Mentoring: Journal of Educational Innovation and Transformation
Mentoring: Journal of Educational Innovation and Transformation (e-ISSN: 3164-4244) is an international, peer-reviewed, open-access journal in the field of educational science, dedicated to advancing scholarly discourse and disseminating cutting-edge knowledge in the areas of education, teaching, learning innovation, instructional development, educational technology, and transformative pedagogical practices. This journal provides a leading academic platform for researchers, scholars, educators, teachers, trainers, and education practitioners worldwide to publish high-quality research that makes meaningful contributions to the advancement of educational theory, policy, and practice. Every manuscript submitted to Mentoring undergoes a rigorous peer-review process to ensure its originality, academic quality, relevance, significance, and readability. Mentoring is a double-blind peer-reviewed journal that publishes one volume annually, consisting of two regular issues released in May and November. The journal welcomes manuscript submissions from authors worldwide and accepts scholarly works written in either Indonesian. All submitted manuscripts must be original, unpublished, and not under consideration for publication in any other journal. To uphold the highest standards of academic integrity, every manuscript will be screened for plagiarism using Turnitin. Manuscripts with a similarity index exceeding 20% will be automatically rejected without proceeding to the review stage. Mentoring is indexed in reputable academic databases, including Google Scholar, Crossref, and Garuda, thereby enhancing the visibility, accessibility, and scholarly recognition of published articles. Authors are strongly advised to carefully follow the journal’s writing and formatting guidelines. Manuscripts that do not comply with the prescribed author guidelines may be rejected during the initial editorial screening, prior to peer review. All submissions must be made exclusively through the Mentoring.
Articles
5 Documents
Artificial Intelligence Generatif dalam Pendidikan: Peluang Personalisasi Belajar dan Risiko Integritas Akademik
Muhammad Yahya Rahanyamtel;
Bachtiar Fakaubun
Mentoring: Journal of Educational Innovation and Transformation Vol. 1 No. 1 (2026): Mentoring: Journal of Educational Innovation and Transformation
Publisher : Mentoring: Journal of Educational Innovation and Transformation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel ini membahas posisi artificial intelligence generatif dalam pendidikan sebagai teknologi yang sekaligus menjanjikan personalisasi belajar dan menimbulkan risiko baru bagi integritas akademik. Kajian ini menggunakan metode studi literatur naratif dan sintesis kebijakan berbasis laporan UNESCO, OECD, World Bank, BPS, dan literatur akademik 2023-2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan AI generatif tidak cukup dipahami sebagai alat bantu menulis atau mesin pencari cerdas, tetapi sebagai ekosistem pedagogik yang memerlukan tata kelola etis, literasi AI guru dan mahasiswa, serta desain asesmen yang menilai proses berpikir. Artikel mengusulkan Indeks Kesiapan AI Pendidikan untuk membantu institusi menilai kesiapan teknologi, etika, pedagogik, tata kelola, dan inklusi. Temuan utama menegaskan bahwa AI paling bermanfaat ketika memperkuat peran guru sebagai perancang pengalaman belajar, bukan menggantikan interaksi manusia dalam pendidikan.
Kurikulum Merdeka dan Pembelajaran Mendalam: Menata Ulang Literasi, Numerasi, dan Karakter
Wahyu Irianto;
Asif Barkiya Jamal Bugis
Mentoring: Journal of Educational Innovation and Transformation Vol. 1 No. 1 (2026): Mentoring: Journal of Educational Innovation and Transformation
Publisher : Mentoring: Journal of Educational Innovation and Transformation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel ini mengkaji Kurikulum Merdeka dan pembelajaran mendalam sebagai respons terhadap tantangan literasi, numerasi, kreativitas, dan karakter peserta didik Indonesia. Dengan menggunakan studi literatur dan analisis data sekunder, artikel ini mengaitkan kebijakan kurikulum dengan hasil PISA 2022, data statistik pendidikan, serta prinsip asesmen formatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka berpotensi memperbaiki kualitas pembelajaran apabila implementasinya tidak berhenti pada dokumen administratif, tetapi diterjemahkan ke dalam asesmen awal, diferensiasi, projek bermakna, dan refleksi kompetensi. Artikel ini mengusulkan Indeks Kesenjangan Belajar sebagai alat bantu membaca jarak capaian Indonesia terhadap benchmark internasional. Kontribusi utama artikel adalah merumuskan jembatan konseptual antara kebijakan kurikulum, praktik kelas, dan pengukuran capaian belajar.
Kesenjangan Digital Pendidikan: Infrastruktur, Literasi dan Keadilan Akses Sekolah
Maria Yosefina Maing;
Fransiskus Pati Soge
Mentoring: Journal of Educational Innovation and Transformation Vol. 1 No. 1 (2026): Mentoring: Journal of Educational Innovation and Transformation
Publisher : Mentoring: Journal of Educational Innovation and Transformation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitianl ini membahas kesenjangan digital pendidikan sebagai isu strategis dalam transformasi sekolah. Peningkatan penetrasi internet nasional belum otomatis menjamin pemerataan pembelajaran digital karena akses perangkat, kualitas koneksi, literasi guru, keamanan data, dan dukungan keluarga masih beragam. Dengan menggunakan studi literatur dan sintesis data sekunder dari APJII, BPS, UNESCO, OECD, dan World Bank, Penelitian ini mengusulkan Digital Divide Index sebagai kerangka awal untuk menilai kerentanan satuan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi digital pendidikan perlu dipahami sebagai perubahan ekosistem, bukan sekadar distribusi perangkat atau penggunaan aplikasi. Kebijakan sekolah digital yang adil harus menggabungkan infrastruktur, kapasitas guru, konten berkualitas, tata kelola data, dan strategi pendampingan bagi kelompok rentan.
Pendidikan Vokasi dan Micro-Credential: Strategi Mengurangi Skills Gap di Era AI
Ahmad Ahmad;
Ahmad Selan
Mentoring: Journal of Educational Innovation and Transformation Vol. 1 No. 1 (2026): Mentoring: Journal of Educational Innovation and Transformation
Publisher : Mentoring: Journal of Educational Innovation and Transformation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Riset ini membahas pendidikan vokasi dan micro-credential sebagai strategi menghadapi perubahan kebutuhan keterampilan di era artificial intelligence. Laporan Future of Jobs 2025 menunjukkan perubahan besar pada keterampilan inti tenaga kerja menuju 2030, sedangkan data ketenagakerjaan Indonesia menunjukkan lulusan vokasi masih menghadapi tantangan pengangguran dan ketidaksesuaian keterampilan. Kajian ini menggunakan studi literatur dan sintesis data sekunder untuk merumuskan Skill Alignment Score sebagai alat konseptual mengukur kesesuaian kurikulum, sertifikasi, dan kebutuhan industri. Hasil kajian menunjukkan bahwa micro-credential dapat menjadi pelengkap pendidikan formal jika dirancang terintegrasi dengan kurikulum, magang, teaching factory, tracer study, dan kemitraan industri. Riset ini menegaskan bahwa pendidikan vokasi masa depan harus bergerak dari logika ijazah menuju logika kompetensi yang terukur dan dapat diverifikasi.
Kesehatan Mental dan School Well-Being Peserta Didik: Tantangan Baru Sekolah Modern
Ahmad Selan;
Abdurahman Ahmadi
Mentoring: Journal of Educational Innovation and Transformation Vol. 1 No. 1 (2026): Mentoring: Journal of Educational Innovation and Transformation
Publisher : Mentoring: Journal of Educational Innovation and Transformation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel ini membahas kesehatan mental dan school well-being sebagai isu pendidikan yang semakin penting dalam era pasca-pandemi dan digital. Sekolah tidak lagi cukup dinilai dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan lingkungan aman, suportif, dan bermakna bagi peserta didik. Kajian ini menggunakan studi literatur dan sintesis data sekunder dari UNICEF, WHO, OECD, BPS, dan penelitian terkait kesehatan mental remaja. Hasil kajian menunjukkan bahwa tekanan akademik, relasi teman sebaya, penggunaan media sosial, dukungan keluarga, dan layanan sekolah saling memengaruhi well-being dan capaian belajar. Artikel ini mengusulkan School Well-Being Index sebagai kerangka awal untuk memantau rasa aman, relasi, dukungan guru, beban akademik, akses konseling, dan literasi emosi.