cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 369 Documents
NOVEL “PASAR” KARYA KUNTOWIJOYO : KAJIAN STRUKTURALISME-GENETIK LUCIEN GOLDMANN INDRA ALDIANSYAH, GALANG
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas kehidupan yang terjadi dalam masyarakat yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Realitas kehidupan tersebut berupa fakta-fakta kemanusiaan yang terbagi antara lain sikap mawasdiri, sopan santun, hidup yang semadya, kejujuran, relaberkorban, bertanggung jawab, juga mengenai rahasia hidup yang ada dalam kehidupan bermasyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: (1) Bagaimanakah fakta kemanusiaan dalam novel ?Pasar? karya Kuntowijoyo? (2) Bagaimanakah subjek kolektif dalam novel ?Pasar? karya Kuntowijoyo? (3) Bagaimanakah pandangan dunia dalam novel ?Pasar? karya Kuntowijoyo? (4) Bagaimanakah struktur sosial dalam novel ?Pasar? karya Kuntowijoyo? (5) Bagaimanakah dialektika pemahaman ? penjelasan dan keseluruhan bagian dalam novel ?Pasar? karya Kuntowijoyo? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan dan mendeskripsikan (1) Fakta kemanusiaan dalam novel ?Pasar? karya Kuntowijoyo. (2) Subjek kolektif dalam novel ?Pasar? karya Kuntowijoyo. (3) Pandangan dunia dalam novel ?Pasar? karya Kuntowijoyo. (4) Struktur sosial dalam novel ?Pasar? karya Kuntowijoyo. (5) Dialektika pemahaman ? penjelasan dan keseluruhan bagian dalam novel ?Pasar? karya Kuntowijoyo. Pada penelitian ini digunakan teori strukturalisme-genetik Lucien Goldmann. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif karena dalam penelitian ini menggunakan sumber sumber data novel Pasar karya Kuntowijoyo. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari novel. Hasil penelitian ini antara lain. Fakta-fakta kemanusiaan yang terjadi dalam dalam novel ini meliputi segala aktivitas manusia baik verbal maupun fisik.Subjek kolektif yang terjadi dalam novel ini meliputi : orang-orang yang ada di pasar kompak menghakimi burung dara pak mantri yang dianggapnya sebagai biang masalah yang ada di pasar gemolong.Struktur sosial dalam novel Pasar karya kuntowijoyo mengalami suatu permasalahan yang bermula dari burung-burung dara pak mantri yang ada di dalam pasar dirasa mengganggu kegiatan masyarakat pasar pada saat itu.Pandangan dunia pengarang dalam novel Pasar karya Kuntowijoyo yaitu Seorang kuntowijoyo melalui tokoh Pak mantri mampu menampilkan suatu pelajaran yang berharga untuk pembacanya, yaitu banyak nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya. Dialektika pemahaman-penjelasan dan keseluruhan-bagian dalam novel Pasar karya Kuntowijoyo antara lain. Seorang tukang ketik (sekretaris) kecamatan sedang menjelaskan kepada pak mantri tetntang bagaimana prosedur mengisi buku tamu sebelum bertemu dengan pak camat. Kata Kunci : Strukturalisme-genetik, fakta kemanusiaan, subyek kolektif, pandangan dunia, struktur sosial, dialektika pemahaman ? penjelasan dan keseluruhan bagian.
NAMA-NAMA KUE ARTIS DI SURABAYA: KAJIAN MORFOSEMANTIK ANGGRAENI, NUNI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dunia bisnis tidak hanya digeluti oleh pengusaha, kini para artis mulai menggeluti usaha bisnis bidang kuliner. Para artis membuka usaha bisnisnya di berbagai kota, salah satunya di kota Surabaya. Surabaya memiliki 6 toko kue artis yang memiliki keunikan dari penamaan menunya. Penamaan pada menu kue tersebut menggunakan kata-kata yang unik dan dikaitkan dengan nama populeritas artis pemilik produk kue. Sebagai contoh, artis Via Valen memberi nama produknya ?Vallen Cake?, artis Inul Daratista memberi nama produknya ?Inul Cakes Pastry?, dan lain sebagainya. Selain itu, para artis juga mengaitkan nama kue dengan ciri khas oleh-oleh seperti nama kue yang dimiliki oleh Zazkia Sungkar yakni ?Surabaya Snowcake. Dalam kasus penamaan kue artis ini, peneliti menganalisis nama-nama kue artis dengan menggunakan kajian morfosemantik yang dilihat dari bentuk struktur, makna, dan fungsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil dari analisis morfosemantik nama-nama kue artis berdasarkan bentuk struktur, makna dan fungsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan menyajikan data-data berupa kata dan kalimat yang dianalisis berdasarkan bentuk yang sebenarnya. Sumber data penelitian ini adalah toko kue artis di Surabaya, sedangkan data penelitian ini berupa nama-nama menu kue artis di Surabaya. Hasil dari penganalisisan penelitian ini menyatakan rincian kajian morfosemantik pada nama-nama kue artis di Surabaya adalah: a) Penamaan nama kue dalam prosesnya dapat berupa nama sifat khas kue, nama tempat pendiri kue, nama penemu dan pembuat kue, nama bahan dan nama pemendekkan kue, b) Penamaan yang berupa bentuk dasar nama kue terjadi dua proses mofologi yakni afiksasi, komposisi, dan akronim. Proses morfologi tersebut menghasilkan ciri pada penamaan kue, c)Penamaan yang berupa makna nama kue terjadi pada tiga jenis makna yakni makna leksikal, makna gramatikal, makna denotatif dan makna ideologi, dan d) Fungsi nama kue terjadi pada pemberian nama kue berdasarkan latar belakang. Nama-nama kue yang sesuai latar belakang memiliki harapan pada masing-masing nama kue. Kata Kunci : morfosemantik, bentuk, makna, fungsi, nama-nama kue artis.
REPRESENTASI METAFORIS KALIMAT MUTIARA PADA AKUN INSTAGRAM @YANG.TERDALAM IRFATUL FARIDAH, MAYA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Instagram merupakan salah satu media sosial yang sudah tidak asing dan banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Adanya akun instagram sebagai media sosial yang digemari, menimbulkan adanya akun-akun yang mengunggah kata-kata mutiara, salah satunya akun instagram @yang.terdalam berisikan kalimat mutiara yang cenderung menggunakan metafora pada tiap kalimatnya. Representasi metaforis dapat digunakan untuk meneliti kalimat mutiara pada akun instagram @yang.terdalam. Representasi metaforis tersebut dikaji berdasarkan dua rumusan masalah melalui penelitian, yaitu 1) Bagaimana representasi metaforis pada kalimat mutiara dalam menampilkan realitas pada akun instagram @yang.terdalam, 2) Bagaimana kalimat metaforis yang terdapat pada akun instagram @yang.terdalam. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk menghasilkan deskripsi tentang realitas yang ditampilkan dan kalimat metaforis yang terdapat dalam akun instagram @yang.terdalam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kata mutiara dan kalimat metaforis pada gambar akun instagram @yang.terdalam, sumber data pada penelitian ini pada akun instagram @yang.terdalam. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu 1) representasi metaforis pada akun instagram @yang.terdalam menampilkan realitas harapan, realitas perpisahan, realitas kesedihan, realitas kerinduan. 2) kalimat metaforis kata mutiara pada akun instagram @yang.terdalam berupa kalimat majemuk. Bentuk metafora biasanya berada pada induk kalimat. konjungsi terletak dibagian awal anak kalimat atau kalimat keduaa, juga berada di awal kalimat dan di tengah kalimat. Kata Kunci : Representasi, Metafora, Kalimat Mutiara, instagram.
SINDONEWS ONLINE DALAM PEMBERITAAN BASUKI TJAHAJA PURNAMA KASUS PENODAAN AGAMA EDISI APRIL 2017 (KAJIAN ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH) FAJAR ABDUL ROHKMAN, DIKI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata kunci: analisis wacana kritis, dimensi tekstual, dimensi kewacanaan, dimensi sosiokultural, Sindonews Online Penelitian ini mengaji dimensi tekstual, kewacanaan, dan sosiokultural berita mengenai Basuki Tjahaja Purnama dalam kasus penodaan agama yang diterbitkan oleh Sindonews Online edisi April 2017. Rumusan masalah pada penelitian meliputi dimensi tekstual, kewacanaan, dan sosiokultural pada berita sesuai dengan teori yang digunakan, yakni teori analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Sumber data dalam penelitian ini yakni 31 berita yang diterbitkan Sindonews Online pada April 2017. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, simak, dan wawancara. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik kajian isi dan teknik catat. Dalam tahap analisis data, teknik yang digunakan adalah teknik deskriptif. Teknik deskriptif adalah pendeskripsian data berdasarkan rumusan masalah. Pada penelitian ini, tahapan analisis data model Norman Fairclough dilakukan dalam tiga tahap yakni deskripsi, interpretasi, dan eksplanasi. Hasil penelitian ini diuraikan sebagai berikut. Hasil analisis dimensi tekstual berita yang meliputi hasil analisis representasi dalam rangkaian anak kalimat yang menunjukkan tindakan pada bentuk proses, dan Basuki Tjahaja Purnama sebagai aktor pelaku pada bentuk partisipan. Representasi dalam rangkaian antarkalimat menunjukkan hasil representasi saling mendukung. Relasi yang ditunjukkan cenderung menghubungkan pembaca pada Tokoh dan Pengamat Politik. Identitas yang dimunculkan cenderung memosisiskan wartawan sebagai bukan bagian dari Basuki Tjahaja. Lalu, intertekstualitas yang ditampilkan yakni manifest intertectuality dan interdiscursivity. Hasil analisis dimensi kewacanaan berisi hasil interpretasi pembaca. Lima interpretasi pembaca menyatakan adanya penyudutan terhadap Basuki Tjahaja Purnama, dan dua interpretasi pembaca m,enyatakan adanya keberpihakan pada pihak kontra Basuki Tjahaja Purnama. Lalu, hasil analisis dimensi sosiokultural meliputi analisis situasional, institusional, dan sosial saat berita diterbitkan. Hasil analisis ketiga dimensi yang sudah diperoleh, dijabarkan dalam pembahasan untuk mengetahui konstruksi wacana yang ditampilkan oleh Sindonews Online.
TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM FILM “KARTINI” KARYA HANUNG BRAMANTYO: KAJIAN SOSIOPRAGMATIK HERU PRASETYO, ADE
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian berjudul ?Tindak Tutur Ekspresif dalam Film ?Kartini? karya Hanung Bramantyo: Kajian Sosiopragmatik? dilatarbelakangi oleh (1) penelitian mengenai tindak tutur ekspresif yang dikaitkan dengan leksikon emosi dasar dalam film masih jarang dilakukan oleh peneliti lain dan (2) pentingnya pengembangan dan penggunaan tuturan ekspresif dalam pembelajaran drama di sekolah. Oleh karena itu, dilakukanlah sebuah penelitian mengenai leksikon emosi dasar dalam tuturan ekspresif dalam film ?Kartini? karya Hanung Bramantyo. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif dalam film ?Kartini? karya Hanung Bramantyo, (2) mendeskripsikan fungsi tindak tutur ekspresif dalam film ?Kartini? karya Hanung Bramantyo, dan (3) mendeskripsikan jenis tuturan ekspresif dalam film ?Kartini? karya Hanung Bramantyo. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan dialog yang termasuk tindak tutur ekspresif dalam film ?Kartini? karya Hanung Bramantyo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik simak bebas libat cakap sebagai teknik utama dan teknik catat sebagai teknik lanjutan. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan ekstralingual. Data tersebut dianalisis berdasarkan rumusan masalah dan kemudian dideskripsikan dalam bentuk penjelasan atas hasil analisis. Hasil analisis tersebut kemudian dibuat sebuah simpulan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pertama, ditemukan empat bentuk tindak tutur ekspresif dalam film ?Kartini? karya Hanung Bramantyo. Keempat bentuk tindak tutur ekspresif tersebut yaitu (1) tindak tutur langsung literal, (2) tindak tutur langsung nonliteral, (3) tindak tutur tidak langsung literal, (4) tindak tutur tidak langsung nonliteral. Kedua, Keempat bentuk tindak tutur ekspresif tersebut memiliki fungsi yang beragam meliputi mengucapkan terima kasih, mengucapkan selamat, mengucapkan permintaan maaf, mengungkapkan simpati, mengungkapkan kemarahan, dan mengucapkan salam. Ketiga, ditemukan berbagai tuturan ekspresif berupa leksikon yang digunakan oleh penutur dalam mengekspresikan emosi dasar penutur meliputi emosi dasar amarah, kesedihan, rasa takut, kenikmatan, cinta, dan jengkel. Berdasarkan analisis dalam hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa (1) bentuk tindak tutur ekspresif langsung literal dominan dan adanya stratifikasi penggunaan leksikon emosi dalam film ?Kartini? karya Hanung Bramantyo, (2) terdapat 22 jenis varian fungsi tuturan ekspresif yang terdapat dalam film ?Kartini? karya Hanung Bramantyo, (3) tuturan ekspresif berupa leksikon emosi dasar amarah mendominasi dalam film ?Kartini? karya Hanung Bramantyo, dan (4) adanya relevansi antara leksikon emosi yang dianalisis oleh peneliti dengan pembelajaran drama di SMP dan SMA.
VARIASI BENTUK KATA PADA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DI KALANGAN MILENIAL PERKOTAAN DI INDONESIA CHARISMA PUTRI, SINDI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Kunci: Instagram, milenial dan variasi kata. Media sosial dari zaman ke zaman pasti mengalami perkembangan dan mengalami masa jayanya sendiri. Saat ini media sosial yang terbaru dan banyak digunakan oleh masyarakat seluruh dunia adalah media sosial instagram. Media sosial ini gunanya untuk berinteraksi antar sesama pengguna di berbagai belahan dunia melalui jejaring internet. Media sosial ini juga banyak diminati oleh seluruh orang di dunia setelah facebook muncul. Kaum milenial adalah salah satu penikmat atau pemakai instagram paling aktif, hal ini terjadi karena kaum milenial merupakan generasi yang paling melek terhadap teknologi. Mereka lahir pada masa dimana teknologi internet sedang marak berkembang. Fitur yang ada pada instagram mendukung adanya komunikasi di dalamnya. Dalam interaksi tersebut dipastikan menggunakan bahasa sebagai alat komunikasinya. Bahasa yang digunakan memunculkan berbagai macam variasi bahasa yang dapat dilihat pada pengguna instagram. Varias yang muncul dilihat dari kalimat-kalimat tertulis yang ada pada postingan pengguna instagram. Variasi yang muncul pada media sosial instagram mengakibatkan adanya gejala bahasa. Karena gejala bahasa merupakan peristiwa yang menyangkut tentang bentukan-bentukan kata atau kalimat pada bahasa. Skripsi yang berjudul Variasi Bentuk Kata Pada Media Sosial Instagram Kalangan Milenial Perkotaan di Indonesia ini membendah tentang bentuk variasi kata apa saja yang ditemukan dan bagaimana proses pembentukannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena dalam penelitian ini tidak dipandu dengan teori terlebih dahulu melainkan dipandu dengan data yang sudah ada, lalu dianalisis menggunakan teori. Data pada penelitian ini berbentuk kata yang diunggah oleh pengguna media sosial instagram dan sumber data yang digunakan ialah akun milik pengguna media sosial instagram. Dari penelitian yang dilakukan, ditemukan beberapa macam proses pembentukannya, yaitu: pembentukan hiperkorek, kontraksi, reduksi jenis apokop, adisi jenis epentesis, reduksi jenis sinkop, reduksi jenis afresia, monoftongisasi dan adaptasi fonologi. Namun ada penemuan data yang tidak diketahui macam pembentukannya. Penemuan bentuk kata yang ada pada media sosial instagram nantinya akan dilanjutkan dengan proses pembentukannya dan dijelaskan satu persatu dilihat dari struktur kata yang ada serta pengaruh lain yang memengaruhi kata tersebut dapat terbentuk. Penjabaran yang akan dilakukan dalam penelitian ini akan dijabarkan sedetail mungkin melalui deskripsi-deskripsi kalimat seperti yang ada pada kaidah penelitian kualitatif.
KEEFEKTIFAN METODE SUGESTOPEDIA BERMEDIA LAGU RELIGI PADA PEMBELAJARAN MENULIS PUISI KREATIF SISWA KELAS X SMAS MANBAIL HUDA JENU-TUBAN RATNASARI, YULI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada proses pembelajaran terdapat metode sebagai strategi pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Hal tersebut dimaksudkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yakni, siswa mampu menguasai dan memahami materi yang telah diajarkan. Metode konvensional ceramah dirasa membosankan bagi siswa. Untuk meningkatkan kemampuan dan semangat belajar siswa perlu adanya variasi dalam penggunaan metode. Metode tersebut adalah metode sugestopedia bermedia lagu religi digunakan dalam pembelajaran menulis puisi kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan keefektivan metode sugestopedia bermedia lagu religi pada kemampuan menulis puisi kreatif siswa kelas X SMA Manbail Huda. Jenis penelitian yang digunakan True Experiment dengan desain control group experimen. Sampel penelitian ini adalah kelas X IPA sebagai kelas kontrol dan X IPS sebagau kelas eksperimen karena di sekolah ini pada masing-masing tingkatan kelas hanya terdiri dari dua kelas saja. Penyebabnya adalah jumlah siswa di sekolah ini sedikit sehingga tidak mungkin dilakukan pembagian kelas lebih banyak lagi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode Sugestopedia bermedia lagu religi pada kemampuan menulis puisi kreatif berjalan efektif. Hal itu dapat dibuktikan dengan hasil persentase aktivitas siswa kelas kontrol 75% dan aktivitas guru 77,5%, sedangkan persentase aktivitas siswa kelas eksperimen 86,3% dan aktivitas guru 90%. Hasil belajar siswa menggunakan metode Sugestopedia bermedia lagu religi mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan metode ceramah. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kenaikaan nilai rata-rata kelas eksperimen dari 58 ke 73 dengan selisih 15 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan nilai rata rata dari 52 ke 61 dengan selisih 9. Selain itu, hasil hitung t menunjukan lebih besar dari yaitu (6) yang membuktikan bahwa metode ugestopedia bermedia lagu religi efektif diterapkan pada pembelajaran menulis puisi kreatif. Selanjutnya hasil respon siswa sangat baik teradap penggunaan metode Sugestopedia bermedia lagu religi saat pembelajaran menulis puisi kreatif. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan persentase siswa yang menjawab ?Ya? sebanyak 95,92% dan yang menjawab ?Tidak? sebanyak 4,07%. Kata Kunci : Metode Sugestopedia, Lagu Religi, Pembelajaran Menulis Puisi Kreatif
RELIGIUSITAS DALAM NOVEL KEMBARA RINDU KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY (KAJIAN RELIGIUSITAS Y. B MANGUNWIJAYA) ILMAWAN DAROJAT, WAHYU
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Religiusitas merupakan keyakinan yang dimiliki oleh seseorang yang erat kaitannya dengan emosi dan kepercayaan kepada Tuhan, yang dapat diwujudkan dengan sikap baik dan benar. Tujuan penelitian pada skripsi ini ialah (1) mendeskripsikan kemampuan manusia berpikir secara luas untuk menentukan langkah bijaksana dalam menjalani hidup dalam novel Kembara Rindu, (2) mendeskripsikan kemampuan manusia mencari dan menemukan petunjuk berdasarkan pengalaman yang telah dilalui dalam novel Kembara Rindu, (3) mendesripsikan kemampuan mengatasi segala permasalahan dengan simpati dan menolong orang lain dalam novel Kembara Rindu, dan (4) mendeskripsikan kemampuan manusia meniadakan diri di hadapan Tuhan dalam novel Kembara Rindu. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu, pendekatan yang digunakan pendekatan objektif. Sumber data yang digunakan adalah novel Kembara Rindu karya Habiburrahman El Shirazy. Data penelitian adalah kalimat dan paragraf yang diambil dari novel Kembara Rindu. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik kepustakaan, dan teknik analisis data menggunakan deskriptif analisis. Hasil penelitian ini adalah religiusitas yang dominan adalah kemampuan manusia meniadakan diri di hadapan Tuhan, seperti berdoa, beristighfar, melaksanakan ibadah salat. Karena pada novel ini banyak menceritakan sikap Ridho yang taat mengerjakan ajaran agama yang dipercaya.Kata Kunci: religiusitas, keyakinan, novel, Kembara Rindu
PENGEMBANGAN MEDIA WAYANG HEWAN UNTUK PEMBELAJARAN MENCERITAKAN KEMBALI ISI TEKS FABEL KELAS VII SMP. RAMADHAN, HILMI
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) proses pegembangan media wayang hewan, (2) Kualitas media wayang hewan yang meliputi kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Kevalidan tersebut menghasilkan lembar validasi, kepraktisan menghasilkan lembar observasi pembelajaran dan angket respon, dan keefktifan menghasilkan lembar observasi pembelajaran dan hasil tes belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D Thiagarajan yang meliputi 4 tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (diseminatte). Namun, tahap penyebaran tidak dilaksanakan karena tidak termasuk secara akademik dan keterbatasan waktu penelitian. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII D dan VII E SMPN 21 Surabaya. Pengumpulan data dilakukan menggunaka teknik wawancara dan angket kebutuhan peserta didik yang memperoleh data proses pengembangan media wayang hewan., sedangkan teknik validasi, observasi, angket respon, dan tes hasil belajar digunakan untuk memperoleh kualitas media wayang hewan. Hasil Penelitian ini adalah media wayang hewan yang digunakan dalam pembelajaran menceritakan kembali isi teks fabel kelas VII SMP. Hasil penelitian ini antara lain (1) proses pengembangan media wayang hewan yang sesuai dengan model pengembangan 4D Thiagarajan, (2) kualitas media wayang menggunakan model pembelajaran langsung dinilai dari tiga aspek, yakni kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan. Media wayang hewan berkualifikasi baik dari validator dosen ahli media dan sangat baik dari guru bahasa Indonesia. Penilaian dari segi kegrafikan dan bahan media wayang hewan 68 % validasi dosen ahli dan 88% guru bahasa Indonesia. Pada uji coba terbatas dan luas media wayang hewan bberkualifikasi sangat baik berdasarkan hasil observasi dan tes hasil belajar peserta didik. Hasil belajar peserta didik pada uji coa luas mendapatkan hasil 93,7% berkualifikasi sangat baik. Respon terhadap media wayang hewan mendapatkan hasil 94% berkualifikasi baik. Kata Kunci: Pengembangan, Kevalidan, Keefektifan, dan Kepraktisan.
PELANGGENGAN KEKUASAAN DALAM NOVEL KUBAH DI ATAS PASIR KARYA ZHAENAL FANANI (KAJIAN KEKERASAN SIMBOLIK PIERRE BOURDIEU) WAHYU LAKSANA, BRAMANTIKA
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan upaya pelanggengan kekuasaan melalui modal, habitus, ranah, kelas, trakjektori dan pelanggengan kekuasaan dengan menggunakan kekerasan simbolik yang terdapat dalam Novel Kubah di Atas Pasir karya Zhaenal Fanani. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologis. Pendekatan ini menekankan hasil karya yang diciptakan, baik skala angkatan maupun individual memiliki aspek-aspek sosial tertentu yang dapat dibicarakan melalui model-model pemahaman sosial. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Kubah di Atas Pasir karya Zhaenal Fanani yang diterbitkan oleh penerbit Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata-kata, kelimat-kalimat dan kutipan yang ada di dalam novel Kubah di Atas Pasir karya Zhaenal Fanani. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu teknik studi pustaka. Teknik studi pustaka digunakan untuk menemukan segala sumber yang terkait dengan data penelitian. Hasil dalam penelitian ini diperoleh bahwa (1) modal yang terdiri dari tiga bagian, yaitu modal simbolik, modal budaya, dan modal sosial. (2) Kelas yang terdiri atas kelas dominan, kelas menengah dan kelas dominan. (3) Ranah yang terdapat di dalam novel ini dibagi menjadi dua, yaitu ranah ekonomi dan pendidikan. (4)Trajektori yang terdapat di dalam novel ini dibagi menjadi dua, yaitu trajektori Fatikha dan petinggi desa. (5) Beberapa habitus yang ada di dalam novel ini antara lain: (1) Sikap Fatikha yang memandang pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kemajuan Ngurawan. (2) Warga Ngurawan yang hanya menganut sistem kekeluargaan tanpa memandang hal lain sebagai pedoman hidupnya, bahkan dengan pendidikan sekalipun. (6) Dari kelima konsep yang dianalisis di dalam penelitian ini akan dikombinasikan dan menghasilkan suatu konsep, yaitu tentang kekerasan simbolik yang akan digunakan untuk melanggengkan kekuasaannya Kekerasan simbolik ini antara lain. (1) Memberikan izin kepada Ngurawan untuk tinggal di tanah yang bukan kepemilikannya. (2) Memberlakukan sistem monopoli penjualan pasir oleh petinggi desa. (3) Menggunakan dalih mengerti keadaan Ngurawan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. (4) Memberikan tanah garapan selama waktu yang ditentukan. Kata Kunci: kekerasan simbolik, pelanggengan kekuasaan, novel.