cover
Contact Name
Dr. dr. Elman Boy, M.Kes., Sp.KKLP., Subsp.FOMC
Contact Email
implementahusada@umsu.ac.id
Phone
+628112570085
Journal Mail Official
implementahusada@umsu.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Jln.Gedung Arca No. 53 Medan 20217
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Implementa Husada (JIH)
ISSN : -     EISSN : 27220877     DOI : https://doi.org/10.30596/jih.v7i3
Core Subject :
Jurnal Implementa Husada (JIH) is a peer reviewed open access scientific journal in the fields of medicine, health sciences, and healthcare. The journal provides a scholarly platform for researchers, academics, clinicians, healthcare professionals, and other health related scholars to disseminate scientific knowledge, research findings, and evidence based practices that contribute to the advancement of medicine and health. Jurnal Implementa Husada publishes four issues per year, in February, May, August, and November. The journal accepts original research articles, review articles, and case reports, as well as other scholarly manuscripts that are relevant to the journal scope and comply with its editorial policies. The scope of the journal encompasses various areas of medicine and health sciences, including biomedical sciences, clinical medicine, family medicine and primary care, community medicine and public health, and medical and health professions education. Since 2026, Jurnal Implementa Husada has adopted English as the primary language of publication as part of its commitment to increasing the international visibility, accessibility, and dissemination of its published research.
Arjuna Subject : -
Articles 258 Documents
Pengaruh Tingkat Pengetahuan dan Ketepatan Penggunaan Kortikosteroid Pada Pasien Poliklinik Rumah Sakit Malahayati Terhadap Probabilitas Terjadinya Cushing's Syndrome M. Rafiq Kurniawan; Andri Yunaftri
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v4i2.13657

Abstract

Pendahuluan : Kortikosteroid merupakan salah satu contoh golongan obat yang sering digunakan oleh masyarakat luas. Obat golongan tersebut cukup digemari karena memiliki efek menghambat gejala dari suatu penyakit, sehingga seringkali disebut sebagai obat dewa. Biasanya obat golongan kortikosteroid juga sering diresepkan oleh dokter di rumah sakit sebagai terapi beberapa jenis penyakit. Namun, jika digunakan dalam jangka waktu yang lama dan dosis yang tidak tepat akan menyebabkan terjadinya sekumpulan manifestasi klinis yang disebut sindroma Cushing. Tujuan : Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh tingkat pengetahuan dan ketepatan penggunaan obat kortikosteroid pada suatu kelompok masyarakat di rumah sakit terhadap risiko terjadinya sindroma Cushing dengan menghasilkan suatu model probabilitas logistik. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 96 pasien di Poliklinik Rumah Sakit Malahayati yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil : Pada variabel tingkat pengetahuan memiliki nilai signifikansi (p-value) sebesar 0.015, dimana hasil tersebut lebih kecil dari tingkat signifikansi dan pada variabel ketepatan penggunaan kortikosteroid memiliki nilai signifikansi (p-value) sebesar 0.001, dimana hasil tersebut lebih kecil dari tingkat signifikansi. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian memiliki kesimpulan bahwa tingkat pengetahuan dan ketepatan penggunaan obat kortikosteroid berpengaruh signifikan terhadap probabilitas terjadinya sindroma Cushing.
The Effectiveness of Coffee Cherry Extract as a Neuroprotector in High-Fat Diet and Streptozotocin-Induced Diabetic Rats with Cognitive Impairment Muhammad Zulfadhli
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v7i3.30076

Abstract

Background: Diabetes mellitus causes chronic hyperglycemia that induces oxidative stress, inflammation, and neuronal damage, leading to cognitive impairment. Coffee cherry contains bioactive compounds (polyphenols, flavonoids, caffeine, chlorogenic acid) with neuroprotective potential. Objective: To evaluate the effect of coffee cherry extract on cognitive function, brain-derived neurotrophic factor (BDNF), and oxidative stress in diabetic rats induced by high-fat diet (HFD) and streptozotocin (STZ). Methods: A post-test only control group design was applied using 36 male Wistar rats divided into six groups: normal control, negative control, HFD+STZ, HFD+STZ+metformin 200 mg/kgBW, HFD+STZ+coffee cherry extract 100 mg/kgBW, and HFD+STZ+coffee cherry extract 200 mg/kgBW. Parameters measured included blood glucose, spatial memory (Y-maze), brain BDNF (ELISA), and malondialdehyde (MDA). Data were analyzed using ANOVA and post hoc tests, with p0.05 considered significant. Results: Coffee cherry extract at 100 and 200 mg/kgBW significantly reduced blood glucose (p0.05), improved Y-maze alternation, increased BDNF, and decreased MDA compared to untreated HFD+STZ rats. The 200 mg/kgBW dose showed the strongest effect, comparable or superior to metformin in some parameters. Conclusion: Coffee cherry extract provides neuroprotection through oxidative stress reduction and BDNF enhancement, thereby improving cognitive function in diabetic rats.
Edukasi Hipertensi dan Pemeriksaan Tekanan Darah, Asam Urat dan Kadar Gula Darah di Masjid Al- Hasanah, Kelurahan Sudirejo II Nadia Khoiriyah; Pinta Pudiyanti Siregar
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i3.11700

Abstract

Masyarakat masih kurang memahami mengenai hipertensi dan pencegahannya di masyarakat serta masih kurangnya pemeriksaan kesehatan seperti pemeriksaan tekanan darah, asam urat, dan kadar gula darah sehingga perlu dan pentingnya dilakukan pemeriksaan untuk pencegahan. Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan di seluruh belahan dunia terutama indonesia. Hipertensi atau yang disebut dengan The Silent Killer merupakan keadaan tekanan darah sisteolik ? 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ? 90 mmHg. Pemeriksaan tekanan darah, asam urat dan kadar gula darah merupakan pemeriksaan yang dilakukan pada kegiatan ini yang bertujuan untuk mengetahui kesehatan pada jamaah Masjid Al-Hasanah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk edukasi dan pemeriksaan tekanan darah, asam urat, dan kadar gula darah pada Masjid Al-Hasanah, Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota, Sumatera Utara. Setelah dilakukan edukasi dan pemeriksaan masyarakat lebih memahami tentang hipertensi dan mengetahui kondisi kesehatan dengan begitu tujuan dari kegiatan ini tercapai
Perbandingan Kejadian Kontaminasi Soil Transmitted Helminths pada Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) yang Dijual di Pasar Tradisional dan Pasar Modern Kecamatan Medan Sunggal Muhammad Dzaky Mumtadza Nanda; Nelli Murlina
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v6i4.26071

Abstract

Pendahuluan: Penyakit kecacingan yang disebabkan oleh Soil Transmissive Helminths (STH) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di daerah tropis seperti Indonesia. Prevalensi infeksi STH yang tinggi, terutama Ascaris lumbricoides , Trichuris trichiura, dan Hookworm ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Sumatera Utara. Kontaminasi telur STH pada sayuran mentah, seperti daun kemangi ( Ocimum basilicum L .), merupakan salah satu faktor risiko utama penularan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kejadian kontaminasi STH pada daun kemangi yang dijual di pasar tradisional dan pasar modern di kecamatan Medan Sunggal. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional . Sampel penelitian ini menggunakan 194 batang daun kemangi yang diambil secara acak ( simple random sampling ) dari pasar tradisional dan pasar modern di wilayah tersebut. Hasil: Analisis statistik menggunakan metode chi-square menunjukkan perbedaan yang signifikan (p ≤ 0,05) dalam kontaminasi STH antara daun kemangi yang dijual di kedua jenis pasar. Dari total 194 sampel, 54 (27,8%) terkontaminasi STH, 17 (8,8%) dari pasar tradisional dan 37 (19,1%) dari pasar modern. Hasil ini menunjukkan bahwa daun kemangi yang dijual di pasar modern memiliki tingkat kontaminasi STH yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasar tradisional. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam tingkat kontaminasi Soil Transmissive Helminths (STH) pada daun kemangi yang dijual di pasar modern dibandingkan dengan pasar tradisional, di mana pasar modern memiliki tingkat kontaminasi yang lebih tinggi.
Aspek Klinis dan Tatalaksana Hipernatremia pada Anak Faras Munandar; Hany Melati Harahap; Dinda Seruni Medina Nasution; Nadhila Faradhiba Siregar
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 2, No 4 (2021)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v2i4.11864

Abstract

Abstrak: Natrium merupakan kation utama dalam CES. Partikel yang terlarut dalam plasma utama yang secara osmotik aktif, mempertahankan volume intravaskuler dan interstisial. Hiper natremia didefinisikan sebagai peningkatan konsentrasi plasma Na+ lebih dari 145 mmol/L. Hiper natremia biasanya terjadi jika homeostasis natrium dan cairan terganggu yang menyebabkan defisit cairan dan elektrolit. Gambaran klinis hiper natremia bisa berupa rasa haus, berat badan turun sesuai dengan jumlah air yang hilang, out put urin turun, suhu tubuh sering meningkat, nadi menjadi cepat dan lemah, tekanan darah turun, kulit dan mukosa menjadi kering, saliva dan air mata akan berkurang, mulut menjadi kering dan keras, lidah menjadi tebal dan luka, sulit menelan, jaringan sub kutan memerah, penurunan refleks, agitasi, sakit kepala, gelisah, koma dan kejang terjadi pada hiper natremia yang berat. Penanganan hiper natremia terutama ditujukan pada penyebabnya yaitu penggantian kehilangan larutan (rehidrasi).
Fournier gangrene Hasroni Fathurrahman
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v6i1.22225

Abstract

Fournier gangrene merupakan bentuk necrotizing fasciitis yang mengenai genitalia pria yang berpotensi mengancam nyawa. Patogenesis Fournier gangren di tandai dengan infeksi polimikroba aerob dan anaerob dengan trombosis vaskuler dan nekrosis jaringan, ditingkatkan dengan pertahanan tubuh inang yang buruk karena satu atau lebih kelainan sistemik yang mendasari. Diagnosis dibuat berdasarkan keadaan klinis, didahului oleh gejala prodromal seperti demam, mual dan muntah, rasa tidak nyaman di daerah perineum, dan kontrol gula darah yang buruk. Penatalaksanaan berfokus pada debridement operatif yang cepat dan agresif serta antibiotik intravena spektrum luas. Terapi lainnya berupa terapi oksigen hiperbarik, perawatan luka yang teliti, dan pembedahan rekonstruksi juga penting dilakukan.
Tingkat Efektivitas dari Penggunaan Rapid- Test Antibodi Metode Immunokromatografi untuk Screening Covid-19 Adinda Narulitia
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v2i1.6600

Abstract

Coronavirus Disease 2019 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 memiliki manifestasi klinis pada sistem pernapasan dengan tingkat penularan yang tinggi, sehingga diperlukan deteksi awal dengan cara 3 T yaitu Testing, Tracing, and Treatment. Salah satu cara dari testing yaitu dengan menggunakan Rapid Test antibody metode ICT (mendeteksi IgG dan IgM). Pemeriksaan Rapid Test memiliki beberapa metode antara lain Lateral Flow Assay (LFA), ELISA, IFA, dan Immunokromatografi. Pada tinjauan literatur review ini akan dibahas pemeriksaan Rapid Test antibodi dengan menggunakan metode ICT. Dalam pemeriksaan Rapid test membutuhkan sampel dari darah utuh, plasma atau serum yang kemudian hasilnya dibaca dari alat kit Rapid Test yang menunjukkan hasil positif apabila didapatkan 3 garis berwarna pada garis C (control) dan garis IgG dan IgM atau 2 garis berwarna pada garis C (control) dan garis IgG atau IgM. Penggunaan Rapid Test antibody metode Immunokromatografi sebagai deteksi awal COVID-19, memiliki hasil sensitivitas yang bervariasi antara 72,7% hingga 100%. Hasil dari review ini penggunaan Rapid Test antibody metode Immunokromatografi memiliki hasil yang efektif dalam skrining COVID-19.
Hubungan Lama Menopause Dengan Indeks Masa Tubuh (IMT) Pada Perempuan Usia 40-60 Tahun Tara Afira Aurunisa
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v4i2.13797

Abstract

Introduction: menopause merupakan transisi dari fase reproduktif ke fase non reproduktif dalam kehidupan seorang wanita. Wanita menopause sering melaporkan kenaikan berat badan lebih cepat daripada sebelum menopause.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menopause dengan indeks massa tubuh (IMT) pada perempuan usia 40-60 tahun. Method: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional, menggunakan tehnik purposive sampling berjumlah 81 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian ini menunjukan usia rerata responden 55,86±2,64, usia menopause rerata 50.35 ± SD 2.259, lama menopause terbanyak 4-6 tahun dengan rerata lama menopause 5,44±SD 3,162, indeks massa tubuh (IMT) paling banyak obesity I dengan rerata IMT 25,1744±SD 2,81267. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama menopause dengan indeks massa tubuh (IMT) ( p=0.181 ). Conclusion: Tidak dijumpai adanya hubungan lama menopause dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada perempuan usia 40-60 tahun di Desa  Manis, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan.Kata Kunci: Indeks massa tubuh (IMT), lama menopause, perempuan usia 40-60 tahun. 
Comparison of the Incidence of Blood Disorders in Urological Cancer Patients Undergoing Chemotherapy at Dr. Pirngadi Hospital, Medan City Hasroni Fathurrahman; Syahril Ananda Siregar
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v7i3.26204

Abstract

Introduction: Blood disorders such as anemia, leukopenia, and thrombocytopenia are common in urological cancer patients undergoing chemotherapy. This study aims to compare the incidence of blood disorders between patients with bladder cancer, testicular cancer, prostate cancer, and penile cancer who undergo chemotherapy at Dr. Pirngadi Hospital Medan City. Methods: This study used a retrospective design with comparative analysis. Data were taken from the medical records of patients who underwent chemotherapy during the 2019-2023 period. The sample consisted of 72 patients, namely 50 bladder cancer patients, 10 testicular cancer patients, 7 prostate cancer patients, and 5 penile cancer patients. Data were analyzed using descriptive statistical tests and analysis. Kruskal-Wallis Test. Results: showed that a decrease in hemoglobin was the most common blood disorder, especially in penile (100%) and bladder (84.6%) cancers. Leukopenia is rare, while leukocytosis is more commonly found, especially in penile cancer (60%). Platelet disorders were dominant in bladder cancer, with a decrease and increase of 12.8% each. The Kruskal-Wallis test showed no significant difference in the decrease in hemoglobin, leukocytes, or platelets between types of urological cancer (p 0.05), except for an increase in hemoglobin which showed a significant difference (p 0.05). Conclusions: there was no significant difference in blood disorders between types of urological cancer, although haematological monitoring remains important to prevent chemotherapy complications.
Pemeriksaan Tanda Vital Tubuh Manusia Pada Kaum Ibu di Kelurahan Sitirejo I Kecamatan Medan Kota - Kota Medan Putri Agni Panyya; Irfan Darfika Lubis
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i2.11883

Abstract

Abstrak: Pemeriksaan tanda vital adalah pengukuran objektif fungsi fisiologis pada tubuh manusia. Pengukuran tanda vital juga merupakan langkah awal penting untuk evaluasi klinis apapun. Perubahan tanda tanda vital berkorelasi dengan perubahan status kardiopulmoner. Kelainan yang dijumpai pada saat pemeriksaan tanda vital juga dapat memprediksi hasil kesehatan pasien jangka panjang, kunjungan kembali ke rumah sakit, dan pemanfaatan sumber layanan kesehatan primer yang tersedia di lingkungan tempat tinggal. Perubahan perubahan yang dijumpai pada tanda vital sering terjadi dikarenakan gaya hidup dan beban pikiran yang ditanggung oleh tiap tiap individu. Kegiatan pemeriksaan tanda vital tubuh manusia ini akan dilakukan pada ibu ibu di Kelurahan Sitirejo I Kecamatan Medan Kota pada 28 Agustus 2022. Dengan adanya pemeriksaan ini diharapkan para ibu ibu dapat memahami pentingnya pemeriksaan tanda vital secara rutin agar dapat mencegah dan terhindar dari penyakit kardiopulmoner

Page 10 of 26 | Total Record : 258