Articles
37 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 2 (2018)"
:
37 Documents
clear
TARI PENTUL MELIKAN KABUPATEN NGAWI SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER
RAHMAWATI, YETI;
TRILAKSANA, AGUS
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tari Pentul Melikan sebagai media pendidikan karakter sangat penting peranannya karena dalam tari Pentul Melikan banyak sekali pesan-pesan moral yang dapat digunakan sebagai media untuk memupuk kepribadian anak agar memiliki sikap dan perilaku yang mulia. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu (1) Apakah pada Tari Pentul Melikan terdapat nilai-nilai karakter untuk penguatan pendidikan karakter. (2) Apakah makna-makna simbolik tari Pentul Melikan dapat menjadi kurikulum penguatan pendidikan karakter. (3) Bagaimana respon masyarakat di Dukuh Melikan, Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi terhadap tari Pentul Melikan sebagai media pendidikan karakter.Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) Tari Pentul Melikan didalamnya memuat pendidikan karakter yang dapat dilihat dari gerakan tari Pentul Melikan, gamelan, busana dan warna busana tari Pentul Melikan dan topeng Pentul Melikan. Pendidikan karakter tersebut diantaranya adalah keagamaan, toleransi, disiplin, jujur, kerja keras, cinta tanah air, semangat kebangsaan, gotong royong, tanggungjawab. (2) Tari Pentul Melikan pada dasarnya juga dapat dijadikan sebagai kurikulum penguatan karakter anak yang bisa dimasukkan dalam Kompetensi Inti (KI) kedua dalam kurikulum 2013 dan dapat dimasukkan dalam bahan ajar yang dapat diajarkan secara tidak langsung melalui pembiasaan dan keteladanan. (3) Masyarakat Dukuh Melikan sudah memahami dan mengetahui sejak jaman dahulu jika tari Pentul Melikan digunakan sebagai media pendidikan karakter dan diajarkan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.Kata Kunci : Tari Pentul Melikan, Pendidikan Karakter, Respon Masyarakat
WAYANG SULUH MADIUN TAHUN 1947-1965
SISKAWATI, APRILIA;
ALRIANINGRUM, SEPTINA
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada zaman revolusi alat penyebar informasi di Indonesia masih minim. Wayang kemudian menjadi salah satu media penyebaran informasi untuk masyarakat Indonesia karena masih ada keterbatasan masyarakat dalam membaca, memiliki, dan berlangganan surat kabar. Masalah tersebut mengakibatkan masyarakat menjadi hidup sengsara dan pendidikan tidak mampu menjangkau masyarakat kecil, sehingga dapat menyulitkan pemerintah dalam menyebar luaskan informasi mengenai program pemerintah. Wayang suluh oleh Pemerintah melalui Departement Penerangan dianggap mampu memberikan informasi untuk menambah wawasan serta pengetahuan kepada masyarakat Indonesia dalam upaya membangkitkan semangat nasionalisme masyarakat Indonesia pasca kemerdekaan.Permasalahan penelitian ini yaitu, (1) Bagaimana latar belakang tumbuhnya wayang suluh? (2) Bagaimana ciri-ciri dan fungsi wayang suluh? (3) Bagaimana perkembangan wayang suluh di Madiun pada tahun 1947-1965?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah terdiri dari, (1) Heuristik, mencari sumber sejarah sesuai topik yang akan diteliti (2) Kritik, menganalisis sumber untuk mendapatkan fakta sejarah (3) Intepretasi, menganalisis sumber yang sudah dikritik kemudian diintepretasi sesuai dengan tema penelitian (4) Historiografi, penulisan sumber yang sudah terbentuk rekonstruksi peristiwa sejarah.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wayang suluh tumbuh ketika Pemerintah Indonesia berusaha menanamkan kesadaran masyarakat untuk berbangsa dan bertanah air. Usaha tersebut dilakukan akibat serangan dari Belanda terkait peristiwa Agresi Militer Belanda I dan II yang ingin menguasai kembali Indonesia. Selain peristiwa Agresi Militer Belanda I dan II juga ada peristiwa Madiun tahun 1948 yang mengakibatkan kehidupkan masyarakat Indonesia sengsara. Berdasarkan masalah tersebut wayang suluh kemudian dirancang dan diperkenalkan kepada masyarakat Madiun oleh bapak Sukemi sebagai karyawan Departemen Penerangan Madiun. Wayang suluh pertama kali dipertunjukkan tanggal 10 Maret 1947 di Gedung Balai Rakyat Madiun Jawa Timur.Ciri dan fungsi dari wayang suluh Madiun yaitu tokoh wayang suluh Madiun lebih digambarkan seperti wajah asli tokoh perjuangan di Indonesia dan tokoh yang hidup dalam masyarakat. Lakon yang dibawakan dalam wayang suluh Madiun bercerita seputar peristiwa pada masa revolusi dan program pemerintah. Wayang suluh berfungsi sebagai (1) corong pemerintah dalam menyampaikan informasi; (2) menambah wawasan; (3) meningkatkan rasa nasionalisme masyarakat Indonesia.Dalam perkembangannya wayang suluh Madiun tahun 1947-1965 dibagi menjadi 2 periodisasi, yaitu tahun 1947-1949 dan tahun 1950-1965. Periode tahun 1947-1949 tokoh wayang suluh Madiun digambarkan seperti wajah asli tokoh-tokoh perjuangan Indonesia dan tokoh-tokoh Belanda yang berperan dalam penjajahan. Lakon wayang suluh lebih menceritakan peristiwa pada masa revolusi. Waktu dan durasi pentas dengan durasi 3-4 jam atau selama 6 jam yang dilaksanakan sore atau malam hari. Sorot lampu (blencong) masih menggunakan lampu minyak.Periode tahun 1950-1965 tokoh wayang suluh Madiun lebih menggambarkan tokoh-tokoh atau pelaku yang hidup dalam masyarakat. Sedangkan lakon menceritakan program pemerintah, mengangkat permasalahan pembangunan di Indonesia. Waktu pentas dilaksanakan selama 2-3 jam dimulai pada pukul 20.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB. Sedangkan sorot lampu (blencong) sudah menggunakan blencong berupa lampu petromax.Kata Kunci: wayang suluh, ciri dan fungsi, perkembangannya.
BANJIR DI TULUNGAGUNG TAHUN 1955-1986
ISTIENI, NOFI;
, NASUTION
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Banjir merupakan permasalah umum yang sering terjadi sehingga diperlukan penanganan khusus bagi daerah rawan banjir. Tulungagung adalah salah daerah di Jawa timur yang daerahnya rawan banjir. Letak geografi Tulungagung sebagai dataran rendah menjadi faktor utama terjadinya banjir dan daerahnya yang dilewati oleh aliran Sungai Brantas menjadikan Tulungagung ketika musim penghujan tiba terjadi banjir. Permasalahan yang dibahas dalam penelitin ini yaitu (1) Bagaiaman latar belakang terjadinya banjir di Tulungagung tahun 1955-1986 (2) Wilayah mana saja yang rawan terjadi banjir dan dampak banjir di Tulungagung tahun 1955-1986? (2) Bagaimana penanggulangan banjir di Tulungagung tahun 1955-1986?. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang memiliki beberapa tahap penelitian, diantaranya (1) heuristik (2) kritik (interprestasi dan (4)historiografi.Hasil dari penelitian yang didapat menunjukkan faktor utama penyebab banjir adalah letak geografi dan topografi daerah rawan banjir yang termasuk dataran rendah, untuk faktor lainnya disebabkan oleh letusan gunung kelud yang menyebabkan pendangkalan Sungai Brantas dan adanya tingkat curah hujan yang tinggi. Faktor tersebut saling berkaiatan dan menyebabkan banyak daerah di Tulungagung yang terendam banjir. Daerah kota, Cluwok, dan Waung adalah daerah yang dianggap rutin terjadi banjir. Banjir telah berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Tulungagung, banjir membawa dampak di bidang sosial, ekonomi, dan kesehatan, seperti keresahan petani akan gagal panen, pemukiman warga yang terendam banjir, dan jalur transpotasi menjadi terganggu. Melihat kondisi tersebut, pemerintah dan masyarakat saling berupaya melakukan penangaan masalah banjir dengan membuat tanggul, merehabilitasi terowongan Tulungagung Selatan, dan membuat bendungan.Kata Kunci: Banjir, Tulungagung, Dampak, Penanggulangan
BENTUK KERUKUNAN ANTARA UMAT BERAGAMA DI VIHARA AVALOKITESVARA CANDIH POLAGAN GALIS PAMEKASAN MADURA TAHUN 1959-1962
RAHMAN, ABDUR;
ALRIANINGRUM, SEPTINA
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Vihara Avalokitesvara yang terdapat di dusun Candih desa Polagan Galis Pamekasan, merupakan tempat peribadatan Umat Budha dalam wajah penampilan cita-cita Pancasilais. Di komleks Vihara terdapat tempat ibadah Mushallah dan pura. Kerukunan tersebut terpancar ke masyarakat Candih. Penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang Vihara Avalokitesvara di sebabkan oleh kerukunan umat agama dan membawa misi pancasilaisRumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana latar belakang berdirinya Vihara Avalokitesvara Pamekasamn Madura?, (2) Bagaiman bentuk kerukunan antara umat agama Budha dan agama Islam di Vihara Avalokitesvara?, (3) Apa wujud kerjasama Vihara Avalokitesvara di masyarakat Candih Polgan Galis Pamekasan Madura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalam metode penilitian sejarah meliputi Heuristik, Kritik, Interpretasi dan histeriografi.Hasil penelitian menunjukan bahwa latar belakang berdirinya Vihara Avalokitesvara dengan ditemukannya tiga buah patung di dusun Candih Polagan Galis Pamekasan. Pemberian nama Vihara Avalokitesvara diambil dari nama salah satu Bodhisattava dalam agama Budha. Patung tersebut akan dikirim ke Proppo tepatnya desa Jamburingin. Namun patung-patung tidak sampai ke desa Jamburingin, sehingga di temukan terbenam di dusun Candih. Bentuk kerukunan umat beragama yang terjalin di masyarakat Candih tercermin dari adanya tempat ibadah umat Budha yaitu Vihara Avalokitesvara yang membawa misi Pancasilais. Dalam komplek bangunan Vihara terdapat tempat ibadah ama lain seperti Mushallah dan Pura. Kerukunan masyarakat Candih terlihat dengan rumah-rumah mereka yang dibangun berselang-seling. Gotong royong selalu dikedepankan baik dalam lingkungan masyarakat maupun masyarakat dengan pihak Vihara Avalokitesvara. eujud kerjasama yang terjalin antara Vihara dengan Masyarakat adalah a) akses jalan sepanjang 1700m dari jalan raya, b) keterlibatan masyarakat Candih dalam setiap perayaan di Vihara AvalokitesvaraKata Kunci : Bentuk, Kerukunan umat beragama, Kerjasama.
KEHIDUPAN KULI PEREMPUAN DI PERKEBUNAN TEMBAKAU DELI SUMATERA TIMUR TAHUN 1870-1930
RAMAYANTI, ANISYAH;
, WISNU
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kehidupan kuli perempuan di perkebunan Tembakau Sumatra Timur tahun 1870-1930. Latar belakang perekrutan kuli perempuan dikarenakan perawatan dan pengolahan tembakau pascapanen membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Selain itu, upah kuli perempuan lebih murah sehingga dapat meningkatkan keuntungan perusahaan, serta kuli perempuan dijadikan sebagai penghibur para penduduk perkebunan seperti para pejabat dan kuli. Permasalahan yang diteliti adalah proses perekrutan dan kehidupan kuli perempuan di perkebunan. Metode yang digunakan terdiri dari empat tahapan antara lain, tahap heuristic atau pengumpulan sumber, tahap kritik sumber, tahap interpretasi atau penafsiran fakta-fakta hasil kritik sumber, dan historiografi.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpukan bahwa kehidupan kuli perempuan di perkebunan mengalami ketidakadilan gender yang dilakukan oleh pihak perkebunan maupun sesama kuli. Kehidupan kuli perempuan di perkebunan jauh dari kata layak. Kuli perempuan juga mendapatkan upah lebih rendah dari kuli laki-laki. Kuli perempuan juga mengalami tindak kekerasan seperti hukuman dan pemerkosaan, serta paksaan untuk menjalankan pekerjaan sampingan sebagai pelacur dan gundik.Kata Kunci: Kehidupan, Kuli perempuan, Tembakau, Sumatra Timur
KAWASAN INDUSTRI RUNGKUT TAHUN 1965-1980
ANITA PUTRI, DEVITA;
, NASUTION
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Surabaya termasuk kota yang besar kedua setelah Jakarta dan juga dikenal sebagai salah satu kota industri. Perkembangan industri di Surabaya tidak lepas dari peran pemerintah R. Soekotjo dan HR. Soeparno sebagai Walikota Surabaya. Pemerintah Kota Surabaya telah mengambil inisiatif dalam menetapkan suatu lokasi khusus industri yaitu di kawasan Rungkut, yang kini dengan nama PT. Surabaya Industrial Estate Rungkut (PT.SIER). Di kawasan Rungkut Industri terdapat banyak perusahan yaitu Tekstil, Aluminium, dan lain-lain. Berdirinya PT. SIER di Kawasan Industri Rungkut Surabaya dapat memberikan daya tarik bagi masyarakat sekitar yang dulunya mereka hanya bercocok tanam sekarang ingin menjadi tenaga Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga masyarakat yang berasal dari luar daerah ingin melamar pekerjaan menjadi buruh tenaga kerja dan perusahaan yang ingin menyewa lahan untuk kegiatan industri. Rumusan masalah yang digunakan adalah (1) Bagaimana latar belakang dipilihnya rungkut sebagai kawasan industri di Surabaya? (2) Bagaimana perkembangan kawasan industri Rungkut tahun 1965-1980 ?. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui latar belakang dipilihnya rungkut sebagai kawasan industri di Surabaya dan Untuk mengetahui perkembangan kawasan industri Rungkut tahun 1965-1980. Metode yang digunakan adalah penelitian sejarah, seperti heuristik dengan kumpulan sumber tentang pemerintah kota Surabaya yaitu Brigjen R. Soekotjo yang diperoleh melalui wawancara dan penulusuran dokumen. Kritik yang dilakukan untuk memverifikasi sumber yang di dapat dengan cara memperoleh data dan fakta yang sesuai dan dapat diinterprestasikan sesuai dengan tema penelitian.
KEPURBAKALAAN MAKAM RAJA – RAJA ISLAM DI AROSBAYA, BANGKALAN MADURA
GAGAH PRAMA WIBAWA, MAS;
, SUMARNO
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstrakArosbaya sebagai sebuah tempat yang sakral dan bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sebuah daerah yang terletak di Kabupaten Bangkalan, Madura memiliki komplek pemakaman raja ? raja pada masa Islam. Kompleks pemakaman terebut terdiri atas tiga lokasi dan memiliki warisan budaya dari zaman Pra Sejarah, Hindu ? Budhha dan Islam. Dahulu Arosbaya sebagai pusat kerajaan di Madura Barat dibuktikan dengan keberadaan Makam Ki Demung Plakaran, Komplek Makam Agung dan Pasarean Aer Mata Ebu. Terkait dengan hal tersebut maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut: 1.Mengapa Islam Berkembang di Bangkalan pada Abad 15 ? 17 Masehi ? 2.Bagaimana Unsur ? Unsur Kepurbakaalan pada Makam Kepurbakalaan Makam Raja ? Raja Islam di Arosbaya, Bangkalan, Madura? 3. Bagaimana Fungsi dan Nilai Kepurbakalaan Makam Kepurbakalaan Makam Raja ? Raja Islam di Arosbaya, Bangkalan, MaduraMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelusuran sumber (Heuristik), kemudian sumber sejarah yang terkumpul dilakukan kritik dan disesuaikan dengan fakta dilokasi, setelah melalui kritik sumber proses selanjutnya yaitu menyusun fakta ? fakta temuan tersebut secara kronologis (Interpretasi), setelah tersusun metode terakhir dapat dilakukan yaitu historiografi dalam sebuah tulisan sejarah.Keterpaduan hasil pengaruh Pra Akrasa, Hindu dan Islam ini terlihat dari bentuk dan susunan makam yang ditemui dilokasi pemakaman. Pada komplek Makam Agung yang merupakan makam para Raja ? Raja Madura Barat memiliki kekhasan sendiri, yaitu bentuk makam seperti candi hindu yang tersusun meninggi seperti punden berundak. Selanjutnya, pada makam Aer Mata Ebu yang merupakan makam para raja keturunan dari makam Agung memiliki bentuk tersendiri. Bentuk makam pada komplek makam Aer Mata Ebu berbentuk punden berundak dan tersusun lima cungkup. Susunan Komplek makam Aer Mata Ebu ini seperti komposisi kraton pada sebuah kerajaan, yaitu tempat yang suci berada dibelakang dan tertinggi. Antara tangga menuju makam dan komplek makam utama terdapat dua pintu masuk dan paseban kecil sebagai tempat untuk menunggu ketika menghadap raja.Kajian Komplek Makam Raja ? Raja Islam Arosbaya Bangkalan dalam pembelajaran dapat dilakukan dalam bahasan sejarah lokal sebagai peningkatan kepemahaman siswa terhadap sejarah Bangkalan. Melalui pemahaman sejarah lokal dapat mempengaruhi etika dan perilaku siswa dalam berkehidupan. Namun, dalam pelaksanaannya kajian sejarah lokal dalam pedidikan formal sagat sulit dilakukan karena kekurangan sarana dan refrensi dalam pengetahuan sejarah Bangkalan.Kata Kunci : Kepurbakalaan, Makam, Raja ? Raja Islam, Bangkalan.
HUBUNGAN EKONOMI INDONESIA–AMERIKA SERIKAT DALAM BIDANG IMPOR HASIL PERTANIAN PADA MASA DEMOKRASI TERPIMPIN
RIFATUL AMALIA, SITI;
LIANA, CORRY
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
dikenal sebagai negara agraris yang seharusnya mampu memenuhi kebutuhan barang konsumsi bagi penduduknya melalui produksi dari dalam negeri sendiri. Pada masa Demokrasi Terpimpin, yang merupakan masa dimana dunia sedang mengalami Perang Dingin, Indonesia menjalin hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat yang merupakan negara Blok Barat/ negara yang sedang menjadi peran utama dalam perang dingin. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana hubungan Indonesia dan Amerika Serikat dalam bidang impor hasil pertanian pada masa Demokrasi Terpimpin? Dan Bagaimana implementasi impor hasil pertanian antara Indonesia dan Amerika Serikat?Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Langkah pertama adalah mengumpulkan sumber data yang sejaman baik sumber primer maupun sekunder. Sumber primer yang telah dikumpulkan penulis yaitu berupa surat kabar, majalah, arsip BPS, arsip dari Kementrian Luar Negeri Indonesia, dan Jurnal dari web resmi Amerika Serikat, dan sumber sekunder berupa buku yang berkaitan. Selanjutnya dilakukan kritik dengan cara membaca semua sumber primer maupun sumber sekunder, dan memverifikasinya. Selanjutnya tahap interpretasi dilakukan dengan menghubungkan antar fakta lalu dapat disusun historiografi dengan judul Hubungan Ekonomi Indonesia-Amerika Serikat dalam Bidang Impor Hasil Pertanian Pada Masa Demokrasi Terpimpin.Ekonomi Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin mengalami ketidakstabilan yang parah, mulai dari jumlah uang yang beredar naik dengan tidak seimbang dengan jumlah produksi barang, sehingga juga berpengaruh pada kenaikan harga yang drastis. Kebijakan ekonomi luar negeri Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin berpacu berdasarkan UUD 1945, sedangkan kebijakan ekonomi luar negeri Amerika Serikat dibuat berkaitan dengan kondisi dunia yang sedang mengalami perang dingin. Impor hasil pertanian Indonesia dan Amerika yang berjalan sejak masa presiden Eisenhower, dan dilanjutkan pada masa presiden penggantinya, Kennedy, berpengaruh pada penambahan jumlah barang konsumsi yang beredar di masyarakat IndonesiaKata kunci : Impor, Demokrasi Terpimpin
PEMUKIMN LIAR DI SURABAYA TAHUN 1997-2000
VERAWATI, META;
, NASUTION
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstrakSurabaya merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia setelah Jakarta, yang mana merupakan ibu kota provinsi jawa timur. Dikenal dengan kota ynag cukup maju dan merupakan pusat industrilisasi di jawa timur menjadikan kota ini sebagai tujuan kaum urban yang datang dari desa ke kota untuk mencari kehidupan yang lebih baik tanpa adanya tujuan mereka datang dan mendirikan bangunan liar sesuka hati. Menjamurnya pemukiman liar di kota surabaya menjadi tak terkendali, bahkan bukan hanya membangun di pinggir-pinggir rel atau kali, tetapi juga banyak yang tinggal di pinggir pantai, tanah-tanah kosong yang tak terpakai. Hal seperti ini sudah terjadi begitu lama, dari jaman belanda pemukiman liar sudah ada. Kawasan yang banyak sekali pemukiman liarnya ialah, benowo, gubeng, wonokromo,sukolilo, rungkut, wonorejo dll. Dampak yang di timbulkan pun juga sangat banyak bukan hanya dari segi para pemukim tetapi juga lingkungan.Rumusan masalah yang digunakan adalah 1) Bagaimana Latar Belakang munculnya Pemukiman Liar di Surabaya tahun 1997-2000? 2) Bagaimana perkembangan Pemukiman Liar di Surabaya tahun1997-2000? 3) Bagaimana Tindakan Pemerintah dalam menangani Pemukiman Liar di Surabaya tahun 1997-2000?. Tujuan penelitian ini adalah Menjelaskan Latar Belakang munculnya Pemukiman Liar di Surabaya pada tahun 1997-2000. 2) Mendeskripsikan perkembangan Pemukiman Liar di Surabaya tahun 1997-2000.3) Menjelaskan Tindakan Pemerinah dalam menangani Pemukiman Liar di Surabaya tahun 1997-2000.Metode yang digunakan adalah penelitian sejarah, seperti heuristik dengan mengumpulkan sumber tentang pemukiman liar di surabaya yang didapat melalui wawancara dan penulusuran dokumen. Kritik dilakukan untuk memverifikasi sumber yang di dapat untuk dapat memperoleh data dan fakta yang sesuai dan dapat diinterprestasikan sesuai dengan tema penelitian.Kata kunci : Sejarah, pemukiman Liar, Surabaya
BENNY LIKUMAHUWA DALAM PERKEMBANGAN MUSIK JAZZ DI INDONESIA TAHUN 1966-1986
NUR MAULIDA, RIZKI;
LIANA, CORRY
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstrakAmbon merupakan kota yang dikenal menghasilkan musisi-musisi berkualitas yang sukses menghiasi industri musik Indonesia dalam berbagai genre terutama musik jazz. Musik jazz di Indonesia telah mengalami berbagai pasang surut dalam perkembangannya. Banyak faktor yang membuat perkembangan musik jazz terhambat mulai dari larangan presiden untuk mendengarkan lagu-lagu barat yang dianggap dapat meracuni jiwa pemuda Indonesia sampai lagu-lagu dari berbagai genre yang sedang populer di Indonesia. Benny Likumahuwa adalah salah satu musisi jazz asal Ambon yang mempertahankan eksistensi musik jazz di Indonesia. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: Mengapa banyak musisi jazz berasal dari Ambon? Bagaimana perjalanan karir musik Benny Likumahuwa Tahun 1966-1986? Apa saja sumbangsih Benny Likumahuwa untuk perkembangan musik Indonesia?Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Langkah pertama adalah mengumpulkan sumber data sejaman berupa surat kabar sejaman dan wawancara dengan Benny Likumahuwa sebagai pelaku sejarahnya. Selanjutnya dilakukan kritik dengan cara membaca semua sumber mulai dari surat kabar dan melakukan pemeriksaan silang dengan data wawancara yang telah dilakukan kemudian mengelompokkannya. Selanjurnya tahap interpretasi dilakukan dengan menghubungkan antar fakta lalu dapat disusun historiografi dengan judul Benny Likumahuwa Dalam Perkembangan Musik Jazz Di Indonesia Tahun 1966-1986Ambon adalah kota yang mayoritas masyarakatnya memeluk agama kristen dimana terdapat budaya nyanyi-nyanyian dalam peribadahannya dan ini menambah wawasan musik untuk masyarakat Ambon sehingga pengetahuan musiknya luas. Karir Benny Likumahuwa tidak hanya berjalan di dalam negeri, di luar negeri pun Benny pernah berkarir. Dalam upaya membantu perkembangan musik jazz di Indonesia Benny Likumahuwa melakukan banyak antara lain membuat pertunjukkan-pertunjukkan musik sampai menjadi narasumber dalam acar-acara bertema musik jazz.Kata kunci: Benny Likumahuwa, Jazz, Ambon