cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
VA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 425 Documents
KERAJINAN ANYAM BAMBU DI SANGGAR HAMID JAYA DESA GINTANGAN KECAMATAN ROGOJAMPI KABUPATEN BANYUWANGI AYU HARI MURTI, KUSUMA
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 01 (2018): Yudisium I Wisuda 91 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK.   Kerajinan  anyam bambu di Desa Gintangan  Kecamatan Rogojampi  Kabupaten  Banyuwangi  sudah ada sejak sekitar tahun 1970 an. Ayah Hamid yaitu Mad Rawuh mendirikan sanggar pertama di Desa Gintangan Di Kabupaten Banyuwang. Kerajinan anyam bambu masih dilestarikan karena warisan turun temurun yang juga dijadikan sebagai usaha untuk mencari nafkah. Kerajinan anyam di Gintangan yang dikenal masyarakat Banyuwangi  dengan produk welasah yaitu wadah serbaguna yang terbuat dari anyaman bambu. Gintangan memang sejak dulu dikenal sebagai sentra penghasil kerajinan alat rumah tangga seperti kukusan (wadah untuk memasak nasi), ereg (wadah kecil untuk meniriskan bahan makanan yang basah misalnya ikan yang sudah dipotong, kecambah dan sayuran), tenong (tempat nasi).Hal itulah yang menjadi dasar dilakukannya penelitian ini. Berdasarkan ketertarikan penulis pada anyaman bambu di Desa Gintangan maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana latar belakang keberadaan kerajinan anyam bambu di Sanggar Hamid Jaya Desa Gintangan Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi? (2) Bagaimana proses pembuatan kerajinan anyam bambu? (3) Bagaimana  motif, warna, dan produk kerajinan anyam bambu di Sanggar Hamid Jaya?. Untuk mencapai tujuan tersebut penulis menggunakan penelitian diskriptif Kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data, observasi, wawancara, dan dokumentasi.Untuk mencapai validitas data digunakan triangulasi data.Berdasarkan analisis data. Dapat diperoleh kesimpulan bahwa: Setelah Mad Rawuh meninggal, salah satu anak Mad Rawuh meneruskan kerajinan anyaman tersebut dan mendirikan showroom yang bernama  Hamid Jaya. Dan di Desa Gintangan diadakan festifal bambu yang dilaksanakan pada bulan Mei dan berlangsung  satu tahun sekali, pilihan waktu yang tepat sebagai bentuk penghormatan kepada Mad Rawuh yang sudah meninggal pada bulan Mei tanggal 18 tahun silam Proses pembuatan  anyaman bambu di Desa Gintangan  masih manual yaitu memakai tangan untuk membuat kerajinan anyaman bambu. Motif yang digunakan paling popular menggunakan motif Truntum sedangkan untuk motif tambahan biasanya memakai motif Moto puru, motif Pipil, motif Matahari dan motif Liris.Warna yang digunakan pada anyaman bambu di Sanggar Hamid Jaya Desa Gintangan menggunakan pewarna sintetis yaitu wenter atau wantex dan bisa juga menggunakan sumbo. Produk yang dihasilkan sanggar Hamid Jaya  yaitu gantungan kunci, songkok, tempat tisu, tempat koran, tempat arsip, tatakan peningset, hiasan lampu, tenong, keranjang buah, kipas, dan sebagainya sesuai permintaan pembeli. Hamid tidak mematok harga tinggi untuk produk anyaman yang dibuat, agar para pembeli banyak yang berkunjung ke showroom.   Kata Kunci : Anyam bambu, Sanggar Hamid Jaya, Gintangan Banyuwangi
CITRA BUDAYA KONSUMTIF SEBAGAI TEMA PENCIPTAAN KARYA SENI KRIYA KAYU PRIO W, SINGGIH
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 01 (2018): Yudisium I Wisuda 91 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Budaya konsumtif merupakan sebuah gejala sosial tentang pergeseran konsep – konsep konsumsi dan gaya hidup dalam ruang lingkup masyarakat modern. Budaya konsumtif berubah menjadi semacam ideologi bagi masyarakat dan menstimulasi hasrat manusia untuk terus mengkonsumsi. Lebih dalam mengenai budaya konsumtif, terdapat satu poin penting yang menjadi inti permasalahan dan merupakan jantung dari budaya konsumtif, yaitu “konsumsi tanda”. Konsep ini meliputi bagaimana tanda berperan aktif merubah pola pikir masyarakat untuk mengkonsumsi berdasarkan hasrat akan nilai prestise dari barang tertentu. Konsep yang mempengaruhi gaya hidup masyarakat konsumer, gaya hidup hedonis dan penuh pencitraan. Konsep ini kemudian divisualkan ke dalam karya seni tiga dimensional dengan idiom – idiom konsumsi, meliputi subyek konsumsi yaitu manusia, obyek konsumsi yaitu kemasan dan produk konsumsi, serta jargon – jargon dalam relasi konsumsi. Proses penciptaan karya meliputi pembuatan desain, pemilihan bahan dan perwujudan karya. Media yang digunakan dalam pembuatan karya ini adalah kayu mahoni dengan kombinasi media lain seperti polyresin, cat duco dan melamin. proses perwujudan terbagi menjadi dua tahapan, tahap pertama adalah pembentukan karya dengan teknik pahat dan tahap kedua adalah finishing. Terdapat tiga karya yang diciptakan, Karya pertama mengusung konsep tentang fanatisme atau kecintaan yang berlebihan terhadap barang – barang konsumsi. Karya kedua mengusung konsep tentang hasrat yang berlebihan hanya untuk mengkonsumsi nilai prestise dari suatu barang. Karya ketiga mengusung konsep tentang bagaimana masyarakat konsumer  mengekspresikan diri lewat kegiatan konsumsi. Kata Kunci : Seni, Kriya, Budaya, konsumtif. 
BATIK LUKIS KARYA GUNTUR SASONO DI DESA CARAT KECAMATAN KAUMAN KABUPATEN PONOROGO PERIODE 2008-2016 NASHRUL FUAD AMRULLOH, RIFQI
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 01 (2018): Yudisium I Wisuda 91 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di Ponorogo terdapat 3 seniman batik lukis salah satu yang dikenal adalah Guntur Sasono. Guntur menekuni batik lukis sejak tahun 2008. Didasarkan pada rasa ingin tahu tentang batik lukis Guntur Sasono secara lebih dalam maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana awal mula keberadaan Batik Lukis Guntur Sasono?, 2) Bagaimana konsep Batik Lukis karya Guntur Sasono? dan 3) Bagaimana perwujudan karya Batik Lukis Guntur Sasono?. Tujuan dalam penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan awal mula keberadaan Batik Lukis Guntur Sasono. 2) Mendeskripsikan konsep Batik Lukis Guntur Sasono. 3) Mendeskripsikan perwujudan karya Batik Lukis Guntur Sasono. Manfaat dalam penelitian ini adalah untuk insan akademis, home industry, dan pemerintah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan diuraikan secara deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi yang diperoleh saat penelitian. Untuk mendapatkan data secara valid dilakukan triangulasi data dan informan review. Batik lukis Guntur Sasono sudah ada sejak tahun 2008 dengan dibarengi proses mengajar di SMAN 1 Kauman. Dalam prosesnya Guntur Sasono berkarya dengan melihat gejala-gejala yang ada disekitarnya seperti di pasar, di sekolah, di jalan, di alam dan juga melihat karya yang sudah ada kemudian dijadikan sebagai referensi. Hasil karyanya berupa kain untuk pakaian, hiasan dinding, souvenir berupa batik. Namun di sisi lain menurutnya berkarya seni seperti meniru itu tidak akan sama. Pada dasarnya ada perbedaan meskipun dalam segi teknik dan media yang sama, karena menurutnya motif lukisan yang ada di kanvas pasti bisa dilukis menggunakan kuas di atas kain. Dengan demikian Guntur beranggapan bahwa batik itu adalah sebuah teknik (bukan sekedar motif), yaitu cara membuat lukisan dengan menggoreskan lilin atau malam panas sebagai perintang warna. Perwujudan Batik lukis Guntur Sasono umumnya berkonsepkan dari tema Figur Manusia dan Figur Fauna. Figur manusia hanya menceritakan tentang wujud kecintaan dan kekagumannya terhadap sosok wanita seperti Suminten, Three Angel, Dewi Fortuna, Dewi Bulan, Siluet Wanita, dan Telapak Tangan. Sedangkan pada Figur Fauna ia gemar mengambil ikon dari kota Ponorogo untuk dijadikan sebagai karyanya yang menjadi simbol seperti merak dan kuda. Di sisi lain ia juga senang pada bentuk-bentuk ikan, burung, serta tokoh Bujangganong.   Kata Kunci: Batik lukis, Guntur Sasono, Ponorogo.
PENCIPTAAN KARYA SENI FOTO PERILAKU KONSUMTIF DENGAN OBJEK POTRET DIRI WAHYUDI, AZIZ
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 01 (2018): Yudisium I Wisuda 91 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perilaku konsumtif merupakan kecenderungan manusia untuk melakukan konsumsi tiada batas, membeli sesuatu yang berlebihan. Perilaku ini tidak berdasarkan pada kebutuhan, tetapi didorong oleh hasrat dan keinginan. Mendeskripsikan ide dan gagasan penciptaan, Teknik dan bentuk foto yang bertema Penciptaan Karya Seni Foto Perilaku Konsumtif Dengan Objek Potret Diri. Penciptaan karya seni foto ini meliputi eksplorasi yaitu pengamatan perilaku konsumtif yang ada di kehidupan sosial mengambil informasi dari buku, berita, surat kabar. Improvisai, yaitu pengamatan melakukan pemotretan dengan mengunakan objek potret diri, Pembentukan yang meliputi, kamera, Komputer, Software. Ide penciptaan yang diterapkan dalam karya foto adalah perilaku konsumtif pada kaum muda yang menampilkan objek potret diri sebagi cerminan perilaku konsumtif itu sendiri. Teknik yang digunakan editing foto Digital Imaging, croppingdan penggabungan unsur visual melalui perangkat lunak. Dari peroses kreatif yang telah dilakukan, Karya yang dihasilkan sebanyak 7karya dalam kurun waktu 2016-2017.   Kata Kunci : Karya Seni, Foto, Perilaku Konsumtif.
KARAKTERISTIK KARYA LUKIS ANAK AUTIS SISWA SEKOLAH DASAR GALUH HANDAYANI SURABAYA ANGGREINI, DEVINA
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 01 (2018): Yudisium I Wisuda 91 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Anak-anak  autis mengalami berbagai macam kesulitan saat menyampaikan perasaannya, dibalik itu mereka mempunyai keistimewaan dalam bidang tertentu , termasuk melukis. Melukis digunakan  dalam terapi bermain pada anak autis. Karakteristik yang dimiliki oleh anak autis dapat kita pahami dengan melihat dari lukisannya.  Masalah yang dikaji dalam penelitian ini gambaran umum Sekolah Dasar Galuh Handayani Surabaya, biodata dan kepribadian siswa autis, karakteristik karya Seni lukis anak-anak Autis dan ditinjau dari kategorisasi gangguan Autis menurut pendapat Tejo Sampurno. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif, metode purposive sampling, observasi, wawancara, dokumentasi yang kemudian dideskripsikan dengan cara reduksi data, penyajian dan pengambilan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik lukisan Bayu (imajinatif dan bergaya kartun), Dinda (ekspresif, spontan, bentuk objek selalu ditata bertumpukan), Rafif (bentuk objek televisi tulisanchanel-chanel televisi), Amos (warnanya kusam dan unsur artistik rendah), Angga (goresannya spontan, pemilihan warna harmonis tanpa gradasi, mengulang dengan bentuk yang sama disatu waktu yang sama), Farra (bergaya realis,dominasi warna hangat, rapi dan bersih), Richie (warna cerah, dan bentuk objek monoton).Kesesuaian dengan kategorisasi gangguan autis versi Tejo Sampurno ialah Bayu dan Richie termasuk gangguan siklus, Dinda gangguan tidak mampu melakukan kegiatan bina diri, Rafif gangguan obsesif, Amos gangguan keterlambatan dan kesulitan dalam menempatkan, menyusun serta merangkai sesuatu, Angga gangguan sensoris, Farra gangguan dalam imajinasi atau berfikir konkret. Kata kunci :Autis, bentuk,tema, warna, karakteristik, lukisan, pendapat Tejo Sampurno
KOMIK SI JUKI SEBAGAI IDE PENCIPTAAN SENI LUKIS SAMANDARU MULYADIKA, VILDA
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 01 (2018): Yudisium I Wisuda 91 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Komik salah satu bentuk cabang seni rupa yang bersifat menghibur, diciptakan sebagai media hiburan atau sebagai media pembelajaran yang menyenangkan karena terdapat unsur gambar, kata-kata dengan tujuan agar pembaca lebih cepa tmengerti. Berawal dari ketertarikan pencipta terhadap komik Si Juki yang menginspirasi pencipta dari cerita dan karakter visualnya memunculkan ide untuk menciptakan karya lukis berbasis komik. Dikarenakan sifat komik itu sendiri yang mudah dimengerti oleh pembacanya dalam menyampaikan pesan yang sanggup membuat pembaca untuk terlibat secara emosional. Pencipta ingin mewujudkan bentuk komik yang berbeda dari perwujudan komik konvensional yang masih melekat pada cetakan buku, strip dikoran, poster maupun majalah dengan bentuk komik yang dituangkan dalam bidang kanvas atau lukisan. Pengembangan media yang digunakan sebagai bentuk penyegaran dari wujud komik pada umumnya. Dengan mengambil tema mengenai isu-isu sosial yang banyak dibicarakan seperti masalah remaja, hedonisme atau isu ringan seperti soal kehidupan mahasiswa. Permasalahan yang pencipta angkat dalam bentuk komik sendiri merupakan ungkapan nyata dalam menyikapi permasalahan atau isu-isu sosial dewasa kini. Dengan menuangkanya dalam media seni lukis dirasa mampu mengekspresikan emosi, dalam bentuk ilustrasi bagi pembaca. Kata kunci: Komik, Lukis, Isu Sosial
APRESIASI GURU SENI BUDAYA SMA NEGERI DI KOTA JEMBER TERHADAP JFC (JEMBER FASHION CARNAVAL) AULIA EKA ROMADONA, FEBRYANI
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 01 (2018): Yudisium I Wisuda 91 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak JFC (Jember Fashion Carnaval) adalah salah satu hasil karya seni yang lahir dan berkembang di kota Jember, yang dikemas dalam bentuk carnaval atau parade. Dari sekian peserta yang ikut serta dalam penyelenggaran JFC, sebagian besar adalah siswa dari tingkat SMA. Keterlibatan siswa dalan penyelenggaraan JFC pasti tidak lepas dari dukungan dan bimbingan dari guru Seni Budaya yang ada di sekolahnya.  Keterlibatan guru Seni Budaya pasti memiliki pengalaman yang berbeda-beda dari setiap guru seni budaya yang ada di kota Jember. Menurut peneliti fenomena tersebut menarik untuk diteliti terutama dari segi apresiasi guru Seni Budaya terhadap JFC. Dalam penelitian ini, peneliti akan menggali informasi mengenai tanggapan dan apresiasi guru Seni Budaya mengenai penyelenggaraan JFC.  Berdasarkan pemaparan latar belakang yang telah dijelaskan maka penelitian ini akan membahas tentang bagaimana penyelenggaraan JFC di kota Jember, dan bagaimana tingkatan apresiasi guru Seni Budaya terhadap JFC. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi dan analisis data menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian ini mendeskripsikan tentang penyelenggaraan JFC di kota Jember yang dilaksanakan dalam kurun waktu empat hari, serta mendeskripsikan tema-tema yang telah ditampilkan pada penyelenggaraan JFC ke-1 hingga JFC ke-16. Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti mengenai apresiasi guru Seni Budaya terhadap JFC, menghasilkan kesimpulan bahwa rata-rata guru Seni Budaya yang ada di kota Jember termasuk kedalam tingkatan apresiasi estetik dan apresiasi kritis.   Kata Kunci: Jember Fashion Carnaval, Apresiasi, guru Seni Budaya
PENCIPTAAN GAME EDUKASI SEJARAH SENI LUKIS MODERN ALIF PRADIPTA, DAMARA
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 01 (2018): Yudisium I Wisuda 91 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Game edukasi merupakan salah satu produk industri kreatif yang perkembangannya sangat pesat dan menjanjikan. Semakin banyak developer-developer game yang sadar akan pentingnya muatan edukatif dalam game sehingga banyak game-game yang mulai dibuat dengan muatan edukatif. Hal tersebut menjadi kesempatan peneliti untuk menciptakan game bermuatan edukatif bermateri sejarah seni lukis modern sebagai media belajar sambil bermain agar masyarakat seni yang malas membaca buku sejarah dapat terbantu akan game yang diciptakan sekaligus peneliti memberikan sumbangsih kepada dunia ke seni rupaan yang telah dipelajari peneliti empat tahun terakhir. Metode yang digunakan dalam penciptaan adalah metode penciptaan yang terdapat tahap-tahap menciptakan sebuah game. Selain itu, terdapat validator yang menguji game untuk mengetahui kelayakan game untuk diproduksi serta disebarluaskan. Hasil dari penciptaan adalah sebuah produk game edukasi berisikan materi tentang sejarah seni lukis modern. Adapun game yang telah diproduksi telah melewati proses validasi dan proses uji coba oleh pihak yang berkompeten dalam bidang pemrograman, game dan dinilai layak untuk disebarluaskan.   Kata Kunci : Game, Game Edukasi, Edukasi, Sejarah, Seni Rupa,    Seni Lukis.
PERANCANGAN WALLSTICKER ILUSTRASI DOODLE PADA KEDAI HANARA RAMEN JOMBANG HAJIZAH, NUR
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 01 (2018): Yudisium I Wisuda 91 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kedai Hanara Ramen adalah satu-satunya kedai di Jombang yang menjual mie ramen khas Jepang. Kedai tersebut berdiri pada tanggal 22 Agustus 2015 di Jalan Kapten P. Tendean depan pas Perumahan Pulo Asri, Jombang. Kedai mie ramen tersebut tidak hanya menyajikan menu mie ramen pada umumnya, melainkan membuat mie ramen yang dipadukan dengan beberapa makanan Jawa dan dari negara lain. Karena masih terhitung baru, sehingga masih banyak desain interiornya yang masih polos dan tempatnya yang kurang strategis. Perancang ingin merancang wallsticker yang dapat digunakan sebagai point of interest di kedai tersebut. Sehingga Kedai Hanara Ramen memiliki daya tarik tersendiri untuk para konsumen. Kata Kunci: Perancangan, wallsticker, ilustrasi, doodle, desain interior, mie ramen, kedai, Jepang, Jombang.
HAND LETTERING KARYA NUR AWALUDIN APRIANDI, SATRIA
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 01 (2018): Yudisium I Wisuda 91 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Hand lettering adalah sebuah karya desain yang menggunakan huruf sebagai elemen utama yang sepenuhnya digambar secara manual dengan menggunakan tangan, huruf sederhana didefinisikan sebagai seni menggambar huruf, kombinasi spesifik letterforms dibuat untuk penggunaan tunggal dan tujuan yang bertentangan dengan menggunakan huruf sebelumnya dirancang sebagai komponen, seperti tipografi. Sering kali huruf – huruf digambar menggunakan tangga, pena, grafit atau kuas, meskipun beberapa orang dapat menggunakan media digital untuk pembuatannya seperti adobe ilustrator dalam pembuatan motif ukiran dan sejenis seni yang berhubungan dengan huruf. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil seorang Nur Awaludin yang berprofesi sebagai seniman hand letters di Surabaya serta mendeskripsikan struktur desain yang terkandung dalam beberapa karya hand lettering  yang telah dibuat Nur Awaludin, dan yang terakhir mendeskripsikan proses pembuatan karya dari Nur Awaludin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dipaparkan berdasarkan data-data yang diperoleh dari teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dengan Nur Awaludin sebagai narasumber. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan tahap analisis formalistik, ekspresifistik, dan instrumentalistik. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Profil seniman Nur Awaludin, (2) Deskripsi terkait Struktur desain yang meliputi analisis gestalt, elemen visual, dan prinsip desain pada karya hand lettering karya Nur Awaludin, (3) Proses pembuatan hand lettering karya Nur Awaludin. Dari penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dapat menjabarkan profil seorang  Nur Awaludin yang merupakan salah satu seniman hand lettering di Surabaya yang eksistensinya patut dihargai. Beberapa karya hand lettering Nur Awaludin memiliki elemen visual, layout, tipografi, dan warna yang tersusun secara baik dan kompleks sehingga memudahkan konsumen dalam mencerna informasi yang terkandung dalam karya hand lettering tersebut, dan yang terakhir peneliti juga menjabarkan proses dan tahap pembuatan hand lettering karya Nur Awaludin dan setiap karya memiliki proses pembuatan dan konsep yang berbeda-beda.