cover
Contact Name
Wesli
Contact Email
wesli@unimal.ac.id
Phone
+62811671918
Journal Mail Official
teras.jurnal@unimal.ac.id
Editorial Address
Civil Engineering Department, Universitas Malikussaleh,Main Campus of Universitas Malikussaleh Jl. Medan-Banda Aceh, Cot Tengku Nie, Reuleut, North Aceh District, Aceh, Indonesia Email: teras.jurnal@unimal.ac.id
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20880561     EISSN : 25021680     DOI : https://doi.org/10.29103/tj.v16i2.1360
Core Subject :
Focus and Scope Teras Jurnal - Jurnal Teknik Sipil is a journal that communicates the results of research within the scope of civil engineering and scientific development as well as aspects of practitioners. The process of manuscript submission is open throughout the year. All submitted manuscript will be screened with double-blind peer review and editorial review before they are accepted to publish. Teras Jurnal receives a manuscript from the following area below civil engineering science and development with the interdisciplinary and multidisciplinary approach: Building Materials and Structures Constructions Technology Constructions Economy and Management Earthquake Engineering Environmental Engineering Renovation of Buildings Geotechnical Engineering Highway Engineering Hydraulic and Hydraulic Structures Road and Bridge Engineering Structural Engineering Surveying and Geo-Spatial Engineering Transportation Engineering Tunnel Engineering Urban Engineering and Economy Water Resources Engineering Urban Drainage
Arjuna Subject : -
Articles 441 Documents
STUDI MENGENAI BIAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PADA MASA KONSTRUKSI Agi Rivi Hendardi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i2.282

Abstract

Dampak lingkungan akibat proyek konstruksi selalu menjadi masalah serius bagi kelangsungan berjalannya proyek konstruksi apabila tidak dilakukan pengelolaannya. Pengelolaan lingkungan pada masa konstruki umumnya tidak dituliskan pada spesifikasi pekerjaan, namunperlu untuk dilakukan. biaya yang dibutuhkan untuk pengelolaan lingkunan ini sendiri diambil dari persentase biaya tidak langsung proyek. Saat ini ditengarai pihak kontraktor di Kota Tasikmalaya tidak memiliki standar harga satuan pekerjaan untuk pengelolaan lingkungan pada kegiatan proyek konstruksi. Maka dalam penelitian ini akan diidentifikasi pengelolaan dampak lingkungan apa saja yang ditangani oleh pihak kontraktor, dihitung persentase kisaran biaya yang dibutuhkan untuk pengelolaan setiap dampak lingkungan, serta menganalisis pola interaksi besar-kecilnya kisaran biaya pengelolaan lingkungan untuk setiap dampak lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan teknik pengumpulan data penelitian wawancara dan kuisioner. Pengumpulan data disebarkan ke enam proyek gedung di Kotaa Tasikmalaya. Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa pengelolaan lingkungan yang umum dilakukan oleh pihak kontraktor adalah pengelolaan dampak kebisingan, pengelolaan dampak kuantitas & kualitas air, pengelolaan dampak lingkungan kotor, dan pengelolaan dampak akses jalan. Kisaran biaya yang dikeluarkan untuk setiap pengelolaan lingkungan ini bervariasi untuk setiap proyek. Faktor-faktor yang mempengaruhi pola interaksi dari kisaran biaya pengelolaan lingkungan tergantung pada karakteristik proyek yang berupa lokasi proyek, nilai proyek, serta spesifikasi pekerjaan pada masing-masing proyek.
ANALISA PERBANDINGAN BIAYA PEMBUATAN PELAT BETON SISTEM KONVENSIONAL DENGAN SISTEM BOUNDECK PADA PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAH BERSAMA POLITEKNIK NEGERI FAKFAK Muhammad - Yunus
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i2.286

Abstract

memungkinkan pengelola proyek untuk memilih salah satu metode pelaksanaan konstruksi tertentu dari beberapa alternatif metode pelaksanaan konstruksi yang ada. Salah satu usaha yang dilakukan oleh pengelola proyek adalah mengganti cara-cara konvensional menjadi lebih modern. Hal ini memunculkan inovasi sistem pelat menggunakan boundeck sebagai alternatif lain dari sistem pelat konvensional. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisa perbandingan Rencana Anggaran Biaya (RAB) antara pekerjaan pelat beton dengan sistem konvensional dengan pekerjaan pelat beton sistem boundeck, pada Pembangunan Gedung Kuliah Bersama Politeknik Negeri Fakfak. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh anggaran biaya pekerjaan pelat beton dengan sistem konvensional sebesar Rp. 5.174.957.000,00 sedangkan anggaran biaya pekerjaan pelat beton dengan sistem boundeck sebesar Rp. 5.476.603.000,00. Selisih anggaran biaya dari kedua metode pelaksanaan pekerjaan pelat beton sebesar Rp. 301.646.000,00, dimana anggaran biaya pekerjaan pelat beton dengan sistem konvensional lebih ekonomis dibandingkan dengan anggaran biaya pekerjaan pelat beton dengan sistem boundeck
Keefektifan Penambahan Kapasitas Saluran dan Dinding Penahan Tanah pada Sungai Brantas Hulu di Kediri dalam Mitigasi Banjir Rian Mantasa Salve Prastica; Dhany Saputra Pratama; Muhammad Rizki Primasetya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i2.287

Abstract

Mitigasi banjir merupakan hal penting dilakukan pada wilayah terdampak bencana, misalnya saluran, sungai, drainase, dan lain-lain. Namun, perlu dilakukan penilaian terlebih dahulu agar mitigasi yang dilakukan bersifat efektif. Penelitian ini berfokus di Sungai Brantas bagian hulu di Kediri. Evaluasi pentingnya pelebaran saluran dan pembangunan dinding penahan tanah di kawasan tersebut perlu dilakukan karena dinilai tidak efektif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang terdiri dari analisis banjir, analisis stabilitas lereng, dan evaluasi skenario baru yang diwacanakan pada saluran yang ditinjau. Berdasarkan hasil analisis hidrologi, pemodelan hidrolika menggunakan HEC-RAS, analisis stabilitas lereng menggunakan SLOPE/W, dan simulasi skenario baru menyimpulkan bahwa intervensi penambahan dimensi kapasitas saluran dan penambahan perkuatan lereng tidak efektif pada Sungai Brantas bagian hulu yang memiliki frekuensi kejadian banjir yang sedikit.
PROBABILITAS BANGKITAN PERJALANAN BERBASIS AKTIVITAS DARI KAWASAN PERUMAHAN DI KOTA KUPANG Oktovianus Edvict Semiun; Egidius Kalogo
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i2.292

Abstract

Generally, trip generation is based on activities from the household. Each household member, of course, has different travel destinations in a household, there will be several trips that are caused by the activity. This study is aimed at determining the factors that influence the trip generation and predict the magnitude of trip generation originating from residential areas based on activities in Kupang city. Travel activities were divided into three categories i.e. work activities, school activities and other activities. Data collection was done by distributing questionnaires to 444 households through random sampling technique. Based on the calibration of the modelling results with multinomial logit regression analysis, the factors that significantly influence trip generation from residential areas were the number of family members who did activities, the average distance travelled and the average travel time. The probability of trip generation was predicted to be 55.48% for work activities, 25.61% for school activities and 18.90% for other activities.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN FASILITAS KONSTRUKSI SEMENTARA PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT EDELWEISS DI KOTA BANDUNG Gabriella Laurencia Liman; Yohanes Lim Dwi Adianto; Mia Wimala
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i2.295

Abstract

AbstrakKeberadaan fasilitas sementara yang dapat berkontribusi pada keberhasilan proyek konstruksi sering diabaikan di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan tidak adanya standar dan pedoman yang mengatur secara khusus tentang fasilitas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen fasilitas sementara pada proyek pembangunan rumah sakit (RS) Edelweiss di Bandung, termasuk mengidentifikasi ukuran dan spesifikasi serta memperkirakan biaya total fasilitas sementara. Data penelitian diperoleh melalui wawancara tidak terstruktur, observasi dan pengukuran di lapangan, serta studi dokumentasi. Kombinasi analisis kualitatif dan kuantitatif dilakukan untuk memeriksa secara rinci manajemen fasilitas sementara di proyek ini. Estimasi biaya dilakukan untuk merumuskan biaya fasilitas sementara yang telah dan perlu disediakan oleh kontraktor. Selanjutnya, perbandingan estimasi biaya menggunakan harga penawaran kontraktor dan analisis harga satuan dari standar pemerintah juga dilakukan untuk menentukan perbedaan antara keduanya sebagai referensi penggunaan di masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen fasilitas sementara di konstruksi RS Edelweiss masih belum efektif. Penambahan yang signifikan dalam biaya fasilitas sementara hingga 295,23% disebabkan karena perencanaan yang belum memadai, serta perbedaan koefisien material dan pekerja, pemilihan material, besaran upah tenaga kerja, dan harga material yang digunakan dalam perhitungan. Kata kunci: fasilitas sementara, anggaran biaya, spesifikasi, standar ukuran  AbstractThe existence of temporary construction facilities that could contribute to the success of construction projects is often neglected in Indonesia. It is indicated by the absence of standards and guidelines that govern, specifically these facilities. This research aims to analyze the implementation of temporary facility management in the construction of Edelweiss hospital in Bandung. This includes identifying the size and specification and estimating the costs of temporary facilities. Data obtained through unstructured interviews, site observations and measurements, as well as documentation studies. Mixed method analysis was used to examine in detail the conditions related to on-site temporary facility management. Cost estimation was carried out to formulate the costs that have been and need to be provided by the contractor. Furthermore, a comparison of cost estimation using contractor bid prices and unit price analysis from the government standard was also conducted to determine the difference between the two as a reference for future use. The results show that the implementation of temporary facility management in Edelweiss hospital construction was still ineffective. The significant increase in the cost up to 295.23% was due to inadequate planning, and differences in material and worker coefficients, material selection, labor wage rates, and material prices used in the calculation. Keywords: temporary construction facility, cost budget, specification, standard size Sustainability     Department of Civil Engineering     Laurencia 
STUDI KESEIMBANGAN AIR (WATER BALANCED) DAERAH ALIRAN SUNGAI ASAHAN Asril Zevri; Faiz Isma
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i1.308

Abstract

Abstrak Pemanasan Global (Global Warming) telah menyebabkan perubahan iklim yang sangat ekstrem didukung dengan adanya perubahan tataguna lahan di dalam cakupan daerah aliran sungai mengakibatkan dampak yang cukup buruk terhadap kondisi keseimbangan air (Water Balanced). Daerah Aliran Sungai Asahan merupakan salah satu DAS yang memiliki peran yang penting sebagai sumber air dalam memenuhi kebutuhan air di Kabupaten Asahan. Kondisi lahan yang berubah menjadi kritis akibat adanya eksploitasi dan perubahan tataguna lahan mengakibatkan ketersediaan air berkurang dalam memenuhi kebutuhan air. Tujuan penelitian yaitu menganalisis keseimbangan air (Water Balanced) antara jumlah ketersediaan air dengan kebutuhan air di sekitar cakupan Daerah Aliran Sungai Asahan. Lingkup kegiatan penelitian yaitu menganalisis ketersediaan air atau debit andalan dengan probabilitas 90% dengan metode FJ Mock, menganalisis kebutuhan air irigasi, domestik, non domestik, dan menganalisis keseimbangan air (Water Balanced) di tiap lokasi titik pengambilan dengan prinsip pengurangan antara jumlah ketersediaan air dengan kebutuhan air di sepanjang cakupan DAS Asahan dari hulu sampai dengan hilir. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya ketersediaan air DAS Asahan paling minimum dengan probabilitas 90% yaitu 34.96 m3/det dapat memenuhi total kebutuhan air DAS Asahan baik itu irigasi, domestik, dan non domestik yaitu 13.00 m3/det. Kata kunci: Keseimbangan air, ketersediaan air, kebutuhan air, DAS Asahan Abstract Global Warming has caused extreme climate change supported by changes in land use within the watershed area resulting in quite bad impact on water balanced conditions. Asahan Watershed is one of the catchment areas which has an important role as the source to supply water requirement in the Asahan District. Land used changes become critical due to exploitation and changes in land use have reduced water availability to fill water requirement. The objective of this research to analysis water balanced between the total water availability and water requirement in the Asahan Watershed. The scopes of this research are analysis water availability or dependable flow using FJ Mock, analysis irrigation water requirement, domestic, nondomestic, and water balanced in each node with the reduction principle between total of water availability and water requirement in the Asahan Watershed from upstream to downstream. Result of this research showed that the lowest water availability Asahan Watershed with probability 90% is 56.43 m3/sec can fill the total of water irrigation, domestic, and non-domestic is 14.80 m3/sec. Keywords: Water balanced, water availability, water requirement, Asahan watershed
Analisis Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Debit Banjir Sub-Sub DAS Keyang-Slahung-Tempuran (KST) M. Khuzaimy Rurroziq Basthoni
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i2.309

Abstract

Abstrak Perubahan tata guna lahan mempengaruhi puncak debit banjir pada suatu DAS. Setiap tahunnya, Kota Ponorogo dilanda bencana banjir pada saat musim penghujan tiba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap puncak debit banjir di sub-sub DAS Keyang-Slahung-Tempuran dengan menggunakan program bantu SWAT (Soil and Water Assessment Tool). Hasil penelitian menunjukan bahwa perubahan tata guna lahan berdampak pada peningkatan puncak debit banjir. Puncak debit banjir tertinggi terjadi pada tanggal 12 Maret 2018, dengan luas hutan 29,55% (tata guna lahan tahun 2015) menghasilkan puncak debit banjir 573,70 m3/s. Pada waktu dan penggunaan data curah hujan yang sama, puncak debit banjir terendah terjadi saat luas hutan 31,07% (tata guna lahan tahun 1990) yaitu 572,50 m3/s. Berdasarkan kondisi existing tata guna lahan saat ini, masih terjadi banjir sehingga diperlukan skenario pola tata guna lahan. Skenario tiga merupakan pola tata guna lahan yang optimal, dengan luasan hutan 45,37% menghasilkan puncak debit banjir 563,50 m3/s  (siaga normal). Kata kunci: puncak debit banjir, skenario, sub-sub DAS Keyang-Slahung-Tempuran, SWAT, tata guna lahan  Abstract Land-use change impacts the peak of flood discharge on a watershed. Every year, Ponorogo was hit by a flood during the rainy season. This research aims to analyze the impact of land-use change to the peak of flood discharge in sub-sub watersheds Keyang-Slahung-Tempuran using SWAT (Soil and Water Assessment Tool). The result shows that land-use change has an impact on increasing the peak of flood discharge. The highest peak of flood discharge occurred on March 12, 2018, with a forest cover 29.55 % (land-use in 2015)  has a peak of flood discharge 573.70 m3/s. At the same time and use of the same rainfall data, the lowest peak of flood discharge occurred when 31.07 % of forest cover (land-use in 1990) was 572.50 m3/s. Based on the existing condition of land-use, floods are still occurring so a land-use scenario is needed. Scenario three is the optimal land-use, with a forest cover 45.37 % obtained a peak of flood discharge 563.50 m3/s (normal alert). Keywords: peak of flood, scenario, sub-sub watersheds of Keyang-Slahung-Tempuran, SWAT, land-use
ANALISIS PENURUNAN BADAN JALAN KM 605+400 RUAS JALAN SUBULUSSALAM-LIPAT KAJANG DIPERKUAT PONDASI CAKAR AYAM MODIFIKASI Ali Munir
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i2.317

Abstract

Abstrak Ruas Jalan Subulussalam-Lipat Kajang merupakan salah satu jalan Nasional Lintas Barat-Selatan Provinsi Aceh menghubungkan Kota Subulussalam dengan Kabupaten Aceh Singkil dan menuju Batas Provinsi Sumatera Utara mengalami penurunan pada badan jalan pada Km 605+400. Penurunan disebabkan oleh aliran air dan rendahnya daya dukung tanah serta berubahnya sifat tanah dasar menjadi lunak atau berkurangnya volume akibat proses penyusutan. Oleh sebab itu, diperlukan kajian penurunan kontruksi badan jalan dan upaya penanggulangannya dengan menggunakan pondasi Cakar Ayam Modifikasi (CAM). Kajian ini bertujuan untuk menganalisis penurunan kontruksi badan jalan dengan mendapatkan angka penurunan dalam batas-batas toleransi. Analisis yang dilakukan untuk mendapatkan penurunan yaitu dengan menggunakan program Plaxis 2D. Ruang lingkup penelitian yang akan dilakukan meliputi menganalisis penurunan sebelum dan setelah dilakukan penanganan menggunakan Pondasi Cakar Ayam Modifikasi (CAM) dengan Lebar 80 cm, Tinggi 120 cm dan jarak antar pondasi 250 cm. Hasil analisis penurunan pada kondisi eksisting dengan menggunakan program Plaxis 2D, diperoleh angka penurunan yaitu lebih besar dari 2,5 cm (batas-batas toleransi) dengan jangka waktu di atas 11,36 tahun dalam kondisi badan jalan tidak aman, sedangkan hasil analisis penurunan setelah dilakukan penanganan dengan Pondasi Cakar Ayam Modifikasi (CAM) menggunakan program Plaxis 2D, diperoleh angka penurunan yaitu lebih kecil dari 2,5 cm dengan jangka waktu dibawah Tv 3,60 tahun dalam kondisi badan jalan aman. Kata kunci: Penurunan, Pondasi CAM, Plaxis 2D  Abstract Roads Subulussalam - Lipat Kajang is one of the national road along the west - south province of Aceh connect Subulussalam City with Aceh Singkil Regency and heading to the North Sumatra Province Border has decreased on the road body at Km 605 + 400. The decline is caused by water flow and low carrying capacity soil as well as changing the nature of subgrade to soft or reduced volume due to the shrinkage process. Therefore, it is necessary to review the reduction in road construction and efforts to overcome it by using the  foundation of CAM. This study aimed to analyze the decrease in construction of the road to get the numbers decrease in the tolerance limits. The analysis is conducted to get the decline using the  Plaxis 2D  program. The scope of the research will include analyzing the decrease before and after handling using Foundation of CAM with Width 80 cm, Height 120 cm and distance between foundations 250 cm. The results of the analysis of the decline in existing conditions by using the Plaxis 2D program, obtained a decrease in numbers that is greater than 2.5 cm (tolerance limits) with a period of over 11,36 years in unsafe road body conditions, while the results of the analysis of the decline after handling with the  foundation of CAM using the Plaxis 2D program, obtained a reduction rate that is smaller than 2.5 cm with a period under TV 3,60 years in safe road body conditions. Keywords: Sattlement, Foundation of CAM, Plaxis 2D
PENGARUH PENGGUNAAN AIR SUHU EKSTRIM SEBAGAI BAHAN PEMBENTUK BETON YANG DITAMBAHKAN ADMIXTURES TERHADAP KUAT TEKAN BETON Teuku Budi Aulia
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i2.318

Abstract

Abstrak Perubahan iklim sebagai pemicu pemanasan global merupakan fenomena yang sudah terjadi selama beberapa dasawarsa terakhir. Penggunaan beton sebagai material konstruksi terus meningkat, hampir 60% infrastruktur ketekniksipilan di dunia dibangun menggunakan beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengunaan air bersuhu ekstrim sebagai bahan campuran beton yang ditambahkan admixtures, yaitu accelerator (Sika Cim) dan retarder (Plastiment RTD-01) terhadap kuat tekan beton untuk menghasilkan beton dengan mutu optimal. Air yang digunakan adalah air panas (100ËšC), air dingin (10ËšC), dan air suhu normal (23ËšC). Persentase accelerator dan retarder yang dipakai adalah 0%; 0,25%; 0,50% dan 0,75% dari berat semen dengan faktor air semen (FAS) 0,35; 0,40 dan 0,45. Benda uji silinder standar 15/30 cm berjumlah 135 buah dibuat berdasarkan variasi FAS dan persentase admixtures, masing-masing perlakuan 5 benda uji pada umur pengujian 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan beton dengan campuran air suhu ekstrim yang ditambahkan accelerator dan retarder dapat mempengaruhi kuat tekan beton bila dibandingkan dengan beton tanpa menggunakan admixtures. Kuat tekan beton untuk campuran air dingin mengalami peningkatan tertinggi pada FAS 0,35; 0,40 dan 0,45 pada penambahan accelerator 0,25% sebesar 0,119%; 1,226% dan 2,314% dibandingkan campuran air suhu normal tanpa accelerator; sedangkan untuk campuran air panas mengalami peningkatan kuat tekan tertinggi pada FAS 0,35; 0,40 dan 0,45 dengan penambahan retarder 0,25% sebesar 10,345%; 16,076% dan 23,471% bila dibandingkan dengan campuran air suhu normal tanpa penambahan retarder. Analisis varian menunjukkan bahwa penggunaan air suhu ekstrim dengan penambahan admixture mempunyai pengaruh signifikan terhadap kuat tekan beton pada setiap persentase admixtures dengan nilai optimum dicapai pada persentase 0,25%. Kata kunci: Kuat tekan beton, air suhu ekstrim, admixtures, accelerator, retarder Abstract Climate change as a trigger for global warming is a phenomenon that has been occurring in recent decades. The use of concrete as a construction material has been increasing, almost 60% of the world's civil-engineering infrastructures are made of concrete. The aim of this study is to find out the effect of extreme water temperature as mixing water in concrete which is added by admixtures, i.e., accelerator (SikaCim) and retarder (Plastiment RTD-01) on concrete compressive strength and to obtain its optimum value. Water used was hot water (100°C), cold water (10°C), and normal temperature water (23°C). Accelerator and retarder used were 0%; 0.25%; 0.50% and 0.75% by cement weight with w/c-ratio 0.35; 0.40; and 0.45. The specimens were a standard 15/30 cylinder totaling 135 specimens based on variation of w/c-ratio and percentage of admixtures, each variation has 5 specimens and was tested at 28 days. The results showed that extreme water temperature in concrete using accelerator and retarder affected concrete compressive strength compared to normal concrete without admixtures. The highest increase of compressive strength using both cold water and hot water of w/c-ratio 0.35; 0.40; and 0.45 were at 0.25% of admixtures. They were 0.119%; 1.226% and 2.314% for cold water respectively compared to normal mixing water temperature without accelerator, while for hot water were 10.345%; 16.076% and 23.471% respectively compared to normal mixing water temperature without retarder. Varian analysis showed that extreme temperature of concrete mixed water using admixtures has a significant effect of concrete compressive strength at each percentage admixtures with the optimum value reached at 0.25%. Keywords: concrete compressive strength, extreme water temperature, admixtures, accelerator, retarder
EVALUASI TINGGI EMBANKMENT JALAN PADA TANAH LUNAK DIPERKUAT GEOTEXTILE DAN FONDASI CERUCUK Suyuti Suyuti
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i2.320

Abstract

Abstrak Kalimantan memiliki daratan rendah tanah lunak mencapai kedalaman 25 m. Tanah lunak memiliki kapasitas dukung rendah dan deformasi besar untuk menopang beban-beban. Infrastruktur seperti embankment untuk konstruksi jalan di atas tanah dasar lunak, biasanya direncanakan dengan suatu tinggi rencana, meskipun embankment untuk konstruksi jalan sering runtuh akibat lemahnya kekakukan tanah dasar tersebut. Ada beberapa pedoman teknik telah dipublikasikan bagaimana cara membangun embankment di atas tanah lunak, tetapi pedoman tersebut hanya menunjukkan prosedur kerja konstruksi, di mana ujung pangkal fondasi cerucuk seperti kayu atau bambu adalah diikat dengan cara konvensional. Konstruksi embankment harus memenuhi untuk kriteria stabilitas dan penurunan. Penelitian ini untuk pemenuhan persyaratan stabilitas seperti faktor keamanan embankment dihubungkan dengan kapasitas dukung tanah lunak dengan perkuatan untuk mengevaluasi tinggi embankment disediakan dengan beberapa formula empiris berdasarkan aturan geoteknik. Hasil simulasi perhitungan diperoleh tinggi embankment kritis Hcr sebesar 1,06 m untuk kohesi tanah cu sebesar 11,5 kN/m2 dan Hcr sebesar 1,70~1,73 m untuk kohesi cu sebesar 17,5 kN/m2 dengan fondasi cerucuk berjarak s sebesar 10D. Variasi susunan cerucuk berjarak s of 3,3D memberikan nilai signifikan kapasitas dukung batas dan konstruksi embankment lebih tinggi, hal ini adalah tidak memberikan nilai signifikan oleh indeks plastisitas tanah. Kata kunci: tinggi embankment, tanah lunak, geotextile, fondasi cerucuk  Abstract Kalimantan island has lowlands of soft soil in down depth 25 m. The soft soil has low bearing capacity and large deformation to support loads. Infrastructure such as embankment for road construction on the soft soil, it is usually planned by a height target. However, the embankment for road construction is often collapsed due to weak stiffness of soil subgrade. Therefore, the local government has been used geotextile and installed timber pile for reinforcing the soft soil.  There are several technique guidelines published how to build embankment on soft soil, but that guidelines are only shown the prosedure for working the construction. The soft soil installed timber pile perior to lay geotextile and construct an embankment. Where the top of cerucuk foundation such as timber or bamboo is tied by conventional system. The embankment construction have to satisfy for stability and settlement criteria. In this research, the stability requirement such as factor of safety of embankment is conducted by bearing capacity of soft soil with reinforcement to evaluated a critical height of its embankment, which is provided by several empirical formula based on rule of geotechnics. The simulation results were obtained critical height of embankmentt Hcr of 1,06 m for soil cohesion cu of 11,5 kN/m2 and Hcr of1,70 ~ 1,73 m for cohesion cu of 17,5 kN/m2 with cerucuk foundation on spacing s of 10D. Variation of rearrange of cerucuk spacing s of 3,3D are given significant values of ultimate bearing capacities, and more heighly of embankment construction, it is not given a significant value by plasticity index of soil. Keywords: Embankment height, soft soil, geotextile, cerucuk foundation

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026) Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025 Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September) Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024 Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024 Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023 Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023 Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022 Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022 Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021 Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021 Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020 Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1 Vol. 9 No. 2 (2019): Volume 9, Nomor 2, September 2019 Vol. 9 No. 1 (2019): Volume 9, Nomor 1, Maret 2019 Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018 Vol. 8 No. 1 (2018): Vol 8 Nomor 1, Maret 2018 Vol. 7 No. 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017 Vol. 7 No. 1 (2017): Vol 7 No 1 Maret 2017 Vol. 6 No. 1 (2016): Volume 6 Nomor 1 (2016), Teras Jurnal, Vol 6 No 1, Maret 2016 Vol. 6 No. 2 (2016): Volume 6 Nomor 2, September 2016 Vol. 5 No. 2 (2015): TERAS JURNAL Vol.5, No.2, September 2015 Vol. 5 No. 1 (2015): TERAS JURNAL, Vol. 5, No. 1, Maret 2015 Vol. 4 No. 2 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.2, SEPTEMBER 2014 Vol. 4 No. 1 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.1, MARET 2014 Vol. 3 No. 2 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No 2, September 2013 Vol. 3 No. 1 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No.1, Maret 2013 Vol. 2 No. 4 (2012): Teras Jurnal, Vol 2, No 4, Desember 2012 Vol. 1 No. 1 (2011): Teras Jurnal, Vol.1, No.1, Maret 2011 More Issue