cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Khusus
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 74 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2018)" : 74 Documents clear
PENERAPAN METODE BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANAK AUTIS DI SBL NUR, BRILLIANA; ARDIANINGSIH, FEBRITA
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hambatan perkembangan menggangu aktifitas keseharian anak autis. Kempuan interaksi sosial yang di miliki oleh anak autis di SLB Harmoni Gedangan Sidoarjo masih terbilang kurang berkembang, metode penelitian bermain peran merupakan suatu cara untuk mengembangkan kempuan anak autis. tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penerapan metode bermain pranuntuk interaksi sosial pada anak autis tingkat SD di SLB HARMONI Gedangan. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya metode bermain peran dapat meningkatkan kemampuan interaksi sosial anak autis. Hal ini terlihat dari kempuan interaksi sosial yang meliputi kemampuan mengawali percakapan dan memberikan tanggapan pada saat interksi sosial berlangsung mengalami peningatan. Kata kunci: metode bermain peran , interaksi sosial, autis elitian ini dilatarbelakangi oleh hambatan perkembangan menggangu aktifitas keseharian anak autis. Kempuan interaksi sosial yang di miliki oleh anak autis di SLB Harmoni Gedangan Sidoarjo masih terbilang kurang berkembang, metode penelitian bermain peran merupakan suatu cara untuk mengembangkan kempuan anak autis. tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penerapan metode bermain pranuntuk interaksi sosial pada anak autis tingkat SD di SLB HARMONI Gedangan. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya metode bermain peran dapat meningkatkan kemampuan interaksi sosial anak autis. Hal ini terlihat dari kempuan interaksi sosial yang meliputi kemampuan mengawali percakapan dan memberikan tanggapan pada saat interksi sosial berlangsung mengalami peningatan. Kata kunci: metode bermain peran , interaksi sosial, autis
MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP KEMAMPUAN MEMBILANG PADA ANAK AUTIS DI SLB PRAMITA SARI, DIMAS; , PAMUJI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Anak autis mengalami hambatan dalam interaksi sosial, komunikasi, perilaku, serta kognitif. Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran kontekstual terhadap kemampuan membilang . Dalam proses ini anak autis untuk mengetahui bilangan dan menyebutkan bilangan 1 ? 10 SLB Putra Harapan. Model Pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini pembelajaran kontekstual. Jenis penelitian yang digunakan pre-eksperimen. Desain penelitian menggunakan: one group pre test and pos test dengan menggunakan 6 subjek anak autis di SLB Putra Harapan. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu metode tes. Analisis data menggunakan P tabel Binomial dengan taraf kesalahan 5 % diperoleh 0,016 ternyata lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil penelitian tersebut kemudian dianalisis , sehingga dapat disimpulkan bahwa ?Ada Pengaruh yang signifikan pembelajaran kontekstual Terhadap kemampuan membilang Anak Autis di SLB PutraHarapan Bojonegoro Kata kunci : Kemampuan membilang, Model Pembelajaran kontekstual, Anak autis Abstract Children with autism problem in social interaction, communication, behavior, and cognitive. Based on these problems, this study aims to analyze the influence of contextual learning on the ability to count. In this process the autistic child to know the number and mention the number 1 - 10 SLB Putra Harapan. Learning model used in this research is contextual learning. Type of research used pre-experiment. The study design used: one group pre test and post test using 6 subject of autistic children in SLB Putra Harapan. The method used to collect data is the test method.Data analysis using P Binomial table with 5% error rate obtained 0,016 turns smaller than 0,05. Thus Ho is rejected and Ha accepted. The results are then analyzed, so it can be concluded that "There is a significant influence of contextual learning on the ability to say the Autism Children in SLB PutraHarapan Bojonegoro Keywords: Contextual ability, Contextual Learning Model, Autistic Children
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENGHITUNG PENJUMLAHAN DENGAN ALAT HITUNG DIGITAL BAGI SISWA AUTIS KELAS III DI SLB DWIASTITI, SUSI; , WAGINO
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPENINGKATAN KETERAMPILAN MENGHITUNG PENJUMLAHAN DENGAN ALAT HITUNG DIGITAL BAGI SISWA AUTIS KELAS III DI SLB HARAPAN BUNDA SURABAYANama : Susi DwiastitiNIM : 11010044263Program Studi : S-1Jurusan : Pendidikan Luar BiasaFakultas : Fakultas Ilmu PendidikanNama Lembaga : Universitas Negeri SurabayaPembimbing : Drs. Wagino, M.PdAnak autis adalah anak yang mempunyai kelainan perkembangan sistem saraf pada seseorang yang kebanyakan diakibatkan oleh faktor hereditas dan mengalami keterlambatan dalam kecerdaan sehingga cenderung menutup diri juga sangat lemah dalam hal keterampilan penjumlahan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan kemampuan keterampilan menghitung penjumlahan pada siswa autis kelas III di SLB Harapan Bunda Surabaya dengan menggunakan media digital untuk menjumlahkan dalam dua digit. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas dengan desain penelitian model Mc Taggart (Arikunto,2008:74).Metode penelitian ini adalah pengumpulan data observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan untuk penerapan peningkatan kemampuan keterampilan penjumlahan denganmenggunakan alat digital bagi siswa autis kelas III.Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis refleksi berdasarkan siklus-siklus. Berdasarkan data hasil penelitian tentang pengaruh penggunaan alat digital dalam peningkatan keterampilan penjumlahan dalam dua digit dapat digunakan.Kata Kunci: Menghitung, Alat hitung, Digital, AutisPENINGKATAN KETERAMPILAN MENGHITUNG PENJUMLAHAN DENGAN ALAT HITUNG DIGITAL BAGI SISWA AUTIS KELAS III DI SLB HARAPAN BUNDA SURABAYAABSTRACTTHE ENHANCEMENT OF COUNTING ADDITION SKILL BY DIGITAL CALCULATOR FOR AUTISM STUDENTS OF THIRD CLASS IN SLB HARAPAN BUNDA SURABAYAName : Susi DwiastitiNIM : 11010044263Study Program : S-1Department : Special EducationFaculty : Education ScienceInstitution : Surabaya State UniversityCounselor : Drs. Wagino, M.PdAutism children were individuals who had disorder of nerve system development which was mostly resulted by heredity factor and experienced delay in intelligence so that they tended to withdraw and they were also very week in addition skill. The problem formulation in this research was how to enhance counting addition skill to autism students of class III in SLB Harapan Bunda Surabaya by using digital media to add two digits. This research used class treatment research kind with the research design of Mc taggart?s model (Arikunto, 2008:74).This research method was collecting observation data and documentation. The data analysis of this research was done for the application of enhancing addition skill by using digital tools for autism children of class III.The data analysis used in this research was reflection analysis based in cycles. Based on the data of research result about the influence of digital tools usage in enhancing addition skill in two digits could be used.Keywords: counting, calculator, digital, autism.
KEGIATAN STORY TELLING BERBASIS BUKU CERITA BERGAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KALIMAT SEDERHANA SISWA TUNARUNGU KELAS RENDAH SDLB ANITYA PUTRI, FALACHAINI; PURBANINGRUM, ENDANG
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nama : Falachaini Anitya Putri NIM : 14010044021 Program studi : S-1 Jurusan : Pendidikan Luar Biasa Fakultas : Ilmu Pendidikan Nama lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dr. Hj. Endang Purbaningrum, M. Kes Individu tunarungu memiliki keterbatasan dalam mendengar, dikarenakan terjadi kerusakan pada organ pendengarannya baik ringan, sedang, maupun berat, akibatnya bahasa yang umumnya diungkapkan secara verbal sulit untuk dipahami oleh individu tunarungu. Untuk mengembangkan kemampuan berbahasa terutama bahasa tulis, dapat dilatih dengan memanfaatkan kemampuan visualnya. Berdasarkan hambatan tersebut maka diadakan penelitian mengenai ?Apakah kegiatan story telling dapat mempengaruhi kemampuan menulis kalimat sederhana siswa tunarungu kelas rendah SDLB Bina Bangsa Sidoarjo??. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kegiatan story telling terhadap kemampuan menulis kalimat sederhana siswa tunarungu kelas rendah SDLB Bina Bangsa Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian pra eksperimen, dengan menggunakan rancangan penelitian ?One Group pretest-posttest design?. Metode pengumpulan data hasil kemampuan menulis kalimat sederhana sebelum dan sesudah diberikan intervensi dan teknik analisis data menggunakan statistik non parametrik dengan Wilcoxon Match Pairs Test. Hasil analisis data menunjukkan Zhitung (2,803) > Ztabel (1,96) pada nilai kritis 5% (uji satu sisi). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan kegiatan story telling berbasis buku cerita bergambar terhadap kemampuan menulis kalimat sederhana siswa tunarungu kelas rendah SDLB Bina Bangsa Sidoarjo. Kata kunci: story telling, buku cerita bergambar, menulis, kalimat sederhana, tunarungu.
MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA TUNADAKSA SDLB NANI, WIDIYA; PUDJIASTUTI SARTINAH, ENDANG
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan siswa tunadaksa akan layanan pendidikan yang menerapkan prinsip dasar, umum, dan khusus. Pendidikan yang diberikan mampu memberikan latihan dan memaksimalkan kemampuan siswa. Model pembelajaran PBL merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat melatih siswa menyelesaikan masalah. Sehingga siswa mampu meningkatkan hasil belajar matematikanya. Oleh karena itu model pembelajaran problem based learning (PBL) digunakan sebagai perlakuan yang diberikan. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran PBL terhadap hasil belajar matematika siswa tunadaksa. Rancangan penelitian berbentuk kuantitatif kualitatif concurrent embedded pre-eksperiment one group pre-test post-test design. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pre-tes sebesar 35,42 dan nilai rata-rata pos-tes sebesar 64,58 dengan pemberian perlakuan sebanyak 5 kali. Data penelitian kuantitatif dianalisis menggunakan Wilcoxon match pair test dan mendapatkan hasil zhitung(2,20) > ztabel(1,96) dalam taraf signifikansi 0,025. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan hipotesis kerja (Ha) diterima artinya ada pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar matematika siswa tunadaksa SDLB-D YPAC Surabaya. Kata kunci: model pembelajaran problem based learning, hasil belajar matematika, siswa tunadaksa
PERANAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PENDIDIKAN SEKS ANAK TUNAGRAHITA KELAS III SEKOLAH DASAR DI SLB , NURMAYA; SUDARTO, ZAINI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola asuh merupakan bentuk rasa tanggung jawab orang tua terhadap anak yang diwujudkan dalam bentuk perlakuan dan penanganan kepada anak sesuai dengan kebutuhan pada tahap pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu bentuk pemenuhan kebutuhan yang perlu diberikan orang tua anak tunagrahita ialah pada saat terjadinya perkembangan pada aspek biologis anak. Anak tunagrahita akan mengalami kematangan hormon, kematangan organ reproduksi, serta kematangan seksual. Apabila tidak diberikan pendidikan yang tepat maka akan berdampak pada perilaku seksual anak. Tujuan penelitian ini adalah Mendeskripsikan pola asuh orang tua anak tunagrahita di SLB-C AKW II Surabaya, mendeskripsikan perilaku seksual anak tunagrahita dalam menerapkan pendidikan seks di kehidupan sehari-hari, serta mendeskripsikan pola asuh orang tua dalam pendidikan seks anak tunagrahita kelas III di SLB-C AKW II Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu: kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan dari penelitian ini ialah:1) bentuk-bentuk pola asuh yang umum digunakan ialah pola asuh authoritarian (keras), pola asuh permissive (bebas), dan pola asuh authoritative (bijaksana). 2) perkembangan seksualitas anak tunagrahita mengalami perkembangan seperti anak normal pada umumnya. Anak mengalami kematangan hormon maupun organ-organ reproduksi. Namun, perkembangan-perkembangan tersebut tidak diimbangi dengan perkembangan fungsi kecerdasannya, sehingga tidak adanya pengontrol yang mampu membatasi perilaku anak. Maka dari itu anak tunagrahita sering melakukan berbagai macam perilaku seksual yang menyimpang yang hanya dilandasi oleh rasa senang tanpa adanya pemikiran mengenai akibat dari perilakunya tersebut. 3) orang tua belum mampu memberikan pola asuh yang tepat dalam hal pemberian pendidikan seks terhadap anak tunagrahita. Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua, Pendidikan Seks, Anak Tuna Grahita.
DAMPAK KECENDERUNGAN POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK ASD (AUTISTIC SPECTRUM DISORDER) TINGKAT SEKOLAH DASAR WAHYU SAFITRI, RANI; , YULIYATI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orangtua memiliki kewajiban untuk mendidik, memelihara, serta mensejahterakan anaknya. Dalam hal ini, orangtua memiliki kendali besar dalam memainkan peran penting dalam membantu perkembangan sosial anak dengan lingkungannya dan memulai dengan kontak antara anak dengan teman bermain yang potensial. Pengasuhan/pola asuh orangtua juga dapat membentuk tingkah laku anak di lingkungan sosialnya. Perkembangan sosial pada anak-anak tumbuh dan berkembang dari hubungan yang terjalin erat antara mereka dengan orangtua, pengasuh, atau keluarga lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pola asuh orangtua, hambatan yang dihadapi orangtua dalam menerapkan pola asuh orangtua, dan solusi yang dilakukan orangtua untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan pola asuh orangtua serta dampaknya terhadap perkembangan psikososial anak ASD (Autistic Spectrum Disorder). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan yang menjadi subjeknya adalah 5 orangtua, 2 pengasuh selain orangtua, dan 5 anak ASD (Autistic Spectrum Disorder). Dan teknik analisis data yang digunakan adalah melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 5 dari 7 orangtua/pengasuh yang memiliki anak ASD (Autistic Spectrum Disorder) di SLB Harmoni Sidoarjo menggunakan pola asuh Authoritative sebagai pola asuh primer dan pola asuh Authoritarian sebagai pola asuh sekunder. Dan dalam perkembangan psikososial anak ASD (Autistic Spectrum Disorder), sebanyak 20% anak baik, 40% anak cukup baik, dan 40% anak sisanya masih kurang dalam perkembangan psikososialnya.. Hambatan dalam menerapkan pola asuh orangtua kepada anak ASD (Autistic Spectrum Disorder), terletak pada orangtua dan anak. Sehingga dapat dikatakan bahwa pengasuhan/pola asuh orangtua tidak menjadi satu-satunya faktor dalam perkembangan psikososial anak ASD (Autistic Spectrum Disorder), meskipun pengasuhan/pola asuh orangtua menjadi peran pentingdan faktor utama dalam mengembangkan psikososial anak ASD (Autistic Spectrum Disorder). Solusi yang dilakukan oleh orangtua/pengasuh adalah dengan memberikan toleransi pada anak, memenuhi kebutuhan anak, serta memantau perkembangan anak. Kata Kunci: Pola Asuh Orangtua, Perkembangan Psikososial, Anak ASD (Autistic Spectrum Disorder) Parents had obligation to educate, to keep, and to give welfare their children. In this case, the parents had big reins in playing the important role to help the children?s social development with their environment and began with the contact between the children and their potential playmate. Parenting or parents? nursing pattern could also form the children?s act in their social environment. The children?s social development grew and developed from tightly intertwined relationships between the children and parents, caretakers, or other families. This research had purpose to describe the implementation of parents? nursing pattern, to describe the hindrance faced by the parents in applying the nursing pattern, and to describe the solution which had ever been done by the parents to solve the hindrance in implementing the parents? nursing pattern and the impact toward the development of ASD (Autistic Spectrum Disorder) children?s psychosocial. This research used descriptive research kind with qualitative approach. In collecting data, this research used interview technique, observation, and documentation. The subjects of this research were five parents, two caretakers except parents, and five ASD (Autistic Spectrum Disorder) children and the technique of data analysis used was through the steps of condensation data, presentation data, and taking conclusion. The research result indicated that there were five of seven parents / caretakers who had ASD (Autistic Spectrum Disorder) children in SLB Harmoni Sidoarjo using authoritative nursing pattern as the primary nursing pattern and authoritarian nursing pattern as the secondary nursing pattern. And, in the development of ASD (Autistic Spectrum Disorder) children?s psychosocial, there were 20% good children, 40% good enough children, and 40% rest children who were still less in their psychosocial development. The hindrance in applying the parents? nursing pattern to ASD (Autistic Spectrum Disorder) children was to the parents and the children so that it could be stated that the parenting / parents? nursing pattern did not become the only one factor in the psychosocial development of ASD (Autistic Spectrum Disorder) children although parenting / parents? nursing pattern became the important role and the main factor in developing the psychosocial of ASD (Autistic Spectrum Disorder) children. The solutions done by the parents / caretakers were to give tolerance to the children, to fill the children?s needs, and to monitor the children?s development. Keywords: Parents? nursing pattern, psychosocial development, ASD (Autistic Spectrum Disorder) children.
MODEL EXPLICIT INSTRUCTION TERHADAP KEMAMPUAN MAKAN BAGI ANAK TUNANETRA DENGAN HAMBATAN KECERDASAN YUSUFA EKO ARSIAN, ILHAM; , PAMUJI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPENGARUH MODEL EXPLICIT INSTRUCTION TERHADAP KEMAMPUAN MAKAN ANAK TUNANETRA DENGAN HAMBATAN KECERDASANPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan makan yang masih perlu dikembangkan pada anak tunanetra dengan hambatan kecerdasan. Dalam hal ini yang menyebabkan anak belum menguasai kemampuan makan adalah kurangnya pembiasaan dan juga sikap overprotektif. Dalam penelitian ini kemampuan makan anak tunanetra dengan hambatan kecerdasan ditingkatkan melalui model explicit instruction. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh model explicit instruction terhadap kemampuan makan anak tunanetra dengan hambatan kecerdasan di SLB-A YPAB Gebang Surabaya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis pre eksperimen dan rancangan one group pre test-post test design. Teknik statistik yang digunakan dalam analisis data adalah wilcoxon. Teknik pengumpulan data berupa tes, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Zh=2,20 lebih besar dibanding nilai krisis 5% Zt=1,96 yang dapat diartikan bahwa ada pengaruh model explicit instruction terhadap kemampuan makan anak tunanetra dengan hambatan kecerdasan. Kata kunci: Model, Explicit instruction, kemampuan makan.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANAK MDVI (MULTIPLE DISABILITY WITH VISUAL IMPAIRMENT) DALAM INTERAKSI SOSIAL DI SMPLB FITRIA ALFAATHIR, NUR; , PAMUJI
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANAK MDVI (MULTIPLE DISABILITY WITH VISUAL IMPAIRMENT) DALAM INTERAKSI SOSIAL DI YPAB GEBANG PUTIH SURABAYA Nama : Nur Fitria Alfaathir NIM : 14010044095 Jurusan : S1- Pendidikan Luar Biasa Fakultas : Ilmu Pendidikan Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Drs.Pamuji, M.Kes. Adanya komunikasi dalam membentuk interaksi sosial dengan orang lain sangatlah penting dimana komunikasi yang ada akan dapat menimbulkan timbal balik dan saling mempengaruhi. Walaupun begitu tidak semua orang dapat berkomunikasi dengan baik dan mampu berinteraksi sosial dengan baik seperti yang terjadi pada anak MDVI dimana adanya keterbatasan yang dimiliki anak MDVI sehingga komunikasi yang terjadi dalam interaksi sosial menjadi tidak maksimal . Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi anak MDVI dengan teman sebayanya dan juga terhadap gurunya dalam interaksi sosial yang dilakukan di YPAB Gebang Putih Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk penelitian ini yaitu dengan wawancara, observasi dan juga dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu mengoleksi data, mereduksi data, menyajikan data, lalu setelah itu penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kemampuan komunikasi dalam interaksi social dengan teman sebaya dan dengan guru yang dilakukan oleh setiap subyek penelitian berbeda-beda hasilnya dimana komunikasi verbal dan non verbal ternyata tidak begitu berpengaruh besar terhadap interaksi social seseorang. Selain itu adanya hambatan tambahan pada anak MDVI yang ada ternyata dapat berpengaruh dalam komunikasi dan interaksi social setiap subek penelitian. Kata Kunci: Kemampuan Komunikasi, Interaksi Sosial, Anak MDVI, Anak Tunanetra
IMPLEMENTASI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER BAGI PESERTA DIDIK TUNARUNGU DI SMPLB RAHMAN, ABDUL; , SUJARWANTO
Jurnal Pendidikan Khusus Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Khusus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pendidikan dii luar jam pelajaran biasa yang bisa dilakukan di sekolah maupun luarr sekolah untuk membantu pengembangan peserta didik sesuaii dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minatt peserta didik melaluii kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan dii sekolah secara berkala dan terprogram. Melalui partisipasii peserta didikktunarungu dalam kegiatan ekstrakurikuler, peserta didikktunarungu dapat belajar dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dengan orang lain, serta menemukan dan mengembangkan potensinya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi kegiatan ekstrakurikuler bagi peserta didik tunarungu di SMPLB-B Dharma Wanita Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Adapun dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif self ? report (laporan diri). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan langkah-langkah diantarannya kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) kegiatan ekstrakurikuler bagi peserta didik tunarungu bertujuan untuk menambah wawasan, mengembangkan bakat dan minat, meningkatkan kemampuan untuk mandiri dan meningkatkan keterampilan serta kreativitas, 2) fungsi kegiatan ekstrakurikuler bagi peserta didik tunarungu untuk mendukung perkembangan personal, mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik tunarungu sesuai dengan potensi, bakat dan minat, memperluas pengalaman sosial, menjadikan suasana kegiatan ekstrakurikuler menjadi lebih menarik dan berperan untuk kesiapan karier peserta didik tunarungu, 3) prinsip - prinsip dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler diperhatikani dan dijalankan agar mendapat hasil maksimal dan sama sekali tidak dapat mengabaikan salah satu dari iprinsip-prinsipi kegiatani ekstrakurikuler, 4) bentuk kegiatan ekstrakurikuler di SMPLB-B Dharma Wanita Sidoarjo berupa krida: pramuka, latihan olah-bakat dan latihan olah-minat: renang, futsal, dan tari, dan keagamaan kegiatan mengaji, 5) mekanisme kegiatan ekstrakurikuler bagi peserta didik tunarungu di SMPLB-B Dharma Wanita Sidoarjo meliputi: pengembangan kegiatan ekstrakurikuler, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, penilaian kegiatan ekstrakurikuler dan evaluasi kegiatan ekstrakurikuler. Kata Kunci: Implementasi Kegiatan Ekstrakurikuler, Peserta Didik Tunarungu