cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
LenteraBio
ISSN : 22523979     EISSN : 26857871     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
ISOLASI DAN KARAKTERISASI RHIZOBAKTERI PADA AKAR RHIZOPORA MUCRONATA YANG TERPAPAR LOGAM BERAT TIMBAL (PB) AMINULLAH,
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas manusia yang meningkat dalam memanfaatkan kawasan pesisir menghasilkan limbah bahan pencemar yang dapat mengganggu keberadaan ekosistem mangrove yang ada di muara sungai. Salah satu logam berat yang banyak mencemari air sungai adalah timbal (Pb). Rhizopora mucronata merupakan salah satu tumbuhan mangrove yang tumbuh pada lingkungan muara dan tepi pantai serta merupakan salah satu media alternatif proses biofiltrasi. Kemampuan mangrove dalam mengabsorbsi logam berat selain karena membentuk fitokhelatin juga karena bersimbiosis dengan rhizobakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat rhizobakteri yang terdapat pada akar R. mucronata yang terpapar logam berat Pb serta untuk mendeskripsikan karakteristik rhizobakteri yang diperoleh. Sampel berupa akar R. mucronata yang diambil dari kawasan hutan mangrove Wonorejo Surabaya. Isolasi bakteri dilakukan dengan melakukan skrining isolat rhizobakteri menggunakan media NA yang ditambahkan dengan 5 ppm, 10 ppm dan 15 ppm logam berat Pb. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa 3 isolat bakteri yaitu AR1, AR2 dan AR3  mampu tumbuh pada media NA yang telah ditambahkan logam Pb. Isolat AR2 dan AR3 mampu tumbuh pada media NA dengan kadar Pb 10 ppm, sedangkan isolat AR1 mampu tumbuh dengan kadar Pb 15 ppm sehingga ketiga isolat dikategorikan sebagai isolat rhizobakteri yang resisten terhadap Pb karena mampu tumbuh pada kadar Pb ≥ 5 ppm. Ketiga isolat tersebut juga dikarakterisasi berdasarkan karakteristik morfologi koloni, morfologi sel, fisiologi dan biokimia.   Kata kunci: isolasi; karakterisasi; rhizobakteri; logam Pb; Rhizopora mucronata
UJI BIOAKTIVITAS FILTRAT RIMPANG JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE) TERHADAP TINGKAT MORTALITAS DAN PENGHAMBATAN AKTIVITAS MAKAN LARVA PLUTELLA XYLOSTELLA SECARA IN-VITRO HIDAYATUL ASFI, SHOHIB
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plutella xylostella merupakan hama utama tanaman anggota Brassicaceae, yang menjadi faktor penyebab menurunnya hasil produksi. Alternatif pengendalian hama ini adalah dengan menggunakan senyawa aktif pada tanaman jahe merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh pemberian filtrat rimpang jahe merah (Zingiber officinale) terhadap mortalitas larva Plutella xilostella. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 1 faktor perlakuan yaitu konsentrasi filtrat rimpang jahe merah. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan yaitu kontrol, konsentrasi 10%, 15%, dan 20%, dengan tiap perlakuan diberikan 10 ekor larva. Data mortalitas dan penghambatan aktivitas makan dianalisis dengan Analisis Varians (ANAVA) satu arah dan dilanjutkan dengan menggunakan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian filtrat rimpang jahe merah berpengaruh terhadap tingkat mortalitas dan penghambatan aktivitas makan larva Plutella xylostella. Perlakuan terbaik terdapat pada konsentrasi 20%, dengan tingkat mortalitas sebesar 94% dan tingkat penghambatan aktivitas makan larva sebesar  55%.   Kata kunci: Bioaktivitas; rimpang jahe merah; mortalitas; anti-feedant; Plutella xylostella.
PEMANFAATAN ARANG AKTIF LIMBAH KULIT KACANG KEDELAI (GLYCINE MAX) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LIMBAH CAIR TAHU SEDYANING LARAS, NASTITI
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair tahu mengandung banyak bahan-bahan organik seperti protein 40-60%, karbohidrat 25-50% dan lemak 10% dan bersifat asam yang dapat menurunkan kualitas air pada badan air yang menerima apabila langsung dibuang pada perairan. Beberapa parameter yang dapat digunakan untuk menentukan kualitas air adalah kadar COD, BOD, dan pH. Arang aktif dapat digunakan sebagai adsorben dalam meningkatkan kualitas limbah cair tahu sebelum dibuang pada perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan berat arang aktif limbah kulit kacang kedelai dalam meningkatkan kualitas limbah cair tahu meliputi penurunan kadar COD, BOD, dan kenaikan pH. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan yaitu perbedaan berat 1 g, 2 g, dan 3 g dan kontrol dengan lama waktu kontak 50 menit. Penelitian dilakukan dengan 6 kali pengulangan. Parameter dalam penelitian ini meliputi penurunan kadar COD, BOD, dan kenaikan pH pada limbah cair tahu. Data dianalisis dengan analisis varian satu arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan kadar COD dan BOD serta naiknya nilai pH pada limbah cair tahu dengan penggunaan berbagai berat arang aktif limbah kulit kacang kedelai. Penurunan yang terbaik terdapat pada berat arang 3 g yaitu sebesar 3260 mg/l (62,09%) pada COD, 768 mg/l (82,59%) pada BOD, dan 5,3 (23,25%) pada pH limbah cair tahu.   Kata kunci: kualitas limbah cair tahu; limbah kulit kacang kedelai; arang aktif
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BERBAGAI KONSENTRASI PERASAN BUAH BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILLIMBI) TERHADAP KADAR PB SAWI HIJAU (BRASSICA JUNCEA) GADING PRASOJO, ARISMA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawi hijau (Brassica juncea) merupakan tanaman yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan merupakan hiperakumulator logam berat timbal (Pb). Rata-rata kandungan logam pada sawi hijau yang ditanam di Surabaya sebesar 2,113 ppm sehingga berbahaya untuk dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh berbagai teknik pengolahan dan perbedaan konsentrasi perasan buah belimbing wuluh terhadap konsentrasi logam Pb pada daun tanaman sawi hijau. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan yaitu teknik pengolahan dan perbedaan konsentrasi perasan buah belimbing wuluh. Teknik pengolahan yang digunakan adalah perebusan (KO), perendaman dengan konsentrasi air perasan buah belimbing wuluh 50% (AKI)  dan 100% (AKII), serta kombinasi perebusan dan perendaman dengan konsentrasi air perasan buah belimbing wuluh 50% (BKI)  dan 100% (BKII)  dengan enam kali pengulangan. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai kandungan logam berat Pb pada tanaman sawi hijau sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis menggunakan ANAVA dua arah dilanjutkan uji Duncan. Hasil yang diperoleh berupa data akhir kandungan Pb setelah perlakuan dengan rerata 1.480 ppm (KO); 1.201 ppm (AKI); 1.041 ppm (AKII); 0.806 ppm (BKI); 0.053 ppm (BKII). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi air perasan buah belimbing wuluh, perebusan, serta kombinasinya berpengaruh terhadap konsentrasi Pb pada tanaman Sawi hijau. Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah perlakuan kombinasi perebusan dan perendaman dengan konsentrasi air perasan buah belimbing wuluh 100% (BKII) yang mampu menurunkan kandungan Pb hingga 2,058 ppm (97,69%).   Kata kunci: Averrhoa billimbi; Brassica juncea; konsentrasi; logam berat; Pb (timbal)
IDENTIFIKASI EKTOPARASIT DAN ENDOPARASIT PADA BURUNG KENARI (SERINUS CANARIA) DI PENANGKARAN INDAH FIKRIYAH, LAILI
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Burung kenari (Serinus canaria) memiliki warna bulu yang menarik, serta suaranya merdu sehingga banyak ditangkarkan untuk memenuhi permintaan pasar. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menunjang penangkaran adalah pemeriksaan parasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis ektoparasit dan endoparasit pada burung kenari yang ditangkarkan serta menghitung tingkat serangannya. Sampel burung kenari diambil secara acak dari penangkaran Sawunggaling-Sidoarjo sebanyak 30 ekor. Metode pemeriksaan ektoparasit menggunakan metode penyisiran pada tubuh burung kenari, sedangkan pemeriksaan endoparasit menggunakan medote natif dan sedimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ektoparasit yang menyerang burung kenari adalah tungau Proterothrix alcippeae dengan tingkat serangan 83,7 individu/ekor, serta endoparasit pada burung kenari adalah Prosthogonimus  sp. (0,333 individu/ekor), protozoa Blastocystis hominis    (12,8 individu/ekor) kista Giardia pssitacy (0,333 individu/ekor), ookista Eimeria necatrix    (0,33 individu/ekor), kista Eimeria acervulina (0,333 individu/ekor).   Kata kunci: ektoparasit, endoparasit, kenari, penangkaran burung
KEEFEKTIFAN METODE ISOLASI DNA KIT DAN CTAB/NACL YANG DIMODIFIKASI PADA STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN SHIGELLA DYSENTRIAE TYAS FITRIYA, RIYA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan keefektifan metode isolasi DNA bakteri Staphylococcus aureus dan bakteri Shigella dysentriae menggunakan metode QIAamp DNA Mini Kit yang dimodifikasi dan CTAB/NaCl yang dimodifikasi dengan parameter hasil berupa konsentrasi dan tingkat kemurnian sampel DNA. Modifikasi dilakukan dengan mengganti Proteinase K dengan amonium asetat. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode CTAB/NaCl yang dimodifikasi lebih efektif daripada metode QIAamp DNA Mini Kit yang dimodifikasi. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif berupa konsentrasi dan tingkat kemurnian sampel DNA dan data semi kualitatif berupa visualisasi pita DNA. Konsentrasi dan tingkat kemurnian yang tinggi diperoleh pada sampel DNA hasil metode CTAB/NaCl yang dimodifikasi sebesar 2140,7 ng/µl pada S. aureusdengan tingkat kemurnian (A260/280) sebesar 2,10 dan (A260/230) sebesar 2,28 dan konsentrasi sebesar 988,6 ng/µl pada S. dysentriae dengan tingkat kemurnian (A260/280) sebesar 1,81 dan (A260/230) sebesar 2,10. Konsentrasi dan tingkat kemurnian yang diperoleh pada sampel DNA kedua bakteri uji hasil metode QIAamp DNA Mini Kit yang dimodifikasi rendah yaitu sebesar 1,0 ng/µl pada S. aureus dengan tingkat kemurnian (A260/280) sebesar 1,49 dan (A260/230) sebesar 2,01 dan konsentrasi sebesar 3,8 ng/µl pada S. dysentriae dengan tingkat kemurnian (A260/280) sebesar 2,73 dan (A260/230) sebesar 0,27. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode CTAB/NaCl yang dimodifikasi lebih efektif daripada metode QIAamp DNA Mini Kit yang dimodifikasi.   Kata Kunci: metode CTAB/NaCl; metode QIAamp DNA Mini Kit; modifikasi; Staphylococcus aureus; Shigella dysentriae
APLIKASI EKSTRAK HERBA SELEDRI (APIUM GRAVEOLENS) TERHADAP PERSEBARAN JAMUR CAPNODIUM CITRI PENYEBAB PENYAKIT EMBUN JELAGA PADA BERBAGAI TANAMAN JERUK AINUL LABIB, MUHAMMAD
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini, aktivitas antifungi dari seledri telah diselidiki melalui penggunaan biofungisida dari ekstrak herba seledri terhadap persebaran penyakit embun jelaga pada berbagai jenis tanaman jeruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari ekstrak herba seledri terhadap persebaran penyakit embun jelaga dilihat dari penurunan nilai intensitas penyakit embun jelaga pada tanaman jeruk varietas keprok batu 55, keprok terigas dan pamelo. Penelitian ini menggunakan RAK dengan perlakuan konsentrasi ekstrak herba seledri yang terdiri atas 4 seri konsentrasi yaitu, 27%, 30%, 33%, dan 0%. Data nilai intensitas serangan penyakit embun jelaga dianalisis menggunakan uji Anava satu arah untuk menentukan seberapa jauh pengaruh dari variabel manipulasi yang diberikan terhadap variabel terikat pada masing-masing varietas tanaman jeruk, kemudian dilanjutkan pada uji Duncan dengan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak herba seledri mampu mengurangi nilai intensitas penyakit embun jelaga pada tanaman jeruk keprok batu 55, keprok terigas dan pamelo serta ekstrak herba seledri dengan konsentrasi 33% merupakan konsentrasi yang dapat menurunkan persentase nilai intensitas penyakit embun jelaga tertinggi hingga mencapai 82,3%.    Kata Kunci: Ekstrak herba seledri; persebaran penyakit embun jelaga; Capnodium citri; tanaman jeruk
PENGARUH PENAMBAHAN BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS UNDATUS) TERHADAP KUALITAS VIRGIN COCONUT OIL RIZQI RACHMAWATI, RIA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi kelapa di Indonesia cukup banyak namun masih belum banyak dipasarkan dalam bentuk kelapa olahan misalnya dalam bentuk Virgin Coconut Oil (VCO) yang memiliki nilai jual tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh penambahan buah naga merah (Hylocereus undatus) pada berbagai konsentrasi terhadap produksi VCO dan mendeskripsikan sifat fisikokimia VCO yang ditambah dengan buah naga merah (Hylocereus undatus) pada konsentrasi optimum terhadap kualitas VCO. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan 4 konsentrasi buah naga merah (Hylocereus undatus) yaitu 30%, 40%, 50%,  dan 60%. Data yang diperoleh berupa produksi Virgin Coconut Oil dan kualitas VCO parameter yang diuji berupa sifat fisikokimia meliputi massa jenis, persentase asam lemak bebas, kadar air, bilangan penyabunan, dan bilangan peroksida dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi 50% menghasilkan produksi VCO tertinggi, sedangkan hasil uji sifat fisikokimia rata-rata nilai bobot jenis sebesar 0,91 g/ml, rata-rata nilai bilangan penyabunan sebesar 259,65 mgKOH/g, rata-rata nilai bilangan asam sebesar 0,5%, rata-rata nilai kadar air sebesar 0,05%, dan rata-rata nilai bilangan peroksida sebesar 2,4 mek/kg sesuai dengan standar Asian Pacific Coconut Comunity (APCC).   Kata kunci: kelapa; buah naga merah (Hylocereus undatus); sifat fisikokimia; kualitas VCO
KEANEKARAGAMAN PLANKTON DAN KUALITAS AIR KALI SURABAYA OKTAVIA, NIKE
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kali Surabaya merupakan daerah aliran sungai yang mengalir dari Mlirip, Mojokerto sampai Wonokromo, Surabaya. Aktivitas masyarakat serta kegiatan pertanian dan industri di sekitar Kali Surabaya memberikan dampak yang besar terhadap perubahan kualitas air Kali Surabaya. Salah satu penilaian kualitas perairan secara biologis ialah berdasarkan indeks keanekaragaman plankton. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui keanekaragaman plankton dan hubungan keanekaragaman plankton dengan kualitas air di Kali Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional. Pengambilan sampel dilakukan di Kali Surabaya yang berjarak 42 km dengan 6 stasiun penelitian dimulai dari Jetis, Mojokerto sampai Wonokromo, Surabaya. Identifikasi plankton dilakukan di Laboratorium Ekologi Jurusan Biologi Universitas Negeri Surabaya. Keanekaragaman plankton dihitung dengan indeks keanekaragaman Shannon-Weaner. Data jumlah plankton, keanekaragaman plankton, dan kualitas perairan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kali Surabaya ditemukan fitoplankton yang terdiri dari 43 spesies dan zooplankton yang terdiri dari 9 spesies. Kriteria keanekaragaman plankton di Kali Surabaya tergolong dalam kisaran rendah sampai sedang. Hal ini dipengaruhi oleh kualitas perairan Kali Surabaya yang tergolong dalam kriteria kualitas perairan dengan kisaran baik sampai sangat baik.   Kata Kunci: Indeks keanekaragaman plankton; kualitas air; Kali Surabaya
PENYERAPAN KARBON DIOKSIDA PADA TANAMAN HUTAN KOTA DI SURABAYA SUKMAWATI, TRIA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karbon dioksida merupakan salah satu penyebab utama efek rumah kaca dengan perkiraan 50% tertimbun di atmosfer. Kemampuan tanaman dalam menyerap CO2 berlangsung pada proses fotosintesis dengan peranan stomata yang memungkinkan masuknya CO2 pada tanaman. Pemilihan tanaman yang tepat di taman kota dapat mengurangi kadar CO2 yang tinggi di udara. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan jenis tanaman yang paling efektif dalam penyerapan CO2. Penelitian ini merupakan penelitian observasional. Sampel yang diambil berasal dari Taman Flora Bratang, taman di Bundaran Waru dan Kebun Bibit Wonorejo, Surabaya yang meliputi Polyalthea longifolia, Pterocarpus indicus, dan Cebera manghas. Parameter yang diukur adalah kadar serapan karbon dioksida dan jumlah stomata. Pengukuran serapan CO2 dilakukan dengan metode karbohidrat selanjutnya dikonversikan ke massa CO2. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa serapan CO2 tertinggi didapatkan pada tanaman bintaro dengan jumlah serapan CO2 sebesar 7,661 mg/50ml, sehingga bintaro merupakan tanaman yang paling efektif menyerap CO2.   Kata kunci : Pencemaran udara; serapan karbon dioksida; tanaman hutan kota