cover
Contact Name
Wesli
Contact Email
wesli@unimal.ac.id
Phone
+62811671918
Journal Mail Official
teras.jurnal@unimal.ac.id
Editorial Address
Civil Engineering Department, Universitas Malikussaleh,Main Campus of Universitas Malikussaleh Jl. Medan-Banda Aceh, Cot Tengku Nie, Reuleut, North Aceh District, Aceh, Indonesia Email: teras.jurnal@unimal.ac.id
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20880561     EISSN : 25021680     DOI : https://doi.org/10.29103/tj.v16i2.1360
Core Subject :
Focus and Scope Teras Jurnal - Jurnal Teknik Sipil is a journal that communicates the results of research within the scope of civil engineering and scientific development as well as aspects of practitioners. The process of manuscript submission is open throughout the year. All submitted manuscript will be screened with double-blind peer review and editorial review before they are accepted to publish. Teras Jurnal receives a manuscript from the following area below civil engineering science and development with the interdisciplinary and multidisciplinary approach: Building Materials and Structures Constructions Technology Constructions Economy and Management Earthquake Engineering Environmental Engineering Renovation of Buildings Geotechnical Engineering Highway Engineering Hydraulic and Hydraulic Structures Road and Bridge Engineering Structural Engineering Surveying and Geo-Spatial Engineering Transportation Engineering Tunnel Engineering Urban Engineering and Economy Water Resources Engineering Urban Drainage
Arjuna Subject : -
Articles 441 Documents
KUAT TEKAN BETON YANG MENGANDUNG ABU AMPAS KOPI DENGAN BAHAN TAMBAH SUPERPLASTICIZER Yulius Rief Alkhaly
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 1 (2018): Vol 8 Nomor 1, Maret 2018
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v8i1.146

Abstract

Penggunakan material posolan yang berasal dari bahan organik dalam adukan beton terus meningkat. Material posolan ini dapat berupa hasil sampingan dari produk pertanian/perkebunan. Salah satu produk sampingan dari pengolahan produk perkebunan adalah ampas kopi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetetahuinilai kuat tekan dari beton yang mengandung abu ampas kopi (AAK) sebesar 5% dengan bahan tambah superplasticizer  pada variasi 0,5%, 1% dan 2% dari berat semen. Abu ampas kopi didapat dengan cara dibakar pada suhu 700 OC, kemudian dihaluskan hingga lolos saringan no.200 (75 µm). Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan diamater 150 mm x 300 mm sebanyak 40 buah. Mutu beton yang direncanakan adalah 35 MPa dengan fas 0,385. Hasil pengujian kuat tekan beton normal pada umur 28 hari (BN) sebesar 35,98 MPa. Pada pengurangan air adukan 10% dan penambahan superplasticizer 0,5%, 1% dan 2%  didapat nilai kuat tekan sebesar 42,32 MPa, 43,33 MPa, dan 47,83 MPa, meningkat sebesar 17 % sampai 33% dari kuat tekan beton normal. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwasubstitusiabu ampas kopi 5% terdadap berat semen tanpa superplasticizermemberi peningkatan kuat tekan sebesar 3,78% dari beton normal.Pada substitusiAAK sebesar 5% dan dengan tambahan superplasticizer sebesar 0,5%, 1% dan 2%, dihasilakn kuat tekan masing-masing sebesar 44,71 MPa, 45,90 MPa dan 49,74 MPa. Ketiga mutu beton ini dapat di katagorikan dalam beton mutu tinggi.
SURVEY INVESTIGASI DISAIN (SID) EMBUNG ALUE SAPI DI KABUPATEN ACEH UTARA Wesli Wesli
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 1 (2018): Vol 8 Nomor 1, Maret 2018
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v8i1.150

Abstract

Abstrak Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemerintah memenuhi kebutuhan masyarakat atas sarana dan prasarana public. Salah satu kebutuhan masyarakat adalah tersedianya sumber air irigasi yang memadai untuk mengairi sawah. Embung Alue Sapi mempunyai luas genangan kurang lebih 4 Ha mengairi sawah seluas 500 Ha, Dalam beberapa tahun terakhir embung tersebut tidak lagi berfungsi karena telah terjadi kerusakan sehingga perlu dilakukan perbaikan. Agar pelaksanaan perbaikan dapat sesuai sasaran, maka perlu dilakukan kajian jenis dan tingkat kerusakan sehingga akan diperoleh suatu gambar detail desain melalui Survey Investigasi Disain (SID). Tujuan investigasi disain untuk mengetahui kelayakan embung dalam melayani ketersediaan air persawahan bagi masyarakat. Debit kebutuhan air sebesar 0.65 m3/det, hal ini lebih kecil dari debit periode ulang 2 tahunan sebesar 0,784 m3/det, Untuk periode ulang 5 tahunan sebesar 1,036 m3/det, periode ulang 10 tahunan sebesar 1,203 m3/det dan periode ulang 25 tahunan sebesar 1,413 m3/det. Hal ini menunjukkan bahwa potensi air pada embung Alue Sapi cukup memadai, terjadinya masalah tidak berfungsinya embung disebabkan oleh kerusakan pada bagian dinding bangunan bendung, kerusakan pada pintu pembagi dan kurangnya kapasitas tampungan embung. Kata kunci: Investigasi, disain bangunan embung.  Abstract To improve the welfare of the community, the government meets the needs of the community for public facilities and infrastructure. One of the needs of the community is the availability of adequate sources of irrigation water to irrigate rice fields. Alue Sapi embankment has a pool area of approximately 4 ha irrigating 500 hectares of rice fields. In the last few years the reservoir has no longer functioned because of damage so it needs to be repaired. In order for the implementation of repairs to be in accordance with the target, it is necessary to study the type and level of damage so that a detailed design image will be obtained through the Design Investigation Survey (SID). The purpose of the design investigation is to determine the feasibility of a reservoir in serving the availability of paddy water for the community. Discharge of water needs is 0.65 m3 / sec, this is less than the annual 2-period return discharge of 0.784 m3 / sec, for an annual 5-year return period of 1.036 m3 / sec, a 10-year return period of 1.203 m3 / sec and a 25-year return period amounting to 1,413 m3 / sec. This shows that the water potential in the Alue Sapi reservoir is sufficient, the problem of the malfunctioning of the dam is caused by damage to the walls of the dam building, damage to the divider door and lack of reservoir capacity. Keywords: Investigation, design of reservoir buildings.
PENGARUH TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT KASAR DENGAN PENGGUNAAN PASIR BESI TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON maulani emi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v8i2.152

Abstract

Pasir besi merupakan sedimen yang mempunyai komposisi oksida besi (Fe2O3), silika dioksida (SiO2), dan magnesium (MgO) dengan ukuran butiran 80-100 mesh. Tempurung kelapa merupakan lapisan keras yang terdiri dari lignin, selulosa, dan metoksil. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kuat tarik belah beton dengan penggunaan pasir besi sebesar 100% sebagai agregat halus dengan perbandingan terhadap pasir sungai. Variasi campuran tempurung kelapa digunakan sebagai subtitusi agregat kasar sebesar 0%, 5%, dan10% dengan mutu beton yang direncanakan adalah 20 MPa. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan diameter 150 mm x 300 mm sebanyak 20 buah. Hasil pengujian kuat tarik belah beton normal pada umur 28 hari (BN) sebesar 3,08 Mpa. Nilai kuat tarik belah beton pasir besi (BPB) 100%  sebesar 2,97 MPa. Nilai kuat tarik belah beton pasir besi 100% dengan variasi tempurung kelapa terhadap campuran beton mengalami penurunan sebanding dengan penambahan kadar tempurung kelapa. Nilai kuat tarik belah dengan variasi tempurung kelapa masih dapat dikategorikan dalam beton struktural.Kata kunci :  Pasir besi, tempurung kelapa, kuat tarik belah beton
PENGARUH KUAT LENTUR BETON TERHADAP PENAMBAHAN SERAT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Mul Muliadi Adi; Sofyan Sofyan Sofyan; Yusti Yusti Hajar
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v8i2.156

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang telah umum digunakan untuk bangunan gedung, jembatan, jalan, dan lain-lain. Kelemahan beton sebagai bahan konstruksi adalah kuat lentur yang rendah dan sifatnya yang getas. Perbaikan kelemahan sifat beton tersebut bisa dengan menambahkan serat (fiber) dalam adukan beton. Bahan campuran beton antara lain yaitu semen, agregat halus, agregat kasar, air dan bahan tambah lainnya (zat adiktif, serat). Pada penelitian ini bahan tambah yang digunakan adalah serat tandan kosong kelapa sawit (STKKS). Tujuan Penelitian ini mengetahui pengaruh penambahan serat tandan kosong kelapa sawit terhadap kuat lentur beton pada setiap variasi serat. Proses pengelolahan serat yaitu serat direndam dan dibilas menggunakan 10% larutan NaOH selama 12 jam kemudian dikeringkan didalam oven, panjang serat yang digunakan 40 mm. Variasi persentase serat dengan mengurangi berat volume semen di dalam campuran adalah 0%, 5%, 10%, 15%, 20%.  Hasil Kuat lentur rata-rata yang dihasilkan pada tiap-tiap variasi serat yaitu 0% (3,51 Mpa), 5% (4,18 Mpa), 10% (4,09 Mpa), 15% (4,53 Mpa), dan 20% (4,62 Mpa). Dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan serat pada campuran beton menunjukkan kenaikan terhadap kuat lentur beton pada titik persentase serat 5%, 10%, 15%, dan 20%, bila dibandingkan dengan beton normal (0%).
PENGARUH SUBSTITUSI PASIR POZZOLAN SEBAGAI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON PASCA BAKAR DENGAN DAN TANPA PERENDAMAN syarifah asria nanda; David Sarana; M. Zainul Yaqin
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v8i2.162

Abstract

Salah satu kegagalan pada konstruksi beton adalah saat terjadi kebakaran pada konstruksi tersebut, hal ini mempengaruhi kualitas/kekuatan struktur beton. Beton mutu tinggi merupakan beton dengan kuat tekan lebih besar dari 41,4 Mpa. Pasir pozzolan dihasilkan dari alam yaitu dari hasil sedimentasi gunung berapi yang mengandung senyawa silika dan alumina seperti yang terkandung di dalam semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar mutu kuat tekan beton pasca bakar dengan dan tanpa perendaman. Obyek dalam penelitian ini adalah beton segar menggunakan pasir pozzolan 10% sebagai pengganti sebagian agregat halus, dan menggunakan superplasticizer1,5% dari berat semen. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 50 buah, 25 sampel Beton Normal dan 25 sampel Beton Pozzolan. Pengujian kuat tekan untuk beton normal dan pasca bakar tanpa perendaman dilakukan pada umur 28 hari, sedangkan pada beton pasca bakar dengan perendaman dilakukan setelah 42 hari perendaman. Dari hasil penelitian diperoleh kuat tekan beton optimum yang mengunakan substitusi pasir pozzolan pasca bakar 200° C dengan perendaman sebesar 45,10 Mpa, sedangkan mutu beton yang terendah terdapat pada beton pasca bakar 400° C tanpa perendaman sebesar 31,97 Mpa. Penggunaan substitusi pasir pozzolan sebagai agregat halus terhadap beton pasca bakar dengan dan tanpa perendaman dapat meningkatkan mutu beton yang dibakar dengan suhu 200°C dan 400°C dibandingkan dengan beton normal pada perlakuan yang sama. Kata Kunci : Pozzolan, Kuat Tekan Beton, Pasca Bakar, Perendaman
Analisis Tebal dan Panjang Landasan Pacu Bandara International Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Zulfhazli Abdullah
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v8i2.163

Abstract

Bandar udara merupakan prasarana penting dalam kegiatan transportasi udara. Bandar udara Internasional Sultan Iskandar Muda merupakan Bandar udara terbesar di Provinsi Aceh, yang mengalami perkembangan arus lalu lintas udara setiap tahunnya, terutama pada keberangkatan haji dan musim liburan. Tahun 2007 adalah terakhir dilakukan pengembangan, dimana panjang landasan pacu ditambah menjadi 3000 meter untuk dapat menampung pesawat jenis Airbus 330-300. Bandar udara ini juga beroperasi pesawat jenis Boeing 747-400 yang memiliki berat lebih besar dan kebutuhan panjang landasan pacu lebih panjang dari pesawat rencana. Data yang digunak adalah data primer berupa data beban pesawat rencana, data CBR tanah dan jumlah lintas pesawat, sedangkan data sekunder berupa kelas bandara, layout, jumlah penumpang, jumlah pesawat terbang, jenis pesawat dan rute penerbangan, kondisi lingkungan dan jenis tanah. Metode yang diguanakan adalah Metode FAA. Hasil perhitungan kebutuhan landasan pacu untuk pesawat rencana yaitu jenis Airbuss 330-300 adalah 3650 meter dan kebutuhan panjang untuk pesawat terbesar yang telah beroperasi yaitu jenis Boeing 747-400 adalah 4550 meter. Untuk kebutuhan tebal pekerasan untuk pesawat jenis Airbuss 330-300 adalah, surface = 13 cm, base course = 18 cm, dan subbase course = 59 cm. Sedangkan untuk jenis pesawat Boeing 747-400 memiliki kebutuhan tebal pekerasan adalah, surface = 13 cm, base course = 26 cm, dan subbase course = 77 cm. Artinya diperlukan analisis ulang terhadap landasan pacu agar dapat digunakan secara maksimal terutama untuk melayani pesawat berbadan lebar secara aman dan nyaman. Kata Kunci:Analisis,Bandara, Runway, Pavemen 
The Effect Of Using Rice Husk Ash Waste and Viscocrete 1003 For Quality of Normally Concrete With UPV Test Novi Rahmayanti
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v8i2.165

Abstract

Suatu bahan yang menggandung pozzolan seperti abu sekam padi mampu meningkatkan kekuatan tekan pada beton, tetapi dengan adanya abu sekam padi tersebut akan mempengaruhi kelecakan pada beton, sehingga digunakan bahan Viscocrete 1003 untuk meningkatkan kelecakan betonnya. Pengujian yang dapat dilakukan untuk mengetahui nilai kekuatan dan modulus elastis beton ialah pengujian destruktif . Namun pengujian ini dianggap kurang efektif karena harus merusak sample beton yang akan diuji. Pengujian dengan metode UPV dapat menjadi solusi dalam memperkirakan kuat tekan maupun modulus elastisitas beton berdasarkan nilai kecepatan rambat gelombangnya. Adapun Persentase ViscoCrete 1003 yang digunakan pada penelitian ini ialah 0,6% terhadap berat semen dan variasi penambahan abu sekam padi sebesar 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% terhadap berat semen dengan benda uji silinder 15 cm x 30 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan beton, kecepatan rambat gelombang dan modulus elastisitas terus meningkat hingga penambahan abu sekam sebesar 20 %. Modulus elastis dinamik menghasilkan nilai 39%-45% lebih besar dibandingkan dengan modulus elastis static dikarenakan perbedaan homogenitas pada variasi silinder.
HUBUNGAN KAUSAL ANTARA VARIABEL SOSIAL-EKONOMI, PERILAKU PERJALANAN TERHADAP LATEN DETERMINAN AKSEPTASI PUBLIK: STUDI KASUS PADA KORIDOR I TRANS KOETARADJA Sugiarto Sugiarto; Sofyan M. Saleh; Renni Anggraini; Cut Mutiawati; Khalida Surya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 1 (2019): Volume 9, Nomor 1, Maret 2019
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v9i1.166

Abstract

Abstrak Transportasi merupakan salah satu sektor yang mengalami kemerosotan seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kemampuan masyarakat membeli kendaraan pribadi menjadi penyebab ketergantungan pada moda transportasi pribadi di Banda Aceh. Keterbatasan prasarana jalan dan tingginya permintaan perjalanan menyebabkan kemacetan dan naiknya angka kecelakaan. Strategi handal yang telah berhasil meminimalkan dampak negatif kemacetan adalah perpindahan dari moda transportasi pribadi ke moda umum. Langkah ini telah ditempuh di Jakarta dan dipromosikan/diterapkan di kota-kota lain di Indonesia, termasuk Banda Aceh yaitu Trans Koetaradja (TK). Untuk memastikan kebijakan ini tepat sasaran bagi pengguna/masyarakat maka kajian dari bawah (harapan masyarakat) perlu dilakukan guna menangkap dan merumuskan informasi-informasi penting dari para pengguna Trans Koetaradja. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi masyarakat terhadap kebijakan TKdengan studi kasus pada koridor 1 (Pusat Kota - Darussalam). Metode pengambilan data yang digunakan adalah Stated Preference (SP) dengan jumlah 150 responden secara acak bertingkat (stratified random sampling). Kuesioner SP berisikan informasi tentang sosial-ekonomi, perilaku perjalanan, dan persepsi responden. Pemodelan yang digunakan adalah Multiple Indicators Multiple Causes (MIMIC) yang parameter regresinya dikalibrasi menggunakan software Lisrel 9.2.Hasil model empiris menunjukkan bahwa terdapat hubungan kausal yang signifikan antara variabel sosial-ekonomi, perilaku perjalanan terhadap laten determinan akseptasi publik kebijakan TK. Hasil menyimpulkan bahwa variabel laten sangat signifikan menentukan penerimaan kebijakan TK. Kata kunci: Trans Koetaradja, Persepsi, Indikator, Laten Variabel, MIMIC, Akseptasi  Abstract Transportation is one of the deteriorating sectors along with the economic growth in the society. The ability of people to purchase private vehicles is a major caused of private mode-dependency in Banda Aceh. The limitations of road infrastructure and the increasing demand to travel caused traffic congestion and increasing in the number of accidents. A well recognized policy that has succeeded in mitigating the negative impact of traffic congestion is shifting their means of transport from the private mode to the public transportation. This step has been taken in Jakarta and promoted and implemented in other cities in Indonesia, including Banda Aceh, namely Trans Koetaradja (TK). To ensure that this policy is effective for the public, a bottom up study is needed in order to capture and formulate important information from TK users. Therefore, this study aims to examine public perceptions in terms of public acceptance toward TK policy, and taken corridor 1 (City Center - Darussalam) as a case study. The data collection method used is the Stated Preference (SP) with a number of 150 respondents collected by using stratified random sampling. The SPquestionnaire contains information about socio-economics, travel behavior, and perceptions of respondents. The modeling used is the Multiple Indicators Multiple Causes (MIMIC) whose regression parameters are calibrated using Lisrel 9.2 software. The results of the empirical model show that there is a significant causal relationship among socio-economic variables, travel behavior and the latent determinants of public acceptability towards TK policy. The results conclude that latent determinants are crucially significant in determining the acceptance of TK policy. Keywords: Trans Koetaradja, Perception, Indicators, Latent Variables, MIMIC, Acceptability
ANALISIS ESTIMASI BIAYA DENGAN METODE COST SIGNIFICANT MODEL SEBAGAI DASAR PERHITUNGAN KONSTRUKSI JEMBATAN BETON BERTULANG DI KABUPATEN ACEH TAMIANG Khamistan Khamistan
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v8i2.168

Abstract

Salah satu elemen penting dalam proyek adalah tahap estimasi biaya. Sering kali saat proyek masih pada tahap awal ,informasi untuk mengestimasi belum terlalu detail, sehingga hasil estimasi cenderung tidak begitu akurat, oleh karena itu dibutuhkan model estimasi biaya yang dapat menjelaskan sebagian besar proyek berdasarkan informasi yang sesedikit mungkin. Metode estimasi yang digunakan adalah Cost Significant Model, model ini menggunakan biaya pekerjaan yang secara signifikan berpengaruh terhadap biaya total proyek. Tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat keakuratan model estimasi biaya pada pembangunan jembatan beton bertulang terhadap biaya actual proyek. Data dihimpun dengan menggunakan metode sampling dan diperoleh berupa 5 paket proyek konstruksi jembatan beton bertulang dari tahun 2013 sampai 2017. Dengan hasil yang didapatkan berupa persamaan model estimasi yaitu Y=-19.832.201,418+1,948X1  +0,889X2  +4,274X3, dengan Cost Model Factor sebesar 0,9844. Tingkat keakuratan hasil estimasi berkisar antara -3,37% sampai +1,69%. Dilihat dari persentase keakuratan hasil estimasi tersebut, AACE International menunjukkan model ini dapat digunakan untuk pengecekan perkiraan penawaran.
ESTIMASI EROSI DAN SEDIMENTASI LAHAN PADA DAS LANGSA BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) faiz isma; Meilandy Purwandito
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 1 (2019): Volume 9, Nomor 1, Maret 2019
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v9i1.169

Abstract

DAS Langsa terus mengalami kerusakan lingkungan akibat perubahan tutupan lahan. Kerusakan lingkungan mempengaruhi besaran erosi pada DAS dikarenakan pada saat hujan menghasilkan energi kinetik membawa butiran tanah yang disalurkan menuju lahan terendah, tetapi proses pengangkutan erosi berpengaruh terhadap kerapatan vegetasi dan lereng lahan yang dilintasinya, semakin besar nilai kerapatan vegetasi lahan maka penyaluran erosi akan semakin mudah dan cepat. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengestimasi besaran erosi dan sedimentasi lahan menggunakan persamaan USLE dan persamaan Vestraten 2007 dengan menyajikan estimasi menggunakan SIG. Hasil analisa menyatakan bahwa tingkat bahaya erosi (TBE) pada DAS Langsa masuk dalam kategori sedang dan proses penyaluran erosi dari tiap unit lahan berdasarkan arah aliran menghasilkan sedimentasi lahan yang tertinggi sebesar 908,39 ton/ha/tahun dan umumnya berada pada bagian hulu DAS dan yang paling rendah berada sub DAS bagian hilir sebesar 3,447 ton/ha/tahun dan bahkan ada beberapa sub DAS tidak terjadi sedimentasi lahan seluas 2.944,63 ha dan volume erosi  yang tersalurkan di estuari kuala langsa sebesar 10.512,25 m3/tahun sebagai penyebab pendangkalan disepanjang alur estuari kuala langsa.Kata Kunci: Erosi Lahan, kapasitas angkutan sedimen, sedimentasi lahan dan SIG

Page 11 of 45 | Total Record : 441


Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026) Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025 Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September) Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024 Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024 Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023 Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023 Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022 Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022 Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021 Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021 Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020 Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1 Vol. 9 No. 2 (2019): Volume 9, Nomor 2, September 2019 Vol. 9 No. 1 (2019): Volume 9, Nomor 1, Maret 2019 Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018 Vol. 8 No. 1 (2018): Vol 8 Nomor 1, Maret 2018 Vol. 7 No. 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017 Vol. 7 No. 1 (2017): Vol 7 No 1 Maret 2017 Vol. 6 No. 1 (2016): Volume 6 Nomor 1 (2016), Teras Jurnal, Vol 6 No 1, Maret 2016 Vol. 6 No. 2 (2016): Volume 6 Nomor 2, September 2016 Vol. 5 No. 2 (2015): TERAS JURNAL Vol.5, No.2, September 2015 Vol. 5 No. 1 (2015): TERAS JURNAL, Vol. 5, No. 1, Maret 2015 Vol. 4 No. 2 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.2, SEPTEMBER 2014 Vol. 4 No. 1 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.1, MARET 2014 Vol. 3 No. 2 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No 2, September 2013 Vol. 3 No. 1 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No.1, Maret 2013 Vol. 2 No. 4 (2012): Teras Jurnal, Vol 2, No 4, Desember 2012 Vol. 1 No. 1 (2011): Teras Jurnal, Vol.1, No.1, Maret 2011 More Issue