cover
Contact Name
Wesli
Contact Email
wesli@unimal.ac.id
Phone
+62811671918
Journal Mail Official
teras.jurnal@unimal.ac.id
Editorial Address
Civil Engineering Department, Universitas Malikussaleh,Main Campus of Universitas Malikussaleh Jl. Medan-Banda Aceh, Cot Tengku Nie, Reuleut, North Aceh District, Aceh, Indonesia Email: teras.jurnal@unimal.ac.id
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20880561     EISSN : 25021680     DOI : https://doi.org/10.29103/tj.v16i2.1360
Core Subject :
Focus and Scope Teras Jurnal - Jurnal Teknik Sipil is a journal that communicates the results of research within the scope of civil engineering and scientific development as well as aspects of practitioners. The process of manuscript submission is open throughout the year. All submitted manuscript will be screened with double-blind peer review and editorial review before they are accepted to publish. Teras Jurnal receives a manuscript from the following area below civil engineering science and development with the interdisciplinary and multidisciplinary approach: Building Materials and Structures Constructions Technology Constructions Economy and Management Earthquake Engineering Environmental Engineering Renovation of Buildings Geotechnical Engineering Highway Engineering Hydraulic and Hydraulic Structures Road and Bridge Engineering Structural Engineering Surveying and Geo-Spatial Engineering Transportation Engineering Tunnel Engineering Urban Engineering and Economy Water Resources Engineering Urban Drainage
Arjuna Subject : -
Articles 441 Documents
PENGGUNAKAN OKUPANSI DAN KOMPOSISI KENDARAAN UNTUK MENENTUKAN EKIVALENSI MOBIL PENUMPANG (EMP) PADA LALU LINTAS CAMPURAN DI BUNDARAN EMPAT LENGAN Teuku Didi Rosadi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2019): Volume 9, Nomor 2, September 2019
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v9i2.191

Abstract

Simpang adalah wilayah bertemunya ruas jalan yang membentuk sedikitnya tiga lengan. Peran simpang terhadap suatu jaringan jalan sangat penting karena simpang berfungsi untuk mendistribusikan arus kendaraan yang bertemu. Komposisi kendaraan yang melalui simpang umumnya bervariasi, masing-masing jenis kendaraan memiliki pengaruh yang berbeda terhadap lalu lintas. Oleh karena itu dibuatlah suatu faktor konversi dari suatu kendaraan ke kendaraan acuan, dalam hal ini kendaraan ringan (mobil penumpang), yang dinamakan dengan Ekivalensi Mobil Penumpang (EMP). Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai EMP berdasarkan kondisi setempat. Penelitian dilakukan di Bundaran Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar. Lokasi Bundaran Lambaro yang dilintasi jalan nasional penghubung Banda Aceh dan Medan merupakan daerah yang strategis dalam menopang perekonomian, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang analisis EMP di Bundaran Lambaro. Metode perhitungan EMP yang digunakan adalah metode waktu okupansi kendaraan dan komposisi kendaraan. Tujuan menggunakan ke dua metode ini adalah untuk membandingkan nilai hasil dari EMP yang didapatkan dari ke dua metode. Data primer yang diperlukan pada penelitian ini adalah kondisi geometrik simpang, kecepatan setempat yang didapat dengan speed gun, dan waktu okupansi kendaraan dan komposisi kendaraan yang diperoleh melalui ektrak video rekaman drone. Nilai EMP yang diperoleh dari menggunakan metode waktu okupansi dari penelitian ini adalah 0,16 untuk sepeda motor (MC), 0,59 untuk becak motor (RS), 1,07 untuk mobil pick-up, 1,91 untuk kendaraan sedang (MV), dan 3,76 untuk kendaraan berat (HV) sedangkan untuk metode regresi linier adalah 0,20 untuk sepeda motor (MC) dan 2,18 untuk kendaraan berat (HV).
TINJAUAN KELAYAKAN RUANG HENTI KHUSUS (RHK) BERDASARKAN TINGKAT KETERISIAN DI SIMPANG BERSINYAL KOTA BANDA ACEH herri arnanda; Renni Anggraini; Yusria Darma
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2019): Volume 9, Nomor 2, September 2019
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v9i2.199

Abstract

Simpang bersinyal merupakan suatu elemen yang cukup penting dalam sistem transportasi di kota besar seperti Simpang Jambo Tape di Kota Banda Aceh. Simpang Jambo Tape merupakan salah satu dari jaringan jalan yang menghubungkan beberapa tempat penting yang ada di Kota Banda Aceh, seperti pertokoan, perkantoran, sekolah, rumah sakit dan pemukiman penduduk. Hal ini  menyebabkan aktifitas lalu lintas pada simpang tersebut sangat tinggi, sehingga dapat mengakibatkan kemacetan dan tundaan pada beberapa kaki persimpangan. Salah satu masalah yang dihadapi simpang bersinyal ialah kurang efektifnya prasarana sehingga menjadi tidak layak prasaran tersebut yang telah dibangun oleh pemerintah setempat untuk masyarakat dalam menggunakan prasarana transportasi itu sendiri seperti Ruang Henti Khusus (RHK). Karna prasarana yang dibangun seperti RHK tersebut untuk dapat melancarkan arus lalu lintas di simpang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan RHK simpang bersinyal yaitu Simpang Jambo Tape di Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan berupa perbandingan pada tahun 2013 sebelum adanya RHK dan tahun 2018 setelah adanya RHK pada Simpang Jambo Tape. Untuk kelayakan RHK berdasarkan tingkat keterisian dengan metode dari Balai Teknik Lalu Lintas dan Lingkungan Jalan (2012) yang dihubungkan dengan kinerja simpang bersinyal dari metode dari PKJI 2014. Hasil dari penelitian didapat kelayakan RHK yang dilihat dari tingkat keterisian ialah rata-rata 50% yang artinya kurang berhasil diterapkan sedangkan untuk kinerja simpang bersinyal semakin bertambah dimana didapat nilainya ‰¥0,85 dimana artinya arus lalu lintas macet. Kesimpulannya bahwa fungsi RHK tidak membuat kinerja simpang bersinyal menjadi baik sehingga RHK yang ada di Simpang Jambo Tape tidak layak. Untuk itu diharapkan kepada Pemerintah setempat dengan hasil ini dapat menjadi acuan dalam evaluasi RHK di Simpang Jambo Tape sehingga kelayakan Zona RHK tersebut menjadi baik.
EVALUASI JALUR EVAKUASI KEBAKARAN PADA KANTOR BUPATI NAGAN RAYA nurfajrida ririn fajrida
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2019): Volume 9, Nomor 2, September 2019
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v9i2.207

Abstract

Kantor Bupati adalah bangunan tempat kepala daerah melakukan kegiatan administrasi dan sebagai tempat penyelenggaraan pusat pemerintahan. Bangunan publik ini secara umum belum  sepenuhnya memenuhi syarat jalur evakuasi  dari Permen   PUPR   RI   No.   14/PRT/M/2017.   Jalur   evakuasi   yang   baik   dapat menggerakkan manusia dalam jumlah besar dengan waktu terbatas, sedangkan bila jalur evakuasi tidak dibangun atau tidak tersedia dengan baik, maka dapat menghambat waktu evakuasi serta juga dapat menyebabkan kematian bagi pengguna bangunan. Penelitian ini bertujuan  untuk  mengidentifikasi kondisi eksisting jalur evakuasi  di  Kantor  Bupati  Kabupaten  Nagan  Raya,  mengidentifikasi  persepsi pegawai dan pengunjung terhadap jalur evakuasi di Kantor Bupati, dan merumuskan strategi pengurangan risiko bencana kebakaran di Kantor Bupati. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi dan wawancara, dan metode kuantitatif melalui penyebaran kuesioner. Narasumber dan responden dalam merumuskan strategi ditujukan kepada Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, dan Asisten Administrasi Umum. Responden untuk  persepsi  jalur evakuasi ditujukan kepada para pegawai dan pengunjung. Pengolahan data menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas, sedangkan analisa data menggunakan analisis deskriptif melalui bantuan  software  Statistical  Product  and  Service  Solution  (SPSS)  versi  22  dan analisis Strengths Weaknesses Opportunities Threats (SWOT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalur evakuasi untuk gedung A sebagian besar terpenuhi syarat yaitu sebanyak 16 persyaratan (53%), gedung B dan gedung C hampir sebagian besar terpenuhi syarat yaitu sama-sama sebanyak 15 persyaratan (56%). Hampir seluruh pegawai sebanyak 50 orang (93,87%) dan pengunjung sebanyak 37 orang (79,26%), sudah mempunyai pengetahuan yang baik terhadap jalur evakuasi di Kantor Bupati. Strategi pengurangan risiko bencana kebakaran di Kantor Bupati adalah melakukan kegiatan   pengembangan   melalui   sistem   proteksi  aktif   dan   proteksi   pasif, mengevaluasi tingkat kedisiplinan pegawai terhadap peraturan larangan merokok dalam gedung Kantor Bupati, dan memberikan pendidikan dan pelatihan kepada pegawai terkait upaya pengurangan risiko bencana. Kata Kunci: Jalur evakuasi, bangunan publik, risiko, bencana, kebakaran
ANALISIS FAKTOR KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI PALING DOMINAN DI KABUPATEN ACEH UTARA Muhammad Derry Safrizal
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2019): Volume 9, Nomor 2, September 2019
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v9i2.210

Abstract

AbstrakKinerja suatu proyek tidak akan berjalan dengan baik jika pengawasan dan pengendalian tidak dijalankan, maka akan mengakibatkan terjadinya keterlambatan dalam proses penyelesaian suatu proyek. Keterlambatan pekerjaan proyek memiliki berbagai macam penyebab baik yang diakibatkan oleh kelalaian yang dilakukan oleh manusia hingga keterlambatan yang terjadi akibat faktor alam. Keterlambatan pelaksanaan akan mengakibatkan berbagai permasalahan baru dalam proses pekerjaan proyek, termaksud dari segi meningkatnya biaya pelaksanaan  proyek. Tujuan pada penelitian ini adalah menganalisis mengenai faktor-faktor penyebab keterlambatan pelaksanaan proyek konstruksi serta mengetahui pengaruhnya terhadap biaya diwilayah Aceh Utara. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui teknik observasi dengan cara menyebarkan kuesioner kepada para pihak kontraktor kontruksiyang terdaftar pada Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK). Berdasarkan data LPJK pada tahun 2018 jumlah kontraktor yang berdomisili diKabupaten Aceh Utara sebanyak 83 kontraktor yang berkualifikasi K3, M1, M2, B1, dan B2. Maka dikarenakan populasi kurang dari 100, oleh kerna itu adapun sampel/responden yang diambil dalam penelitian ini semua populasi, yaitu sebanyak 83 perusahaan kontraktor yang berdomisili diKabupaten Aceh Utara. Variabel didalam penelitian ini terdiri dari 2 variabel yaitu variabel bebas/variabel X adalah Faktor-Faktor Penyebab Keterlambatan Proyek, dan variabel terikat/variabel Y adalah Biaya Proyek. Hasil dari penelitian ini berdasarkan persepsi responden faktor yang paling dominan penyebab terjadinya keterlambatan proyek konstruksi diKabupaten Aceh Utara adalah disebabkan oleh faktor pelaksanaan dan hubungan kerja.Kata Kunci : Keterlambatan, proyek konstruksi, pengaruh biaya AbstractThe performance of a project will not work well if supervision and control are not carried out, then delays will be made in the process of completing a project. Delay in project work has a variety of good causes caused by negligence carried out by humans to delay that occur due to natural factors. Delay in implementation will discuss new problems in the project work process, terms that are intended as part of the agreement on the cost of implementing the project. The purpose of this study was to analyze the factors that caused the delay in the implementation of the project and to study the effects on costs realized in North Aceh. This research method used quantitative and qualitative methods through observation methods by asking questions to the parties that contribute to the Construction Services Development Institute (LPJK). Based on data from LPJK in 2018 the number of contractors domiciled in North Aceh Regency were 83 contractors who qualified K3, M1, M2, B1 and B2. Thus the population is less than 100, by Kerna, while the sample / respondent taken in this study were all populations, namely 83 contracting companies domiciled in North Aceh Regency. The variables in this study consist of 2 variables, namely the independent variable / variable X was the causes of Project Delay, and the required variable / Y variable was the Project Cost. The results of this study based on respondents' perceptions of the most dominant factors causing delays in construction projects in North Aceh Regency were caused by implementation factors and work relations.Keywords: Delay, construction project, cost effect.
STUDI PENENTUAN TARIF TOL RENCANA RUAS JALAN TOL BANDA ACEH - SIGLI Qasim Hisbul Wathan
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2019): Volume 9, Nomor 2, September 2019
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v9i2.223

Abstract

Pembangunan infrastruktur sebagai prioritas utama merupakan pilihan yang logis dan strategis dalam meningkatkan daya saing Indonesia sekaligus untuk mengejar ketertinggalan. Beberapa Kota di Indonesia saat ini aktif membangun infrastruktur untuk menunjang aktifitas dan fasilitas masyarakat yang semakin berkembang. Pemerintah Aceh sedang aktif melakukan pembangunan insfrastruktur transportasi diantaranya pembangunan tol ruas jalan Banda Aceh-Binjai. Tol Aceh ini, terdiri dari 4 ruas jalan dengan panjang total 455 km yang terdiri dari ruas jalan tol Banda Aceh-Sigli 75 km, ruas jalan tol Sigli-Lhokseumawe 135 km, ruas jalan tol Lhokseumawe-Langsa 135 km, dan ruas jalan tol Langsa-Binjai 110 km.  Pembangunan ruas tol pertama dimulai pada koridor ruas jalan Banda Aceh-Sigli,  jalan tol ini nantinya akan menjadi jalan tol pertama di aceh, sehingga diperlukan penelitian terhadap tarif tol rencana untuk ruas jalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tarif tol berdasarkan 70% dari Besar Keuntungan Biaya Operasional Kendaraan (BKBOK). Survey dilakukan untuk mendapatkan jumlah volume lalu lintas dijalan eksisting. Jenis kendaraan yang ditinjau hanya kendaraan golongan I, IIA dan IIB. Analisis biaya operasional kendaraan menggunakan metode Pacific Consultant International (PCI) (2000). Tarif dihitung berdasarkan 70% dari BKBOK untuk Golongan I (LV) di dapat tarif sebesar Rp. 70,375 dari keuntungan BKBOK  untuk Golongan IIA (MHV) di dapat sebesar Rp. 248,456 dan untuk Golongan IIB (LT & LB) di dapat tarif sebesar Rp.89,737 dari keuntungan BKBOK.Kata kunci: Analisis, Kendaraan, Jalan, Tarif Tol,BOK, BKBOK
SIMULASI BIAYA PENANGANAN JALAN ANTARA PERKERASAN KAKU DAN PERKERASAN LENTUR Ade Mulyawan
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2019): Volume 9, Nomor 2, September 2019
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v9i2.224

Abstract

Jenis perkerasan jalan di Indonesia umumnya menggunakan perkerasan lentur sebagai pilihan utama dibandingkan tipe perkerasan kaku dengan pertimbangan biaya pembangunan (initial cost) yang lebih murah, keterbatasan anggaran serta tuntutan pemerataan pembangunan. Pemilihan perkerasan lentur diprediksikan memiliki biaya total pemeliharaan/penanganan jalan yang lebih mahal dibandingkan dengan perkerasan kaku. Penelitian ini mengkaji perbandingan biaya siklus penanganan/pemeliharaan jalan serta perbandingan tingkat umur layan antara perkerasan kaku dengan perkerasan lentur dengan life-cycle cost analysis (LCCA) selama masa layan rencana 40 tahun. Metode analisis yang digunakan adalah permodelan penurunan kondisi perkerasan jalan (road deterioration model) berdasarkan nilai ketidakrataan jalan (IRI) dan umur masa layan sebagai variabel utama berdasarkan rumus dan pendekatan yang digunakan pada manual HDM-4 Versi kedua. Adapun variabel perbandingan yang digunakan adalah biaya pembangunan, kemantapan jalan, tingkat umur layan perkerasan, biaya pemeliharaan tahunan dan biaya total selama 40 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya pembangunan perkerasan kaku lebih mahal 33,63 % dan kemantapan jalan lebih rendah 1,75 % dari perkerasan lentur. Sedangkan disisi lainnya, rasio tingkat umur layan perkerasan kaku lebih baik 68,99 % dari perkerasan lentur, dan biaya pemeliharaan tahunan (termasuk biaya rekonstruksi) perkerasan kaku lebih hemat 64,12 % dari perkerasan lentur, dan biaya total selama LCCA perkerasan kaku lebih hemat 45,98 % dari perkerasan lentur. Berdasarkan LCCA, perkerasan kaku memiliki waktu siklus yang lebih baik, biaya total penanganan dan pemeliharaan tahunan yang lebih hemat dibandingkan dengan perkerasan lentur.
TINJAUAN UMUR RENCANA JALAN PADA TAHUN KE 3 TERHADAP PENURUNAN KINERJA JALAN Adzuha - Desmi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i1.225

Abstract

AbstractHighway is a land transportation infrastructure that forms a transportation network to connect an area to other regions, so that the wheels of the economy and development can rotate well. This research was based on the road age of the third year of the road Krueng Geukueh - Beureughang, so the researchers wanted to know what factors were the causes of performance degradation on the road and the relationship between the decline in road performance on the material used. In this study includes 3 stages, namely, Core drill, Marshall Test testing and testing of Test Extracts that have been achieved using 8 (Eight) samples. So it can be concluded that there has been a decrease in asphalt levels on the road resulting in damage and decreased performance on the road. Coupled with increased charges within 3 (three) years, therefore repairs to the road are needed. From this research, it is expected to be able to provide input to improve the quality of the material and the layer of road surface pavement. Keywords :   Decreasing Road Performance, Core Drill,  Marshall Test, Test Extract,  Asphalt Level.
STUDI PEMETAAN DAERAH GENANGAN BANJIR DAS SEI KAMBING DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Asril Zevri
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2019): Volume 9, Nomor 2, September 2019
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v9i2.233

Abstract

Sei Sikambing River Basin is one of the Sub Das of Deli River which has an important role in water requirement in Medan City. Rainfall with high intensity is supported by changes in land use causing floods which reach 0.6 m to 1 m from river banks. The purpose of this study was to map the Sei Kambing River basin flood inundation area as information to the public in disaster mitigation efforts. The scope of this research is to analyze the maximum daily rainfall with a return period of 2 to 100 years, analyze flood discharge with a return period of 2 to 100, analyze flood water levels with HECRAS software, and spatially map flood inundation areas with GIS. The results showed that the return flood rate of the Sikambing watershed with a 25-year return period of 211.94 m3/s caused the flood level of the Sikambing watershed to be between 1.7 m to 3.7 m. The Sikambing watershed flood inundation area reached an area of 1.19 Km2 which resulted in the impact of flooding on 5 sub-districts in Medan, namely Medan Selayang District, Medan Sunggal, Medan Petisah, Medan Helvetia, and West Medan.
Geolistrik Konfigurasi Wenner Untuk Pendugaan Air Tanah di Perumahan Grand Puri Bunga Nirwana Jember Eri Kusworowati; Gusfan Halik; Wiwik Yunarni Widiarti
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i1.245

Abstract

Abstrak Air merupakan kebutuhan pokok bagi manusia. Air tanah salah satu alternatif sebagai sumber air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki potensi air tanah di Perumahan Grand Puri Bunga Nirwana, Jember. Penelitian menggunakan metode geolistrik dengan konfigurasi wenner. Panjang lintasan akuisisi data 410 meter. Jarak spasi antar elektroda (a) yang digunakan yaitu 5 m, 10 m dan 15 m. Pengulangan data (n) dilakukan sebanyak 6 kali pada masing-masing jarak spasi antar elektroda. Inversi model menggunakan software Res2Dinv. Hasil inversi berupa citra penampang lapisan bawah tanah. Nilai resistivitas yang diperoleh 0,55-371 „¦m. Potensi air tanah berada di kedalaman 38-51,8 m. Akuisisi data terletak pada koordinat 8º10,2940 S dan 113º447,20 E. Lapisan akuifer tergolong akuifer produktif sedang. Debit akuifer diprediksi kurang dari 5 liter/detik. Kata kunci: geolistrik, wenner, resistivitas, akuifer Abstract Water is a primary human need. Groundwater is an alternative source of fresh water. This research aims to investigate the potential of groundwater at the Grand Puri Bunga Nirwana Housing, Jember. The study used the geoelectric method with a Wenner configuration. The acquisition data length is 410 meters. The distance between the electrodes used 5 m, 10 m and 15 m. Repeating data 6 times at each spacing between electrodes. Inversion of the model using Res2Dinv software. The inversion results in the form of a cross-sectional image of the underground layer. The resistivity value obtained 0.55-371 Ωm. The depthof groundwater potential is 38-51.8 m. Coordinates of data acquisition are 8º10.29'40 'S and 113º44'7.20' 'E. Aquifer layers are classified as medium productive aquifers. The predicted discharge of aquifer is less than 5 liters/second. Keywords: geoelectric, wenner, resistivity, aquifer
ANALISIS KARAKTERISTIK SEDIMEN DENGAN METODE XRD DI SUB DAS JERU, PACE, DAN PAKISAN KABUPATEN BONDOWOSO qohri hangga yuda
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i1.247

Abstract

Salah satu hal yang dapat menjadi permasalahan dalam berkurangnya fungsi operasional bendung adalah sedimen. Selain dengan pengendalian sedimentasi dengan membangun kantong lumpur, untuk mengurangi terjadinya pengendapan pada bendung perlu diketahui bagaimana cara mengurangi sedimen yang masuk ke dalam bendung. Penelitian ini merupakan penelitian tentang karakterisasi mineral sedimen di sebelah kiri dan kanan Bendung Sampean Baru dan 3 Sub DAS di Kali Sampean dengan erosi tertinggi, yaitu : Sub DAS Jeru, Sub DAS Pace, dan Sub DAS Pakisan. Metode pengambilan sampel sedimen dilakukan secara purposive sampling, agar sampel yang diambil mewakili semua lapisan populasi pada waduk dan daerah anak sungai dan memiliki ciri-ciri yang esensial dari daerah tersebut sehingga cukup representatif. Selanjutnya dalam menganalisis sampel sedimen digunakan metode XRD untuk mengetahui informasi Sub DAS dengan penyumbang sedimen tertinggi. Berdasarkan uji sampel dan analisis yang dilakukan dari semua lokasi yang berbeda menunjukkan adanya Ankangite, Cristobalite, Cu2 Fe2 (Ge4 O13), potassium azdotetrazolate, dan Thallium tetrafluoroaluminate. Di antara mineral-mineral tersebut Cristobalite dan Cu2 Fe2 (Ge4 O13) memiliki prosentase paling tinggi dan ada di semua sampel.

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026) Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025 Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September) Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024 Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024 Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023 Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023 Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022 Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022 Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021 Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021 Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020 Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1 Vol. 9 No. 2 (2019): Volume 9, Nomor 2, September 2019 Vol. 9 No. 1 (2019): Volume 9, Nomor 1, Maret 2019 Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018 Vol. 8 No. 1 (2018): Vol 8 Nomor 1, Maret 2018 Vol. 7 No. 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017 Vol. 7 No. 1 (2017): Vol 7 No 1 Maret 2017 Vol. 6 No. 1 (2016): Volume 6 Nomor 1 (2016), Teras Jurnal, Vol 6 No 1, Maret 2016 Vol. 6 No. 2 (2016): Volume 6 Nomor 2, September 2016 Vol. 5 No. 2 (2015): TERAS JURNAL Vol.5, No.2, September 2015 Vol. 5 No. 1 (2015): TERAS JURNAL, Vol. 5, No. 1, Maret 2015 Vol. 4 No. 2 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.2, SEPTEMBER 2014 Vol. 4 No. 1 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.1, MARET 2014 Vol. 3 No. 2 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No 2, September 2013 Vol. 3 No. 1 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No.1, Maret 2013 Vol. 2 No. 4 (2012): Teras Jurnal, Vol 2, No 4, Desember 2012 Vol. 1 No. 1 (2011): Teras Jurnal, Vol.1, No.1, Maret 2011 More Issue