Jurnal Implementa Husada (JIH)
Jurnal Implementa Husada (JIH) is a peer reviewed open access scientific journal in the fields of medicine, health sciences, and healthcare. The journal provides a scholarly platform for researchers, academics, clinicians, healthcare professionals, and other health related scholars to disseminate scientific knowledge, research findings, and evidence based practices that contribute to the advancement of medicine and health. Jurnal Implementa Husada publishes four issues per year, in February, May, August, and November. The journal accepts original research articles, review articles, and case reports, as well as other scholarly manuscripts that are relevant to the journal scope and comply with its editorial policies. The scope of the journal encompasses various areas of medicine and health sciences, including biomedical sciences, clinical medicine, family medicine and primary care, community medicine and public health, and medical and health professions education. Since 2026, Jurnal Implementa Husada has adopted English as the primary language of publication as part of its commitment to increasing the international visibility, accessibility, and dissemination of its published research.
Articles
258 Documents
Perceptions of Healthcare Access for Patients with Soft Tissue Tumor Symptoms at Painan Hospital, West Sumatra
Adnan Andisyah Alfathin;
Pinta Pudiyanti Siregar
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : UMSU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jih.v7i3.28175
Introduction: Access to healthcare services plays a crucial role in the management of patients with soft tissue tumor symptoms. Patients perceptions of healthcare accessibility may influence disease management, symptom severity, and prognosis. Easy access can facilitate early diagnosis and treatment, improve quality of life, and lead to better clinical outcomes, whereas limited access may delay care and worsen disease conditions. This study aimed to assess perceived access to healthcare services among patients with soft tissue tumor symptoms in a hospital in Painan, West Sumatra. Methods: A quantitative analytic observational study with a cross-sectional design was conducted among 33 patients presenting with soft tissue tumor symptoms. Data were collected using questionnaires to evaluate perceived healthcare access and symptom severity. Statistical analysis was performed using the Chi-square test. Results: Most participants were female, under 60 years of age, and belonged to a middle socioeconomic background. Severe symptoms were reported in 54.4% of patients, while 45.5% experienced mild symptoms. Lipoma was the most common tumor type (60.6%), with the posterior thorax being the most frequent tumor location (27.3%). The majority of respondents perceived healthcare access as easy (63.6%). A significant association was found between perceived healthcare access and symptom severity (p = 0.001), with easier access associated with milder symptoms. Conclusion: Perceived access to healthcare services is significantly associated with the severity of soft tissue tumor symptoms. Improving healthcare accessibility may contribute to earlier management and better clinical outcomes.
Penyuluhan dan Cek Kadar Gula Darah Sewaktu sebagai Upaya Deteksi Dini Diabetes Mellitus Tipe 2 di Kelurahan Sudirejo II
Qibran Aziz Gunawan;
Yenita Yenita
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : UMSU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jih.v3i3.11819
Abstrak:Diabetes Mellitus (DM) adalah gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan hiperglikemia persisten. Ini mungkin karena gangguan sekresi insulin, resistensi terhadap tindakan perifer insulin, atau keduanya. Menurut International Diabetes Federation (IDF), sekitar 415 juta orang dewasa berusia antara 20 hingga 79 tahun menderita diabetes mellitus pada tahun 2015. Menurut International Diabetes Federation (IDF) terdapat 382 juta orang yang hidup dengan diabetes di dunia pada tahun 2013. Diperkirakan dari 382 juta orang tersebut, 175 juta di antaranya tidak terdiagnosis, sehingga bahaya berkembangnya komplikasi progresif tidak disadari dan tanpa disadari dapat terjadi dan menjadi silent killer bagi penderitanya. Diabetes mellitus diklasifikasikan menjadi diabetes mellitus tipe 1 dan tipe 2. Diabetes Mellitus Tipe 2 adalah salah satu gangguan metabolisme yang paling umum, disebabkan oleh kombinasi dari dua faktor utama: sekresi insulin yang rusak oleh sel pankreas dan ketidakmampuan jaringan sensitif insulin untuk merespon insulin secara tepat. Gejala klasik pada penyakit ini adalah sering buang air kecil terutama pada malam hari, banyak minum tetapi sering haus dan banyak makan tetapi berat badan tetap turun. Pemeriksaan kadar gula darah sewaktu terbukti menjadi pemeriksaan dan deteksi dini yang paling tepat pada penderita penyakit diabetes melitus tipe 2 sehingga dapat menghindari komplikasi diabetes mellitus berikutnya
Hubungan Kondisi Tempat Tinggal terhadap Kejadian Stres pada Mahasiswa Angkatan 2021-2022 Fakultas Kedokteran
Andhira Setya Yudha Sumarno;
Dewi Yuniasih;
Widea Rossi Desvita;
Rina Sugiyanti
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : UMSU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jih.v6i4.26038
Mahasiswa kedokteran kerap menghadapi stres akademik yang dapat berdampak negatif pada kesehatan mental mereka. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam tingkat stres adalah kondisi tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kondisi tempat tinggal terhadap kejadian stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan angkatan 2021–2022. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 128 mahasiswa dipilih sebagai sampel melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang diisi secara mandiri oleh responden. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk melihat adanya hubungan antara kondisi tempat tinggal terhadap kejadian stres. Dari total responden, 66,4% (85 orang) tidak mengalami stres, sedangkan 33,6% (43 orang) mengalami stres. Berdasarkan tempat tinggal, 31 mahasiswa tinggal bersama orang tua atau keluarga, sementara 97 tinggal sendiri (kos/kontrakan). Walaupun terdapat variasi jumlah kejadian stres berdasarkan tempat tinggal, hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan (p= 0,690). Dengan demikian, kondisi tempat tinggal tidak terbukti secara signifikan mempengaruhi kejadian stres pada mahasiswa. Penelitian ini menyarankan agar studi lanjutan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang lebih kompleks, seperti beban akademik dan dukungan sosial, dalam mengkaji penyebab stres pada mahasiswa kedokteran.
Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Dalam Menjaga Kesehatan Dan Edukasi Bahaya Kolesterol Tinggi (Hiperlipemia)
Intan Tiara Adetya;
Elman Boy
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 2, No 4 (2021)
Publisher : UMSU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jih.v2i4.11849
Abstrak: Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian di tingkat nasional maupun global, terjadinya peningkatan PTM erat kaitannya dengan konsumsi makanan mengandung tinggi kolesterol. Kadar kolesterol dalam darah yang tinggi merupakan salah satu faktor resiko dari penyakit jantung. Pengetahuan dan pencegahan yang baik merupakan langkah awal yang dapat dilakukan dalam mengantisipasi dampak dari kolesterol yang tinggi. Masyarakat awam banyak memandang remeh terhadap bahaya dari kolesterol yang tinggi, perlunya kesadaran dan pengecekan rutin terhadap kolesterol diperlukan masyarakat khususnya pada lansia. Metode yang digunakan adalah pendekatan presentase dan demonstrasi pengecekan kolesterol darah. Hasil: masih banyak masyarakat yang minim terhadap kesadaran dalam bahaya dari tingginya kolesterol.
Post-Cataract Surgery Endophthalmitis in a Patient with Type II Diabetes Mellitus: A Case Report
Dedeh Kurniasih;
Nur Husnina Desi
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UMSU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jih.v6i1.22455
Endophthalmitis is a severe ocular infection that can lead to significant visual impairment if not promptly managed. We report a case of a 56-year-old female with Type II diabetes mellitus who developed endophthalmitis in the right eye on the 10th day after an uncomplicated cataract surgery. Initially, the patient had good visual recovery (6/6), but she experienced sudden ocular pain and blurred vision with visual acuity declining to 1/300. The diagnosis of endophthalmitis was confirmed, and prompt intravitreal antibiotic therapy was initiated. Following eight days of treatment, her symptoms were resolved, and her vision improved to pre-surgical levels. This case highlights the importance of early recognition and treatment of post-cataract surgery endophthalmitis, especially in diabetic patients who may be at higher risk.
Prevalensi Penderita Skabies di Puskesmas Ciwidey Jawa Barat dalam Periode 5 Tahun (2015-2020): Studi Retrospektif
Anastasia Wibianto
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : UMSU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jih.v1i3.5605
Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infeksi dari tungauSarcoptes scabiel var hominisyang biasanya ditandai dengan gatal pada malam hari. Beberapa faktor risiko yang dapat menjadi penyebab skabies diantaranya adalah faktorhygieneyang buruk dan sosial ekonomi yang rendah.Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi skabies di Puskesmas Ciwidey, Jawa Baratpada tahun 2015-2020.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan secara retrospektif,non-random consecutive sampling,dengan menggunakan data sekunder dari catatan rekam medis. Sampel pada penelitian ini berjumlah 1.725 responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa penyakit kulit skabies lebih banyak terdapat pada laki-laki dengan jumlah 906 responden (52,5%), dan lebih banyak ditemukan pada anak-anak umur 6-11 tahun dengan jumlah 353 responden (20,4%). Disimpulkanprevalensi skabies di Puskesmas Ciwidey, Jawa Baratlebih banyak pada jenis kelamin laki-laki dengan rentang usia 6-11 tahun, dan terjadi peningkatan kasus setiap tahun nya.
Tamponade Kardiak: Penegakan Diagnosis dan Manajemen Tatalaksana
Sidhi Laksono;
Indira Khairunnisa Effendi
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : UMSU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jih.v4i1.13381
Abstrak: Pendahuluan: Tamponade jantung adalah kondisi serius akibat akumulasi cairan secara berlebihan di ruang perikardial. Keadaan tersebut menyebabkan gangguan pengisian diastolik ventrikel yang menyebabkan penurunan curah jantung, dan pada akhirnya menyebabkan hipotensi dan henti jantung. Metode: Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah tinjauan literature. Menggunakan GoogleScholar, pencarian elektronik menyeluruh dilakukan. Pencarian dibatasi untuk publikasi berbahasa Inggris hingga tahun 2022. Hasil: Diagnosis tamponade jantung adalah diagnosis klinis berdasarkan riwayat sugestif dan presentasi klinis dengan sesak yang memburuk, vena jugularis yang membesar, bunyi jantung yang teredam, dan pulsus paradoxus, dan harus dikonfirmasi dengan ekokardiografi. Kesimpulan: Tamponade jantung adalah sindrom yang mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan segera dengan perikardiosentesis. Perikardiosentesis harus dilakukan dengan panduan dari ekokardiografi atau panduan fluoroskopi yang dilakukan oleh operator berpengalaman dan membawa berbagai risiko komplikasi. Artikel ini akan membahas bagaimana mengetahui etiologi, patofisiologi, penegakan diagnosis dan manajemen tatalaksana pada tamponade jantung.
The Relationship Between Self-Esteem and Body Mass Index (BMI) Levels in Female High School Students at Muhammadiyah 2 Private High School in Medan
Latifah Addawiyah;
Nanda Sari Nuralita;
Fitri Nur Malini Siregar;
Nurhasanah Nurhasanah
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : UMSU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jih.v7i2.27194
Self-esteem refers to an individual's perception of how they evaluate or value themselves. This evaluation can be either positive or negative. Body Mass Index (BMI) is the ideal body weight calculated from an individual's weight and height. Weight is used as an indicator to assess nutritional status and the growth and development of children. This study is a descriptive analytic research with a cross-sectional design. The research examines the relationship between self-esteem and Body Mass Index (BMI) levels in adolescent female students by administering the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) questionnaire as a measurement tool. The study sample consists of 80 participants, divided into three strata. Data analysis was performed using univariate and bivariate Chi-Square tests. The results of the test showed a significant relationship between self-esteem and Body Mass Index (BMI) levels in adolescent female students at Muhammadiyah 2 Private High School in Medan, with a significant p-value of 0.001 (p0.05). In addition, the study also assessed demographic characteristics to understand the proportion of self-esteem and BMI levels in adolescent female students at Muhammadiyah 2 Private High School in Medan. A significant relationship was found between self-esteem and Body Mass Index (BMI) levels in adolescent female students at Muhammadiyah 2 Private High School in Medan.
Gambaran Pengetahuan Keluarga Binaan Fakultas Kedokteran Muhammadiyah Sumatera Utara terhadap Penyebaran dan Pencegahan TBC Paru
Brigita Ramayanti;
Elman Boy;
Sukraini Annisa Malau;
Azzahra Sinta;
Nasya Dara Nabila
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : UMSU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jih.v3i2.11134
Abstrak: Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis yang dapat menyerang berbagai organ, terutama paru-paru. Penyakit ini harus ditangani dengan baik karena apabila tidak diobati atau pengobatannya tidak tuntas dapat menimbulkan komplikasi berbahaya hingga kematian. Untuk mengatasi penularan TBC Paru ini berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan kesigapan masyarakat dalam mencegah M. Tuberculosis. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melihat pemahaman keluarga binaan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara terhadap Penyebaran dan Pencegahan TBC Paru. Sebagai upaya eliminasi TBC Paru di tengah masyarakat. Metode yang digunakan dalam penilitian ini adalah metode deskriptif dimana tujuan dari metode ini adalah memberikan pemahaman, arahan, dan penyelesaian tentang penyakit Tuberculosis Paru terhadap keluarga binaan. Sedangkan, pengujian dilakukan dengan cara keluarga binaan melakukan tes pre test post test. Hasil dari penilitian ini adalah 70% dari 30 orang keluarga binaan memahami apa itu TBC paru dan tindakan yang harus dicegah.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi dan Demonstrasi Pembuatan Jamu Penurun Gula Darah
Mega Efrilia;
Pricillya Maria Loimalitna;
Senny Listy Kartika Falestin;
Dzul Qurnain
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : UMSU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/jih.v6i3.25755
Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional dalam berbagai penyakit telah banyak digunakan, obat tradisional dari bahan alam menjadi salah satu alternatif pengobatan, salah satunya diabetes mellitus. Penggunaan tumbuhan obat yang digunakan untuk berbagai penyakit di Indonesia salah satunya yaitu penyakit diabetes mellitus masih bisa diobati atau dikurangi kadar gulanya dengan mengkonsumsi tumbuhan obat berdasarkan kebudayaan atau tradisi disekitarnya. tumbuhan obat untuk penyakit diabetes antara lain buah mengkudu, daun sambiloto dan lidah buaya. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan menggunakan metode active and participatory learning. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dua tahap, yaitu pre-test kemudian dilanjutkan dengan post-test. Data pengetahuan dikumpulkan sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan kuesioner. Pada saat pemberian kuesioner pretest terlihat bahwa mayoritas peserta berada dalam kategori cukup 51% diikuti oleh kategori kurang dan baik dengan masing-masing nilai sebesar 36% dan 13%. Sedangkan pada kuesioner post-test tidak ada peserta yang berada pada kategori pengetahuan kurang. Hanya terdapat 2 kategori yaitu baik dan cukup dengan nilai masing-masing 73% dan 27%. Berdasarkan hasil Berdasarkan T-test Paired Samples-Statistics rerata skor pengetahuan sebelum penyuluhan 62.6000±14.34651 dan sesudah penyuluhan 69.5000±10.74192, terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan (P0.05).