cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
INFORMASI
ISSN : 01260650     EISSN : 25023837     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
INFORMASI is an academic journal that centered in communication, is open and welcoming to contributions from the many disciplines and approaches that meet at the crossroads that is communication study. We are interested in scholarship that crosses disciplinary lines and speaks to readers from a range of theoretical and methodological perspectives. In other words, INFORMASI will be a forum for scholars when they address the wider audiences of our many sub-fields and specialties, rather than the location for the narrower conversations more appropriately conducted within more specialized journals. INFORMASI published twice a year (June and December) in Bahasa Indonesia or English.
Arjuna Subject : -
Articles 302 Documents
PENGARUH JUMLAH UANG YANG BEREDAR, TINGKAT BUNGA, NILAI TUKAR RUPIAH, DAN PENDAPATAN NASIONAL TERHADAP INFLASI DI INDONESIA Ali Muhson
Informasi Vol 29, No 1 (2003): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3677.589 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.6975

Abstract

Inflasi merupakan gejala ekonomi yang keberadaannya diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebaliknya jika inflasi tidak dapat dikendalikan secara baik dapat berdampak pada merosotnya perekonomian bangsa. Untuk itu kebijakan pengendalian inflasi perlu dilakukan secara tepat. Berkaitan dengan permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengarub jumlah uang yang beredar mempunyai terhadap inflasi, (2) pengaruh nilai tukar rupiah terhadap inflasi, (3) pengaruh tingkat bunga terhadap inflasi, dan (4) pengaruh pendapatan nasional terhadap inflasi. Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto yang pengumpulan datanya dilakukan dengan teknik dokumentasi. Periode data yang diambil antara tahun J 980 sampai dengan 1999. Data tersebut diperoleh dari Laporan Tahun Bank Indonesia dalam terbitan beberapa tahun. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi yang menggunakan model yang dikembangkan oleb Cobb Dauglas. Hasil penelitian ini menemukan bahwa dengan analisisi regresi metode enter ditemukan bahwa secara bersama-sama terdapat hUDungan yang signifikan antara jUmlah uang yang beredar, tingkat bunga. nilai tukar rupiah. PDB. dan tingkat inflasi. Kontribusi bersamanya sebesar 74% dengan harga F sebesar 9,942 dan pO, 05. Namun demikian secara sendiri-sendiri (parsial) yang memiliki kontribusi yang signifikan terhadap tingkat inflasi hanyalah variabel PDB (t=3.206; po, 05), sedangkan variabel lainnya tidak memiliki kontribusi parsial yang signifikan. Model regresi tersebut juga sudah memenuhi asumsi klasik, yang meliputi asumsi normalitas, homosedastisitas, multikolinearitas, dan otokorelasi. Berdasarkan hasil analisis regresi dengan metode steprwise ditemukan bahwa variabel yang secara nyata berkontribusi terhadap tingkat inflasi adalah PDB (t=3.861; pO, 05) dan nilai tukar rupiah (t=Z, 324; pO, 05). sedangkan variabel lainnya tidak memiliki kontribusi yang signifikan. Variabel yang paling besar k~ntribusinya adalah variabel PDB dengan kontribusi sebesar 62,9%, sedangkan kontribusi tambahan yang dihasilkan oleh variabel nilai tukar rupiah adalah sebesar 9,4%. Dengan demikian, secara 'bersama-sama kedua variabel tersebut memiliki kontribusi sebesar 72,3% dengan harga F = 20,854 dan p'O, 05. Untuk model regresi yang ditemukan inijuga telah memenuhi persyaratan asumsi klasik yang meliputi asumsi normalitas, homosedastisitas, multilwlinearitas, dan otokorelasi. Kata kunci: Inflasi, jumlah uang yang beredar, tingkat bunga, nilai tukar rupiah, dan pendapatan nasional
IMPLEMENTASI TEORI KOMUNIKASI SOSIAL BUDAYA DALAM PEMBANGUNAN INTEGRASI BANGSA Aw, Suranto
Informasi Vol. 45 No. 1 (2015): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.142 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v45i1.7771

Abstract

AbstractDevelopment is a process that is carried out continuously in a region over time. Development leads the improvement of the lives and well-being, both in terms of material and nonmaterial. To Indonesia, the development process is a planned activity to achieve national goals as mandated in the 1945 Constitution, which among others, to promote the general welfare, united, sovereign, fair, and prosperous. Indicators of well-being are not just limited to the economic aspect and materialistic, but also concerning aspects of harmony, unity, and integration of national life in dignity characterized by solidarity excellence. So that it is needed to consider the implementation of the theories of social and cultural communication in the development process.AbstrakPembangunan adalah suatu proses yang dilakukan secara terus menerus pada suatu wilayah dari waktu ke waktu. Pembangunan bermuara para peningkatan kehidupan dan kesejahteraan, baik dari sisi material maupun nonmaterial. Bagi Bangsa Indonesia, proses pembangunan adalah aktivitas terencana untuk mencapai tujuan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu antara lain untuk memajukan kesejahteraan umum, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Indikator kesejahteraan tidak hanya terbatas pada aspek ekonomis dan materialistis, melainkan juga menyangkut aspek keharmonisan, kebersamaan, dan integrasi hidup berbangsa secara bermartabat yang ditandai oleh adanya solidaritas yang prima. Berkenaan dengan itu, perlu dipertimbangkan implementasi teori-teori komunikasi sosial budaya dalam proses pembangunan.Keywords: Socio-Cultural Communication, Growth, Integration
HIPERREALITAS RELASI DALAM SINETRON KOMEDI "TETANGGA MASA GITU?" Saputra, Eldo Eka
Informasi Vol. 46 No. 1 (2016): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.29 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v46i1.9646

Abstract

Emergence of non-mainstream way of women representations in soap operas, where women are constructed as an independent individual, brought an impact to the patterns of relation between men and women. If we look at Indonesian soap operas, there are not many of them that can manage to present a non-mainstream construction of female characters. The shift on women representation is associated to how the men were represented in said soap operas, therefore this is a form of the role of the media in altering gender stigma in the society. However, in the process of construction there is a new reality presented by the media through soap operas. Baudrillard established that hyperreality is a condition in which the reality that are presented by the media overtook the real world. This makes the society, as a consumer, became convinced that the newreality is a description of real life. This research is a qualitative study on a sitcom titled Tetangga Masa Gitu? with the analysis on the contents of the sinetron. Relation between men and women shown in this sitcom is based on the factors of economic ownership, resulting in hyperreality in the patterns of relation.Munculnya representasi perempuan yang tidak mainstream di dalam sinetron, dimana perempuan dikonstruksikan sebagai individu yang independen berdampak kepada pola relasi antara perempuan dan laki-laki. Apabila melihat kondisi sinetron di Indonesia, belum banyak sinetron yang berhasil menampilkan konstruksi yang tidak mainstreamterhadap tokoh perempuan. Perubahan konstruksi perempuan tidak terlepas dari bagaimana konstruksi laki-laki ditampilkan di dalam sinetron tersebut sehingga hal ini merupakan salah satu bentuk peran media dalam mengubah stigma peran gender kepada masyarakat. Namun dalam proses konstruksi tersebut terdapat suatu realitas baru yang ditampilkan oleh media melalui sinetron. Baudrillard menjelaskan bahwa hiperrealitas merupakan suatu kondisi dimana realitas yang dibangun di dalam mediamelebihi kondisi yang sebenarnya. Hal seperti ini menjadikan masyarakat sebagai konsumen meyakini realitas baru tersebut sebagai ilustrasi dalam kehidupan nyata. Penelitian ini merupakan suatu penelitian kualitatif terhadap sinetron komedi Tetangga Masa Gitu? dengan menggunakan metode analisis isi wacana sinetron. Relasi antara laki-laki dan perempuan dalam sinetron ini ditunjukan oleh adanya faktor kepemilikan ekonomi dalam diri perempuan sehingga pola relasi yang terjadi menunjukan adanya kondisi hiperrealitas.
EKONOMI POLITIK MEDIA: PADA PEMBERITAAN MENJELANG PEMILIHAN GUBERNUR BANTEN 2017 OLEH RADAR BANTEN DAN BARAYA TV P, Achmad Nashrudin
Informasi Vol. 46 No. 2 (2016): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.476 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v46i2.12247

Abstract

Research on Political Economy of Media: At the news ahead of elections for the governor of Banten in 2017 by Radar Banten and Baraya TV, phenomenon triggered by the loosening of the values of objectivity and independence of the mass media in carrying out its functions as set in the Press Law and the Broadcasting Law. At the time of the campaign, the candidates for governor and lieutenant governor are competing to get the "place "˜and is known well as sell to prospective election promise to get sympathy. At the time, the media seemed to forget the function and position. This study aims to determine the phenomenon of media relations with the candidates and how the phenomenon of the political economy of media in both institutions (Radar Banten and Baraya Pos) at the time before the election for governor of Banten in 2017. This study uses this study used a qualitative approach, with the constructivist paradigm and using the method of data collection through the depth-interview, the informant was elected. The results of the study illustrate that media relations (relations between) media with prospective relatively loose, drawn from observations and interviews show that the two media are "very affectionate" with the candidates, and the media policy in lifting more headlines have suggested the economic interests vis a vis political interests.
KONFLIK ANTARA NEGARA DAN MASYARAKAT SEKITAR HUTAN PASCA PELAKSANAAN KEBIJAKAN PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT Yanuardi yanuardi
Informasi Vol 39, No 2 (2013): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.756 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v0i2.4444

Abstract

Paper ini bertujuan untuk memahami perkembangan konflik antara negara dan masyarakat setelah kebijakan Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) yang implementasikan oleh Perum Perhutani. Data-data dalam studi ini bersumber dari Undang-Undang, Peraturan-Peraturan Pelaksanaan di bawahnya, hasil-hasil penelitian dan berita-berita di media. Dari hasil studi ini terungkap bahwa PHBM hadir  dalam konteks untuk menyelesaikan konflik antara Perhutani dengan  Masyarakat Desa Sekitar Hutan yang telah berlansung sejak masa kolonial,yaitu semenjak  negara megembangkan pengetahuan Ilmiah dalam mengelola. Hutan. Konflik ini  memuncak ketika Reformasi Politik berlangsung. Dalam proses Implementasi kebijakan pada awalnya PHBM menghadapi masalah ketidakpercayaan stakeholder terhadap Perhutani. Pada perkembangannya  melalui proses sosialisasi yang melibatkan banyak pihak, kebijakan ini dapat diterima oleh Stakeholder.  Saat ini kebijakan ini telah mampu membangun rasa saling percaya, mengurangi konflik, meningaktkan kemampuan masyarakat dalam bernegoisasi, megurangi pengeluaran biaya keamanan Perhutani, menurunkan tingkat pencurian kayu di Hutan Negara  dan memulihkan legitimasi Perhutani sebagai lembaga yang mampu mengelola hutan di Pulau Jawa
Pemetaan Gerakan Literasi Digital di Lingkup Universitas Negeri Yogyakarta Theresia Amelia Jordana; Dyna Herlina Suwarto
Informasi Vol 47, No 2 (2017): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.172 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v47i2.15735

Abstract

ABSTRAKKonten digital pada masa ini dapat diakses dengan mudah oleh beragam kalangan. Walau begitu, masih terdapat kesenjangan dalam penggunaan internet di kalangan masyarakat Indonesia. Hal itulah yang melatarbelakangi upaya berbagai pihak untuk meningkatkan kemampuan literasi digital masyarat Indonesia. Penelitian ini mencoba untuk memetakan gerakan literasi digital yang dilakukan di lingkup Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengambilan data wawancara mendalam terhadap pelaku kegiatan dengan menggunakan instrumen dari Jaringan Pegiat Literasi Digital. Sejumlah lima belas kegiatan literasi digital di lingkup UNY dianalisis dan digolongkan kedalam enam pendekatan literasi media berdasarkan hasil indeks latar belakang, metode, dan praktek dari kegiatan tersebut. Dari hasil analisis, sejumlah satu kegiatan literasi tergolong dalam pendekatan Protectionism, empat kegiatan literasi tergolong dalam pendekatan Active Audience, tujuh kegiatan literasi tergolong dalam pendekatan Critical Analytical, satu kegiatan literasi tergolong dalam pendekatan Creative Media, dan dua kegiatan literasi lainnya tergolong dalam pendekatan gabungan. Satu kegiatan mengadopsi gabungan pendekatan Media Creative dan pendekatan Media Fun, sedangkan kegiatan lainnya mengadopsi gabungan antara pendekatan Critical Analytical dan Media Fun. Kesimpulan yang didapatkan yaitu pihak-pihak penyelenggara yang berkecimpung dalam dunia Ilmu Komunikasi cenderung lebih mengenal beragam variasi pendekatan. Sehingga, dalam program literasi digital yang diusungnya, pendekatan yang dibawa disesuaikan dengan target yang akan dituju.ABSTRACTIn the age of digital world, anybody can easily access the digital content. However, there is still a gap within the internet usage amongst Indonesian people. This is exactly the reason behind the efforts of various communities in order to improve digital capabilities of Indonesian society.This research tried to map various digital literacy movement in Yogyakarta State University (YSU). The method used is descriptive-qualitative with in-depth interviews by using instruments from Jaringan Pegiat Literasi Digital. With a total of fifteen digital literacy activities in YSU are analyzed and classified into six media literacy approaches based on the index results of the background, methods, and practices of those activities.According to the analysis, a number of digital literacy activities belong to the Protectionism Approach, four belong to the Active Audience Approach, seven are categorized in the Critical Analytical Approach, one belong to the Creative Media Approach, and the rest of other two digital literacy activities are belong to mixed approaches. One digital literacy activity adopted an mixed approaches between Creative Media Approach and Media Fun Approach, while the other one adopted a combination of Critical Analytical Approach and Media Fun Approach.The results of this research showed that people who learned Communication Studies are tend to be more familiar with variety of approaches compared with those who are not major in Communication Studies. Thus, in their digital literacy movement programs, they knew which approaches that suitable for the target group they addressed to.
Imlek sebagai Pesta Rakyat Cina di Yogyakarta Dina Dwikurniarini
Informasi Vol 36, No 2 (2010): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.488 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v2i2.6203

Abstract

Semenjak dibangun hubungan kembali Indonesia – Cina maka nampak bahwa segala sesuatu tentang Cina marak diseluruh Indonesia.  Di Yogyakarta juga tidak beda dengan kota-kota besar lain dalam perayaan pergantian tahun dan jika terdapat  perbedaan terutama hubungan Cina dan pribumi yang tanpa konflik. Tujuan tulisan ini  mengkaji kebijakan Negara terhadap Cina dalam bidang budaya serta  hubungan Cina dan pribumi yang harmanis dapat diciptakan di Yogyakarta. Kajian ini adalah kajian historis yang menggunakan metode sejarah dengan empat langkah yaitu heuristik, yaitu mencari dan mengumpulkan sumber sejarah, kritik sumber, inteprettasi dan historigrafi. Hubungan Cina dan pribumi sudah terjadii semenjak kedatangan awal Cina sebelum terbentuknya Negara Indonesia hingga sesudah Indonesia menjadi sebuah negara merdeka. Kenyataan menunjukkan bahwa arang-orang pribumi dan Cina dapat saling menerima sebagai warga negara yang sama, merupakan proses panjang. Dalam sejarah menunjukkan bahwa peran pemerintah dengan kebijakan-kebijakannya turut mempengaruhi hubungan antar pribumi dan Cina. Diskriminasi juga memperlambat terjalinnya perkembangan hubungan tersebut.  Di Yogyakarta, misalnya perayaan imlek atau pergantian tahun dirayakan semua orang dan Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata  memasukkannya dalam agenda wisata Yogyakarta dan kelompok muslim mengizinkan merayakannya di masjid untuk Cina yang beraga Islam. Kata Kunci : Imlek di Yogyakarta, Pesta Rakyat Cina
HEGEMONIC MASCULINITY IN ARCHETYPAL AFRICAN NOVELS Amjad Alsyouf
Informasi Vol 48, No 2 (2018): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.136 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v48i2.21657

Abstract

The study attempts to examine the concept of hegemonic masculinity in Tayeb Salih's Season of Migration to the North (1966) and Chinua Achebe’s Things Fall Apart (1958). To achieve that it deals with two concerns. First, it tackles the process of development of masculinity attempting to identify hegemonic masculinity among other stages within this process.  Secondly, it investigates hegemonic masculinity as a concept occasionally occurs in popular African fiction with emphasis placed on its presence in Salih's Season of Migration to the North and Achebe’s Things Fall Apart. The research concludes with a recommendation to focus more research efforts on literature that deals with hypermasculinity, the stage succeeding hegemonic masculinity, as it needs immediate consideration due to its critical impact on contemporary world and audience.HEGEMONI MASKULINITAS DALAM NOVEL-NOVEL ARCHETYPAL AFRICANPenelitian yang bertujuan untuk mengkaji konsep mengenai hegemoni maskulinitas di Tayeb Salih’s Season of Migration to The North (1996) dan Chinua Achebe’s Things Fall Apart (1958) ini berfokus pada dua hal. Pertama, mengkaji proses perkembangan maskulinitas untuk mengidentifikasi hegemoni maskulinitas. Kedua, menginvestigasi hegemoni maskulinitas sebagai sebuah konsep yang selalu muncul dalam karya-karya fiksi afrika dengan penekanan pada Salih’s Season of Migration to The North and Achebe’s Things Fall Apart. Penelitian ini memberikan simpulan dan rekomendasi pada fokus penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan hipermaskulinitas, seperti suksesnya hegemoni maskulinitas yang perlu dipertimbangkan penelitiannya karena dampak yang kritis dari dunia dan audiens saat ini.
KIPRAH SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM MENYIKAPI FENOMENA ALAM Purwantara, Suhadi
Informasi Vol 31, No 1 (2005): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2386.838 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.6742

Abstract

Fenomena alam seperti gempa bumi, tsunami, badai, sering terjadi akhir-akhir ini. Informasi dapat diketahui masyarakat dunia dengan sangat cepat. Bahkan fen omena alam seperti hujan dan badai pun dapat diprediksi relative tepat baik lokasi maupun waktunya seperti hujan, badai, bahkan tsunami. Hal ini sangat penting untuk diketahui karena akan mengurangi korban bencana alam. Banyaknya korban bencana alam di NAD merupakan contoh betapa sedikitnya pengetahuan masyarakat tentang tsu­nami. Artikel ini memberikan gambaran mengenai prediksi bencana alam badai dan kemanfaatan Sistem Informasi Geografis.
THE LANGUAGE USE OF SEX ARTICLES IN WOMEN LIFESTYLE MAGAZINE IN INDONESIA CASE STUDY: COSMOPOLITAN INDONESIA Sarwono, Dian
Informasi Vol 49, No 1 (2019): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.983 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v49i1.24505

Abstract

The choice of words is one of important aspects in writing articles in printed media. Creative language use in lifestyle magazine may create interest for readers. The purpose of this research is to analyze the language use in sex articles in Cosmopolitan Indonesia. Launched in 1997, Cosmopolitan Indonesia is the first licensed Indonesian women lifestyle magazine and the first women magazine in Indonesia that openly discusses sex. This marks a change in Indonesian printed media. Before the publication of Cosmopolitan, sex and intimacy were only discussed in non-public spheres. Although the topics are discussed openly, the magazine uses special terms to describe man and women genital organs. After 22 years, Cosmopolitan Indonesia is still using the same terms in its sex articles, despite the fact that other women magazines are now discussing sex more openly and most of them are using the medical terms to describe genital organs. The focus of this research is mainly on what factors that consider Cosmopolitan Indonesia to use special terms in sex articles. The methodology will include purposive sampling interview and content analysis of 6 editions of Cosmopolitan Indonesia. The findings of this research may help the media and journalists to be more creative in choosing words for particular articles to attract readers interest, also to established the media unique identity, especially for lifestyle magazine.  Pemilihan kata-kata adalah aspek penting dalam penulisan artikel dalam media cetak. Bahasa yang kreatif digunakan dalam penulisan untuk majalah gaya hidup agar menarik perhatian pembaca. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan Bahasa pada majalah Cosmopolitan Indonesia. Diterbitkan tahun 1997, Cosmopolitan Indonesia adalah majalah gaya hidup berlisensi Internasional untuk perempuan pertama dan majalah perempuan pertama di Indonesia yang mendiskusikan topik seks secara terbuka. Hal ini menandai perubahan pada sejarah media cetak di Indonesia. Sebelum terbitnya majalah Cosmopolitan Indonesia, seks dan hubungan intim umumnya tidak didiskusikan secara terbuka pada media cetak. Walaupun topik-topik didiskusikan secara terbuka, majalah ini tetap menggunakan istilah tersendiri untuk menggambarkan alat kelamin lelaki dan perempuan. Setelah 22 tahun, Cosmopolitan Indonesia tetap menggunakan istilah istimewa untuk artikel seks, walaupun majalah perempuan lainnya kita telah membicarakan seks dengan lebih terbuta dan umumnya menggunakan istilah medis untuk menggambarkan alat kelamin. Fokus dari riset ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang membuat Cosmopolitan Indonesia mempertimbankan untuk memilih istilah khusus dalam penulisan artikel seks. Metodologi yang digunakan adalah purposive sampling interview dan content analysis dari 6 edisi Cosmopolitan Indonesia. Penemuan hasil riset ini diharapkan dapat membantu media dan jurnalis untuk lebih kreatif dalam memilih kata-kata untuk beberapa artikel spesifik untuk menarik perhatian pembaca, juga membentuk identitas unik sebuah media, khususnya majalah gaya hidup.

Page 6 of 31 | Total Record : 302