cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
LenteraBio
ISSN : 22523979     EISSN : 26857871     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
POTENSI ISOLAT BAKTERI PENDEGRADASI PLASTIK JENIS POLIETILEN OXO-DEGRADABLE DARI TANAH TPA BENOWO SURABAYA TRI OCTAVIANDA, FIRSTA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biodegradasi plastik merupakan proses degradasi polimer yang dilakukan oleh mikroorganisme salah satunya adalah bakteri. Empat isolat bakteri indigenous dari tanah TPA Benowo Surabaya yang memiliki potensi sebagai pendegradasi plastik polietilen oxo-degradable yaitu isolat A221, A231, A232, dan C231. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan isolat bakteri yang memiliki kemampuan mengurangi berat plastik polietilen oxo-degradable paling tinggi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor, yaitu jenis isolat bakteri. Isolat bakteri yang digunakan adalah isolat A221, A231, A232, dan C231. Parameter yang diamati adalah persentase kehilangan berat plastik polietilen oxo-degradable. Uji potensi dilakukan dengan menginokulasikan bakteri dan memasukkan plastik polietilen oxo-degradable ke dalam media enrichment cair, kemudian diinkubasi selama 30 hari pada suhu 30oC. Data dianalisis dengan menggunakan ANAVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan isolat bakteri dengan potensi degradasi plastik polietilen oxo-degradable terbesar adalah isolat C231 sebesar 0,247±0,138%. Perlakuan terbaik pada uji biodegradasi adalah pada isolat C231.   Kata kunci: biodegradasi; plastik polietilen oxo-degradable
PEMANFAATAN TEPUNG DARAH, TEPUNG TULANG DAN LUMPUR IPAL DARI INDUSTRI PENGOLAHAN IKAN UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN KANGKUNG (IPOMOEA REPTANA) MAULIDA, ISNAINI
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lumpur IPAL dari industri pengolahan ikan kaya akan bahan organik C dan N, namun memiliki kandungan P dan K yang sangat rendah, sehingga modifikasi unsur hara dengan penambahan bahan dengan kandungan hara N, P dan K sangat tinggi seperti tepung darah dan tepung tulang melalui proses pengomposan dapat memperbaiki kualitas hara lumpur IPAL industri pengolahan ikan untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kadar unsur hara yang terdapat pada pupuk kompos lumpur IPAL dengan penambahan tepung darah dan tepung tulang serta mengetahui pengaruh penggunaan pupuk terhadap pertumbuhan tanaman kangkung varietas Bangkok LP-1 dan mengetahui dosis yang paling optimal terhadap pertumbuhan tanaman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktorial yaitu dosis kompos. Dosis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 1,74 g; 1,30 g; 0,87 g dan 0,43 g, serta sebagai kontrol digunakan 0,13 g urea. Parameter yang diamati yaitu pertumbuhan tanaman yang meliputi tinggi, jumlah daun dan biomassa basah tanaman. Data dianalisis dengan menggunakan ANAVA satu arah dan dilanjutkan dengan menggunakan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan pupuk kompos lumpur IPAL dengan penambahan tepung darah dan tepung tulang mengandung unsur hara dengan kadar N 6,87%; P 0,67%; K 0,152 % dan rasio C/N sebesar 8. Pemberian pupuk kompos lumpur IPAL dengan penambahan tepung darah dan tepung tulang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kangkung dengan parameter tinggi, jumlah daun dan biomassa basah tanaman. Dosis yang paling optimal untuk pertumbuhan tanaman kangkung adalah 1,30 g dan 1,74 g.   Kata kunci: kualitas hara; lumpur IPAL; tepung darah; tepung tulang; pertumbuhan tanaman kangkung
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (PB)  DALAM  IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) YANG HIDUP DI SUNGAI KALI TENGAH, SIDOARJO MAHALINA, WEDA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan yang banyak ditemukan di sungai Kali Tengah, Sidoarjo adalah ikan nila. Ikan nila merupakan ikan air tawar yang bernilai ekonomis tinggi. Kali Tengah merupakan salah satu jalur pembuangan lumpur Lapindo yang berasal dari pintu air utara dan selanjutnya akan dialirkan ke laut. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kandungan logam berat timbal (Pb) di dalam daging ikan nila yang hidup di sungai Kali Tengah Sidoarjo. Parameter yang diamati antara lain kondisi fisika-kimia air yang meliputi suhu, kecerahan, kekeruhan, kedalaman, pH, DO, karbondioksida bebas, dan kadar timbal (Pb) pada ikan nila. Data tersebut selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan dengan standar baku mutu perairan menurut Peraturan Pemerintahan No.82 tahun 2001. Hasil penelitian menunjukkan ikan nila di sungai Kali Tengah Sidoarjo mengandung logam berat timbal (Pb), kandungan logam berat timbal (Pb) dalam daging ikan nila yang hidup di sungai Kali Tengah Sidoarjo berkisar antara 0,146 ppm-0,174 ppm.  Kandungan logam berat timbal (Pb) pada ikan nila di sungai Kali Tengah, Sidoarjo melampaui ambang batas baku mutu yang ditetapkan yaitu 0,008 ppm.   Kata kunci: sifat fisika-kimia; ikan nila; logam Pb
KADAR LOGAM BERAT TIMBAL (PB) PADA AIR DAN IKAN BADER (BARBONYMUS GONIONOTUS) DI SUNGAI BRANTAS WILAYAH MOJOKERTO ENNI PRIATNA, DEBY
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Brantas merupakan sungai yang penting bagi penduduk Jawa Timur. Di sekitar sungai Brantas Mojokerto terdapat banyak industri yang berpotensi membuang limbah mengandung Pb yang berpengaruh pada kualitas air sungai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kadar Pb pada air dan ikan bader di Sungai Brantas Mojokerto terkait status keamanan pangan ikan bader yang hidup di Sungai Brantas Mojokerto dan mengevaluasi hubungan antara kadar Pb pada air dan kadar Pb pada ikan bader di Sungai Brantas Mojokerto. Pengambilan sampel air dan ikan bader dilakukan di Sungai Brantas Mojokerto pada lima stasiun dengan tiga kali pengulangan, yakni stasiun satu di Desa Diwek, stasiun dua di Desa Gedeg, stasiun tiga di Desa Kangkungan, stasiun empat di Desa Mlirip, stasiun lima di Desa Mliriprowo. Analisis kadar Pb menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Kadar Pb dalam air dan ikan bader dianalisis secara deskriptif kualitatif, uji statistik korelasi dan juga dibandingkan dengan standart baku mutu (Permenkes No. 492 Tahun 2010). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar Pb pada air dan ikan bader di Sungai Brantas Mojokerto telah melampaui nilai ambang batas maksimal, hasil tersebut melebihi baku mutu yang ditetapkan oleh standart keamanan pangan. Kadar Pb pada air dengan  kadar  Pb ikan bader yang ada di Sungai Brantas Mojokerto berkorelasi positif, yaitu semakin tinggi kadar Pb pada air, semakin tinggi kadar Pb pada ikan bader.   Kata kunci: Pb; Sungai Brantas Mojokerto; ikan bader
ANALISIS KEANEKARAGAMAN PLANKTON DI WADUK PACAL DESA KEDUNGSUMBER KECAMATAN TEMAYANG KABUPATEN BOJONEGORO HUSNUL KHOTIMAH, MEIRINA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk Pacal merupakan salah satu waduk yang berada di Kabupaten Bojonegoro. Waduk ini terisi air secara penuh pada musim hujan dan kering pada musim kemarau. Kondisi tepi waduk yang mengalami erosi menyebabkan pendangkalan sehingga ekosistem waduk terganggu dan mempengaruhi kualitas perairan. Plankton merupakan organisme akuatik yang dapat dijadikan indikator untuk mengetahui perubahan kualitas perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keanekaragaman plankton sebagai indikator kualitas perairan waduk Pacal Desa Kedungsumber Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro. Pengambilan sampel dilakukan di waduk Pacal Bojonegoro dengan 5 stasiun penelitian. Identifikasi plankton dilakukan di Laboratorium Taksonomi Jurusan Biologi Universitas Negeri Surabaya. Keanekaragaman plankton dihitung dengan indeks keanekaragaman Shannon-Weaner. Data jumlah plankton, keanekaragaman plankton, dan kualitas perairan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di waduk Pacal Bojonegoro ditemukan fitoplankton yang terdiri dari 37 jenis dan zooplankton yang terdiri dari 3 jenis. Nilai indeks keanekearagaman plankton di Waduk Pacal yaitu 3,3982 termasuk dalam kriteria sedang. Kualitas air waduk Pacal termasuk dalam kategori tidak tercemar sehingga berpengaruh terhadap keanekaragaman plankton yang termasuk dalam kriteria keanekaragaman sedang.   Kata kunci: Indeks keanekaragaman plankton; kualitas perairan; waduk Pacal
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SIRSAK (ANONNA MURICATA) TERHADAP KESINTASAN NGENGAT SPODOPTERA LITURA IGA LESTARI, RATIH
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spodoptera litura merupakan hama yang menimbulkan banyak kerugian dalam bidang pertanian. Upaya pengendalian dilakukan dengan memutus siklus hidup hama tersebut menggunakan senyawa metabolit sekunder dari tanaman, di antaranya daun sirsak yang mengandung senyawa asetogenin, alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin yang memiliki potensi sebagai insektisida. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan pengaruh pemberian ekstrak daun sirsak terhadap kesintasan ngengat S. litura dan menentukan konsentrasi yang paling optimal untuk menurunkan kesintasan ngengat S. litura. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktorial yaitu konsentrasi ekstrak daun sirsak. Konsentrasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 4%, 6%, 8% dan 0% sebagai kontrol. Parameter yang diamati yaitu perubahan morfologi, mortalitas, biomassa dan fertilitas ngengat S. litura. Data mortalitas dan biomassa dianalisis menggunakan ANAVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan sedangkan data morfologi dan fertilitas dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak daun sirsak berpengaruh terhadap kesintasan ngengat S. litura pada parameter morfologi, mortalitas, biomassa dan fertilitas ngengat. Konsentrasi yang paling optimal untuk menurunkan kesintasan ngengat S. litura adalah konsentrasi ekstrak daun sirsak 8%.   Kata kunci: ekstrak daun sirsak; kesintasan; Spodoptera litura
AKTIVITAS MAKAN MONYET EKOR PANJANG (MACACA FASCICULARIS) DI HUTAN NEPA KABUPATEN SAMPANG MADURA RIZALDY, M.RIFQU
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) memiliki peranan penting bagi hutan, salah satu satunya sebagai pemakan buah-buahan dan biji yang terdapat di hutan, sehingga membantu dalam penyebaran biji-bijian demi terjaganya keseimbangan alam. Hutan Nepa yang terletak di Kabupaten Sampang Madura merupakan salah satu habitat monyet ekor panjang, pada Hutan Nepa terdapat dua kelompok monyet ekor panjang yaitu kelompok hutan bagian depan dan kelompok hutan bagian dalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas makan monyet ekor panjang dan jenis-jenis makanan yang dimakan oleh monyet ekor panjang di Hutan Nepa Kabupaten Sampang Madura. Kegiatan ini dilakukan selama 14 hari habituasi dan 28 hari pengamatan. Metode yang digunakan dalam pengamatan kedua kelompok monyet ekor panjang adalah focal animal sampling, yaitu dengan cara mengamati satu individu fokus yang dianggap representatif, yang terbagi menjadi jantan dewasa, betina dewasa, remaja jantan, remaja betina, dan anakan dengan periode pengamatan terbagi menjadi pengamatan pagi, siang, dan sore. Identifikasi makanan monyet ekor panjang dilakukan dengan pengamatan secara langsung menggunakan plot vegetasi. Aktivitas makan monyet ekor panjang di Hutan Nepa, untuk kelompok hutan bagian depan sebesar 23,38% dan kelompok hutan bagian dalam sebesar 25,53% dari seluruh total aktivitas harian. Jenis makanan alami yang paling banyak dimakan oleh monyet ekor panjang yaitu buah tanaman karetan (Ficus sp.) sebanyak 23,03% dan jenis makanan non-alami yang paling banyak dimakan oleh monyet ekor panjang yaitu makanan sisa pengunjung sebanyak 25,55%.   Kata kunci: aktivitas makan; jenis makanan; monyet ekor panjang; Hutan Nepa
KEANEKARAGAMAN PTERIDOPHYTA DI KAWASAN HUTAN WISATA AIR TERJUN GIRIMANIK KABUPATEN WONOGIRI KURNIAWATI, EKA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pteridophyta merupakan salah satu contoh flora yang memiliki keragaman tinggi serta persebaran yang luas termasuk di Indonesia. Pteridophyta dapat tumbuh dalam kondisi lingkungan lembap, basah dan rindang, salah satunya kawasan Air Terjun Girimanik di Kabupaten Wonogiri. Girimanik adalah kawasan wisata air terjun yang merupakan ruang terbuka hijau dengan bioekologi yang baik sehingga dapat mendukung pertumbuhan Pteridophyta serta memiliki peran penting dalam ekosistem, baik secara ekologis maupun untuk kepentingan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman spesies Pteridophyta di kawasan hutan Wisata Air Terjun Girimanik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan teknik observasi yaitu pengamatan langsung di lokasi penelitian serta identifikasi berdasarkan ciri morfologi meliputi akar, batang, daun dan spora. Hasil penelitian menunjukkan di kawasan Hutan Wisata Air Terjun Girimanik terdapat 20 spesies Pteridophyta dari 5 Famili (Gleicheniaceae, Cyatheaceae, Davalliaceae, Marattiaceae, dan Polypodiaceae).   Kata kunci: inventarisasi; keanekaragaman spesies; Pteridophyta
EFEK PEMBERIAN KADMIUM DAN SALINITAS TERHADAP AKUMULASI KADMIUM PADA DAGING UDANG REGANG [MACROBRACHIUM SINTANGENSE (DE MAN)] BAGUS ARI MARUF NUR FEBRILMAS, CITRA Bagus
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 2 (2016): VOL 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kadmium  merupakan  logam  berat toksik  yang bisa terakumulasi pada organisme air. Udang regang [Macrobrachium sintangense (De Man)] merupakan salah satu udang air tawar yang mampu hidup pada kisaran salinitas yang tinggi. Keberadaan Cd dalam tubuh organisme akan menyebabkan kerusakan beberapa organ tubuh terutama yang berhubungan dengan bioakumulasi dan biotransformasi dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh dan interaksi antara konsentrasi Cd dan salinitas terhadap akumulasi Cd pada daging udang regang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 9 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan tersebut yaitu Cd 0 ppb dengan salinitas 0 0/00, 10 0/00, 20 0/00,  Cd 30 ppb dengan salinitas 0 0/00, 10 0/00, 20 0/00, dan Cd 300 ppb dengan salinitas 0/00, 10 0/00, 20 0/00. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan  pengukuran faktor fisik dan kimia media, pengukuran salinitas media uji, pengukuran Cd pada media uji dan akumulasi Cd pada daging udang regang. Analisis data dilakukan dengan melakukan uji statistik yaitu Uji Anava Dua Arah dan Uji Duncan. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa konsentrasi Cd dan  salinitas dengan pengaruh tinggi terhadap akumulasi Cd pada daging udang regang adalah konsentrasi Cd 30 ppb dan salinitas 0 0/00. Interaksi antara konsentrasi Cd dan salinitas yang optimal  terhadap  akumulasi Cd pada daging udang regang adalah konsentrasi Cd 300 ppb dan salinitas 20 0/00 .
PENGARUH PEMBERIAN ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA REDISTILASI TERHADAP JUMLAH BAKTERI PADA UDANG PUTIH (LITOPENAEUS VANNAMEI) Masfaridah, Ririn; Rachmadiarti, Fida; Trimulyono, Guntur
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 5, No 2 (2016): VOL 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan untuk menguji pengaruh perbedaan konsentrasi asap cair tempurung kelapa redistilasi terhadap jumlah bakteri pada udang putih (Litopenaeus vannamei) serta menentukan konsentrasi asap cair tempurung kelapa redistilasi yang efektif untuk menurunkan jumlah bakteri pada udang putih. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan, yaitu konsentrasi asap cair tempurung kelapa redistilasi (0%, 10%, 15%, dan 20%) dan waktu penyimpanan (0 jam, 3 jam, dan 6 jam). Variabel yang diukur meliputi jumlah bakteri, pH, dan hedonik. Data jumlah bakteri dan pH dianalisis dengan analisis variansi dua arah. Data hedonik dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi asap cair tempurung kelapa redistilasi 0%, 10%, 15%, dan 20% berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap jumlah bakteri, pH, dan hasil uji hedonik. Analisis data menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi asap cair tempurung kelapa redistilasi yang berbeda berpengaruh terhadap jumlah bakteri pada udang putih dan konsentrasi asap cair tempurung kelapa redistilasi 10% yang direndam selama 20 menit merupakan konsentrasi efektif untuk menurunkan jumlah bakteri sampai pada 6 jam penyimpanan udang putih pada suhu ruang (28ºC).