cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
LenteraBio
ISSN : 22523979     EISSN : 26857871     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
KADAR TIMBAL (PB) DAN KEPADATAN POPULASI CERITHIDEA SP. DI PANTAI SELATAN KABUPATEN BANGKALAN MADURA, JAWA TIMUR AGUNG WAHYUDI, RAHMAD
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 3 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai selatan Kabupaten Bangkalan memiliki peranan dalam aktivitas perekonomian seperti transportasi, industri, pariwisata, dan merupakan daerah dekat dengan Kota Surabaya yang merupakan pusat kegiatan perekonomian Jawa Timur. Hal tersebut akan memengaruhi kualitas lingkungan, misalnya akibat pencemaran logam Pb. Cerithidea sp. merupakan salah satu bioindikator yang tepat untuk pencemaran logam timbal Pb karena menghabiskan hidupnya di lingkungan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kepadatan populasi dan hubungan kadar Pb sedimen dan air dengan kadar Pb pada Cerithidea sp. di pantai selatan Kabupaten Bangkalan. Pengamatan dan pengambilan Cerithidea sp., sedimen dan air laut dilakukan ketika air laut dalam keadaan surut di tiga pantai yaitu Pantai Labang, Pantai Kwanyar, dan Pantai Modung. Pada setiap pantai ditentukan empat stasiun yang terdiri atas delapan plot berukuran 1 m2. Kadar logam Pb dianalisis dengan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hubungan kadar logam Pb pada air dan sedimen dengan kadar logam Pb pada Cerithidea sp. dianalisis dengan statistik uji regresi-korelasi. Hasil penelitian menunjukkan kepadatan populasi Cerithidea sp. di pantai selatan Kabupaten Bangkalan rata-rata sebesar 51 individu/m2. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa hubungan antara kadar Pb dalam sedimen dan kadar Pb dalam tubuh Cerithidea sp. tidak signifikan, sedangkan kadar Pb dalam air tidak berhubungan dengan kadar Pb dalam Cerithidea sp. di pantai selatan Kabupaten Bangkalan.   Kata kunci: Cerithidea sp.; kadar Pb; kepadatan populasi; Bangkalan
KEANEKARAGAMAN CENDAWAN MIKORIZA VESIKULAR ARBUSKULAR (MVA) DI HUTAN PANTAI NEPA SAMPANG MADURA BERDASARKAN GRADIEN SALINITAS RANI WANDA, ADEN
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 3 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salinitas menyebabkan tanah menjadi kekurangan air dan unsur hara sehingga dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman. Kondisi tersebut dapat diatasi melalui simbiosis dengan mikroorganisme. Keberadaan mikroorganisme seperti Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) yang bersimbiosis dengan akar tanaman banyak dijumpai di daerah rhizosphere seperti halnya di hutan pantai Nepa, Sampang, Madura. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan status dan keanekaragaman spesies cendawan MVA yang dapat bersimbiosis dengan akar tanaman yang tumbuh pada tanah salin serta untuk menentukan kepadatan spora. Teknik pengambilan sampel tanah dan akar menggunakan metode jalur berdasarkan gradien salinitas, dimana daerah penelitian memiliki kadar salin sebesar 0,07‰ – 0,08‰ yang berpengaruh pada status, keanekaragaman, dan kepadatan spora MVA.  Isolasi MVA dilakukan dengan metode tuang-saring dan dilanjutkan dengan sentrifugasi, kemudian penghitungan kepadatan spora menggunakan sedgewick rafter counting chamber. Data mengenai status, keanekaragaman, dan kepadatan spora MVA dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, MVA di hutan pantai Nepa, Sampang, Madura berstatus sangat tinggi (83% tanaman) dengan kisaran kolonisasi antara 20% - 93%, selain itu keanekaragaman MVA paling tinggi terdapat pada tanaman Acacia sp. yang bersimbiosis dengan 3 spesies yaitu Glomus sp. 2 (28 spora), Sclerocystis sp. (18 spora), dan Gigaspora sp. (6 spora). Adapun kepadatan spora yang dihasilkan berkisar antara 9 – 52 spora/50 g tanah. Tanaman Acacia sp. merupakan tanaman dengan jumlah kepadatan spora paling tinggi yaitu sebesar 52 spora/50 g tanah.   Kata kunci: status MVA; keanekaragaman MVA; gradien salinitas; hutan pantai Nepa Sampang
ANALISIS KADAR LOGAM BERAT PB DAN PERTUMBUHAN TANAMAN PADI DI AREA PERSAWAHAN DUSUN BETAS, DESA KAPULUNGAN, GEMPOL-PASURUAN AYU AMELIA BM, RIZKA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 4, No 3 (2015):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran logam berat timbal pada aliran irigasi persawahan padi dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar logam Pb pada buah padi (terkait status keamanan pangan yang ditetapkan oleh WHO dan BPOM) dan mendeskripsikan pengaruh kadar Pb terhadap pertumbuhan tanaman padi (Oryza sativa) di area Dusun Betas, Desa Kapulungan, Gempol-Pasuruan. Sampling ditetapkan sebanyak lima plot yang masing-masing diambil tiga subplot. Analisis kadar Pb menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Pengaruh kadar Pb air dan Pb substrat terhadap kadar Pb pada buah padi, tinggi padi dan biomassa dianalisis dengan uji regresi linier berganda. Pengaruh kadar Pb air dan Pb substrat terhadap jumlah daun padi dianalisis dengan uji korelasi spearmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kadar logam berat Pb pada buah padi pada 90 hari setelah tanam (HST)  rata-rata nilai tertinggi sebesar 2,298 ppm dan terendah sebesar 0,897 ppm, hasil tersebut melebihi baku mutu yang ditetapkan oleh WHO/FAO dan BPOM. Logam berat Pb di air dan tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman padi (meliputi tinggi tanaman, jumah daun dan biomassa).   Kata kunci: Logam berat Pb; Tanaman Padi; Desa Kapulungan; Gempol-Pasuruan
POTENSI JERAMI SEBAGAI ADSORBEN LOGAM TIMBAL (PB) PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK SIDOKARE, SIDOARJO Kurnia Dini, Maulidha Kurnia; Rachmadiarti, Fida; Kuntjoro, Sunu
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 3 (2016): VOL 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri batik menghasilkan limbah berbahaya sehingga dapat menimbulkan kerusakan lingkungan. Limbah cair industri batik Sidokare Sidoarjo mengandung Pb sebesar 0,173 ppm, Cd sebesar 0,009 ppm, dan Cr sebesar 0,004 ppm sedangkan ambang batas maksimum kadar logam berat timbal (Pb) yang akan dibuang ke badan air berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 adalah 0,1 ppm. Berdasarkan hal ini limbah cair batik belum layak untuk dibuang ke perairan, oleh karena itu perlu dilakukan penurunan kadar logam berat melalui proses adsorpsi. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan pengaruh kombinasi konsentrasi dengan lama waktu kontak serbuk jerami terhadap penurunan kadar logam berat timbal pada limbah cair industri batik Sidoarjo. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat dua faktor perlakuan yaitu konsentrasi serbuk jerami (0 mg/L, 20.000 mg/L, dan 40.000 mg/L) dan lama waktu kontak (90 dan 180 menit) dengan jumlah ulangan 4 kali sehingga didapat 24 unit penelitian. Parameter yang diukur adalah penurunan kadar logam berat Pb limbah batik. Data penurunan kadar Pb pada limbah batik dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan kadar logam berat timbal pada limbah cair batik dengan kombinasi perlakuan konsentrasi serbuk jerami dan lama waktu kontak. Penurunan paling tinggi adalah perlakuan 40.000 mg/L serbuk jerami dengan lama waktu 180 menit yaitu sebesar 50,35%.
PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH TOMAT (LYCOPERSICUM ESCULENTUM) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA MENCIT (MUS MUSCULUS) Pratami, Vivin A.Y.; Tjandrakirana, Tjandrakirana; Kuswanti, Nur
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 2 (2016): VOL 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hemoglobin merupakan metaloprotein yang berfungsi untuk membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh. Buah tomat mengandung zat besi, vitamin C, dan vitamin A yang berfungsi untuk membantu pembentukan hemoglobin. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian eksperimental dengan pre post test design untuk membuktikan pengaruh pemberian jus buah tomat (Lycopersicum esculentum) terhadap kadar hemoglobin mencit (Mus musculus). Buah tomat yang digunakan yaitu jenis buah dengan bentuk lonjong dengan kematangan yang cukup (light red), diujicobakan pada 60 ekor mencit jantan dengan 4 perlakuan yaitu jus buah tomat 25%, 50%, dan 100% masing-masing 5 kali pengulangan yang diberikan 1 kali sehari dengan dosis 0,5 ml/20g BB selama 7 hari. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan dengan mengambil darah melalui ekor mencit. Data dianalisis dengan uji Anova satu arah kemudian dilakukan uji lanjut LSD. Hasil rata-rata kadar hemoglobin pada konsentrasi jus buah tomat 25% sebesar 13,6 g/dl; 50% sebesar 14,4 g/dl; dan 100% sebesar 15,6 g/dl. Simpulan penelitian bahwa jus buah tomat dapat meningkatkan kadar hemoglobin mencit, dan pada konsentrasi 100% menunjukkan peningkatan kadar hemoglobin paling tinggi pada darah mencit.
EFEK BERBAGAI WAKTU PERENDAMAN DAN KONSENTRASI FILTRAT BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI) TERHADAP PENURUNAN KADAR TIMBAL (PB) DAGING IKAN BADER (BARBONYMUS GONIONOTUS) DARI KALI SURABAYA BUDI AGUSTIN, SEYLA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) merupakan buah yang mengandung asam sitrat yang berfungsi sebagai pengkhelat logam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi filtrat belimbing wuluh dengan lama waktu perendaman, kombinasi keduanya terhadap kadar logam berat timbal dan kombinasi terbaik antara konsentrasi filtrat belimbing wuluh dengan lama waktu perendaman dalam menurunkan kadar logam berat timbal pada ikan bader yang diambil dari Kali Rolak, Surabaya, yang diketahui telah mengandung logam berat timbal sebagai akibat pencemaran dari beberapa aktivitas manusia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor, yakni konsentrasi filtrat belimbing wuluh (0%, 50%, 75% dan 100%) serta lama waktu perendaman (30 menit dan 60 menit). Persentase penurunan kadar logam berat timbal dianalisis menggunakan ANAVA dua arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan baik konsentrasi, lama waktu perendaman, maupun kombinasi konsentrasi dengan lama waktu perendaman berpengaruh terhadap penurunan kadar logam berat timbal. Kombinasi yang paling efisien yaitu pada konsentrasi 100% selama 30 menit yang mampu menurunkan logam berat timbal sebesar 47,619%.   Kata kunci: ikan bader (Barbonymus gonionotus); belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi); penurunan logam berat timbal
STRUKTUR POPULASI KEPITING TENTARA (MICTYRIS LONGICARPUS) DI PANTAI PANGPAJUNG, MODUNG, BANGKALAN, MADURA AZIZ SUBONO, ARRIJAL
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepiting tentara (Mictyris longicarpus) adalah kepiting penggali pasir yang memakan bahan organik pada sedimen pasir pantai. Aktivitas makan dan menggali Mictyris longicarpus mampu mereduksi kelebihan bahan organik pada sedimen. Oleh sebab itu keberadaan Mictyris longicarpus penting bagi sistem kehidupan di pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur populasi Mictyris longicarpus di Pantai Pangpajung Kecamatan Modung, Bangkalan, Madura berdasarkan kepadatan, rasio jenis kelamin, struktur umur, dan pola penyebaran. Pengambilan sampel dilakukan di tiga stasiun dan setiap stasiun dibedakan menjadi tiga sub zona intertidal, yaitu intertidal atas, tengah, dan bawah. Setiap intertidal dipasang 10 plot masing-masing seluas 1x1 m. Mictyris longicarpus dikoleksi, diidentifikasi jenis kelaminnya, diukur panjang karapaknya menggunakan jangka sorong. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mictyris longicarpus tidak ditemukan di intertidal bawah. Kepadatan populasi Mictyris longicarpus di Pantai Pangpajung, Modung, Bangkalan, Madura adalah 14,64 individu/m2. Rasio jantan dan betina 6:1, perbandingan jumlah antara juvenile dengan dewasa 2:1, dan pola penyebaran mengelompok.   Kata kunci: Mictyris longicarpus; struktur populasi; Pantai Pangpajung; Madura
PENGARUH EKSTRAK DAUN KUMIS KUCING (ORTHOSIPHON ARISTATUS) TERHADAP MORTALITAS HAMA WERENG COKLAT (NILAPARVATA LUGENS) FITRIYAH NINGSIH, NUR
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wereng coklat (Nilaparvata lugens) merupakan salah satu hama tanaman padi yang ada di Indonesia. Salah satu cara yang digunakan untuk mengendalikan serangga hama wereng coklat, yaitu dengan menggunakan pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pemberian ekstrak daun kumis kucing terhadap mortalitas hama wereng coklat, menentukan konsentrasi pemberian ekstrak daun kumis kucing yang paling efektif terhadap mortalitas hama wereng coklat, dan mendeskripsikan pengaruh pemberian ekstrak daun kumis kucing terhadap produktivitas padi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan, yaitu A kontrol dengan 100 ml aquades dan ekstrak daun kumis kucing B (10%), C (20%), D (30%), dan E (40%). Sepuluh ekor wereng coklat diujikan tiap perlakuan. Data mortalitas hama wereng coklat dan berat basah biji padi dianalisis secara statistik dengan ANAVA dan dilanjutkan Uji Duncan. Konsentrasi efektif dianalisis dengan Probit Program Version 1.5 untuk mengetahui LC50 dan LC90. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun kumis kucing berpengaruh terhadap mortalitas hama wereng coklat. Konsentrasi yang efektif memengaruhi mortalitas hama wereng coklat sebesar 50% (LC50) yaitu 3,550% dan 90% (LC90) yaitu 41,073% pada 72 jam setelah pengaplikasian. Selain itu, pemberian ekstrak daun kumis kucing berpengaruh terhadap produktivitas padi. Kata kunci: mortalitas hama; wereng coklat; ekstrak; daun kumis kucing; produktivitas padi
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN MANGROVE DI KAWASAN PANTAI TENGKET, BANGKALAN-MADURA AMALIA, FILDA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan Mangrove di Desa Tengket Bangkalan Madura merupakan wahana hutan wisata dan juga sebagai area hutan lindung Perum Perhutani. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan mengevaluasi keanekaragaman spesies tumbuhan mangrove di Desa Tengket Kecamatan Arosbaya Kabupaten Bangkalan-Madura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode jelajah yakni dengan menentukan jalur transek pada tiga stasiun yang terdiri atas dua puluh tujuh plot pengamatan. Pengambilan data dilaksanakan selama tiga hari tanpa menentukan batas waktu. Tumbuhan mangrove diidentifikasi berdasarkan ciri morfologi (akar, daun, dan buah) kemudian dihitung jumlahnya. Berdasarkan jumlah dalam setiap spesies mangrove, dihitung indeks keanekaragaman dengan menggunakan rumus Shannon-Wiener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kawasan Pantai Tengket-Madura terdapat 11 spesies mangrove di antaranya Avicennia alba, Avicennia lanata, Aegiceras corniculatum, Camptostemon schultzii, Ceriops tagal, Lumnitzera littorea, Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa, Sonneratia alba, Sonneratia caseolaris, dan Xylocarpus granatum dengan indeks keanekaragaman 2,2689 yang tergolong rendah dan dengan indeks dominansi 0,1176 tergolong tidak ada yang mendominansi.   Kata kunci: keanekaragaman Mangrove; dominansi; Mangrove Pantai Tengket Madura
PENGARUH PEMBERIAN HORMON GIBERELIN TERHADAP PERTUMBUHAN BUAH SECARA PARTENOKARPI PADA TANAMAN TOMAT VARITAS TOMBATU F1 AYU PERMATASARI, DINDA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat merupakan sayuran populer di Indonesia. Selain mempunyai rasa yang lezat, tomat juga memiliki komposisi zat yang cukup lengkap dan baik seperti vitamin A, C dan K. Biji tomat memiliki kandungan glikosida sianogenik yang bersifat racun. Oleh karena itu dibutuhkan teknologi penghilangan biji buah tomat, salah satunya yaitu dengan pemberian hormon GA3. GA3 sudah lama dikenal sebagai hormon penghasil buah dengan ukuran biji yang kecil atau bahkan tidak ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan bobot biji dan bobot buah tomat varitas Tombatu F1 yang terbentuk secara pertenokarpi serta konsentrasi hormon giberelin terbaik akibat pemberian berbagai konsentrasi hormon giberelin. Penelitian ini menggunakan (Rancangan Acak Kelompok) dengan satu faktor perlakuan yaitu konsentrasi hormon giberelin yang diberikan (0 ppm, 60 ppm, 80 ppm, 100 ppm). Pengulangan dilakukan sebanyak 6 kali sehingga didapatkan 24 unit eksperimen. Parameter yang diamati adalah bobot biji dan bobot buah tomat varitas Tombatu F1. Data dianalisis menggunakan ANAVA dan dilanjut dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antar konsentrasi terhadap bobot buah maupun bobot biji buah tomat varitas Tombatu F1. Konsentrasi hormon giberelin terbaik adalah 100 ppm yang ditunjukkan dengan bobot buah sebesar 81,07 ± 1,59 gram dan bobot biji sebesar 0,05 ± 0,010 gram.   Kata kunci: Hormon giberelin; partenokarpi; pembentukan buah; tomat varitas Tombatu F1