cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
INFORMASI
ISSN : 01260650     EISSN : 25023837     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
INFORMASI is an academic journal that centered in communication, is open and welcoming to contributions from the many disciplines and approaches that meet at the crossroads that is communication study. We are interested in scholarship that crosses disciplinary lines and speaks to readers from a range of theoretical and methodological perspectives. In other words, INFORMASI will be a forum for scholars when they address the wider audiences of our many sub-fields and specialties, rather than the location for the narrower conversations more appropriately conducted within more specialized journals. INFORMASI published twice a year (June and December) in Bahasa Indonesia or English.
Arjuna Subject : -
Articles 302 Documents
PENDEKATAN INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN saliman, Saliman
Informasi Vol 35, No 2 (2009): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.048 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v2i2.6391

Abstract

Pendekatan inkuiri pada dasarnya adalah menggunakan pendekatan konstruktivistik, di mana setiap mahasiswa sebagai subyek belajar, dibebaskan untuk menciptakan makna dan pengertian baru berdasarkan interaksi antara apa yang telah dimiliki, diketahui, dipercayai, dengan fenomena, ide, atau informasi baru yang dipelajari. Dengan demikian, dalam proses belajar mahasiswa telah membawa pengertian dan pengetahuan awal yang harus ditambah, dimodifikasi, diperbaharui, direvisi, dan diubah oleh informasi baru yang diperoleh dalam proses belajar. Mahasiswa dibebaskan untuk mengungkapkan pendapatnya secara bebas tanpa ada rasa takut akan terjadi kesalahan. Semakin banyak mahasiswa yang berani mengemukakan pendapat, dapat diartikan bahwa pendekatan inkuiri dalam proses pembelajaran di kelas dapat meningkatkan partisipasi mahasiswa. Proses belajar tidak dapat dipisahkan dari aktivitas dan interaksi, karena persepsi dan aktivitas berjalan seiring secara dialogis. Pengetahuan tidak dipisahkan dari aktivitas di mana pengetahuan itu dikonstruksikan, dan di mana makna diciptakan, serta dari komunitas budaya di mana pengetahuan didesiminasikan dan diterapkan. Dalam pembelajaran dengan pendekatan inkuiri ini mahasiswa akan dihadapkan pada suatu permasalahan yang harus diamati, dipelajari, dan dicermati, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pemahaman konsep mata kuliah dalam kegiatan pembelajaran. Secara logika apabila mahasiswa meningkat partisipasinya dalam kegiatan pembelajaran, maka secara otomatis akan meningkatkan pemahaman konsep materi pembelajaran, dan pada akhirnya akan dapat meningkatkan prestasi belajar.
Front Setiawan, Benni
Informasi Vol 48, No 2 (2018): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.444 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v48i2.23212

Abstract

Cover, editorial team, daftar isi
KODIFIKASI HUKUM ISLAM: GAGASAN DAN DASAR-DASARNYA Marzuki *
Informasi Vol 26, No 1 (1998): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.197 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.6754

Abstract

Eksistensi hukum Islam, terutama yang berdimensi syariah, bisa dilihat dalam sumber pokoknya, yaitu al-Quran dan Sunnah. Sedang dalam dimensi fikih, hukum Islam bisa dilihat dalam kitab-kitab fikih maupun pemikiran­pemikiran para ulama yang didasarkan pada kedua sumber pokok tersebut dengan cara melakukan ijtthad. Seiring dengan perkembangan zaman, eksistensi hukum Islam juga berkembang dan mengalami pembaruan. Hukum Islam yang semula diang­gap cukup da/am sumber-sumber seperti tersebut ternyata membutuhkan kekuatan hukum atau daya ikat yang kemudian dikenal dengan kodifikasi hukum. Dengan kodifikasi, maka kedudukan hukum Islam akan lebib mantap lagi dan dapat diakui eksistensinya sebagai hukum positif. Kodifikasi hukum Islam ternyata membawa berbagai implikasi, baik yang bersifat positif maupun negatif. Namun, dalam era modern ini kodifika­si merupakan suatu keharusan. Dan negara-negara Islam sekarang ini sudah memberlakukan berbagai kodifikasi hukum Islam, terutama kodifikasi dalam bidang hukum perdata Islam, termasuk di negara kita Indonesia.
Front Benni Setiawan
Informasi Vol 49, No 2 (2019): Informasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.236 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v49i2.29550

Abstract

Cover, Editorial Team, Reviewers, Table of Contents
INDUSTRIALISASI DI KASONGAN suyato, Suyato
Informasi Vol 29, No 1 (2003): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3841.68 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.7179

Abstract

Industrialisasi atau proses menuju masyarakat industri dapat dijelaskan dari dua sisi, yaitu struktural dan kultural. Secara struktural, semakin terdiferensiasi suatu masyarakat karena tingginya spesialisasi kerja, semakin modern masyarakat tersebut. Sedangkan secara kultural , semakin rasional tindakan sosial dalam masyarakat, semakin modern masyarakat tersebut. Pembahasan ini mencoba memadukan kedua perspektif tersebut dengan asumsi bahwa bila proses diferensiasi secara struktural tidak diikuti rasionalisasi tindakan . secara kultural maka proses industrialisasi akan terhenti pada masa transisi. Desa Kasongan sebagai salah satu sentra industri tengah mengalami proses tersebut. Namun demikian, proses diferensiasi secara struktural dan rasionalisasi tindakan secara kultural belum mampu menyebabkan tererosinya ikatan patron-klien yang ada dalam desa tersebut sehingga menyebabkan desa tersebut berhenti pada masa transisi. Dengan kata lain, proses transformasi menuju masyarakat industri baik dari aspek struktural maupun kultural . belum mampu menghasilkan tipe tindakan sosial yang bersifat elektif yang mempertimbangkan kesesuairU"! antnra tujuan dan cara mencapai Faktor-faktor yang menyebabkan desa Kasongan berada pada tahap transisi antara lain .' Kuatnya ikatan patron-klien, rigiditas ruang normatif, rasionalisasi tindakan tidak sebanding dengan laju diferensiasi struktural, dan tipe masyarakat industri yang diharapkan tidak jelas. Dengan demikian, banyak sekali kemungkinan yang bisa terjadi sebagaimana banyaknya kemungkinan araii perubahan sosiai.
MODEL COMMUNICATION ENGGAGEMENT DALAM KOMUNIKASI POLITIK CALON LEGISLATIF DALAM PEMILU UMUM 2014 Amirudin, Zen
Informasi Vol. 45 No. 2 (2015): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.498 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v45i2.7987

Abstract

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Blitar in the general elections in 2014 gained nine seats compare to seven seats at previous election. The success caused due to synergistic communication engagements between political parties supporters such as Nahdlatul Ulama, Muslimat, Ansor Youth Movement and others. Meanwhile, during the campaign period, political communication of PKB Blitar candicate focus on: image building of candicate, campaign process, and communication media.Partai Kebangkitan Bangsa di Kabupaten Blitar dalam pemilihan umum 2014 telah berhasil memperoleh 9 kursi. Jumlah tersebut meningkat lebih banyak jika di bandingkan periode sebelumnya yang mendapatkan tujuh kursi. Faktor utama peningkatan kursi karena mampu menjalin komunikasi politik sinergis yang berbasis communication engagement antara aparatus partai politik, organisasi kemasyarakatan seperti Nahdlatul Ulama, Muslimat, Gerakan Pemuda Ansor maupun yang lainnya. Sedangkan proses komunikasi politik yang dilakukan oleh para calon legislatif PKB Kabupaten Blitar dalam melakukan kampanye dengan memfokuskan pada tiga hal utama, yakni: citra calon legislatif, proses kampanye, dan penggunaan media komunikasi.
RELASI INTERNET DAN MEDIA SOSIAL DALAM PEMBENTUKAN BRAND AWARENESS, IMAGE DAN EXPERIENCE PRODUK ASING Ratriyana, Ina Nur
Informasi Vol. 46 No. 1 (2016): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.857 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v46i1.9654

Abstract

The effect of globalization on communication process appears especially in digital media which made communication exchange faster. Cultural process also create homogenization of product choice, when global brand looks more familiar than local brand. Internet and social media give an opportunity for consumer to access the product information and interact with them. Interactivity as part of digital media offers unlimited access and the power of word of mouth in terms of internet and social media. In the end, it will affect the brand awareness, image and attitude about product, especially in Generation Y who are close with media digitalization itself as part of their life.Kemunculan globalisasi mempengaruhi proses komunikasi terutama dengan adanya media digital yang semakin mempercepat pertukaran informasi. Hal ini kemudian mempengaruhi proses kebudayaan, termasuk diantaranya mendorong homogenisasi dalam pemilihan produk, saat brand global menjadi lebih familiar dibandingkan dengan produk lokal. Internet dan media sosial muncul dan memberikan kesempatan pada konsumen untuk mengakses informasi sekaligus berinteraksi dengan produk. Interaktivitas merupakan sebuah hal baru yang ditawarkan oleh media digital. Internet dengan akses informasi yang tanpa batas dan media sosial dengan kekuatan word of mouth yang mempengaruhi pembentukan kesadaran, persepsi dan pembelian sebuah produk terutama di kalangan Generasi Y yang memiliki kedekatan dengan duniadigital.
INTERAKSI SIMBOLIK ORGANISASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN DESA Luthfie, Muhammad; S Hubeis, Aida Viyala; Saleh, Amiruddin; Ginting, Basita
Informasi Vol. 47 No. 1 (2017): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.711 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v47i1.13036

Abstract

This research analyze the symbolic interaction of Muhammadiyah as a communityorganization in order to anticipate conflict due to different religious views to be ableto participate in rural development. Symbolic interaction as the role of communicationis done to influence society to accept Muhammadiyah and give opportunity to runits organization program. The purpose of the research is to analyze the symbolicinteraction of Muhammadiyah to realize the trust and support of the community inrural development. Through qualitative methods, research results show that symbolicinteractions made through interpersonal communication, dialogical communicationand group communication can achieve consensus and can reduce conflict, fromorganizations that were initially rejected until they became accepted organizations andsubsequently succeeded in becoming pioneers in rural development.AbstrakPenelitian ini menganalisis interaksi simbolik Muhammadiyah sebagai organisasimasyarakat dalam rangka mengantisipasi konflik akibat perbedaan pandangankeagamaan untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan desa. Interaksi simboliksebagai peranan komunikasi tersebut dilakukan untuk mempengaruhi masyarakatagar dapat menerima Muhammadiyah dan memberikan kesempatan untukmenjalankan program-program organisasinya. Tujuan penelitian, adalah menganalisisinteraksi simbolik Muhammadiyah untuk mewujudkan kepercayaan dan dukunganmasyarakat dalam pembangunan desa. Melalui metode kualitatif, hasil penelitianmenunjukkan interaksi simbolik yang dilakukan melalui komunikasi interpersonal,komunikasi dialogis dan komunikasi kelompok dapat mewujudkan konsensus dan dapatmeredam konflik, dari organisasi yang awalnya ditolak sampai menjadi organisasi yangditerima dan selanjutnya berhasil menjadi pelopor dalam pembangunan desa.
KORUPSI DI CHINA: PERSPEKTIF SEJARAH Darini, Ririn
Informasi Vol 37, No 1 (2011): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.241 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.4464

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan korupsi yang terjadi di China dari perspektif sejarah dengan melihat masalah dan dinamika pemberan-tasannya. Korupsi di China dapat ditelusuri sejak zaman kekaisaran dan sampai saat ini wabah korupsi terus berlangsung di China meskipun pemerintah gencar melaksanakan gerakan anti korupsi dengan memberikan sanksi hukuman yang berat seperti hukuman penjara seumur hidup dan bahkan hukuman mati. Korupsi di China sangat terkait dengan aspek politik, ketika korupsi melibatkan pejabat yang menduduki birokrasi. Para pejabat telah menyalahgunakan kekuasaannya untuk memperkaya diri melalui praktek-praktek korupsi. Korupsi di China juga sering dikaitkan dengan guanxi, budaya koneksi.   Kata kunci: Korupsi, China, Sejarah.
Digital literacy among Sriwijaya University lecturers Alamsyah Alamsyah
Informasi Vol 47, No 2 (2017): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.548 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v47i2.15816

Abstract

This article aims to describe patterns of digital literacy among Sriwijaya University (SU) lecturer and its contribution to the implementation of eLearning. We used a mixed approach. Our population is 635 subjects who have been running and organizing through the e-learning plat-form of SU. We, then, selected 30 lecturers randomly as our samples. Data were collected through offline and online questionnaires, in-depth interviews, and secondary data collection. Likert Scale is used to measure digital literacy among respondents and e-learning implementation is explained using the SIMPLE model. We find that digital literacy competence among SU lecturers is in a high position. This situation is the initial capital for the implementation of e-learning at SU. However, this situation has not contributed to the implementation of e-learning because of (a) lecturer is not willing to adapt to the e-learning environment system; (b) policymakers have not been intervening several factors that contributed to e-learning implementation at the university level.Artikel ini bertujuan menggambarkan pola literasi digital di kalangan dosen Universitas Sriwijaya dan kontribusinya terhadap implementasi e-learning. Artikel ini berasal dari penelitian empiris yang menggunakan pendekatan campuran (kualitatif dan kuantitatif). Populasi penelitian adalah 365 mata kuliah yang telah dijalankan dan diorganisir dengan platform e-learning yang diadopsi Universitas Sriwijaya. Dari populasi ini, peneliti memilih 30 dosen secara acak sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner online dan offline, wawancara mendalam, dan pengumpulan data sekunder. Skala Likert digunakan untuk mengukur tingkat literasi digital respondenpenelitian. Sedangkan implementasi e-learning dijelaskan dengan model SIMPEL. Kami menemukan bahwa tingkat literasi digital dosen Universitas Sriwijaya berada pada posisi yang tinggi. Situasi ini merupakan modal awal untuk mengimplementasikan e-learning di Universitas Sriwijaya. Tetapi, situasi ini belum berkontribusi terhadap implementasi e-learning karena (a) para dosen belum bersedia beradaptasi dengan lingkungan sistem e-learning; dan (b) para pembuat kebijakan belum mengintervensi beberapa faktor yang berkontribusi terhadap implementasi e-learning di level universitas.

Page 8 of 31 | Total Record : 302