cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
VA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 425 Documents
KERAGAMAN KARYA SENI RUPA DALAM SEBUAH PAMERAN TUNGGAL JANUARTANTO, DWI
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menciptakan karya seni dalam berbagai keragaman adalah hal yang melatar belakangi penulisan penciptaan, yang dimaksudkan dengan keragaman adalah beragamnya karya yang meliputi ragam tema dan media karya. Karena itu untuk dapat menampung karya dibutuhkan pameran yang tepat secara konsep ataupun wacana. Seringkali pameran digelar dengan judul-judul tertentu, khususnya untuk pameran yang mengundang publik untuk hadir disuatu tempat. Namun penulis merasa tidak perlu menuntun apresiator dengan judul dan bahasa tulis seperti itu, menurut penulis karya- karya visual yang tercipta sudah memiliki bahasa sendiri. Bilapun ada kolaborasi dengan bahasa tulis, biarkan hal itu terjadi pada literasi karya-karya saja, bukan dalam kredo pameran. Sementara itu dalam proses penulisan, ada beberapa tahapan yang dilakukan, diantaranya ; membuat karya, mendiskripsikan karya, menyusup wacana pameran, mendiskripsikan pameran, mendiskripsikan hubungan karya-karya dengan pameran, dan mengapa hal itu perlu di diskripsikan. Kata Kunci: Karya seni rupa, Pameran, Pameran Tunggal  Creating works of art in a variety of diversity is the background for the creation of writing, what is meant by diversity is the diversity of works covering various themes and medium work. Therefore needed to be able to accommodate the work-appropriate exhibition concept or discourse. Often, the exhibition was held with specific titles, specifically for the exhibition that invites the public to attend somewhere. However, the author feels no need to lead appreciators with the title and written language as such, according to the authors of visual works created already has its own language. And if they do there is collaboration with the written language, let it happen to literacy works, not in creed exhibition. Meanwhile, in the process of writing, there are several steps being taken, including; making the work, describing the work, infiltrate discourse exhibition, describing the exhibition, describing the relationship with the exhibition works, and why it was necessary in discription. Key Words: Fine artwork, Exhibition, Solo Exhibition
SENI INSTALASI DENGAN TEMA DEPRESI ROBBY RODIYAN SULHAWI, ZALFA
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, setiap manusia tak akan pernah luput dari perasaan depresi yang disebabkan dari kegagalan dalam menggapai sebuah target ataupun cita-cita serta ketakutan untuk melakukan perubahan dalam kehidupan. Pada kenyatan yang terjadi banyak orang menuntaskan perasaan depresi dengan jalan pintas, seperti melukai diri sendiri, dan mengancam kehidupan sekitar, lebih tragisnya lagi pengidap depresi dapat menghilangkan nyawa sendiri dengan perlakuan bunuh diri.Melihat fenomena yang terjadi, terdapat suatu pemikiran responsif yang akan dituangkan dalam bentuk karya rupa. Yang pada penuangannya akan divisualisasikan dalam bentuk karya seni instalasi. Kata kunci: Seni instalasi, depresi It  everyday life, every human being will never escape from feelings of depression resulting from a failure to reach a targeted or ideals and fears to make changes in life. On the fact that a lot of people resolve feelings of depression with shortcuts, such as self-mutilation, and threaten the lives around, more tragically claimed the lives of people with depression can be alone with the treatment of suicide. Looking at the phenomenon that occurs, there is a responsive thought to be formulated in the form of visual arts. Which will eventually be visualized in the form of installation art. Keyword: Installation art, depression
PERANCANGAN IKLAN LAYANAN MASYARAKAT TENTANG PROGRAM TANGGUNG JAWAB SOSIAL KAMPUS DI SURABAYA FADHLI, ACHMAD
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 03 (2015): Volume 03 Edisi Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Iklan Layanan Masyarakat tentang program tanggung jawab sosial kampus, sehingga dapat mempromosikan program tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, melalui beberapa metode yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan terdiri dari sumber data primer, sekunder, dan tambahan. Teknik analisis data yang digunakan adalah: analisis SWOT. Perancangan Iklan Layanan Masyarakat ini menggunakan konsep perancangan dengan konsep kasual dengan tema “Surabaya”. Bentuk visualnya menampilkan ilustrasi karakter ikon Surabaya yaitu Suro, Boyo, dan Tugu Pahlawan dengan latar belakang ilustrasi foto anak jalanan. Kata Kunci: Iklan Layanan Masyarakat, Tanggung Jawab Sosial Kampus Di Surabaya. Abstract Created Public Service Advertising design about campus social responsibility programs, to promote this programs. This riset uses a descriptive qualitative method, through several methods such as interviews, observation, and documentation. Source of data used consists of primary data sources, secondary, and additional. The data analysis technique used is: SWOT analysis. Public Sevice advertising designing is made with a casual concept with "Surabaya" theme, visual displays is illustration character icon Surabaya, that character is Suro, Boyo and Tugu Pahlawan with background street children photo ilustrations. Keywords: Public Service Advertising, Campus Social Responsibility in Surabaya.
REDESAIN LOGO PADA PRODUK VINTAGE “LOVELI” WIDYA RISYA, AYUNIN
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 03 (2015): Volume 03 Edisi Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logo lama adalah sebuah representasi dari produk lama yang dijual. Sebuah pengembangan riset mendalam citra logo lama “Loveli” tentang visualisasi bentuk kurang sesuai dengan produk yang dijual, dari hasil analisis tersebut kemudian mengembangkan logo yang sesuai dengan citra baru yang ingin ditonjolkan. Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan, dirumuskan permasalahan penting yang harus dipecahkan atau dijawab, yaitu mengenai analisis kekurangan logo lama, konsep logo baru yang sesuai dengan citra produk saat ini, dan pengaplikasian logo baru yang sesuai dengan citra produk saat ini. Pengembangan menggunakan teori R&D dengan delapan langkah yang dipilih yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi Desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, dan produksi massal. Hasil penelitian menyebutkan logo lama hanya terfokus pada pakaian vintage wanita, sehingga saat “Loveli” mengembangkan produk untuk laki-laki desain logo tidak dapat memvisualisasikan produk. Logo baru dari loveli adalah hasil dari pengolahan bentuk lingkaran dengan font dan gambar. Gambar disini yang diambil adalah sebagai ikon produk yaitu vintage people. Kesan pria dan wanita dengan tatanan rambut rapi menekankan bahwa produk yang dijual adalah era dahulu atau vintage. Font yang dipilih adalah pengpaplikasian dari font castellar yang mengesankan font bernuansa classy vintage. Ada 6 desain standart yang dicontohkan yaitu desain kop surat, map, amplop, kartu nama, stempel dan buku catatan. Sedangkan pada promotion tools terdapat 10 desain yaitu brosur, x-banner, poster, bendera, price tag, sticker, mug, paper bag, kaos, dan look book.Kata Kunci: Redesain, Logo, LoveliPrevious logo is a representation of old products being sold. An in-depth research development image of the old logo "Loveli" about the lack of visualization form in accordance with the product being sold, on the results of the analysis are then developed a logo in accordance with the new image you want highlighted. Based on the background of the problems outlined, formulated important problems to be solved or answered, namely the old logo deficiency analysis, the concept of a new logo that corresponds to the image of current products, and application of a new logo that corresponds to the image of the current product. Development using the theory of R & D with eight steps that is chosen is the potential and problems, data collection, product design, design validation, the revised design, product testing, product revision, utility testing, and mass production. The study says the old logo is only focused on women vintage clothes, so that when "Loveli" developing products for men logo design can not visualize the product. The new logo of Loveli is the result of processing forms a circle with fonts and images. Pictured here is taken as an iconic product that is vintage people. The impression of a man and a woman with their hair neatly emphasizes that the products sold are first or vintage era. The selected font is an application from castellar font, impressive font of classy vintage shades. There are six standard designs exemplified namely design letterhead, folders, envelopes, business cards, stamp and logbook. While the promotion tools which there are 10 designs brochures, X-banners, posters, flags, price tags, stickers, mugs, paper bag, t-shirts, and the look book.Key Words: Redesain, Logo, Loveli.
MASJID CHENG HOO SURABAYASENI BANGUNAN, ORNAMEN, DAN KALIGRAFI TITISARI, HERMITA
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 03 (2015): Volume 03 Edisi Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebaran agama Islam di Nusantara terjadi karena efek samping dari perdagangan, lembaga pendidikan, dan perkawinan yang dilakukan para pendatang dari Arab, Gujarat, dan Cina. Kedatangan Laksamana Cheng Hoo beserta armada kapalnya dari Cina yang singgah di Indonesia memberikan pengaruh penyebaran agama Islam dan budaya Tiongkok. Masyarakat Indonesia kini mayoritas memeluk dan mempelajari agama Islam, dan membangun masjid sebagai tempat beribadah dan lembaga peradaban dan budaya masyarakat Islam, di masjid umat muslim beribadah bersama, akan tetapi pada Al Quran dan Assunah tidak terdapat aturan-aturan yang mengungkapkan secara detail dan jelas bentuk bangunan. PITI (Pembina Iman Tauhid Islam) di Surabaya membangun Masjid Cheng Hoo untuk mengenang Laksamana Cheng Hoo yang membawa pengaruh Islam dan budaya Tiongkok. Karena latar belakang tersebut, masalah yang dikaji dalam penelitian. (1) bagaimana seni bangunan dari Masjid Cheng Hoo Surabaya, (2) bagaimana ornamen Masjid Cheng Hoo Surabaya, (3)bagaimana kaligrafi Masjid Cheng Hoo Surabaya. Metode kualitatif digunakan sebagai dasar penelitian dengan rancangan deskriptif untuk mendeskripsikan seni bangunan, ornamen, dan kaligrafi yang terdapat pada Masjid Cheng Hoo Surabaya, dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengetahui bahwa masjid yang menyerupai tempat ibadah Tri Dharma dibangun untuk mengenang Laksamana Cheng Hoo. Kombinasi kehadiran budaya Cina dan elemen Islam dalam seni bangunan, ornamen masjid dalam bentuk lukisan dan ukiran atau cetakan di lantai, pintu, jendela, dinding, kuda-kuda, dan langit-langit. Gaya kaligrafi Islam di Masjid Cheng Hoo seperti gaya kaligrafi Raihani masjid pada umumnya. Terdapat keunikan pada dinding yang ditimbulkan oleh gaya kaligrafi Raihani dikombinasikan dengan jendela melingkar seperti bangunan Cina dan terbuat dari besi. Pada papan masjid terdapat gaya kaligrafi Cina: Cursive Script (xingshu).Kata Kunci: Masjid Cheng Hoo, ornamen, kaligrafi, dan seni bangunan.The spread of Islam in the archipelago occur due to the side effects of commerce, educational institutions, and marriages were performed migrants from Arab, Gujarat, and China. The arrival of Admiral Cheng Hoo along with a fleet of ships from China were stopped in Indonesia gives influence the spread of Islam and the culture of China. Indonesia is now the majority society and learn to embrace Islam, and to build a mosque as a place of worship and institutions of civilization and culture of Islamic societies, in the mosque Muslims worship together. But the Quran and Assunah there are no rules in detail and clearly reveal the shape of the building. PITI (Trustees of Tawheed Islamic Faith) in Surabaya build Cheng Hoo Mosque to commemorate Admiral Cheng Hoo who brought Islam and the influence of Chinese culture. Because of this background, issues examined in the study. (1) How is the art of building Cheng Hoo Mosque Surabaya. (2) How is the ornaments Cheng Hoo Mosque Surabaya. (3) How is the calligraphy Cheng Hoo Mosque Surabaya. Qualitative methods are used as a basis to draft a descriptive study to describe the art of building, ornament, and calligraphy found in Cheng Hoo Mosque, with data collection techniques using observation, interviews, and documentation. Results of this study, researchers knew that mosque resembles Tri Dharma place of worship was built in memory of Admiral Cheng Hoo. The presence combination of Chinese culture and Islamic elements in the art of building, mosque’s ornament in the form of paintings and carvings or mold on the floors, doors, windows, walls, easels, and ceiling. Islamic calligraphy style at Cheng Hoo Mosque like the style of calligraphy Raihani most mosques in general. On the wall there is a uniqueness posed by Rihani calligraphic style combined with a circular window looks like the Chinese buildings and made of iron. On board mosque there is also Chinese calligraphy-style: Cursive Script (xingshu).Keywords: Cheng Hoo Mosque, ornament, calligraphy, and architecture
ANALISIS ESTETIK KARYA TONI JA’FAR BERTEMA “BUILD THE HOUSE” TORIQ, ACHMAD
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 03 (2015): Volume 03 Edisi Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Build the House merupakan tema utama dalam pameran tunggal karya Toni ja’far. Banyak hal yang belum terungkap, terkait dengan faktor konsep estetik, bentuk estetik dan banyak hal dibalik proses penciptaan karya. Dengan sudut pandang penelitian yang berbeda tentu akan menambah kekayaan praktik dan wacana seni rupa. Fokus dalam penelitian ini adalah; (1) Apa yang melatarbelakangi penciptaan karya Toni Ja’far?, (2) Bagaimana proses kreasi penciptaan karya Toni Ja’far bertema Build the House ?, (3) Bagaimana bentuk estetik karya Toni Ja’far bertema Build the House?. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis bentuk dalam diskriptif kualitatif. Pendekatan ini digunakan untuk mengungkap latar belakang penciptaan, proses kreasi, konsep idiom estetik serta digunakan untuk mengungkap proses kreasi dalam penciptaan karya Build the House. Kesederhanaan tema dan teknik dengan gaya ungkap simbolik menjadi ciri khas karya perupa, dengan mengeksplorasi bentuk-bentuk artistik yang begitu dominan dengan tekstur dan warna yang cenderung membumi. Jejak-jejak visual pengalaman emosional Toni Ja’far berhasil dihadirkan dari kesunyian dunia ide dalam bentuk karya Build the House.Kata Kunci: Konsep estetik, bentuk estetik, proses kreatif, makna.Build the House is a subject matter of the solo exhibition by Toni Ja’far. Many things are yet to be revealed. It is about the concept of aesthetic, aesthetic form and a lot of things behind the process of creation. Towards different points of view of the new research, it will certainly add to the wealth of the art practice and discourse.The focuses of this research are; (1) What is behind the creation of Toni Ja'far’s artworks ?, (2) How is the creative process of Toni Ja'far’s creations themed Build the House?, (3) How are the aesthetic forms of Toni Ja’far’s artworks themed Build the House ?This research uses analytical form of qualitative descriptive. The research approaches are used to reveal the background of creation, creation process, concept of aesthetic idiom and to reveal the creative process in the creation of works of Build the House. The simplicity theme and techniques with symbolic form style are the basic characteristic of the artist, by exploring the artistic forms which are so dominant with the textures and colors that tend to be very humble. The visual traces of Toni Ja’far’s emotional experience successfully presented from the silence world of ideas in the Toni Jafar’s artwork Build the House.Keywords: aesthetic consept, aesthetic form, creative process, mean.
HUBUNGAN KEMAMPUAN MENGGAMBAR ILUSTRASI SECARA MANUAL DENGAN KEMAMPUAN MENGGAMBAR ILUSTRASI SECARA DIGITAL DWI WARDANA, PRAMUDYA
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 03 (2015): Volume 03 Edisi Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gambar ilustrasi yang dulunya hanya dibuat dengan menggunakan peralatan sederhana, kini mulai beralih menggunakan peralatan canggih seperti komputer. Dalam proses penciptaan gambar ilustrasi secara digital, selain dengan mempelajari aplikasi komputer, penting bagi seseorang untuk menguasai dasardasar dalam menggambar ilustrasi secara manual. Berdasar dari latar belakang tersebut, masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah tentang bagaimana hubungan kemampuan menggambar ilustrasi secara manual dengan kemampuan menggambar ilustrasi secara digital serta seberapa kuat hubungan antara keduanya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Data dalam peneletian diperoleh dari tugas menggambar ilustrasi baik secara manual maupun secara digital yang diberikan kepada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Jombang. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis korelasi product moment. Setelah didapat angka korelasi, maka dilakukan uji hipotesis. Dari hasil analisis data tesebut didapat angka korelasi sebesar 0,890, yang berarti terdapat korelasi yang kuat. Dalam uji hipotesis dengan taraf signifikan 5% didapat r hitung 0,890> r tabel 0,334, sedangkan dengan taraf signifikan 1% didapat r hitung 0,890> r tabel 0,449. Hasil Uji hipotesis tersebut membuktikan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kemampuan menggambar ilustrasi secara manual dengan kemampuan menggambar secara digital. Sedangkan kekuatan hubungan dibuktikan dengan koefisien determinasi yang mempunyai sumbangan nyata (X ke Y) sebesar 79,21%. Kata Kunci: Menggambar, ilustrasi manual, ilustrasi digital.  Illustrations that were once only made using simple equipment, is now beginning to switch into using sophisticated and advanced equipments such as computer. In the process of creating digital illustrations using a computer, it is important for one to understand the basics in drawing illustration manually in addition to studying computer applications. Based on that background, the problems examined in this study is how about relationship between manual illustration drawing skills and digital drawing skills exists, and how strong the relationship between each other. This research is descriptive quantitative. The data were obtained from the task of drawing illustrations either manually or digitally that was assigned to the students of VIIth grade SMP Negeri 2 Jombang, in total of 32 students. Data were then analyzed using product moment correlation formula. Having obtained the correlation number, the hypothesis test is then conducted. From the analysis of the data, a correlation figure of 0.890 is obtained, which means that there is a strong correlation between the two. A hypothesis test with significance level of 5% obtained 0.890 count r> r table 0.334, in a 1% significance level obtained 0.890 count r> r table 0.449. The hypothesis test results prove that there is a significant relationship between the manual illustration drawing skill with digital illustration drawing skill. While how strong the relationship is evidenced by the coefficient of determination that has a real contribution (X to Y) of 79.21%. Keywords : Drawing, manual illustration, digital illustration.
ANALISIS VISUAL BUKU “UDAH PUTUSIN AJA!“FELIX Y. SIAUW DENGAN TEORI SEMIOTIKA VISUAL EMELYANA, NOVITA
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 2 (2015): Volume 03 Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku Udah Putusin Aja! merupakan buku non fiksi karya Felix Y. Siauw yang memuat nilai-nilai islami. Buku ini berhasil memikat para pembaca. Desain yang dibuat oleh Emeralda selaku desainer menyesuaikan dengan pemuda di era digital ini. Misalanya dari segi warna dan ilustrasi. Sehingga buku ini menjadi populer dikalangan pemuda-pemudi. Selain itu, isi buku ini seperti grapic book Di dalamnya berisi cukup banyak hiasan grafis dan rangsangan visual yang menarik. Buku ini terjual sangat laris dan mencatat sebagai rekor penjualan tertinggi. Karena itu, peneliti bertujuan untuk membahas hal-hal sebagai berikut:: 1). Desain buku Udah Putusin Aja! karangan Felix Y. Siauw; 2). Tanda-tanda visual buku Udah Putusin Aja! karangan Felix Y. Siauw; 3). Makna visual buku Udah Putusin Aja! karangan Felix Y. Siauw. Permasalahan di atas tersebut dianalisis dengan teori Semiotika untuk memaknai tanda-tanda yang ada di dalam buku Udah Putusin Aja! dengan asumsi bahwa media itu sendiri dikomunikasikan melalui seperangkat tanda.Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis deskriptif kualitatif, sehingga data yang ada dijabarkan dalam bentuk deskripsi. Data diperoleh dari sumber data utama adalah Buku Udah Putusin Aja!. Dari tanda-tanda visual yang terdapat pada buku Udah Putusin Aja! ini dengan analisis teori Semiotika. Maka hasil yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: 1). Tampilan desain buku sangat unik, yaitu warna dan ilustrasinya menyesuaikan dengan target pembaca. Unsur-unsur desain yang ada di dalamnya difungsikan sebagai pembantu menyampaikan informasi. Sehingga desain dibuat sederhana dan tidak rumit tapi tetap menarik dengan tidak meninggalkan prinsip-prinsip desain; 2). tanda–tanda visual pada buku Udah Putusin Aja! menggunakan mode representasi ikonis, ideksial dan simbolis yang berbaur dalam penciptaan sebuah tanda; 3). Makna visul buku Udah Putusin Aja! mengarah pada persilangan antara makna konotatif dan denotatif.Kata Kunci: Analisis Visual, Teori Semiotika VisualThe book entitled “Udah Putusin Aja!”is a nonfiction book written by Felix Y. Siauw that contains Islamic values. The book is succeed in interesting its readers. The book design that created by Emeralda as its designer, adapted it to the youth society in this digital era. As the example, its color and illustration. That?s why the book becomes so popular to all youth. Beside that, the book?s contents are like graphic book, there are many graphic ornaments, and also visual stimulation in it, its visual is also easy to understand that is proper to the nowadays reader. The book is well sold, and get the record as the best seller book with its highest amount of selling. That?s why the researcher would like to discuss these as research problems: 1) “Udah Putusin Aja!”by Felix Y. Siauw-book design; 2) visual symbols of “Udah Putusin Aja!” book by Felix Y. Siauw; 3) visual meaning of “Udah Putusin Aja!”by Felix Y. Siauw.The research problems above is analyzed using semiotics theory to get the meaning of symbols in “Udah Putusin Aja!” book by the assumption that the communicative media of the book is its sets of symbols. This research uses descriptive qualitative analysis method, so that the data is explained in descriptions. Data is gotten from the main data resource – the “Udah Putusin Aja!” book. The visual symbols are analyzed using Semiotics theory. So, the results that are gotten by the research: 1) The book visual design is so unique, the design elements in it are functioned as the tool in transferring information. So that its design is simply made and not complicated but still interesting and not leaving the design rules or principles; 2) visual signs in the book “Udah Putusin Aja!” uses iconic, indexial, and symbolic representation model that are mixed in a creation of signs; 3) visual meaning of the book “Udah Putusin Aja!” directs to crossing between connotative meaning and denotative meaning.Keywords: Visual Analysis, Visual Semiotics Theory
ANALISIS KARYA SKETSA M. THALIB PRASODJOTAHUN 1983 SAMPAI 2008 ROUSHAN FIKRI, HELMY
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 03 (2015): Volume 03 Edisi Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

M. Thalib Prasodjo (1931-2010) Lahir di Bojonegoro, 17 Juni 1931, sejak kecil M. Thalib Prasodjo sudahbercita-cita menjadi pelukis dan akhirnya menjadi sala satu diantara perupa yang memiliki peran terhadap senirupa modern Surabaya saat itu. Banyak di kalangan seniman mengenal dia sebagai pelukis sketsa alias sketser.Ini karena dia memang sering kali menghabiskan waktunya dengan berkeliling dari tempat ke tempat hanyauntuk membuat sketsa secara spontanitas. Sehingga dari kebiasaan tersebut M. Thalib Prasodjo menghasilkanbanyak sketsa-sketsanya memiliki unsur-unsur rupa yang menarik, dan tidak jarang dipamerkan ataupundikoleksi oleh kolektor, hal tersebut dikarenakan sketsanya memiliki unsur rupa yang unik seperti pada unsurtitik, garis, bidang, warna, komposisi serta tekniknya, sehingga hal tersebut menjadi karakteritiknya dan menjadifokus penelitian atau rumusan masalah yang dijawab pada penelitian ini. Berdasarkan masalah yang ada,penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan unsur-unsur rupa yangtampak dan tekniknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dengan keluarga M. Thalib Prasodjo danmurid-muridnya serta melakukan observasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan trianggulasidata. Tahap analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data dan menarikkesimpulan/ verifikasi. Dari 41 sketsa-sketsa M. Thalib Prasodjo ditemukan beberapa tema meliputi objekobjekbagunan, figuratif, dan suasana. Dari sketsanya tersebut terdapat berbagai temuan tentang struktur visualmulai dari garis-garis yang cendrung linier dan ekspresif. Kemudian terdapat unsur titik yang berfungsi untukmengisi bidang/objek tertentu. Lalu terdapat unsur bidang yang geometris dan non-geomertis, serta ditemukanunsur warna yang lebih mengarah pada warna-warna monokromatik yaitu hitam dan putih. dan terakhir terdapatkomposisi yang sering ada pada sketsanya yaitu komposisi keseimbangan, penekanan, dan kesatuan. Selain daristruktur visual, juga ditemukan teknik yang cendrung diggunakan M. Thalib Prasodjo dalam membuat sketsanyaberupa teknik basah, dari bahan berupa tinta cina dan tanah liat dengan media kanvas atau kertas serta alat alatgambar yaitu kuas dan lidi/batang aren. Sehingga dari teknik dan struktur visual tersebut sketsanya lebihcendrung ke arah figuratif dan ekspresif.Kata Kunci: sketsa, struktur visual sketsa, teknik sketsaM. Thalib Prasodjo (1931-2010) Born in Bojonegoro, June 17, 1931, since childhood M. TalibPrasodjo has aspired to be a painter and eventually became sala one among the artists who have a role toSurabaya when modern art it. Many among the artists to know him as a sketch artist alias sketcher. This isbecause he was often spend their time wandering from place to place just to make sketches spontaneously. Sothat from these habits M. Thalib Prasodjo produced many sketches have visual elements of interest, and notrarely exhibited or collected by the collector, it is because the sketch has a unique visual elements such as theelements of points, lines , field, color, composition and technique, so that it becomes characteristic of, and thefocus of research or formulation problems are answered in this study. Based on the existing problems, theresearch was conducted in order to determine and describe the visual elements that appear and technique. Thisstudy used a qualitative approach with descriptive methods. Data collected by using the interview with M.Thalib Prasodjo family and his disciples as well as observation. To maintain the validity of the data, performeddata triangulation activity. The stage of data analysis used in this study include data reduction, data presentationand draw conclusions / verification. Of the 41 sketches M. Thalib Prasodjo found some themes include objectsbuildings, figurative, and atmosphere. From these sketches are the findings of visual structures ranging fromlines that tend to linear and expressive. Then there is the element of the point that serves to fill the field / object.Then there are elements of the field of geometric and non-geomertis, and found more color elements leads to amonochromatic colors such as black and white. and lastly there is a composition that often exist in the sketchthat the composition of the balance, emphasis, and unity. Aside from the visual structure, also found a techniquethat tends band is used M. Thalib Prasodjo in sketch form wet technique, from materials such as Chinese ink andclay with canvas or paper media as well as tools drawing tools, namely brushes and sticks / rods palm. So fromtechnical and visual structure of the sketch is more inclined towards the figurative and expressive.Key Words: sketch, visual structure sketch, sketching techniques
PERANCANGAN STICKER CATFIZ MESSENGER DI SURABAYA DWI YULIO, DICKY
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 03 (2015): Volume 03 Edisi Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Catfiz adalah aplikasi messenger karya anak bangsa yang berlokasi di kota surabaya. Aplikasi inimemiliki fitur sticker chatting yang digunakan untuk menyampaikan emosi saat melakukan chatting. Desainsticker chatting yang terdapat pada aplikasi messenger biasanya bergambar tokoh kartun terkenal dan terkesanmonoton, oleh karena itu perancang ingin membuat suatu inovasi baru dengan membuat sticker chatting yangtidak biasa, karena sticker chatting yang dibuat terinspirasi oleh fenomena cabe – cabean yang berkembang dimasyarakat indonesia. Rumusan masalah dalam perancangan ini adalah (1) Bagaimana menyusun konsep desainsticker catfiz cabe – cabean (2) Bagaimana proses penciptaan desain sticker catfiz cabe – cabean (3) Bagaimanawujud desain sticker catfiz cabe – cabean. Tujuan dalam perancangan ini adalah untuk merubah sudut pandangmasyarakat indonesia yang memandang negatif fenomena cabe – cabean menjadi hal yang positif denganmenciptakan karakter Hot Chili yang menggambarkan sesosok gadis remaja yang centil, ceria, dan penuhsemangat.Metode perancangan yang digunakan adalah metode 5W1H yang berisi What, desain sticker yang akandibuat adalah desain berbentuk cabe merah, Why, karena sesuai dengan fenomena cabe – cabean yang terjadi dimasyarakat indonesia, Who, target pengguna sticker cabe – cabean adalah kalangan anak muda , When, stickercabe – cabean ini akan digunakan 2 – 5 tahun, Where, sticker cabe – cabean ini hanya bisa digunakan melaluiaplikasi catfiz messenger, How, tahapannya adalah pembuatan tumbnail sketch, rough layout, alternative,kemudian final.Emosi Hot Chili berisi Teriak memanggil, Make up, Berbisik, Mengantuk, Terpesona, Selfie, Lelah,Karaoke, Terkejut, Angel, Kabur, Devil, Menyerah, Tidur, Tak dihiraukan, OTW, Tersenyum dalam tangis,Menangis, Mendengarkan musik, Jatuh cinta, Senyum simpul, Terbakar amarah, and Bete.Kata Kunci: Perancangan, sticker chatting, catfiz messengerCatfiz is messenger appplication of indonesian artwork located in surabaya. This application has a stickerchat feature that is use to send emotion while chatting. Stickers design contained in the application chatmessenger usually famous cartoon and look monotonous, because the author want to creat a new idea bycreating a sticker chat unusual, because author creating a sticker chatting that inspiring by cabe – cabeanphenomenon in indonesian.The problem of this creation is (1) How to prepare a concept cabe – cabean catfiz sticker design. (2) Howto creat cabe – cabean catfiz sticker design. (3) How to shape cabe – cabean catfiz sticker design.The purpose of this design is to change the point of view indonesian people that sees the cabe – cabeannegative phenomenon into positive with create Hot Chili characters that can draw a sassy teenager girl, cheerfuland full of passio.Design method used 5W1H that contain What, what will design for sticker. Why, why do chili shapeselected. Who, who is the target of cabe –cabean sticker user. When, when will cabe – cabean sticker design beused. Where, where is cabe –cabean sticker will used. How, how to create cabe –cabean sticker.Hot Chili emoticon containe shouted call, Make up, whisper, sleeping, spellbound, selfie, tired, karaoke,shocked, angel, blurred, devil, give up, sleep, ignored, OTW, smile in the tears, crying, listening music, fallingin love, smile, angry, and boring.Keyword : Design, sticker chatting, catfiz messenger

Page 11 of 43 | Total Record : 425