cover
Contact Name
Muji Sri Prastiwi
Contact Email
mujiprastiwi@unesa.ac.id
Phone
+6281803190335
Journal Mail Official
bioedu@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Biologi, FMIPA, Unesa. Gedung C3, Lt. 2. Kampus Unesa, Ketintang, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu)
ISSN : -     EISSN : 26859289     DOI : -
BioEdu merupakan Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Biologi yang diterbitkan oleh Jurusan Biologi Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya. BioEdu terbit tiga kali dalam setahun. BioEdu memuat artikel-artikel hasil penelitian di bidang kependidikan Biologi yang ditulis oleh para penulis dan peneliti dari Program Studi S1 Pendidikan Biologi
Articles 50 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 3 (2021)" : 50 Documents clear
Pengembangan LKPD Berbasis Learning Cycle 7E Materi Fungi untuk Melatihkan Keterampilan Proses Peserta Didik Kelas X SMA Heni Dwi Oktavia; Rinie Pratiwi Puspitawati
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n3.p490-500

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan LKPD Berbasis Learning Cycle 7E (Elicit, Engage, Explore, Explain, Elaborate, Evaluate, dan Extend) yang digunakan untuk melatihkan keterampilan proses yang valid dan praktis. LKPD adalah media pendukung untuk memudahkan kegiatan pembelajaran yang memuat penjelasan, pertanyaan, petunjuk dan panduan dalam melaksanakan kegiatan pengamatan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Diseminate), tanpa tahap disseminate. Validitas LKPD diperoleh dari hasil validasi ahli yaitu ahli pendidikan dan ahli materi. Kepraktisan LKPD juga ditinjau dari satu respon guru sebagai praktisi dan respon dari sepuluh peserta didik kelas X SMAN 1 Waru berupa pengisian lembar respon. Teknik analisis data dilaksanakan secara deskripsi kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas LKPD diketahui skor rata-rata dari setiap komponen meliputi isi sebesar 3,5%, penyajian sebesar 3,75%, bahasa sebesar 3,6%, kesesuaian model Learning Cycle 7E sebesar 3,57% dan kesesuaian dengan keterampilan proses sebesar 3,64% sehingga LKPD dinyatakan kategori sangat valid dengan memperoleh persentase rata-rata keseluruhan sebesar 3,62%. LKPD juga menunjukkan kategori sangat praktis dengan memperoleh persentase rata-rata jawaban positif dari respon guru dan respon peserta didik secara berurutan dari setiap aspek meliputi penyajian sebesar 100% dan 95%, isi sebesar 100% dan 85,71%, bahasa sebesar 100% dan 100%, kesesuaian Learning Cycle 7E dengan keterampilan proses sebesar 100% dan 98,57% sehingga rata-rata persentase keseluruhan jawaban positif sebesar 100% dan 94,82%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa LKPD berbasis Learning Cycle 7E materi fungi untuk melatihkan keterampilan proses dinyatakan valid dan praktis untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: LKPD, Learning Cycle 7E, Fungi, Keterampilan Proses
Misconception Profile on Photosynthesis by Using Four-Tier Diagnostic Test on Twelve Grade Students of Senior High School Nadya Eka Aristyasari; Yuliani Yuliani
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n3.p501-509

Abstract

Misconception is a concept that is incompatible with scientific understanding or with experts in the field. If misconceptions are not immediately resolved, they will continue to be stored in the students' memory, it will have a negative impact on concept acceptance and understanding of the next material because concepts in biology are interrelated. Photosynthetic sub-material is one of the materials in Biology where misconceptions are often found. This concept is a complex and abstract so that students have difficulty to understanding it. The purpose of this research is to describe the profile of students' misconceptions in the photosynthesis submission by using four-tier diagnostic test. This research is a descriptive evaluative research, was make four-tier diagnostic test instrument that is validated by two expert, testing questions, analyzing the results of the research by using category tables and criteria for the level of misconceptions, and make a conclusions. The subjects in this study were 60 students of class XII who had received photosynthesis material. The data obtained were analyzed using a table of students' conception criteria based on four-tier test. The results showed that the profile of students' misconceptions consisted of students who experienced misconceptions which was 45.5%, students who understood the concept was 28%, and students who did not understand the concepts was 26.5%. The criteria for the level of misconception among students were high misconception was 46.7%, moderate misconception was 29.8%, and low misconception was 23.5%. Keywords: profile, misconception, photosynthesis, four-tier diagnostic test.
Profile of Misconception on Genetic Substance Topic on Student Grade XII with Four-Tier Diagnostic Test Ais Agustining Syamsiar; Raharjo Raharjo
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n3.p523-529

Abstract

One of the obstacles that occur in the learning process is a misconception, inappropriate understanding of concepts. The misconceptions experienced by each student in one class can be different from one another and are caused by various causes. This study aims to describe the profile of misconceptions experienced by students and the causes of misconceptions in students. This research is descriptive quantitative. The research stage began with the making of a diagnostic test instrument (Four-Tier diagnostic test) which was then validated by a material and education expert. Then, the instrument was tested on grade XII student to collect the data. The data were analyzed descriptively. The target of this research was students of MAN 2 Gresik with a total of 60 students. The results showed the profile of students' misconceptions on Genetic Substance material consisting of the concepts of RNA, DNA, chromosomes, DNA & chromosome gene relationships, protein synthesis, and DNA replication with the category of understanding the concept amounted to 6.1%, 39.9% understand some concepts, 41.8% students experience misconceptions, and 12.2% do not understand concepts. The factors that cause misconceptions consist of students, textbooks, learning media, and teaching methods. Further studies of the development and implementation of digital-based learning media on genetic substance material, should be done near the future to reduce student misconceptions. Keywords: genetic substance, misconceptions, four-tier diagnostic test
Validitas E-LKPD “Ekosistem” Berbasis Saintifik untuk Melatih Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas X SMA Muhamad Iqbal Ariq; Herlina Fitrihidajati
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n3.p562-571

Abstract

Kemampuan berpikir kritis diperlukan untuk menghadapi tantangan di abad ke-21.Oleh karena itu perlu dilatihkan kepada peserta didik. Keterampilan Berpikir kritis memiliki enam aspek yakni interpretasi, analisis, inferensi, evaluasi, eksplanasi, regulasi diri. Sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013 berbasis Saintifik maka jika dipadukan akan memberikan hasil yang baik karena pada dasarnya ada korelasi. Keterampilan ini harus dimiliki oleh peserta didik ketika memecahkan permasalahan dalam materi Ekosistem. Untuk mempermudahnya maka perlu dikembangkan media berupa Elektronik Lembar Kegiatan Peserta Didik (E LKPD). Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan E-LKPD yang layak berdasarkan hasil validasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model 4-D, yaitu pendefinisian, desain, dan pengembangan tanpa diseminasi. Parameter yang diukur meliputi komponen kelayakan penyajian, komponen isi, komponen bahasa. Validasi dilakukan oleh ahli pendidikan, ahli materi dan guru biologi. Teknis analisis data secara deskriptif kuantitatif. Bedasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD yang telah dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran berdasarkan hasil validasi dengan skor 3,62 kriteria sangat valid. Kata Kunci: validitas, saintifik, E-LKPD, keterampilan berpikir kritis.
Pengembangan e-LKPD Berbasis Literasi Sains untuk Melatihkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Materi Pertumbuhan dan Perkembangan Dwi Aulia Zahroh; Yuliani Yuliani
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n3.p605-616

Abstract

Pendidikan abad 21 memiliki tuntutan bahwa peserta didik diharapkan dapat menguasai keterampilan 4C (critical thinking, collaborative, creativity, communication) sebagai indikator pembelajaran yang dapat dicapai melalui pengembangan lembar kerja peserta didik elektronik (e-LKPD) berbasis literasi sains yang memuat kompetensi literasi sains dan diintegrasikan dengan indikator keterampilan berpikir kritis untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Materi biologi yang berpotensi sebagai pembelajaran berbasis literasi sains karena sangat berkaitan dengan kehidupan nyata yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan penelitian ini yaitu menghasilkan e-LKPD berbasis literasi sains yang valid, praktis, dan efektif untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis. Pengembangan e-LKPD menggunakan model 4D (define, design, development, disseminate) tanpa tahap disseminate. Validitas e-LKPD diperoleh dari hasil validasi pakar, kepraktisan e-LKPD diperoleh dari hasil pengamatan keterlaksanaan e-LKPD, keefektifan e-LKPD diperoleh dari hasil belajar dan respon peserta didik. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Uji coba e-LKPD secara terbatas pada 20 peserta didik kelas XII MIPA 1 SMAN 1 Tarik Sidoarjo. Metode pengumpulan data meliputi metode validasi, observasi, tes, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi e-LKPD yang dikembangkan memperoleh rerata persentase 98,38% (sangat valid), kepraktisan e-LKPD memperoleh rerata persentase 97,65% (sangat praktis), keefektifan e-LKPD diperoleh dari ketuntasan hasil belajar kognitif sebesar 100% (sangat baik), rerata persentase hasil belajar indikator keterampilan berpikir kritis sebesar 90% (sangat baik), respon peserta didik memperoleh rerata persentase 94% (efektif). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka e-LKPD berbasis literasi sains untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi pertumbuhan dan perkembangan yang dikembangkan telah dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk diterapkan pada proses pembelajaran. Kata Kunci: lembar kerja peserta didik elektronik (e-LKPD), literasi sains, keterampilan berpikir kritis, pertumbuhan dan perkembangan.
Profil dan Validitas Lembar Kegiatan Peserta Didik – Elektronik (E-LKPD) Berbasis Bioentrepreneurship untuk Melatihkan Keterampilan Berwirausaha dalam Era Industri 4.0 Jihan Damayanti; Evie Ratnasari
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n3.p530-540

Abstract

Perkembangan IPTEK yang semakin pesat menuntun dunia global memasuki Era Industri 4.0. Hal tersebut tentu berdampak pada aspek pendidikan. Dibutuhkan pendidikan berbasis TIK dan kewirausahaan dalam merespon Era Industri 4.0 ini agar dihasilkan generasi yang mampu bersaing dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia global. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-LKPD berbasis bioentrepreneurship pada materi bioteknologi untuk melatihkan keterampilan berwirausaha peserta didik dalam Era Industri 4.0 melalui sintaks PjBL yang layak secara teoretis ditinjau dari aspek penyajian, isi, dan bahasa melalui validasi oleh para ahli. Dengan menggunakan model pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, dan Disseminate) tanpa tahap disseminate, perancangan e-LKPD dilakukan pada tahap design dan validasi dilakukan pada tahap develop. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. e-LKPD berbasis bioentrepreneurship pada materi bioteknologi telah berhasil dikembangkan dengan memuat integrasi sintaks Project Based Learning (PjBL) di dalamnya. Berdasarkan hasil validasi, e-LKPD memeroleh persentase validitas sebesar 100% dengan kategori sangat valid pada aspek penyajian, 96.5% dengan kategori sangat valid pada aspek isi, 100% dengan kategori sangat valid pada aspek kebahasaan, sehingga diperoleh persentase validitas keseluruhan aspek sebesar 98.8% dengan kategori sangat valid. Hasil tersebut menunjukkan bahwa e-LKPD berbasis bioentrepreneurship untuk melatihkan keterampilan berwirausaha dalam Era Industri 4.0 dinyatakan layak secara teoretis dengan kategori sangat valid dan dapat ditindaklanjuti untuk diujicobakan secara terbatas guna mengetahui validitas empiris yang dikembangkan. Kata Kunci: profil, validitas, e-LKPD, bioentrepreneurship, Era Industri 4.0.
Implementation of E-LKPD Virus Material based on Know-Learned (K-L) Strategy to Train Student Metacognitive Skills Desi Lia Nur Rahmadani; Endang Susantini
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n3.p471-478

Abstract

Covid19 pandemic that emerged in 2020 caused learning to be carried out online, including in learning virus material. Virus material has abstract characteristics so it is difficult for students, proven by the average national exam in 2019, the result of virus material concept of 54.2 which is still below the minimum standard. Low learning outcomes can be overcome by metacognitive strategies. One type is Know-Learned. K-L that can be integrated into E-LKPD to help students achieve learning objectives. Based on these problems, research is needed on the application of E-LKPD using K-L metacognitive strategies on virus material during online learning. The research aims to describe the practicality and effectiveness of K-L E-LKPD using One-Group Pretest-Posttest Design. The research was conducted at SMAN 2 Mejayan on 26 students of X MIA 1 online. The results of the study the activities of students were 100% very practical category and the positive response of students was 92.1% belong to a very practical category. Learning outcomes based on the N-Gain score of 0.9 classified into a very high category, the completeness indicator items is 86.5% and the item sensitivity is 0.7. The results of the students' metacognitive skills were 3.375 very good categories based on four indicators namely: ability to determine initial and final knowledge; determine the level of confidence; comparing initial and final knowledge; and determine the score. These results conclude that the application of K-L E-LKPD on virus material is practical and effective in training students' metacognitive skills. Keywords: E-LKPD, virus, metacognitive Know-Learned, online learning
Determinant Factors of Genetic Misconception at 12th Grade Senior High School Student in Sampang Hayatin Nufus; Muji Sri Prastiwi
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n3.p579-587

Abstract

Twelfth grade senior high school students potentially have misconceptions in genetic material. The characteristics of genetic material are difficult to sense and complex, difficult to understand, and have the potential to cause misconceptions. Misconceptions can be caused by student factors, textbooks, contexts, teachers, and learning methods. This study aims to describe the categories of genetic misconceptions in students, to determine the determinant factors that cause the students' genetic misconceptions, and to give solutions in reducing or preventing the genetic misconceptions in students. The research used a mixed-method with sequential explanatory with multiple linear regression analysis on 58 samples of 12th-grade high school students in Sampang. The results of this study were categorization of students' genetic misconceptions percentage from low: moderate: high misconception, were 27.59%: 41.38%: 31.03%. Based on the high and medium categorization of students who have genetic misconceptions, 17.9% of the misconceptions were caused by student factors and learning methods. Student factor (X1) has a significant positive effect on students' genetic misconceptions (Y) with the t value of 2.590. The contribution of students and learning methods to student misconceptions can be written with the equation Misconception = 51.285 + 0.268 Student - 0.256M.Learning. The solution to minimize students' genetic misconceptions is through clinical learning by conducting a misconception test and continued with the 5e learning cycle model learning such as engagement, exploration, explanation, elaboration, and evaluation. The implication of this study is teacher can strategize minimizing student factor in genetic misconception, such as through learning activity in the class. Keyword: determinant factor, misconception, student’s factor, learning method factor, 5e learning
Profil Miskonsepsi Peserta Didik SMA pada Materi Kingdom Animalia Menggunakan Four-Tier Multiple Choice Diagnostic Test Dyah Novira Dwi Jayanti; Endang Susantini
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n3.p479-489

Abstract

Miskonsepsi merupakan pemerolehan konsep yang bertentangan dengan konsep yang benar menurut para ahli. Miskonsepsi dapat menghambat peserta didik untuk memahami suatu konsep karena sebenernya peserta didik sudah memiliki pengetahuan awal. Identifikasi konsep-konsep yang berpotensi mengalami miskonsepsi serta penyebabnya perlu dilakukan untuk mereduksi miskonsepsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik pada materi Kingdom Animalia menggunakan four-tier multiple choice diagnostic test dan mendeskripsikan faktor penyebab miskonsepsi peserta didik pada materi Animalia. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif evaluatif dengan menggunakan instrumen tes diagnostik 4 tingkat untuk mendapatkan profil miskonsepsi dan wawancara peserta didik untuk mengetahui sumber miskonsepsi. Pengumpulan data dilakukan secara daring dengan instrumen tes dalam bentuk google form. Sasaran penelitian ini adalah peserta didik SMAN 1 Gresik kelas XI MIPA 4 sebanyak 36 peserta didik. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa terjadi miskonsepsi sebesar 33,82% pada materi Kingdom Animalia. Miskonsepsi paling tinggi terjadi pada konsep Amphibi dan konsep lapisan tubuh hewan dengan persentase 55,56% pada masing-masing konsep, sementara itu miskonsepsi terrendah terdapat pada konsep Pisces yakni sejumlah 13,89%. Faktor yang menyebabkan miskonsepsi adalah kesalahan peserta didik dalam menggeneralisasikan konsep-konsep pada materi Animalia, guru yang memiliki keterbatasan waktu dalam mengajar sehingga terdapat penjelasan yang kurang mendetail, cara mengajar dengan metode ceramah, buku ajar yang belum dilengakapi contoh gambar pada sub-bab tertentu, dan konteks yang dapat disebabkan oleh diskusi materi dengan teman sebaya. Strategi dan media pembelajaran yang menarik perlu diterapkan untuk mereduksi miskonsepsi peserta didik pada materi Animalia. Kata Kunci: Miskonsepsi, Four-Tier Test, Kingdom Animalia.
Pengembangan E-Book Berbasis STEM Pada Materi Ekosistem untuk Melatihkan Kemampuan Literasi Sains Siswa Nadia Andaresta; Fida Rachmadiarti
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n3.p635-646

Abstract

Pada abad 21 media pembelajaran dituntut berbasis teknologi untuk meningkatkan mutu pembelajaran, salah satu upaya yang dilakukan yaitu membuat buku yang disajikan dalam bentuk elektronik atau dikenal dengan Electronic Book (E-book). Pendekatan belajar STEM di dalamnya mencakup pembelajaran yang diajarkan bertumpu pada permasalahan yang muncul di kehidupan sehari-hari, STEM memandu siswa melakukan proses sains dengan melakukan kegiatan eksperimental. Peserta didik dituntut untuk belajar mandiri, dan memiliki kemampuan literasi sains dengan memanfaatkan sumber daya alam untuk menyeimbangkan interaksi makluk hidup, sehingga penting bagi peserta didik memiliki kemampuan literasi sains yang dapat membantu mereka untuk menganalisis dan menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan Science, Technology, Engineering, and Math. Kemampuan Literasi Sains dapat dilatihkan dengan buku ajar yang diterapkan disekolah. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu menghasilkan E-book. E-book berbasis STEM pada materi ekosistem untuk melatihkan kemampuan Literasi Sains siswa yang layak secara teoritis dan empiris. Pengembangan E-book ini menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate), tanpa tahap disseminate serta diuji cobakan terbatas pada 10 peserta didik kelas X IPA SMA di SMAN 1 WARU. Kelayakan teoritis diperoleh dari hasil validasi E-book yang dilakukan oleh dosen ahli materi, dosen ahli Pendidikan, dan guru Biologi SMA menggunakan instrumen validasi. Kelayakan empiris atau kepraktisan diperoleh dari analisis respon peserta didik menggunakan angket respon peserta didik. Data hasil validitas dan kepraktisan penelitian ini dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu E-book berbasis STEM pada materi ekosistem untuk melatihkan kemampuan Literasi Sains siswa yang telah dinyatakan layak secara teoritis dan empiris. Kelayakan teoritis E-book mendapatkan hasil rata-rata persentase 98,92% dengan kategori sangat valid. Kelayakan empiris E-book mendapatkan hasil rata-rata persentase 99,27% dengan kategori sangat positif.Kata Kunci: E-book, STEM (Science, Technology, Engineering, and Math), Ekosistem, Literasi Sains.