cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
VA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 425 Documents
NARASI SENI URBAN DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS EKA RAMADHANA, ARIYAN
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 03 (2015): Volume 03 Edisi Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni merupakan salah satu unsur dalam sistem kebudayaan yang menjadi bagian dari kehidupan manusia. Dalam kehidupan manusia banyak sekali menginspirasi dalam menciptakan karya seni. Manusia memiliki naluri terhadap sebuah keindahan maupun dalam menciptakan karya seni, maka dari itu tidak sedikit sebagian dari manusia yang ingin mengabadikan bahkan memiliki benda yang bernilai seni. Hal itu bisa memicu potensi untuk menghasilkan hal-hal yang kreatif dalam segi penciptaan karya seni lukis urban,.Teknik seni urban yang sering digunakan adalah stencil di atas kanvas. Dengan melubangi bagian tertentu pada template, stencil merupakan teknik yang ideal untuk menghasilkan karya Urban yang massif dan dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. Penulisan ini “Narasi Seni Urban dalam Penciptaan Karya Seni Lukis” dari masalah tersebut yang ingin dibahas: Seni Urban dalam Seni Lukis, proses pengolahan teknik dan media, visualisasi sesni lukis urban, serta dalam penciptaan ini mengunakan metode eksplorasi dan eksperimentasi. Dalam penciptaan karya seni lukis ini penulis menciptakan lima karya pertama berjudul “why always Islam”,kedua “why always alfamart indomaret”, ketiga “why always child”, keempat “why always McD”, dan kelima “why always DPR”, Kata Kunci: Penciptaan, Seni Lukis, danSeni Urban.  Artis one of elementsin aculturesystemthat is part ofhuman life. To create an artwork, people may be inspired by the life itself which rises the creativity. Then, everyhuman hasaninstincttoward beautificationas well asin creating anartwork, therefore there are many people who desire toperpetuate or even to collect the valuableartobjects. That case may potentially trigger to create creative things in terms of creating urban artworks. The art technique which is frequently used is stencil on canvas. By perforating the certain part of the template, stencil is an ideal technique for resulting the massive urban art and can be done in a short time. This research is entitled NarrativeUrban Artworks in The Art Creation. From the title, there are some points that have been discussed. Those are urban art painting, techniques and media processing, visualization of urban art painting, moreover this work used exploration and experimentation method. To conduct this research, the writer has created five artworks entitled “why always Islam” , second “why always alfamartindomaret”, third “why always child”, fourth “why always McD”, and fifth“why always DPR”. Keywords :Creation, Art and Urban Art
ORNAMEN RELIEF CANDI RIMBI SEBAGAI INSPIRASI PENGEMBANGAN MOTIF BATIK KABUPATEN JOMBANG DYAHWATI, WIWIT
Jurnal Seni Rupa Vol 4, No 01 (2016): Volume 04 Edisi Yudisium 2016
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candi Rimbi merupakan salah satu situs peninggalan kerajaan Majapahit yang berada di dusun Ngrimbi, desa Bareng, kecamatan Wonosalam, Jombang. Situs candi Rimbi ini masih belum banyak diketahui oleh masyarakat luas dan perlu untuk dilestarikan. Relief di candi Rimbi terbagi menjadi 2 yaitu relief yang sudah diketahui diskripsinya ada 9 relief dan yang belum diketahui diskripsinya sebanyak 40 buah. Pembuatan motif batik ini diambil dari ornamen relief candi Rimbi yang masihbisa tergambarkan dengan jelas. Relief tersebut kemudian digambarkan bentuk dasarnya dan disusun menjadi motif batik. Motif tersebut dibuat dalam bentuk mock-up pakaian dan lembaran kain batik.Warna yang digunakan meliputi 3-5 warna dengan beberapa paduan yang berbeda. Desain yang dihasilkan dan diajukan ke validator sebanyak 24 desain. Hasil dari pengembangan desain batik yang terinspirasi dari relief candi Rimbi kemudian diterapkan pada baju pria dewasa dan remaja, wanita dewasa dan remaja, serta lembaran kain batik. Hasil yang sudah diproduksi sedikit mengalami perbedaan warna dari desain yang dibuat, hal ini dikarenakan warna yang ada pada desain tidak dapat dijangkau secara maksimaloleh pewarna kain. Kata Kunci: Relief candi Rimbi, motif batik, Jombang. Rimbi temple of the kingdom of Majapahit located in the hamlet Ngrimbi, Pulosari village, district Bareng, Jombang. Rimbi temple site is still not widely known by the public and need to be preserved. Relief in Rimbi temple is divided into 2 relief is already known that their description 9 reliefs and their description is not known as much as 40 pieces. Making the motif is taken from the temple reliefs Rimbi ornaments that can still be described clearly. Relief is then described its basic form, and compiled intothe motif. The motif is made in the form of a mock-up clothes and batik fabric sheets. Colors used include 3-5 colors with several different alloys. Designs generated and submitted to the validator as many as 24 designs. Results of development of batik-inspired design of the reliefs Rimbi then applied to clothes men and boys, women and young adults, as well as batik fabric sheets. Results that have been produced slightly color differences of the designs are made, this is because the existing color on the design can not be reached optimally by fabric dyes. Keywords: Relief temple Rimbi, motif, Jombang
TINJAUAN VISUAL KERAJINAN CLAY KARYA MONICA HARIJATI DI JL DARMO INDAH SELATAN VIII/FF 26 SURABAYA SAGITHA, DIANA
Jurnal Seni Rupa Vol 4, No 01 (2016): Volume 04 Edisi Yudisium 2016
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Clay merupakan kerajinan dengan bahan tepung yang proses pembuatannya mirip dengan kerajinan keramik. Kelebihan dan keunikan clay adalah proses pembuatannya yang lebih mudah daripada keramik. Monica Harijati adalah seniman clay dari Surabaya yang sudah lama menekuni kerajinan ini dan terus mengembangkan proses kreatifitasnya dengan ide-ide barunya. Karya yang dibuat oleh Monica sudah sampai eksport ke berbagai Negara seperti, Amerika, Australia, Italia dan Singapura. Selain itu Monica juga menulis berbagai macam buku dan mendapatkan banyak penghargaan tentang clay. Kata Kunci: Tinjauan visual, kerajinan, clay Clay is an industry made from powder that the way to make it is similar with ceramics industry. The excellence and the uniqueness of sites on the way to make it is easier than ceramics. Monica Harijati is a clays’ artist from Surabaya whom done clay industry for many years and continued developing the process of creativity with new ideas. Monicas’ creation had been export into several countries such as America, Australia, Italy, and Singapore. Moreover, Monica wrote various books and got many achievements about her clay industry. Keywords: visual observation, industry, clay
SLEEPY BEREKSPRESI LEWAT GRAFFITI BAGUS O, PRIYANKA
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 03 (2015): Volume 03 Edisi Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Graffiti merupakan seni visual jalanan yang mengutamakan permainan tulisan, di mana huruf dan kata menjadi obyek utama dalam penciptaannya. SLEEPY adalah kata yang merepresentasikan penulis dalam menciptakan karya graffiti. Bermula dari keinginan penulis mengangkat graffiti sebagai karya seni lukis, yang mendorong penulis mengangkat graffiti dalam penciptaan karya tugas akhir. Penciptaan karya SLEEPY meliputi lima karya dengan konsep yang berbeda-beda, namun terdapat keterkaitan antar kelima konsep tersebut yaitu unsur warna. Warna yang digunakan dalam penciptaan karya menggunakan warna-warna yang bersifat kuat dan cerah. Terdapat dua media yang digunakan yaitu tembok dan mobil. Proses penciptaan tersebut menggunakan teknik semprot dengan cat semprot atau aerosol spray paint. SLEEPY tercipta dari ungkapan penulis sehari-hari yang sederhana namun mewakili ekspresi terdalam penulis menuju kebahagiaan. Dengan permainan warna yang cerah penulis mempunyai harapan karya graffiti SLEEPY dapat menghibur mata pengguna jalan yang sedang penat oleh kepadatan kota. Kata Kunci : SLEEPY, ekspresi, graffiti  Graffiti is the visual arts the give priority to the game writing , in which letters and words into the chief objects in him .Sleepy is the word to represent an author in created graffiti work. Stems from the desire to elevate graffiti writers as a work of art that encourages graffiti writer raised in the creation of the final project work. The creation of sleepy covering five work with the concept of the different, but there is a connectivity between fifth the concept of are element color.Color which are used in the creation of work use colors is strong and bright.There are two medium used namely the wall and cars.The forging that they used technique spray with aerosol spray paint. Sleepy created from the statement writer living simple but represent expression the deepest writer straight.To the game of colors that are bright writer have hope work graffiti sleepy can entertain eyes road users who was tired by density city. Keywords : SLEEPY , expression , graffiti
PERANCANGAN MEDIA PROMOSI MUSEUM MANDHILARAS DI KABUPATEN PAMEKASAN MANSYUR SANTOSO, KHOLID
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 03 (2015): Volume 03 Edisi Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman budaya yang secara tidak langsung juga menjadi sorotan mata dunia. Kekayaan dan keanekaragaman budaya di Indonesia memang harus kita banggakan dan kita jaga. Pamekasan adalah kabupaten yang terletak di wilayah pulau Madura provinsi Jawa Timur, yang kaya akan warisan budaya daerah seperti, Karapan sapi, situs Batu Ampar, Panembahan Ronggo sukowati dan lain sebagainya. Semua itu dirangkum dalam pengadaan museum. Museum Mandhilaras merupakan museum milik pemerintah pamekasan yang bertujuan untuk menyimpan, merawat, melestarikan dan membina warisan budaya (Madura), yang kemudian disajikan kepada umum. Namun pengadaan museum Mandhilaras kurang dipahami keberadaanya. Salah satu faktor adalah kurangnya media informasi. Karena media yang digunakan hanya dengan menggunakan katalog sebagai media promosinya. Akan tetapi dinilai kurang maksimal jika digunakan untuk mempromosikan museum Mandhilaras yang terbilang baru pengadaannya. Karena fenomena yang terjadi dikalangan masyarakat, museum tidak terlalu dikenal oleh masyarakat Pamekasan. Untuk itu peneliti ingin meneliti perancangan desain media promosi untuk museum Mandhilaras, dengan krtiteria desain yang baik menurut ilmu desain grafis.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perancangan karya desain grafis periklanan untuk promosi museum Mandhilaras di kabupaten Pamekasan. Lokasi penelitian dikabupaten pamekasan, dengan mengunakan metode kualitatif. Wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi, digunakan sebagai cara untuk mengumpulkan data dari para informan. Kata kunci : Desain grafis, Periklanan, Promosi, Museum Mandhilaras.       Indonesia is a country rich in cultural diversity, which indirectly also highlighted the eyes of the world. Richness and diversity of culture in Indonesia indeed we should be proud and we keep. Pamekasan is a district located in the island of Madura, East Java province, which is rich in cultural heritage areas such as, KarapanSapi (Bull race), BatuAmpar, PanembahanRonggoSukowati and others. All of them are summarized in the procurement of the museum. Mandhilaras Museum is a museum owned by the government Pamekasan which aims to keep, maintain, preserve and develop the cultural heritage (Madura), which is then presented to the public. However the procurement of museum Mandhilaras poorly understood existence. One factor is the lack of information media. Because the media are used only by using catalogs as media promotion.But considered less leverage if used to promote the museum Mandhilaras relatively new procurement. Due to a phenomenon that occurs among the public, the museum is not very well known by the public Pamekasan. To the researchers wanted to examine the design of the design of promotional media for Mandhilaras museum, with a good design krtiteria according to the science of graphic design. This study aims to determine how to design advertising graphic design work for the promotion of the museum Mandhilaras in Pamekasan. Location dikabupatenPamekasan research, using a qualitative method. In-depth interviews, documentation and observation, is used as a way to collect data from informants. Keywords: Graphic Design, Advertising, Promotion, Mandhilaras Museum.
PEMANFAATAN LIMBAH BRUNGKI SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN SENI PATUNG DENGAN TEKNIK UKIR BERTEMA EKSPRESI WAJAH MANUSIA SULTHAN SALADIN, M.
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 03 (2015): Volume 03 Edisi Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni patung dikatakan seni murni, sejauh ia tidak terikat oleh kebutuhan terapan. Proses pembuatannya pun dari bahan yang beraneka ragam mulai dari batu, fiberglass, maupun kayu. Sedangkan dalam kayu sendiri terdapat beberapa jenis kayu yang digunakan untuk pembuatan karya seni patung salah satunya adalah brungki (tunggak bambu).Tujuan untuk menciptakan karya seni patung antara lain: (1) mengeksplorasi keunikan brungki sebagai bahan pembuatan seni patung, (2) mengaplikasikan teknik ukir pada media tunggak bambu dalam pembuatan seni patung, dan (3) menggambarkan nilai-nilai sosial yang terjadi di masyarakat melalui karya seni patung. Karya seni patung yang dibuat sebanyak 4 buah, yang pertama berjudul “Kepikiran”, yang kedua berjudul “Terluka”, yang ketiga berjudul “Sayang Papa”, dan yang keempat berjudul “Pencitraan”. Keempat karya seni tersebut terbuat dari bahan brungki, menggunakan teknik pahat dan proses finishing menggunakan clear melamine lack. Kata Kunci: wajah, seni patung, brungki, pahat The art of sculpture is a pure art, it does not belong to the application needs. The process in making sculpture has many varieties such as, stone, fiberglass, or even woods. Furthermore, the woods used for sculpture has also many varieties. One of the examples in brungki (The bamboo stump).The purpose of making these sculpture are (1) to explore the uniqueness of brungki as the material for creating sculpture, (2) to apply carving technique in the manufacture of bamboo stump sculpture, and (3) to describe the social values that occurs in society through the art of sculpture. The works art were made into four theme categories, the first theme is “Kepikiran”, the second one is “Terluka”, the third one is “Sayang papa”, and the last one is “Pencitraan”. These all works art were made of brungki (Bamboo stump) that applied carving technique and polished with clear melamine lack at the end of the process. Key words: Face, Sculpture, Brungki (Bamboo stump), Carving
PENGEMBANGAN DESAIN GERABAH DI DESA NGADIREJO KECAMATAN RENGEL KABUPATEN TUBAN ATUS SHOLICHAH, ARMA'
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 03 (2015): Volume 03 Edisi Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerabah merupakan salah satu produk kerajinan kabupaten Tuban. Produksi gerabah kurang berkembang baik dari segi bentuk, dekorasi, dan fungsinya, sehingga keberadaanya semakin tergeser dengan produk hasil mesin berteknologi tinggi. Upaya pelestarian perlu dilakukan agar gerabah Tuban dapat bertahan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah; 1) Bagaimana karakteristik gerabah di Desa Ngadirejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban?; 2) Bagaimana karakteristik tumbuhan siwalan yang terdapat di kabupaten Tuban?; 3) Bagaimana proses pengembangan gerabah di Desa Ngadirejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban?;  dan 4) Bagaimana hasil pengembangan gerabah di Desa Ngadirejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban? Dari rumusan masalah tersebut tujuannya untuk mengetahui 1.)  karakteristik gerabah di Desa Ngadirejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban, 2)  karakteristik tumbuhan siwalan yang terdapat di kabupaten Tuban, 3) Proses pengembangan gerabah di Desa Ngadirejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban, dan 4) hasil pengembangan gerabah di Desa Ngadirejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Research and Development. Hasil dari penelitian ini adalah dihasilkannya 31 buah desain untuk 10 macam produk. Selanjutnya dipilih 9 desain untuk diwujudkan, Dengan tanggapan dari Parlan, Konsumen gerabah dan Muchlif Arif yang menyatakan bahwa produk sudah bagus. Kata kunci: Siwalan, Gerabah, Ngadirejo, Desain The pottery is one of the craft that located in Tuban district. But the production of potteryis less thriving in terms of shape, decoration and function so that excistence shifted to the production of  high-tech machines. Therefore, the artisans neeed to continue to develope form and the pottery ornaments. One of develop can be done through the exploration of  plants that typical of  the Tuban’s region.  To find a solution of the problem  above conducted research on the characteristics of the pottery ornaments Tuban. Characteristics of  plam plants that located in Tuban district.  then developed into the pottery ornaments accordance with the charateristics of palm plants. Then method that used in this research and development through a number of data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. Dasisgn validation in 2 validation. The result from this study are 10 groups of the pottery ornaments  design. From each group selected to be turned into product design. Whith the responses from parlan, Muchlif Arif stating that the product produced  was a nice  although there are shortcoming  like delicacy  body  pottery Keywords: Palm, Pottery, Ngadirejo, Design
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MENGGAMBAR BENTUK SISWA KELAS XI ARWUDARACHMAN, DANIZAR
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 03 (2015): Volume 03 Edisi Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mempunyai latar belakang yaitu membantu guru seni budaya SMA Negeri 2 Ponorogo yang mengalami keterbatasan dalam hal mengembangkan media pembelajaran. Maka untuk mengatasi hal tersebut diperlukan pengembangan media dari yang semula hanya menggunakan buku paket dan papan tulis menjadi media pembelajaran audio visual dengan harapan  siswa dapat lebih mudah dalam memahami materi dan dapat meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran Seni Budaya khususnya pada materi gambar bentuk.  Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui langkah pengembangan media pembelajaran gambar bentuk, dan juga untuk mengetahui respon serta manfaat dari penggunaan media pembelajaran gambar bentuk untuk meningkatkan prestasi belajar siswa di kelas XI. Untuk metode yang digunakan pada penelitian kali ini adalah  metode angket, dokumentasi, observasi, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan lembar respon siswa. Pada prosentase ketuntasan siswa dikelas XI IPA 3 tanpa menggunakan media audio visual adalah 40% dan setelah menggunakan media audio visual menjadi 80%. Kemudia pada kelas XI IPA 4 prosentase kelulusan siswa sebelum menggunakan media audio visual adalah 30% (kriteria kurang) dan setelah menggunakan media audio visual mendapat prosentase 43% (kriteria cukup). Untuk hasil respon siswa terhadap media audio visual dikelas XI IPA 3 mendapat prosentase 87% dan di kelas XI IPA 4 mendapat 89%. Kata Kunci: media, audio visual, gambar bentuk. This study has a background in art and culture that help teachers SMAN 2 Ponorogo who have limitations in terms of developing learning media. So to overcome this required the development of a media that was originally only using textbooks and whiteboards into audio-visual learning media in the hope that students can more easily understand the material and can improve learning achievement in the subjects of Arts and Culture in particular in the form of image material. While the purpose of this study was to determine the learning media development step drawing shapes, and also to study the response and benefits of the use of instructional media images shape to improve student achievement in class XI. For the methods used in this study was a questionnaire method, documentation, observation and tests. Data analysis techniques used are data reduction, data presentation, drawing conclusions, and student response sheet. On the completeness percentage of students in class XI IPA 3 without the use of audio-visual media was 40% and after the use of audio-visual media to 80%. Later in class XI IPA 4 percent graduation before using audio-visual media is 30% (less criteria) and after using the audio-visual media received a percentage of 43% (sufficient criteria). For the students' response to audio-visual media in class XI IPA 3 gets a percentage of 87% and in class XI IPA 4 got 89%. Keywords: media, audio visual, image shapes
ANALISIS ELEMEN DESAIN PADA KEMASAN LEDRE SUPER DI BOJONEGORO INGGAR PRANATA, ADITYA
Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 03 (2015): Volume 03 Edisi Yudisium 2015
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ledre adalah makanan ringan berupa kue kering yang digulung dengan bentuk seperti astor, merupakan makanan ringan khas daerah Bojonegoro yang sekarang mulai dikenal masyrakat di luar Kabupaten Bojonegoro. Ledre sudah diproduksi secara masal oleh beberapa produsen diantaranya Anyar Mas dan Depot Makan Moro Tresno yang terletak di Kecamatan Padangan Bojonegoro. Depot Makan Moro Tresno merupakan produsen ledre terbesar di Bojonegoro yang saat ini masih bertahan dan masih memasarkan produknya yaitu Ledre Super. Dengan banyaknya varian yang dihasilkan dari Ledre Super perlu diadakan kajian mengenai kelayakan desain pada kemasan Ledre Super yang merupakan ikon dari makanan ringan khas Kabupaten Bojonegoro. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui beberapa metode pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan terdiri dari sumber primer dan sumber data sekunder. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data adalah model analisis taksonomi berdasarkan aspek elemen desain dengan menggunakan prinsip dari desain komunikasi visual. Kata Kunci: Elemen, Desain, Kemasan Ledre is rolled cookies snack which looks like astor. It is original snack from bjngoro which begin to be famous even for people out of Bojonegoro now. Ledre has been producted massively by some producer that are Anyar Ma and Depot Makan Moro Tresno which located in Bojonegoro. Depot Makan Moro Tresno is the biggest ledre producer in Bojonegoro which still exists and sells its product which called Ledre Super with many varieties. This research is a qulitative descriptive trough some data accumulation methods which are interviewing, observation, and documentation. The data source consist of primary and secondary source. Data analysis method is a taxonomy analysis based on design element which use the visual communication design principal. The procedure of this research are preparation, data accumulation, data analysis and arrange reseach report. Keywords: Element, Design, Packaging
KATAK HIJAU SEBAGAI INSPIRASI PENCPTAAN KARYA SENI LUKIS ADI JUANG SUKMA, BRINDA
Jurnal Seni Rupa Vol 4, No 01 (2016): Volume 04 Edisi Yudisium 2016
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulis memilih objek katak hijau sebagai sumber inspirasi karena ketertarikan penulis terhadap metamorfosis katak. Tema yang dipilih adalah Lingkungan Sosial yang Berpengaruh terhadap Masa Depan”. Gaya yang ditampilkan adalah ilustratif dipadukan dengan surealis fotografik. Media menggunakan cat acrylic dan di goreskan dengan kuas di atas kanvas. Penulis memilih media tersebut dikarenakan sudah menguasai. Teknik yang digunakan adalah Teknik Opaque, Teknik Transparan, Teknik Alla Prima,dan Teknik Spray. Dalam perwujudan karya penulis yang ditampilkan adalah berupa Subject Matter, Warna, gelap terang, komposisi. Hasil dari karya yang pelukis tampilkan membahas mengenai kegagalan televisi dalam menyajikan tontonan anak kecil, sindiran akan sebuah permainan terutama pada sisi negatifnya, mengenai perindustrian dan sebab-akibat manusia yang tindakanya bisa memperburuk lingkungan. Persoalan yang lebih absurd juga dihadirkan seperti mengenai perjalanan manusia dimana harus melalui proses capaian ketika ingin mewujudkan impian/tujuan hidup, dan hubungan sosial anak dan orang tua. Kata Kunci: Seni Lukis, Katak Hijau, Persoalan Sosial. The author’s chosing green frog object as a source of inspiration for the author's interest against the frog metamorphosis. The author’s chosing theme "Social Environmental Influence the Future". Style shown is illustrative combined with photographic surreal. By using media acrylic paint and scratched with a brush on canvas. The author chose the medium because it is already mastered. The technique used is the technique of Opaque, Transparent technique, technique Alla Prima, and the spray technique. In the embodiment of the author's work is displayed in the form of Subject Matter, color, dark light, composition. The result of the work of the painter show to discuss the failure of television in presenting the spectacle of a small child, satire will be a game, especially on the downside, the industrial and human causation tindakanya could worsen the environment. The issue is more absurd is also presented as the human journey which must go through the process of achievement when it wants to realize the dream/goal of life, and social relationships of children and parents. Keywords: Painting Art, Green Frog, Social Issues.