cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
LenteraBio
ISSN : 22523979     EISSN : 26857871     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI GLISEROL DALAM PENGENCER CEP-D TERHADAP MOTILITAS SPERMATOZOA SAPI BRAHMAN YANG DISIMPAN DALAM NITROGEN CAIR OKTAVIA SARI, DIAN
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 3 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spermatoza yang disimpan dalam nitrogen cair seringkali mengalami kerusakan karena terbentuknya kristal es. Pembentukan kristal es dapat menyebabkan penurunan kualitas spermatozoa pasca thawing terutama penurunan motilitas. Penambahan krioprotektan dalam pengencer dapat meminimalisir kerusakan sel. Salah satu jenis krioprotektan yang sering digunakan pada mamalia adalah gliserol. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penambahan gliserol dalam pengencer CEP-D terhadap motilitas spermatozoa sapi Brahman yang disimpan dalam nitrogen cair. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 pengulangan. Pengamatan motilitas spermatozoa dilakukan setelah penyimpanan selama 24 jam dalam nitrogen cair. Data dianalisis dengan uji normalitas dan homogenitas, kemudian dilanjutkan dengan uji ANOVA satu arah pada taraf ketelitian 95%. Hasil motilitas spermatozoa pada masing-masing konsentrasi gliserol (0%, 3%, 5%, 6% dan 7%) berturut-turut sebesar 3,00±0,00, 25,00±2,71, 26,25±1,61, 32,50±3,14 dan 38,75±0,85. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan gliserol dalam pengencer CEP-D dapat mempertahankan motilitas spermatozoa sapi Brahman yang disimpan dalam nitrogen cair. Penambahan gliserol dengan konsentrasi 7% dalam pengencer CEP-D paling baik dalam mempertahankan motilitas spermatozoa sapi Brahman dengan nilai motilitas sebesar 38,75±0,85 dibandingkan dengan konsentrasi 0%, 3%, 5% dan 6%.   Kata kunci: gliserol; pengencer CEP-D; spermatozoa sapi Brahman; motilitas.
KEANEKARAGAMAN PLANKTON YANG TOLERAN  TERHADAP KONDISI PERAIRAN TERCEMAR DI SUMBER AIR BELERANG, SUMBER BECENG SUMENEP, MADURA KAMILAH, FITRATUL
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 3 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber Beceng merupakan sumber air yang mengandung belerang, airnya mengalir melalui anak sungai Beceng sepanjang ±440 meter dan bermuara ke Pantai Talang Siring. Adanya berbagai aktivitas warga di Sumber Beceng menyebabkan perubahan lingkungan pada Sumber Beceng, baik yang berasal dari pencemaran organik maupun anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi plankton yang terdapat di Sumber Beceng dan menentukan kualitas perairan Sumber Beceng berdasarkan indeks keanekaragaman plankton. Penelitian dilakukan dengan metode observasi, yaitu dengan  pengambilan sampel pada 6 stasiun pada Sumber Beceng, Sumenep. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan planktonet, kemudian diamati, diidentifikasi, dihitung, dan dianalisis indeks keanekaragaman plankton. Parameter fisik-kimia yang diukur meliputi kadar sulfur, oksigen terlarut (DO), BOD, CO2, pH, salinitas, suhu, dan kecerahan. Perhitungan indeks keanekaragaman plankton menggunakan rumus Shannon-Weaner kemudian dibandingkan dengan penggolongan tingkat pencemaran perairan berdasarkan indeks keanekaragaman plankton. Hasil penelitian  menunjukkan  terdapat  14 genus plankton yang terdiri dari 12 genus fitoplankton dan 2 genus zooplankton. Genus yang dominan dari golongan fitoplankton adalah Melosira dan Leptocylindrus yang termasuk ke dalam kelas Bacillariophyceae, serta genus yang mendominasi dari golongan zooplankton adalah Aphelenchoides yang termasuk ke dalam kelas Secernentea. Indeks keanekaragaman plankton di Sumber Beceng adalah 1,24, termasuk ke dalam golongan perairan yang tercemar sedang karena indeks keanekaragamannya masih dalam rentang 1,0 – 1,5.   Kata kunci: keanekaragaman plankton; sumber air belerang; Sumber Beceng; Madura.
PERTUMBUHAN RUMPUT TAMAN DENGAN PENGGUNAAN LUMPUR LAPINDO SEBAGAI MEDIA TANAM DENGAN TAMBAHAN MVA GLOMUS FASCICULATUM ASHHAABUL KAHFI, KANTA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 3 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan pertumbuhan Zoysia japonica dan Axonopus compressus yang ditanam pada media tanam lumpur Lapindo yang ditambahkan Glomus fasciculatum. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental, menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan dan 16 kali ulangan. Perlakuan tersebut yaitu jenis rumput taman Zoysia japonica dan Axonopus compressus. Data pertumbuhan (luas pertumbuhan dan infeksi mikoriza) yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji T. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pertumbuhan Zoysia japonica dan Axonopus compressus yang ditanam pada media tanam lumpur Lapindo yang ditambahkan Glomus fasciculatum. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pertumbuhan dilihat dari luas pertumbuhan dengan Zoysia japonica dan Axonopus compresus masing - masing sebesar 27,10 cm2 dan 37,10 cm2 dan infeksi mikoriza pada akar Zoysia japonica dan Axonopus compressus masing - masing sebesar 21,09% dan 32,03%.   Kata kunci: Lumpur Lapindo; media tanam; pertumbuhan rumput taman; Mikoriza Vesikula Arbuskular (MVA); Glomus fasciculatum
BIOREMEDIASI DENGAN TEKNIK BIOSTIMULASI TANAH TERCEMAR MINYAK BUMI DENGAN MENGGUNAKAN KOMPOS KOMBINASI LIMBAH MEDIA JAMUR TIRAM PUTIH (PLEUROTUS OSTREATUS) DAN AZOLLA FAJAR ZHYAHRIAL, FAIZHAL
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 3 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Total Petrolium Hidrocarbon (TPH) merupakan pengukuran konsentrasi pencemar hidrokarbon minyak bumi. Penanganan limbah pada tanah menggunakan cara bioremediasi. Salah satu teknik bioremediasi adalah biostimulasi, yaitu dengan penambahan unsur hara pada tanah. Limbah baglog jamur kayu ditambah Azolla sebagai pemasok unsur hara N, P, dan K. Diketahui kadar hara kompos meliputi N = 1,53 %, P = 2,03%, K= 1,07%, C = 19,55%. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian kompos limbah baglog jamur ditambah Azolla terhadap penurunan kadar TPH dan kadar hara N. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimental, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 faktor perlakuan terdiri  4 aras,  4 kali ulangan. Perlakuannya  tanpa pemberian kompos (0 g/kg)(A), pemberian kompos 152,50 g/kg(B),  259,30 g/kg(C), dan 387,75 g/kg(D). Diperoleh hasil penurunan kadar TPH masing-masing perlakuan A=7,523,20 mg/kg, B=8.059,40 mg/kg, C=8.299,60 mg/kg, dan D=8.662,10 mg/kg. Data hasil kadar hara N masing-masing A=0,10%, B=0,13%, C=0,18%, dan D=0,22%. Data dianalisis menggunakan ANAVA satu arah dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan  pemberian kompos berpengaruh terhadap penurunan kadar TPH,  kenaikan kadar hara N. Konsentarsi kompos optimal yaitu 387,75 g/kg yang menurunkan kadar TPH sebanyak 8.662,10 mg/kg dan menaikkan kadar hara N sebesar 0,22%.   Kata kunci: bioremediasi;  biostimulasi; tanah tercemar minyak; limbah media jamur; Azolla
PENGARUH PEMBERIAN NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN STROBERI VARIETAS DORIT DAN VARIETAS LOKAL BERASTAGI NOVIYANTI, RINE
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 3 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman stroberi merupakan salah satu komoditas tanaman buah-buahan yang permintaan pasarnya cukup tinggi di Indonesia. Lingkungan tumbuh yang dimodifikasi dengan sungkupan atau rumah plastik perlu dipertimbangan untuk memberikan kondisi lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan stroberi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh pemberian naungan dan jenis varietas terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman stroberi varietas Dorit dan varietas Lokal Berastagi dan untuk mengetahui varietas stroberi yang paling baik pertumbuhannya. Penelitian bersifat eksperimental dengan RAK menggunakan 2 faktor yaitu naungan dengan ketebalan plastik 0,17 mm dan 0,12 mm dan jenis varietas  varietas Lokal Berastagi dan varietas Dorit. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan vegetatif (jumlah stolon, diameter stolon, jumlah daun). Data dianalisis dengan Anava 2 faktor, dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan naungan tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan vegetatif stroberi sedangkan varietas memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan vegetatif stroberi dan varietas yang paling baik pertumbuhannya adalah varietas Berastagi.   Kata Kunci: naungan; pertumbuhan vegetatif; stroberi; Dorit; Lokal Berastagi
PENGGUNAAN GRACILARIA GIGAS SEBAGAI BAHAN ORGANIK PADA MEDIA TANAM DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN KEDELAI VARIETAS ANJASMORO JUMROH,
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 3 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan kedelai semakin meningkat sedangkan produksi kedelai terus mengalami penurunan. Untuk itu diperlukan upaya untuk meningkatkan pertumbuhan kedelai, diantaranya dengan memanfaatkan G. gigas sebagai bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis G. gigas serta proporsi media tanam terhadap pertumbuhan tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan, yaitu dosis bahan organik G. gigas dan proporsi media tanam (tanah : pasir). Faktor perlakuan dosis bahan organik G. gigas yaitu 0,1 gram; 3,6 gram; 7,8 gram dan 11,4 gram. Faktor proporsi media tanam antara tanah : pasir 1:1 (2,5 kg : 2,5 kg), 1:3 (1,25 kg : 3,75 kg), dan 3:1 (3,75 kg : 1,25 kg). Parameter yang diamati yakni pertumbuhan tanaman kedelai yang meliputi biomassa, tinggi, dan jumlah daun. Data dianalisis dengan menggunakan Anava 2 arah. Oleh karena itu jika dalam penelitian ini uji ANAVA menunjukan adanya perbedaan yang signifikan maka dilanjutkan dengan uji Duncan untuk membandingkan letak perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis bahan organik G. gigas dan proporsi media tanam berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kedelai. Pertumbuhan tanaman kedelai dilihat dari tinggi tanaman diperoleh pada proporsi media tanam antara tanah dan pasir 3:1 dan dosis bahan organik G. gigas 7,8 gram. Dosis bahan organik G. gigas 7,8 gram dan proporsi media tanam antara tanah dan pasir 3:1  memberikan nilai ekonomis.   Kata kunci: Gracilaria gigas;  bahan organik; media tanam; pertumbuhan  kedelai.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS JAMUR TIRAM PUTIH (PLEUROTUS OSTREATUS) PADA MEDIA CAMPURAN SERBUK TONGKOL JAGUNG DAN AMPAS TEBU ALFIRA ARIF UN, ERNEST
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 3 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan pasar akan jamur tiram terus meningkat. Meningkatnya permintaan jamur ini menyebabkan dilakukannya pembudidayaan jamur tiram dengan menggunakan media serbuk gergaji. Meningkatnya harga kayu menyebabkan harga serbuk gergaji meningkat sehingga dilakukan penelitian guna mencari bahan substitusi dengan ampas tebu dan tongkol jagung. Tujuan penelitian untuk mengetahui kecepatan pertumbuhan miselium jamur tiram putih pada media tanam, mengindentifikasi pengaruh media tanam dan mendiskripsikan persentase komposisi media yang dibutuhkan oleh jamur untuk tumbuh dan berproduksi secara optimal. Penelitian ini eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 perlakuan, 4 aras/ tingkatan dan 6 pengulangan. Terdapat 4 media yang digunakan yakni media A (85% serbuk gergaji sengon, 0% ampas tebu, 0% tongkol jagung, 15%, bekatul, kapur 10g) sebagai kontrol, media B (0% serbuk gergaji sengon, 65% ampas tebu, 20% tongkol jagung, 15%, bekatul, kapur 10g), media C (serbuk gergaji sengon, 20% ampas tebu, 65% tongkol jagung, 15%, bekatul, kapur 10g) dan media D (0% serbuk gergaji sengon, 42% ampas tebu, 42% tongkol jagung, 15%, bekatul, kapur 10g). Parameter dalam penelitian ini adalah kecepatan pertumbuhan miselium tiap 2 hari sekali selama 22 hari dan produksi tubuh buah jamur yang dipanen sebanyak 3x pemanenan. Analisis menggunakan analisis varian satu arah dan dilanjutkan dengan uji BNT.Hasil anava menunjukan terdapat perbedaan signifikan pada kecepatan pertumbuhan miselium dan produksi tubuh buah pada setiap media tanam. Pada uji BNT dapat disimpulkan bahwa Media D (0% serbuk gergaji sengon, 42% ampas tebu, 42% tongkol jagung, 15%, bekatul, kapur 10g) menghasilkan pertumbuhan miselium paling cepat dan produksi tubuh buah paling besar.   Kata kunci: jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus); ampas tebu; serbuk tongkol jagung; pertumbuhan miselium; produktivitas tubuh buah
PENGARUH PENGENCER SINTETIS DAN ALAMI TERHADAP MOTILITAS SPERMATOZOA SAPI BRAHMAN SELAMA PENYIMPANAN DALAM SUHU DINGIN YOHANA P G, TASALINA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 3 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyimpanan semen penting dilakukan agar kualitas semen dapat terjaga hingga proses Inseminasi Buatan (IB) pada ternak betina, oleh karena itu dibutuhkan pengencer semen. Media pengencer yang biasa digunakan dalam IB adalah pengencer sintetis, selain menggunakan pengencer sintetis juga dapat menggunakan pengencer alami. Salah satu contoh pengencer alami adalah air kelapa. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh pengencer berbahan dasar alami dan sintetis dalam mempertahankan kualitas semen sapi Brahman selama penyimpanan dalam suhu 4-50C. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, dengan menggunakan 3 perlakuan yaitu pengencer air kelapa-kuning telur, skim-kuning telur, tris-kuning telur dan 1 kontrol tanpa pengencer. Data yang diperoleh berupa motilitas spermatozoa dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa motilitas spermatozoa pada pengencer tris-kuning telur berbeda nyata dengan kedua pengencer lainnya yaitu skim-kuning telur dan air kelapa-kuning telur. Motilitas spermatozoa tertinggi pada penyimpanan di dalam pengencer tris kuning telur (14,17±3,03) disusul oleh spermatozoa di dalam pengencer skim-kuning telur  (3,33± 2,58) dan pengencer air kelapa-kuning telur (3,33± 2,58).   Kata kunci: pengencer, air kelapa, skim, tris, kuning telur.
PEMANFAATAN KITOSAN UDANG PUTIH (LITHOPANNAEUS VANNAMEI) SEBAGAI BIOABSORBEN LOGAM BERAT TIMBAL (PB) PADA DAGING KERANG TAHU DI MUARA SUNGAI GUNUNG ANYAR RISWANDA, TITO
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 3 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerang tahu merupakan salah satu biota perairan yang banyak dikonsumsi masyarakat dan menjadi bioindikator yang baik terhadap pencemaran logam berat di perairan, terutama Pb. Kerang tahu banyak mengakumulasi logam berat di dalam tubuhnya, sehingga berbahaya jika dikonsumsi manusia secara langsung. Kitosan merupakan salah satu protein yang dapat menurunkan kadar logam berat Pb pada kerang tahu. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan konsentrasi kitosan yang terbaik dengan lama perendaman paling efektif dalam menurunkan kadar logam berat pada kerang tahu. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan yaitu konsentrasi dan lama perendaman. Setiap faktor perlakuan dilakukan 3 perlakuan dan 4 pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi dan lama perendaman kitosan udang putih berpengaruh nyata terhadap penurunan kadar logam berat Pb pada daging kerang tahu. Perlakuan konsentrasi terbaik, yaitu pada konsentrasi 2,0%. Untuk perlakuan perendaman yang paling efektif, yaitu selama 3 jam. Namun faktor perlakuan  konsentrasi dan lama perendaman tidak berkorelasi nyata terhadap penurunan kadar logam berat pada kerang tahu.   Kata kunci: Muara Gunung Anyar; kerang tahu; kitosan; logam berat Pb.
VIABILITAS SPERMATOZOA SAPI BRAHMAN DALAM PENGENCER CEP-D DENGAN PERBEDAAN KUNING TELUR SELAMA PENYIMPANAN DI REFRIGERATOR ALFATHOLLAH, MOH
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 3 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuning telur mengandung fosfolipid, LDL dan kolesterol yang berfungsi sebagai kryoprotektan spermatozoa  pada suhu 50C dalam refrigerator. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan pengencer spermatozoa sapi Brahman yang terbaik dari bahan dasar pengencer CEP-D dengan penambahan kuning telur dari telur puyuh, ayam kampung, ayam broiler dan itik. Penelitian ini merupakan eksperimental murni dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), data dianalisis dengan Anova dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan rata-rata viabilitas spermatozoa sapi Brahman yang dinyatakan dalam % pada hari ke-8, perlakuan CEP-D tanpa kuning telur (K: 0±0,00), CEP-D kuning telur puyuh (P1: 52,94±0,48), ayam kampung (P2: 47,78±0,65), ayam broiler (P3: 50,31±1,29), itik (P4: 52,17±1,65), Berdasarkan  data penelitian disimpulkan bahwa kuning telur puyuh, ayam kampung, ayam broiler dan itik dapat dijadikan kombinasi CEP-D untuk menyimpan spermatozoa sapi Brahman dalam refrigerator dan kualitas spermatozoa sapi Brahman yang lebih baik disimpan dalam CEP-D kuning telur puyuh, ayam broiler dan kuning telur Itik.   Kata kunci: motilitas dan viabilitas spermatozoa, pengencer CEP-D dan kuning telur (puyuh, ayam kampung, ayam broiler dan itik)