cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
LenteraBio
ISSN : 22523979     EISSN : 26857871     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI DICHLOROPHENOXY ACETIC ACID TERHADAP KECEPATAN INDUKSI DAN VIABILITAS KALUS DAUN STEVIA (STEVIA REBAUDIANA) PADA MEDIUM NEW PHALAENOPSIS SECARA IN VITRO INDAHNING ROHMAH, DWI
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stevia (Stevia rebaudiana) menghasilkan rasa manis 200-300 kali lebih tinggi dibandingkan gula tebu atau sukrosa dan tumbuh baik di dataran tinggi namun tumbuh kurang baik di dataran rendah karena lahan pertanian pada dataran tinggi terbatas maka untuk mengatasi keterbatasan lahan produksi pemanis stevia dapat dilakukan di laboratorium dengan teknik kultur jaringan agar diperoleh metabolit sekundernya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh berbagai konsentrasi 2,4 D (Dichlorophenoxy acetic acid) terhadap kecepatan induksi dan viabilitas kalus daun stevia pada medium New Phalaenopsis (NP) secara in vitro. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan setiap perlakuan memiliki 5 ulangan sehingga terdapat 25 unit eksperimen. Parameter yang diamati adalah kecepatan induksi dan viabilitas kalus daun stevia yang meliputi biomassa, tekstur dan warna kalus. Data kecepatan induksi, tekstur dan warna kalus dianalisis secara deskriptif, sedangkan biomassa kalus dianalisis dengan ANAVA satu arah yang dilanjutkan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai konsentrasi 2,4 D berpengaruh terhadap kecepatan induksi dan viabilitas kalus daun stevia pada medium NP secara in vitro. Konsentrasi 2,4 D tercepat untuk menginduksi kalus daun adalah 1,0 mg/l; 1,5 mg/l; dan 2,0 mg/l; serta 2,4 D 0,5 mg/l; merupakan konsentrasi yang tepat untuk menghasilkan viabilitas kalus daun yang optimal.   Kata kunci: Stevia rebaudiana; Dichloropenoxy acetic acid; kecepatan induksi kalus; viabilitas kalus; medium New Phalaenopsis
PENAMBAHAN BAKTERI PSEUDOMONAS AERUGINOSA PADA MEDIA TANAM UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN AGLAONEMA ADITRY, MOCHAMMAD
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lumpur Lapindo sulit untuk digunakan sebagai media tanam ditinjau dari karakter fisik, kimia dan biologi sehingga diperlukan adanya perbaikan struktur maupun tekstur lumpur Lapindo yang belum banyak dimanfaatkan masyarakat, salah satunya adalah yang digunakan sebagai media tanam dengan campuran tanah regosol. Lumpur Lapindo memiliki kandungan unsur hara dan mikroorganisme tanah yang rendah sehingga diperlukan penambahan bahan organik tanah (pupuk blotong) serta mikroorganisme tanah (Pseudomonas aeruginosa). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pemberian P. aeruginosa dengan berbagai konsentrasi yang ditambahkan pupuk blotong terhadap pertumbuhan tanaman Aglaonema dan kadar fosfat (P) pada media tanam lumpur Lapindo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)  dengan satu faktor perlakuan, yaitu konsentrasi P. aeruginosa (0, 106, 108, 1010 cfu/ml) dengan 6 kali ulangan. Parameter pertumbuhan yang diukur meliputi tinggi, berat basah, dan  kadar fosfat pada media tanaman Aglaonema. Data pertumbuhan tanaman dianalisis menggunakan ANAVA dilanjutkan dengan Uji Duncan, sedangkan data kadar P dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pemberian P. aeruginosa dengan berbagai konsentrasi yang ditambahkan pupuk blotong mempengaruhi pertumbuhan tanaman Aglaonema.  Hasil pertumbuhan dan kadar P terbaik pada tanaman Aglaonema dihasilkan pada konsentrasi 1010 cfu/ml. Hal ini dibuktikan dengan tinggi tanaman sebesar 29,23 cm; berat basah sebesar 83,94 g dan kadar P pada media tanam sebesar 12,431 mgkg-1. Kata Kunci: Lumpur Lapindo; Pseudomonas aeruginosa; pupuk blotong;  pertumbuhan dan kadar P pada media tanam
PENGARUH KOMBINASI FILTRAT UMBI GADUNG, DAUN SIRSAK, DAN HERBA ANTING-ANTING TERHADAP MORTALITAS LARVA ORDO LEPIDOPTERA AFIDAH, ROHMATUL
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Insektisida nabati adalah salah satu pengendalian yang ramah lingkungan terhadap hama tanaman sawi dari ordo Lepidoptera. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh kombinasi filtrat umbi gadung, daun sirsak, dan herba anting-anting terhadap mortalitas larva ordo Lepidoptera, mendeskripsikan ketahanan dari ordo Lepidoptera terhadap metabolit sekunder dan menentukan hama yang efektif bisa dikendalikan oleh insektisida nabati tersebut. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan, yaitu jenis larva ordo Lepidoptera yang menjadi hama sawi. Jenis larva tersebut adalah Plutella xylostella, Helicoverpa armigera, Spodoptera exigua, dan Spodoptera litura. Data yang diperoleh dianalisis ANAVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kombinasi filtrat umbi gadung, daun sirsak, dan herba anting-anting berpengaruh terhadap mortalitas larva ordo Lepidoptera, dari tingkat persentase mortalitas dapat diketahui juga bahwa setiap spesies larva ordo Lepidoptera memiliki ketahanan yang berbeda terhadap metabolit sekunder dan hama yang efektif dapat dikendalikan oleh insektisida nabati tersebut dari yang paling efektif sampai yang kurang efektif adalah Plutella xylostella, Spodoptera exigua, Spodoptera litura, Helicoverpa armigera.   Kata kunci:  filtrat Dioscorea hispida, Annona muricata, dan Acalypha indica; mortalitas larva ordo Lepidoptera
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN MAJAPAHIT (CRESCENTIA CUJETE) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI RALSTONIA SOLANACEARUM PENYEBAB PENYAKIT LAYU KUSUMA DEWI, MITA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ralstonia solanacearum merupakan bakteri penyebab penyakit layu pada budi daya tanaman hortikultura dan dapat menurunkan hasil produksi hingga 90%. Pengendalian Ralstonia solanacearum biasanya dilakukan menggunakan pestisida sintetik, tetapi penggunaan berlebih dan dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten. Perlu adanya pengendalian penyakit yang ramah lingkungan menggunakan pestisida nabati dengan memanfaatkan senyawa aktif daun majapahit (Crescentia cujete). Uji fitokimia menunjukkan ekstrak daun majapahit mengandung fenol, tanin, flavonoid, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai senyawa antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh ekstrak daun majapahit dengan berbagai konsentrasi dalam menghambat pertumbuhan Ralstonia solanacearum dan untuk menentukan konsentrasi optimal ekstrak daun majapahit dalam menghambat pertumbuhan bakteri Ralstonia solanacearum secara in vitro. Rancangan penelitian menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan variasi konsentrasi ekstrak yang digunakan, yaitu 55%, 65%, 75%, 85%, 95%, dan kontrol positif (kloramfenikol 1%), serta kontrol negatif (akuades), masing-masing dengan 3 kali ulangan. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran. Data yang diperoleh berupa diameter zona hambat yang dianalisis dengan ANOVA satu arah dan dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun majapahit dapat menghambat pertumbuhan bakteri Ralstonia solanacearum. Perlakuan dengan konsentrasi 85% dan 95% merupakan konsentrasi yang optimal dalam menghambat pertumbuhan Ralstonia solanacearum dengan diameter zona hambat sebesar 11,4 ± 0,50 mm dan 12,4 ± 1,32 mm   Kata kunci: ekstrak daun majapahit (Crescentia cujete); Ralstonia solanacearum; zona hambat
EKSPLORASI DAN KARAKTERISASI CENDAWAN ENTOMOPATOGEN BEAUVERIA BASSIANA DARI KABUPATEN MALANG DAN MAGETAN SRI UTAMI, RETNO
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi cendawan B. bassiana dari Kabupaten Malang dan Magetan, mendeskripsikan karakter morfologi setiap isolat, mendeskripsikan perbedaan efektivitas isolat B. bassiana dari daerah yang berbeda dalam mengendalikan P. xylostella, menentukan isolat B. bassiana yang paling efektif dalam mengendalikan P. xylostella, dan untuk mendeskripsikan kaitan antara karakter morfologi dengan efektivitas B. bassiana dalam mengendalikan P. xylostella. Cendawan diisolasi dari perkebunan kubis yang berada di daerah Cangar, Junrejo, Pujon, Plaosan, Ngancar, dan Sarangan dengan menggunakan metode pemancingan dengan serangga. Karakter morfologi isolat yang diamati adalah warna koloni, ukuran konidia, ukuran konidium, dan kerapatan hifa.Selain itu, viabilitas tiap-tiap isolat juga diamati. Efektivitas isolat ditinjau berdasarkan persentase kematian serangga uji dan lama waktu kematian. Data morfologi dianalisis secara deskriptif, sedangkan data mortalitas dan waktu kematian dianalisis dengan menggunakan analisis varian satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keenam isolat yang didapat, isolat Junrejo adalah isolat yang memiliki ukuran konidia dan konidium terbesar serta hifa yang rapat sehingga menyebabkan tingginya persentase kematian dalam waktu yang singkat dibandingkan dengan kelima isolat lain.   Kata kunci:  cendawan entomopatogen; Beauveria bassiana; Plutella xylostella; Beauveria bassiana isolat Junrejo Malang
PENGARUH CEKAMAN KROMIUM PADA LIMBAH CAIR BATIK TERHADAP PERTUMBUHAN EICHORNIA CRASSIPES DAN SALVINIA MOLESTA MEIGASARI, AYU
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logam berat kromium (Cr) banyak terkandung dalam limbah industri batik yang memakai bahan pewarnaan, oleh karena itu pengolahan limbah cair industri batik dengan menggunakan teknik fitoremediasi perlu diterapkan. Fitoremediasi dalam penelitian ini menggunakan dua tumbuhan air yaitu Eichornia crassipes dan Salvinia molesta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pertumbuhan Eichornia crassipes dan Salvinia molesta dalam berbagai konsentrasi limbah cair. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor perlakuan, yaitu faktor konsentrasi limbah pada media tanam (0%, 25% dan 50%) dan jenis tumbuhan, yaitu Eichornia crassipes, Salvinia molesta dan perlakuan kombinasi. Ulangan dilakukan sebanyak 3 kali sehingga didapatkan 27 unit penelitian. Parameter penelitian yang diukur adalah pertumbuhan tanaman. Data dianalisis secara Anava dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Data pendukung berupa suhu dan pH media tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tumbuhan air akibat limbah batik dengan berbagai konsentrasi menunjukkan pertumbuhan yang paling tinggi pada kombinasi Eichornia crassipes dengan Salvinia molesta.   Kata kunci: Eichornia crassipes; Salvinia molesta; fitoremidiasi; limbah cair batik; kromium
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI KONSENTRASI FILTRAT UMBI BAWANG MERAH DAN ROOTONE-F TERHADAP PERTUMBUHAN STEK MELATI “RATO EBU” MARFIRANI, MELISA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan bunga melati semakin meningkat seiring kemajuan industri, terutama produksi minyak atsiri dari bunga melati sebagai bahan baku industri minyak wangi, kosmetik, pewangi, penyedap teh, cat, tinta, pestisida, pewangi sabun dan industri tekstil. Teknik perbanyakan vegetatif terutama dengan stek merupakan salah satu cara yang efisien dan efektif untuk memenuhi kebutuhan bibit melati dalam skala besar dalam waktu yang cepat dan mudah. Pemberian ZPT rootone-f yang termasuk dalam kelompok auksin dan filtrat bawang merah sebagai tambahan hormon eksogen serta senyawa allicin mempercepat pertumbuhan stek melati. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan perbedaan pertumbuhan stek melati akibat pemberian filtrat bawang merah dengan penambahan rootone-f. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental berdasarkan RAK satu faktorial dengan 4 perlakuan konsentrasi filtrat bawang merah yaitu konsentrasi 40%, 60%, 80%, dan 100% diberi penambahan rootone-f dengan 5 ulangan pada tiap perlakuan. Pemberian filtrat bawang merah 100% yang ditambah dengan rootone-f memberikan hasil terbaik untuk parameter pertumbuhan jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, luas daun, jumlah akar, dan panjang akar.   Kata kunci: rootone-f; senyawa allicin; filtrat bawang merah; pertumbuhan stek melati
PENGGUNAAN KOMBINASI FILTRAT UMBI GADUNG, DAUN SIRSAK, DAN HERBA ANTING-ANTING UNTUK PENGENDALIAN ULAT GRAYAK RIZKI HAYUNINGTYAS, TIARA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh kombinasi filtrat umbi gadung, daun sirsak, dan herba anting-anting terhadap mortalitas ulat grayak dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman kedelai. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu volume filtrat kombinasi filtrat umbi gadung, daun sirsak, dan herba anting-anting yang terdiri atas volume 5 ml; 7,5 ml; 10 ml; dan 12,5 ml serta tidak diberi kombinasi filtrat sebagai kontrol. Perlakuan diulang sebanyak lima kali. Parameter yang diukur adalah mortalitas ulat grayak, pertumbuhan tanaman (pertambahan tinggi tanaman, berat basah tanaman, dan panjang akar tanaman kedelai). Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan ANAVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi filtrat umbi gadung, daun sirsak, dan herba anting-anting pada berbagai volume memberikan pengaruh terhadap mortalitas ulat grayak, yaitu menyebabkan mortalitas sebesar 62-84%. Pemberian kombinasi filtrat berpengaruh positif pada pertumbuhan tanaman, meliputi peningkatan berat basah tanaman sebesar 81,94-102,88 g; pertambahan tinggi tanaman sebesar 5,2-8,4 cm; dan panjang akar sebesar 36,9-53,4 cm. Perlakuan dengan menggunakan volume 7,5 ml; 10 ml; dan 12,5 ml efektif membunuh larva uji.   Kata kunci: kombinasi filtrat umbi gadung; daun sirsak; herba anting-anting; biopestisida; ulat grayak; tanaman kedelai
KEMAMPUAN TANAMAN KANGKUNG AIR (IPOMOEA AQUATICA) DALAM MENYERAP LOGAM BERAT KADMIUM (CD) BERDASARKAN KONSENTRASI DAN WAKTU PEMAPARAN YANG BERBEDA WULANDARI, RESMAYA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan tanaman kangkung air dalam menyerap logam berat kadmium dengan berbagai konsentrasi dan waktu pemaparan yang berbeda. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah konsentrasi Cd, yaitu 2 ppm, 4 ppm, dan 6 ppm. Faktor kedua adalah waktu pemaparan, yaitu 5 hari, 10 hari, dan 15 hari. Parameter yang diamati adalah kadar Cd pada akar kangkung air, kadar Cd pada media tanam (air) dan biomassa kangkung air. Analisis kadar Cd menggunakan AAS di Laboratorium Ilmu Tanah, Universitas Brawijaya, Malang. Data dianalisis menggunakan Uji Anava 2 arah dan Uji lanjut Duncant Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi dan waktu pemaparan memberi pengaruh yang berbeda nyata terhadap kemampuan tanaman kangkung air dalam menyerap logam berat Cd dan pertambahan biomassa tanaman. Akumulasi kadmium pada akar kangkung air paling optimal terjadi pada konsentrasi 6 ppm dan waktu pemaparan 15 hari, yaitu sebesar 5,58 ppm (93%). Penurunan Cd paling optimal pada media tanam dengan konsentrasi 6 ppm dan waktu pemaparan 15 hari, yaitu 0,20 ppm (97%). Peningkatan biomassa kangkung air paling optimal terjadi pada konsentrasi 2 ppm dan waktu pemaparan 15 hari, yaitu 137,49 gram (37%).   Kata Kunci: logam berat kadmium (Cd); Kangkung air (Ipomoea aquatica); konsentrasi Cd;  dan waktu pemaparan
EFEKTIVITAS GRACILLARIA GIGAS SEBAGAI BIOFILTER LOGAM BERAT TIMBAL (PB) PADA MEDIA TANAM NASUHA, TAUBATAN
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah industri, pertanian, dan rumah tangga yang mengandung logam Pb dan dibuang ke perairan tanpa melalui proses pengolahan akan mengakibatkan terjadinya peningkatan konsentrasi logam berat. Untuk itu diperlukan upaya meminimalkan kadar logam Pb dalam perairan, di antaranya dengan memanfaatkan Gracillaria gigas sebagai biofilter. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh konsentrasi dan waktu pemaparan serta pengaruh interaksi antara konsentrasi dengan waktu pemaparan terhadap daya serap Pb oleh G. gigas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan, yaitu konsentrasi dan waktu pemaparan. Faktor perlakuan konsentrasi yaitu, 0 ppm; 0,03 ppm; 0,06 ppm; dan 0,09 ppm. Faktor waktu pemaparan yaitu, 7 hari, 14 hari, dan 21 hari. Parameter yang diamati meliputi kadar Pb pada G. gigas, pada media tanam, serta berat basah G. gigas. Data dianalisis dengan menggunakan Anava 2 arah dan dilanjut dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi dan waktu pemaparan serta interaksi antara konsentrasi dengan waktu pemaparan berpengaruh terhadap daya serap G. gigas terhadap logam Pb pada media tanam. Kadar logam Pb pada G. gigas tertinggi terjadi pada perlakuan penambahan konsentrasi 0,09 ppm dengan waktu pemaparan 21 hari yaitu sebesar 0,337 ppm. Dengan demikian G. gigas efektif digunakan sebagai biofilter logam berat timbal (Pb) pada media tanam.   Kata kunci: logam berat; timbal (Pb); Gracillaria gigas; biofilter

Page 9 of 29 | Total Record : 281