatu wilayah akan menyebabkan berbagai masalah pangan salah satunya kerawanan pangan. Kabupaten Bojonegoro merupakan penyumbang beras terbesar nomor 4 di Provinsi Jawa Timur namun berdasarkan data Badan Pusat Statistika (BPS) Kabupaten Bojonegoro memiliki tingkat sumber daya manusia yang masih rendah dan menjadi kabupaten termiskin diurutan ke 11. Kondisi ini menunjukkan bahwa Kabupaten Bojonegoro masih memiliki gejala kerawanan pangan. Peneliti tertarik untuk melihat kondisi ketahanan pangan berdasarkan indikator kerawanan pangan kronis.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis yang sama dengan Food Security and Vulnerability Atlas of Indonesia (FSVA) 2009. Analisis ini indikator kerawanan pangan kronis terdiri dari 9 indikator kemudian dimasukan kedalam rumus, hasilnya akan dikelompokkan berdasarkan 6 kategori kerawanan pangan serta dibuat peta ketahanan pangan dengan perhitungan hasil indeks komposit dari setiap indikator.Hasil penelitian ini adalah kondisi ketahanan pangan Kabupaten Bojonegoro terdapat satu kecamatan yang termasuk kategori rawan yaitu Kecamatan Gayam dan satu kecamatan pada kategori agak rawan yaitu Kecamatan Tambakrejo. Pada kategori cukup tahan ada 18 Kecamatan dan yang termasuk kategori tahan ada 8 kecamatan. Hal ini menunjukkan pemenuhan kebutuhan pangan Kabupaten Bojonegoro masih terpenuhi dan tahan pangan namun masih membutuhkan perbaikan pada 2 kecamatan lainnya.Kata Kunci : Ketahanan Pangan, Kerawanan Pangan Kronis, Pemetaan
ANALISIS PERKEMBANGAN PERMUKIMAN KAITANNYA DENGAN KONDISI SOSIAL KEMASYARAKATAN DI KECAMATAN MENGANTI KABUPATEN GRESIK (STUDI KASUS TENTANG PERUBAHAN KONDISI SOSIAL KEMASYARAKATAN DI KECAMATAN MENGANTI) MAULANA, ZULFIKAR; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 5, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPerkembangan kawasan permukiman sebagai upaya memenuhi permintaan akan suatu hunian yang dipengaruhi oleh peningkatan jumlah kepadatan penduduk serta pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya di Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik. Dampak dari meningkatnya pemukiman, Migrasi masuk ke Menganti serta meningkatnya berbagai fasilitas dapat mengubah pola pikir masyakarat serta kondisi sosial penduduk yang telah lama tinggal di Kecamatan Menganti. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perkembangan permukiman di Kecamatan Menganti, pola permukiman di Kecamatan Menganti, dan proses perubahan sosial kemasyarakatan di Kecamatan Menganti setelah didirikan banyak permukiman.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan interpretasi citra. Teknik analisis data yaitu analisis perkembangan kawasan permukiman, analisis pola perkembangan permukiman, analisis kondisi sosial kemasyarakatan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Perkembangan permukiman di Kecamatan Menganti dari analisis citra google earth tahun 2010 hingga 2017 mengalami perkembang sebesar 0,86% dari 4,57 Km2 menjadi 5,17 Km2 dari keseluruhan luas Kecamatan Menganti, pola permukiman Kecamatan Menganti memiliki pola campuran yaitu menyebar dan linear, proses perubahan sosial kemasyarakatan di Kecamatan Menganti setelah didirikan banyak pemukiman yaitu berubahnya lahan pertanian menjadi permukiman yang merubah status ekonomi masyarakat kemudian merubah pola pikir penduduk Kecamatan Menganti sehingga merubah status sosial Kemasyarakatan penduduk Kecamatan Menganti.Kata kunci: perkembangan permukiman, perubahan, status ekonomi , status sosial, kemasyarakatan.
KAJIAN PERBEDAAN JUMLAH PENGUNJUNG OBJEK WISATA PANTAI PULAU MERAH DAN PANTAI WEDI IRENG DI DESA SUMBERAGUNG KECAMATAN PESANGGARAN KABUPATEN BANYUWANGI AYU WAHYUNI, DIAH; SANTOSO, AGUS
Swara Bhumi Vol 5, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKabupaten Banyuwangi merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang memiliki potensi wisata yang tinggi. Banyuwangi juga memiliki potensi wisata pantai yang sangat baik. Ada Pantai Pulau Merah dan Pantai Wedi Ireng yang masing-masing pantai ini mempunyai ciri khas. Kedua pantai ini memiliki jumlah pengunjung yang sangat jauh berbeda. Rata-rata pengunjung di Pantai Pulau Merah memiliki pengunjung 361.640 pertahun, sedangkan di Pantai Wedi Ireng memiliki pengunjung 57.185 pertahunnya. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan potensi dan promosi di Pantai Pulau Merah dan Pantai Wedi Ireng.Jenis penelitian ini adalah penelitian survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Pantai Pulau Merah dan Pantai Wedi Ireng Kabupaten Banyuwangi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan teknik accidental random sampling atau secara kebetulan. Peneliti mengambil sampel sebanyak 100 responden Pantai Pulau Merah dan 100 responden Pantai Wedi Ireng serta seluruh jumlah pengelola yang ada di objek wisata. Data yang diperoleh berupa tingkat potensi dan promosi di Pantai Pulau Merah dan Pantai Wedi Ireng dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan teknik skoring persentase yang menggunakan skala likert.Hasil penelitian dari segi potensi Pantai Pulau Merah termasuk dalam kategori baik, sedangkan Pantai Wedi Ireng termasuk dalam kategori tidak baik. Dari segi promosi Pantai Pulau Merah termasuk dalam kategori baik, sedangkan Pantai Wedi Ireng termasuk dalam kategori kurang baik. Hasil analisis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Pantai Pulau Merah lebih baik daripada Pantai Wedi Ireng, yang menyebabkan jumlah pengunjug di Pantai Pulau Merah lebih tinggi dari Pantai Wedi Ireng.Kata Kunci : potensi wisata, aksesibilitas, atraksi, fasilitas penunjang, sumber daya manusia, promosi.
PENGEMBANGAN PERMAINAN UNO STACKO GEOGRAPHY (USG) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI PADA MATERI MITIGASI BENCANA ALAM KELAS XI IPS SMA NEGERI 16 SURABAYA ARISKI, DITA; PERDANA PRASETYA, SUKMA
Swara Bhumi Vol 5, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPermasalahan yang dihadapi guru geografi kelas XI IPS SMA Negeri 16 Surabaya adalah masih rendahnya hasil belajar dan semangat belajar siswa pada mata pelajaran geografi. Hasil ulangan harian siswa diperoleh persentase nilai rata-rata ketuntasan XI IPS 1 sebesar 46,7% dan XI IPS 2 sebesar 40%. Selain itu, kurangnya media pembelajaran yang menarik perhatian dan rasa ingin tahu siswa tentang materi yang ada pada pelajaran geografi. Permasalahan tersebut membuat peneliti ingin mengembangkan sebuah media pembelajaran dengan sistem permainan yaitu Uno Stacko Geography (USG). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Kelayakan permainan Uno Stacko Geography (USG) sebagai media pembelajaran, 2) Aktivitas siswa selama penerapan media pembelajaran Uno Stacko Geography (USG), 3) Respon siswa selama terhadap pengembangan media pembelajaran Uno Stacko Geography (USG), 4) Hasil belajar siswa setelah penerapan media pembelajaran Uno Stacko Geography (USG).Pengembangan media pembelajaram Uno Stacko Geography (USG) menggunakan desain R&D (Research and Development) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implement, Evaluate). Teknik pengumpulan data meliputi lembar validasi media, lembar observasi aktivitas siswa, angket respon siswa, dan tes hasil belajar siswa. Data validasi, observasi, dan angket akan dianalisis menggunakan ketentuan skala Likert, hasil belajar siswa dianalisis menggunakan uji independent sample t-test.Hasil penelitian menunjukkan: 1) Hasil validasi media dari ahli media dan materi memperoleh persentase nilai kelayakan media 80% dan kelayakan materi 93,18%, termasuk kriteria sangat layak. 2) Aktivitas siswa menunjukkan perubahan yang baik selama penerapan media pembelajaran Uno Stacko Geography (USG) dengan persentase nilai rata-rata 75,625%. 3) Respon siswa terhadap penerapan media pembelajaran Uno Stacko Geography (USG) memperoleh persentase nilai rata-rata sebesar 75,56%, termasuk kriteria baik. 4) Hasil belajar siswa pada kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata posttest 91,86 dan kelas kontrol 87,83. Berdasarkan hasil uji independent sample t-test diperoleh perbedaan nilai rata-rata 4,026 dan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,032, maka p < ? ; 0,032 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan ada perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.Kata Kunci : Media Pembelajaran, ADDIE, Uno Stacko Geography (USG), Aktivitas siswa, Respon siswa.
PENGARUH PENGETAHUAN IBU, SANITASI RUMAH DAN KEPADATAN HUNIAN TERHADAP KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENJERAN KECAMATAN KENJERAN KOTA SURABAYA ANGGRAINI, DINI; , KUSPRIYANTO
Swara Bhumi Vol 5, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakInfeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang paling banyak diderita khususnya oleh balita. Data dari Dinas kesehatan Surabaya bahwa penyakit ISPA dari 5 tahun terakhir menjadi penyakit nomer satu yang paling banyak ditemui di Puskesmas. Data pada tahun 2015 jumlah balita positif ISPA sebanyak 598 kasus dengan prevalesi sebesar 0,27%. Hipotesis dari penelitian ini dimungkinkan salah satu faktor resiko terjadinya penyakit ini dikarenakan kondisi sanitasi rumah yang buruk karena lingkungan tempat tinggal yang padat dan kurang bersih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor manakah yang berpengaruh antara pengetahuan ibu, sanitasi rumah atau kepadatan hunian yang terhadap kejadian ISPA.Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan rancangan Case Control dengan kata lain setiap setiap ada kasus ISPA dicarikan yang tidak ISPA dengan jarak rumah yang saling berdekatan. Lokasi yang dipilih adalah di wilayah kerja Puskesmas Kenjeran Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya, yang dipilih dengan Proposional Random Sampling. Pengambilan sampel berdasarkan prevalensi penyakit ispa di puskesmas kenjeran sebesar 60 kasus ISPA dan dicarikan kontrol 60 yang tidak sakit ISPA. Variabel yang dikendalikan adalah jarak rumah dengan puskesmas, teknik analisis data uji chi square dan uji regresi logistik berganda.Hasil penelitian ini menggunakan uji chi square adalah ada pengaruh signifikan antara sanitasi rumah dengan kejadian ISPA yaitu sebesar 7,813 dengan p=0,005< 0,05. Ada pengaruh antara kepadatan hunian dengan kejadian ISPA yaitu sebesar 4,812 dengan p=0,028<0,05. Hasil pengujian dengan uji regresi logistik berganda secara bersama-sama yaitu faktor yang paling berpengaruh signifikan terhadap kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Kenjeran Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya adalah faktor sanitasi rumah dengan nilai (p=0,003<? =0,05).Kata kunci: Infeksi Saluran Pernapasan, Sanitasi Rumah, Balita

Page 2 of 2 | Total Record : 20