cover
Contact Name
Dr. dr. Elman Boy, M.Kes., Sp.KKLP., Subsp.FOMC
Contact Email
implementahusada@umsu.ac.id
Phone
+628112570085
Journal Mail Official
implementahusada@umsu.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Jln.Gedung Arca No. 53 Medan 20217
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Implementa Husada (JIH)
ISSN : -     EISSN : 27220877     DOI : https://doi.org/10.30596/jih.v7i3
Core Subject :
Jurnal Implementa Husada (JIH) is a peer reviewed open access scientific journal in the fields of medicine, health sciences, and healthcare. The journal provides a scholarly platform for researchers, academics, clinicians, healthcare professionals, and other health related scholars to disseminate scientific knowledge, research findings, and evidence based practices that contribute to the advancement of medicine and health. Jurnal Implementa Husada publishes four issues per year, in February, May, August, and November. The journal accepts original research articles, review articles, and case reports, as well as other scholarly manuscripts that are relevant to the journal scope and comply with its editorial policies. The scope of the journal encompasses various areas of medicine and health sciences, including biomedical sciences, clinical medicine, family medicine and primary care, community medicine and public health, and medical and health professions education. Since 2026, Jurnal Implementa Husada has adopted English as the primary language of publication as part of its commitment to increasing the international visibility, accessibility, and dissemination of its published research.
Arjuna Subject : -
Articles 258 Documents
Faktor Risiko pada Pasien Dislipidemia Shofiyatuzzahra Rizqiputri M. Siregar; Elman Boy
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 4 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i4.12241

Abstract

Abstrak: Dislipidemia adalah ketidakseimbangan lipid seperti kolesterol, kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL-C), trigliserida, dan lipoprotein densitas tinggi (HDL). Data di Indonesia yang diambil dari Riset Kesehatan Dasar Nasional (RISKESDAS) tahun 2013 menunjukkan bahwa terdapat 35,9% penduduk Indonesia berusia 15 tahun dengan kadar kolesterol tidak normal, lebih banyak wanita daripada pria dan lebih banyak perkotaan daripada pedesaan. Objektif: Mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya dislipidemia Presentasi Kasus: Pasien wanita berusia 42 tahun melakukan pemeriksaan kesehatan rutin saat kunjungan keluarga oleh tim Puskesmas Toko Durian. Pasien jarang mengalami keluhan. Keluhan ringan yang dirasakan berupa rasa berat di leher dan muncul bila penderita mengkonsumsi makanan yang berlemak yang banyak seperti santan dan gorengan. Pemeriksaan fisik lainnya dalam batas normal. Tim Puskesmas Toko Durian mengedukasi pasien agar mampu mengontrol kadar kolesterol Kesimpulan: Dislipidemia adalah perubahan kuantitatif konsentrasi kolesterol total, fraksinya masing-masing, atau trigliserida dalam plasma. Hal ini terjadi sebagai akibat dari perubahan metabolisme lipoprotein primer karena sebab atau akibat faktor eksogen atau patologi lainnya. Faktor risiko terkait dislipidemia: genetika, obesitas, merokok, kurangnya aktivitas fisik dan olahraga, dan diet yang tidak tepat. Sehingga pencegahan dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat dan menghindari faktor risiko lain yang masih bisa dimodifikasi.
The Role of Cherry Coffee Ethanol Extract in Repairing Liver Damage in Type 2 Diabetic Rats Tengku Soraya Putri; Nurfadly Nurfadly; Humairah Medina Liza Lubis
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v7i1.25430

Abstract

Abstract:Background. Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a metabolic disorder characterized by chronic hyperglycemia due to insulin resistance and pancreatic β-cell dysfunction. Chronic hyperglycemia triggers oxidative stress and increases inflammation, thereby contributing to liver damage. The potential of coffee cherry ethanol extract as an antioxidant and anti-inflammatory agent could serve as a therapeutic option for improving liver damage. Objective. This study aims to evaluate the effects of coffee cherry ethanol extract on liver histopathology in a T2DM mouse model. Methods. This study used 28 male Wistar rats, divided into 7 groups with 4 rats in each group, administered coffee cherry ethanol extract at doses of 100 mg/kg body weight and 200 mg/kg body weight/day/oral. Results. The results showed that administration of coffee cherry ethanol extract improved hepatocyte structure, reduced inflammatory infiltration, and decreased fat accumulation in liver tissue compared to the untreated DMT2 group (p0.05). Conclusion. Coffee cherry ethanol extract has potential as an adjunct therapy to slow the progression of DMT2 complications in the liver. Further studies are needed to confirm its efficacy, mechanism of action, and long-term effects in humans. Keywords: ethanol extract, liver histopathology, oxidative stress, type 2 diabetes mellitus. 
Hubungan Perilaku Seksual Berisiko dengan Kejadian HIV/AIDS pada Laki seks Laki Lens Hanin Herda Zhafirah
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v2i1.6941

Abstract

Lens Hanin Herda ZhafirahYuli Wahyu RahmawatiGina Noor DjalillahRoni Subagyo
Hubungan Antara Kadar HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus dengan Gambaran Radiologis Tuberkulosis Paru di RSUP Haji Adam Malik Medan Bahdi Mandala Putra Harahap; Ikhfana Syafina
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v5i2.18966

Abstract

Abstrak : Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan hiperglikemia yang terjadi akibat kelainan kerja insulin, sekresi insulin atau keduanya. Diabetes melitus tipe 2 memiliki insidensi dan prevalensi yang mengalami peningkatan setiap tahunnya sehingga dapat menjadi faktor risiko dari perkembangan TB (tuberkulosis) paru. Tuberkulosis paru merupakan suatu permasalahan yang masih meningkat di dalam dunia kesehatan dan menyebabkan kematian secara global. Hubungan antara diabetes melitus dengan tuberkulosis paru merupakan masalah kesehatan yang meningkat dikarenakan DM memiliki prevalensi yang tinggi sedangkan TB paru merupakan penyakit endemik di negara berkembang. Prevalensi DM dengan TB paru dilaporkan sebesar 10%-15% dan memiliki risiko 4 kali lebih tinggi daripada pasien tanpa DM. Metode : Rekam Medis Hasil : Distribusi frekuensi subjek penelitian pasien DM dengan TB paru didapati usia terbanyak yaitu lansia awal sebanyak 21 orang (39,6%) dengan jenis kelamin laki-laki lebih sering dijumpai daripada perempuan yaitu 38 orang (71,7%). Kadar HbA1c pada saat terdiagnosis TB paru dengan nilai rata-rata HbA1c sebesar 8,5887% dan frekuensi pasien DM dengan TB paru berdasarkan derajat lesi didapatkan  lebih banyak subjek penelitian dengan gambaran radiologis TB paru derajat lesi luas sebanyak 33 subjek (62,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus dengan gambaran radiologis tuberkulosis paru (P = 0,000) Kesimpulan : Adanya hubungan yang signifikan antara kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus dengan gambaran radiologis tuberkulosis paru di RSUP Haji Adam Malik Medan.Kata kunci : Diabetes melitus, Gambaran radiologis tuberkulosis paru, Kadar HbA1c 
Perbandingan Efektivitas Pemberian Susu Kedelai (Glycine Max (L.) Merr) dengan Rebusan Air Daun Sirsak (Annona Muricata Linn) dalam Menurunkan Kadar Asam Urat pada Wanita Menopause Filza Amalia Putri; Ilham Hariaji
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v1i1.4538

Abstract

Pendahuluan: Asam urat adalah produk akhir dari metabolisme protein dalam tubuh. Kadar asam urat normal 6 mg / dL untuk wanita dan 7 mg / dL untuk pria. Isoflavon termasuk flavonoid sering dimasukkan dalam tanaman seperti kedelai (Glycine max (L.) Merr dan daun sirsak (Annona muricata L.). Isoflavon bekerja untuk menghambat enzim xanthine oksidase. Metode: Penelitian analitik eksperimental menggunakan rancangan pretest satu kelompok. dan post test. Hasil : Dari hasil penelitian menggunakan uji Wilcoxon, diperoleh nilai susu kedelai p 0,001 dan menggunakan Paired T-Test, diperoleh nilai p daun sirsak p 0,0028 yang berarti ada pengaruh pemberian susu kedelai dan daun sirsak untuk mengurangi kadar asam urat pada wanita menopause.Setelah perbandingan antara keduanya, tidak ada perbedaan efektivitas antara susu kedelai dan sirsak air untuk mengurangi kadar asam urat pada wanita menopause p = 0,105 (p 0,05). Ada pengaruh pemberian air susu kedelai dan daun sousop terhadap kadar asam urat dan tidak ada perbedaan efektivitas antara air susu kedelai dan daun sirsak untuk menurunkan kadar asam urat pada wanita menopauseKata kunci: Menopause, Daun Sirsak, Susu Kedelai, Kadar Asam Urat
Infus Biji Kopi Sidikalang (Coffea canephora var. robusta) dapat Menurunkan Kadar Gula Darah pada Tikus Wistar (Rattus norvegicus L) Hiperglikemia Yulia Ananda Putri; Cut Mourisa
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v4i3.15623

Abstract

Abstrak : Bahan alami yang dapat dikembangkan sebagai pangan fungsional penurun kadar gula darah dan ditemukan dalam jumlah yang banyak salah satunya kopi robusta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas infus biji kopi Sidikalang (Coffea canephora var. robusta) dalam menurunkan kadar gula darah pada tikus Wistar (Rattus norvegicus L) hiperglikemia. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan penelitian “pre test - post test with control group design”. Teknis pengambilan sampel yang digunakan penelitian ini adalah teknik pengumpulan data primer, yang dibagi menjadi 5 kelompok. Analisis data menggunakan non para metrik. Hasil penelitian didapatkan nilai pre-test dan post-test pada kelompok kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan pertama, perlakuan kedua, dan perlakuan ketiga memiliki nilai p sebesar 0.025. Pada uji non para metrik, jika nilai p 0.05 maka terdapat perbedaan rata-rata penurunan kadar gula darah pada kelompok kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan pertama, perlakuan kedua, dan perlakuan ketiga. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa infus biji kopi Sidikalang (Coffea canephora var. robusta) efektif dapat menurunkan kadar gula dalam darah.
Edukasi Kesehatan untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu tentang Pemberian MPASI pada Balita di Posyandu Kenanga-III Kelurahan Pasar Merah Barat Gusti Indah Pertiwi; Shahrul Rahman
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 4 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i4.11633

Abstract

Ibu berperan penting dalam tumbuh kembang balita dan pengetahuan ibu khususnya mempengaruhi pola piker dan tingkatkepedulian terhadap asupan gizi yang cukup bagi anaknya. Pemberian MP-ASI yang tidak tepat dan tidak sesuai dengan usia akan menyebabkan gangguan dalampemenuhan kebutuhan nutrisi balita dan juga gangguan pencernaan balita. Sistempencernaan bayi yang berusia kurang dari 6 bulan belum siap untuk menerima makanan semi padat dan beresiko terkena masalah gangguan pencernaan seperti diare dan buang air besar berdarah. Hal ini dikarenakan sistem pencernaan bayi yang masih belum sempurna sehingga sistem pencernaan belum mampu melakukanfungsinya dengan sempurna. Dilakukan dalam pelaksanaan KKN mandiri iniadalah sosialisasi mengenai kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pemberian MPASI pada balita di Posyandu Kenanga-III Kelurahan Pasar Merah Barat. Pengaruh lingkungan,budaya,dan pengetahuan menjadu salah satu penyebab terjadinya pemberian MPASI yang tidak tepat. Diperlukan peran aktif orang-orang yang berpengaruh dalam lingkungan tersebut untuk mengajak dan memberikan motivasi untuk menambah pengetahuan ibu terlebih dalam pemberianMPASI yang tepat dan benar sehingga ibu dapat berperilaku yang tepat.Kata Kunci: MPASI, Balita, Ibu Usia Subur, tumbuh kembang
Hubungan Keselamatan Kerja dalam Pencegahan Kasus Luka Bakar pada Tenaga Kerja Indofood Sukses Makmur Viony Rachmah Budiman; Taufik Akbar Farid Lubis
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v6i4.22914

Abstract

Pendahuluan: Pengetahuan keselamatan kerja menjadi kebutuhan mendasar mengenai sikap tenaga kerja yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja dimana kasus yang sering terjadi salah satunya adalah luka bakar. Tindakan pertolongan pertama luka bakar yang benar memiliki pengaruh yang baik dalam mencegah keparahan kasus luka bakar.  Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional pada 95 orang tenaga kerja di PT Indofood Sukses Makmur menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sampel akan diberi kuesioner kemudian data dikumpulkan dan dioleh menggunakan uji Chi Square. Hasil: Analisis univariat didapatkan tingkat pengetahuan tenaga kerja sebagian besar baik (67,4%) dengan sikap keselamatan kerja yang baik (85,3%) dan sikap pencegahan luka bakar juga baik (58,9%). Hasil analisis menggunakan uji Chi Square didapatkan hubungan tingkat pengetahuan dan sikap keselamatan kerja terhadap sikap pencegahan luka bakar pada tenaga kerja PT. Indofood Sukses Makmur dengan nilai p=0,001 (p0,05) Kesimpulan: Terdapat hubungan tingkat pengetahuan dan sikap keselamatan kerja terhadap sikap pencegahan luka bakar pada tenaga kerja PT. Indofood Sukses Makmur.
Mikrobiota Usus dan Gut-lung Axis pada Penyakit Paru Fitri Nur Malini S
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 2, No 4 (2021)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v2i4.9320

Abstract

Gut has a bidirectional connection with lung. This is often called the gut-lung axis. Most lung diseases have high morbidity, mortality and disability. This is due to the inflammatory process. This inflammatory process not only caused physiological changes in the lungs, but also caused pathological conditions in the gut. Likewise, if gut health is not maintained, causing intestinal dysbiosis, it also has the potential for translocation or expansion of bacteria from the intestine to other organs. Therefore, providing intervention to the gut to maintain the balance of gut microbiota has been shown to improve inflammatory status and lung disease susceptibility. The intervention given can be in the form of probiotics or prebiotics..
Anti-Diabetes dari Ekstrak Kopi Ceri pada Tikus Model DM Tipe 2: Analisis Kadar Glukosa Darah dan Berat Badan Fathinia Masyulani; Shahrul Rahman; Emni Purwoningsih
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v6i1.21801

Abstract

Latar belakang. DM Tipe 2 adalah jenis DM yang dapat terjadi jika pankreas tidak dapat memproduksi cukup insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan insulin yang diproduksi oleh pankreas secara efektif. Kopi ceri memiliki senyawa aktif yang menarik dalam konteks metabolisme glukosa. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut efek anti-diabetes dari ekstrak kopi ceri  pada tikus model DM Tipe 2 yang diinduksi oleh pakan tinggi lemak dan streptozotocin. Metode. Penelitian ini menggunakan 28 tikus Wistar jantan, dibagi menjadi tujuh kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4 ekor tikus, dengan pemberian ektrak kopi ceri 100 mg/kg BB dan 200 mg/kg BB /hari/oral. Hasil. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kopi ceri pada dosis 100 mg/kg BB dan 200 mg/kg BB menunjukkan potensi dalam menurunkan kadar glukosa darah. Kesimpulan. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun ekstrak kopi ceri menjanjikan sebagai pengobatan pendukung untuk diabetes tipe 2, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan dosisnya dan mengevaluasi efek jangka panjangnya pada kontrol glukosa darah dan berat badan.