cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
BAPALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.
Arjuna Subject : -
Articles 369 Documents
PENGGUNAAN KOSAKATA DALAM MENULIS PARAGRAF DESKRIPTIF ANAK TUNANETRA JENJANG SMP DI PANTI ASUHAN TUNANETRA TERPADU ASIYIYAH PONOROGO IMANIAR RAMADANI, MIRADA
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tunanetra adalah suatu kondisi seseorang yang mempunyai indra penglihatan tidak berfungsi secara sebagian atau keseluruhan. Tunanetra mengandalkan indra lain yang masih berfungsi untuk mendapat informasi. Paragraf deskriptif ditulis berdasarkan hasil pengamatan yang diperoleh oleh panca indra, ditulis secara detail dengan mengamati bentuk fisik objek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah penggunaan kosakata, penggunaan bentuk kata, penggunaan kelas kata yang dalam paragraf deskriptif yang ditulis oleh anak tunanetra jenjang SMP. Subjek penelitian yaitu sepuluh anak tunantera buta total sejak lahir sedang menempuh pendidikan jenjang SMP dan bermukim Panti Asuhan Tunanetra Aisyiyah Ponorogo. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Analisis data menggunakan teknik pilah unsur penentu. Hasil penelitian menujukkan bahwa penggunaan kosakata anak tunanetra dalam menulis paragraf desktiprif berbeda-beda disebabkan oleh keterbatasan konsep dan pengalaman, interaksi dengan lingkungan dan mobilitas serta perbedaan usia dan jenis kelamin. Keterbatasan konsep dan pengalaman mengakibatkan penggunaan jumlah kosakata anak tunanetra sedikit dan tidak mendetail dalam mendeskripsikan objek. Keterbatasan interaksi dengan lingkungan dan mobilitas mengakibatkan paragraf deskriptif karya anak tunanetra sebagaian besar tentang lingkungan sekitar tempat tinggal, benda-benda yang berada dilingkungan sekitar anak tunanetra dan hewan yang sering dijumpai. Anak tunanetra usia tertua dan anak tunanetra dengan jenis kelamin laki-laki lebih banyak menggunakan kosakata. Keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki tidak berpengaruh pada penggunaan bentuk kata. Kata dasar menjadi bentuk kata dengan jumlah penggunaan terbanyak sedangkan bentuk akronim adalah bentuk kata yang jarang digunakan. Pada penelitian kelas kata yang paling banyak digunakan yaitu nomina. Kata yang termasuk nomina dapat diraba oleh anak tunanetra sehingga, konsep kata tersebut tertanam dalam pikirannya walau sebatas verbal bukan realis. Kelas kata kedua yang paling banyak yaitu verba, kemudian preposisi menduduki posisi ketiga terbanyak. Kata kunci: penggunaan kosakata, paragraph desktiprif, anak tunanetra Abstract The blind is a condition of a person who has a sense of vision not functioning in part or whole. The blind relies on other senses that still serve to be informed, but the information obtained does not give a sense of knowledge about the object. Descriptive paragraphs are based on observations obtained from the five senses and are written in detail by observing the physical shape of the object. This study aims to determine the number of vocabulary, the use of word forms, and the use of word classes in descriptive paragraphs written by children with visual impairment at the middle school level. The subjects of the study were ten children with a total of blind children from birth who were in middle school and lived in the blind orphanage Aisyiyah Ponorogo. The data is recorded by reading and noting. Data analysis with determinant techniques. The results showed that the use of blind childrens vocabulary when writing descriptive paragraphs varied due to limitations in concepts and experience, interactions with the environment and mobility, and age and gender differences. The limited concept and experience that has led to the number of words used in blind children being used are small and are not described in detail when describing objects. Restrictions on the interaction with the environment and mobility lead to descriptive sections of the work of blind children largely about the environment in their environment, objects in the environment around blind children and animals that are often encountered. The oldest blind children and blind children of male gender use more vocabulary. The obsessive restrictions do not affect the use of tenses. Basic words become the form of words with the most uses, while the acronym form is a form of words that are rarely used. In class research, the most common word is noun. Words that contain nouns can be touched by blind children, so the concept of the word is embedded in their mind, although it is limited to verbal rather than realistic. The second most common word class is verb, then the preposition takes the third highest position. Keyword: use of vocabulary, deckriptive paragraphs, blind children
PERKEMBANGAN KOSAKATA PADA BUKU BERJENJANG TERBITAN YLAI MUHIMMATUR ROHIM, ASA
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERKEMBANGAN KOSAKATA PADA BUKU BERJENJANG TERBITAN YLAI. ?Asa Muhimmatur Rohim Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya e-mail: asar16020074030@gmail.com Dr. Agusniar Dian Savitri, S.S., M.Pd Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya email: agusniar.dian@gmail.com Abstrak Perkembangan kosakata merupakan keadaan bertambah, berkurang, serta berubahnya bentuk kosakata dalam suatu bahasa. Proses perkembangan kosakata diperlukan untuk menambah khazanah kata dalam bahasa Indonesia. Melihat perkembangan kosataka bahasa Indonesia, satu di antara yang menarik diteliti adalah perkembangan kosakata pada buku berjenjang terbitan YLAI (Yayasan Literasi Anak Indonesia) sebagai buku yang digunakan dalam kegiatan membaca terbimbing. Berdasarkan lingkup permasalahan dan data awal, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan tentang 1) perkembangan verba dasar; 2) perkembangan verba turunan; 3) perkembangan nomina dasar; 4) perkembangan nomina turunan. Dari berbagai data awal, yang menarik dan dapat diteliti adalah perkembangan verba dasar, perkembangan verba turunan, perkembangan nomina dasar, dan perkembangan nomina turunan. Perkembangan kosakata verba dan nomina dipilih karena berdasarkan data awal kosakata tersebut cenderung ditemui pada buku berjenjang terbitan YLAI. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah metode dokumentasi. Metode dokumentasi digunakan karena data yang digunakan berupa dokumen yang ada di buku berjenjang terbitan YLAI. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca dan catat. Metode analisis data yang digunakan metode padan intralingual. Metode padan intralingual digunakan untuk melihat perkembangan kosakata nomina dan verba dan digunakan untuk menjawab rumusan masalah. Hasil penelitian perkembangan kosakata pada buku berjenjang YLAI terdiri atas empat hal berikut. Hasil pertama menunjukkan 17 verba dasar pada tingkat A, 18 verba dasar pada tingkat B, 30 verba dasar pada tingkat C, 32 verba dasar pada tingkat D, 81 verba dasar pada tingkat E, 90 verba dasar pada tingkat F dengan jumlah total keseluruhan 266 verba dasar. Terdapat kosakata yang sama yang kemudian diulang kembali pada jenjang berikutnya, kategori ragam kosakata verba yang ditemukan fungsinya mengalami peningkatan mulai berfungsi sebagai verba yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari sampai verba yang cenderung digunakan diluar konteks kegiatan sehari-hari. Hasil kedua menunjukkan 24 verba turunan pada tingkat A, 25 verba turunan pada tingkat B, 71 verba turunan pada tingkat C, 188 verba turunan pada tingkat D, 393 verba turunan pada tingkat D, 393 verba turunan pada tingkat E, 502 verba turunan pada tingkat F. Perkembangan verba turunan ditandai dengan proses morfologis berupa afiksasi dan reduplikasi. Prefiks yang digunakan dalam buku berjenjang YLAI adalah ber-, se-,ter, me-, sedangkan sufiks yang cenderung ditemukan berupa ?kan, -an lalu konfiks yang cenderung ditemukan berupa meng-i, ter-i, di-kan, me-kan. Reduplikasi yang cenderung ditemukan pada verba turunan adalah reduplikasi berafiks. Kemudian, kategori asal pembentuk verba turunan ditemukan berasal dari kelas kata nomina, adjektiva, numeralia, dan partikel. Hasil ketiga menunjukkan 80 nomina dasar hukum pada tingkat A, 90 nomina dasar pada tingkat B, 139 nomina daar pada tingkat C, 179 nomina dasar pada tingkat D, 366 nomina dasar pada tingkat E, 447 nomina dasar pada tingkat F dengan total jumlah keseluruhan 1.306 nomina dasar. Terdapat banyak kosakata yang sama dan mengalami pengulangan pada setiap tingkat. Kategori nomina bentuk dasar mengalami peningkatan yang positif karena ragam kosakata yang digunakan dimulai dari memperkenalkan benda yang ada di lingkungan sekitar sampai pada menunjukkan ragam kosakata yang digunakan pada karya fiksi dan pemikiran kritis. Hasil keempat menunjukkan 19 nomina turunan pada tingkat A, 14 nomina turunan pada tingkat B, 47 nomina turunan pada tingkat C, 84 nomina turunan pada tingkat D, 183 nomina turunan pada tingkat E, 242 nomina turunan pada tingkat F. Ditemukan tiga proses morfologis yang membentuk nomina turunan yaitu afiksasi, reduplikasi, dan komposisi. Afiksasi yang ditemukan cenderung berupa prefiks se-, sufiks ?an, konfiks ke-an dan ditemukan satu infiks berupa ?el-. Reduplikasi yang cenderung ditemukan berupa reduplikasi utuh sedangan komposisi yang cenderung ditemukan berupa komposisi nominal. Kemudian, asal kategori yang membentuk nomina turunan adalah kelas kata verba dan adjektiva, dan adverbia tetapi verba cenderung mendominasi nomina bentuk turunan. Kata kunci: verba dasar, verba turunan, nomina dasar, nomina turunan, buku berjenjang YLAI.
PENGEMBANGAN METODE ROLEPLAYING BERMEDIA GELAS KARAKTER YANG DIAPLIKASIKAN PADA PEMBELAJARAN SASTRA LAMA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 21 SURABAYA CAHYARANI, INTAN
BAPALA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk metode pembelajaran role playing terbaru sebagai penyempurna metode role playing sebelumnya. Dalam penelitian juga akan dideskripsikan kualitas produk yang dikembangkan dengan menggunakan beberapa aspek penilaian, di antaranya kefektivan, kevalidan, dan kepraktisan. Peneliti menemukan bahwa meski termasuk ke dalam metode pembelajaran inovatif, metode role playing masih ditemui beberapa kelemahan, salah satunya adalah terdapat penambahan beban kewajiban terhadap beberapa siswa terpilih dalam kelas. Hal tersebut juga akan memunculkan perspektif "pilih kasih" dari siswa atas perlakuan guru yang membedakan kegiatan yang dilakukan siswa. Berangkat dari masalah tersebut peneliti merumuskan produk pengembangan metode role playing berupa penyempurnaan sintaks/langkah pembelajaran. Selain itu pengembangan juga dilakukan pada penambahan media pembelajaran, yaitu media Gelas Karakter. Yang akan menjadi subjek uji coba dalam penelitian dan pengembangan ini adalah Guru dan Siswa kelas VII D SMP Negeri 21 Surabaya. Penentuan subjek uji coba didasarkan pada materi yang diajarkan, yaitu teks Pantun. Dari hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan, diperoleh bahwa produk metode role playing yang dikembangkan tergolong layak untuk digunakan sebagai metode pembelajaran di sekolah, khususnya dalam materi teks Pantun. Kelayakan produk didasarkan pada hasil analisis data yang dilakukan, di antaranya kefektivan, kepraktisan, dan kevalidan produk. Keefektivan produk terhadap ketuntasan pembelajaran mengalami peningkatan lebih dari 30% dan berkategori Sangat Layak dari analisis angket siswa. Kevalidan produk baik dari angket validator, angket guru, maupun angket siswa memiliki nilai pada kategori Baik - Sangat Baik. Sedangkan kepraktisan produk bernilai B dengan klasifikasi Layak dan Dapat Digunakan dengan revisi serta memiliki angka presentase aktivitas guru sebesar 88%. Kata Kunci: role playing, pengembangan, gelas karakter, pantun ABSTRACT The purpose of this study is to produce the latest role playing learning method products as a complement to previous role playing methods. The research will also describe the quality of products developed using several aspects of assessment, including effectiveness, validity, and practicality. Researchers found that although included in the innovative learning methods, the role playing method was still found to have several weaknesses, one of which was that there was an additional burden on the obligations of selected students in class. It will also bring up the perspective of "favoritism" of students on the teachers treatment that distinguishes the activities carried out by students. Departing from these problems the researchers formulated the product development of the role playing method in the form of perfecting the syntax / steps of learning. In addition, development is also carried out on the addition of learning media, namely Character Glass media. The teachers and students of class VII D of SMP Negeri 21 Surabaya will be the subject of trials in this research and development. The determination of the test subject is based on the material being taught, namely the Pantun text.From the results of research and development that have been carried out, it was found that the product of the role playing method developed was considered appropriate to be used as a learning method in schools, especially in the Pantun text material. Product viability is based on the results of data analysis conducted, including effectiveness, practicality, and validity of the product. The effectiveness of the product towards mastery learning has increased by more than 30% and is categorized as Very Eligible from the analysis of student questionnaires. The validity of the products both from the validator questionnaire, teacher questionnaire, and student questionnaire have values in the Good - Very Good category. While the practicality of a B-valued product with a classification that is Eligible and Can Be Used with revision and has a percentage of teacher activity is 88%. Keywords: role playing, development. character glasses, pantun
TINDAKAN KRITIS DALAM KUMPULAN CERPEN SI TUKANG ONAR KARYA MAXIM GORKY (KAJIAN TEORI KRITIS JURGEN HABERMAS) BARRYL ALAM, CHALIVE
BAPALA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya sastra memiliki tujuan dan fungsi masing-masing bagi penikmat karya sastra, yakni sebagai pandangan ke arah sosial yang lebih baik dan bermakna bagi masyarakat. Kumpulan cerpen Si Tukang Onar menggambarkan kehidupan sosial masyarakat yang melakukan tindakan sesuai aturan yang berlaku sehingga dapat menghasilkan tujuan atau keputusan yang diinginkan untuk membantu menyelesaikan masalah seseorang ataupun kelompok sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami tindakan kritis yang terdapat pada kumpulan cerpen Si Tukang Onar karya Maxim Gorky berdasarkan teori kritis Jurgen Habermas sehingga dapat mendeskripsikan tindakan kritis yang terdapat pada kumpulan cerpen: (1) tindakan teleologis dalam kumpulan cerpen Si Tukang Onar karya Maxim Gorky, (2) tindakan normatif dalam kumpulan cerpen Si Tukang Onar karya Maxim Gorky, (3) tindakan dramaturgi dalam kumpulan cerpen Si Tukang Onar karya Maxim Gorky, (4) tindakan komunikatif dalam kumpulan cerpen Si Tukang Onar karya Maxim Gorky. Teori kritis hermeneutik Jurgen Habermas digunakan sebagai acuan dalam menganalisis tindakan kritis yang terdapat pada kumpulan cerpen Si Tukang Onar karya Maxim Gorky. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif karena pengumpulan data berupa kalimat dan paragraf. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra bahwa karya sastra merupakan peristiwa kehidupan sosial masyarakat. Sumber data penelitian ini adalah kumpulan cerpen Si Tukang Onar karya Maxim Gorky. Data dari penelitian ini berupa kata-kata, kalimat, dan paragraf. Teknik yang digunakan adalah teknik baca catat, teknik analisisnya yakni berpedoman sesuai analisis isi pada cerpen dengan teori kritis hermeneutik. Hasil dari penelitian ini ditemukannya tindakan kritis yang meliputi tindakan teleologis yakni para pekerja mengambil keputusan bersama untuk mencapai kesepakatan untuk memperoleh kebijakan yang baik dari atasannya sesuai aturan yang ada pada prospek pekerjaan. Tindakan normatif yakni pada si anak yang tetap percaya dengan Tuhan sebagai prinsip kehidupan dan selalu menghargai orang sesuai norma yang berlaku. Tindakan dramaturgi yakni pada tokoh Signor yang selalu menampilkan kebebasan pada dirinya di saat mengalami cobaan hidup, tindakan ini sebagai keputusan bahwa hidup bermasyarakat tak sepatutnya bersedih, harus bahagia. Tindakan komunikatif yakni pada para pekerja yang selalu menciptakan pendapat di saat situasi yang tidak kondusif untuk memecahkan masalah, sehingga tindakan ini dapat menghasilkan keputusan bersama yang sesuai dengan pendapat dan kesadaran seseorang.
ADJEKTIVA PREDIKAT DALAM KLAUSA BAHASA INDONESIA PADA KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA EDISI KELIMA DEWANDA MOUDIZKA, KEVIN
BAPALA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Adjektiva adalah kategori kata yang menerangkan lebih khusus kepada kelas kata nomina. Adjektiva memiliki variasi berdasarkan aspek makna, bentuk dan proses transposisi dari kelas kata lain. Dalam kalimat, adjektiva mampu menduduki fungsi predikat dengan pola konstruksi klausa yang beragam. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang (1) ciri adjektiva yang menduduki predikat dalam klausa Bahasa Indonesia pada KBBI V edisi cetak? (2) ciri konstruksi klausa yang berpredikat adjektiva pada KBBI V edisi cetak. Metode penelitian ini adalah simak dan agih dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik catat dan dianalisis teknik bagi unsur langsung. Teknik catat digunakan untuk memperoleh data kualitatif tentang contoh-contoh klausa berpredikat adjektiva pada kosakata adjektiva dalam KBBI V edisi cetak, sedangkan teknik bagi unsur langsung untuk memperoleh data kualitatif tentang ciri konstruksi klausa dala KBBI V edisi cetak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 1506 data ditemukan. Dari aspek semantis, 1503 data dapat dikategorikan ke dalam bentuk adjektiva bertaraf 851 data dan 652 data adjektiva bertaraf. 3 data lainnya termasuk bukan kategori sesuai TBBBI. Dari aspek morfologis, 1424 data dapat dikategorikan melalui kategori adjektiva monomorfemis 1266 data dan kategori adjektiva polimorfemis 158 data. 82 data lainnya tak sesuai TBBBI. Dan dari segi proses transposisi, 17 dapat dikategorikan ke dalam bentuk adjektiva deverbal 14 data dan 3 data adjektiva denominal. Sedangkan dari ciri konstruksi klausa dari 1506 data, terbagi atas 15 macam pola konstruksi. Mulai dari pola S-P sebanyak 667 data, S-P-O 9 data, S-P-Ket 368 data, S-Ket-P 25 data, S-P-Pel 195 data, S-P-Pel-Ket 29 data, S-Ket-P-Ket 5 data, P-S 31 data, P-S-Ket 10 data, P-S-Pel 8 data, Ket-S-P 91 data, Ket-S-P-Ket 37 data, Ket-S-P-Pel 18 data, Ket-S-P-Pel-Ket 5 data dan Ket-P-S 8 data. Kata Kunci: ciri, adjektiva, konstruksi, predikat, klausa
IMPLIKATUR PERCAKAPAN ANTARTOKOH DALAM FILM-FILM KARYA ERNEST PRAKASA DWI RACHMATIKA, ANISA
BAPALA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Peran ilmu pragmatik yaitu implikatur percakapan dipakai untuk membuka makna tersirat. Berntuk percakapan antartokoh yang mengandung makna tersirat berarti makna percakapan itu berada diluar struktur bahasanya. Berdasarkan pemaparan tersebut, tidak salah jika analisis implikatur dapat digunakan untuk mengetahui makna-makna tersirat yang terkandung dalam suatu film. Ada dua Comedyan yang menulis sendiri film dan sekaligus menjadi tokoh utama pada karyanya yaitu Raditya Dika dan Ernest Prakasa. Pada film-film karya Raditya Dika, banyak yang telah meneliti terkait Implikatur, sehingga peneliti mengambil objek film-film karya Ernest Prakasa. Film Ngenest(2015), Cektokosebelah(2016), Susah Sinyal (2017)merupakan film karya Ernest Prakasa 2015 dengan genre komedi yang ringanditontonsemuaumur dan khalayakumum. Penonton dapat terhibur dan tertawa bukan karena adegan fulgar atau yang lainnya,k melainkan murni karena penggunaan bahasa dalam percakapan antartokohnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan jenis-jenis implikatur percakapan antartokoh dalam film-film karya Ermest Prakasa, 2) Mendeskripsikan fungsi implikatur percakapan antartokoh dalam film-film karya Ermest Prakasa, 3) Mendeskripsikan ciri khas implikatur percakapan antartokoh dalam film-film karya Ermest Prakasa. Metode yang digunakan Pada pengumpulan data, penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik tulis dan SLBC (simak bebas libat cakap). Teknik dapatdiartikansebagaisuatucara yang kitagunakanuntukmemperoleh data. Penelitian ini menggunakan metode padan dengan teknik daya pilah sebagai pembeda referen dan daya pilah sebagai pembeda organ wicara. Metode padan adalah metode analisis data yang alat penentunya berada di luar, terlepas, dan tidak menjadi bagian bahasa (langue) yang bersangkutan atau diteliti (Sudaryanto, 1993:13). Jadi, alat penentu pada penelitian ini dilihat dari bahasa yang akan diteliti memiliki hubungan dengan hal-hal diluar bahasa yang bersangkutan. Metode padan referensial digunakan dalam penelitian ini karena alat penentunya adalah kenyataan yang ditunjuk oleh bahasa. Metode padan referensial ini digunakan untuk menganalisis fungsi dan jenis-jenisimplikatur sertamengaplikasikan pada percakapan antartokoh dalam film-film karya Ernest Prakasa. Hasil dari penelitian ini adalah Pertama, terdapat tiga jenis implikatur percakapan, masing-masing adalah implikatur percakapan khusus (IPK), implikatur percakapan umum (IPU), dan implikatur percakapan berskala (IPS). Kedua, fungsi implikatur percakapan seperti diatas, dapat disimpulkan bahwa secara umum fungsi implikatur percakapan pada Film-film karya Ernest Prakasa menunjukkan realita kehidupan pada umumnya, yang tidak lepas dari konflik baik konflik internal maupun konflik eksternal. Ketiga, dalam implikatur percakapannya ciri khas pada film-film karya Ernest Prakasa terdapat pada percakapan tokoh yang memang di kenal sebagai pelawak, karena dalam ketiga filmnya masing-masing terdapat sebagian tokoh yang memang berprofesi sebagai pelawak. Kata kunci : Pragmatik, Implikatur, Percakapan, Tindak tutur
METAFORA DAN IMAJI DALAM KUMPULAN LIRIK LAGU DI ALBUM 11:11 KARYA FIERSA BESARI (KAJIAN STILISTIKA) FICKY HARIYANTO, ERLU
BAPALA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini terfokus pada penggunaan teori metafora Ivan Amstrong Richards yang mengenalkan tenor (ide/subjek) dan vehicle (penjelasan/pembanding) serta imaji yang merupakan gambaran pengalaman indra yang bergungsi mempertegas makna dalam karya sastra. Penelitian ini berjenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan objektif. Penelitian ini memliki sumber data kumpulan lirik lagu di album 11:11 karya Fiersa Besari yang terdiri atas 11 lirik lagu. Data dalam penelitian ini adalah lirik lagu yang kalimat atau klausanya memiliki makna metafora Ivor Amstrong Richards, yakni pengguanaan metafora tenor(subjek atau ide) dan vehicle(gambaran atau pembanding) serta pengunaan imaji atau gambaran pengalaman indra yang ada dalam kumpulan lirik lagu di album 11:11 karya Fiersa Besari. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data, yaitu teknik simak dan catat untuk mendapatkan datanya, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis isi. yang meliputi pengidentifikasian data, data dibedah dan dianalisis sesuai teori yang digunakan, serta yang terakhir data disimpulkan. Hasil penelitian ini ditemukan 44 data yang terbagi atas 26 data metafora tenor dan vehicle serta 18 data imaji dengan rincian sebagai berikut, 6 imaji pengelihatan, 6 imaji gerak, 3 imaji pendengaran, dan 3 imaji intelegensi.Kata Kunci: Metafora, Imaji, Lirik Lagu
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL MIND MAPPING BERBASIS QUANTUM LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS PERSUASI SISWA KELAS VIII MTS. MASYHUDIYAH GIRI KEBOMAS GRESIK LAILI BADRIYAH, NUR
BAPALA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model mind mapping berbasis quantum learning terhadap keterampilan menulis teks persuasi siswa kelas VIII MTs. Masyhudiyah Giri Kebomas Gresik dan respons siswa terhadap penggunaan model mind mapping berbasis quantum learning terhadap keterampilan menulis teks persuasi siswa kelas VIII MTs. Masyhudiyah Giri Kebomas Gresik. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan true eksperimental design berupa pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs. Masyhudiyah Giri Kebomas Gresik. Sampel dipilih secara acak menggunakan teknik random sampling. Ditentukan VIII C sebagai kelas kontrol dan VIII A sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa yang sama yaitu 29 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan angket. Nilai rata-rata siswa kelas eksperimen sebelum diberi perlakuan 78,72 meningkat menjadi 90,31. Uji hipotesis dilakukan dengan Uji-T. Hasil Uji-T diperoleh nilai t = 5,41 dan to = 2,00. Berdasar pada aturan t = 5,41 > to = 2,00, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasar pada hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan model mind mapping berbasis quantum learning terhadap keterampilan menulis teks persuasi siswa kelas VIII MTs. Masyhudiyah Giri Kebomas Gresik berupa peningkatan nilai. Siswa merespons sangat baik adanya penggunaan model mind mapping berbasis quantum learning pada materi keterampilan menulis teks persuasi. Siswa menjadi lebih tertarik, antusias dan senang dengan adanya penggunaan model mind mapping berbasis quantum learning yang diterapkan pada materi keterampilan menulis teks persuasi. Siswa juga merasa lebih mudah menuangkan ide, menimbulkan minat dalam keterampilan menulis, dan membantu meningkatkan keterampilan menulis mereka. Kata Kunci: mind mapping, quantum learning, keterampilan menulis, teks persuasi.
KEEFEKTIFAN TEKNIK BRAINWRITING DALAM MENULIS TEKS PERSUASI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 KOTA MOJOKERTO PARAMITA PRAMESWARI, FEBRICHA
BAPALA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian yang berjudul ?Keefektifan Teknik Brainwriting Dalam Menulis Teks Persuasi Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Kota Mojokerto? bertujuan untuk (1) Menjelaskan perbedaan kemampuan menulis teks persuasi pada peserta didik kelas VIII SMPN 4 Kota Mojokerto yang diajar dengan teknik brainwriting dengan teknik konvensional. (2) Menguji keefektifan teknik brainwriting dalam pembelajaran menulis teks persuasi pada peserta didik kelas VIII SMPN 4 Kota Mojokerto. Penelitian ini berjenis eksperimen dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang terdiri atas dua kelompok, setiap kelompok diberikan tes awal dan tes akhir. Penelitian ini menggunakan desain pretest posstest kontrol group design yang merupakan satu di antara bentuk true experimental design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Kota Mojokerto. Sampel penelitian adalah kelas VIII C dan VIII D. Teknik pengumpulan data menggunakan tes produk berupa karangan teks persuasi. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengujian validitas isi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan menulis teks persuasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Kota Mojokerto antara kelompok yang diajar menggunakan teknik brainwritingdengan kelompok yang diajar menggunakan teknik konvensional. Hal ini juga diperkuat dengan melihat nilai rata-rata kemampuan menulis teks persuasi pada dua kelompok siswa, bahwa nilai rata-rata kemampuan menulis teks persuasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Kota Mojokerto yang diajar menggunakan teknik brainwriting 6,75 lebih besar dari nilai rata-rata kelompok siswa yang diajar dengan menggunakan teknik konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara umum nilai kemampuan menulis teks persuasi pada siswakelas VIII yang diajar menggunakan teknik brainwriting lebih baik daripada kelompok siswa yang diajar tanpa dengan menggunakan teknik konvensional.
KATA-KATA TABU DALAM NOVEL SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS KARYA EKA KURNIAWAN (TINJAUAN ANTROPOLINGUISTIK) PURNAMA SARI, RINI
BAPALA Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata tabu adalah sebuah kata yang membuat orang lain tidak nyaman, dilarang, dan dihindari penggunannya. Biasanya masyarakat menghindari sebuah kata atau perbuatan tabu karena dianggap sakral atau melanggar peraturan. Kata tabu yang dahulu sangat jarang digunakan dan hanya di dengar di ruang pribadi, kini menjadi sering digunakan dan di dengarkan di tempat-tempat umum. Kata tabu bahkan sering muncul di tayangan televisi, film, novel atau dalam percakapan sehari-hari. Penggunaan kata-kata tabu yang semakin bebas dan terbuka membuat kepekaan masyarakat terhadap kata tabu menipis. Hal ini akan memunculkan anggapan bahwa tidak akan masalah bila mengucapkan kata-kata tabu. Padahal kata tabu masih memiliki efek yang ditimbukan bila diucapkan di tempat yang salah. Jenis dan pendekatan yang digunakan penelitian ini adalah jenis deskriptif dan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kata tabu yang ditemukan dalam novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas karya Eka Kurnawan terdapat 120 data. Kategori kata tabu yang ditemukan terdiri dari 6 data, yaitu referensi seksual, referensi dan objek yang menjijikan, nama binatang, referensi menghina untuk penyimpangan psikologis, fisik, atau sosial yang dirasakan, kiasan leluhur, dan istilah vulgar di bawah standar. Fungsi kata tabu berdasarkan teori Ronald Wardhaugh (2006) telah ditemukan sebanyak 3 fungsi, yaitu draw attention to one self, show contempt, dan to be aggresive or provoaktive. Penyebab penggunaan kata tabu berdasarkan teori Timothy Jay (2009) dalam novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas telah ditemukan sebanyak 4 data, yaitu dalam keadaan marah, dalam keadaan terkejut, dalam keadaaan bahagia, dan ketika bercanda. Kata Kunci: tabu, kategori, fungsi, penyebab.