cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
STUDI TENTANG FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN PERUBAHAN PEKERJAAN DARI PETANI MENJADI PEMILAH SAMPAH INDUSTRI (STUDI KASUS DI DESA BANGUN KECAMATAN PUNGGING KABUPATEN MOJOKERTO) KUMALASARI, REZA
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1 Nomor 1 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Desa bangun merupakan masyarakat agraris, tetapi karena adanya pengalihan fungsi lahan yang melalui kepala desa yaitu Bapak Ihsan warga bangun mengalami perubahan pekerjaan dari petani kepemilah sampah industri. Tetapi berdasarkan observasi masih ada beberapa warga desa bangun yang bekerja sebagai petani. Metodeyang digunakanpenelitianiniadalahkualitatif dengan pendekatan study kasus.Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perubahan pekerjaan yang terjadi di desa bangun disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adanya ahli fungsi lahan, tidak ada irigasi, dan kebutuhan yang mendesak. Selain itu faktor yang mempengaruhi perubahan pekerjaan dari petani ke pemilah sampah industri diantaranya tingkat pendidikan, pendapatan dan beban tanggungan keluarga. Tingkat pendidikan di desa bangun dikategorikan rendah, sedangkan pendapatan dikatakan sebagai faktor yang paling dominan dalam menentukan pekerjaan yaitu warga desa bangun berpenghasilan kurang lebih 800-900ribu/bulan untuk pemilah sampah industri. Struktur kelembagaan pada masyarakat yang bekerja sebagai pengepul sampah dapat dikatakan cukup sederhana, hanya terbagi atas pemilah sampah, pengepul kecil dan pengepul besar.Asal bahan baku sampah industri yang didapatkan oleh para pemilah sampah sangat bervariasi, ada yang hanya berasal dari pabrik kertas PT. Pakerin maupun dari pabrik lain seperti pabrik bilyar, jawa pos dll. Sedangkan pengepul kecil mendapatkan bahan baku dari petani (pemilah sampah industri) dan pengepul besar mendapatkan bahan bakunya dari pengepul kecil.Pemasaran antar pengepul yang dimaksud adalah pemasaran bahan baku oleh petani (pemilah sampah industri) ke pengepul kecil, dan juga pemasaran pengepul kecil yang dijual ke pengepul besar. Sedangkan pengepul besar biasanya langsung dipasarkan ke pabrik daur ulang dalam bentuk setengah jadi. Daerah-daerah yang menjadi tujuan pemasaran hasil olahan pengepul umumnya kota-kota besar yang ada di Jawa yang telah mempunyai pabrik daur ulang pengolahan sampah industry Kata Kunci :pemilah sampah industri, proses, faktor-faktor 
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERBEDAAN JUMLAH PENGUNJUNG PANTAI KARANGGONGSO, PANTAI PRIGI, PANTAI CENGKRONG DAN PANTAI DAMAS DI KECAMATAN WATULIMO KABUPATEN TRENGGALEK RAHMA PUTRI, WIDHIANA
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1 Nomor 1 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Trenggalek disebut sebagai “Daerah Wisata” yang memiliki beranekaragam pesona tempat wisata. Secara umum obyek wisata yang terdapat di Kabupaten Trenggalek berjumlah 18 obyek wisata. Salah satu obyek wisata alam yang banyak dikunjungi terdapat di Kecamatan Watulimo antara lain obyek wisata Pantai Karanggongso, Pantai Prigi, Pantai Cengkrong dan Pantai Damas. Namun seiring dengan dikembangkan obyek wisata terdapat perbedaan jumlah pengunjung yang signifikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan jumlah pengunjung dilihat dari segi analisis keruangan, aksesibilitas, sarana penunjang kepariwisataan dan atraksi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 25 pengunjung setiap obyek wisata dengan jumlah keseluruhan 100 pengunjung. Teknik pengambilan data menggunakan random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan angket. Teknik analisis data yang digunakan berupa deskriptif untuk mengetahui perbedaan analisis keruangan, aksesibilitas, sarana penunjang kepariwisataan dan atraksi. Hasil penelitian diketahui bahwa analisis keruangan di obyek wisata Pantai Karanggongso, Pantai Prigi dan Pantai Cengkrong dan Pantai Damas termasuk sedang karena pengunjung berasal dari luar Kabupaten, namun terdapat perbedaan kaitan antara obyek wisata Pantai Damas ke obyek wisata yang lainnya yaitu antara 5-6 km. Aksesibilitas di obyek wisata Pantai Karanggongso, Pantai Prigi, Pantai Cengkrong dalam kriteria sedang sedangkan menuju Pantai Damas termasuk sulit dijangkau. Sarana penunjang kepariwisataan di obyek wisata Pantai Karanggongso, Pantai Prigi dan Pantai Cengkrong termasuk sedang. Sedangkan sarana penunjang kepariwisataan yang ada di Pantai Damas termasuk jelek. Ditinjau dari atraksi di obyek wisata Pantai Karanggongso, Pantai Prigi dan Pantai Cengkrong dan Pantai Damas tidak berpengaruh terhadap jumlah pengunjung karena di tiap obyek wisata memiliki keunggulan dalam atraksinya. Kata Kunci : pengunjung, obyek wisata
PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT SEKITAR LOKALISASI TAMBAK ASRI KELURAHAN MOROKREMBANGAN KECAMATAN KREMBANGAN KOTA SURABAYA PASCA PENUTUPAN LOKALISASI (STUDI MULTI KASUS PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI SEKITAR LOKALISASI TAMBAK ASRI SURABAYA) MAHMUDAH, SITI
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1 Nomor 1 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perubahan sosial merupakan perubahan yang terjadi di dalam atau mencakup sistem sosial. Lebih tepatnya, terdapat perbedaan antara keadaan sistem tertentu dalam jangka waktu berlainan, perbedaan keadaan yang diamati antara sebelum dan sesudah jangka waktu tertentu. Kelurahan Morokrembangan dulu terdapat sebuah lokalisasi yang berdiri yang kemudian oleh Pemerintah Kota Surabaya ditutup paksa sehingga menimbulkan beberapa perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan apa yang terjadi dari segi sosial dan ekonomi masyarakat di Tambak Asri Kelurahan Morokrembangan sebelum dan sesudah lokalisasi Tambak Asri ditutup. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi dengan teknik snowball sampling. Analisis data dalam penelitian ini melalui tiga jalur yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan penelitian, komposisi penduduk serta mobilitas penduduk masyarakat sebelum penutupan lokalisasi dengan setelah penutupan lokalisasi Kelurahan Morokrembangan mengalami perubahan. Tahun 2012 komposisi penduduk yang paling tinggi adalah penduduk perempuan dan didominasi oleh kelompok umur 26-40 tahun. Tahun 2013 jumlah penduduk laki-laki yang lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk perempuan dan didominasi oleh kelompok umur 0-5 tahun.  Kelompok umur 26-40 tahun antara tahun 2012 dan 2013 mengalami penurunan yang drastis. Jumlah mobilitas penduduk antara tahun 2012 dengan tahun 2013 juga mengalami penurunan kedatangan atau kepindahan penduduk. Aktivitas penduduk sebelum lokalisasi ditutup dengan setelah lokalisasi ditutup tetap berjalan seperti biasa. Keadaan ekonomi masyarakat sebelum lokalisasi ditutup memiliki panghasilan antara rentang Rp. 3.000.000 – Rp. 9.000.000, sedangkan penghasilan masyarakat setelah lokalisasi ditutup antara rentangan Rp. 1.500.000 – Rp. 7.500.000, sehingga ketika lokalisasi ditutup penghasilan masyarakat mengalami penurunan. Kata Kunci : perubahan sosial ekonomi, lokalisasi
ANALISIS NERACA AIR METODE THORNTHWAITE MATHER KAITANNYA DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR DOMESTIK DI DAERAH POTENSI RAWAN KEKERINGAN DI KECAMATAN TROWULAN KABUPATEN MOJOKERTO GALIH WIDIYONO, MAYRIAU
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1 Nomor 1 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Mojokerto termasuk daerah yang mempunyai curah hujan tinggi, tetapi ancaman akan bencana kekeringan dan krisis air bersih masih terjadi di beberapa kecamatan, termasuk Kecamatan Trowulan. Penelitian ini memiliki tujuan guna mengevaluasi ketersediaan air terhadap kebutuhan air domestik di daerah potensi rawan bencana kekeringan di Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto dengan menggunakan metode Thornthwaite Mather. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian survei. Objek penelitian yang digunakan untuk mengevaluasi ketersediaan air yaitu curah hujan, evapotranspirasi, dan sifat fisika tanah yang terjadi di wilayah penelitian. Sedangkan untuk menganalisis kebutuhan air domestik, digunakan penduduk di wilayah dengan potensi rawan bencana kekeringan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi wawancara, pengukuran di lapangan, uji laboratorium, dan dokumentasi. Dan selanjutnya data yang terhimpun dianalisis dengan perhitungan neraca air metode Thornthwaite Mather. Hasil penelitian mengenai neraca air yang berkaitan dengan ketersediaan air menggunakan metode Thornthwaite Mather, diperoleh nilai ketersediaan air selama setahun mencapai 1081,69 juta liter dengan rata-rata per bulan mencapai 90,14 juta liter. Sedangkan untuk evaluasi kebutuhan air domestik dapat diketahui bahwa standar kebutuhan air domestik daerah penelitian sebesar 108,9 liter/orang/hari. Dengan demikian kebutuhan air domestik di daerah penelitian tahun 2015 sebesar 358,81 juta liter dengan rata-rata per bulan sebesar 29,9 juta liter. Dapat dikatakan bahwa secara kuantitas ketersediaan air di daerah penelitian sangat mencukupi, namun distribusi jumlah air dibandingkan kebutuhan air domestik tidak tepat. Pada bulan Desember-April ketersediaan air dalam kondisi surplus, tetapi pada bulan Mei-Nopember kondisi ketersediaan air mengalami de?sit. Namun kebutuhan air domestik tersebut masih dapat dipenuhi karena pasokan air pada bulan-bulan sebelumnya menjadi air permukaan dan air tanah. Kata kunci: neraca air, ketersediaan air, kebutuhan air domestik.
PENGEMBANGAN BUKU SAKU SEBAGAI BAHAN AJAR GEOGRAFI PADA MATERI DINAMIKA HIDROSFER DAN DAMPAKNYA BAGI KEHIDUPAN DI KELAS X IPA SMA NEGERI 1 GEDANGAN MUFIDAH, AKHTINATUN
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1 Nomor 1 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Berdasarkan hasil wawancara dengan guru geografi SMA Negeri 1 Gedangan, siswa kelas X memiliki minat baca yang rendah. Rendahnya minat baca tersebut disebabkan karena kurang menariknya bahan ajar siswa yang digunakan. Untuk itu peneliti mencoba mengembangkan bahan ajar dengan desain yang menarik, materi yang lebih singkat dan bisa dibawa kemana saja yaitu berupa buku saku. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui kelayakan buku saku pada materi Dinamika Hidrosfer dan Dampaknya Bagi Kehidupan berdasarkan penilaian para ahli terhadap kelayakan isi, tampilan, dan bahasa (2) membandingkan hasil belajar siswa setelah menggunakan buku saku dengan siswa yang tidak menggunakan buku saku (3) mengetahui respon siswa terhadap penggunaan buku saku (4) mengetahui aktivitas siswa di kelas yang menggunakan buku saku (5) mengetahui aktivitas guru di kelas yang menggunakan buku saku dengan kelas yang tidak menggunakan buku saku. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan. Model pengembangan menggunakan 4-D (Define, Design, Develop, Deseminate). Rancangan penelitian menggunakan Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPA-4 sebagai kelas eksperimen (menggunakan buku saku) dan X IPA-2 sebagai kelas kontrol (tidak menggunakan buku saku). Pengembangan dilakukan dengan uji validasi oleh ahli media, materi, dan bahasa. Hasil belajar siswa dianalisis menggunakan uji-t. Pengamatan aktivitas guru menggunakan lembar observasi dan respon siswa menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Buku saku layak digunakan dalam pembelajaran dengan penilaian ahli media sebesar 83,92%, ahli materi dosen geografi sebesar 83,33%, ahli materi guru geografi sebesar 88,88%, dan ahli bahasa sebesar 78,84%. (2) Melalui Uji Independen Sample t-test nilai postest menunjukkan hasil belajar yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Jadi buku saku yang digunakan berhasil meningkatkan minat baca siswa melalui hasil belajar yang baik. Dimana ketuntasan klasikal kelas eksperimen 90,91%, sedangkan kelas kontrol sebesar 78,79%. (3) Hal ini didukung dari hasil respon siswa terhadap buku saku yang sangat baik. (4) Aktivitas siswa dalam menggunakan buku saku juga sangat baik. (5) Aktivitas guru dalam kegiatan pembelajaran di kelas eksperimen dan kelas kontrol mendapatkan hasil yang sangat baik. Kata Kunci: Pengembangan Bahan Ajar, Buku Saku, Dinamika Hidrosfer Dan Dampaknya Bagi Kehidupan
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR GEOGRAFI BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING KD 3.7 DAN KD 4.7 MATERI PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DENGAN MODEL 4-D RATNA SARI, DEWI
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1 Nomor 1 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak                                                                                                Bahan ajar berperan penting untuk memenuhi tuntutankompetensi yang harus dicapai dalam kurikulum 2013. Bahanajar yang ada belum sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013, karena tidak membuat peserta didik berpikir tingkat tinggi.Berdasarkan tuntutan tersebut maka pengembanganbahan ajar geografi berbasis problem based learningperlu dilakukan.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kelayakan bahan ajar geografi berbasis PBL,(2) mengetahui hasil belajar peserta didikyang menggunakan dan yang tidak menggunakan bahan ajar geografi berbasis PBL, dan (3) mendeskripsikan respon peserta didik terhadap bahan ajar geografi berbasis PBL.Jenis Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan, menggunakan model Four-D (4-D), mengacu pada model pengembangan Thiagarajan yaitu tahapDefine,Design, Develop, danDesseminate. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didikdi SMAN 4 Sidoarjo kelas XI IIS 4sebagai kelas kontrol, dan kelas XI IIS 3 sebagai kelas eksperimen.Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, validasi bahan ajar,  Pretest, Posttest, angket respon siswa, dan observasi.Hasil penelitian menunjukkan bahan ajar geografi berbasis PBL layakdigunakan dalam pembelajaran, denganpenilaian kelayakan 91,07%, oleh validator 1,   95,24% oleh validator 2, dan  81,54% oleh validator 3.Rata-rata nilai kelayakan sebesar 89,28%, maka termasuk kriteria sangat layak. Hasil belajar peserta didikuntuk nilai pretest kelasXI IIS 4 dan XI IIS 3 dengan ujiindependent sample t-testmenunjukkan nilai p > α ; 0,914 > 0,05 yang artinya tidak ada perbedaan nilai rata-rata pretest antara kedua kelas tersebut. Hasil uji paired sample t-test diketahui p < α: 0,000<0,05, yang artinya ada perbedaan antara nilai pretest dan posttest kelas XI IIS 3 dengan peningkatan sebesar 29,11 % setelah menggunakan bahan ajar geografi berbasis PBL. Hasil ujiindependent sample t-test nilai posttestdiperoleh p< α ; 0,004 < 0,05, yang artinya ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata posttest kelas XI IIS 4 dan XI IIS 3 yang memiliki nilai ketuntasan kelas 94%. Hal ini menunjukkan bahwahasil belajarpeserta didik menggunakan bahan ajar geografi berbasis PBL lebih baik dari pada pembelajaran tanpa menggunakan bahan ajar geografi berbasis PBL. Bahan ajar geografi berbasis PBL juga mendapat respon dari peserta didik sebesar 83,18%, termasuk dalam kriteria “sangat baik”. Kata kunci: Bahan Ajar  Geografi Berbasis PBL, Pelestarian Lingkungan Hidup, Pengembangan Model 4-D
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERBEDAAN JUMLAH PENGUNJUNG DI TELAGA SARANGAN DAN TELAGA WAHYU DI KECAMATAN PLAOSAN KABUPATEN MAGETAN WAHYU WARDANA, HARDIYAN
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1 Nomor 1 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sektor pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Pemerintah melakukan usaha memperbesar pendapatan asli daerah, maka program pengembangan dan pendayagunaan sumber daya dan potensi pariwisata daerah diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi pembangunan ekonomi.Telaga Sarangan dan Telaga Wahyu adalah salah satu obyek wisata yang terletak di Kabupaten Magetan. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke Telaga Sarangan dan Telaga Wahyu adalah aksesibilitas, fasilitas, atraksi, pelayanan, dan promosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penarik wisatawan berkunjung dan faktor dominan yang menarik wisatawan berkunjung  ke Telaga Sarangan dan telaga Wahyu. Jenis penelitian ini adalah  penelitian survey untuk mendapatkan suatu deskripsi dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Telaga Sarangan dan Telaga Wahyu, dengan obyek penelitian para pengunjung tahun 2015.Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 30 orang dengan teknik accidental sampling.Data yang digunakan adalah data primer berdasarkan kuesioner serta dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan ditarik sebuah kesimpulan. Berdasarkan lima variabel yang digunakan dalam penelitian ini maka variabel yang menjadi daya tarik wisatawan  berkunjung ke Telaga Sarangan adalah aksesibilitas, fasilitas, atraksi, pelayanan dan promosi. Hal yang menarik wisatawan untuk berkunjung ke Telaga Wahyu adalah aksesibilitas dan pelayanan.Faktor dominan penarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Telaga Sarangan adalah atraksi, sedangkan Telaga Wahyu faktor dominan penarik minat wisatawan berkunjung adalah aksesibiltas. Kata kunci :  obyek wisata, wisatawan, dan persepsi
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KURANG DIMINATINYA PASAR PRODUK UNGGULAN (PPU) DI KECAMATAN MAOSPATI OLEH PEDAGANG KERAJINAN KULIT DI JALAN SAWO KELURAHAN SELOSARI KECAMATAN MAGETAN KABUPATEN MAGETAN AMNAN, ARIE
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1 Nomor 1 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemerintah Magetan membangun Pasar Produk Unggulan (PPU) di Maospati dengan tujuan menyediakan tempat berjualan bagi pedagang produk unggulan. Salah satu pedagang produk unggulan adalah pedagang kerajinan kulit. Kenyataannya PPU tidak diminati oleh Pedagang kerajinan kulit, mereka lebih memilih berjualan di Jalan Sawo Kelurahan Selosari. Hanya 20 kios (27,7%) dari 72 (100%) kios yang ditempati dan hanya ada satu pedagang kerajinan kulit yang menempati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Kondisi PPU, (2) Faktor-faktor penyebab kurang diminatinya PPU oleh pedagang kerajinan kulit, dan (3) Peran pemerintah daerah Kabupaten Magetan dalam menyikapi permasalahan tidak diminatinya PPU oleh pedagang kerajinan kulit. Jenis penelitian adalah survey. Populasinya adalah seluruh pedagang kerajinan kulit di Jalan Sawo dan pedagang di Pasar Produk Unggulan yang masing-masing berjumlah 48 dan 20 pedagang. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan prosentase. Hasil penelitian di deskripsikan sebagai berikut. (1) Kondisi kios ukurannya terlalu kecil, (2) Kondisi kamar mandi dan mushola tidak terawat dan kotor, (3) Tempat parkir yang tidak disediakan secara khusus dan (4) Kebersihan yang buruk karena tidak ada petugas kebersihan. Faktor-faktor penyebab Pedagang kerajinan kulit tidak berminat menempati PPU yaitu (1) Ketidak lengkapan sarana dan prasarana terutama tidak adanya gudang penyimpanan (83,33%), (2) Ukuran kios yang terlalu kecil (83,33%), (3) Jarak rumah pedagang dengan Pasar Produk Unggulan yang jauh (33,3%). Penyebab responden lebih memilih berjualan di Jalan Sawo dibandingkan di PPU karena (1)  Dekat dengan tempat tinggal (4,17%), (2) Sudah punya banyak pelanggan (91,66%) dan (3) Tempat usaha berada dirumah sendiri (4,17%). Pemerintah baru melakukan promosi lewat web resmi Pemerintah Kabupaten Magetan dan belum melakukan penanganan terhadap permasalahan yang ada di PPU. 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSISTENSI NELAYAN SUNGAI BATANG HARI DI KECAMATAN MARO SEBO ULU KABUPATEN BATANG HARI PROVINSI JAMBI AMBARANI, ANJANI
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1 Nomor 1 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sungai Batang Hari merupakan zona perairan sungai yang berpotensi sebagai salah satu sumber mata pencaharian dibidang perikanan bagi masyarakat Kecamatan Maro Sebo Ulu Kabupaten Batang Hari yang tinggal dipinggiran sungai. Data pra penelitian terlihat selama beberapa tahun terakhir terjadi penurunan populasi nelayan yang beroperasi mencari ikan di sungai Batang Hari. Pada tahun 2007 jumlah nelayan sebanyak 351 orang dan pada tahun 2014 jumlah nelayan yang tersisa adalah 83 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi eksistensi nelayan sungai Batang Hari di Kecamatan Maro Sebo Ulu Kabupaten Batang Hari. Jenis penelitian yang digunakan adalah survai. Daerah penelitian adalah Kecamatan Maro SeboUlu yang terdiri dari 13 desa dan 1 kelurahan. Populasi yang digunakan adalah nelayan yang tinggal di daerah penelitian sebanyak 83 orang dan mantan nelayan sebanyak 268 orang. Jumlah sampel nelayan sebanyak 45 orang dan mantan nelayan sebanyak 69 orang. Sampel tersebut diperoleh dengan rumus Slovin. Pemilihan sampel ditentukan  secara proposional random sampling. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif  dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi tetap eksisnya nelayan di Kecamatan Maro Sebo Ulu Kabupaten Batang Hari adalah sebagai berikut. 1) Sebanyak (57,8%) menyatakan penghasilan dari menangkap ikan sudah mencukupi kebutuhan keluarganya, 2) Sebanyak (24,44%) menyatakan tidak memiliki ketrampilan lain kecuali sebagai nelayan dan 3) Sebanyak (17,78%) menyatakan dekatnya tempat kerja (sungai) dengan  tempat tinggal. Faktor yang yang mempengaruhi mantan nelayan di Kecamatan Maro Sebo Ulu berhenti dari profesi sebagai nelayan adalah sebagai berikut. 1) Sebanyak (37,68%) karena usia yang sudah tua, 2) Sebanyak (21,73%) karena kesehatan yang tidak mendukung, 3) Sebanyak (13,04%) karena adanya pekerjaan lain, 4) Sebanyak (10,1%) karena telah dibiayai oleh anak,5) Sebanyak (8,69%) karena jumlah tangkapan yang terus menurun, 6) Sebanyak (5,79%) karena penghasilan yang tidak mencukupi dan 7) Sebanyak (2,89%) menyatakan pekerjaan nelayan yang terlalu beresiko. Kata  Kunci : Sungai Batang Hari, Kec. Maro Sebo Ulu, Eksistensi Nelayan
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSISTENSI INDUSTRI TAHU PADA LINGKUNGAN INDUSTRI KECIL (LIK) DI DESA TROPODO KECAMATAN KRIAN KABUPATEN SIDOARJO YOGA KUSDIARMONO, APRIAN
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1 Nomor 1 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu kabupaten yang gencar mengembangkan usaha kecil dan salah satunya merupakan industri tahu di Desa Tropodo. Di Desa Tropodo itu sendiri ada beberapa masalah yang dialamisalah  satunya yaitu modal penduduk yang mengalami kesulitan untuk mencari pinjaman bank. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui asal modal bagi industri tahu, yang kedua untuk mengetahui seberapa luas pemasarannya, yang ke tiga untuk mengetahui ketersediaan bahan baku bagi industri, untuk mengetahui ketersediaan tenaga kerja, dan yang terakhir untuk mengetahui eksistensi industri tahu di Desa Tropodo.                 Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.Lokasi penelitian ini di Desa Tropodo Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo, dan subjek penelitian ini adalah seluruh pengusaha industri tahu berjumlah 38 orang dan tenaga kerjanya sampel berjumlah 32 orang.Sumber datanya yaitu ada dua, data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan cara wawancara dengan pedoman kuesioner kepada pengusaha dan tenaga kerja dan dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif prosentase (%).                 Hasil penelitian dari seluruh pengusaha yang masih bertahan sebagian besar 27 pengusaha ( 71,1 % ) bermodal sendiri, luas pemasaran mencakup luar Kabupaten Sidoarjo 14 pengusaha ( 36,8 % ). Produktifitas rata – rata kurang lebih 182 bak ( Rp 20.020.000,00 ). Industri tahu di Desa Tropodo Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo tetap bertahan, walaupun ada kendala berupa kesulitan mendapatkan bahan baku sebanyak 26 pengusaha ( 68,4 % ). Kata Kunci : Eksistensi

Page 4 of 51 | Total Record : 509