cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
LenteraBio
ISSN : 22523979     EISSN : 26857871     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
PENGARUH PEMBERIAN ASAP CAIR KULIT KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGEA) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI PADA IKAN CAKALANG (KATSUWONUS PELAMIS) Nurin, Laila Alvi; Trimulyono, Guntur
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 8, No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian asap cair kulit kacang tanah  terhadap pertumbuhan bakteri pada ikan cakalang dan mengetahui konsentrasi asap cair kulit kacang tanah yang optimal untuk mengurangi pertumbuhan bakteri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan dua faktor perlakuan yaitu konsentrasi asap cair kulit kacang tanah (8%, 10%, dan 12%) dan waktu penyimpanan (0 jam, 12 jam, dan 24 jam). Parameter yang diamati adalah pertumbuhan bakteri (jumlah bakteri) dan nilai pH. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov. Selanjutnya, data TPC dan nilai pH dianalisis menggunakan Uji Analisis Varian Dua Arah untuk untuk membuktikan adanya pengaruh perendaman ikan cakalang dengan asap cair kulit kacang tanah pada konsentrasi yang berbeda yaitu 8%, 10%, dan 12% pada 0 jam, 12 jam, dan 24 jam pasca perlakuan dan dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) dengan signifikasi ? = 0,05. Berdasarkan analisis data, diketahui bahwa pemberian konsentrasi asap cair kulit kacang tanah 8%, 10%, dan 12% berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bakteri dan konsentrasi asap cair kulit kacang tanah yang paling optimal dalam menghambat pertumbuhan bakteri hingga waktu penyimpanan 12 jam adalah konsentrasi 12% tetapi hasil tersebut tidak berbeda nyata dengan konsentrasi 10%.
AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK BUAH PARE (MOMORDICA CHARANTIA L.) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN JAMUR FUSARIUM OXYSPORUM Putri, Devi Ratna; Asri, Mahanani Tri; Ratnasari, Evie
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 8, No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fusarium oxysporum merupakan fungi penganggu tanaman yang merugikan karena menyebabkan penyakit layu pada tanaman. Tanaman pare (Momordica charantia) dapat digunakan sebagai fungisida karena mengandung alkaloid dan saponin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antifungi ekstrak buah pare (Momordica charantia) dalam menghambat pertumbuhan jamur Fusarium oxysporum dan mengetahui konsentrasi ekstrak buah pare yang paling optimal dalam menghambat pertumbuhan jamur Fusarium oxysporum. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor perlakuan yaitu konsentrasi ekstrak buah pare (60%, 70%, 80%, 90%, 100%, dan kontrol positif dithane M-45) dengan 4 ulangan. Parameter yang diukur berupa diameter zona bening disekitar kertas cakram, data dianalisis dengan ANOVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah pare dapat menghambat pertumbuhan jamur Fusarium oxysporum. Konsentrasi yang optimal dalam menghambat pertumbuhan jamur Fusarium oxysporum adalah konsentrasi 90% dengan rata-rata diameter zona bening sebesar 4,25±0,95 mm yang tidak berbeda nyata dengan kontrol positif dithane M-45.
POTENSI EKSTRAK LICHEN PARMELIA SULCATA DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI XANTHOMONAS CAMPESTRIS PADA TANAMAN KUBIS Pranadita, Kharisma Alfia; Yuliani, Yuliani
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 8, No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lichen merupakan salah satu organisme yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi dan memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pestisida hayati. Salah satu jenis lichen yang sering dijumpai di Indonesia ialah lichen P. sulcata. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ekstrak lichen P. sulcata dan untuk menentukan konsentrasi optimal ekstrak lichen P. sulcata dalam menghambat pertumbuhan bakteri X. campestris secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima variasi konsentrasi yaitu 10.000 ppm, 20.000 ppm, 30.000 ppm, 40.000 ppm, dan 50.000 ppm serta menggunakan kontrol positif kloramfenikol 5% dan kontrol negatif akuades dengan empat kali pengulangan. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode kertas cakram. Data yang diperoleh berupa hambatan pertumbuhan bakteri X. campestris yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat di sekitar kertas cakram dan dianalisis menggunakan ANOVA serta dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak lichen P. sulcata berpengaruh dalam menghambat pertumbuhan bakteri X. campestris. Perlakuan ekstrak lichen P. sulcata dengan konsentrasi 50.000 ppm paling optimal dalam menghambat bakteri X. campestris dengan diameter sebesar 9,87±0,25 mm.
KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN KEPITING ANGGOTA FAMILI DOTILLIDAE DI PANTAI BARUNG TORAJA SUMENEP, MADURA Nafiah, Ida Zumatin; Purnomo, Tarzan
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 8, No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Barung Toraja merupakan kawasan pantai selatan yang terletak di Kabupaten Sumenep, memiliki keanekaragaman jenis-jenis hewan invertebrata yang termasuk Crustaceae famili Dotillidae. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kepiting Dotillidae, mendeskripsikan keanekaragaman dan kemelimpahan kepiting Dotillidae. Pengambilan sampel dilakukan di Pantai Barung Toraja dengan menggunakan metode transek. Garis transek dibagi menjadi tiga bagian, yaitu intertidal atas, intertidal tengah, dan intertidal bawah pada 10 stasiun dengan jumlah 90 plot. Keanekaragaman kepiting Dotillidae dihitung menggunakan indeks keanekaragaman Shanon-Wiener dan kemelimpahan dihitung berdasarkan kemelimpahan relatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Pantai Barung Toraja Sumenep, Madura ditemukan 10 jenis kepiting Dotillidae. Indeks keanekaragaman jenis kepiting Dotillidae sebesar 2,1351 termasuk dalam kategori keanekaragaman sedang. Kepiting Dotillidae yang paling melimpah adalah Dotilla intermedia dengan kemelimpahan relatif sebesar 16,61% dan kemelimpahan relatif yang terendah yaitu Ilyoplax delsmani sebesar 1,5%.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK LICHEN USNEA SUBFLORIDANA TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI FNCC 0091 DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS FNCC 0047 Amalia, Rizki; Trimulyono, Guntur
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 8, No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus merupakan beberapa contoh jenis bakteri patogen yang menyebabkan penyakit diare dan pioderma dengan tingkat prevalensi yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian terhadap kedua jenis bakteri ini dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di alam, salah satunya yaitu lichen Usnea subfloridana yang memiliki sifat antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari perbedaan konsentrasi ekstrak dan jenis bakteri terhadap aktivitas antibakteri ekstrak Usnea subfloridana dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus FNCC 0047 serta Escherichia coli FNCC 0091. Pembuatan ekstrak Usnea subfloridana dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut methanol 96% selama 3 hari. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram dengan 5 perlakuan yaitu ekstrak lichen dengan konsentrasi 1,25%; 2,5%; dan 5%, kontrol negatif (akuades steril) dan kontrol positif (kloramfenikol 100 mg/mL) yang diulang sebanyak tiga kali. Data yang diperoleh berupa rata-rata diameter zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Usnea subfloridana memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus FNCC 0047 dan E. coli FNCC 0091. Perlakuan ekstrak Usnea subfloridana dengan konsentrasi 5% merupakan konsentrasi optimal dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus FNCC 0047 dan E. coli FNCC 0091 dengan masing-masing zona hambat sebesar 9,50 ± 0,50 mm dan 8,80 ± 0,25 mm.
PENGARUH PEMBERIAN ASAP CAIR AMPAS TEBU TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI PADA IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCARIFER) Mawli, Rizka Efi; Trimulyono, Guntur
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 8, No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh pemberian asap cair ampas tebu dalam menghambat pertumbuhan bakteri pada ikan kakap putih (Lates calcarifer), menentukan konsentrasi asap cair yang paling efektif untuk menghambat pertumbuhan bakteri pada ikan kakap putih serta konsentrasi asap cair ampas tebu yang memiliki nilai rata-rata hedonik tertinggi pada ikan kakap putih. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan yaitu konsentrasi asap cair ampas tebu (0%, 3%, 6%, dan 9%) dan waktu penyimpanan (0 jam, 12 jam, dan 24 jam). Variabel yang diukur adalah pertumbuhan bakteri dilihat dari jumlah bakteri, nilai hedonik ikan kakap setelah diberi perlakuan dan nilai pH. Data yang diperoleh dalam penelitian ini kemudian dianalisis menggunakan statistik. Hasil analisis menunjukkan konsentrasi asap cair ampas tebu 0%, 3%, 6%, dan 9% berpengaruh nyata terhadap jumlah bakteri, pH, dan nilai hedonik. Konsentrasi asap cair ampas tebu yang paling optimal dalam menghambat pertumbuhan bakteri pada ikan kakap putih adalah konsentrasi 9% pada waktu penyimpanan 24 jam dengan jumlah bakteri 1,7 x 10^5± 0,568 CFU/g namun hal ini tidak berbeda nyata dengan konsentrasi 6%, sedangkan untuk nilai hedonik dengan rata-rata tertinggi adalah pada konsentrasi 6% waktu penyimpanan 0 jam.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK CAIR ORGANIK DAN PUPUK CAIR KIMIA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA L.) DENGAN METODE HIDROPONIK SISTEM WICK Sholikhah, Inayatus; Winarsih, Winarsih
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 8, No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harga pupuk AB mix yang mahal merupakan salah satu kendala petani atau pengusaha tanaman hidroponik dalam bercocok tanam, namun di lain pihak salah satu komponen utama dalam bertanam. Solusi yang dapat dipilih untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan membuat pupuk cair organik dari kotoran kambing dan pupuk cair kimia dari campuran dari Urea, KCl, Gandasil D serta NPK. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kandungan unsur hara N, P, K dan C/N rasio pupuk cair organik dan pupuk cair kimia serta menguji pengaruh pemberiannya pada tanaman sawi (Brassica juncea L.) dengan metode hidroponik sistem Wick. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan perbedaan jenis pupuk cair. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu kadar hara N, P, K, dan C/N rasio, tinggi tanaman, berat basah, luas daun. Hasil dianalisis dengan kriteria standar sifat tanah,dan uji-t tidak bepasangan. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa pupuk cair organik memiliki kadar hara N 1,675%; P 0,422%; K 1,667%; C/N rasio 16 sedangkan pupuk cair kimia memiliki kadar hara N 1,854%; P 0,573%; K 2,088%; C/N rasio 13. Hasil penelitian pada pertumbuhan tanaman menunjukkan bahwa pupuk cair organik memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingkan dengan pupuk cair kimia pada pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea L.).
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS) TERHADAP MORTALITAS HAMA WALANG SANGIT (LEPTOCORISA ACUTA) Embrikawentar, Zeinbrilian Cheisamaula; Ratnasari, Evie
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 8, No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hama walang sangit merupakan hama yang dapat menyerang seluruh bagian tanaman padi khususnya bulir padi. Hama ini dapat menyebabkan pertumbuhan bulir menjadi kurang sempurna, yaitu bulir padi terisi sebagian bahkan tidak terisi sama sekali. Oleh karena itu, dibutuhkan pengendalian hama yang ramah lingkungan untuk menanggulanginya dengan menggunakan ekstrak daun sukun. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) pada berbagai konsentrasi terhadap mortalitas hama walang sangit (Leptocorisa acuta) serta dosis efektifnya. Rancangan penelitian menggunakan RAK dengan 5 variasi konsentrasi yaitu 10%, 20%, 30%, 40% dan kontrol menggunakan insektisida Curacron 500 EC dengan lima kali pengulangan. Data yang diperoleh berupa mortalitas hama walang sangit yang dianalisis menggunakan ANAVA satu arah kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak daun sukun sebesar 40% merupakan konsentrasi yang efektif karena menghasilkan mortalitas hama walang sangit sebesar 86%.
POTENSI ISOLAT BAKTERI ENDOFIT (B3), RHIZOBIUM, AZOTOBACTER DAN AZOSPIRILLUM DALAM MEMPRODUKSI HORMON INDOLE ACETIC ACID (IAA) Nurcahyanti, Rantika; Asri, Mahanani Tri; Dewi, Sari Kusuma
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 8, No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hormon IAA merupakan hormon yang dapat memacu pertumbuhan tanaman. Hormon IAA dapat dihasilkan oleh beberapa bakteri, baik bakteri simbiotik yaitu bakteri Endofit (B3) dan Rhizobium maupun bakteri nonsimbiotik, yaitu Azotobacter dan Azospirillum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan setiap isolat bakteri dalam memproduksi hormon IAA, mengetahui fluktuasi yang terjadi selama lima hari masa inkubasi dan mendeskripsikan hubungan antara konsentrasi hormon IAA yang dihasilkan dengan jumlah sel bakteri pada setiap isolat. Potensi isolat bakteri dalam memproduksi hormon IAA diperoleh dengan mengukur nilai absorbansi menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 530 nm yang dilakukan setiap hari selama lima hari masa inkubasi. Jumlah sel bakteri dapat dihitung menggunakan haemositometer. Konsentrasi hormon IAA yang dihasilkan dan jumlah sel bakteri pada setiap isolat selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa konsentrasi hormon IAA tertinggi diproduksi oleh bakteri Azotobacter, yaitu rata-rata sebesar 1,756 ppm, sedangkan terendah adalah bakteri Rhizobium, yaitu sebesar 1,342 ppm. Berdasarkan hasil perhitungan jumlah bakteri, diketahui bahwa jumlah sel bakteri berbanding lurus dengan konsentrasi hormon IAA yang dihasilkan pada masa inkubasi yang sama. Semakin banyak juga jumlah sel bakterinya, maka semakin tinggi konsentrasi hormon IAA yang diproduksi oleh masing-masing bakteri selama lima hari masa inkubasi.
KEMAMPUAN AZOLLA MICROPHYLLA DALAM MENYERAP LOGAM BERAT TEMBAGA (CU) PADA KONSENTRASI YANG BERBEDA Nilamsari, Dini Dwi; Rachmadiarti, Fida
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 8, No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logam berat merupakan polutan terbesar yang memengaruhi kualitas air. Teknik untuk memperbaiki kualitas perairan yang tercemar logam berat yaitu fitoremediasi menggunakan tumbuhan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi Cu terhadap kadar Cu dalam akar dan kadar klorofil dalam daun. Penelitian ini eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dan satu faktor perlakuan yaitu konsentrasi Cu sebesar 0 ppm, 5 ppm, 10 ppm, dan 15 ppm dan waktu detensi selama 10 hari. Data yang diperoleh berupa kadar Cu dalam akar dan kadar klorofil daun. Kadar Cu diuji menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectroscopy) dan uji kadar klorofil menggunakan spektrofotometer. Analisis data menggunakan anava satu arah dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan berbagai konsentrasi Cu berpengaruh terhadap kadar Cu dalam akar yaitu pada konsentrasi 15 ppm sebesar 4,138 ppm, serta berpengaruh pada kadar klorofil daun yaitu konsentrasi 15 ppm sebesar 2,424. Hasil penelitian membuktikan bahwa A. microphylla memiliki kemampuan untuk menyerap logam Cu