Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

DETERMINANT FACTORS OF GENETIC MISCONCEPTION AT 12th GRADE SENIOR HIGH SCHOOL STUDENT IN SAMPANG Nufus, Hayatin; Prastiwi, Muji Sri
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Twelfth grade senior high school students potentially have misconceptions in genetic material. The characteristics of genetic material are difficult to sense and complex, difficult to understand, and have the potential to cause misconceptions. Misconceptions can be caused by student factors, textbooks, contexts, teachers, and learning methods. This study aims to describe the categories of genetic misconceptions in students, to determine the determinant factors that cause the students' genetic misconceptions, and to give solutions in reducing or preventing the genetic misconceptions in students. The research used a mixed-method with sequential explanatory with multiple linear regression analysis on 58 samples of 12th-grade high school students in Sampang. The results of this study were categorization of students' genetic misconceptions percentage from low: moderate: high misconception, were 27.59%: 41.38%: 31.03%. Based on the high and medium categorization of students who have genetic misconceptions, 17.9% of the misconceptions were caused by student factors and learning methods. Student factor (X1) has a significant positive effect on students' genetic misconceptions (Y) with the t value of 2.590. The contribution of students and learning methods to student misconceptions can be written with the equation Misconception = 51.285 + 0.268 Student - 0.256M.Learning. The solution to minimize students' genetic misconceptions is through clinical learning by conducting a misconception test and continued with the 5e learning cycle model learning such as engagement, exploration, explanation, elaboration, and evaluation. The implication of this study is teacher can strategize minimizing student factor in genetic misconception, such as through learning activity in the class. Keyword: determinant factor, misconception, student’s factor, learning method factor, 5e learning
Determinant Factors of Genetic Misconception at 12th Grade Senior High School Student in Sampang Hayatin Nufus; Muji Sri Prastiwi
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n3.p579-587

Abstract

Twelfth grade senior high school students potentially have misconceptions in genetic material. The characteristics of genetic material are difficult to sense and complex, difficult to understand, and have the potential to cause misconceptions. Misconceptions can be caused by student factors, textbooks, contexts, teachers, and learning methods. This study aims to describe the categories of genetic misconceptions in students, to determine the determinant factors that cause the students' genetic misconceptions, and to give solutions in reducing or preventing the genetic misconceptions in students. The research used a mixed-method with sequential explanatory with multiple linear regression analysis on 58 samples of 12th-grade high school students in Sampang. The results of this study were categorization of students' genetic misconceptions percentage from low: moderate: high misconception, were 27.59%: 41.38%: 31.03%. Based on the high and medium categorization of students who have genetic misconceptions, 17.9% of the misconceptions were caused by student factors and learning methods. Student factor (X1) has a significant positive effect on students' genetic misconceptions (Y) with the t value of 2.590. The contribution of students and learning methods to student misconceptions can be written with the equation Misconception = 51.285 + 0.268 Student - 0.256M.Learning. The solution to minimize students' genetic misconceptions is through clinical learning by conducting a misconception test and continued with the 5e learning cycle model learning such as engagement, exploration, explanation, elaboration, and evaluation. The implication of this study is teacher can strategize minimizing student factor in genetic misconception, such as through learning activity in the class. Keyword: determinant factor, misconception, student’s factor, learning method factor, 5e learning
Analisis Faktor Pengaruh Hasil Belajar Siswa Materi Ekologi Sekolah Menengah Atas pada Masa Pandemi Covid-19 Kholif Deigo Praja; Muji Sri Prastiwi
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v11n1.p39-48

Abstract

Pendidikan ekologi penting diberikan untuk membantu siswa menjadi individu yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan bertanggung jawab demi memelihara keseimbangan antara kehidupan dan lingkungan hidup. Hasil belajar materi ekologi merupakan salah satu indikator pencapaian sikap peduli terhadap lingkungan, kemampuan merawat, dan tanggung jawab terhadap kehidupan untuk mencapai perubahan gaya hidup dan perilaku ramah lingkungan. Faktor eksternal dan faktor internal dapat mempengaruhi hasil belajar materi ekologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lingkungan siswa, dan bagaimana cara mengajar guru biologi selama pembelajaran daring dirumah, dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi hasil belajar materi ekologi siswa SMA. Penelitian ini memanfaatkan mix method dengan sequential explanatory dengan analisis regresi linier berganda terhadap 44 sampel siswa SMA kelas X di Kecamatan Jambangan. Penelitian ini menghasilkan kategorisasi hasil belajar kognitif siswa pada materi ekologi secara berturut-turut dari sangat baik: baik: cukup: perlu bimbingan adalah 0%: 2.27%: 13.63%: 84.10%. Berdasarkan kategorisasi hasil belajar kognitif siswa pada materi ekologi, 14.8% dipengaruhi faktor lingkungan dan faktor cara mengajar guru, sedangkan 85.2% oleh faktor selain dalam penelitian. Faktor cara mengajar guru (X2) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa dengan nilai thitung 2.499. Kontribusi faktor lingkungan dan faktor cara mengajar guru dalam hasil belajar dituliskan dengan persamaan Hasil belajar = -5.758 + (-0.413) Lingkungan + 1.117 Cara Mengajar Guru. Simpulan dari penelitian ini adalah faktor cara mengajar guru biologi berpengaruh besar atas perolehan hasil belajar siswa.
Keefektifan Pembelajaran Daring pada Materi Biologi dalam Meningkatkan Literasi Digital Siswa Ervi Ifadah; Muji Sri Prastiwi
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v11n1.p228-239

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu menguji keefektifan pembelajaran daring dengan menggunakan learning management system (Google Classroom) dan media sosial (Whatsapp) pada materi Biologi untuk meningkatkan literasi digital siswa selama pembelajaran jarak jauh masa pandemi Covid-19. Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang menggunakan media teknologi dan jaringan. Pembelajaran daring dapat berpengaruh terhadap literasi digital siswa karena kegiatan berorientasi literasi digital dengan tujuan membiasakan siswa dalam menggunakan teknologi dan jaringan terhadap literasi digital. Literasi digital yaitu kemampuan dalam mengakses, mengelola, mengevaluasi, dan membuat informasi baru menggunakan media digital. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Sidayu dengan jumlah partisipan 30 siswa untuk kelas 11 MIPA 4 dan kelas 11 MIPA 5. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu penggabungan metode kuantitatif dan kualitatif secara berurutan (Sequential explanatory). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Terdapat perbedaan literasi digital sebelum dan sesudah pembelajaran daring dengam Google Classroom, 2) Terdapat perbedaan literasi digital sebelum dan sesudah pembelajaran daring dengam Whatsapp, 3) Tidak terdapat perbedaan literasi digital antara pembelajaran daring menggunakan Google Classroom dan Whatsapp, 4) Siswa memiliki kesadaran literasi digital setelah pembelajaran daring, 5) Pembelajaran daring dengan Google Classroom mendapat respon positif dari siswa karena dapat membantu memudahkan kegiatan pembelajaran, dan pembelajaran dengan Whatsapp mendapat respon positif dan negatif karena kegiatan pembelajaaran yang menarik namun komunikasi yang kurang efektif. Kesimpulannya yaitu pembelajaran daring pada materi Biologi baik menggunakan Google Classroom maupun Whatsapp dapat meningkatkan literasi digital siswa.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUGMENTED REALITY Ahmad Bashri; Rinie Pratiwi Puspitawati; Muji Sri Prastiwi
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2022): Vol.7, No.2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abdi.v7i2.17111

Abstract

The development of learning media is absolutely done by teachers in schools. Learning media is a tool or means used to convey messages of learning material from educators to students. The development of learning media is growing rapidly along with technological developments. This acceleration is further spurred by the demands of online learning during the COVID-19 pandemic. One of the appropriate learning media to facilitate the delivery of subject matter is digital augmented reality-based media. Now this media is in line with the implementation of the Society 5.0 era, where this concept is human-centered and technology-based. However, it is necessary to sort out the types of learning materials that are suitable for augmented reality media, namely materials that are difficult to do when social restrictions occur and can still be contextualized through these media. The application of augmented reality-based media is very much needed in educational institutions under the pesantren environment, one of which is SMA Assa'adah under the management of the Pondok Pesantren (Islamic Boarding School) of Qomaruddin, Bungah Gresik. The targets and products to be achieved are: 1) Develop school programs in the development of augmented reality-based learning media for subject matter, 2) Develop student worksheet and evaluation instruments related to augmented reality learning media, and 3) find out partner responses during the implementation of learning media based augmented reality. The method in this activity is divided into three phases. The first phase is the preparation phase. At this stage, the preparation of materials, instruments and examples of assessments that will be used during the implementation of activities through Focus Group Discussion (FGD) between partners and the Unesa team will be carried out. The second phase is the implementation of activities that will be carried out through providing information, modeling, practice by participants to use AR media, and compiling student worksheet. In the third phase, a workshop on the preparation of evaluation instruments was carried out and continued with evaluation and feedback on things that were necessary in implementation activities. The results of the activity show that 1) institutional school partners have prepared plans for developing AR-based learning media for a five-year period, 2) teacher partners have been able to develop student worksheet by utilizing augmented reality-based media; and 3) partners have responded very well to the implementation of augmented reality-based learning media with the Unesa mentoring team. Keywords: Learning media, augmented reality
PENGARUH PENGGUNAAN PLATFORM RUMAH BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA kifa laxmi putri wananda; Muji Sri Prastiwi
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v12n1.p122-130

Abstract

Platform Rumah Belajar dikembangkan dan dibuat oleh Kemendikbud sejak tahun 2011 untuk memfasilitasi pembelajaran siswa yang berfungsi meningkatkan kemandirian belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan platform Rumah Belajar terhadap kemandirian belajar siswa. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Sampel penelitian ini berjumlah 67 siswa SMA dengan kriteria pernah menggunakan platform Rumah Belajar untuk pembelajaran biologi. Kemandirian siswa dapat diukur dengan melakukan uji regresi sederhana melalui software SPSS untuk mengetahui pengaruh antar dua variabel penelitian. Hasil penelitian ini diketahui bahwa platform Rumah Belajar berpengaruh terhadap kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran biologi sebesar 23,1%. Pengaruh tersebut dikarenakan interface platform yang mudah, fitur video animasi biologi dan bank soal mempermudah kegiatan pembelajaran sehingga siswa mudah memahami berbagai materi biologi seperti virus, genetika, sistem pencernaan manusia, sistem reproduksi dan lain sebagainya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa platform Rumah Belajar memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemandirian belajar siswa pada pembelajaran biologi.
Evaluation of Online Biology Learning in Indonesia Based on The Technology Acceptance Model (TAM) Marini Alif Afifa; Muji Sri Prastiwi
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v12n2.p484-495

Abstract

This research aims to evaluate online biology learning in Indonesia based on the technology acceptance model (TAM), which includes ease, usefulness, attitude, and intention to use technology. This research was interpreted in descriptive quantitative using a survey method with the research sample of biology teachers and high school students throughout Indonesia who had done online biology learning. The results show that biology teachers and high school students agree that online biology learning with the Learning Management System using Google Classroom, social media using WhatsApp, and video conference using Zoom Meetings is easy to use and has beneficial functions for users in online learning. Online biology learning using Google Classroom, WhatsApp, and Zoom meetings is acceptable and suitable as software for learning biology.
Pengaruh Cooperative Learning Tipe Think Pair and Share (CL-TPS) Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Perubahan Lingkungan Obet Kusuma Wardana; Muji Sri Prastiwi
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v12n2.p564-574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Cooperative Learning tipe Think Pair and Share terhadap hasil belajar biologi siswa pada materi perubahan lingkungan. Model Pembelajaran CL-TPS ialah model pembelajaran yang terdiri dari gabungan kelompok kecil dimana siswa diberikan waktu untuk berpikir dan merespons pertanyaan dan menumbuhkan sifat membantu satu sama lain dalam mengemukakan pendapat dan berinteraksi dengan teman sebaya yang berdampak terhadap peningkatan hasil belajarnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah Mixed method sequential exploratory merupakan penggabungan dari pendekatan kualitatif dilanjutkan dengan pendekatan kuantitatif secara terstruktur. Penelitian ini dilakukan di SMA Al-Islam Shafta Surabaya dengan jumlah partisipan 21 siswa pada kelas X MIPA 1. Instrumen yang digunakan pada penelitian berupa tes hasil belajar yang terdiri dari pre-test dan post-tes , lembar pengamatan dan angket respon. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode tes dan metode observasi. Analsisi data pada penelitian ini menggunakan n-gain score dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan nilai sesudah pembelajaran CL-TPS. Hal ini ditandai dengan perolehan n-gain siswa sebesar 76,19% dengan kategori bagus dan ketuntasan belajar siswa sebesar 86%. CL-TPS berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hal ini disebabkan model CL-TPS menjadikan siswa aktif dalam berfikir yang akan berdampak terhadap hasil belajar siswa.
KEPRAKTISAN MEDIA PEMBELAJARAN GAMIFIKASI MATERI LIMBAH (MEGALI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Widianto, Agil Tri; Prastiwi, Muji Sri
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v4i2.1261

Abstract

Penggunaan media pembelajaran yang tepat dan berguna dapat sangat penting untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Perubahan tingkah laku atau pengetahuan yang terjadi setelah proses belajar disebut hasil belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran yang bermanfaat untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan model ADDIE dan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Kepraktisan media pembelajaran yang dikembangkan diukur dilihat berdasarkan hasil angket respon siswa setelah menggunakan media pembelajaran dan menggunakan lembar keterlaksanaan aktivitas siswa selama menggunakan media pembelajaran gamifikikasi dasar yang diamati oleh tiga orang pengamat. Kepraktisan media pembelajaran gamifikasi limbah terbukti sangat praktis sebagai media belajar siswa. Hal ini terbukti dari hasil keterlaksanaan aktivitas siswa yang mencapai rerata 98,83% dan hasil angket respon siswa setelah pembelajaran yang mencapai rata-rata 98,49% dalam kategori sangat praktis.
Validitas Media Pembelajaran Gamifikasi Materi Limbah (MEGALI) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Widianto, Agil Tri; Prastiwi, Muji Sri
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v13n3.p645-654

Abstract

Pendidikan di era digital perlu adanya adaptasi dari kurikulum dan metode inovatif, terutama media pembelajaran. Salah satu pendekatan yang diperkenalkan untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa adalah gamifikasi, yaitu penerapan unsur permainan dalam kegiatan belajar mengajar. Hasil belajar adalah perubahan sikap, pengetahuan, dan keterampilan pada diri seseorang yang dapat diamati dan diukur. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran gamifikasi materi limbah yang valid untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan model pengembangan ADDIE. Validasi media menilai 8 komponen yaitu kualitas grafik, kualitas program, kualitas fisik, kualitas fitur, kualitas bahasa, elemen gamifikasi, isi materi jenis limbah, dan isi materi penanganan limbah yang dinilai oleh ahli materi, ahli media, dan guru biologi. Hasil penilaian validasi menghasilkan nilai kevalidan sebesar 95,98% dengan kategori sangat valid. Hal ini menunjukan bahwa media pembelajaran gamifikasi secara efektif mampu meningkatkan hasil belajar siswa sebagai alat pembelajaran.