cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 369 Documents
CAMPUR KODE DAN ALIH KODE PADA TUTURAN KELOMPOK MASYARAKAT MULTILINGUAL DI KAMPUNG INGGRIS PARE KEDIRI KHIKMAH, ELYKA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK CAMPUR KODE DAN ALIH KODE PADA TUTURAN KELOMPOK MASYARAKAT MULTILINGUAL DI KAMPUNG INGGRIS PARE KEDIRI Nama : Elyka Khikmah NIM : 15020074049 Program Studi : Pendidikan Bahasa Indonesia Jurusan : Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas : Bahasa dan Seni Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dr. Maria Mintowati, M.Pd Kata Kunci : multilingual, kampung inggris, alih kode, campur kode Masyarakat penutur suatu bahasa sangat beragam. Keberagaman bahasa ini muncul karena adanya kebutuhan penutur yang digunakan sesuai dengan situasi dan konteks sosialnya sehingga memungkinkan masyarakat Indonesia menggunakan dan memiliki lebih dari satu bahasa. Masyarakat yang menggunakan lebih dari satu bahasa ini disebut multilingual. Kampung Inggris yang terletak di Desa Telungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri merupakan masyarakat multilingual karena, mereka mengenal dan menggunakan tiga bahasa yaitu bahasa Jawa, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Adanya keberagaman bahasa menimbulkan terjadinya peralihan bahasa maupun penyisipan dari suatu bahasa kebahasa lain, sehingga menyebabkan terjadinya masalah sosiolinguistik yakni alih kode dan campur kode. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan wujud alih kode dan campur kode serta penyebab alih kode dan campur kode pada masyarakat multilingual di kampung Inggris Pare Kediri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yang digunakan untuk memperoleh hasil berupa data tertulis yang bersumber dari penutur-penuturnya. Sumber data penelitian ini adalah tuturan masyarakat multilingual di kampung Inggris. Data penelitian ini adalah tuturan-tuturan berwujud alih kode dan campur kode oleh masyarakat multilingual di kampung Inggris. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah ditemukannya 1) bentuk alih kode dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia dan bahasa Indonesia ke bahasa Jawa, dari Bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. 2) bentuk campur kode berupa penyisipan kata, perulangan kata dan klausa berasal dari bahasa Jawa, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Penyisipan frasa berasal dari bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Penyisipan baster yang merupakan perpaduan antara bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris dan antara bahasa Jawa dan bahasa Inggris. Selanjutnya penyisipan unsure berwujud idiom berbahasa Inggris. 3) faktor yang melatarbelakangi terjadinya alih kode yaitu pembicara atau penutur, perubahan situasi dan hadirnya pihak ketiga. 4) faktor yang melatarbelakangi terjadinya campur kode yaitu pembicara, lawan tutur, keterbatasan padanan kata, inggin menciptakan suasana santai dan pengaruh unsur prestise.
KONJUNGSI PADA TEKS BACAAN BUKU SISWA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) TERBITAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN WULANDARI, DEFI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak KONJUNGSI PADA TEKS BACAAN BUKU SISWA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) TERBITAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Nama :Defi Wulandari NIM : 15020074040 Prodi :S1/ Pendidikan bahasa dan Indonesia Fakultas :Bahasa dan Seni Universitas :Universitas Negeri Surabaya Pembimbing :Prof. Dr. Kisyani Laksono, M. Hum. Tahun : 2019 Buku siswa seharusnya memiliki keterkaitan antar unsur-unsur kalimat yang beragam. Unsur-unsur kalimat itu dihubungkan melalui penggunaan sebuah konjungsi. Menurut beberapa ahli, konjungsi memiliki berbagai jenis dan fungsi. Keberadaan konjungsi tersebut berguna untuk memperjelas pemahaman pembaca mengenai isi buku, dalam hal ini buku teks pelajaran. Menurut Alwi dkk (1998:440), konjungsi merupakan hubungan perkaitan proposisi yang dinyatakan secara eksplisit oleh unsur-unsur gramatikal dan semantik dalam kalimat-kalimat yang membentuk wacana. Sebagai upaya tercapainya ketentuan umum Permendiknas tahun 2008 nomor 2 pada pasal 1 ayat (3) maka disusunlah penelitian ini yang bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan jenis, fungsi, dan frekuensi konjungsi yang ada dalam teks bacaan buku siswa kelas X revisi 2016, kelas XI revisi 2017, dan kelas XII revisi 2018 sehingga hasil penelitian dapat digunakan sebagai pertimbangan penulis dalam meningkatkan penggunaan konjungsi dalam bukunya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan bantuan kuantitatif berjenis deskriptif. Penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang dilakukan dengan mendeskripsikan seta memaparkan data-data yang ada, kemudian data yang ada dianalisis tidak menggunakan prosedur statistik maupun bentuk hitungan lainnya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori yang dikemukakan oleh (Chaer, 2008:98) yang berbunyi konjungsi atau kata penghubung adalah kata-kata yang menghubungkan satuan-satuan sintaksis, baik antara kata dengan kata, antara frase dengan frase, antara klausa dengan klausa, atau antara kalimat dengan kalimat. Konjungsi dikelompokkan menjadi 3 bentuk yaitu Koordinatif, Subkoordinatif, dan Antarkalimat. Dari penelitian ini ditemukan bentuk konjungsi 1) koordinatif, 2) subkoordinatif, 3) antarkalimat dalam ketig buku. Jenis konjungsi Koordinatif terbanyak ditemukan didalam buku kelas X1 yaitu sebanyak 19 jenis sedangkan buku kelas XII ditemukan 18 jenis dan yang paling sedikit jenisnya yaitu pada teks bacaan buku kelas X yaitu 8 jenis. Kemudian jenis Subkoordinatif terbanyak terdapat dalam buku kelas X yaitu 25 jenis sedangkan buku kelas XI yaitu 24 jenis dan buku kelas XII yaitu 14 jenis. Konjungsi antarkalimat jenis terbanyak ditemukan didalam teks bacaan dalam buku kelas X yaitu 6 jenis, buku kelas XII terdapat 4 jenis, buku kelas XI terdapat 3 jenis. Fungsi konjungsi koordinatif yang muncul pada buku kelas X terdapat 5 fungsi yaitu meliputi (F1,f2,f3,f4,f8) pada buku kelas XI terdapat 8 fungsi yaitu (F1,f2,f3,f4,f5,f6,f7,f8) pada buku kelas XII terdapat 8 fungsi yaitu (F1,f2,f3,f4,f5,f6,f7,f8). Frekuensi konjungsi Koordinatif dalam teks bacaan buku siswa kelas (X terdapat 259 kali kemunculan konjungsi KO), (XI terdapat 523 kali kemunulan konjungsi KO), (XII terdapat 701 kali kemunculan konjungsi KO). Frekuensi konjungsi Subkoordinatif yang terdapat dalam buku siswa kelas (X terdapat 267kali kemunculan konjungsi SK), (XI terdapat 308 kali kemunulan konjungsi SK), (XII terdapat 163 kali kemunculan konjungsi SK). Frekuensi konjungsi Antarkalimat yang terdapat dalam buku siswa kelas (X terdapat 37 kali kemunculan konjungsi AK), (XI terdapat 9 kali kemunulan konjungsi AK), (XII terdapat 20 kali kemunculan konjungsi AK). Berdasarkan ketiga hal tersebut tampak bahwa pemakaian konjungsi dalam buku siswa kelas X revisi 2016, XI revisi 2017, XII revisi 2018 masih perlu dicermati karena perkembangannya kurang baik. Kata Kunci : Konjungsi, buku siswa Abstract CONJUNGCTION ON INDONESIAN STUDENTS BOOKING READING TEXT OF HIGH SCHOOL LEVELS (HIGH SCHOOL) PUBLISHED MINISTRY OF EDUCATION AND CULTURE. Name : Defi Wulandari NIM : 15020074040 Study Program : S1/ Language Education and Indonsia Faculty of Language and art University : Surabaya State University Advisor : Prof. Dr.Kisyani Lasono, M. Hum Year : 2019 Keyword : Conjungction, Student book Student books should have links between various sentence elements. The sentence elements are connected through the use of a conjunction. According to some experts, conjunctions have various types and functions. The existence of these conjunctions is useful to clarify the readers understanding of the contents of the book, in this case the textbook. According to Alwi et al (1998: 440), conjunction is a linking relationship of propositions that are expressed explicitly by grammatical and semantic elements in the sentences that make up the discourse. In an effort to achieve the general provisions of the 2008 Permendiknas number 2 in article 1 paragraph (3), this study was prepared to identify the forms and types, functions, and frequency of conjunctions in the reading text of students of class X revision 2016, revised XI class 2017 , and revised XII class 2018 so that the results of the study can be used as a consideration for the author in increasing the use of conjunctions in his book. This study used a qualitative approach with descriptive quantitative assistance. Qualitative descriptive research is a research that is conducted by describing the existing data, then the existing data analyzed does not use statistical procedures or other forms of calculation. The theory used in this study is the theory put forward by (Chaer, 2008: 98) which reads conjunctions or conjunctions are words that connect syntactic units, both between words and words, between phrases with phrases, between clauses and clauses , or between sentences with sentences. Conjunctions are grouped into 3 forms: Coordinative, Sub-coordinative, and Inter-Talent. From this study found the form of conjunctions 1) coordinative, 2) sub-coordinative, 3) interfaith in the three books. The most coordinated conjunction types found in the book class X1 are as many as 19 types while the class XII books are found in 18 types and the least types are those in the text reading book class X which is 8 types. Then the most sub-coordinate types are found in class X books, which are 25 types while books in class XI are 24 types and class XII books are 14 types. The most types of interfaith conjunctions found in the reading text in class X books are 6 types, class XII books have 4 types, class XI books have 3 types. The coordinative conjunction functions that appear in class X books have 5 functions, which include (F1, f2, f3, f4, f8) in class XI books, there are 8 functions, namely (F1, f2, f3, f4, f5, f6, f7, f8) in class XII there are 8 functions, namely (F1, f2, f3, f4, f5, f6, f7, f8). Coordinative conjunction frequency in class student text reading text (X there are 259 times the occurrence of KO conjunctions), (XI there are 523 times KO conjunctions), (XII there are 701 occurrences of KO conjunctions). Sub-coordinate conjunction frequency contained in class student books (X is 267 times the emergence of SK conjunctions), (XI there are 308 occurrences of SK SKJ conjunctions), (XII there are 163 occurrences of SK conjunctions). The frequency of intercalms conjunctions contained in class student books (X there are 37 times the appearance of AK conjunctions), (XI there are 9 times the occurrence of AK conjunctions), (XII there are 20 times the appearance of AK conjunctions). Based on these three things, it appears that the use of conjunctions in the 2016 revised class X student book, 2017 revised XI, 2018 revision XII still needs to be examined because the development is not good enough. Keywords: Conjunction, student book
PERKEMBANGAN VERBA BAHASA INDONESIA DALAM KBBI III DAN KBBI V SILFIA IKA ARIYANTI, ELSA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa yang telah dikukuhkan sebagai bahasa negara bertanggung jawab memenuhi kebutuhan bahasa masyarakat Indonesia untuk mengikuti perkembangan zaman. Sebab itu, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai satu di antara acuan untuk berbahasa Indonesia yang baik dan benar selalu diperbarui. Pembaruan KBBI sampai dengan edisi kelima menunjukkan perkembangan bahasa Indonesia. Berdasarkan perkembangan bahasa Indonesia, ditemukan salah satu hal menarik untuk diteliti, yakni verba. Dari berbagai data awal, tampak bahwa terjadi perkembangan verba bahasa Indonesia dari segi jumlah, bentuk, dan makna. Verba disebut penting dalam kalimat karena berpengaruh terhadap keberadaan atau ketiadaan unsur-unsur lain dalam kalimat. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah metode simak. Metode simak dilakukan dengan menyimak setiap lema verba bahasa Indonesia dalam KBBI III dan KBBI V. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik catat. Pemilihan teknik catat didasarkan pada data penelitian yang berupa lema-lema berkategori verba berlambang v yang bersumber dari KBBI III dan V. Hasil penelitian perkembangan verba bahasa Indonesia dalam KBBI diperoleh berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Hasil pertama menunjukkan terdapat perkembangan jumlah verba dalam KBBI. Ditemukan 3146 verba asal dalam KBBI III dan 3120 verba asal dalam KBBI V. Berikutnya ditemukan 2404 verba berafiks dalam KBBI III dan 2303 verba berafiks dalam KBBI V. Jumlah verba berbentuk ulang dalam KBBI III sejumlah 406, sedangkan dalam KBBI V sejumlah 394. Hasil kedua menunjukkan terdapat perkembangan verba asal dalam KBBI. Ditemukan keberadaan verba asal dalam KBBI III dan V diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu keberadaan verba asal tanpa perubahan, pelesapan verba asal, dan perubahan kategori pada verba asal. Hasil ketiga menunjukkan terdapat perkembangan verba turunan dalam KBBI. Ditemukan 322 verba turunan yang bertambah, 9 verba turunan yang berkurang, 591 verba turunan yang melesap pada KBBI V dan 450 verba turunan yang melesap pada KBBI III. Hasil keempat menunjukkan terdapat perkembangan makna verba dalam KBBI. Ditemukan jenis perkembangan makna dengan frekuensi terbanyak adalah adalah perluasan berdasar temuan dalam KBBI, yaitu 1283. Berikutnya ialah perluasan makna berdasar teori, yaitu 28. Selanjutnya ialah penyempitan 7, dan perubahan total 3. Kata Kunci: verba, verba asal, verba turunan, perkembangan makna verba, KBBI
PENERAPAN METODE KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS DRAMA SMP NEGERI 1 DRIYOREJO DHANA ISWARA, ARYA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh beberapa rumusan masalah, diantaranya sebagai berikut: (1) Bagaimana proses penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw dalam pembelajaran menulis teks drama siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Driyorejo Tahun Ajaran 2018/2019, (2) Bagaimana hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Driyorejo Tahun Ajaran 2018/2019 dalam pembelajaran menulis teks drama dengan menggunakan metode kooperatif tipe Jigsaw, (3) Bagaimana respon siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Driyorejo Tahun Ajaran 2018/2019 dalam pembelajaran menulis teks drama dengan menggunakan metode kooperatif tipe Jigsaw. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Penerapan metode kooperatif tipe Jigsaw dalam pembelajaran menulis teks drama siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Driyorejo Tahun Ajaran 2018/2019, (2) Hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Driyorejo Tahun Ajaran 2018/2019 dalam pembelajaran menulis teks drama dengan menggunakan metode kooperatif jigsaw, (3) Respon siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Driyorejo Tahun Ajaran 2018/2019 dalam pembelajaran menulis teks drama dengan menggunakan metode kooperatif jigsaw. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen dengan metode deskriptif kualitatif. Jenis eksperimen yang digunakan adalah eksperimen semu atau Quasi Experimemt dengan desain pembelajaran Pre-test dan Post-test. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, penilaian unjuk kerja, angket. Observasi bertujuan untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa saat pembelajaran. Penilaian unjuk kerja bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa saat pretes dan postes. Angket bertujuan untuk mengetahui respon siswa terhadap penggunaan metode kooperatif tipe Jigsaw. Hasil penelitian ini pada proses penerapan kooperatif tipe jigsaw menunjukkan aktivitas guru dalam pembelajaran menulis teks drama tanpa menggunakan metode kooperatif tipe Jigsaw atau sebelum perlakuan (treatment) yang berada pada baik sebesar 38,46% dan yang berada pada sangat baik sebesar 61,54% sedangkan aktivitas guru dalam pembelajaran menulis teks drama dengan menggunakan metode kooperatif tipe Jigsaw atau setelah perlakuan (treatment) yang berada pada baik sebesar 41,7% yang berada pada sangat baik sebesar 58,3%. Serta aktivitas siswa dalam pembelajaran menulis teks drama tanpa menggunakan metode kooperatif jigsaw yang berada pada cukup sebesar 26,7%, lalu yang berada pada baik sebesar 53,3% dan yang berada pada sangat baik sebesar 20% sedangkan aktivitas siswa dalam pembelajaran menulis teks drama dengan menggunakan metode kooperatif jigsaw yang berada pada baik sebesar 53,3% dan yang berada pada sangat baik sebesar 46,7%. Hasil belajar siswa saat pre-test keseluruhan adalah 1858 dengan rata-rata kelas sebesar 53,8 dan hasil belajar siswa saat post-test keseluruhan adalah 2730,6 dengan rata-rata kelas sebesar 86,6 dengan perbedaan selisih nilai keseluruhan 872,6 dan perbedaan selisisih rata-rata kelas 32,8. Nilai keseluruhan kelas mengalami peningkatan sebesar 46,9% dan rata-rata kelas juga mengalami peningkatan sebesar 60,9%. Respon siswa terhadap pembelajaran menulis teks drama dengan metode kooperatif jigsaw, 90,6% menyatakan bahwa pembelajaran menggunakan metode kooperatif tipe Jigsaw membantu, menyenangkan, dan tidak membosankan dan 9,4% menyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode kooperatif tipe Jigsaw Kata Kunci: Kooperatif, Jigsaw, Menulis, Teks Drama
PENGARUH METODE THINK PAIR SHARE (TPS)BERBANTUAN MEDIA ROULETTE KEBERUNTUNGAN TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS NEGOSIASI PESERTA DIDIK KELAS X DESAIN PEMODELAN INFORMASI DAN BANGUNAN SMK NEGERI 1 KOTA MOJOKERTO ARDIANUS LETTE, FIKRA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH METODE THINK PAIR SHARE (TPS) BERBANTUAN MEDIA ROULETTE KEBERUNTUNGAN TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS NEGOSIASI PESERTA DIDIK KELAS X DESAIN PEMODELAN INFORMASI DAN BANGUNAN SMK NEGERI 1 KOTA MOJOKERTO Nama : FikraArdianusLette NIM : 15020074138 Program Studi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurusan : Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas : Bahasa dan Seni Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dra.TrinilTuristiani, M. Pd.. Tahun : 2019 Pembelajaran bahasa Indonesia kelas X SMK dalam kurikulum 2013 revisi terbaru merupakan pembelajaran yang tidak terlepas dari menulis. Seperti halnya dalam kompetensi dasar Teks Negosiasi. Penerapan kegiatan Negosiasi ini tidak hanya berbentuk lisan tetapi juga berbentuk tulisan yaitu berupa teks negosiasi yang memudahkan seseorang dalam berinteraksi. Untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam hal tersebut, perlu adanya metode serta media yang tepat. Metode serta media tersebut adalah metode ThinkPairShare (TPS) berbantuan media Roulettekeberuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode ThinkPairShare (TPS) berbantuan media roulette keberuntungan terhadap kemampuan menulis teks negosiasi peserta didik kelas X desain pemodelan informasi dan bangunan SMK Negeri 1 Kota Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian eksperimen dengan desain penelitian True Experimental Design dengan model pretes-posttets group design. Sampel penelitian ini adalah kelas X DPIB 2 sebagai kelas kontrol dan kelas X DPIB 3 sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes dan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan metode Think Pair Share (TPS) berbantuan media Roulette keberuntungan terhadap kemampuan menulis teks negosiasi berjalan dengan baik. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan aktivitas pendidik kelas kontrol memerolehnilai 66% dan aktivitas peserta didik memerolehnilai 63%, sedangkan aktivitas pendidik kelas eksperimen memeroleh nilai 81% dan aktivitas peserta didik memerolehnilai 90%. Hasil belajar peserta didik menggunakan metode Think Pair Share (TPS) berbantuan media Roulette keberuntungan mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan metode konvensional. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kenaikan rata-rata nilai kelas eksperimen dari 37% ke 81% dengan selisih 44% lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional dengan kenaikan rata-rata nilai 64% ke 80% dengan selisih 16%. Selain itu, hasil hitung t menunjukan bahwa thitunglebih besar dari ttabelyaitu (5,8 ? 2,26), dengan demikian hipotesis kerja diterima. Selajutnya hasil respon peserta didik yang baik terhadap penggunaan metode Think Pair Share (TPS) berbantuan media Roulette keberuntungan saat pembelajaran menulis teks negosiasi. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan presentasi peserta didik yang menjawab ?Ya? sebanyak 97,17% dan yang menjawab ?Tidak? sebanyak 2,82%. Kata Kunci :Pengaruh Metode TPS, Media Roulette, Kemampuan Menulis Teks Negosiasi. ABSTRACT THE EFFECT OF THINK PAIR SHARE (TPS) METHOD ASSISTED FOR LUCK ROULETTE MEDIA ON WRITING ABILITY OF TEXT NEGOTIATION PARTICIPANTS IN CLASS X DESIGN MODELING OF INFORMATION AND BUILDING OF STATE 1ST VOCATIONAL SCHOOL IN MOJOKERTO CITY Name : Fikra Ardianus Lette NIM : 15020074138 Study Program : Indonesian Language and Literature Education Department : Indonesian Language and Literature Faculty of Language and Art Name of Institution : Surabaya State University Advisor : Dra.Trinil Turistiani, M. Pd .. Year : 2019 Learning Indonesian language in class X Vocational School in the latest revised 2013 curriculum is learning that can not be separated from writing. As is the case with the Negotiating Text basic competencies. The implementation of Negotiation activities is not only in the form of oral but also in the form of writing, in the form of negotiating texts that make it easier for someone to interact. To improve the ability of students in this case, there needs to be appropriate methods and media. The method and media are the media-assisted Think Pair Share (TPS) method of luck Roulette. This study aims to determine the effect of the Think Pair Share (TPS) method assisted by roulettek Luck media on the ability to write negotiating texts in class X information and building modeling designs of SMK Negeri 1 Kota Mojokerto. The type of research used in this study is experimental research with research design True Experimental Design with the pretest-posttets group model disgn. The sample of this study was class X DPIB 2 as the control class and class X DPIB 3 as the experimental class. Data collection techniques used in this study were observation, tests and questionnaires. The results of the study show that the use of the Think Pair Share (TPS) method assisted by Roulettes media luck on the ability to write negotiating texts goes well. This can be evidenced by the activity of the control class educator obtaining a value of 66% and the activity of students obtaining a value of 63%, while the activity of the experimental class educator obtained a value of 81% and the activity of students obtained a value of 90%. Learning outcomes of students using the Think Pair Share (TPS) method assisted by media luck Roulette experienced a significant increase compared to conventional methods. This can be evidenced by the increase in the average value of the experimental class from 37% to 81% with a difference of 44% higher than the control class using the conventional method with an increase in the average value of 64% to 80% with a difference of 16%. In addition, the result of t count shows that tcount is greater than t table, that is (5.8 26 2.26), thus the working hypothesis is accepted. Furthermore, the results of good student responses to the use of Think Pair Share (TPS) methods assisted by media Roulette luck when learning to write negotiating texts. This can be proven by the presentation of students who answered "Yes" as much as 97.17% and those who answered no as much as 2.82%. Keywords : Effect of TPS Method, Media Roulette, Ability to Write Negotiating Text.
REPRESENTASI PENGETAHUAN BAHARI DALAM NOVEL ANAK PESISIR, PELAUT, DAN PEROMPAK KARYA DASAIRY ZULFA CLARA ROSA LINDA PUTRI, HERFINA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK REPRESENTASI PENGETAHUAN BAHARI DALAM NOVEL ANAK PESISIR, PELAUT, DAN PEROMPAKKARYA DASAIRY ZULFA(KAJIAN INTERPRETATIF SIMBOLIK CLIFFORD GEERTZ) Nama : Herfina Clara Rosa Linda PutriNIM : 15020074039Prodi/Jurusan : Pendidikan/Bahasa dan Sastra IndonesiaFakultas : Bahasa dan SeniNama Lembaga : Universitas Negeri SurabayaPembimbing : Prof. Dr. Setya Yuwana, M.ATahun : 2019 Kata kunci: pengetahuan bahari, rencana, resep, aturan, dan petunjuk Masyarakat pesisir Tarakan Kalimantan Timur dalam novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak karya Dasairy Zulfa mayoritas bekerja sebagai nelayan memiliki latar belakang kebudayaan yang khas. Melalui kebudayaan tersebut, muncul pengetahuan bahari yang digunakan oleh masyarakat sebagai pedoman untuk mengatasi berbagai masalah mengenai kehidupan, melaut dan berlayar. Pengetahuan bahari yang dimaksud yakni perilaku hidup dan tata cara masyarakat terhadap laut dan pemanfaatan potensi laut yang ada di dalam, di atas, dan di sekitar laut.Tujuan penelitian ini mendeskripsikan (1) rencana-rencana pengetahuan bahari yang terepresentasi dalam novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak karya Dasairy Zulfa, (2) resep-resep pengetahuan bahari yang terepresentasi dalam novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak karya Dasairy Zulfa, (3) aturan-aturan pengetahuan bahari yang terepresentasi dalam novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak karya Dasairy Zulfa, (4) petunjuk-petunjuk pengetahuan bahari yang terepresentasi dalam novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak karya Dasairy Zulfa.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak karya Dasairy Zulfa. Data yang digunakan dalam penelitian yaitu kata, frasa, kalimat, paragraf, dan wacana masyarakat pesisir Tarakan Kalimantan Timur yang terepresentasi dalam novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak karya Dasairy Zulfa. Teknik pengumpulan data berupa teknik pustaka (pembacaan kritis, penandaan dan pengutipan) dan teknik analisis data berupa teknik deskriptif.Hasil penelitian ini yaitu rencana-rencana pengetahuan bahari yang terepresentasi dalam novel Anak Pesisir,Pelaut, dan Perompak karya Dasairy Zulfa ditunjukan melalui satu hal, yaitu (1) pola hidup nelayan. Resep-resep pengetahuan bahari yang terepresentasi dalam novel Anak Pesisir,Pelaut, dan Perompak karya Dasairy Zulfa ditunjukan melalui enam hal, yaitu (1) tatacara menangkap ikan, (2) mengolah hasil laut, (3) kebutuhan hidup masyarakat nelayan, (4) pendidikan masyarakat nelayan, (5) tatacara penentuan arah ketika melaut, (6) pemanfaatan teknologi melaut. Aturan-aturan pengetahuan bahari yang terepresentasi dalam novel Anak Pesisir,Pelaut, dan Perompak karya Dasairy Zulfa ditunjukkan melalui dua hal, yaitu (1) nilai kehidupan masyarakat nelayan dan (2) norma kehidupan masyarakat nelayan. Petunjuk-petunjuk pengetahuan bahari yang terepresentasi dalam novel Anak Pesisir,Pelaut, dan Perompak karya Dasairy Zulfa ditunjukkan melalui dua hal, yaitu (1) sistem religi masyarakat nelayan dan (2) ritual adat masyarakat nelayan. ABSTRACT REPRESENTATION OF MARITIME KNOWLEDGE IN NOVEL ANAK PESISIR, PELAUT, DAN PEROMPAKBY DASAIRY ZULFA(CLIFFORD GEERTZ SYNTHESIS INTERPRETATIVE STUDY) Name : Herfina Clara Rosa Linda PutriNIM : 15020074039Program/Department : Pendidikan/Bahasa dan Sastra IndonesiaFaculty : Bahasa dan SeniInstitution : Universitas Negeri SurabayaAdvisor : Prof. Dr. Setya Yuwana, M.AYear : 2019 Keywords: nautical knowledge, plans, recipes, rules, and instructions In the coastal communities of Tarakan East Kalimantan, in the Novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak by Dasairy Zulfa the majority work as fishermen with a unique cultural background. Through this culture, nautical knowledge emerged that was used by the community as a guide for overcoming various problems regarding life, fishing and sailing. Meritime knowledge is meant by the life behavior and procedures of the community towards the sea and the utilization of the potensial of the sea that is in, above, and around the sea.The purpose of this research is to describe (1) marine knowledge plans represented in Dasairy Zulfa?s NOVEL Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak, (2) recipes for marine knowledge represented in the novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak by Dasairy Zulfa, (3) rules of maritime knowledge represented in the novel of Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak by Dasairy Zulfa, (4) instructions for marine knowledge represented in the novel of Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak by Dasairy Zulfa.The approach used in this study is a qualitative approach. The data source in this research is the novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak by Dasairy Zulfa. The data used in this research are words, phrases, sentences, paragraphs, and the discourse of the Trakan East Kalimantan coastal community represented in the novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak by Dasairy Zulfa. Data collection techniques in the form library techniques (critical reading, marking and quotation) and data analysis techniques in the form of descriptive techniques. The results of this study are marine knowledge plans represented in the novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak by Dasairy Zulfa shown through one thing namely (1) the fisherman?s lifestyle. The recipes of nautical knowledge represented in the novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak by Dasairy Zulfa are shown through six things, namely (1) fishing procedures, (2) processing marine products, (3) the necessities of life for fishing comunities, (4) education of fishing comunities, (5) procedure for setting direction when going to sea, and (6) utilization of fishing technology. The results of maritime knowledge represented in the novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak by Dasairy Zulfa are shown through two things, namely (1) the live values of fishing communities and (2) the norms of life of fishing communities. The clues to marine knowledge represented in the novel Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak by Dasairy Zulfa are shown through two things, namely (1) the religious system of fishing communitities and (2) traditional rituals of fishing communities.
UNGKAPAN METAFORA DALAM KUMPULAN PUISI “PUKENG MOE, LAMALERA” KARYA YOSEPH ARAKIÊ ULANAGA BRUNO DASION IZARDI RIZKYAN FAHRIDLI AZIZ, AHMAD
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ungkapan metafora kumpulan puisi Pukeng Moe, Lamaera karya Yoseph Arakiê Ulanaga Bruno Dasion dan mengklasifikasikannya kedalam klasifikasi metafora menurut Michael C. Halley untuk mengetahui pengaruh ruang persepsi penyair dalam menulis puisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pada dasarnya, penelitian ini akan menyajikan data berupa kata atau kalimat yang dianalisis berdasarkan bentuknya yang faktual. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan objektif, karena pengkajian nya difokuskan pada hal-hal yang ada di dalam karya sastra. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kata yang terdeteksi sebagai metafora dalam kumpulan puisi. Pada penelitian ini, sumber data primer diperoleh dari kumpulan puisi Pukeng Moe, Lamalera karya Yoseph Arakiê Ulanaga Bruno Dasion yang diterbitkan oleh penerbit Lamalera pada tahun 2011. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 54 simbol metafora dan jumlah simbol yang dikategorikan dalam kategori being terdapat 17 simbol, dalam kategori cosmos terdapat 3 simbol, kategori energy terdapat 4 simbol, kategori substance terdapat 3 simbol, kategori terrestrial terdapat 4 simbol, kategori object terdapat 7 simbol, kategori living terdapat 1 simbol, kategori animate terdapat 9 simbol, kategori human terdapat 6 simbol. Kata Kunci : Puisi, Metafora, Klasifikasi Halley
EKRANISASI NOVEL EL KARYA LULUK H.F. KE DALAM FILM EL KARYA SUTRADARA FINDO PURWONO OELVIATI, VIVI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini mendeskripsikan proses ekranisasi berupa penciutan, penambahan, dan perubahan variasi dari novel ke film yang berjudul EL. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan objektif dengan metode kualitatif. Teori yang digunakan yakni struktur naratif Seymour Chatman dan Ekranisasi. Teori struktur naratif digunakan untuk menganalisis kernels dan satellite dalam cerita. Menurut Chatman peristiwa mayor atau yang disebut sebagai kernel tidak dapat diubah karena dapat merusak alur cerita secara keseluruhan. Sedangkan peristiwa minor atau satellite dapat diubah atau dihilangkan tanpa merusak alur cerita. Teori Ekranisasi digunakan untuk mengetahui proses adaptasi dari novel ke film berupa penciutan, penambahan, dan perubahan variasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Novel EL karya Luluk HF memiliki 68 kernels beserta satellite yang mengikuti berupa 28 latar dan 22 tokoh. Sementara itu film EL karya sutradara Findo Purwono memiliki 59 kernels dan satellite berupa 29 latar dan 22 tokoh. Proses penciutan terjadi pada 11 tokoh, 29 peristiwa, dan 10 latar. Penambahan pada film berupa 5 tokoh, 20 peristiwa, dan 5 latar. Selain penciutan dan penambahan, perubahan dari novel ke film ini juga mengalami perubahan variasi. Sebanyak 5 tokoh mengalami proses perubahan variasi dalam perannya. Perubahan variasi juga terdapat pada 5 peristiwa dan 5 latar. Proses ekranisasi tersebut dapat mengubah estetika cerita, namun keseluruhannya tidak mengubah konflik dalam cerita. Kata kunci: Ekranisasi, Novel, Film Abstract This research describes the process of ecranisation in the form of reduction, addition, and changing variations from a novel to a film called EL. The approach used is an objective approach with qualitative methods. The theory used is the narrative structure of Seymour Chatman and Ecranisation. Narrative structure theory is used to analyze kernels and satellites in stories. According to Chatman the major events or so-called kernels cannot be changed because they can damage the whole storyline. While minor or satellite events can be changed or eliminated without destroying the storyline. Ecranization Theory is used to determine the process of adaptation from novel to film in the form of shrinkage, addition, and variation changes. The results showed that the EL novel by Luluk HF had 68 kernels and satellites that followed in the form of 28 backgrounds and 22 characters. Meanwhile the EL film by director Findo Purwono has 59 kernels and satellites in the form of 29 backgrounds and 22 characters. The process of downsizing occurred in 11 figures, 29 events, and 10 settings. Additions to the film in the form of 5 characters, 20 events, and 5 settings. In addition to reduction and adding, changes from the novel to the film also experience variations. As many as 5 figures experienced a process of changing variations in their roles. Changes to variations also occur in 5 events and 5 settings. The ecranisation process can change the aesthetic of the story, but the whole does not change the conflict in the story. Keywoard: Ecranisation, Novel, Movie
REPETISI DALAM ANTOLOGI PUISI BUKU LATIHAN TIDUR KARYA JOKO PINURBO: KAJIAN STILISTIKA ROHMATIKA, ALVYNA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sampai saat ini karya sastra masih banyak peminatnya dan semakin berkembang. Salah satu karya sastra yang banyak diminati oleh masyarakat adalah puisi. Seperti salah satu pengarang karya sastra terkemuka dalam dunia puisi indonesia yaitu Joko Pinurbo. Joko Pinurbo di kenal sebagai penyair yang memiliki gaya dan warna tersendiri. Diantara beberapa antologi puisi karya Joko Pinurbo salah satunya berjudul Buku Latihan Tidur yang terbit pada Juli 2017. Banyaknya pengulangan kata atau larik, dan bait pada antologi puisi Buku Latihan Tidur karya Joko Pinurbo menjadikan penelitian ini untuk mengaji pengulangan kata atau larik, dan bait tersebut atau disebut juga dengan repetisi. Penelitian ini memiliki tiga rumusan masalah, yakni (1) bentuk repetisi, (2) makna, dan (3) pengaruh repetisi terhadap keindahan dalam antologi puisi Buku Latihan Tidur karya Joko Pinurbo? Sesuai rumusan masalah tersebut, tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) bentuk repetisi, (2) makna, dan (3) pengaruh repetisi terhadap keindahan dalam antologi puisi Buku Latihan Tidur karya Joko Pinurbo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan objektif yang di ambil dari salah satu teks karya sastra yaitu antologi puisi Buku Latihan Tidur karya Joko Pinurbo. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kata, larik atau bait. sedangkan sumber data yang di gunakan adalam antologi puisi Buku Latihan Tidur karya Joko Pinurbo. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu menggunakan teknik baca dan catat. Sedangkan teknik penganalisisan data yaitu, setelah pengklasifikasian dan pengkodean pada data. Selanjutnya, data tersebut dianalisis sesuai rumusan masalah.Hasil dari penganalisisan tersebut, penelitian ini menyatakan rincian bentuk repetisi yang di gunakan dalam antologi puisi Buku Latihan Tidur karya Joko Pinurbo adalah: (1) Bentuk repetisi epizeuksis berjumlah 4 buah, bentuk repetisi tautotes berjumlah 4 buah, bentuk repetisi anafora berjumlah 18 buah, bentuk repetisi epistrofa berjumlah 1 buah, bentuk repetisi simploke berjumlah 1 buah, bentuk repetisi mesodiplosis berjumlah 7 buah, bentuk repetisi epanalepsis berjumlah 1 buah, bentuk repetisi anadiplosis berjumlah 2 buah. Dapat disimpulkan bahwa, penggunaan repetisi yang paling banyak digunakan dalam antologi puisi Buku Latihan Tidur karya Joko Pinurbo ini adalah bentuk repetisi anafora. (2) Repetisi yang terkandung dalam antologi puisi Buku Latihan Tidur karya Joko Pinurbo ini mampu memberi efek terhadap pembaca dalam memperjelas makna atau untuk memudahkan penyair dalam menyampaikan maksud dari puisi. (3) Pengaruh bentuk repetisi terhadap keindahan antologi puisi Buku Latihan Tidur karya Joko Pinurbo berpengaruh terhadap keindahan diksi, irama, dan rasa. Pengaruh keindahan mampu memberi suasana dan rasa tersendiri terhadap antologi puisi Buku Latihan Tidur karya Joko Pinurbo. Kata Kunci : Repetisi, puisi, estetika. Abstract Until now there are still many people who are interested in literature and are increasingly developing. One of the literary works that are much in demand by the public is poetry. As one of the leading authors of literary works in the world of Indonesian poetry, namely Joko Pinurbo. Joko Pinurbo is known as a poet who has his own style and color. Among the several anthologies of poetry by Joko Pinurbo one of them is titled Sleep Exercise Book published in July 2017. The number of repetitions of words or arrays, and strophes in the anthology of poetry Sleeping Exercise Book by Joko Pinurbo make this research to study the repetition of words or arrays, and the stanza or also called repetition. This research has three problem formulations, namely (1) the form of repetition, (2) meaning, and (3) the effect of repetition on beauty in the anthology of the poetry of Sleeping Exercise by Joko Pinurbo? In accordance with the formulation of the problem, the purpose of this study is to describe (1) the form of repetition, (2) the meaning, and (3) the effect of repetition on beauty in the poetry anthology of the Sleeping Exercise Book by Joko Pinurbo. This research uses descriptive analytic method by using an objective approach taken from one of the texts of a literary work, namely the anthology of poetry Sleeping Exercise Book by Joko Pinurbo. The data used in this study are words, arrays or verses. while the source of the data used is the anthology of Poetry Sleep Training Book by Joko Pinurbo. The data collection techniques used in this study, namely using the technique of reading and note taking. While the data analysis technique is, after classifying and coding the data. Furthermore, the data were analyzed in accordance with the formulation of the problem. The results of the analysis, this study stated the details of the repetition forms used in the poetry anthology of the Sleeping Exercise Book by Joko Pinurbo are: (1) The form of repetition epizeuksis amounted to 4, the form of repetition tautotes totaling 4 pieces , anaphora repetition forms 18 units, epistrofa repetition forms 1 piece, simploke repetition forms 1 piece, mesodiplosis repetition forms 7 units, epanalepsis repetition forms 1 piece, anadiplosis repetition forms 2 pieces. It can be concluded that, the use of repetition most widely used in the anthology of Joko Pinurbos Book of Sleep Exercises is a form of anaphora repetition. (2) The repetition contained in the poetry anthology of the Sleep Exercise Book by Joko Pinurbo is able to give effect to the reader in clarifying the meaning or to facilitate the poet in conveying the intent of the poem. (3) The effect of repetition forms on the beauty of the poetry anthology of the Sleep Exercise Book by Joko Pinurbo influences the beauty of diction, rhythm, and taste. The influence of beauty is able to give its own atmosphere and taste to the anthology of the poetry Sleeping Exercise Book by Joko Pinurbo. Keywords : Repetition, poetry, aesthetics.
TINDAK TUTUR ASERTIF DALAM WAWANCARA EKSKLUSIF ACARA "ROSI" KOMPAS TV AYU KUSUMANINGTYAS, PINTA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai tindak tutur asertif dalam wawancara eksklusif acara ?ROSI? Kompas TV bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur asertif dan modus tindak tutur asertif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang diperoleh dari penelitian ini adalah tayangan wawancara eksklusif acara ?ROSI? Kompas TV yang didapat dari situs youtube. Data dalam penelitian ini adalah segmen tutur yang mengandung tindak tutur asertif yang didapat dari tayangan wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak, teknik catat, dan transkrip. Teknik analisis yang digunakan adalah mereduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan dan verifikasi temuan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah human instrumen yang dilengkapi dengan alat pedoman dokumentasi berupa alat pemutar video dan alat pencatat tuturan berupa laptop. Instrumen pengumpul data dari penelitian ini berupa tabel. Hasil dari penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, terdapat delapan fungsi tindak tutur asertif yang digunakan dalam wawancara eksklusif acara ?ROSI? Kompas TV yakni: (1) fungsi tindak tutur menyatakan, (2) fungsi tindak tutur memberitahu, (3) fungsi tindak tutur menyarankan, (4) fungsi tindak tutur menjelaskan, (5) fungsi tindak tutur menuntut, (6) fungsi tindak tutur menunjukkan, (7) fungsi tindak tutur mengeluh, dan (8) fungsi tindak tutur melaporkan. Dari kedelapan fungsi tersebut, jenis yang paling sering muncul dan digunakan dalam tuturan adalah jenis tindak tutur menyatakan. Sebab konsep dari wawancara tersebut adalah memberikan pernyataan tentang hal-hal yang berkaitan tentang radikalisme dan juga terorisme dari pihak-pihak yang pernah terlibat di dalamnya yang dijadikan narasumber guna mengetahui informasi atau berita. Sehingga penutur banyak menggunakan fungsi pernyataan agar para mitra tutur memahami apa yang penutur katakan dan mempercayai tuturan tersebut. Kedua, modus tindak tutur asertif yang ditemukan dalam penelitian ini adalah: (1) modus indikatif, (2) modus optatif, (3) modus imperatif, (4) modus interogatif, (5) modus obligatif, dan (6) modus diseratif. Dalam penelitian ini modus yang sering digunakan adalah modus indikatif. Sebab dengan modus indikatif, penutur dapat mengungkapkan dan menyampaikan maksud tersirat atau tersurat dari tuturannya. Kata kunci : pragmatik, tindak tutur, tindak tutur asertif