cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
ISSN : 14125285     EISSN : 26220792     DOI : 10.21831
Core Subject : Science,
Geomedia is a geography science journal published by the Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Yogyakarta State University. This journal has been published since 2002 and was introduced for online version in 2016. Geomedia is a biannually published journal, May and November. In each edition, the journal publishes research articles and scientific study articles which are equal to the research paper in the field of geography and its teaching. However, the research articles are preferabe to be published.
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
MENAPAKI FEMINISME GEOGRAFI PASCA POSITIVISTIK Hastuti Hastuti
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 1 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.109 KB) | DOI: 10.21831/gm.v14i1.13742

Abstract

Geografi maskulin telah mendominasi pemikiran geografi hingga dekade 90 an ditengah gegap gempitanya paham positivistik. McDowell dan Doreen (1996), bahwa ilmu spasial yang cenderung positivistik didukung oleh rasionalitas maskulin. Kajian geografis seharusnya menolak rasionalitas demikian bahkan dituntut untuk sensitif terhadap distribusi hubungan kekuasaan dalam proses penelitian. Geografi positivistik diakui memiliki kelemahan untuk menjelaskan tentang aktifitas maupun perilaku sosial, budaya, dan ekonomi manusia secara detail. Manusia adalah makhluk kompleks yang tidak selalu berpikir dan berperilaku linier sehingga dengan mudah dibuat sebagai model sebagaimana sering diterapkan pada pemikiran positivistik. Geografi yang menfokuskan kajian tentang manusia mengusulkan untuk adopsi analisis geografis yang sensitif agar mampu menangkap kehidupan manusia yang kompleks secara mendalam. Pemikiran  post-positivistik dalam studi kualitatif menjadi alternatif analisa yang didukung oleh geograf feminis.
KARAKTERISTIK MATAAIR KAKI LERENG GUNUNG MERAPI DAN PEMANFAATANNYA DI KECAMATAN DUKUN KABUPATEN MAGELANG Ririn Putri Aurita; Suhadi Purwantara
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 1 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.358 KB) | DOI: 10.21831/gm.v15i1.16239

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilaksanaan di Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang dengan tujuan: (1) Mendekripsikan pola sebaran mataair; (2) Mengetahui potensi, pemanfaatan, dan imbangan antara potensi dan pemanfaatan mataair; (3) Membandingkan kualitas fisik dan kimia mataair pada bentuklahan dataran kaki gunungapi dan dataran fluvial gunungapi berdasarkan persyaratan baku mutu air minum menurut Permenkes RI nomor 492 tahun 2010. Populasi dalam penelitian ini terdiri atas fenomena fisik dan fenomena non fisik. Sampel diambil dengan purposive sampling untuk mataair; area probability sampling untuk kebutuhan air irigasi; dan random sampling untuk rumah tangga pengguna. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian: (1) Sebaran mataair berdasarkan “nearest neighbour analysis” berpola mengelompok. (2) Terdapat 33 mataair untuk kebutuhan rumah tangga dan 8 mataair untuk irigasi. Debit terendah 0,16 liter/detik dan tertinggi 16 liter/detik. Rata-rata debit untuk rumah tangga 1,6 liter/detik dan irigasi 13,88 liter/detik. Pemanfaatan mataair untuk kebutuhan rumah tangga tercukupi dan rata-rata imbangan airnya surplus. Pemanfaatan untuk irigasi secara keseluruhan juga tercukupi, namun pada bulan Mei mengalami kekurangan air di Desa Paten. (3) Kualitas fisika dan kimia mataair sesuai dan memenuhi persyaratan kualitas air minum. Kata kunci: Karakteristik Mataair, Kaki Lereng Gunung Merapi, Kecamatan Dukun
PERSPEKTIF SPATIAL DALAM KAJIAN GEOGRAFI MANUSIA Hastuti Hastuti
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 7, No 2 (2009): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.855 KB) | DOI: 10.21831/gm.v7i2.19087

Abstract

Knox, P L dan Marston SA (2004) serta de Blij dan Murphy (2003) mengemukakan pentingnya perspektif keruangan merupakan ranah epistemologi keilmuan / pendekatan untuk membedah fenomena muka bumi.  Objek studi geografi meliputi fenomena muka bumi, adanya relasi timbal balik, interaksi, dan interdependensi antar fenomena (Harvey, D, 1986). Geografi meliputi geografi fisik yang mempelajari faktor fisik di permukaan bumi yang menjadi lingkungan hidup manusia dan geografi manusia mengkaji perilaku dan aktifitas manusia (Viles,H dalam Castree, N; Rogers,A; dan Sherman, D, 2005). (Hagget, P, 1984) menjelaskan mengenai objek formal geografi yang menekankan pendekatan dan prinsip keruangan sebagai inti dalam analisis geografi meliputi pola dari sebaran gejala tertentu di permukaan bumi (Spatial Pattern), keterkaitan atau hubungan sesama antar gejala (Spatial System), dan perkembangan atau perubahan yang terjadi pada gejala  (Spatial Procces). de Blij dan Murphy (2003), awalnya menyebutkan kerangka kerja geografi adalah lima tema yakni location, interaction human and the enviroment, regions, place, and movement. Pada saat ini tema geografi yang tidak kalah penting dari kelima tema yang telah disebutkan adalah landscape (de Blij dan Murphy, 2003).  Knox dan Marston (2004) menjelaskan analisis keruangan dengan memperhatikan lima konsep yakni lokasi, jarak, ruang, aksesibilitas, dan keruangan.  Kata Kunci: spatial, geografi, manusia
Pengembangan ekowisata berbasis evolusi bentanglahan Danau Purba Borobudur kala pleistosen akhir di kawasan Borobudur Irma Yunanda; Norma Yuni Praptiwi; Andika Eka Damayanti; Nurhadi Nurhadi
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 16, No 1 (2018): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (970.704 KB) | DOI: 10.21831/gm.v16i1.20991

Abstract

Penelitian ini dilakukan di kawasan Borobudur tepatnya di daerah bentanglahan danau Borobudur Purba Kala Peistosen dengan tujuan: (1) mengidentifikasi lokasi-lokasi yang dapat dikembangkan sebagai tujuan ekowisata di kawasan Danau Borobudur Purba, (2) mengembangkan desain ekowisata berbasis evolusi bentanglahan di kawasan Danau Borobudur Purba. Metode yang digunakan adalah deskriptif eksploratif dengan pendekatan geografi yaitu pendekatan keruangan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wilayah Danau Purba Borobudur. Sampel diambil dengan teknik sistematik sampling dengan membuat grid untuk menentukan zona penelitian. Analisis menggunakan cara deskriptif kualitatif dilandasi konsep dasar geomorfologi. Analisis ini didukung dengan analisis  SWOT untuk menilai titik lokasi yang dapat di rekomendasikan untuk dijadikan sebagai objek ekowisata. Hasil penelitian: (1) Terdapat lima objek bekas Danau Purba Borobudur yang dapat dikembangkan sebagai objek ekowisata berbasis evolusi bentanglahan (2) Desain pengembangan ekowisata kawasan Danau Purba Borobudur yaitu menggunakan SWOT yang diharapkan dapat memberikan masukan dalam pengembangan wisata di wilayah ini.
Pengetahuan, sikap, dan perilaku seksual remaja anggota pusat informasi konseling remaja SMA Negeri 2 Bantul Sri Agustin Sutrisnowati; Nurul Khotimah; Dyah Respati Suryo Sumunar; Mawanti Widyastuti; Sriadi Setyawati
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 1 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.705 KB) | DOI: 10.21831/gm.v17i1.28302

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengetahuan seksual remaja, (2) sikap dan perilaku seksual remaja anggota Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) di SMAN 2 Bantul. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Variabel penelitian meliputi pengetahuan remaja, sikap remaja, dan perilaku seksual remaja. Penelitian dilaksanakan di SMA N 2 Bantul bulan April-Oktober 2016. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMAN 2 Bantul yang berjumlah 830 orang. Sampel ditentukan secara purposive, dengan mengambil siswa kelas X IPA/IPS dan XI IPA/IPS, sebanyak 111 orang. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengetahuan seksual responden adalah “cukup” (55,9%), “baik” (40,5%), dan “kurang” (3,6%), (2) (a) sikap seksual responden semuanya (100%) adalah “negatif” atau cenderung menghindari, menjauhi, dan membenci hal-hal berkaitan seks pranikah, dan (b) perilaku seksual responden untuk mengungkapkan kasih sayang terhadap pacar adalah pegang tangan (55,9%), cium pipi (22,1%), dan cium bibir (7,4%). Semua responden belum pernah mengungkapkan kasih sayang terhadap pacar dengan meraba bagian tubuh sensitif, petting, oral seks, anal seks, dan hubungan seksual.
KAJIAN KEKERINGAN METEOROLOGIS MENGGUNAKAN STANDARDIZED PRECIPITATION INDEX (SPI) DI PROVINSI JAWA TENGAH Habibah Nurrohmah; Emilya Nurjani
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 1 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2401.125 KB) | DOI: 10.21831/gm.v15i1.16230

Abstract

AbstrakKekeringan sering terjadi di Provinsi Jawa Tengah. Kekeringan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor dan dapat pula memberikan dampak terhadap berbagai aspek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi kekeringan di Provinsi Jawa Tengah. Data yang diperlukan adalah data curah hujan bulanan. Data curah hujan tersebut merupakan data hasil pengukuran lapangan tahun 1981-2010 dan dilengkapi oleh data Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM). Metode yang digunakan meliputi metode Standardized Precipitation Index (SPI) dan interpolasi tension spline. Metode SPI digunakan untuk menentukan klasifikasi kekeringan. Hasil pengolahan SPI dipetakan menggunakan interpolasi tension spline. Kekeringan meteorologis di Provinsi Jawa Tengah terjadi setiap tahun (1981-2010). Kekeringan terluas terjadi pada bulan Setember-November 1982 di 96% wilayah Provinsi Jawa Tengah. Kekeringan ekstrim (golongan amat sangat kering) terluas terjadi pada bulan Setember-November 1997 di 39% wilayah Provinsi Jawa Tengah dengan pola membulat serta mengelilingi pusat-pusat wilayah normal di sekitar Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Wonogiri, dan Kabupaten Pati. Kata kunci: ENSO, Jawa Tengah, Kekeringan Meteorologis, Pola Tanam, SPI
STUDI TEMPERATUR UDARA TERKINI DI WILAYAH DI JAWA TENGAH DAN DIY Suhadi Purwantara
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 13, No 1 (2015): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.661 KB) | DOI: 10.21831/gm.v13i1.4476

Abstract

Artikel ini dikembangkan dari penelitiaan dengan judul Studi Revisi Rumus Braakdan Mock tentang Gradien Suhu Udara di Jawa Tengah dan DIY” ini berawal dari hasilperhitungan gradien suhu udara menurut rumus Braak yang sudah tidak sesuai denganfakta lapangan. Banyak wilayah pegunungan yang dulu relatif dingin sekarang sudahtidak dingin seperti dulu lagi. Masyarakat merasa temperatur udara semakin panas. Untukitu dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu udara di permukaan air laut,perbedaan suhu udara per seratus meter hingga ketinggian 2000an meter, dan selisihhasil perhitungan dengan formula Braak dengan data di wilayah penelitian. Populasidalam penelitian ini ad alah semua udara yang ada di wilayah permukaan bumi di PulauJawa bagian Tengah. Penelitian ini bersifat penelitian kuantitatif berdasarkan hasilpengukuran langsung dan perekaman data sekunder. Penelitian ini menggunakaninstrumen thermometer, dan formulir isian data. Pengumpulan data sekunder diperolehdari instansi-instansi yang terkait dengan masalah dan tujuan penelitian antara lain : datatemperatur. Dalam penelitian ini analisis dilakukan dengan memasukkan hasil pengukuranprimer yang dirata-rata kemudian dimasukkan dalam rumus Braak. Hasil penelitianmenunjukkan perbedaan suhu udara berdasar perbedaan tinggi tempat masih mengikutirumus Braak, hanya suhu udara di permukaan laut yang sering para penelitimenggunakan angka 26,3⁰C, menjadi 28,5⁰C. Temperatur udara berdasarkan datamenunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang sangat nyata. Wilayah pantai yangmerupakan wakil permukaan air laut bersuhu udara bulan April Mei 2012 sebesar 28,5⁰C,suhu udara pada 800 m sebesar 24⁰C, dan suhu udara pada ketinggiaan udara 2100meter sebesar 16,25⁰C. Pada ketinggian 800 meter, perbedaan temperatur hasilperhitungan rumus Braak dengan data lapangan hanya 23,62 ˚C dengan 24 ˚C, atau 1,2%,sedangkan di wilayah dengaan ketinggian 2100 meter, perbedaan temperatur hasilperhitungan rumus Braak dengan data lapangan hanya 16,70 ˚C dengan 16,25 ˚C, atau2,1%.Kata kunci: temperature udara, gradien suhu
ANALISIS KONDISI GEOLOGIS DAN GEOMORFOLOGIS WILAYAH SEKITAR ESCARPMENT BATURAGUNG UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA Muhsinatun Siasah Masruri
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 2 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (981.108 KB) | DOI: 10.21831/gm.v15i2.19555

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Mengidentifikasi kondisi geologis dan geomorfologis beberapa obyek alam yang menarik minat wisata, (2) Menganalisis potensi obyek tersebut untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode deskriptif-eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wilayah di sekitar Escarpment Baturagung dengan pengambilan sampel secara purposive pada beberapa obyek yang memiliki keunikan geologis dan geomorfologis serta menarik minat wisata. Data dikumpulkan dengan observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian (1) kawasan Escarpment Baturagung berdasarkan karakteristik geologisnya dapat dikelompokkan ke dalam empat zona yaitu Parangtritis, Imogiri, Piyungan, dan Prambanan. Zona Parangtritis memiliki kondisi yang sangat kompleks dan telah banyak dikembangkan sebagai tujuan wisata. Zona Imogiri didominasi oleh hasil aktivitas vulkanik purba. Zona Piyungan sangat identik dengan kenampakan struktural. Zona Prambanan tersusun oleh berbagai jenis batuan. (2) tema pengembangan aspek scientific dalam wisata adalah: Zona Parangtritis adalah Ekowisata Geologis-Geomorfologis Kepesisiran, Zona Imogiri adalah Ekowisata Agro, Zona Piyungan adalah Ekowisata Minat Khusus, dan Zona Prambanan adalah ekowisata geologi sejarah.
Kajian kearifan lokal dalam perspektif geografi manusia Rasti Fajar Peni Riantika; Hastuti Hastuti
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 1 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.245 KB) | DOI: 10.21831/gm.v17i1.28265

Abstract

Kualitas lingkungan hidup saat ini sebagian besar mengancam kelangsungan perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya, sehingga perlu dilakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan yang tangguh dan konsisten oleh semua pemangku kepentingan. Berbagai asas dipergunakan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Salah satu asas tersebut adalah budaya dan kearifan lokal. Kearifan lokal adalah nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan manusia bermasyarakat untuk melindungi dan mengelola lingkungan hidup secara lestari. Kegiatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup harus memperhatikan nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat. Geografi manusia (human geography) menekankan studi pada aspek antroposphere. Studi geografi tidak terlepas dari kenyataan kehidupan manusia di permukaan bumi sebagai hasil interaksi antara manusia dengan gejala-gejala geografi di permukaan bumi. Geografi manusia sangat berperan dalam melestarikan lingkungan hidup melalui aktifitas manusia dalam kebudayaannya.
POLA PEMANFATAN AIR HUJAN DI KECAMATAN PANGGANG GUNUNG KIDUL Suhadi Purwantoro; Agus Sudarsono; U.H. Hadori
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 4, No 2 (2006): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9098.196 KB) | DOI: 10.21831/gm.v4i2.17939

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengestimasi besar dan pola curah hujan yang ada di daerah penelitian; (2) mengetahui pola pemanfaatan sumber daya air untuk keperluan rumah tangga dan mengestimasi ukuran bak penampungan air hujan (PAH) yang sesuai untuk mencukupi kekurangan air pada musim kemarau bagi tiap-tiap keluarga; (3) memprediksi besar curah hujan untuk mencukupi kebutuhanair pada musim kemarau.Untuk mengestimasi besar dan pola curah hujan digunakan rerata hitung selama 18 tahun, sehingga diketemukan rerata curh hujan, tipe iklim dan pola curah hujannya. Untuk mengetahui pola pemanfaatan sumberdaya air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dilakukan dengan cara wawancara terhadap penduduk. Untuk mengetahui ukuran bak penampungan air hujan (PAH) didasarkan pada kebutuhan air setiap hari dari tiap-tiap keluarga dikalikan jumlah hari pada musim kemarau. Untuk mengetahui potensi air hujan yang dapat ditampung ke dalam PAH dilakukan dengan jalan mengukur luas atap rumah yang dapat membentuk talang, tabel hujan (data sekunder) dan koefisien pengaliran genting (data sekunder).Hasil penelitian menunjukan bahwa curah hujan relatif tinggi, dengan bulan kering hanya 5 bulan dengan 6 bulan basah. Pola kebutuhan air domestik rata-rata memanfaatkan air hujan sebagai air domestik diselingi sumber lain seperti: air telaga, mata air dan air sumur. Bak PAH yang telah ada ternyata telah sesuai dengan tingkat kebutuhan air keluarga. Curah hujan sangat potensial, apalagi disertai dengan pemanfaatan sarana atap untuk mengumpulkan air hujan ke bak PAH. Kata kunci : pemanfaatan, air hujan

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 2 (2025): Geo Media : Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 23 No. 1 (2025): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 22 No. 2 (2024): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 22 No. 1 (2024): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 2 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 1 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 2 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 1 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 2 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 1 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 2 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 1 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 2 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 1 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 16, No 2 (2018): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 16, No 1 (2018): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 2 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 1 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 2 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 1 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 13, No 1 (2015): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 2 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 1 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 10, No 1 (2012): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 7, No 2 (2009): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 6, No 2 (2008): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 2 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 1 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 4, No 2 (2006): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian More Issue