cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
LenteraBio
ISSN : 22523979     EISSN : 26857871     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN DAN BIJI JARAK PAGAR (JATROPHA CURCAS) SEBAGAI ANTIBAKTERI XANTHOMONAS CAMPESTRIS PENYEBAB PENYAKIT BUSUK HITAM PADA TANAMAN KUBIS DITA PRATAMA, RYAN
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Xanthomonas campestris adalah bakteri Gram negatif yang mengakibatkan penyakit busuk hitam pada tanaman kubis. Pengendalian penyakit ini biasanya menggunakan pestisida sintetik, namun pestisida ini berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh sebab itu diperlukan pengendalian yang bersifat ramah lingkungan dan aman dengan menggunakan ekstrak daun dan biji jarak pagar (Jatropha curcas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun dan biji jarak pagar dan untuk mengetahui konsentrasi optimal ekstrak daun dan biji jarak pagar dalam menghambat pertumbuhan bakteri Xanthomonas campestris secara in vitro. Rancangan penelitian menggunakan RAL dengan 5 variasi konsentrasi pada masing-masing ekstrak daun dan biji jarak pagar, yaitu 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%, serta kontrol positif kloramfenikol 5% dan kontrol negatif (akuades) dengan masing masing konsentrasi diulang sebanyak dua kali. Aktivitas antibakteri diuji dengan menggunakan metode difusi sumuran. Hasil yang didapat berupa diameter zona hambat yang dianalisis statistik menggunakan one way ANOVA dan dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun dan biji jarak dapat menghambat pertumbuhan bakteri Xanthomona scampestris. Perlakuan ekstrak daun jarak pagar dengan konsentrasi 100% dan ekstrak biji jarak pagar dengan konsentrasi 100% paling optimal dalam menghambat bakteri Xanthomonas campestris dengan diameter sebesar 13,05 ± 0,21 mm, dan  6,50 ± 0,28 mm.   Kata kunci: ekstrak daun jarak pagar, ekstrak biji jarak pagar, Xanthomonas campestris
IDENTIFIKASI CACING ENDOPARASIT PADA FESES AYAM PEDAGING DAN AYAM PETELUR PUTRA PRADANA, DAVID
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 2 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang dapat menurunkan produktivitas ayam adalah infeksi endoparasit. Tujuan  penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis cacing endoparasit yang menginfeksi saluran pencernaan ayam pedaging dan ayam petelur serta menghitung tingkat kehadiran endoparasit pada feses ayam pedaging dan ayam petelur. Sampel ayam pedaging dan petelur diambil secara acak, masing-masing 25 ekor dari peternakan. Sampel feses diambil masing-masing sebanyak kurang lebih tiga gram dengan ulangan tiga kali. Sampel diperiksa dengan metode natif dan metode sedimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa endoparasit yang ditemukan pada ayam petelur yaitu Strongyloides avium berupa telur dan cacing, Ascaridia galli, Heterakis gallinarum, Davainea proglottina, Trichostrongylus tenuis berupa telur, dan terdapat juga protozoa Eimeria sp, dengan frekuensi kehadiran pada ayam petelur yaitu berturut-turut sebesar 28%, 60%, 32%, 12%, 8%, 32%. Di pihak lain pada ayam pedaging ditemukan endoparasit protozoa yaitu Eimeria sp dengan frekuensi kehadiran sebesar 36%.        Kata Kunci: cacing endoparasit; feses; ayam pedaging; ayam petelur
POTENSI ISOLAT BAKTERI ENDOFIT DARI AKAR TANAMAN UBI JALAR (IPOMOEA BATATAS) DALAM PENAMBATAN NITROGEN VIONITA, YAYANG
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 2 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri endofit diazotrof merupakan mikroorganisme yang hidup di dalam jaringan tanaman dan membantu proses fiksasi nitrogen secara biologi sehingga diperoleh akumulasi amonium yang akan dimanfaatkan oleh tanaman inang. Empat isolat bakteri endofit telah diisolasi dari akar tanaman ubi jalar (Ipomoea batatas) varietas Papua Patippi, yaitu isolat A1, B1, B2, dan B3. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan potensi isolat bakteri tersebut dalam penambatan nitrogen dan untuk mendeskripsikan isolat yang paling potensial dalam penambatan nitrogen. Isolat bakteri diremajakan dalam media Nitrat Mineral Salts (NMS) agar, kemudian diinokulasikan ke dalam media NMS cair dan diinkubasi pada suhu ruang (25-30°C) selama enam hari. Setiap hari dilakukan penghitungan jumlah sel bakteri endofit menggunakan haemositometer dan penghitungan akumulasi amonium menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 410 nm. Data akumulasi amonium dan jumlah sel bakteri endofit dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa isolat bakteri endofit A1, B1, B2, dan B3 memiliki kemampuan dalam akumulasi amonium yang ditunjukkan dengan peningkatan nilai akumulasi amonium. Isolat B3 merupakan isolat yang paling potensial dalam penambatan nitrogen, karena memiliki nilai akumulasi yang stabil selama 6 hari masa inkubasi.   Kata kunci: bakteri endofit; akar ubi jalar; penambatan nitrogen; akumulasi amonium
PENGARUH EKSTRAK DAUN BINTARO (CERBERA ODOLLAM) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK AEDES AEGYPTI DEWI KRISTIANA, IKA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 2 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aedes aegypti merupakan vektor penyakit arbovirus yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan penderita meninggal dalam waktu hanya beberapa hari. Salah satu alternatif pengendalian vektor adalah dengan menggunakan biolarvasida dari daun bintaro, karena pada daun bintaro mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, steroid, saponin dan tannin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh ekstrak daun bintaro terhadap mortalitas larva nyamuk Ae.aegypti,  serta menentukan konsentrasi optimal ekstrak daun bintaro yang dapat menyebabkan mortalitas larva nyamuk Ae. aegypti. Penelitian bersifat eksperimental laboratorium menggunakan rancangan acak lengkap. Dengan perlakuan berupa ekstrak daun bintaro dengan konsentrasi 0,4%; 0,6%; 0,8% dan 1,0% serta 0% sebagai kontrol. Pengulangan dilakukan sebanyak 4 kali dengan tiap unit perlakuan berisi 20 larva Ae.aegypti. Pengamatan mortalitas dilakukan setiap 24 jam selama 3 hari kemudian data dianalisis menggunakan One Way Anova untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun bintaro terhadap mortalitas, Uji Tukey (BNJ) untuk mengetahui adanya beda nyata, dan Probit untuk menentukan LC50 dan LC90. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun bintaro berpengaruh secara nyata terhadap mortalitas larva Ae.aegypti baik pada 24, 48 maupun 72 jam setelah perlakuan. LC50 dan LC90, yaitu: 0,660% dan 1,338% pada 24 jam setelah perlakuan; 0,572% dan 1,130% pada 48 jam setelah perlakuan; 0,439% dan 0,998% pada 72 jam setelah perlakuan. Konsentrasi optimal ekstrak daun bintaro adalah sebesar 1,0% yang dapat menyebabkan mortalitas larva nyamuk Ae. aegypti dengan rerata mortalitas 85% dalam waktu 24 jam setelah perlakuan.   Kata kunci : Ae. aegypti; ekstrak daun bintaro; mortalitas larva
PENURUNAN LOGAM BERAT TIMBAL (PB) IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICA) KALI SURABAYA MENGGUNAKAN FILTRAT JERUK SIAM (CITRUS NOBILIS) ROHMAH SAPUTRI, MIFTAHUL
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 2 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jeruk siam merupakan buah yang kaya akan asam sitrat. Asam sitrat antara lain bermanfaat dalam menurunkan kadar logam berat. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui fungsi filtrat jeruk siam dalam menurunkan kadar Pb pada ikan nila Kali Surabaya daerah Karah dengan menggunakan berbagai konsentrasi dan lama waktu perendaman. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor perlakuan yaitu variasi konsentrasi (0%, 50%, 75%, 100%) dan lama waktu perendaman (30 menit dan 60 menit). Desain penelitian ini dilakukan dengan 3 kali pengulangan. Data yang diperoleh berupa persentase penurunan kadar Pb pada ikan nila. Data dianalisis dengan analisis dua varian dan untuk mengetahui perlakuan optimal diuji dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan persentase terbesar dalam menurunkan kadar Pb pada ikan nila adalah konsentrasi 100% deteksi waktu 60 menit. Sedangkan perlakuan optimalnya adalah terdapat pada konsentrasi 75% deteksi waktu 30 menit.   Kata kunci: filtrat buah jeruk siam; ikan nila (Oreochromis nilotica); Kali Surabaya; Pb
PEMANFAATAN  LIMBAH TERNAK KAMBING ETAWA SEBAGAI BAHAN PUPUK ORGANIK CAIR UNTUK BUDI DAYA BABY CORN ANJAR SARI, DIAN
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 2 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah mengevaluasi kualitas unsur hara pupuk organik cair (POC) limbah kambing etawa, mendeskripsikan pengaruh berbagai konsentrasi POC terhadap budi daya baby corn, serta menentukan konsentrasi optimal POC terhadap budi daya baby corn. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan empat konsentrasi 2,41 mL/L/polibag; 4,83 mL/L/polibag; 9,66 mL/L/polibag; disetarakan pupuk urea sebagai kontrol dan 0,11 gram urea  yang diulang enam kali. Data meliputi tinggi tanaman, jumlah daun membuka sempurna, jumlah dan berat basah tongkol baby corn. Data dianalisis dengan analisis varian satu arah (ANAVA), dilanjutkan dengan uji Duncan’s untuk mengetahui perbedaan di antara faktor konsentrasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa proses dekomposisi limbah kambing etawa menghasilkan pupuk organik cair dengan kadar unsur hara C organik 6,18%, N 1,047%, P 0,531%, K 0,209%, serta C/N rasio 5,902. Berbagai konsentrasi POC limbah kambing etawa berpengaruh terhadap budi daya baby corn jagung manis. Konsentrasi 9,66 mL/L/polibag POC limbah kambing etawa yang setara 2x konsentrasi urea memberikan hasil terbaik terhadap budi daya baby corn jagung manis.   Kata kunci: limbah kambing etawa; pupuk organik cair; budi daya baby corn jagung manis
KEBERADAAN ARTHROPODA EKTOPARASIT PADA AGAPORNIS FISCHERI DAN HUBUNGANNYA DENGAN FREKUENSI PREENING KARMA, LUSIA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 3 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agapornis fischeri merupakan salah satu anggota lovebird dari genus Agapornis yang berasal dari Afrika dan saat ini banyak dipelihara sebagai hewan peliharaan. Keberadaan ektoparasit merupakan salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi kelangsungan hidup lovebird. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis ektoparasit dan mendeskripsikan hubungan antara frekuensi  preening terhadap intensitas serangan ektoparasit pada lovebird. Sampel burung lovebird diambil secara acak dari peternakan lovebird di Dupak-Surabaya sebanyak 16 ekor. Pengambilan ektoparasit menggunakan metode penyisiran pada tubuh lovebird selanjutnya diidentifikasi. Hubungan antara frekuensi preening dengan intensitas serangan ektoparasit dianalisis menggunakan analisis korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ektoparasit yang menyerang lovebird adalah jenis tungau Dubininia melopsittaci dengan intensitas serangan 15,75 ind/ekor dan tungau Rhytidelasma striata dengan intensitas serangan 6,29 ind/ekor. Prevalensi serangan Dubininia melopsittaci adalah 100%, sedangkan Rhytidelasma striata sebesar 87,5%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara keberadaan ektoparasit keseluruhan total dengan frekuensi preening secara signifikan (p = 0,00 < 0,01) dan memiliki nilai korelasi sebesar 0,94.   Kata kunci: Arthropoda;  ektoparasit; lovebird; frekuensi preening
UJI KETAHANAN LIMA VARIETAS TANAMAN CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUUM) TERHADAP PENYAKIT TULAR TANAH (FUSARIUM OXYSPORUM F.SP CAPSICI) APRISTIN TIARA WANDANI B, SELLY
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 3 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi tanaman cabai merah di Indonesia dipengaruhi oleh penyakit yang menyerang tanaman cabai merah yang disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum f.sp capsici dan varietas tanaman cabai merah. Pemilihan varietas yang unggul meliputi Reskin, Gada, Imperial10, Osaka03, dan Maruti dilakukan untuk mendapatkan varietas yang tahan terhadap serangan Fusarium oxysporum f.sp capsici. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ketahanan lima varietas tanaman cabai merah terhadap tingkat toleransi penyakit Fusarium oxysporum, untuk mendeskripsikan pengaruh dosis Fusarium oxysporum terhadap tingkat toleransi lima varietas tanaman cabai merah dan untuk mendeskripsikan pengaruh kombinasi varietas dan dosis Fusarium oxysporum terhadap tingkat toleransi tanaman cabai merah. Rancangan penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga kali pengulangan. Tanaman cabai merah berumur 14 HST diinfeksi oleh cendawan Fusarium oxysporum dengan dosis 0 g, 10 g, dan 20 g selama 75 HST. Pengamatan dilakukan dengan  memberikan kategori penilaian terhadap ketahanan tanaman dari serangan cendawan, tinggi tanaman 45 HST, dan hasil produksi 75 HST. Data tinggi tanaman dan hasil produksi yang diperoleh dianalisis dengan ANAVA dua arah dan bila terdapat perbedaan yang signifikan maka dilanjutkan uji Duncan. Data tingkat ketahanan tanaman terhadap serangan Fusarium oxysporum dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima varietas tanaman cabai merah memengaruhi tingkat toleransi. Varietas Gada berkriteria tahan, varietas Imperial 10, varietas Osaka03, dan varietas Reskin berkriteria agak tahan, sedangkan varietas Maruti berkriteria rentan. Tidak ada pengaruh dosis Fusarium oxysporum terhadap tingkat toleransi dan tidak ada perbedaan kombinasi varietas dan dosis Fusarium oxysporum terhadap tingkat toleransi   Kata kunci: varietas tanaman Cabai merah; Fusarium oxysporum f.sp capsici; kriteria ketahanan
KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN JENIS BURUNG DI  KAWASAN MANGROVE CENTER TUBAN CHANDRA PARAMITA, ELVIANA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 3 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keanekaragaman dan kelimpahan jenis burung yang ditemukan dalam suatu kawasan mengindikasikan bagaimana keadaan di kawasan tersebut. Setiap jenis burung pada dasarnya memiliki habitat yang berbeda-beda, salah satu habitat burung adalah hutan bakau (mangrove). Kawasan Mangrove Center Tuban merupakan suatu kawasan hutan bakau yang terdapat di Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban Jawa Timur. Lokasi ini merupakan kawasan konservatif, yang berfungsi sebagai kawasan wisata alam dan sebagai pusat pendidikan lingkungan hidup pesisir dan laut di Kabupaten Tuban. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keanekaragaman dan kelimpahan burung di kawasan Mangrove Center Tuban serta mendeskripsikan vegetasi yang mendukung keberadaan burung di kawasan Mangrove Center Tuban. Metode yang digunakan dalam pengamatan ini adalah  metode jelajah yakni dengan menentukan jalur transek dan enam stasiun pengamatan. Burung yang dijumpai sepanjang perjalanan kemudian dicatat berdasarkan ciri morfologi dan dihitung jumlahnya. Pengambilan data dilaksanakan pada pagi hari pukul 04.30-09.00 WIB, siang hari pukul 11.00-14.00 dan sore hari pukul 16.00-18.00 WIB. Data yang didapatkan kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kawasan Mangrove Center Tuban terdapat 33 jenis burung dengan indeks keanekaragaman 2.4  yang tergolong sedang. Terdapat tiga jenis burung yang paling melimpah, yaitu Collocalia esculenta 20,93%, Bubulcus ibis 20,56%., dan Egretta garzetta 13,35%. Selain itu terdapat 12 jenis vegetasi yang paling sering dimanfaatkan oleh burung sebagai tempat bersarang, bertengger, dan mencari makan yaitu Rhizophora mucronata, Bruguiera gymnorrhiza, Pandanus odoratissima, Ceiba pentandra, Hibiscus tiliaceus, Muntingia calabura, Tectona grandis, Calotropis gigantea, Acacia constricta, Acacia auriculiformis,  Manilkara kauki, dan Casuarina equisetifolia.   Kata kunci: keanekaragaman burung; kelimpahan; Mangrove Center Tuban
PEMANFAATAN PUPUK ORGANIK CAIR BERBAHAN BAKU KULIT PISANG, KULIT TELUR DAN GRACILLARIA GIGAS TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KEDELAI VAR ANJASMORO MACHRODANIA,
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 3 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit pisang dan kulit telur adalah salah satu contoh sampah yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik karena mengandung hara yang dibutuhkan tanaman seperti nitrogen, kalium dan fosfor. Unsur hara nitrogen dapat dioptimalkan dengan menambahkan Gracillaria gigas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kadar unsur hara yang terdapat pada pupuk organik berbahan baku kulit pisang, kulit telur dan G. gigas serta mengetahui dosis yang paling optimal terhadap pertumbuhan tanaman kedelai var Anjasmoro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktorial yaitu yaitu dosis pupuk organik cair. Dosis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 5,62 ml/L/polibag; 11,24 ml/L/polibag; 16,86 ml/L/polibag; 22,48 ml/L/polibag dan 0,1 gram urea (kontrol). Parameter yang diamati yaitu pertumbuhan tanaman yang meliputi tinggi, jumlah daun dan biomassa basah tanaman. Data dianalisis dengan menggunakan Anava satu arah dan dilanjutkan dengan menggunakan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan pupuk organik cair dari bahan baku kulit pisang, kulit telur dan G. gigas mengandung unsur hara dengan kadar N  0,89%; P 0,04%; K 1,82% dan rasio C/N sebesar 25. Pemberian pupuk organik cair berbahan baku kulit pisang, kulit telur dan G. gigas berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kedelai dengan parameter tinggi dan jumlah daun, tetapi tidak berpengaruh terhadap biomassa basah tanaman. Dosis yang paling optimal dari penelitian ini yaitu 16,86 ml/L/polibag dan 22,48 ml/L/polibag.   Kata kunci: pupuk organik cair; kulit pisang; kulit telur; Gracillaria gigas; tanaman kedelai