cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
INFORMASI
ISSN : 01260650     EISSN : 25023837     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
INFORMASI is an academic journal that centered in communication, is open and welcoming to contributions from the many disciplines and approaches that meet at the crossroads that is communication study. We are interested in scholarship that crosses disciplinary lines and speaks to readers from a range of theoretical and methodological perspectives. In other words, INFORMASI will be a forum for scholars when they address the wider audiences of our many sub-fields and specialties, rather than the location for the narrower conversations more appropriately conducted within more specialized journals. INFORMASI published twice a year (June and December) in Bahasa Indonesia or English.
Arjuna Subject : -
Articles 302 Documents
PEMBANGUNAN PERTANIAN YANG BERPIHAK PADA PETANI Harsono, Dwi
Informasi Vol 35, No 2 (2009): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.264 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v2i2.6393

Abstract

Indonesia adalah negara agraris tapi sektor pertanian justru menjadikan para petani sebagai buruh di lahan sendiri. Saat ini petani menjadi pekerjaan yang dipandang sebelah mata dan profesi kelas dua di masyarakat Indonesia. Kondisi tersebut berakibat pada semakin ditinggalkannya sektor pertanian oleh angkatan kerja karena memiliki masa depan kurang menguntungkan. Masalah pertanian di Indonesia disebabkan oleh kebijakan pertanian yang lebih memfokuskan pada peningkatan produksi pertanian dan kurang memperhatikan kualitas hidup para petani. Keberpihakan pada petani sangat kurang dan nilai tambah pertanian justru tidak dinikmati para petani. Alih-alih meningkatkan produksi yang terjadi justru semakin terpuruknya sektor pertanian maupun petani. Nilai tambah pertanian harus dinikmati oleh petani sehingga kehidupannya menjadi semakin baik dan proses produksi tetap berlanjut. Petani semakin terberdayakan karena aktivitasnya bukan lagi bersifat subsisten tapi menjadi lebih maju. Kebijakan ini tidak akan berhasil apabila tidak ada political will dari pemerintah untuk memperbaiki kehidupan petani. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan ini mencakup lintas wilayah, sektor, dan pelaku. Kata Kunci : Pembangunan, pertanian, petani
MEMBERDAYAKAN INDUSTRI KECIL DENGAN KOPERASI (Suatu Prom Koperasi INTAKO Sidoarjo Jawa Timur) Nurhadi nurhadi
Informasi Vol 26, No 1 (1998): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3874.948 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.6755

Abstract

Pertumbuhan ekonomi yang dikehendaki dalam pembangunan nasional adalah pertumbuhan yang dibarengi dengan proses pemerataan. Untuk itu, pemerintah masih tetap diperlukan untuk berpihak pada golongan ekonomi lemab dan koperasi. Kendala umum yang dihadapi oleb koperasi adalah kurangnya tenaga trampil dan profesional, lemahnya manajemen, dart. kekurangan modal. Dengan lahirnya UU No. 25 Tahun 1992, diharapkan koperasi bisa lebilv dapat berkembang, sebab mengenai kemandirian dan pendidikan koperasi mendapat perhatian secara lebih intens. Selain itu, untuk memupuk pertumbuhan koperasi perlu adanya kesamaan persepsi dan langkah yang koordinatif dari instansi-instansi yang terkait dalam menerjemahkan kebija­kan pemerintah pusat.
Masyarakat Madani, Muhammadiyah, dan Politik Sardiman, Sardiman
Informasi Vol 28, No 1 (2000): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2142.709 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v28i1.7190

Abstract

Memahami keterikatan. antara masyarakat madani, Muhammadi­yah, dan politik merupakan hal yang menarik. Muhammadiyali yang telah mengikrarkan sebagai organisasi sosial keagamaan kemudian harus dihadapkan kepada wacana masyarakat madani dan persoalan politik. Karena itu tulisan ini bertujuan untuk menganalisls keterkait­ an antara masyarakat madani, Muhammadiyah dan persoalan politik. Melalui analisis kritis dan dengan pendekatan sosiologis dicoba membedali konsep masyarakat madani untuk kemudlan dikaitkan de­ngan paradigma perjuangan Muhammadiyah, Dari sini topangan fakta-fakta yang ada dianalisis untuk memahami keterkaitannya de­ngan dinamika politik di Indonesia. Masyarakat madani merupakan format kehidupan masyarakat yang memberi ruang publik secara bebas, bersifat egaliter dan de­mokratis. Hat ini sesuai dengan sifat dan ciri perjuangan Muham­madiyan sebagai organisasi sosial keagamaan yang tidak doktriner, lebih bersifat egaliter, dan tidak terfokus pada seorallg pemimpin. Strategi pemberdayaan umat dengan ciri-ciri yang demikian itu, Mu­hammadiyah tidak dapat sepenuhnya lepas dari persoalan politik. Muhammadiyah bukan organisasi politik tetapi sering memberikan sentuhan-sentuhan politik, termasuk high politics.
KONSTRUKSI MEDIA DALAM PEMBERITAAN KONTRA TERORISME DI INDONESIA Mubarok Mubarok; Diah Wulandari
Informasi Vol 48, No 1 (2018): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.496 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v48i1.18620

Abstract

In various parts of the world terror events and the perpetrators became news materialof interest to the media. The news about terrorism is also a part of the constructionprocess. It is no less important in the effort to eliminate terrorism in Indonesia is acounterterrorism movement that emphasizes aspects of prevention rather than theact of terror. This study aims to see how the mass media in Indonesia to constructcounterterrorism messages. The paradigm of this research is a constructivist paradigmthat differs from other paradigms in epistimology, ontology, axiology, and methodology.Framing analysis, as an analytical technique in this study, belongs to the paradigm ofconstructivism. This research uses framing analysis method of Pan and Kosicki. Theresults showed Framing Detik.com emphasized the news hardnews in the news ofterrorism during the year 2017. Metrotvnews.com put forward the testimony of thenews with resource persons manta perpetrators of terror as a counterterrorism effort.Kompas.com put forward the ofcial source of the police and BNPT in constructing themessage kontraterosime. Viva.co.id praised the police performance and emphasized theaspect of lone wolf (single terrorist) as the exception of structured terrorism handling  Di berbagai belahan dunia peristiwa teror dan pelakunya menjadi bahan berita yang menarik bagi media. Pemberitaan tentang terorisme juga merupakan bagian yang tidak terlepas dari proses konstruksi. Hal yang tidak kalah penting dalam upaya menghapus terorisme di Indonesia adalah gerakan kontraterorisme yang menekankan aspek pencegahan daripada penindakan terror. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana media massa di Indonesia melakukan konstruksi pesan kontraterorisme. Paradigma penelitian ini adalah paradigma konstruktivis yang berbeda dengan paradigma lain dalam hal epistimologi, ontology, aksiologi, dan methodology (Guba dan Lincoln 2005). Analisis framing, sebagai teknik analisis dalam penelitian ini, termasuk ke dalam paradigm konstruktivisme. Penelitian ini menggunakan metode analisis framing Pan dan Kosicki. Hasil penelitian menunjukkan Framing Detik.com menekankan pemberitaan hardnews dalam pemberitaan terorisme selama tahun 2017. Metrotvnews.com mengedepankan testimony pemberitaan dengan narasumber manta pelaku terror sebagai upaya kontraterorisme. Kompas.com mengedepankan sumber resmi dari kepolisian dan BNPT dalam mengkonstruksi pesan kontraterosime. Viva.co.id memuji kinerja kepolisian dan menekankan aspek lone wolf (teroris tunggal) sebagai pengecualian penangan terorisme yang terstruktur.
REVITALISASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Sudrajat sudrajat
Informasi Vol 39, No 2 (2013): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.526 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v0i2.4442

Abstract

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat plural yang multikultur. Menurut Suryadinata (Farida Hanum, 2012) Indonesia terdiri atas kurang lebih 600 suku bangsa dengan identitasnya masing-masing serta kebudayaannya yang berbeda-beda. Selain dari kehidupan suku-suku tersebut yang terkonsentrasi pada daerah-daerah tertentu, terjadi pula konsentrasi suku-suku di tempat lain karena migrasi atau karena mobilisasi penduduk yang cepat. Melalui sensus tahun 2000 tercatat 101 suku bangsa di Indonesia dengan jumlah total penduduk 201.092.238 jiwa. Dengan kenyataan tersebut, maka Indonesia merupakan negara multikultur apalagi bila ditambah dengan migran atau warga keturunan. Sebagai sebuah entitas, multikultur merupakan sebuah keniscayaan, sebabnya adalah setiap manusia pasti mempunyai perbedaan yang mencirikan antara manusia satu dengan lainnya.
PENTINGNYA PENDIDIKAN ANTI KEKERASAN BAGI ANAK SD DALAM MEWUJUDKAN WARGA NEGARA YANG BAIK Sigit dk
Informasi Vol 36, No 1 (2010): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.896 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.5665

Abstract

Kekerasan  yang terjadi di Indonesia dari hari ke sehari angkanya semakin meningkat, kekerasan itu terjadi terhadap perempuan, anak-anak,  dan kekerasan  biasanya  lebih  banyak dalam rumah tangga (KDRT). Data yang dilansir Komnas Perempuan paska diundangkan UU-PKDRT tahun 2004 menunjukkan angka yang sangat memprihatinkan. Oleh karena itu masalah  kekerasan terhadap istri (KTI)  tahun 2004 mencapai 1.782 kasus, sedang tahun 2005 terdapat 4.889 kasus, dan tahun 2007  mencapai 17.772 kasus  dan angka tersebut cenderung meningkat (Kedaulatan Rakyat 29 Nov. 2008; 1). Dalam peringatan 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan yang dimulai tanggal 25 November 2008 sampai dengan 10 Desember 2008, hari AIDS 1 Desember dan hari Hak Azasi Manusia (HAM)  jatuh  pada tanggal 10 Desember masih terdapat kekerasan masif,  dan agaknya bangsa ini perlu meratifikasi kembali pelbagai kekerasan yang terjadi di Indonesia. Kekerasan virtual juga disuguhkan di layar TV melalui film anak-anak seperti Naruto, Avatar dan media elektronika melalui komputer, geme onliene dan tersosialisasi pada anak-anak SD (Sekolah Dasar).  Akibatnya anak-anak SD akrab dengan kekerasan dan mengimplementasikan dalam bentuk perilaku yang distruktif. Melalui Pendidikan anti kekerasan diharapkan dapat memberikan secercah harapan agar generasi muda khususnya anak SD menjadi warga negara yang baik, cinta damai mengasihi sesama mengabdikan diri pada anti kekerasan.   Kata Kunci: Pendididikan, Kekerasan, Sekolah Dasar.  
PERAN VISI BAGI PEMIMPIN ORGANISASI DI TENGAH ERA GLOBALISASI sunarta, Sunarta
Informasi Vol 35, No 2 (2009): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.464 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v2i2.6387

Abstract

Visi adalah pernyataan tujuan ke mana suatu organisasi akan dibawa, sebuah masa depan yang lebih baik, lebih berhasil, atau lebih diinginkan dibandingkan dengan kondisi sekarang. Visi juga merupakan bentuk ekspresi dari kekuatan usaha setiap orang dalam suatu organisasi dalam mewujudkan apa yang menjadi harapan-harapan tersebut. Visi yang kuat akan menuntun menuju kepemimpinan yang sukses, karena kepemimpinan yang sukses merupakan kunci keberhasilan organisasi. Organisasi yang sukses adalah organisasi yang mampu melahirkan pemimpin-pemimpin dengan komitmen kuat, memiliki visi masa depan, dan mampu menyejahterakan seluruh anggotanya. Kepemimpinan berarti kemampuan mempengaruhi, memotivasi, mengajak, dan mengarahkan orang lain kepada suatu tujuan yang telah ditentukan. Kepemimpinan tanpa bawahan tidak memiliki makna apa-apa, sebaliknya bawahan tanpa adanya kepemimpinan akan liar dan sesat. Kepemimpinan bukan sekedar pemberian otoritas dan wewenang dari seorang pemimpin kepada bawahan, tetapi lebih pada proses pemberian wewenang tersbut diberikan.   Kata kunci: visi, pemimpin organisasi, dan perubahan.
PENGEMBANGAN HUKUM TERTULIS OALAM UUD 1945 BESERTA ARTI PENTING AMANOEMEN UUD 1945 Eny Kusdarini
Informasi Vol 31, No 1 (2005): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4299.387 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.6749

Abstract

UUD 1945 merupakan konstitusi hukum dasar tertulis bangsa Indonesia yang ada sejak Indonesia merdeka. Selama ini, apalagi pada masa Orde Baru keberadaan UUO 7945 disakralkan dan dikatakan dengan sifatnya yang singkat, supel, dan luwes mampu mengahadapi perkembangan zaman sehingga sampai dengan jatuhnya Orde Baru belum pernah ada perubahan walaupun sebetulnya alasan itu hanya dipakai untuk kepentingan penguasa negara. Setelah jatuhnya Orde Baru ada berbagai tuntutan dari masyarakat untuk merubah tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara terutama tatanan hubungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Tuntutan-tuntutan dari berbagai kalangan masyarakat tersebut ditindaklanjuti dengan adanya amandemen terhadap UUO 7945. Terlepas dari pro dan kontra terhadap prosedur dan tata cara perubahan terhadap UUD Negara Republik Indonesia, maka terjadilah pengembangan hukum tertulis yang tertuang di dalam UUD 1945 dan pengembangan hukum tertulis tersebut mempunyai arti yang sangat penting dalam bidang ketatanegaraan termasuk berubahnya kelembagaan negara dan perubahan di bidang pemerintahan daerah di Indonesia. Pengembangan hukum dalam UUD 1945 membawa perubahan penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia yang pada awalnya bersifat sentralistik ke pemerintahan yang bersifat desentralistik.
PENTINGNYA PENDIDlKAN GENERASI MUDA DALAM ERA INDUSTRI Nurhadi nurhadi
Informasi Vol 29, No 1 (2003): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4553.199 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.7175

Abstract

Dalam era industri ini semakin nampak jelas bahwa keberhasilan pembangunan nasional sangat dipengaruhi oleh partisipasi masyarakat. Tanpa adanya partisipasi masyarakat; pembangunan nasional tidak akan berhasil sebab masyarakat berperan sebagai obyek sekaligus subyek pembangunan. Di dalam pembangunan, orang dewasa mempunyai peranan penting yang berkaitan dengan regenerasi dan penggerak pembangunan. Regenerasi adalah suatu proses yang mesti dialami oleh setiap masyarakat. Proses regenerasi ini tidak sekedar pergantian personal saja, tetapi lebih menunjuk pada pelimpahan tugas-tugas perjuangan bangsa, pewarisan dan pelestarian nilai­nilai luhur budaya bangsa yang bersendikan Pancasila dan UUD 1945. Agar pembangunan nasional dapat berhasil maka dibutuhkan orang dewasa yang berfungsi sebagai penggerak pembangunan sehingga dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pem-bangunan bangsa. Oleh karena itu, untuk mensukseskan proses industrialisasi, diperlukan keberhasilan antara lain di bidang pembangunan penauukan. Pendidikan, di satu sisi dapat menghasilkan sumberdaya manusia yang berkualitas, dan di sisi lain sendiri.dapat mengatasi dampak negatif dart proses industrialisasi itu Kata-Kata Kunci: Pendidikan, industrialisasi
Kajian Spasial Keberadaan Reklame Luar Ruang terhadap Etika dan Estetika Ruang Publik di Kota Yogyakarta Nurhadi nurhadi; Suhadi Purwantara; Nurul Khotimah
Informasi Vol 38, No 2 (2012): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.034 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v2i2.4448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: tipologi reklame luar ruang di Kota Yogyakarta, sebaran reklame luar ruang yang berada pada lokasi strategis maupun tidak strategis, persepsi masyarakat terhadap pengaruh keberadaan reklame luar ruang, dan alternatif lokasi yang direkomendasikan maupun tidak direkomendasikan untuk ruang publik. Penelitian ini menggunakan populasi fisik dan non fisik. Populasi fisik adalah ruang publik di Kota Yogyakarta, sedangkan populasi non fisik adalah masyarakat di Kota Yogyakarta. Sampel fisik adalah ruang publik yang dianggap strategis untuk pemasangan reklame meliputi jalan utama, pasar, alun-alun, stadion, dan tempat wisata, sedangkan sampel non fisik adalah masyarakat yang ada di sekitar dan yang beraktivitas di sekitar ruang publik Kota Yogyakarta. Sampel fisik dan non fisik diambil secara purposive, dimana sampel fisik sebanyak 22 titik ruang publik dan sampel non fisik sebanyak 110 responden yang ada di 22 titik ruang publik, dan pengambilannya dilakukan secara insidental. Data yang ada dikumpulkan baik melalui observasi, wawancara dengan kuesioner, dan survei instansional, yang selanjutnya dianalisis dan disajikan dalam bentuk uraian deskriptif dan tabulasi. Hasil analisis menunjukan bahwa, pertama, karakteristik reklame di ruang publik kota Yogyakarta didominasi oleh jenis reklame komersial dibandingkan reklame non komersial. Kedua, sebaran reklame di ruang publik merata, 20 titik ruang publik berada pada lokasi strategis dan hanya 2 yang berada pada lokasi kurang strategis. Ketiga, persepsi masyarakat menunjukan bahwa keberadaan reklame belum menciptakan ketertiban kota (82%), belum menciptakan keindahan kota (78%), tidak sesuai dengan kondisi ruang publik (85%), ukuran tidak sesuai (91%), warna menarik (75%), pencahayaan menganggu (87%), intensitasnya tinggi (92%), mengganggu pemandangan sekitar (87%), tidak sesuai dipasang di lanskap permukiman (93%), sesuai dipasang di lanskap perdagangan dan jasa (97%), dan sesuai dipasang di lanskap ruang terbuka hijau (58%), dan Keempat,  lokasi alternatif yang direkomendasikan untuk pemasangan reklame didasarkan pada pertimbangan tata letak pemasangan reklame dan hasil analisis persepsi masyarakat.   Kata Kunci: Reklame Luar Ruang, Etika dan Estetika, Ruang Publik