cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
LenteraBio
ISSN : 22523979     EISSN : 26857871     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI ENDOFIT PENGHASIL HORMON INDOLE ACETIC ACID DARI AKAR TANAMAN UBI JALAR SURYA ANGGARA, BONDAN
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 3 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi jalar varietas Papua Patippi merupakan tanaman yang mampu hidup pada tanah yang kurang subur. Kemampuan bertahan hidup tersebut dikarenakan tanaman ubi jalar berasosiasi dengan bakteri endofit melalui berbagai mekanisme di antaranya menghasilkan hormon IAA. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bakteri endofit penghasil hormon IAA, mengetahui karakteristik isolat bakteri dan melihat similaritas antarisolat bakteri. Sampel berupa akar tanaman ubi jalar diperoleh dari kebun Balai Penelitian Tanaman Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian. Bakteri endofit, diisolasi dan diuji untuk mengetahui kadar hormon IAA yang dihasilkan. Empat isolat yang menghasilkan hormon IAA tertinggi dikarakterisasi morfologi koloni, morfologi sel dan fisiologi biokimia. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan numerik menggunakan Clad97. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 isolat bakteri endofit penghasil hormon IAA tertinggi. Isolat-isolat tersebut yaitu isolat A1, B1, B2 dan B3. Isolat bakteri endofit tersebut mempunyai karakteristik morfologi koloni dengan bentuk irregular; elevasi umbonate atau raised; tepi serrate, lobate atau entire; warna putih sampai putih kekuningan; karakter optik opaque; permukaan halus, tidak rata dan kasar. Karakteristik morfologi sel adalah Gram negatif, bentuk sel batang pendek, susunan sel monobasil, diplobasil atau streptobasil dan tidak terdapat endospora. Karakteristik fisiologi biokimia isolat bakteri endofit beragam di antaranya motil atau nonmotil, memproduksi katalase, mereduksi gula, memfermentasi asam campuran, memproduksi 2,3 butanadiol, mampu mereduksi nitrat dan memproduksi indol. Berdasarkan karakteristik tersebut isolat B1, B2 dan B3 mempunyai kemiripan yang tinggi dengan tingkat similaritas mencapai 1 sedangkan untuk isolat A1 mempunyai similaritas terendah yaitu 0.73 dibandingkan dengan isolat B1, B2 dan B3.   Kata kunci: karakterisasi; akar ubi jalar; bakteri endofit; hormon IAA
PENGGUNAAN CENDAWAN ENTOMOPATOGEN LECANICILLIUM LECANII UNTUK MENANGGULANGI  HAMA PENGGEREK POLONG KEDELAI ETIELLA ZINCKENELLA SECARA IN VITRO PRANATA, RENDI
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 3 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etiella zinckenella merupakan hama utama kedelai yang dapat menyebabkan kerugian hingga 80% dari hasil panen. Salah satu cara pengendaliannya adalah dengan menggunakan cendawan entomopatogen Lecanicillium lecanii. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi aplikasi cendawan entomopatogen L. lecanii dan pemberian cendawan L. lecanii pada stadia tertentu penggerek polong kedelai E. zinckenella terhadap mortalitas larva instar 1 dan tingkat ovisidal telur penggerek polong kedelai E. zinckenella. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan yaitu fase perkembangan E. zinckenella dari telur umur 0 hari, 1 hari, 2 hari, 3 hari, larva instar 1 dan frekuensi aplikasi 1x, 2x, 3x, dan 4x dengan tiga kali pengulangan. Parameter yang diamati adalah tingkat ovisidal telur E. zinckenella dan tingkat mortalitas larva instar 1 E. zinckenella. Data tingkat ovisidal dianalisis menggunakan uji Friedman, sedangkan tingkat mortalitas larva instar 1 dianalisis secara deskriptif. Frekuensi aplikasi yang efektif adalah frekuensi aplikasi 3x pada stadia telur 0 hari mampu menggagalkan penetasan telur hingga persentase ovisidal sebesar 80%.   Kata kunci: Cendawan entomopatogen; Lecanicillium lecani; hama penggerek polong kedelai;  Etiella zinckenella.
IDENTIFIKASI TELUR ENDOPARASIT SALURAN PENCERNAAN MACACA FASCICULARIS YANG DIPERGUNAKAN PADA PERTUNJUKAN TOPENG MONYET DI SURABAYA MELALUI PEMERIKSAAN FESES TRIANI, RISKA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 3 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) merupakan primata yang termasuk ke dalam famili Cercopithecidae dan belum termasuk jenis satwa yang dilindungi secara hukum, sehingga monyet ekor panjang diperdagangkan secara ilegal serta dijadikan hewan pertunjukan topeng monyet. Monyet ekor panjang yang menjadi hewan peliharaan akan lebih sering terjadi kontak dengan manusia yang dapat menyebabkan terjadinya penularan penyakit zoonosis antara satwa primata dan manusia. Penularan penyakit dapat terjadi melalui telur cacing sebagai sumber infeksi dan menyebabkan penyakit parasitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis telur endoparasit dan menentukan frekuensi kehadiran telur endoparasit yang menginfeksi saluran pencernaan monyet ekor panjang melalui pemeriksaan feses yang digunakan sebagai hewan pertunjukan topeng monyet di Surabaya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – April 2014 di Laboratorium Taksonomi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan 3 kali pengulangan pengambilan sampel sebanyak 28 ekor. Metode pemeriksaan feses yang digunakan yaitu natif dan sedimentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa monyet ekor panjang di Surabaya terinfeksi oleh telur endoparasit yaitu Ascaris lumbricoides, Strongyloides stercoralis, Trichuris trichiura, Hymenolepis sp., Ancylostoma duodenale, dan kista Balantidium coli dengan frekuensi kehadiran berturut-turut yaitu 4,71%, 7,85%, 2,85%, 0,78%, 0,79%, dan 0,79%.   Kata kunci: pemeriksaan feses; Macaca fascicularis; telur helminthes; kista Protozoa
MOTILITAS SPERMATOZOA SAPI BRAHMAN DENGAN BERBAGAI  KONSENTRASI DALAM PENGENCER CEP-D YANG DISIMPAN DALAM REFRIGERATOR MUSLIH FIQRI, MOHAMAD
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 3 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi spermatozoa terbaik dan mendiskripsikan pengaruh konsentrasi spermatozoa yang mampu mempertahankan motilitas spermatozoa sapi Brahman selama penyimpanan dalam refrigerator dengan temperatur 4-5oC. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah 15 x 106/ml, 20 x 106/ml, 25 x 106/ml, 30 x 106/ml, dan semen segar sebagai kontrol dengan konsentrasi spermatozoa tinggi (1660 x 106/ml). Motilitas spermatozoa diamati setiap hari dengan menggunakan mikroskop cahaya perbesaran 200X pada suhu 37oC hingga mencapai penurunan motilitas 40%. Data motilitas dianalisis menggunakan anava satu arah. Hasil penelitian motilitas spermatozoa mampu bertahan selama 7 hari penyimpanan dengan persentase motilitas setiap perlakuan didapatkan 15 x 106/ml (42,50%), 20 x 106/ml (39,38%), 25 x 106/ml (39,38%), 30 x 106/ml (35,63%), dan semen segar (0,00%). Analisis data menunjukkan bahwa konsentrasi spermatozoa selama penyimpanan dalam pengencer CEP-D berpengaruh nyata terhadap motilitas spermatozoa sapi Brahman selama penyimpanan pada refrigerator dengan konsentrasi spermatozoa terbaik selama penyimpanan adalah 15 x 106/ml.   Kata kunci: konsentrasi spermatozoa; sapi brahman; pengencer CEP-D; motilitas
PENGARUH PEMBERIAN FILTRAT TAUGE KACANG HIJAU TERHADAP HISTOLOGI HEPAR MENCIT YANG TERPAPAR MSG ANGGRAENY, ESSY
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 3 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek dari filtrat tauge kacang hijau terhadap histologi hepar mencit yang terkena monosodium glutamat (MSG) selama 25 hari. Penelitian ini menggunakan RAL yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Mencit diperlakukan setiap hari secara per oral dengan pemberian MSG 4 mg/0,5 ml selama 25 hari dan dilanjut dengan pemberian filtrat tauge kacang hijau per perlakuan dengan dosis 2 ml, 2,5 ml dan 3 ml selama 15 hari. Setelah hari ke-47  mencit dibedah dan diambil organ heparnya untuk dibuat preparat histologi. Data perhitungan kerusakan sel hepar diuji secara statistik dan didapatkan hasil data homogen dan berdistribusi normal, selanjutnya dilanjutkan dengan pengujian Anava dan dilanjut dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MSG menyebabkan degenerasi sel dan nekrosis pada jaringan hati dengan (P<0,05) dan filtrat tauge kacang hijau dapat memulihkan kerusakan sel hepar mencit yang disebabkan oleh MSG dengan dosis paling optimal adalah 3ml. Kata Kunci: hepar; Monosodium glutamate (MSG); filtrat tauge kacang hijau
EFEK FILTRAT TAUGE KACANG HIJAU TERHADAP JUMLAH SEL SERTOLI PADA TESTIS MENCIT YANG TERPAPAR MSG FITHRIYAH, RIZQIYATUL
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 3 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kemampuan filtrat tauge kacang hijau dalam meningkatkan jumlah sel sertoli setelah terpapar MSG. Penelitian ini  menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 kelompok perlakuan dan 4 pengulangan. Kelompok kontrol normal adalah kelompok mencit tanpa diberi MSG dan Filtrat tauge kacang hijau. Kelompok kontrol sakit yaitu kelompok yang diberi MSG  4 mg/0,5 ml selama 25 hari, tanpa diberi filtrat tauge kacang hijau. Kelompok perlakuan I diberi 4 mg/0,5 ml MSG + 2 ml filtrat tauge kacang hijau. Kelompokperlakuan II diberi perlakuan 4 mg/0,5 ml MSG + 2,5 ml filtrat tauge, dan kelompok perlakuan III diberi perlakuan 4 mg/0,5 ml MSG + 3 ml filtrat tauge selama 15 hari. Pengambilan data dengan mengamati preparat histologis testis dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin, untuk dihitung jumlah sel sertoli.Analisis data mengenai jumlah sel sertoli menggunakan program SPSS versi 20, dengan uji anava. Hasil perhitungan jumlah sel sertolidiperoleh hasil tidak berbeda secara signifikan  (P>0,05). Simpulan: tauge kacang hijau tidak berpengaruh pada peningkatan jumlah sel sertoli setelah paparan MSG.   Kata kunci: MSG (monosodium glutamat); filtrat tauge kacang hijau; sel sertoli
EFEKTIVITAS PEMBERIAN GETAH PEPAYA (CARICA PAPAYA) PADA TANAMAN CABAI MERAH TERHADAP PENURUNAN SERANGAN BEGOMOVIRUS PRATIWI ARDINI, SHINTA
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 3 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Begomovirus merupakan penyebab Pepper Yellow Leaf Curl Virus (PYLCV) pada tanaman cabai merah. Begomovirus memerlukan kutu kebul sebagai inang untuk menyerang tanaman cabai merah. Kutu kebul merupakan serangga hama yang paling banyak menyerang pada Famili Solanaceae termasuk tanaman cabai merah. Insektisida nabati yang terbuat dari getah buah muda tanaman pepaya berusia 2,5 – 3 bulan merupakan salah satu pengendalian yang ramah lingkungan terhadap hama tanaman cabai merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas getah pepaya dalam penurunan serangan kutu kebul pembawa Begomovirus serta menentukan konsentrasi yang paling efektif dalam penurunan serangan Begomovirus. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan yaitu konsentrasi larutan getah pepaya. Konsentrasi larutan getah pepaya tersebut adalah 10 ppm, 15 ppm, 20 ppm, 25 ppm dan 30 ppm serta kontrol 0 ppm. Data yang diperoleh dianalisis ANAVA 1 arah menggunakan SPSS 15.0 for windows selanjutnya dilakukan uji BNT. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa larutan getah pepaya efektif terhadap penurunan serangan Begomovirus dan konsentrasi yang efektif dalam penurunan serangan Begomovirus ialah 25 ppm dan 30 ppm. Kata kunci: Begomovirus; getah papaya; penurunan serangan
MOTILITAS SPERMATOZOA SAPI BRAHMAN DALAM PENGENCER CEP-D DENGAN SUPLEMENTASI KUNING TELUR AYAM (GALLUS SP.) STRAIN HISEX BROWN SELAMA PENYIMPANAN REFRIGERATOR ANDIKA, YUSUF
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 3 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyimpanan semen dalam bentuk cair membutuhkan pengencer dan krioprotektan berupa kuning telur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi kuning telur ayam (Gallus sp.) strain hisex brown yang paling baik dalam pengencer CEP-D untuk mempertahankan motilitas spermatozoa sapi Brahman selama penyimpanan temperatur refrigerator (4-5°C). Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima kali ulangan. Pengamatan motilitas dengan menggunakan mikroskop perbesaran 200x. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi kuning telur ayam (Gallus sp.) strain hisex brown dalam pengencer CEP-D berpengaruh nyata terhadap motilitas spermatozoa sapi Brahman selama penyimpanan pada temperatur 4-5°C. Konsentrasi terbaik kuning telur ayam (Gallus sp.) strain hisex brown pada pengencer CEP-D adalah 20% dan 25% yang mampu mempertahankan persentase motilitas spermatozoa sebesar 39,50 ± 0,66 dan 41,50 ± 1,66% selama 9 hari pada penyimpanan temperatur 4-5°C. Kata kunci: kuning telur; spermatozoa sapi Brahman; pengencer CEP-D; motilitas
KUALITAS PERAIRAN SUNGAI BENGAWAN SOLO DI WILAYAH KABUPATEN BOJONEGORO BERDASARKAN INDEKS KEANEKARAGAMAN PLANKTON PRASETYO EKO WIBOWO, HERI
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 3 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kabupaten di Jawa Timur yang dilalui Bengawan Solo adalah Bojonegoro. Di kabupaten tersebut, air Sungai Bengawan Solo dimanfaatkan  untuk berbagai keperluan seperti pertanian, perikanan, industri bahkan kegiatan domestik, yang berpotensi mencemari Sungai Bengawan Solo. Salah satu penilaian kualitas perairan secara biologis adalah berdasarkan indeks keanekaragaman plankton. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi  jenis-jenis plankton dan mendeskripsikan kualitas perairan Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro berdasarkan indeks keanekaragaman plankton. Jenis penelitian ini merupakan observasional. Pengambilan sampel dilakukan di Sungai Bengawan Solo dari Kecamatan Kalitidu sampai Kecamatan Bojonegoro Kota dengan jarak 26 km yang meliputi enam stasiun penelitian. Identifikasi plankton dilakukan di Laboratorium Taksonomi Jurusan Biologi Universitas Negeri Surabaya. Data Jumlah plankton, kualitas perairan dihitung dan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif dengan indeks keanekaragaman Shannon Wienner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Sungai Bengawan Solo Kabupaten Bojonegoro ditemukan fitoplankton yang terdiri atas 36 spesies serta zooplankton yang terdiri atas 3 spesies. Kualitas perairan Sungai Bengawan Solo Kabupaten Bojonegoro secara keseluruhan berdasarkan indeks keanekaragaman plankton adalah 2,3481, yang termasuk dalam kategori baik. Kata kunci: Bengawan solo, kualitas perairan, indeks keanekaragaman plankton
PENGGUNAAN LIMBAH KAPAS INDUSTRI KAIN DENGAN TAMBAHAN BEKATUL SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN MEDIA TANAM JAMUR TIRAM PUTIH (PLEUROTUS OSTREATUS) ARIFIN, IMAM
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 3, No 3 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah kapas merupakan limbah organik yang selama ini belum banyak dimanfaatkan sehingga keberadaannya masih sangat banyak. Kandungan selulosa yang tinggi pada limbah kapas memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai media budidaya jamur tiram putih. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kecepatan perambatan miselium dan berat basah tubuh buah dari hasil pemanenan jamur tiram putih. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan yang masing-masing perlakuan mendapat pengulangan sebanyak 6 kali. Perlakuan yang digunakan adalah perbedaan komposisi media, antara lain: perbandingan serbuk gergaji kayu sengon 85% dengan bekatul 15%; limbah kapas 100%; limbah kapas 75% dengan bekatul 25%; dan limbah kapas 50% dengan bekatul 50%. Data yang diperoleh dari 5 kali pengamatan perambatan miselium dan 2 kali pemanenan tubuh buah segar yang masing-masing diuji dengan analisis varian satu arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa, komposisi media yang paling optimal dalam mempercepat perambatan miselium adalah limbah kapas 100%. Berat basah tubuh buah pada komposisi media menggunakan limbah kapas tidak berbeda nyata dengan komposisi media menggunakan serbuk kayu sengon, sehingga disimpulkan bahwa limbah kapas dapat dijadikan alternatif pengganti serbuk kayu sengon sebagai media tanam jamur tiram putih.   Kata kunci: limbah kapas; media tanam; perambatan miselium; tubuh buah; Pleurotus ostreatus

Page 11 of 29 | Total Record : 281