cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
DAMPAK BEROPERASINYA JEMBATAN SURABAYA TERHADAP KONDISI SOSIAL- EKONOMI DAN KONDISI LINGKUNGAN PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) PANTAI KENJERAN LAMA AMALIA ROSANTI, DINI; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakJembatan Surabaya merupakan jembatan yang berhadapan langsung dengan objek wisata Pantai KenjeranLama. Pemerintah Kota Surabaya membangun Jembatan Surabaya difungsikan untuk menambah daya tarik masyarakatterhadap wisata pesisir serta mengangkat kesejahteraan warga sekitar yakni Kenjeran. Kebijakan pembangunan yangdiambil pemerintah kota ternyata menimbulkan berbagai dampak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampakberoperasinya Jembatan Surabaya terhadap kondisi sosial, kondisi ekonomi, kondisi lingkungan, dan pola persebaranpedagang kaki lima Pantai Kenjeran Lama Surabaya.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian yaitu Pantai Kenjeran LamaSurabaya. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 116 pedagang kaki lima. Teknik pengumpulan data denganmenggunakan wawancara dan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase sertauntuk mengetahui pendapatan sebelum dan sesudah pedagang kaki lima digunakan Uji T sampel berpasangan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada dampak sosial terjadi perubahan sesudah beroperasinyaJembatan Surabaya pada kondisi sosial yakni PKL mengurangi waktu operasional setiap harinya dengan mulaiberaktivitas dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Pada kondisi ekonomi yakni pendapatan PKL mengalamipenurunan. Pada kondisi lingkungan terjadi perubahan pada kondisi lingkungan yakni kondisi akses jalan yang semakinlebar dan tidak menyebabkan kemacetan, kios pedagang yang tertata lebih rapi, tempat parkir yang daya tampungnyabertambah. Pola persebaran PKL di Pantai Kenjeran Lama yaitu mengelompok.Kata Kunci : Jembatan Surabaya, PKL, kondisi sosial-ekonomi, kondisi lingkungan
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) KECAMATAN GADINGREJO KOTA PASURUAN FADHYLAH MUHAMAD, NUR; MARDIANI ZAIN, ITA
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBayi berat badan lahir rendah (BBLR) diartikan sebagai bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang umur kehamilan. Angka kematiannya 35 kali lebih tinggi dibanding pada bayi dengan berat badan lahir lebih dari 2500 gram. Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan disebut sebagai kecamatan yang memiliki angka BBLR tertinggi pada tahun 2017. Prevalensi angka BBLR di Kecamatan Gadingrejo sebesar 5,5 %. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh umur ibu, paritas, pendapatan, pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, jarak kehamilan, perilaku ibu, pengetahuan ibu terhadap kejadian bayi berat badan lahir rendah (BBLR), dan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian bayi berat badan lahir rendah (BBLR) di Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan.Metode dalam penelitian ini yaitu survei analitik dengan rancangan case control yaitu setiap kasus BBLR dicarikan control bayi berat badan lahir rendah. Pengambilan sampel berdasarkan prevalensi BBLR dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pasuruan diperoleh 43 kasus BBLR dan dicarikan kontrol 43 bayi berat badan normal. Variabel yang dikendalikan adalah jarak rumah dengan puskesmas dan teknik analisis data dengan menggunakan chi-square, dan uji regresi logistic ganda.Hasil penelitian dengan menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa umur ibu tidak berpengaruh terhadap kejadian BBLR dengan nilai p = 0,132 > ? (0,05), paritas tidak berpengaruh terhadap kejadian BBLR dengan nilai p = 0,240 > ? (0,05), pendapatan tidak berpengaruh terhadap kejadian BBLR dengan nilai p = 1,000 > ? (0,05), pendidikan ibu tidak berpengaruh terhadap kejadian BBLR dengan nilai p = 0,115 > ? (0,05), pekerjaan ibu tidak berpengaruh terhadap kejadian BBLR dengan nilai p = 0,362 > ? (0,05), jarak kehamilan tidak berpengaruh terhadap kejadian BBLR dengan nilai p = 0,518 > ? (0,05), perilaku ibu berpengaruh terhadap kejadian BBLR dengan nilai p = 0,038 < ? (0,05), pengetahuan ibu tidak berpengaruh terhadap kejadian BBLR dengan nilai p = 0,081 > ? (0,05), sedangkan dengan menggunakan uji regresi logistik ganda menunjukkan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian BBLR yaitu perilaku ibu dengan p = 0,018 < ? (0,05).Kata kunci: BBLR, case control
ANALISIS TINGKAT KERENTANAN FISIK DAN SOSIAL BENCANA GEMPABUMI DI SEBAGAIAN SURABAYA BARAT FARISI Y, SALMAN; SUTEDJO, AGUS
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndonesia memiliki potensi tinggi terhadap bencana gempabumi. Keberadaan Ring of Fire mengakibatkan tingginya intensitas proses geologi yang dapat menghasilkan gempa bumi. Surabaya merupakan daerah rawan bencana gempa bumi, terletak di jalur sesar kendeng. Jalur ini dikonfirmasi aktif dengan pergerakan 5 mm per Tahun. Intensitas dimungkinkan gempa mencapai M 6,5, hal ini perlu diwaspadai karena potensi korban di Kota Surabaya mencapai 2.917.618 Jiwa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui 1) Tingkat kerentanan fisik di sebagian Surabaya Barat, 2) tingkat kerentanan sosial di sebagian Surabaya Barat.Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Metode penelitian ini adalah scoring, pembobotan dan overlay. Teknik pengumpulan data variabel kerentanan fisik dan sosial diperoleh dari penggunaan software ArcGis 10.2.2 menjadi data primer dan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai data sekunder. Penentuan tingkat kerentanan fisik diperoleh melalui penilaian terhadap indikator kepadatan bangunan, ketersediaan fasilitas umum, sistem jaringan jalan dan jarak dari sesar, sedangkan tingkat kerentanan sosial diperoleh melalui analisis penilaian terhadap kepadatan penduduk, persentase sex ratio, persentase umur rentan, persentase penduduk miskin dan persentase penduduk difabel.Hasil penelitian dengan peta skala 1 : 35.000 yang diperoleh: 1) Tingkat kerentanan fisik menunjukkan bahwa tingkat kerentanan fisik mencapai 18 % yaitu tinggi , sedang 34 % dan rendah 48 %. 2) Tingkat kerentanan sosial menunjukkan bahwa 46 % mencapai tingkat kerentanan sosial sedang dan 54% mencapai tingkat kerentanan sosial tinggiKata Kunci:Tingkat kerentanan fisik, Tingkat kerentaan sosial, gempa bumi, Scoring, pembobotan , overlay
PERSEPSI PENGUNJUNG TENTANG SARANA WISATA DI OBJEK WISATA PANTAI PULAU MERAH KABUPATEN BANYUWANGI ZANELA SAFITRI, AINUN; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakWisata Pantai Pulau Merah dikenal karena adanya bukit hijau kecil bertanah merah yang terletak di dekat bibir pantai. Penurunan jumlah kunjungan yang terjadi dapat disebabkan beberapa faktor seperti fasilitas yang kurang memadai, sistem pengelolaan yang kurang baik, dan kurang gencarnya kegiatan pemasaran dan promosi serta pengemasan paket-paket wisata. Persepsi pengunjung tentang fasilitas yang ada bisa juga menjadi penyebab penurunan jumlah kunjungan, hal tersebut juga menyangkut hal kenyamanan berwisata masing-masing individu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persepsi pengunjung dan hubungan antara usia dan jenis kelamin pengunjung tentang sarana wisata di objek wisata pantai Pulau Merah Banyuwangi.Jenis penelitian ini merupakan penelitian survey yang nantinya akan dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian, yaitu 100 wisatawan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, kuisioner/angket, studi dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data skala Likert dan dilanjutkan dengan analisis data Uji Chi Square.Hasil skoring dari persepsi pengunjung terhadap sarana berwisata, yaitu sebesar 2814 yang artinya sarana pada objek wisata Pantai Pulau Merah tergolong baik. Tingkat kenyamanan berwisata juga akan berpengaruh, akan tetapi kamar mandi dan mushola diperlukan adanya tindakan perbaikan guna meningkatkan kenyamanan pengunjung. Hasil penelitian dari uji Chi Square mengenai usia pengunjung, yaitu nilai p value atau signifikansi = 0,683 > 0,05 (?) menunjukkan tidak adanya hubungan mengenai karakteristik usia dengan tingkat persepsi penilaian fasilitas/sarana wisata. Hasil penelitian dari uji Chi Square mengenai jenis kelamin pengunjung, yaitu nilai p value atau signifikansi = 0,249 > 0,05 (?) menunjukkan tidak adanya hubungan mengenai jenis kelamin dengan tingkat penilaian fasilitas wisata.Kata Kunci: Persepsi pengunjung, sarana wisata, wisata Pantai Pulau Merah
PENGEMBANGAN MEDIA DIORAMA GEOGRAFI PADA MATERI PENGINDERAAN JAUH KELAS X UNTUK SMA/MA BAGUS SUPRAYOGI, MOHAMMAD; PERDANA PRASETYA, SUKMA
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Geografi merupakan salah satu mata pelajaran yang perlu menggunakan media pembelajaran karena ruang lingkupnya sangat luas. Karakteristik pelajaran geografi adalah kajian tentang fenomena geosfer, dan kaitannya dengan manusia di permukaan bumi. Pemilihan media yang tepat untuk mengkaji tentang fenomena geosfer adalah diorama. Diorama sebagai media pembelajaran diharapkan dapat menimbulkan suasana belajar mengajar lebih menarik dan membantu suasana belajar yang menyenangkan serta lebih aktif. Proses pengambilan data diorama dalam penginderaan jauh, komponen penginderaan jauh, interaksi antara tenaga dan objek, sensor dan wahana, penggunaan data, semua yang berkaitan dengan penginderaan jauh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan pengembangan media diorama geografi dan respon siswa dalam media pembelajaran pada materi penginderaan jauh. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, yaitu mengembangkan bahan ajar media diorama. Model penelitiannya adalah pengembangan R&D (research and development) dengan model ADDIE. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah One-Shot Case Study. Teknik pengumpulan daya menggunakan lembar validasi ahli media, ahli materi dan respon pengguna media. Analisis data menggunakan skoring, kemudian dipersentasekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Media diorama penginderaan jauh yang telah dikembangkan mendapat penilaian kelayakan oleh ahli media pembelajaran dengan rata-rata nilai 85% dan dari ahli materi 81,7%, maka skor rata-rata yang diperoleh dari kedua validator sebesar 83,35%. Berdasarkan skala Likert nilai 83,35% termasuk dalam rentang X 81%, sehingga dikategorikan ?sangat layak?. 2) Respon siswa terhadap media diorama penginderaan jauh memperoleh nilai 92,5%, hasil tersebut adalah rekapitulasi dari penghitungan skala guttman yang berasal dari 20 respon siswa yang telah direkapitulasi menggunakan skala likert sehingga mendapat nilai rata - rata 92,5% bedasarkan skala likert nilai 92,5 dari rata rata tersebut berada dalam rentang 81% - 100% yang termasuk dalam kategori sangat baik. Kata Kunci : Diorama, ADDIE, Penginderaan Jauh
EFEKTIVITAS PROGRAM ANGKOT GRATIS UNTUK PELAJAR DI KOTA KEDIRI LISTYO PRAHARI, AULIA; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi adalah salah satu faktor penunjang perkembangan kota. Perkembangan moda transportasi umum di Kota Kediri khususnya angkot yang semakin lama semakin menurun eksistensinya. Pemerintah Kota Kediri yang bekerja sama dengan pihak DISHUBKOMINFO mengadakan program angkot gratis yang khusus untuk pelajar di Kota Kediri. Program angkot gratis ini belum diadakan evaluasi dari pemerintah karena banyak pelajar yang masih mengeluh tentang adanya beberapa sopir yang masih memungut biaya angkot. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan informasi pelaksanaan program angkot gratis serta keefektifan program angkot gratis bagi pelajar di Kota Kediri.Jenis penelitian ini merupakan penelitian survey yang nantinya akan dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah pelajar yang menggunakan jasa angkot gratis, yang sebanyak 100 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, kuisioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik skoring.Hasil wawancara dengan pihak DISHUBKOMINFO Kota Kediri menjelaskan pelaksanaan angkot gratis di Kota Kediri ini di lelang dan dimenangkan oleh PT. TRANS SEMARANG. Kebijakan angkot gratis di Kota Kediri ini menggunakan subsidi BBM 6 liter dan perawatan armada angkot. Sosialisasi dilakukan melalui media cetak dan melalui informasi yang tertera di papan informasi halte, radio lokal seperti Radio Bonanca dan Radio Andika. Sosialisasi juga dilakukan melalui media online, baik itu melalui website resmi Pemkot Kediri maupun media online swasta lainnya Kota Kediri yang dapat dikatakan efektif dapat dilihat dari hasil skoring. Hasil skoring menunjukkan kategori efektif dengan jumlah skor 4652, meliputi jumlah penumpang di layanan pagi dan siang hari, biaya, sosialisasi program, persebaran penempatan halte, efisiensi waktu, keterjangkauan, fasilitas angkot, fasilitas halte, sikap sopir, efisiensi waktu dan biaya, sesuai tujuan, dukungan dari sekolah, dan minat penumpang angkot yang diperoleh dari hasil kuisioer yang diisi oleh pelajar sebagai sasaran utama program angkot gratis.Kata Kunci: Efektivitas, Angkot gratis, Transportasi umum
STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT TERDAMPAK BENCANA GERAKAN TANAH DI DESA TERBIS KECAMATAN PANGGUL KABUPATEN TRENGGALEK , ERNASARI; AYU LARASATI, DIAN
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Terbis Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek pernah mengalami bencana gerakan tanah pada tahun 2016, sehingga menyebabkan kerusakan dan kerugian pada rumah masyarakat yang terdampak. Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah telah berupaya melakukan relokasi dengan membuatkan rumah untuk masyarakat, akan tetapi masyarakat tetap memilih untuk bertahan di tempat tinggal mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) Strategi adaptasi yang dilakukan oleh masyarakat terdampak bencana gerakan tanah berupa strategi adaptasi fisik dan strategi adaptasi sosial ekonomi 2) Faktor yang menyebabkan masyarakat tetap tinggal di lokasi bencana.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Terbis Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan 1) Strategi fisik berupa menggunakan kembali bahan-bahan bangunan yang telah rusak akibat dari bencana, kemudian melakukan gotong royong untuk memperbaiki fasilitas umum. 2) Strategi adaptasi sosial yang dilakukan masyarakat dalam menyikapi rasa trauma terhadap bencana gerakan tanah adalah menyembelih kambing hitam dan ayam cemani yang dikubur di Kali Sambeng. 3) Strategi adaptasi ekonomi yang digunakan pasca bencana adalah mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan hasil sumbangan kemudian mengolah kembali lahannya yang rusak. 4) Faktor yang mempengaruhi masyarakat tetap tinggal di lokasi terdampak bencana gerakan tanah adalah faktor ekonomi karena lahan pertanian mereka berada di lokasi bencana.Kata kunci: Gerakan Tanah, Strategi Adaptasi
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA GUNUNG BERUK SEBAGAI WISATA BERBASIS MASYARAKAT DI DESA KARANGPATIHAN KECAMATAN BALONG KABUPATEN PONOROGO Kusuma Wardani, Intan
Swara Bhumi Vol 5, No 02 (2017):
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Gunung Beruk di Desa Karangpatihan merupakan salah satu obyek wisata alam di Kabupaten Ponorogo.Obyek wisata Gunung Beruk dikelola oleh masyarakat desa Karangpatihan, sehingga pengembangan obyek wisata, kurang berjalan baik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat potensi obyek wisata Gunung Beruk, sikap, dukungan dan sumber daya manusia mendukung pengembangan obyek wisata, dan strategi yang sesuai untuk pengembangan obyek wisata Gunung Beruk. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif.Populasi penelitian ini adalah masyarakat Desa Karangpatihan, di peroleh sampel sebanyak 100 orang responden diambil secara purposive sampling.Data penelitian berupa tingkat potensi, sikap, dukungan masyarakat dan sumber daya manusia dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi serta dianalisis menggunakan teknik skoring dan analisis Strength, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa obyek wisata Gunung Beruk tergolong sangat potensial untuk dikembangkan.Sikap masyarakat mendukung pengembangan obyek wisata dari pemahaman, partisipasi tergolong tinggi, dukungan masyarakat tergolong tinggi, pengetahuan masyarakat tergolong rendah, disesbabkan sumber daya manusia dibidang pariwisata tergolong sangat rendah. Berdasarkan analisis SWOT obyek wisata Gunung Beruk, sehingga model strategi yang digunakan adalah Grow and Build yaitu penambahan produk wisata baru di kawasan wisata. Strategi pengembangan objek wisata Gunung Beruk berdasarkan matriks analisis SWOT antara lain menambah kegiatan wisata baru, melakukan kegiatan promosi di sosial media, menambah sarana fasilitas, mempermudah aksesibilitas, memberi pelatihan di bidang pariwisata kepada masyarakat di Desa Karangpatihan, memberi bantuan berupa ketrampilan pada pengelola objek wisata Gunung Beruk, menyediakan transportasi umum menuju ke objek wisata Gunung Beruk, membuat proposal bantuan kepada pemerintah, meningkatkan sumber daya manusia. Kata Kunci: Pengembangan, Masyarakat, SWOT   Abstract Beruk Mountain became one of pine forests tourism in  Ponorogo subdistrict. Since two years ago the management by local villagers to develop beruk mountain is not running well. This study aims to determine the level of potential attractions, attitude, support and human resources in supporting the development of Mountain Beruk tourism, and determine the appropriate strategy in the development of Beruk Mountain tourism This study was survey research with descriptive quantitative approach. The population was people of Karangpatihan Village, 100 respondents were selected as sample using purposive sampling. The data were collected through observation, interview, documentation and analyzed using scoring techniques and analysis of Strength, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT). The result of the research shows that Mountain Beruk tourism  is very potential to be developed. The attitude of the community in supporting the development of Mountain Beruk tourism was  the understanding, in which the participation  was high, the community support was  high, the knowledge of the community was low caused the low  human resources. Based on the Strength, Weakness ,Opportunity, Threat (SWOT) analysis, the strategy to grow and build other tourism product made Mountain Beruk tourism more attractive. The strategy for the development of Beruk Montain tourism based on Strength, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT) matrix is ??to accommodate tourism activities, improve access road to the location of tourism, develop facilities, develop tourism potential with development based on environmental impact, cooperate with government to provide tourism skills training. Improve human resources and widen access roads. Keywords: Development, Society, SWOT     
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB MUNCULNYA PASAR KREMPYENG DI DALAM KOMPLEK PERUMAHAN KOTA BARU KECAMATAN DRIYOREJO KABUPATEN GRESIK IRMA ANDRIANA, AMELIA
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1 Nomor 1 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Krempyeng merupakan salah satu sektor informal yang sekarang telah berkembang di perkotaan salah satu contohnya yaitu di dalam komplek perumahan Kota Baru Driyorejo.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan munculnya pasar Krempyeng di dalam komplek perumahan Kota Baru Driyorejo jika di lihat dari aspek aksesbilitas, lokasi pasar, dan kondisi sosial dan bagaimana persepsi penjual dan pembeli terhadap munculnya pasar Krempyeng di dalam komplek perumahan Kota Baru Driyorejo. Jenis  penelitian ini adalah survei, yaitu populasi jumlah pedagang yang berjualan di Pasar Krempyeng sebanyak 303 pedagang dan pengambilan sampel pedagang dengan cara random sampling  sebanyak 167  pedagang  dan  untuk pengambilan sampel pembeli dilakukan dengan cara  accidental sampling sebanyak 80 orang. Teknik  pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif  kuantitatif  dengan  Prosentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jarak absolut dari rumah pedagang ke pasar Krempyeng yaitu rata-rata ≤1 Km ,sedangkan jarak absolut dari  rumah pembeli  ke pasar  Krempyeng rata-rata ≤1 Km. Waktu tempuh, kondisi jalan, ketersediaan sarana transportasi pedagang dan pembeli yaitu rata-rata ditempuh ≤30 menit, kondisi jalan yaitu aspal, ketersediaan sarana yaitu sepeda motor/angkot. Lokasi pasar  Krempyeng yaitu strategis.  Adanya motivasi dari kesuksesan  pedagang terdahulu sehingga baik warga sekitar perumahan maupun pendatang akhirnya memutuskan untuk menjadi pedagang serta perilaku konsumtif warga perumahan tinggi. Persepsi pedagang mengenai tingkat kemudahan menjual barang dagangan, 60% sebagian besar pedagang tidak ada kesulitan dalam menjual  menjual  barang dagangan di pasar Krempyeng, persepsi pedagang tentang omset penjualan, 75% pedagang mendapatkan omset banyak saat berjualan di pasar Krempyeng. Persepsi pembeli mengenai harga barang adalah murah, persepsi pembeli  mengenai kelengkapan barang, pembeli tidak susah mencari barang dagangan di pasar Krempyeng, karena semua barang kebutuhan tersedia dan lengkap. Kata kunci : pedagang,  pembelii,  pasar Krempyeng,  komplek perumahan Kota Baru Driyorejo
DAMPAK BEROPERASINYA JEMBATAN SURAMADU TERHADAP EKSISTENSI PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI PELABUHAN KAMAL MADURA (STUDY KASUS DI PELABUHAN KAMAL MADURA) FAWAID ALBARAHINIL HAQQI, ACH.
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1 Nomor 1 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Suramadu merupakan jembatan yang menghubungkan pulau Madura dengan kota Surabaya dan wilayah lain di sekitarnya. Menggunakan akses  Suramadu, waktu tempuh relatif lebih cepat dan biaya lebih murah sehingga dapat mengefisiensi waktu dan biaya. Tahun 2009 – 2013 pengguna aksesbilitas Suramadu semakin meningkat seperti akses dari Madura – Surabaya tahun 2011 pada kendaraan roda 2 berjumlah 4.842.140 unit, di tahun 2013 meningkat menjadi 5.326.317 unit. Meningkatnya pengguna Suramadu menyebabkan penyeberangan kapal feri di pelabuhan Kamal - Madura mengalami penurunan jumlah penumpang, seperti tahun 2011 penumpang kapal feri berjumlah 1.796.316 jiwa, tahun 2013 terjadi penurunan menjadi 1.204.838 jiwa. Penurunan jumlah penumpang kapal feri menyebabkan pelabuhan Kamal Madura menjadi sepi dari aktivitas pedagang kaki lima sehingga dari kondisi ini jumlah PKL mengalami penyusutan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mencari realita secara empirik menyusutnya jumlah pedagang kaki lima di pelabuhan Kamal – Madura paska beroperasinya Suramadu. Metode yang digunakan penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan study kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKL mengurangi jam aktivitas setiap harinya yakni mulai beraktivitas dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Pendapatan PKL hanya memperoleh sebesar Rp. 15.000 hingga Rp.75.000 bahkan dalam sehari barang dagangan tidak laku terjual. Sebelum beroperasinya jembatan Suramadu PKL menempati 200 unit kios yang terbagi atas 160 unit kios  berada di sisi utara dan 40 unit kios berada disisi timur dan selatan. PKL yang masih tersisa berjumlah 25 pedagang. Berkurangnya jumlah PKL dikarenakan gulung tikar, pindah lokasi, bekerja ke luar negeri dan meninggal dunia. Kata Kunci : jembatan Suramadu, eksistensi, pedagang kaki lima, pelabuhan Kamal - Madura

Page 3 of 51 | Total Record : 509