cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA KARTU LH (LINGKUNGAN HIDUP) PADA MATERI PENGELOLAAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP KELAS XI  IPS MAM 02 PONDOK MODERN PACIRAN-LAMONGAN WULANDARI, EVI
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1 Nomor 1 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suasana pembelajaran di dalam kelas yang tidak semua siswa fokus terhadap pelajaran yang diberikan oleh gurunya karena siswa cepat merasa bosan dan mengantuk akan berdampak pada nilai belajar siswa. Hal ini juga menyebabkan siswa kurang memahami materi dan cenderung lebih pasif. Guru memerlukan media yang mampu mewakili materi yang disampaikan dan mampu mengaktifkan siswa di dalam pembelajaran, salah satunya adalah media Kartu LH. Media ini memuat materi yang luas menjadi singkat, memberikan visualisasi dalam bentuk gambar-gambar dan dapat menciptakan suatu pembelajaran yang aktif. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk (1) mengetahui kelayakan media Kartu LH pada pelajaran geografi khususnya pada materi pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup, (2) mengetahui hasil belajar siswa setelah pembelajaran dengan media Kartu LH. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R & D dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Pengembangan dilakukan dengan uji validasi oleh ahli media, ahli materi dan ahli pembelajaran. Analisis data hasil belajar dihitung menggunakan ketuntasan klasikal. subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS-1 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS-2 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan (1) kelayakan media berdasarkan penilaian ahli media dalam segi kelayakan penyajian mendapatkan skor 83.33% yang termasuk kategori sangat layak dan dalam segi kelayakan penggunaan bahasa mendapatkan skor 87.5% berarti sangat layak. Dilihat dari kelayakan ahli media berdasarkan penilaian ahli pembelajaran mendapatkan skor 83.82% yang termasuk dalam kategori sangat layak (2) Hasil belajar belajar siswa menunjukkan adanya kenaikan yang signifikan dimana nilai pretest kelas experiment sebesar 58.69% menjadi 89.40%, pada nilai posttest ketuntasan klasikal sebesar 80.95%. sedangkanpada kelas kontrol mengalami sedikit kenaikan dimana nilai pretest sebesar 57.39% menjadi 82. 17% pada nilai posttest dengan ketuntasan klasikal sebesar 60.86%. Berdasarkan hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa media Kartu LH layak dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup. Kata kunci : kelayakan Media Kartu LH, Hasil Belajar.
KAJIAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU, TINGKAT PENDAPATAN, TINGKAT PENDIDIKAN DAN JUMLAH ANGGOTAKELUARGA BERKAITAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI KECAMATAN SEDATI DAN KECAMATAN WONOAYU KABUPATEN SIDOARJO KHOTIMAH, HUSNUL
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1 Nomor 1 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Sedati dan Kecamatan Wonoayu merupakan daerah yang memiliki jumlah balita gizi buruk yang berbeda. Kecamatan Sedati merupakan daerah dengan jumlah balita gizi buruk terendah, sedangkan Kecamatan Wonoayu merupakan daerah dengan jumlah balita gizi buruk tertinggi di Kabupaten Sidoarjo. Status gizi balita dikaji oleh peneliti untuk mengetahui (1) pengaruh tingkat pengetahuan ibu terhadap status gizi balita, (2) pengaruh tingkat pendapatan keluarga terhadap status gizi balita, (3) pengaruh tingkat pendidikan terhadap status gizi balita, (4) pengaruh jumlah anggota keluarga terhadap status gizi balita, dan (5) manakah diantara tingkat pengetahuan ibu, tingkat pendapatan keluarga, tingkat pendidikan dan jumlah anggota keluarga yang paling berpengaruh terhadap status gizi balita di Kecamatan Sedati dan Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo.Penelitian ini dilakukan dengan menentukan subyek penelitian pada masing-masing kecamatan, untuk Kecamatan Sedati yaitu subyek kasus sebanyak 21 ibu yang memiliki balita gizi buruk dan 21 ibu yang memiliki balita gizi baik dan untuk Kecamatan Wonoayu sebanyak 67 ibu yang memiliki balita gizi buruk dan 67 ibu yang memiliki balita gizi baik. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara terhadap responden dengan bantuan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) wawancara terstruktur, (2) dokumentasi dan (3) observasi. Penelitian ini menggunakan metode case control dengan menghitung odds ratio. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis uji chi-square untuk mengetahui pengaruh pengetahuan ibu, pendapatan keluarga, pendidikan ibu dan jumlah anggota keluarga terhadap status gizi balita dan uji regresi logistik berganda untuk mengetahui pengaruh yang paling dominan (signifikan) antara variabel terhadap status gizi balita.Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan uji chi-square faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap status gizi balita di Kecamatan Sedati dan Kecamatan Wonoyu adalah pengetahuan ibu dan pendapatan keluarga. Berdasarkan uji regresi logistik berganda variabel yang paling berpengaruh terhadap status gizi balita di Kecamatan Sedati dan Kecamatan Wonoayu adalah pengetahuan ibu diikuti dengan pendapatan orang tua.Kata kunci : status gizi balita, case control
STUDI KESESUAIAN PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KECAMATAN PONOROGO KABUPATEN PONOROGO BURHANUDIN, AHMAD
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1 Nomor 1 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ketersediaan ruang terbuka hijau bagi suatu wilayah merupakan hal yang penting. Kekurangan ruang terbuka hijau memicu banyak permasalahan antara lain banjir, menurunnya ketersediaan air tanah, meningkatnya polusi udara dan suhu kota. Kecamatan Ponorogo merupakan wilayah yang menarik untuk diteliti karena kurangnya perhatian pemerintah dalam hal penanganan ruang terbuka hijau yang terlihat dari banyaknya pedagang kaki lima di kawasan Stadion Batoro Katong dan beberapa area jalur hijau serta pot tanaman yang rusak di area jalur hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian luasan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau di Kecamatan Ponorogo. Jenis penelitian ini adalah survai. Objek penelitian mencakup ruang terbuka hijau publik di wilayah Kecamatan Ponorogo. Tehnik memperoleh data dilakukan dengan cara observasi dan pengukuran, selanjutnya, data dianalisis secara deskriftif. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: (1) Ruang terbuka hijau yang terdapat di wilayah Kecamatan Ponorogo seluas 24,33 Ha atau hanya (1,09%) dari luas seluruh wilayah kecamatan tersebut. Hal ini belum sesuai dengan ketentuan peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 05/PRT/M/2008 yang menuntut luas ruang terbuka hijau publik minimal 20% dari luas wilayah perkotaan. (2) Pemanfaatan ruang terbuka hijau di wilayah Kecamatan Ponorogo sebagian besar (99,65%) sudah sesuai, sedangkan yang belum sesuai hanya sebagian kecil (0,35%) yaitu terdapat di Stadion Batoro Katong dan beberapa area jalur hijau. Ketidaksesuaian pada kedua tempat tersebut karena adanya aktivitas pedagang kaki lima. Kata Kunci : ruang terbuka hijau, kesesuaian luasan, kesesuaian pemanfaatan. Abstrack The Availability of green open spaces for an area is important. The deficiency of green open space trigger many problems, such as, flood, the decreasing of groundwater, the increased air pollution and the temperature of the city. Subdistrict Ponorogo is an interesting area to research because of the lack of government attention in terms of handling of green open space.  It was evident from the many vendors in Batoro Katong Stadium and some green belt area, and potted plants were damaged in green belt area. This research aims to determine the suitability of land and utilization of green open space in the district Ponorogo. This research is a survey. Object of research includes public green open space in the District Ponorogo. To obtain the data by observation and measurement. Furthermore, the data were analyzed by descriptive. The results showed as follows. (1) Area of ??green open space located in the District of Ponorogo of 24.33 hectares or only 1.09% of the entire territory of the District Ponorogo. Therefore, compared with the existing area, the area of ??public green open space in the district Ponorogo is not appropriate with Regulation of the Minister of Public Works No. 05 / PRT / M / 2008, states that the minimum area of ??public green open space is 20% of the urban area.. (2) The majority of open green space in the District Ponorogo (99.65% use was already fit). Yet appropriate utilization of 0.35% contained in Batoro Katong Stadium and some green belt area. Incompability in both places because the activity of street vendors. Keywords: the green open spaces area suitability, suitability of use.
DAMPAK PEMBANGUNAN JALAN TOL SURABAYA – MOJOKERTO TERHADAP KONDISI SOSIAL  DAN EKONOMI PENDUDUK DI DAERAH KECAMATAN WRINGINANOM KABUPATEN GRESIK DEWITASARI, TRIANA
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1 Nomor 1 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Jalan tol memegang peranan yang penting dalam menghubungkan antar daerah yang ada di Indonesia. Akan tetapi dengan adanya pembangunan jalan tol maka akan mengganggu stabilitas lingkungan serta kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat yang lahannya dibebaskan. Ruas Mojokerto – Surabaya merupakan salah satu jalan tol yang dibangun di Jawa Timur dimana termasuk dalam bagian dari enam proyek Tol Trans Jawa. Kecamatan Wringinanom kabupaten Gresik Merupakan salah satu lahan yang terkena pembebasan lahan untuk pembangunan Jalan Tol. Pembangunan Jalan Tol ini berdampak pada kondisi sosial ekonomi penduduk Kecamatan Wringinanom. Tujuan peneliti adalah untuk mengetahui bagaimana dampak pembembangunan Jalan Tol Surabaya – Mojokerto terhadap kondisi sosial ekonomi penduduk Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Lokasi penelitian di Kecamatan Wringinanom karena merupakan daerah pertanian yang lahannya banyak dibebaskan sehingga jika di total lahan yang dibebaskan akibat adanya pembangunan Jalan Tol Surabaya – Mojokerto adalah seeluas 728.261 yang terdiri dari 930 bidang. Keadaan ini menimbulkan konflik yang lebih besar bagi penduduk karena adanya pembangunan Jalan Tol. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis Statistik diskriptif kuantitatif yaitu data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan persentase. Lahan pertanian yang dibebaskan untuk pembangunan Jalan Tol ini adalah sebanyak 32,49% lahan pertanian dan 29,45% lahan Tegalan yang mana dalam 1 tahun mampu memproduksi sebanyak 16,835 ton. Pembangunan Jalan Tol Surabaya – Mojokerto berdampak relatif buruk terhadap kondisi sosial. Banyak penduduk yang hubungan sosialnya menjadi kurang baik setelah pembebasan lahan.Pembangunan Jalan Tol Surabaya – Mojokerto juga berdampak relatif buruk terhadap kondisi ekonomi. Banyak penduduk yang pendapatannya menurun setelah pembebasan lahan, hal ini dikarenakan petani terpaksa membeli lahan pengganti yang harganya telah melejit dan lahan pengganti itu tidak seluas dengn tanah yang semula. Dari segi kebutuhan keluarga sebagaian besar penduduk merasa pemenuhan kebutuhan primernya sama saja seperti sebelum pembebasan lahan, sedangkan kebutuhan sekunder dan tersier kurang tercukupi setelah pembebasan lahan. Adanya perubahan mata pencaharian penduduk dari petani menjadi wiraswasta akan tetapi pekerjaan sampingan  masih tetap yakni dengan berternak Kata Kunci: pembangunan jalan tol Surabaya – Mojokerto, kondisi sosial, kondisi ekonomi
FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN PELAJAR SUMBA TIMUR MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI DI JAWA TIMUR WALANGARA, FRIDOLIN
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2016): vol. 1 Nomer 2 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelajar Sumba Timur Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi  di Jawa Timur Fridolin Walangara Mahasiswa S1 Pendidikan Geografi, fridolin229@gmail.com Lucianus Sudaryono  Dosen Pembimbing Mahasiswa Abstrak Sumba Timur merupakan salah satu Kabupaten di Indonesia yang masih tertinggal, dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi, dan secara ekonomi juga. Pendidikan dasar sampai menengah atas sudah mulai dibenahi oleh pemerintah, tapi belum ada pembenahan terhadap pendidikan perguruan tinggi. Hal inilah yang membuat Sumba Timur berupaya mendorong masyarakatnya untuk melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Jawa Timur dengan kabupaten Surabaya dan Malang sebagai tujuan utama. Keadaan ekonomi Sumba Timur yang masih rendah merupakan kendala bagi masyarakatnya untuk melanjutkan pendidikan ke Jawa Timur, baik untuk kebutuhan perjalanan, biaya kuliah, maupun biaya hidup sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dibalik fenomena Sumba Timur yang masyarakatnya melanjutkan pendidikan ke Jawa Timur, walaupun dengan kondisi ekonomi lemah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang datanya dikumpulkan dari dua wilayah yaitu Sumba Timur dan Jawa Timur, dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan merupakan data primer dari mahasiswa Sumba Timur yang sedang melanjutkan pendidikan tinggi di Jawa Timur, kemudian data dianalisis dengan menggunakan teknik reduksi, penyajian, dan pengapsahan data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keadaan pendidikan tinggi di Sumba Timur yang masih tertinggal membuat masyarakat di Sumba Timur termotivasi untuk mendapatkan pendidikan perguruan tinggi yang lebih baik di Jawa Timur, karena menurut asumsi mereka pendidikan tinggi di Jawa sudah berkembang dibindangkan dengan wilayah lainnya di Indonesia. Dukungan orang tua dan minat mempengaruhi mereka memilih daerah di Jawa Timur bisa menunjang keadaan ekonomi mereka yang lemah, seperti memilih Malang karena lebih murah dibandingkan dengan Surabaya. Banyaknya masyarakat Sumba Timur yang melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Jawa Timur membuat informasi dengan mudah sampai ke Sumba Timur yaitu, melalui cerita-cerita, baik dari mereka yang pernah melanjutkan maupun yang sedang melanjutkan pendidikan di Jawa Timur. Hasil penelitian fenomena Sumba Timur membuktikan bahwa dengan kondisi ekonomi yang lemah dan hanya bisa menggunakan transportasi laut dan udara untuk bisa sampai ke Jawa Timur, namun dengan motivasi, minat dan dukungan orang tua membuat Sumba Timur tetap mendorong masyrakatnya untuk melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Jawa Timur. Sehingga dengan hasil penelitian ini dibutuhkan campur tangan pemerintah untuk membenahi pendidikan perguruan tinggi di Sumba Timur agar msyarakatnya lebih mudah mendapatkan pendidikan perguruan tinggi. Kata kunci: Pendidikan Sumba Timur, pendidikan tinggi, faktor-faktor yang mempengaruhi. The Impression Factors Of East Sumba Studentd’s Continous Their Study At the Universities of East Java Abstract East Sumba is one of the region in Indonesia which the lowest economy and education, started from elementany school until university. However the education of elementary and high school already fix by goverment. That’s the reason of the people of  east Sumba continue their study at Surabaya and Malang region of east Java Province. The economy in east Sumba is very low, it’s will take effect for the people who want to continue their study to east Java, because needs much money for the transportation, life, and study. The purpose of this research is to know why the people of east Sumba supported each other to continue their study to east Java althought the economy around east Sumba is to weak. This research used kualitative method which case approach, the data takes from east Sumba and east Java, by using observation, interviewing, and ducomentation. The data that already submitted is a premier data of east Sumba student which studying at the universities of east Java. This data analysis use reduction tecnicque, presentation, valid data, and than conclution. This research show that’s the condition of the Universties at east Sumba is very low. That is the reason of the people of east Sumba motivated to study at better universities at east Java. Based on their assumtion, the Universities at Java is better than the other Universities in Indonesia. Supported by parents and wishes influence them to choose east Java that supported their economy ability, as like Malang is to cheapeast than Surabaya. Many people of east Sumba which continue their study at the Universities of east Java make’s the information easy come to people of east Sumba, for example from the story ofsome people that already graduated or studying at east Java. The result of the fenomenal research at east Sumba showed that the condition of the economy is to low and just can use the sea transportation and air transportation to get at east Java, with the motivation, ambition, and parent’s supported make east Sumba people continue their study at east Java. With the result of this research needed goverment to fix the Universities at east Sumba to make the people easy to studyat the Universities. Key words: Education at east Sumba, Universities, influence factors
PENGEMBANGAN MEDIA ROBOT LEMPENG TEKTONIK DALAM MENARIK RESPON SISWA PADA MATERI DINAMIKA PLANET BUMI KELAS X SMA  MUHAMMADIYAH 3 SURABAYA HENDRA SASMITA, DIMAS
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2016): vol. 1 Nomer 2 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

     Pembelajaran Geografi di SMA Muhammadiyah 3 Surabaya khususnya kelas X1 dan X2 guru masih menggunakan metode konvensional ceramah dan papan tulis serta menggunakan media powerpoint. Siswa kurang tertarik terhadap mata pelajaran Geografi, hal  ini ditunjukan hasil angket respon siswa rendah karena guru tidak pernah menggunakan media dalam proses pembelajaran dan nilai KKM 62,5% yang tidak tercapai.  Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk berupa media robot lempeng tektonik yang layak digunakan dan mampu meningkatkan respon siswa.       Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R & D). Prosedur pengembangan dalam penelitian ini menggunakan  model Four-D yang terdiri dari 4 tahap pendefinisian (difine), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebarluasan (dessiminate). Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar validasi ahli media, ahli materi dan lembar angket respon siswa. Teknik analisis data media robot lempeng tektonik dan materi mengenai pergerakan dihitung menggunakan presentase persen dan hasilnya dimasukan dalam kriteria Skala Likert, sedangkan angket respon siswa menggunakan Skala Guttman dan hasilnya dihitung menggunakan presentase persen, dan dimasukan kedalam kriteria Skala Likert.       Hasil penelitian dapat dijelaskan melalui tahapan sesuai dengan model pengembangan 4-d yaitu, Tahap pendefinisian (difine) masalah mengenai pengunaan metode konvensional ceramah dan papan tulis, dan ketika mengunakan media powerpoint siswa merasa kurang tertarik. Pemilihan  media robot lempeng tektonik diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pergerakan lempeng yang ada dipermukaan bumi sehingga dapat menarik respon siswa. Tahap kedua perancangan (design) dalam penyampaian materi mengenai dinamika planet bumi tidak bisa hanya dengan metode konvensional ceramah dan papan tulis diperlukan penggunaan media dalam proses pembelajaran. Media robot lempeng tektonik adalah media yang dibuat 3 dimensi yang hampir menyerupai bentuk asli dari permukaan bumi. Tahap ketiga pengembangan (develop) mengetahui kelayakan media robot lempeng tektonik, media robot lempeng tektonik sangat layak digunakan dan sesuai dengan materi mengenai pergerakan lempeng tektonik hasil validasi ahli media mendapatkan presentase 73,3% sehingga media bisa digunakan dalam proses pembelajaran. Materi divalidasi ahli materi dan mendapatkan presentase sebesar 80% sehingga materi dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Menurut ahli materi media robot lempeng tektonik sesuai dengan materi mengenai pergerakan lempeng. Respon siswa positif sehinga minat siswa terhadap mata pelajaran Geografi juga baik. Kata Kunci:  Media pembelajaran,  robot lempeng tektonik, respon siswa, kelayakan produk.  
KAJIAN KONDISI GEOGRAFISTERHADAP SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PADA BANJIR ROB DI DESA MODUNG DAN DESAKARANG ANYAR KECAMATAN MODUNG KABUPATEN BANGKALAN KHOLID, AHMAD
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2016): vol. 1 Nomer 2 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi geografis Indonesia sebagai negara yang dilalui khatulistiwa sangat mendukung kesuburan tanahsehingga lahan pertanian di Indonesia sangatlah baik. Kenaikan permukaan air laut yang di alami DesaKarangAnyardan Desa Modung Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan menyebab kanbanjir rob. Lahan pertanian ini rusakdan menyebabkan lahan tidak produktif lagi karena sudah digenangi oleh air laut. Hanya sedikit lahan tersebut yangdialih fungsikan dan banyak petani yang terpaksa mencari mata pencaharian lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,sehingga kondisi ekonomi di dua desa tersebut menurun.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geografi, yaitu jarak, keadaan tanah, keadaan topografidan fungsi lahan. Untuk mengatahui kondisi sosial, yaitu mata pencaharian sebelum dan sesudah terdampak banjir rob,dan untuk mengetahui kondisi ekonomi, yaitu pengeluaran sebelum dan sesudah terdampak banjir rob masyarakat diDesa Karang Anyar dan Desa Modung Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan.Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petaniyang lahan pertanian terdampak banjir rob. Pengambilan sampel responden dilakukan secara purposive sampling.Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dengan berpedoman padadata primer yang diperoleh dariketerangan responden di Desa Karang Anyar dan Desa Modung Kecamatan ModungKabupaten Bangkalan.Hasil dari penelitian ini terdapat pengaruh pada kondisi geografis akibat terjadinya banjir rob di Desa KarangAnyar dan Desa Modung Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan. Lahan pertanian yang terdampak banjir rob tidaklagi produktif yang menyebabkan perubahan kondisi sosial dan ekonomi. Para petani di dua desa tersebut memilihuntuk beralih mata pencaharin yang lain, karena sejak terkena banjir rob pengeluaran mereka menjadi bertambah karenatidak ada hasil pertanian yang bisa diproduksi sendiri. Maka mereka beralih sebagai buruh kasar, wira usaha, merantau,tambak udang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga mereka. Masalah ini bukanlah hal yang mudah bagimasyarakat desa Modung dan Karang Anyar sehingga dibutuhkan perhatian Pemerintah Kabupaten Bangkalan untukmengatasi masalah banjir rob di Desa Karang Anyar dan Desa Modung Kecamatan Modung. Kata kunci:Banjir rob, Sosial dan Ekonomi
TINGKAT RESIKO BENCANA TANAH LONGSOR DI DESA KETRO KECAMATAN TULAKAN KABUPATEN PACITAN FITRI AVRIDIANTO, DAVIT
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2016): vol. 1 Nomer 2 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Ketro merupakan wilayah yang sebagian besar wilayahnya berupa perbukitan dengan kemiringan yang curam, sehingga sering terjadi longsor terutama pada saat musim hujan tiba. Data yang tercatat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pacitan, pada tahun 2011-2013 terdapat 14 kejadian tanah longsor yang mengakibatkan kerusakan pada bangunan, saluran irigasi dan lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya tanah longsor, tingkat kerentanan dan tingkat resiko bencana tanah longsor di Desa Ketro, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan cara penskoran. Teknik penggambilan sampel dilakukan secara purposive berupa 20 titik untuk mewakili 4 satuan geomorfologi. Teknik analisis menggunakan satuan geomorfologi yang merupakan hasil overlay dari peta geologi dan peta bentuklahan, kemudian dioverlay lagi dengan indikator bahaya longsor dan indikator kerentanan wilayah. Indikator bahaya longsor berupa kemiringan lereng, jenis tanah, kedalaman tanah, penggunaan lahan dan curah hujan yang menghasilkan peta tingkat bahaya longsor. Kerentanan wilayah diperoleh dari pemetaan kepadatan penduduk dan kepadatan rumah yang menghasilkan peta tingkat kerentanan wilayah. Peta tingkat bahaya dan kerentanan wilayah kemudian dioverlay, sehingga menghasilkan peta tingkat resiko tanah longsor di Desa Ketro. Tingkat bahaya longsor di Desa Ketro terdapat 5 kelas tingkat rendah hingga tinggi. Tingkat bahaya longsor rendah seluas 8,771 Ha, tingkat bahaya longsor agak rendah seluas 471,983 Ha, tingkat bahaya longsor sedang seluas 823,189 Ha, tingkat bahaya longsor agak tinggi seluas 488,352 Ha, dan tingkat bahaya longsor tinggi seluas 66,307 Ha. Tingkat kerentanan bencana di Desa Ketro berkisar rendah hingga tinggi. Tingkat kerentanan tinggi terdapat di Dusun Gemah, Arjosari, Weru, Montongan, Dadapan, Gemaharjo, Ketro, Katir, Sobo Kulo, dan Gedangan. Tingkat kerentanan sedang terdapat di Dusun Dadapan. Tingkat kerentanan rendah terdapat di Dusun Sobo Wetan, Sobo Kulon, Gemaharjo dan Gedangan. Tingakt resiko bencana tanah longsor di Desa Ketro terdapat 5 kelas, tingkat rendah hingga tinggi. Tingkat resiko longsor rendah seluas 91,043 Ha, tingkat resiko agak rendah seluas 115,335 Ha, tingkat resiko sedang seluas 532,531 Ha, tingkat resiko agak tinggi seluas 752,042 Ha dan tingkat resiko tinggi seluas 366,651 Ha. Kata Kunci : Longsor, Bahaya, Kerentanan, Resiko
DAMPAK PEMBANGUNAN JALAN TOL GEMPOL-PANDAAN TERHADAP MASYARAKAT PETANI YANG LAHANNYA DIBEBASKAN DI KECAMATAN PANDAAN KABUPATEN PASURUAN IRSYAD SIDDIQ, MUKHAMMAD
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2016): vol. 1 Nomer 2 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembangunan jalan tol Gempol-Pandaan telah membebaskan lahan seluas 1.027.790 m2. Kecamatan Pandaan adalah wilayah yang paling banyak dibebaskan lahannya yakni atau 482.249 m2 atau 45,92% dari total kebutuhan lahan. Kebanyakan lahan yang dibebaskan adalah lahan pertanian. Dampak dari pembebasan lahan akan sangat berpengaruh pada petani. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu dampak pembangunan jalan tol Gempol-Pandaan terhadap kehidupan sosial petani serta dampak terhadap pertanian. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan metode survei dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian adalah petani, yang diambil sampel secara purposive dengan syarat luas lahan yang dibebaskan minimal 500m2, yang merupakan estimasi luas satu petak lahan. Pengambilan data dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan prosentase. Hasil penelitian yang dikelompokkan atas dampak sosial terhadap masyarakat petani dan dampak terhadap pertanian. Dampak sosial yang ditemukan dari hasil penelitian antara lain: terkait pekerjaan utama, sebanyak 31,25% tidak lagi bekerja sebagai petani dengan 10,42% bekerja diluar pertanian serta 20,83% menganggur; adapun pekerjaan sampingan di bidang pertanian jumlahnya tetap, namun 10,41% lainnya kehilangan pekerjaan sampingan diluar kegiatan pertanian; meningkatkan rerata konsumsi dari Rp. 1.226.101 perbulan menjadi Rp. 1.236.466  (0,85%); menurunkan rerata makan sehari dari 3 kali sehari menjadi 2,98 kali sehari (-0,69%), menurunkan rerata konsumsi daging/ ayam/ susu seminggu dari 1,94 menjadi 1,90 kali seminggu (-2,15%), meningkatkan banyak pakaian yang dibeli setahun dari sebelumnya 1,25 menjadi 1,31 (5,00%); mengenai konsumsi petani pasca uang ganti rugi diberikan, 58,33% petani menggunakannya untuk membeli/ menyewa lahan, 10,42% untuk modal usaha, 33,33% untuk membangun/ merenovasi rumah, 18,75% untuk belanja rutin, 6,25% untuk membeli kendaraan bermotor, 14,58% untuk haji/ umroh, 4,17% untuk tabungan/ investasi, dan 14,58% untuk keperluan lain; sebanyak 8,33% petani pemenuhan kebutuhan pokoknya menjadi jauh lebih baik, 10,42%, lebih baik, 68,75% tetap, 4,17% lebih sulit, dan 8,33% jauh lebih sulit; menimbulkan gangguan keamanan yang dilaporkan oleh 6,25% petani; menimbulkan konflik pada 27,08% petani,  hubungan sosial melemah dalam hal intensitas interaksi pada 4,17% petani namun tidak terjadi pada gotong-royong. Dampak yang ditimbulkan pada pertanian meliputi: menjadikan sempit 37,83% lahan pertanian yang masih diolah petani; memaksa petani untuk berpindah lahan dalam desa 37,04%, keluar desa 51,85%, dan keluar kecamatan 18,52%; terkait perlakuan pada lahan, sebanyak 72,91% petani masih mengolah lahannya, 20,83% petani menyerahkan lahannya dikerjakan orang lain, 4,17% menjualnya, 2,08% untuk usaha non pertanian dan 4,17% membiarkan lahannya bero; mengurangi produksi padi sebesar 18,10%, kacang hijau 62%, kacang tanah 47,66%, dan jagung 44% serta meningkatkan produksi kedelai 106,04%; terkait produktivitas dalam kuintal/ha, terjadi penurunan pada padi 4,14%, kacang hijau 37,73%, jagung 7,65%, namun meningakat pada kedelai 57,87%, dan kacang tanah 11,54%;  serta menimbulkan gangguan dalam bertani yang  dirasakan oleh 20,83% petani. Kata Kunci: dampak pembangunan tol, pembebasan lahan, petani.    
KAJIAN ALIH FUNGSI LAHAN (KONVERSI LAHAN) PERTANIAN  DI KECAMATAN JOMBANG KABUPATEN JOMBANG RUSDIYONO, UUN
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2016): vol. 1 Nomer 2 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Jombang yang wilayahnya mengalami alih fungsi lahan (konversi lahan) lahan pertanian dengan satuan unit desa berdasarkan peta wilayah alih fungsi lahan pertanian di Kecamatan Jombang. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui seberapa besar nilai ekonomi lahan (land value) pertanian yang telah terkonversi di Kecamatan Jombang, (2) mengetahui faktor-faktor  yang mendorong terjadadinya konversi lahan pertanian di Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang. Jenis penelitian merupakan penilitian diskriptif-kuantitatif, dalam penelitian ini menggunakan metode Sistem Informasi Geografi (SIG) dengan teknik overlay dan survei. Hasil lahan pertanian yang teralih fungsikan  diperoleh dengan teknik overlay antara peta rencana penggunaan lahan  tahun 2003-2013 dengan skala 1:25.000 dan peta penggunaan lahan  tahun 2013 skala yang sama, menghasilkan peta wilayah alih fungsi lahan pertanian di Kecamatan Jombang, sedangkan faktor-faktor yang  mendorong terjadinya alih fungsi lahan pertanian di Kecamatan Jombang diperoleh dari hasil wawancara dengan pihak yang terkait seperti pemilik lahan pertanian yang lahannya terkonversikan, stakeholders, petani yang ditemui dilapangan atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan kepala desa wilayah yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) lahan pertanian di Kecamatan Jombang mengalami konversi seluas 219,3 Ha atau 11,6% dari total luas lahan pertanian. Land rent pertanian yang telah teralih fungsikan di Kecamatan Jombang sebesar Rp.49.941.126.800,-. Perbandingan nilai ekonomi lahan (land value) non pertanian yang terkonversi lebih besar 33 kali dibandingkan dengan nilai ekonomi lahan (land value) pertanian,  dengan total Rp.153.300.000.000,- untuk nilai ekonomi lahan pertanian dan Rp.5.037.000.000.000,- untuk nilai ekonomi lahan non pertanian. (2) faktor-faktor pendorong terjadinya alih fungsi lahan pertanian di Kecamatan Jombang adalah faktor kebutuhan rumah tangga petani merupakan faktor dominan (utama) yang mendorong terjadinya konversi lahan pertanian, yang belum dapat mencukupi kebutuhan mereka, karena penghasilan dari bertani belum cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan beban tanggungan dalam keluarga tidak sebanding dengan pendapatan yang diperoleh serta kebutuhan mendesak yang harus segera terpenuhi. Terdapat faktor lain yang juga mendorong terjadinya alih fungsi lahan pertanian namun tidak dominan yaitu faktor harga lahan dan status kepemilikan lahan. Kata Kunci : konversi lahan pertanian, land rent

Page 6 of 51 | Total Record : 509