cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
VA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 425 Documents
KERAJINAN TOPENG SINGOBARONG SARJU DESA CARAT KECAMATAN KAUMAN KABUPATEN PONOROGO DWI PAMUNGKAS, ASEP
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 03 (2015): Volume 03 Edisi Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Topeng masih menjadi bagian tradisi atau ekpresi estetik masyarakat. Kabupaten Ponorogo terkenal dengan budaya daerah yaitu kesenian reyog. Salah satunya karya seni rupa adalah topeng Singobarong yang dibuat oleh Sarju yang berada di Desa Carat Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo. Bentuk dari topeng Singobarong berupa kepala harimau dan dihiasi dengan bulu merak yang sangat lebar. Dalam pembuatannya, perlu bahan yang berkualitas dan teknik pengerjaan memiliki nilai estetik tinggi. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui perjalanan hidup Sarju terkait dengan kerajinan topeng Singobarong dan nilai estetik yang terdapat pada kerajinan topeng Singobarong Sarju. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian diskriptif kualitatif. Menggunakan teknik pengumpulan data: observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Validasi atau keabsahan data menggunakan teknik triangulasi dan informan review. Hasil dari penelitian ini ialah cerita perjalanan Sarju dalam mengembangkan usaha kerajinan topeng Singobarong. Hubungan antara Barongan dan Dhadhak Merak menunjukkan keselarasan dan kecocokan karena keduanya sama-sama memiliki ciri khas bulu dan rambut yang tebal. Kesatuan, kerumitan, dan kesungguhan Barongan dapat dilihat dari setiap bagiannya sehingga menimbulkan produk yang sempurna dan tanpa cacat. Dhadhak Merak yang setiap bagiannya telah menggambarkan keserasian antar bagian sehingga menghasilkan bentuk yang rapi terutama pada susunan bulu-bulu merak.  topeng Singobarong, Sarju, Estetik. Abstract : A mask stil being a tradition or expression estetik of society.Ponorogo famous for local culture that is art reog. One of them mask singobarong Sarju works made in the village of the District Carat Kauman Ponorogo. The shape of the mask singobarong the form of a tiger's head and decorated with peacock feathers are very wide. In manufacturing, the need of quality materials and construction techniques have a high aesthetic value. The purpose of this research is how the journey of life associated with the craft mask Sarju singobarong and how the aesthetic value contained in the mask craft singobarong Sarju. This research uses descriptive qualitative research. Using the techniques of data collection: observation, interviews and documentation in order to obtain the necessary data. Data analysis was performed with data reduction, data presentation and draw conclusions. While the validation or validity of the data using triangulation techniques and informants review. The results obtained in this study is the story traveling Sarju in developing this singobarong mask craft business. The relationship between Barongan and dhadhak Merak has demonstrated alignment and matching if combined because they both have the hallmark of fur and thick hair. Unity, complexity, and seriousness Barongan can be seen from every part occurred harmony resulting in a product that is perfect and flawless. So it is with Merak dhadhak that every part has described harmony between parts so as to produce a neat form, especially in the arrangement of peacock feathers. Keywords: Mask Singobarong, Sarju, Aesthetic
PENERAPAN GAMBAR ILUSTRASI BERBENTUK IKON KOTA SURABAYA UNTUKMEREDESAIN MAJALAH SEKOLAH DI SMP NEGERI 47 SURABAYA LANGGA KUSUMA W., AIR
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 03 (2015): Volume 03 Edisi Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surabaya adalah kota metropolitan yang mempunyai berbagai macam budaya di dalamnya. Dan berbagaibudaya yang ada juga menjadi ikon kota Surabaya itu sendiri. Adanya ikon kota Surabaya patut untukdiperkenalkan kepada masyarakat Surabaya khususnya agar dapat terus diapresiasi, lebih dihargai, dandapat menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan bangsa. Untuk memperkenalkan budaya Surabayadapat melalui kajian keilmuan DKV dengan mendokumentasikannya dalam bentuk gambar ilustrasi yangunik dan menarik. Dan untuk mempublikasikanya dapat melalui majalah sekolah, khususnya majalahsekolah yang diterbitkan di SMP Negeri 47 Surabaya. Untuk itu dalam pengembangan di dalam penelitianini diperlukan sebuah teori dan metode penelitian. Dan metode yang digunakan adalah metode Researchand Development (R&D) yang merupakan metode penelitian dan pengembangan untuk menghasilkanproduk tertentu. Yang mana di dalam penelitian ini adalah hasil pengembangan majalah sekolah denganpenerapan gambar ilustrasi dengan menggunakan ikon kota Surabaya.Kata kunci: Ikon kota Surabaya, gambar ilustrasi, majalah sekolah Surabaya is the metropolitan city that has a many kind of cultures in it. And the various of cultures thatalsobe an icon for the city of Surabaya itself. The existence of icon of Surabaya city should be introducedto the society in Surabaya, especially in order to continue for appreciated, more get a value, and be ableincrease of sense a pride for the nation's wealth.For introduce the culture of Surabaya can throughscholarly study of DKV and documented form a unique and interesting illustrations of picture.And forpublish it be able through the magazines school, in specially the magazines school which published bySMP Negeri 47 Surabaya. For the development in this study required a theoryand research methods. Andthis method used the method of Research and Development (R & D) which is a method of research anddevelopment to produce a particular product. Which in this study the result is the development ofmagazines school with the application using illustrationspictureof Surabaya city icons.Keywords: Icons of Surabaya city, illustrations picture, the magazines school.
KARAKTER DINO HERBY SEBAGAI IDE KARYA SENI LUKIS SUBYANTORO, HERI
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 03 (2015): Volume 03 Edisi Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penciptaan karya ini dilatar belakangi oleh kelompok seni yang bernama Dino Factory. Berawal dari kelompok seni yang bernama Dino Factory yang membuat anggotanya harus menggambar karakter Dinosaurus sesuai keinginan masing-masing anggotanya. Berawal dari hal tersebut penulis memperoleh ide untuk mengeksplorasi Dinosaurus, mulai dari bentuk badan, kepala dan pakaian seperti manusia. Karakter Dinosaurus ini dibuat menjadi lucu dan cenderung berbeda dengan bentuk aslinya itulah yang disebut Dino Herby. Tujuan dari penciptaan karya ini adalah untuk mengeksplorasi karakter Dino Herby sehingga tercipta seni lukis dengan karakter Dino Herby. Seni lukis dengan Karakter Dino Herby ini menggunakan metode penciptaan yang dimulai dari ide, konsep, pendekatan tentang tema, pendekatan bentuk, pendekatan teknik, pendekatan media dan pendekatan gaya, kemudian dilanjutkan tahap visualisasi dan perwujudan. Karya yang dihasilkan penulis ada 4 karya, semuanya menggunakan media kanvas. Karya pertama mengeksplorasi Dino Herby menjadi anak kecil, karya yang kedua mengekplorasi Dino Herby menjadi seorang perempuan, karya ketiga mengekplorasi Dino Herby menjadi sosok menyerupai Da Vinci dan karya keempat penulis membuat Dino Herby menjadi warga kota yang diserang sosok Dinosaurus berkepala manusia. Kata kunci : Ide, Dino Herby, Seni Lukis The background of this work of creation by a group of art named Dino Factory. Starting from the art group named Dino Factory that makes its members must draw a dinosaur suit the character of each of its members Starting from the authors get ideas to explore dinosaurs, ranging from the shape of the body, head and clothing such as a human. This dinosaur character is made to be funny and tend to be different from its original form it is called Dino Herby. While the purpose of the creation of this work is to explore the character of Dino Herby so as to create art with Herby Dino character.Character Dino art with Herby this method starting from the creation of ideas, concepts, approaches on the theme, approach to form, approach technique, approach to media and stylistic approach, then continued stage visualization and embodiment. The resulting works of authors there are 4 works, all using the media canvas. The first work explores Dino Herby be a small child, both works that explore Dino Herby being a woman, the third work explores Dino Herby into a figure resembling Da Vinci and the works of four writers make Dino Herby become citizens who attacked the figure of a human -headed dinosaurs. Keywords : Idea, Dino Herby, Painting
PENGEMBANGAN DESAIN PRODUK CENDERAMATA KERAJINAN LOGAM DI ARYAN GALERI DESA BEJIJONG KABUPATEN MOJOKERTO SURYA NINGSIH, ALIEF
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 03 (2015): Volume 03 Edisi Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian yaitu desain yang diterapkan pada produk Aryan galeri sifatnya dekoratif tradisional, harga jual produk relatif masih tinggi dan kondisi pasar yang hampir stagnan karena kurangnya inovasi desain. Sebagian besar desain produk dibuat berasal dari pesanan konsumen. Belum banyak desain produk yang berkaitan dengan Mojokerto, misalnya dengan mengangkat tema yang berkonsep kerajaan Majapahit. Dimana diterapkan ragam hias Majapahit dalam produk. Oleh karena itu agar kerajinan cor logam tidak ditinggalkan dan mampu menarik minat generasi muda agar bangga dengan cenderamata khas daerahnya, maka perlu adanya inovasi dan kreativitas melalui desain produk baru yang lebih inovatif agar mampu menarik minat masyarakat. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan desain produk kerajinan logam dengan teknik cor di Aryan Galeri serta mengetahui dan mendeskripsikan proses pengembangan desain produk cenderamata khas Mojokerto yang peneliti lakukan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah studi literatur, teknik observasi atau pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian berupa reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Ditinjau dari unsur-unsur terbentuknya desain produk cenderamata di “Aryan Galeri” terdiri dari 6 macam produk yang terpilih untuk dikembangkan, yaitu desain keris untuk assesoris gantungan kunci, sendok hias, bokor, tempat lilin, pengetuk pintu, dan gantungan baju. Setelah dikembangkan, motif ragam hias dasar Majapahit diterapkan sebagai desain utama pada gantungan kunci, golden nymph sebagai ragam hias pada sendok hias, surya majapahit sebagai ragam hias utama pada bokor, Arca Ken Dedes sebagai bentuk tempat lilin, ragam hias kala candi Bajang Ratu sebagai desain pengetuk pintu, dan Arca Ganesha sebagai desain gantungan baju. Pengembangan desain produk masing-masing terdiri dari minimal 3 desain alternatif dengan total seluruh desain yang terkumpul 38 desain pengembangan. Kata Kunci: Pengembangan, Desain produk, Cenderamata, Cor logam Background research is design applied to the product aryan gallery is traditional decorative, the price for sell is still expensive and an almost stagnant market conditions due to the lack of design innovation. Most of the design of the products are made comes from customer orders. No many product designs related to Mojokerto, for example with the theme of the concept the kingdom of Majapahit. Where applied decorative Majapahit in the product. Therefore, in order to craft the metal cast is not left behind and to attract young people to take pride in the souvenirs of the region, the need for innovation and creativity through new product design more innovative in order to be able to attract the public. The research objective is to determine and describe the product design metal craft techniques Aryan cast in the gallery as well as identify and describe the development process of product design souvenirs Mojokerto that researchers do. Data collection techniques used in this research is the study of literature, techniques of observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques used in the study in the form of data reduction, data presentation and conclusions. Judging from the formation of the elements of product design souvenirs in "Aryan Gallery" consists of 6 kinds of products were chosen to be developed, is design keris for accessories key chains, decorative spoons, bowls, candlesticks, door knocker, and hangers. Once developed, the motif decoration basic Majapahit applied as the main design on a key chain, golden nymph as a decoration on a spoon decorative, solar Majaphit as decorative main bowl, Arca Ken Dedes as a form of candlesticks, ornaments when the Bajang Ratu temple as design knocker, and a statue of Ganesha as a coat hanger design. Product design development, each consisting of a minimum of three design alternatives with the total design of the accumulated 38 design development. Keywords: development, product design, souvenir, metal cast
SENI LUKIS KARYA YUNIZAR MURSYIDI : ANALISIS BENTUK DAN ISI WIJAYA, ANDRI
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 03 (2015): Volume 03 Edisi Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni rupa merupakan ekspektasi dari sebuah realita, khususnya seni lukis. Dengan kreasi dan inovasi dari seorang seniman maka terciptalah realitas baru yang memiliki relasi antara bentuk visual dan isi. Sehingga menuntut seorang seniman untuk menunjukkan karakter sebagai identitas diri. Penulis mengambil subjek M. Yunizar Mursyidi, seorang seniman akademis lulusan IKIP Surabaya (UNESA) yang memiliki karakter visual berbeda dari para seniman khususnya di Surabaya, dengan mengeksplorasi bentuk visualnya. Berdasarkan ketertarikan penulis kepada sosok Yunizar, permasalahan dalam penelitian ini adalah : (1) Sosok Yunizar dalam seni rupa Surabaya. (2) Bentuk dan isi lukisan Yunizar Mursyidi periode 2009-2012. Untuk mencapai tujuan tersebut penulis menggunakan penelitian Diskriptif Kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data, pengamatan atau observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian menganalisis data.Untuk mencapai validitas data digunakanlah triangulasi data. Hasil analisis data dapat disimpulkan : (1) Yunizar Mursyidi berkecimpung di dunia seni lukis, khususnya di Surabaya semenjak aktif menjadi mahasiswa di IKIP Surabaya (UNESA). Sampai dunia seni lukis Surabaya mengakui keberadaannya sebagai seorang seniman yang aktif dalam proses kreatif dan sering berpameran. Dengan mengandalkan gaji pokok sebagai pengajar di sekolah TK dan SMA untuk menghidupi keseniannya. (2) Permainan bentuk visual yang menggunakan kanvas tidak lazim serta non konvensional sebagai respon terhadap ruang pamer menjadikan fokus dari karya Yunizar saat itu. Isi karya-karyanya untuk mengkritisi masalah-masalah sosial, budaya, dan politik sebagai wacana kekinian yang saat ini mendera bangsa Indonesia. Karya-karyanya Yunizar terpengaruh oleh lukisan Francis Bacon, gaya yang cenderung bebas dan mempunyai cukup energi dalam mengolah bentuk. Kata Kunci : Seni Lukis, Yunizar Mursyidi, Bentuk dan Isi Art is an expectation of a reality, particularly painting. With the creation and innovation of an artist then created a new reality in which the relation between visual form and content. So it requires an artist to show the characters as identification. Based on the above aspects of the subject M. Yunizar authors take Mursyidi, an artist graduate academic IKIP Surabaya (UNESA) who lived in Surabaya and has a different visual character of the artists, especially in Surabaya, by exploring the visual form. Based on the author's interest to figure Yunizar, the problems in this research are: (1) The figure Yunizar in art Surabaya. (2) The form and content of the painting Yunizar Mursyidi 2009-2012. To achieve these objectives the author uses descriptive qualitative research using data collection methods, observation or observation, interviews and documentation, then analyze the data. To achieve the validity of the data is used triangulation of data. From the data analysis we concluded that: (1) Yunizar Mursyidi engaged in the world of painting, especially in Surabaya since been active as a student at the Teachers' Training College Surabaya (UNESA). Until the world of painting Surabaya acknowledge its existence as an artist active in the creative process and frequent exhibitions. By relying on the basic salary as a teacher at a nursery school and high school to support her art. (2) Play visual form that uses canvas unusual and unconventional response to the showroom to make the focus of the work Yunizar that time. The contents are intended to criticize social issues, culture, and politics as a contemporary discourse that is currently plagued the nation of Indonesia. Figure affected by the shape of the paintings of Francis Bacon. Styles tend to be free and have enough energy in processing the form. Keyword : Fine Art, Yunizar Mursyidi, Form and Conten
PENGEMBANGAN DESAIN TAS ANYAM BERBAHAN ENCENG GONDOK DI SENTRA INDUSTRI KERAJINAN TAS BENGO’S DI LAMONGAN ULUM KHOIRUDDIN, MIFTAKUL
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 03 (2015): Volume 03 Edisi Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni kerajinan anyam merupakan salah satu hasil kebudayaan nenek moyang yang telah di wariskan secara turun temurun. Oleh karena itu anyam merupakan salah satu dari sekian banyak peninggalan budaya yang harus di jaga kelestariannya oleh masyarakat. Hal itu dibuktikan oleh banyaknya sentra industri yang ada di berbagai daerah. seperti sentra industri Tas Bengo’s yang ada di Kabupaten Lamongan. Seiring perkembangan zaman, tas wanita memiliki model maupun bentuk yang bervariasi. Dengan demikian sangat disayangkan mengingat potensi yang dimiliki oleh sentra industri tas Bengo’s jika tidak memanfaatkan peluang yang ada untuk melakukan pengembangan desain tas yang sudah ada untuk bersaing dengan sentra industri lain yang ada di Kabupaten Lamongan. Karena desain tas yang dimiliki sentra industri tas bengo’s saat ini masih sederhana dibandingkan dengan sentra industri lain yang ada di Kabupaten Lamongan dengan demikian pengembangan sangat diperlukan untuk melakukan perubahan desain sehingga menjadi lebih baik. Penelitian ini dilakukan berdasarkan rumusan masalah sebagai berikut 1) Bagaimanakah proses pengembangan desain tas berbahan enceng gondok di sentra industri kerajinan tas Bengo’s di Lamongan 2) Bagaimana hasil dari pengembangan desain tas berbahan enceng gondok di sentra industri kerajinan tas Bengo’s di Lamongan 3) Bagaimanakah respon masyarakat terhadap pengembangan desain tas anyam berbahan enceng gondok di sentra industri kerajinan tas Bengo’s di Lamongan. Penelitian ini mengunakan metode Research and Development atau dalam bahasa Indonesia penelitian dan pengembangan. Data yang di peroleh berasal dari wawancara, Observasi dan dokumentasi yang ada di sentra industri tas Bengo’s. Langkah awal proses pengembangan kerajinan tas anyam enceng gondok yakni membuat desain tas terlebih dahulu, penulis membuat sketsa, kemudian menunjukkan desain kepada pengrajin dan meminta untuk membuatkan tas seperti contoh. Langkah kedua pengrajin memulai membuat tas dengan berbagai proses sehingga menghsilkan produk tas anyam enceng gondok yang braneka ragam dengan hasil yang unik dan inovatif. Adapun tas hasil pengembangan bentuk adalah hand bag, messenger bag dan tote bag . Dengan demikian masyarakat merespon baik dengan adanya perubahan bentuk tas yang unik ini dan menilai tas ini layak jika berada di pasaran dan di produksi menjadi banyak. Kata Kunci: Pengembangan, Desain Tas, Enceng Gondok.  The art of plait handicraft is one of the ancestors’ culture products that have been passed down from generation to generation. Because of that, the plait is one of the cultural heritages that must be preserved by society. It is proved by a lot of industry central in some districts such as Bengo’s bag industry in Lamongan district. Over the times, woman bag have varying models and shapes. Thus, it is unfortunate if Bengo’s bag industry does not exploit the opportunity for doing the development of bag design, so that it can compete with other industries in Lamongan district. Since the bag design of Bengo’s bag industry is simpler than others, so the design development is needed for better design. The research questions of this study are 1)How is the process of bag design development made from Water Hyacinth in Bengo’s bag industry in Lamongan district? 2)How is the products of bag design development made from Water Hyacinth in Bengo’s bag industry in Lamongan district? 3) How is the society responses about the bag design development made from Water Hyacinth in Bengo’s bag industry in Lamongan district? This research used Research and Development research. The researcher got the data by interview, observation, and documentation in the industry central of Bengo’s bag. The first process of the bag design development made from Water Hyacinth is making the bag design, the creator made the sketch, then he showed the design to the craftsman and asked to make bag based on the sample. The second step, the craftsman made the bag so there are a lot of plait bag of Water Hyacinth products that were unique and innovative. As for the products of development bag shape hand bag, messenger bag, and tote bag. Therefore,the society had good responses about the change of bag shape which had unique shape. Society also had opinion that this bag was reasonable in market and it was produced in massive. Keywords: development, Bag Design, Water Hyacinth
DESAIN PERANCANGAN BUKU POP-UP PERANCANGAN BUKU POP-UP MENGENAL CANDI BAJANG RATU TROWULAN DYAH RAHAYU, PURWITANING
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 03 (2015): Volume 03 Edisi Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah yang ada di negara kita Indonesia sangatlah beragam dan penting untuk dipelajari dan dikenalkan sejak dini kepada anak – anak. Ada banyak macam bangunan peninggalan bersejarah yang ada di Indonesia, termasuk peninggalan yang ada di Mojokerto. Pada masa sekarang ini banyak anak – anak bahkan orang dewasa yang belum tahu sejarah mengenai candi Bajang Ratu. Pembuatan media kreatif diharapkan dapat mengenalkan secara kreatif kepada anak – anak sejak dini dengan cara yang menyenangkan. Salah satunya diantaranya adalah buku pop-up “Mengenal Candi Bajang Ratu Trowulan”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengembangan. Proses pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan metode observasi , wawancara, dan dokumentasi serta menggunakan teknik validasi data dan desain untuk mengetahui kevalidan buku pop-up yang akan dibuat. Untuk penerapan buku pop-up “Mengenal Candi Bajang Ratu, Trowulan” akan diuji coba terbatas kepada 3 anak usia antara 5 – 8 tahun. Pada tahap awal proses perancangan buku pop-up “Mengenal Candi Bajang Ratu, Trowulan”, yaitu terlebih dahulu melewati proses pembuatan sinopsis susunan buku , membuat ilustrasi candi dan membuat karakter tokoh yang ada dalam cerita sejarah ,membuat susunan sketsa ilustrasi, membuat dummy pop–up dari sketsa ilustrasi, memindah komponen dummy menjadi file dalam komputer, melakukan proses pewarnaan dengan menggunakan software digital photoshop dan paint tool, mencetak komponen pop-up pada kertas Art Paper 260 gram berukuran A3, memotong setiap bagian komponen pop-up, merakit komponen pop-up dan yang terakhir melakukan penjilidan ilustrasi pop-up dengan hard cover. Desain buku pop – up “Mengenal Candi Bajang Ratu, Trowulan” setiap halamannya dibuat banyak ilustrasi gambar dan minim tulisan. Uji coba dilakukan hanya untuk melihat apakah anak tertarik dengan buku pop-up yang telah dirancang. Dan ketika anak tertarik untuk lebih memahami dan mempelajari dapat dikatakan bahwa buku perancangan yang dibuat telah berhasil dan dapat membantu anak belajar dengan metode yang kreatif dan menyenangkan . Kata Kunci : Buku Pop-Up, Candi Bajang Ratu, Trowulan History in our country Indonesia is very diverse and it is important to be studied and introduced early to our children. Many kinds of historical heritage buildings in Indonesia , including in Mojokerto. At the present time many children and even adults who do not know the history of the temple of Bajang Ratu. Making creative media is expected to introduce creatively to children from an early age in a fun way. One of them include a pop -up book "Understanding Bajang Ratu Temple Trowulan ". The method used in this research is the development method. The process of collecting data in this study conducted by the method of observation , interviews , and documentation as well as using data validation techniques and designs to determine the validity of the pop -up book to be created. For the implementation of pop -up book " Understanding Bajang Ratu Temple Trowulan " will be tested is limited to 3 children aged between 5-8 years . In the early stages or process design pop-up book " Understanding Bajang Ratu Temple Trowulan " , which is first passed through the process of making a synopsis of the composition of the book , illustrating the temple and make the character in the story of history, making the arrangement sketched illustrations , create a dummy pop -up of sketch illustration , move the dummy components into a file in the computer , perform the coloring process by using digital software photoshop and paint tool, printing component pop-up on Art Paper 260 grams of A3 size , cut off any pop -up component parts , assembling components pop - ups and the latter did bindery illustrations pop -up with a hard cover . Book design pop - up " Understanding Bajang Ratu Temple Trowulan " every page created many illustrations and minimal Jurnal Pendidikan Seni Rupa, Volume 03 Nomor 03, Tahun 2015, 177-182 text.The test is done to see if the child is only interested in the pop -up book that has been designed. And when children are interested to better understand and learn it can be said that the book design made have been successful and can help children learn the methods of creative and fun . Keywords : Pop - Up Book , Bajang Ratu Temple, Trowulan
PENGEMBANGAN DESAIN KEMASAN KERIPIK SINGKONG PENGEMBANGAN DESAIN KEMASAN KERIPIK SINGKONG UD. AJI JAYA MAKMUR DI KECAMATAN CERME DI KABUPATEN GRESIK DWI SETIAWAN, RIKI
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 03 (2015): Volume 03 Edisi Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri usaha kecil dan menengah keripik singkong (UKM) UD. Aji Jaya Makmur dikenal sebagai sentra industri makanan ringan, diantaranya adalah keripik singkong dengan varian rasa gurih yang terdapat di kabupaten Gresik terdapat di dusun Ngebret desa Morowudi kecamatan Cerme. Usaha yang telah dirintis sejak tahun 2003 tersebut tahun demi tahun semakin berkembang. Pada awalnya hanya dipasarkan secara lokal di kabupaten Gresik dan sekitarnya. Namun kini sudah merambah ke luar Jawa seperti Kalimantan dan memiliki potensi untuk menjadi produk makanan ringan yang nikmat dan aman dikonsumsi untuk sehari-hari. Untuk itu perlu adanya pengembangan desain kemasan untuk menghadapi pemasaran wilayah yang luas agar lebih dapat bersaing, menarik serta diminati konsumen. Sumber data diambil dengan wawancara kepada pemilik UD. Aji Jaya Makmur. Metode pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi; metode analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif ; Hasil karya desain kemasan dengan tema “Have Fun”. Visualisasi karya diolah menggunakan software Corel Draw dan adobe photoshop. Pengembangan desain kemasan ini diharapkan dapat memberikan masukan yang mendalam serta meningkatkan khualitas desain kemasan produknya kepada UD. Aji Jaya Makmur. Kata Kunci : Desain Grafis, Kemasan, Keripik Singkong, UD. Aji Jaya Makmur  Small and medium industrial enterprises of cassava chips (SMES) of Aji Jaya Makmur Enterprise is known as the center of snack industry, such as cassava chips with savory flavors located in Gresik, particularly in Ngebret Orchard Morowudi village Cerme districts. The enterprise that has been initiated since 2003 is growing well year to year. Basically it is only marketed locally in Gresik and surrounding counties. But now it has been expanded to the outside of Java such as Kalimantan and it has the potential to be a delicious snack products and safe for daily consumption. So that it needs the development of packaging designs to face the marketing in a large area in order to make it more competitive, attractive and consumer demand. Sources of data taken with an interview to the owner of Aji Jaya Makmur enterprise. Data collection Technique includes interviews, observation, and documentation; Data analysis using qualitative analysis techniques; The work of packaging design with the theme "Have Fun". Visualization works processed using Corel Draw and Adobe Photoshop software. Development of packaging design is expected to provide depth feedback and to improve product packaging design quality to Aji Jaya Makmur Enterprise. Keywords: Graphic Design, Packaging, Cassava Chips, Aji Jaya Makmur Enterprise
FIGUR WANITA DALAM DUA KARYA MUFI MUBAROH CITRA ARISTA, RIZKI
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 03 (2015): Volume 03 Edisi Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni rupa merupakan sebuah ekspresi dari realita. Khususnya seni lukis. Hadirnya sosok wanita dalam kehidupan manusia mempunyai andil yang sangat penting. Apalagi jika wanita tersebut adalah seorang ibu. Drawing merupakan teknik dalam proses penciptaan seni lukis. Seorang seniman lulusan akademis STKW Surabaya dan Pascasarjana ISI Yogyakarta yang tinggal di Surabaya dan mempunyai pengaruh terhadap perkembangan seni lukis khususnya di Surabaya. Ketertarikan penulis kepada sosok Mufi Mubaroh, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Sosok Mufi Mubaroh dalam seni rupa Surabaya, (2) Proses penciptaan karya Mufi Mubaroh pada dua karya yang berjudul “Custodian Of Mother” dan “Mother Monument”, (3) Hasil dua karya Mufi Mubaroh yang berjudul “Custodian Of Mother” dan “Mother Monument”. Untuk mencapai tujuan tersebut penulis menggunakan penelitian yang bersifat holistik dengan menggunakan metode pengumpulan data, pengamatan atau observasi, wawancara terhadap berbagai sumber pendukung, dan dokumentasi, kemudian menganalisis data. Untuk mencapai validitas data digunakanlah triagulasi data. Dari analisis data diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Mufi Mubaroh berkecimpung di dunia seni lukis, khususnya di Surabaya semenjak aktif menjadi mahasiswa STKW Surabaya, (2) Proses penciptaan karya seni lukis Mufi Mubaroh terhadap dua karya yang berjudul “Custodian Of Mother” dan “Mother Monument”, dan (3) Makna visual dari dua karya seni lukis Mufi Mubaroh yang berjudul “Custodian Of Mother” dan “Mother Monument”. Kata Kunci: Wanita, holistik, Seni Lukis Art is an expression of reality. Especially painting. The presence of the female figure in human life have very important contributed. Especially if the woman is a mother. Drawing is a technique in the process of creating art. With the innovative creations of someone artists then created a new reality in which the relation between visual form. Mufi Mubaroh is STKW Surabaya academic graduate and Postgraduate ISI artist who lived in Surabaya and have an influence on the development of painting, especially in Surabaya.Based on the authors interest to figure Mufi Mubaroh, the problems in this research are: (1) The figure Mufi Mubaroh in art of Surabaya, (2) The process of creating Mufi Mubaroh artworks in two paintings entitled "Custodian Of Mother" and "Mother Monument", (3) Results two Mufi Mubaroh artworks entitled "Custodian Of Mother" and "Mother Monument".To achieve these objectives the author uses holistic research using data methods collection, observations, interviews with various sources of support, and documentation, then analyze the data. To achieve the validity of the data is used triagulasi data.From the data analysis we concluded that: (1) Mufi Mubaroh engaged in the world of painting, especially in Surabaya since been active as a student STKW Surabaya, (2) The process of creation of works of art Mufi Mubaroh against two artworks entitled "Custodian Of Mother" and " Mother Monument ", and (3) the visual meaning of the two Mufi Mubaroh paintings entitled " Custodian Of Mother " and " Mother Monument ". Keywords : Keris, characteristic.
PENCIPTAAN KARYA KRIYA KAYU ELANG DAN TALI SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI KRIYA KAYU DENGAN TEMA BELENGGU PENDIK,
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 03 (2015): Volume 03 Edisi Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni dapat mengubah barang-barang tak berguna menjadi karya yang indah bahkan bernilai jual.Sebagai contoh, tunggak kayu jati di Desa Gemarang-Madiun.Benda ini hanya dipandang sebagai limbah, karena tidak indah maupun bernilai jual.Alhasil masyarakat hanya menggunakannya sebagai kayu bakar. Selain itu adanya anggapan dari orang-orang yang dituakan di Desa Gemarang tentang aturan dalam proses mengukir.Dari uraian di atas maka penulis ingin menciptakan karya “Elang dan Tali Sebagai Sumber Ide Penciptaan Karya Seni Kriya Kayu dengan Tema Belenggu” Tujuan penciptaan karya kriya kayu antara lain :(1) Menciptakan karya kriya kayu yang terinspirasi dari bentuk visual burung elang dan tali dengan tema belenggu. (2) Sebagai media ekspresi mahasiswa seni rupa, berupa kritik sosial terhadap masyarakat, khususnya. Tentang anggapan yang membelenggu tentang proses pembuatan karya seni ukir. (3) Sebagai media eksistensi mahasiswa seni, berupa ide kreatif yang dituangkan dalam bentuk karya. Seni kriya kayu yang dibuat berjumlah 2 buah, karya pertama berjudul “Gagal Perkasa” dan kedua berjudul “pemberontakan”. Kedua karya tersebut menggunakan bahan dari tunggak jati, dibuat dengan teknik ukir, dan finishing dengan clear melamine lack. Kata Kunci: kriya kayu, tunggak jati, elang, belenggu.  Art can change theuselessstuffintobeautiful worksand evenworth selling. For example, teakwoodstumpwas in Gemarang-Madiun.Thisthingwas onlyseen aswaste, because it was neither beautiful normarketable.As a result,peoplejustused it asfirewood. Beside, the assumtion of the people who is aged in the village gemarang about the rules in the process of carving..From the description above, the authors created works“EAGLE AND ROPE AS SOURCES OF IDEA IN CREATING OF WORKS OF WOODWORK WITH SHACKLES THEME”. The purpose ofthe creation ofworks ofwoodwork, like: (1) Creating awoodencraftworksinspired by thevisualform ofan eagleandropewithshacklestheme. (2) As an expressionmedia of art students, in the form ofsocial critiqueon society, particularlyonthe assumptionthatfetteronthe process ofmaking art carving. (3) As anexistence media of art students, in the form ofcreative ideas thatpoured in the formwork. The author made 2 woodcarved objects, the first worktitled"Mighty Fail" andthe secondtitled"rebellion". Both ofthese worksusedthestumpteak withcarving techniquesandfinising with clear melaimine lack. Keyword :woodwork, teakstumpi, eagle, shackles.