cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
VA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 425 Documents
BIOTA LAUT SEBAGAI SUMBER IDE PEMBUATAN CENDERAMATA LOGAM WISATA PANTAI PASIR PUTIH KABUPATEN SITUBONDO DIYANTI, KAMILA
Jurnal Seni Rupa Vol 5, No 03 (2017): Yudisium III Wisuda 90 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Cenderamata adalah suatu barang yang dijadikan kenang-kenangan dari suatu tempat tertentu. Cenderamata dapat berupa benda pakai seperti gantungan kunci dan kalung. Cenderamata juga berupa benda hias seperti hiasan dinding dan kap lampu gantung. Cenderamata dapat dikelompokkan menjadi tiga jika dilihat dari fungsinya yaitu, 1) cenderamata disuatu acara, 2) cenderamata sebagai hadiah, dan 3) cenderamata wisata. Cenderamata yang penulis buat untuk karya skripsi ini adalah cenderamata wisata. Cenderamata wisata adalah barang kenang-kenangan yang didapatkan dari suatu tempat wisata. Pantai Pasir Putih Situbondo adalah tempat wisata yang dipilih penulis untuk dijadikan objek wisata dalam pembuatan cenderamata  logam. Hal tersebut dikarenakan latar belakang penulis yang berasal dari kabupaten Situbondo. Selain itu, penulis ingin membuat cenderamata inovasi baru untuk tempat tersebut. Sumber ide dalam pembuatan cenderamata logam adalah biota laut. Biota laut adalah semua makhluk hidup berupa tumbuhan dan hewan yang hidup dilaut. Ada lima jenis biota laut yang terpilih. Objek tersebut antara lain keong laut, kerang, bintang laut, terumbu karang dan rumput laut. Biota laut dipilih karena penulis ingin mengeksplor potensi alam yang ada di pantai Pasir Putih Situbondo. Bahan utama yang digunakan penulis untuk pembuatan cenderamata adalah  plat logam tembaga 0,1 mm, plat logam kuningan 0,1 mm, dan plat logam aluminium 0,2 mm. Penulis memilih bahan logam karena penulis merupakan mahasiswa pendalaman seni kriya konsentrasi kriya logam. Penulis menggunakan teknik tekan dalam pembuatan cenderamata logam. Teknik tekan adalah teknik membuat ragam hias pada plat logam menggunakan alat utama ballpoint. Teknik tekan dipilih karena mudah diterapkan, aman, mudah dipelajari, alat yang digunakan sederhana, murah, mudah didapat, dan penerapannya tidak membutuhkan ruangan khusus. Penulis membuat enam macam jenis cenderamata dari bahan logam. Jenis tersebut yaitu hiasan dinding, tempat tisu, gantungan kunci, tempelan kulkas, bros, dan kalung. Masing-masing jenis tersebut dibuat dari tiga bahan logam yang telah penulis sebutkan sebelumnya. Penulis membuat karya cenderamata logam sebanyak 144 karya.   Kata kunci : Cenderamata, Pantai Pasir Putih, Kabupaten Situbondo, Biota Laut, Logam, Teknik Tekan.
PEREMPUAN DALAM KISAH PANJI LARAS -LIRIS SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN SENI LUKIS HERLINA CANDRANING SHIAM, KARTIKA
Jurnal Seni Rupa Vol 5, No 03 (2017): Yudisium III Wisuda 90 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Bermula dari tradisi lamaran yang ada di daerah Lamongan. Tradisi lamaran di daerah Lamongan diawali dengan pihak perempuan yang melamar pihak lelaki. Hal ini berlangsung sejak terjadinya tragedi Kisah Panji Laras-Liris yakni dua putra Bupati Lamongan tanpa sengaja dicintai dua putri cantik Bupati Kediri Dewi Andansari dan Andanwangi. Kisah cinta tersebut menjadi tragedi yang melegenda dan dipercaya oleh masyarakat Lamongan. Dikatakan bahwa akhir kisah itu menimbulkan peperangan akibat dendam, perang pun berakhir dengan tanpa pemenang. Kini yang tertinggal dari kisah tersebut adalah tradisi dan mitos yang hingga kini masih berlangsung. Pencipta memiliki kegemaran dalam melukiskan figure perempuan dalam setiap lukisannya sehingga dalam karya ini pencipta juga tetap menjadikan figure perempuan sebagai objek utama. Teknik yang digunakan adalah teknik layering, teknik ini akan ditekankan penggunaannya paling banyak pada bagian rambut. Pencipta membuat lima karya yang semuanya adalah figure Dewi Andansari dan Dewi Andanwangi sebagai objek utama. Kelimanya memiliki ukuran dan media yang sama, yakni dengan ukuran 150 cm x 140 cm dan media berupa kanvas dan cat akrilik. Kelima karya lukis tersebut memiliki judul “Genuk Lamunan Dewi” karya 1, “Genuk Beban Dewi” karya 2, “Kipas Batu Berbunga” karya 3, “Kipas Batu hanya milik Dewi” dan “Kisah Dewi Andansari-Andanwangi” karya 5. Kata kunci : perempuan, lamaran, layering              
PENERAPAN MOTIF JATI DAN KAYANGAN API UNTUK BATIK BOJONEGORO MIRANDA, MAYANGSARI
Jurnal Seni Rupa Vol 5, No 03 (2017): Yudisium III Wisuda 90 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Kabupaten Bojonegoro memiliki motif khas batik yaitu motif Jonegaran, meliputi motif Pari Sumilak, Gatra Rinonce, Jagung Miji Emas, Mliwis Putih, Parang Dahana Mungal (Kayangan Api), Parang Lembu Sekar Rinambat,  Rancak Thengul, Sata Ganda Wangi, dan Sekar Jati. Motif Sekar Jati merupakan motif khas Bojonegoro dan paling banyak diminati, karena memang kota Bojonegoro terkenal sebagai penghasil kayu jati. Motif Kayangan Api merupakan salah satu motif batik Bojonegoro yang diambil dari kekayaan alam Bojonegoro yaitu sumber api abadi yang tak kunjung padam. Kekayaan alam ini dijadikan tempat wisata dan diberi nama Kayangan Api, terletak di kawasan hutan lindung Sendangharjo, Ngasem, Bojonegoro. Kebutuhan batik semakin meningkat terutama motif yang terinspirasi dari Jati dan Kayangan Api, sebagai batik khas Bojonegoro. Hal ini belum diimbangi dengan ketersediaan motif Jati dan Kayangan Api yang variatif dalam bentuk maupun tampilan komposisinya Dari sinilah timbul keinginan peneliti untuk memberikan alternatif komposisi motif Jati dan Kayangan Api dari yang sudah ada. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian dan pengembangan (R&D) berdasarkan buku yang ditulis Sugiyono. Langkah-langkahnya meliputi identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi, pembuatan desain (17 desain motif Daun Jati dan 15 desain motif Kayangan Api), validasi desain (kepada 2 validator yaitu Nunuk Giari M. selaku dosen Jurusan Seni Rupa FBS Unesa dan Liswati Rosalinda selaku perajin batik), merevisi desain, validasi ulang, dan pembuatan produk dari desain yang direkomendasi. Motif-motif yang dihasilkan meliputi motif Jatinom (6 desain), motif Jati Laras (9 desain), motif Ijone Jati (2 desain), motif Baraning Geni (8 desain), motif Parang Geni (5 desain), dan motif Geni Abadi (2 desain). Dari 32 motif tersebut, dipilih 4 motif yang diwujudkan yaitu 3 motif Daun Jati (meliputi pakaian wanita, pakaian pria, dan jarit/kain panjang)  serta 1 motif Kayangan Api berupa pakaian pria.   Kata Kunci : Penerapan, Motif Batik, Bojonegoro.
PERANCANGAN TYPEFACE DENGAN TEMA MOTIF UKIR JEPARA PURNOMO, RIBUT
Jurnal Seni Rupa Vol 5, No 03 (2017): Yudisium III Wisuda 90 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jepara merupakan satu dari beberapa daerah di Indonesia yang memiliki warisan budaya berupa kerajinan seni ukir. Sebuah kearifan lokal yang sudah seharusnya kita jaga dan lestarikan bersama. Kerajinan ukir Jepara telah cukup dikenal terlebih produk hasil mabel / perabotan serta hiasan ukir baik lokal maupun mancanegara. Namun terkadang hal tersebut masih dirasakan hanya oleh beberapa kalangan tertentu saja, utamanya para seniman / pengrajin. Peneliti yang juga merupakan mahasiswa jurusan Seni Rupa ingin memberikan sumbangsihnya berupa karya yang dapat dirasakan dan digunakan semua kalangan khususnya warga Jepara dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Dalam skripsi yang berjudul “Perancangan Typeface Dengan Tema Motif Ukir Jepara”, peneliti mencoba untuk lebih mengenalkan motif ukir Jepara dalam sebuah media baru yang dapat dirasakan langsung oleh banyak kalangan. Typeface / huruf yang merupakan elemen dari kaidah Tipografi, dirasa cocok karena sifatnya yang aplikatif-implementatif sesuai dengan konsumsi masyarakat moderen yang erat serta dekat dengan budaya komunikasi verbal maupun visual. Perancangan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Adapun sumber data yang digunakan adalah data primer berupa wawancara serta data sekunder dari kajian literatur. Pengumpulan data primer berupa kegiatan wawancara dilakukan dengan narasumber seorang putra daerah asli Jepara yaitu Bapak Drs. Sulbi, M.Pd, yang juga selaku dosen Universitas Negeri Surabaya jurusan Seni Rupa pengampu mata kuliah Kriya Kayu. Sedangkan pengumpulan data sekunder dilakukan dengan kajian literatur yang relevan baik dari jurnal ilmiah maupun buku. Tujuan dari pengumpulan data tersebut, adalah mencari unsur khas dan asli motif ukir Jepara yang tidak dimiliki oleh motif ukir dari daerah lain. Selanjutnya unsur tersebut diadaptasi kedalam bentuk typeface dengan beberapa bantuan program komputer pengolah grafik / vector. Hasil dari perancangan typeface bertema motif ukir Jepara adalah meliputi karakter huruf kecil (lowercase), huruf besar (uppercase), angka (numerals) dan simbol (punctuation). Serta disajikan visual dalam contoh pengaplikasian pada beberapa media seperti, poster, kaos, tas (totebag), pin, signage.   Kata kunci : tipografi, motif ukir, Jepara
KOMPOSISI WARNA PADA LUKISAN MAKHFOED YANG BERJUDUL PERJALANAN PERIODE 2001-2016 GHUFRON ROSYADI HUSAINI, MOH.
Jurnal Seni Rupa Vol 5, No 03 (2017): Yudisium III Wisuda 90 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seni rupa merupakan sebuah Seni visual, yang juga  dinikmati lewat indra penglihatan manusia dan biasanya kombinasi warna adalah salah satu bentuk cara  untuk dapat mengeluarkan daya tarik tersendiri agar dapat mengeluarkan pancaran oleh sebuah karya tersebut. Dapat disimpulkan bahwa seni merupakan media manusia dalam berinteraksi dalam segala hal. Dan yang membuat ketertarikan di seni rupa  adalah kepuasan hati dalam memperoleh  unsur – unsur seni rupa itu sendiri,  salah satunya menampilkan sebuah warna yang menarik di karya tersebut. Seniman berpendidikan di Akademi Seni Rupa Surabaya (AKSERA), menjadikannya mampu melahirkan konsistensi atau intensitas yang besar dalam karya – karyanya. Karya lukis di tekuni hingga sekarang menghasilkan perjalanan 665 karya di usianya yang ke 75 tahun. Baginya “Perjalanan” tidak hanya menjadi suatu inspirasi saja, tapi merupakan suatu sikap dalam berkarya dan berkesenian, serta sekaligus menyikapi hidup dalam gejolak menembus waktu bersama istri yang mendampinginya Ule Julaiha  beserta tiga anaknya Putri Handini, Indah Rosarini (alm) dan Nuari Bramasastri. Berdasarkan pada aspek  - aspek di atas penulis mengambil subjek Makhfoed, seorang seniman lulusan akademi seni rupa surabaya (AKSERA) dan mempunyai pengaruh terhadap perkembangan seni lukis surabaya. Ketertarikan penulis kepada sosok Makhfoed, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah : (1) sosok Makhfoed dalam seni rupa surabaya, (2) Proses penciptaan karya Makhfoed yang berjudul “Perjalanan” priode 2001-2016, (3) Komposisi warna pada lukisan makhfoed yang berjudul  “Perjalanan” priode 2001-2016. Untuk mencapai tujuan tersebut penulis menggunakan penelitian yang bersifat holistik dengan menggunakan metode pengumpulan data, pengamatan atau observasi, wawancara terhadap berbagai sumber pendukung, dan dokumentasi, kemudian menganalisis data. Untuk mencapai validitas data, digunakanlah trianggulasi data. Dari analisis data diperoleh  kesimpulan bahwa: (1) Makhfoed adalah seniman lulusan AKSERA, sosok kepribadiannya yang tekun, rendah hati dan selalu bersahabat. Lewat sebuah lukisan yang berjudul “Perjalanan” Makhfoed tetap konsisten hingga menjadi seniman yang sudah tidak asing lagi di surabaya. (2) Makhfoed mempunyai proses penciptaan karya yang beda dengan seniman pada umumnya, berangakt dari ide kreatif yang diperoleh secara langsung pada saat itu juga, membuat Makhfoed terhanyut dalam  alam bawa sadar. (3) Dari segi komposisi warna yang dihasilkan pada lukisan Makhfoed yang berjudul Perjalanan 2001-2016, terlihat tampak warna dominan Merah (kekuatan, harapan ,tenang), kuning (kebersamaan, dosa, hangat), dan hijau (persahabatan, baru tumbuh) dan warna interest (diperhatikan) putih (cahaya,kesucian,ruang kaca) dan hitam (emosional, kegelapan, ketidak hadiran). Warna inilah  yang menjadiakn lukisan Makhfoed lebih  kontras dan tidak membosankan.   Kata kunci :Perjalanan, holistik, seni lukis, komposisi warna, Lukisan makhfoed
PERANCANGAN DESAIN KEMASAN PEPPY’S SNACK SURABAYA AMELIA, DEVINA
Jurnal Seni Rupa Vol 5, No 03 (2017): Yudisium III Wisuda 90 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indonesia memiliki beragam kebudayaan salah satunya adalah jajanan tradisional. Kebudayaan ini dapat menjadi modal daya tarik wisata yang unik sehingga harus dipelihara dan dilestarikan. Peppy’s Snack merupakan salah satu toko yang menghadirkan beragam jajanan tradisional termurah dan berkualitas di Surabaya. Seiring dengan berjalannya waktu, persaingan semakin ketat. Perancangan ini ditujukan kepada masyarakat agar mereka tertarik dan melestarikan kebudayaan Indonesia. Selain itu juga dapat mengangkat citra dan derajat jajanan pasar produksi Peppy’s Snack. Melalui perancangan ini diharapkan agar target audience ikut peduli akan pelestarian jajanan tradisional khas Indonesia.. Hasil dari perancangan meliputi kemasan lumpia isi 5 dan isi 10, kemasan risoles isi 5 dan isi 10. Serta disajikan visual dalam contoh pengaplikasian pada beberapa media seperti, x-banner, brosur, tas kertas (paperbag), dan kartu nama.   Kata kunci: Kemasan, Jajan Pasar, Surabaya
ANALISIS KOSTUM COSPLAY STUDIO EXCITE SURABAYA GUSTI NEGARAWAN, DENDY
Jurnal Seni Rupa Vol 5, No 03 (2017): Yudisium III Wisuda 90 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Cosplay adalah suatu karya seni yang menggabungkan seni rupa dan seni pertunjukkan sebagai hasil dari perkembangan dan peleburan beberapa budaya populer. Cosplay sebagai sub budaya populer mempengaruhi gaya hidup kawula muda untuk bisa memerankan karakter fantasi idola mereka. Hobi untuk memerankan karakter tersebut menjadi sebuah kebutuhan yang unik yang bisa diapresiasi oleh semua kalangan dalam kehidupan masyarakat urban. Apresiasi masyarakat urban dalam perkembangan cosplay membuat pelaku cosplay semakin terpacu untuk berkreativitas dalam seni bercosplay. Apresiasi masyarakat urban dalam budaya populer menjadikan cosplay yang semula sekedar hobi bagi kalangan tertentu menjadi sebuah bisnis hiburan yang bisa menjangkau dan dibutuhkan di semua kalangan masyarakat urban. Inovasi dalam berkreativitas oleh pelaku cosplay juga menyumbangkan pembelajaran seni bagi masyarakat urban melalui aspek seni rupa dan seni  pertunjukkan yang terkandung di dalam cosplay.Melalui kreativitas membuat kostum, cosplay memberikan pembelajaran seni rupa kepada masyarakat urban. Kata Kunci :cosplay, kostum, seni rupa
ANALISIS SERIAL ANIMASI NEON GENESIS EVANGELION CAHYANTO, TEDDY
Jurnal Seni Rupa Vol 5, No 03 (2017): Yudisium III Wisuda 90 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Film kartun atau film animasi adalah salah satu media hiburan yang saat ini banyak ditemui di pertelevisian dan bioskop, baik di dalam negeri, ataupun mancanegara. Kepopuleran animasi tidak lepas dari gaya visual yang sangat menarik di mata, dengan cerita yang unik serta beragam, sehingga mudah dinikmati di berbagai kalangan. Di sisi lain, media hiburan animasi pada dasarnya adalah film yang menggunakan teknik animasi sebagai mediumnya. Film sendiri adalah bentuk seni kompleks dan media komunikasi unik yang pengaruhnya dapat menjangkau seluruh segmen sosial masyarakat. Film mengikat penonton secara emosional dan memiliki kekuatan yang besar dari segi estetika. Beberapa orang mengkritik film sebagai semacam hiburan untuk pelarian diri. Tetapi ada juga yang memujinya sebagai bentuk seni imajinatif yang mengizinkan orang untuk sadar akan mimpi dan fantasi mereka. Kata Kunci: film, animasi, robot, karakter, narasi.
PENGEMBANGAN SIGN SYSTEM KAMPUS UNESA LIDAH WETAN SAIFUL MAHBUB, AFRIZAL
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 01 (2018): Yudisium I Wisuda 91 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Setiap tempat seharusnya memiliki sign system yang tepat untuk membantu audiens dalam menemukan sebuah gedung, tidak terkecuali Kampus Unesa Lidah Wetan, yang memiliki secarah panjang dari mulai intregasi kursus di Surabaya pada tahun 1960, hingga menjadi sebuah Universitas sampai saat ini (tahun 2017). Peneliti menemukan sebuah masalah pada sign system di Kampus Unesa Lidah Wetan, beberapa audiens khususnya pengunjung sering kali bertanya mengenai letak lokasi gedung, padahal Kampus Unesa Lidah Wetan sudah memiliki petunjuk arah di beberapa tempat. Selain itu sign system di Kampus Unesa Lidah Wetan juga harus mendukung program eco campus. Untuk menjawab masalah tersebut peneliti menggunakan metode penelitian dan pengembangan level 3 milik Prof. Dr. Sugiyono, bertujuan untuk mengembangkan desain sign system yang telah ada, membuat desain sign system dan menguji keefektifan desain sign system tersebut. Menggunakan analisis data formalistik dan analisis data deskriptif. Visualisasi desain menggunakan lima tahap, yaitu: (1) Thumbnails, (2) Rought Layout, (3) Tight Tissue, (4) Comprehensive, (5) Final Artwork. Setiap tahap visualisasi desain menghasilkan beberapa alternatif desain yang dikonsultasikan dengan dosen pembimbing skripsi. Sign system yang dikembangkan adalah 11 directional sign diluar ruangan dan satu site map diluar ruangan. Uji coba terbatas menggunakan kuisioner online berisi gambar mock up 11 directional sign sebelum dikembangkan dan sesudah dikembangkan, dan satu site map baru. Dari penelitian yang dilakukan, diketahui kelebihan dan kekurangan 11 directional sign di Kampus Unesa Lidah Wetan, kelebihan dan kekurangan tersebut kemudian dikembangkan menjadi sebuah konsep pengembangan desain directional sign dan site map yang baru sesuai kajian teori yang relevan. Wujud desain directional sign dan site map merupakan hasil akhir setelah melewati proses revisi desain dari dua validator. Pengembangan sign system Kampus Unesa Lidah Wetan dikatakan berhasil, dibuktikan dengan hasil uji coba terbatas pada 11 directional sign nilai setiap aspek penilaiannya mengalami peningkatan. Sedangkan site map memiliki kelemahan sulit untuk dibaca, responden beranggapan pesan (tulisan) site map terlalu kecil, sehingga sulit untuk dipahami. Kelemahan tersebut ada, karena pada form kuisioner tidak terdapat keterangan ukuran site map dan cara membaca site map, pesan (tulisan) pada site map seharusnya dibaca dan diapahami dengan jarak dekat.   Kata Kunci : Sign System, Kampus Unesa Lidah Wetan, Eco Campus Unesa, Master Plan Unesa
LEGENDA GUNUNG KELUD SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA KRIYA LOGAM WILMA, FAISALL
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 01 (2018): Yudisium I Wisuda 91 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Gunung Kelud adalah salah satu gunung berapi yang masih aktif di Jawa Timur, tepatnya berada di Kabupaten Kediri. Gunung yang berada di tiga perbatasan Kabupaten tersebut memiliki legenda tentang penghianatan Dewi Kilisuci terhadap Lembu Suro. Menurut cerita  Lembu Suro yang  ingin memperistri Dewi Kilisuci, namun Dewi Kilisuci menolaknya dikarenakan Lembu Suro berkepala Lembu atau Sapi. Ceritanya yang panjang dan hadirnya beberapa tokoh didalamnya menjadikan legenda gunung Kelud begitu menarik sebagai sumber ide dalam penciptaan karya kriya logam. Proses berkarya dimulai dari menemukan ide, menentukan tema, merumuskan konsep, dan pembuatan karya. Proses pembuatan karya melalui tahap pembuatan desain, pemindahan desain pada plat tembaga, pengglobalan, penyempurnaan bentuk, hingga tahap akhir finishing  menggunakan pewarna kimia SN (Sulfida Natrium). Selanjutnya karya dibingkai menggunakan paduan bahan kayu Meranti dan kayu lapis. Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan karya adalah plat logam tembaga dengan ketebalan 0.6mm, menggunakan teknik ukir logam rancapan, endak-endakan, dan wudulan.Hasil karya berjumlah lima panel berukuran 70 x 90 cm. Masing-masing karya memiliki judul yang berbeda. Karya pertama dengan judul “Pilihlah Aku” menggambarkan tentang adegan merayu. Karya kedua dengan judul “Unjuk Ilmu Kanuragan” menggambarkan adegan pertarungan. Karya ketiga dengan judul “Jangan” menggambarkan adegan penolakan. Karya keempat dengan judul “Tega Kau” menggambarkan adegan menggali sumur. Adapun karya kelima dengan judul ”Kau Kubur Aku” menggambarkan adegan terakhir yaitu penguburan. Kata Kunci: Legenda Gunung Kelud, Lembu Suro, Kabupaten Kediri, Kriya Logam.