cover
Contact Name
Wesli
Contact Email
wesli@unimal.ac.id
Phone
+62811671918
Journal Mail Official
teras.jurnal@unimal.ac.id
Editorial Address
Civil Engineering Department, Universitas Malikussaleh,Main Campus of Universitas Malikussaleh Jl. Medan-Banda Aceh, Cot Tengku Nie, Reuleut, North Aceh District, Aceh, Indonesia Email: teras.jurnal@unimal.ac.id
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20880561     EISSN : 25021680     DOI : https://doi.org/10.29103/tj.v16i2.1360
Core Subject :
Focus and Scope Teras Jurnal - Jurnal Teknik Sipil is a journal that communicates the results of research within the scope of civil engineering and scientific development as well as aspects of practitioners. The process of manuscript submission is open throughout the year. All submitted manuscript will be screened with double-blind peer review and editorial review before they are accepted to publish. Teras Jurnal receives a manuscript from the following area below civil engineering science and development with the interdisciplinary and multidisciplinary approach: Building Materials and Structures Constructions Technology Constructions Economy and Management Earthquake Engineering Environmental Engineering Renovation of Buildings Geotechnical Engineering Highway Engineering Hydraulic and Hydraulic Structures Road and Bridge Engineering Structural Engineering Surveying and Geo-Spatial Engineering Transportation Engineering Tunnel Engineering Urban Engineering and Economy Water Resources Engineering Urban Drainage
Arjuna Subject : -
Articles 441 Documents
PENELUSURAN BANJIR MENGGUNAKAN METODE LEVEL POOL ROUTING PADA WADUK KOTA LHOKSEUMAWE Amalia Amalia; Wesli Wesli
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 5 No. 1 (2015): TERAS JURNAL, Vol. 5, No. 1, Maret 2015
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v5i1.2

Abstract

Kota Lhokseumawe merupakan suatu dataran rendah di pesisir utara Provinsi Aceh yang dipengaruhi kondisi pasang-surut air laut sehingga harus dijaga kekeringannya dengan membangun tanggul dan sistem drainase. Salah satu sistem yang dibangun untuk menanggulangi kondisi ini adalah dengan membangun tempat penampungan air sementara yang disebut waduk atau reservoir. Untuk mengetahui efektivitas reservoir sebagai bangunan pengendali banjir dilakukan dengan analisis penelusuran banjir menggunakan Metode Level Pool Routing. Metode ini diperlukan untuk mengetahui jumlah debit maksimum yang mampu ditampung reservoir. Dengan jumlah debit yang tertampung tersebut dapat dilakukan komparasi terhadap debit hasil analisis hidrologi menggunakan Metode Rasional. Metode ini diperlukan untuk memperoleh debit limpasan yang mengalir dari kota Lhokseumawe ke reservoir. Berdasarkan hasil analisis menggunakan Metode Level Pool Routing, didapatkan bahwa volume tampungan maksimum sebagai kapasitas reservoir adalah sebesar 1023440,987 m3 dengan jumlah debit maksimum yang ditampung oleh reservoir adalah sebesar 856,49 m3/det. Sedangkan debit limpasan dengan periode ulang 5 tahun yang dihitung menggunakan Metode Rasional adalah sebesar 42,17 m3/det. Dari hasil komparasi kedua metode tersebut dapat disimpulkan bahwa saat kondisi hujan reservoir hanya mampu menampung jumlah debit yang mengalir dari Kota Lhokseumawe selama 6,74 jam saja dengan mengasumsikan semua aliran mengalir dengan lancar.Kata Kunci: Banjir, Level Pool Routing, Reservoair
AKSESIBILITAS JEMBATAN PENYEBERANGAN ORANG (JPO) BAGI PENYANDANG DIFABEL DI KOTA BANDA ACEH MENURUT PERSEPSI MASYARAKAT Muhammad Isya; Irin Chaisarina
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 5 No. 1 (2015): TERAS JURNAL, Vol. 5, No. 1, Maret 2015
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v5i1.3

Abstract

Transportasi merupakan kegiatan memindahkan orang/barang dari suatu tempat ke tempat lain. Fasilitas yang digunakan termasuk sarana dan prasarana transportasi yang fungsinya harus dapat digunakan oleh semua orang tanpa kecuali penyandang difabel. Untuk itu, studi tentang penyediaan kelengkapan prasarana untuk penyandang difabel dirasa perlu untuk dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sejauh mana kelengkapan jembatan penyeberangan orang yang mudah digunakan oleh penyandang difabel serta mengetahui kondisi dan alternatif penanganan aksesibilitas jembatan penyeberangan orang terhadap penyandang difabel berdasarkan persepsi masyarakat dan instansi terkait. Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan pengamatan secara langsung di lapangan, membagikan kuesioner untuk mengetahui persepsi responden dan wawancara kepada para key informant. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara deskriptif. Data hasil kuesioner diolah menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jembatan penyeberangan orang di Jalan Tgk. Daud Beureueh dalam kondisi tidak baik bagi penyandang difabel. Hasil kajian juga menyarankan agar pada masa yang akan datang agar pengambil keputusan sudah seharusnya mengakomodasi kebutuhan akan para difabel untuk dapat menggunakan jembatan penyeberangan secara mandiri dengan memberikan akses sebaik mungkin dan melengkapi fasilitas.Kata-kata Kunci: Jembatan Penyeberangan Orang, Difabel, Aksesibilitas, Jalan Tgk. Daud Beureueh, Persepsi.
HUBUNGAN NILAI CBR DAN SAND CONE LAPISAN PONDASI BAWAH PADA PERKERASAN LENTUR JALAN Said Jalalul Akbar; Burhanuddin Burhanuddin; Jufriadi Jufriadi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 5 No. 1 (2015): TERAS JURNAL, Vol. 5, No. 1, Maret 2015
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v5i1.4

Abstract

Lapisan podasi bawah konstruksi sebuah jalan merupakan salah satu faktor yang sangat berperan dalam menentukan kestabilan (kekuatan) dari kostruksi jalan. Besaran nilai daya dukung lapis pondasi bawah sangat dipengaruhi (ditentukan) oleh besar atau kecilnya nilai CBR dari lapis tersebut. Nilai daya dukung subbase didapat dengan menggunakan alat uji CBR. Sand cone digunakan untuk menguji kepadatan dari lapisan lapisan pondasi bawah. Metode yang digunakan adalah dengan cara melakukan pengujian langsung di lapangan untuk memperoleh nilai CBR lapangan. Sedangkan untuk memperoleh nilai sand cone dengan cara mengambil langsung material dari lapangan yang telah dipadatkan dengan menggunakan alat uji sand cone kemudian dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Pelaksanaan pengujian mengikuti prosedur-prosedur pengujian sesuai standar yang berlaku baik yang dikeluarkan oleh bina marga maupun oleh AASTHO. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan (kolerasi) nilai CBR dan nilai Sand cone terhadap ketebalan lapisan pondasi bawah pada sebuah kontruksi jalan. Berdasarkan hasil tes CBR nilai yang didapat antara 60,27 % s.d 72,87 % sedang Sand Cone antara 59,88 % s.d 62,71 %. Setelah dirata-ratakan nilai CBR dan Sand Cone menjadi 62,48 % dan 60,44 %. Dari hasil pengujian korelasi Product Moment diperoleh nilai korelasi sebesar -0,225. Hal ini menunjukkan hubungan yang negatif antara nilai CBR dan Sand Cone. Selanjutnya dari hasil uji signifikansi koefisien korelasi diperoleh nilai t hitung = -0,730, nilai t hitung ini lebih kecil dari t tabel = 2,228 dengan derajat kebebasan 12 -2 = 10 dan taraf kesalahan 5 % untuk uji 2 pihak, jadi dapat disimpulkan Ho diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti tidak terdapat korelasi yang signifikan antara nilai CBR dan Sand Cone.Kata kunci: CBR, Sand Cone, dan Korelasi Product Moment
OPTIMASI SIMPANG BERSINYAL JALAN MERDEKA KOTA LHOKSEUMAWE Mulizar Mulizar
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 5 No. 1 (2015): TERAS JURNAL, Vol. 5, No. 1, Maret 2015
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v5i1.5

Abstract

Optimasi simpang bersinyal dimaksudkan untuk mengoptimalkan kinerja suatu jaringan jalan khususnya pada persimpangan bersinyal. Salah satu bentuk optimasi adalah melakukan sinkronisasi simpang bersinyal sehingga diperoleh suatu sistem koordinasi antar simpang bersinyal. Sistem ini bertujuan untuk mengurangi waktu tunda dan waktu berhenti kendaraan. Setelah melakukan antrian waktu merah pada salah satu persimpangan, kendaraan diharapkan akan memperoleh waktu hijau pada persimpangan berikutnya. Sistem demikian belum diterapkan di Jalan Merdeka Kota Lhokseumawe. Sebagai jalan utama pada pada lintasan tersebut ada tiga persimpangan bersinyal yaitu, Simpang BI (simpang I), Simpang Empat (simpang II) dan Simpang BPD (simpang III). Akibat belum adanya koordinasi antar ketiga persimpangan tersebut, sering kendaraan yang baru lolos dari simpang I harus berhenti dan menunggu fase hijau lagi pada simpang II dan sebaliknya. Hal yang sama juga terjadi antara simpang II dan simpang III sehingga antrian, waktu tundaan dan waktu berhenti yang panjang terutama pada jam puncak tidak dapat dihindari. Berdasarkan kondisi tersebut maka dilakukan studi untuk memperbaiki kinerja simpang tersebut dengan cara melakukan optimasi lampu lalulintas persimpangan. Ada dua metode yang digunakan pada optimasi ini, yaitu Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) untuk pengolahan data lalulintas, sementara untuk optimasi menggunakan bantuan perangkat lunak Transyt 14 berpedoman pada metode yang dikembangkan oleh TRRL (Transport and Road Research Laboratory) Inggris. Transyt 14 digunakan untuk mengevaluasi kinerja persimpangan pada kondisi eksisting dan sebagai alat bantu proses optimasi untuk koordinasi persimpangan dengan panjang antrian, waktu tunda, jumlah henti sebagai parameter utama. Hasil optimasi dibandingkan kondisi eksisting diperoleh waktu siklus 81 detik, antrian berkurang 14,15%, waktu tunda berkurang 44,60%, jumlah henti turun 36,23% dan tingkat pelayanan dapat ditingkatkan dari D menjadi C.Kata kunci: Optimasi, Simpang Bersinyal, Transyt 14
PENGARUH PENGETAHUAN BERKENDARAAN TERHADAP PERILAKU PENGENDARA SEPEDA MOTOR MENGGUNAKAN STRUCTURAL EQUATION MODEL (SEM) Wesli Wesli
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 5 No. 1 (2015): TERAS JURNAL, Vol. 5, No. 1, Maret 2015
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v5i1.6

Abstract

Keselamatan dalam berlalu lintas sangat dipengaruhi oleh perilaku pengendara sepeda motor. Salah satu aspek indicator perilaku adalah pengetahuan tentang rambu-rambu lalulintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengetahuan tentang rambu lalu lintas terhadap perilaku pengendara sepeda motor pada kecelakaan lalu lintas. Selain variable pengetahuan rambu lalu lintas juga diteliti variable disiplin pengendara, perawatan kenderaan. Pada penelitian ini digunakan model analisis Structural Equation Model (SEM) dengan Analisis Konfirmatori Faktor (CFA) yang dibantu dengan software Analisis Moment Of Structure (AMOS) 20.0. Kuesioner diberikan kepada 190 responden. Karakteristik responden 54,3 berjenis kelamin laki-laki, 55,7% perempuan, usia responden 15-50 tahun. 48,1% adalah pelajar/mahasiswa. Hasil penelitian menggambarkan bahwa pengetahuan pengendara sepeda motor berpengaruh sebesar 16,2% terhadap perilaku pengendara dengan nilai critical ratio sebesar 2,033 dan nilai p-value 0,04 jadi dapat disimpulkan bahwa variabel yang dibentuk faktor perilaku pengemudi terhadap kecelakaan lalu lintas diperoleh nilai loading factor sebesar 0,749 dengan p-value signifikan maka dapat menjelaskan kondisi aktual kecelakaan lalu lintas .Kata kunci : Pengetahuan rambu, perilaku pengendara, kecelakaan lalu lintas
PENGARUH PENGGUNAAN ABU SERBUK KAYU TERHADAP KUAT TEKAN DAN DAYA SERAP AIR PADA PAVING BLOCK Lis Ayu Widari
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 5 No. 1 (2015): TERAS JURNAL, Vol. 5, No. 1, Maret 2015
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v5i1.7

Abstract

Paving block terdiri dari campuran semen, air dan agregat halus. Ketika semen dicampur dengan air maka proses hidrasi semen menghasilkan kalsium silikat hidrat (CSH), panas dan kalsium hidroksida (Ca(OH)2). Unsur Ca(OH)2 bersifat basa kuat sehingga menurunkan kuat tekan paving block. Unsur tersebut dapat direaksikan kembali dengan pozzoland untuk menghasilkan unsur CSH kembali. Namun dengan biaya yang relatif mahal, timbul inovasi baru untuk mengolah limbah yang memiliki unsur yang sama dengan pozzolan yaitu silika seperti limbah serbuk kayu. Limbah serbuk kayu merbau diolah dengan dibakar menggunakan furnace suhu 800°c. Abu yang dihasilkan diayak dengan menggunakan saringan no 200. Benda uji dicetak menggunakan mesin press vibrasi dengan variasi penambahan 10%, 15%, 20%, dan 25% dan direndam selama 28 hari. Kuat tekan rata-rata yang dihasilkan pervariasinya adalah 11,979 Mpa, 13,281 Mpa, 14,792 Mpa dan 13,594 Mpa. Dengan daya serap air 4,345%, 3,529%, 2,555% dan 3,063%. Paving block dengan penambahan abu serbuk kayu mengalami penurunan kuat tekan dari paving block normal yaitu 17,760 Mpa. Paving block tersebut termasuk katagori mutu C, bisa digunakan untuk pejalan kaki. Sehingga perlu dilakukannya penelitian lanjutan untuk variasi penambahan dan jenis kayu lainnya untuk mendapatkan paving block dengan mutu yang lebih baik.Kata Kunci : abu serbuk kayu, kuat tekan, daya serap air, dan paving block.
PEMODELAN TARIKAN PERJALANAN PADA UNIVERSITAS AL MUSLIM BIREUEN Hamzani Hamzani
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 5 No. 1 (2015): TERAS JURNAL, Vol. 5, No. 1, Maret 2015
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v5i1.8

Abstract

Sebagai salah satu area tata guna lahan, pusat kegiatan pendidikan mempunyai intensitas yang cukup tinggi dalam menarik pergerakan, Universitas Almuslim (Unimus) sebagai pusat pendidikan yang berada di kota Matang Glumpangdua Kabupaten Bireuen memberi pengaruh besar terhadap arus pergerakan manusia dan menimbulkan tarikan perjalanan yang berimplikasi pada peningkatan volume lalu lintas. Untuk itu diperlukan kajian mengenai besarnya tarikan perjalanan yang ditimbulkan oleh pusat pendidikan tersebut. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui komposisi jenis angkutan dan memodelkan tarikan perjalanan menuju pusat pendidikan. Data primer diperoleh melalui survey tarikan perjalanan, sedangkan data sekunder diperoleh dari administrasi pusat pendidikan berupa data variabel indepeden yaitu luas total lahan, luas lantai aktivitas, luas areal parkir, jumlah mahasiswa, dan jumlah karyawan dan dosen. Hasil analisis penggunaan jenis angkutan menuju Unimus menunjukkan 97,41% menggunakan jenis angkutan sepeda motor, 1,92% mobil, dan 0,67 becak. Dari hasil analisis regresi diperoleh persamaan untuk tarikan perjalanan 1 hari yaitu Y1 = 451,28 + 0,07 .X4 (R2 = 0,960), untuk satu jam puncak pagi Y2 = 43,96 + 0,02 .X4 (R2 = 1,000), dan untuk satu jam puncak siang/sore Y3 = 67,15 + 0,08 .X4 (R2 = 0,887) dimana ketiga persamaan tersebut dipengaruhi oleh variabel independen X4 (jumlah mahasiswa).Kata Kunci: tarikan perjalanan, bangkitan perjalanan, pusat pendidikan
ANALISA KAPASITAS SALURAN PRIMER TERHADAP PENGENDALIAN BANJIR (Studi Kasus Sistem Drainase Kota Langsa) Fachrizal Fachrizal; Wesli Wesli
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 5 No. 1 (2015): TERAS JURNAL, Vol. 5, No. 1, Maret 2015
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v5i1.9

Abstract

Banjir dan genangan air seringkali terjadi di beberapa wilayah di Kota Langsa, hal ini sering menimbulkan kerugian berupa terganggunya aktivitas masyarakat, terganggunya arus lalu lintas (kemacetan) dan kerugian material. Kawasan permukiman Sungai Paoh Kecamatan Langsa Barat dengan luas area 19.532 Ha, sering terjadi banjir genangan khususnya pada musim penghujan. Hal ini disebabkan oleh kondisi saluran drainase eksisting yang ada saat ini tidak dapat menampung atau mengalirkan debit limpasan air hujan. Penelitian dilakukan dengan cara menganalisis kapasitas saluran eksisting sehingga nantinya diperoleh kesesuaian kapasitas saluran drainase dengan debit banjir rencana. Metode perhitungan analisis curah hujan rencana menggunakan metode Gumbel, Log Person Type III, dan Log Normal dimana curah hujan tahunan maksimum rata-rata menggunakan data dari Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian Kota Langsa. Intensitas curah hujan dihitung menggunakan metode Mononobe, sedangkan debit banjir rencana dihitung menggunakan metode Rasional, dari hasil perhitungan debit banjir rencana dapat ditentukan kemampuan saluran drainase eksisting dalam mengalirkan debit banjir. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh kapasitas saluran drainase eksisting sudah tidak mampu menampung atau mangalirkan debit banjir rencana, oleh karena itu perlu dilakukan pembesaran dimensi saluran sesuai dengan debit banjir rencana periode ulang sepuluh tahunan. Berdasarkan debit banjir rencana saluran drainase pias-I sebesar (QT) 4.314 m3/detik, dan saluran drainase pias-II sebesar (QT) 5.318 m3/detik, maka diperoleh dimensi saluran drainase pias-I dengan lebar saluran 3.50 m, kedalaman air 1.48 m, dengan kemiringan saluran 0.000347, sedangkan dimensi saluran drainase pias-II dengan lebar saluran 3.50 m, kedalaman air 1.73 m, dengan kemiringan saluran 0.000347.Kata Kunci : Banjir, Kapasitas Saluran, Dimensi Saluran
PENGARUH SUBSTITUSI AGREGAT KASAR DENGAN PECAHAN BATU BATA KLINKER TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL Yulius Rief Alkhaly
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 5 No. 2 (2015): TERAS JURNAL Vol.5, No.2, September 2015
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v5i2.10

Abstract

Batu-bata klinker merupakan hasil dari produksi bata merah, namun mengalami kelebihan suhu saat proses pembakaran yang membuat bentuk dan ukurannya menjadi tidak beraturan. Batu bata ini tidak dapat digunakan sebagai bahan bangunan dan menjadi limbah yang dibuang. Selain berbobot ringan dan berwarna lebih gelapdari bata normal, kondisi fisik bata klinker lebih keras sehingga berpotensi dijadikan sebagai agregat pada pembuatan beton. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui besarnya kuat tekan beton normal pada substitusi agregat kasar dengan batu bata klinker. Sampel beton untuk pengujian kuat tekan berbentuk silinder dengan ukuran 150mm x 300mm, berjumlah sebanyak 20 benda uji. Adukan beton dibuat berdasarkan faktor air semen 0,48, dan variasi substitusi bata klinker yaitu sebanyak 0%, 25%, 50% dan 100% terhadap volume absolut adukan. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan beton normal (BN) pada nilai slump 6,5 cm didapat sebesar 22,54 MPa, untuk beton klinker 25% (BK1) dengan slump 5 cm didapat kuat tekan 22,30 MPa, untuk beton klinker 50% (BK2) dengan slump 6 cm didapat kuat tekan 21,86 MPa, dan untuk beton klinker 100% (BK3) dengan slump 5,5 cm didapat kuat tekan 21,74 MPa. Dari segi berat volume beton, BN memiliki bobot sebesar 2329,09 kg/m3, sedangkan untuk BK1, BK2 dan BK3 berturut-turut berbobot 2262,34 kg/m3, 2210 kg/m3, 2122,50 kg/m3. Penurunan bobot ini berkisar 2,87% - 8,87% dari bobot BN. Hasil penelitian memberi gambaran bahwa kuat tekan beton beragregat bata klinker masih dalam katagori kuat tekan yang disyaratkan, dan bobotnya lebih ringan dibanding beton normal. Berdasarkan hasil ini diketahui bata klinker berpotensi sebagai agregat kasar untuk pembuatan beton normal untuk aplikasi struktural.Kata kunci: Agregat kasar, batu bata klinker, kuat tekan, beton normal.
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN JALAN (Studi Kasus Jalan Medan-Banda Aceh km 254+800 s.d km 256+700) Lis Ayu Widari; Said Jalalul Akbar; Rizky Fajar
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 5 No. 2 (2015): TERAS JURNAL Vol.5, No.2, September 2015
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v5i2.11

Abstract

Jalan raya Medan-Banda Aceh adalah jalan raya lintas sumatera yang berupa jalan dua lajur dua arah tak terbagi (2/2 UD) yang menghubungkan antar kota baik dalam provinsi dan diluar provinsi. Peningkatan volume lalu lintas harus di imbangi dengan peningkatan tingkat pelayanan jalan. Hasil volume lalu lintas harian rata-rata yang didapatkan selama 3 hari, untuk hari minggu 1240 smp/jam hari senin 1048 smp/jam dan hari jumat 1168 smp/jam. Volume puncak selama 3 hari terjadi pada sore hari pada pukul 17.00-18.00 WIB. Sebagian besar jenis kendaraan yang mendominasi pada Jalan Medan-Banda Aceh km 254+800 s.d 256+700 adalah kendaraan ringan (LV) dan sepeda motor (MC) yaitu volume totalnya 14206 smp/hari dan 13068,3 smp/hari sedangkan volume total kendaraan berat (HV) adalah 3844,4 smp/hari. Kecepatan rata- rata kendaraan setempat pada sore hari lebih lambat dari pagi hari karena volume lalu lintas puncak terjadi pada sore hari. Total kecepatan rata-rata hari minggu dan senin yaitu 44,19 km/jam dan 42,19 km/jam lebih besar dari kecepatan arus bebas menurut MKJI yaitu 40,49 km/jam yang berarti dalam segi ini masih dalam kategori aman. Kapasitas jalan sebesar 2802,38 smp/jam. Derajat kejenuhan yang diperoleh yaitu 0,36 < 0,75 masih berada dalam level aman (MKJI 1997) serta menunjukkan juga bahwa tingkat pelayanan jalan (Level of Service/LOS) yang diperoleh dalam kategori kelas B yaitu arus lalu lintas masih stabil tapi kecepatan mulai terbatas.Kata Kunci: volume lalu lintas, kecepatan rata-rata, derajat kejenuhan

Page 1 of 45 | Total Record : 441


Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026) Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025 Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September) Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024 Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024 Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023 Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023 Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022 Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022 Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021 Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021 Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020 Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1 Vol. 9 No. 2 (2019): Volume 9, Nomor 2, September 2019 Vol. 9 No. 1 (2019): Volume 9, Nomor 1, Maret 2019 Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018 Vol. 8 No. 1 (2018): Vol 8 Nomor 1, Maret 2018 Vol. 7 No. 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017 Vol. 7 No. 1 (2017): Vol 7 No 1 Maret 2017 Vol. 6 No. 1 (2016): Volume 6 Nomor 1 (2016), Teras Jurnal, Vol 6 No 1, Maret 2016 Vol. 6 No. 2 (2016): Volume 6 Nomor 2, September 2016 Vol. 5 No. 2 (2015): TERAS JURNAL Vol.5, No.2, September 2015 Vol. 5 No. 1 (2015): TERAS JURNAL, Vol. 5, No. 1, Maret 2015 Vol. 4 No. 2 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.2, SEPTEMBER 2014 Vol. 4 No. 1 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.1, MARET 2014 Vol. 3 No. 2 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No 2, September 2013 Vol. 3 No. 1 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No.1, Maret 2013 Vol. 2 No. 4 (2012): Teras Jurnal, Vol 2, No 4, Desember 2012 Vol. 1 No. 1 (2011): Teras Jurnal, Vol.1, No.1, Maret 2011 More Issue