cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
ISSN : 14125285     EISSN : 26220792     DOI : 10.21831
Core Subject : Science,
Geomedia is a geography science journal published by the Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Yogyakarta State University. This journal has been published since 2002 and was introduced for online version in 2016. Geomedia is a biannually published journal, May and November. In each edition, the journal publishes research articles and scientific study articles which are equal to the research paper in the field of geography and its teaching. However, the research articles are preferabe to be published.
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
ASPEK SOSIAL GEMPA BUMI 27 MEI 2006 DI KABUPATEN BANTUL Soemantri Wardoyo
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 2 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1065.839 KB) | DOI: 10.21831/gm.v5i2.14193

Abstract

Gempa dapat mengakibatkan kerusakan bentang alam, makhluk hidup, dan bangunan fisik. Manusia sebagai korbannya menjadi bagian penting dalam peristiwa gempa. Apa yang dialami oleh manusia akibat gempa, aspeknya meliputi aspek fisik dan aspek nonfisik. Aspek fisik meliputi luka ringan, luka berat, cacat permanen, dan meninggal dunia. Aspek nonfisik meliputi gangguan kejiwaan sehubungan dengan kehilangan harta benda, suamijisteri, anak, saudara, tetangga, maupun mitra kerja. Aspek non fisik yaitu aspek sosial merupakan aspek yang memerlukan perhatian lebih terutama pasca gempa. Pendampingan dengan tenaga yang memadai diperlukan untuk pemulihannya. Kata kunci: aspek sosial, gempa bumi
PROSPEK PENGEMBANGAN BUDIDAYA TANAMAN KENTANG DI INDONESIA Sugiharyanto Sugiharyanto
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 6, No 2 (2008): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3234.328 KB) | DOI: 10.21831/gm.v6i2.15388

Abstract

Abstrak             Tanaman holtikultura merupakan salah  satu tanaman pertanian yang dikembangkan oleh petani. Tanaman holtikultura dapat berupa tanaman hias, buah-buahan, dan sayur-sayuran. Tanaman kentang merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang dikembangkan di Indonesia. Komoditas kentang diharapkan dapat berkembang baik di berbagai daerah di Indoenesia, terutama pada daerah yang lahannya sesuai untuk tanaman kentang. Pengembangan tanaman kentang menguntungkan bagi petani, karena kentang tidak mudah rusak, kentang sebagai sumber kalori dan protein, serta kentang memiliki pemasarannya mudah. Seiring dengan meningkatnya konsumsi kentang oleh masyarakat, terjadi pula perkembangan teknologi budidaya, teknologi pengendalian hama dan penyakit, serta teknologi segi genetik. Teknologi segi genetik berperan dalam mendapatkan verietas baru yang mempunyai kualitas tinggi. Produktivitas kentang di Indonesia tergolong rendah dibandingkan negara maju. Produktivitas kentang di Indonesia saat ini berkisar 13 ton/ha, sedangkan di negara maju lebih dari 30 ton/ha. Namun dengan adanya perkembangan teknologi pertanian yang dapat diadopsi oleh petani, maka varietas kentang berkualitas tinggi bisa didapatkan dan produktivitas kentang juga meningkat. Pengembangan tanaman kentang mempunyai prospek baik dan dapat meningkatkan pendapatan petani maupun negara. Hal ini disebabkan jumlah konsumen kentang semakin meningkat, luasnya lahan sesuai untuk tanaman kentang, bibit, dan modal mudah didapatkan, dan keuntungan petani lebih banyak. Kata Kunci : Pengembangan, Tanaman, Kentang.
DISASTER MITIGATION POP-UP BOOK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MITIGASI BENCANA BERBASIS KEARIFAN LOKAL BAGI SISWA SEKOLAH DASAR Bagus Wibowo; Ika Vebrianti; Nuhnia Reny Pertiwi; Yuli Widiyatmoko; Muhammad Nursa’ban
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 1 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.678 KB) | DOI: 10.21831/gm.v15i1.16236

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana alam yang tinggi. Bencana alam di Indonesia didominasi oleh bencana hidrometeorologi. Kondisi tersebut menjadi alasan pentingnya pendidikan mitigasi bencana bagi masyarakat Indonesia. Namun hingga saat ini anak-anak belum mendapatkan perhatian yang cukup terkait pendidikan mitigasi bencana. Disisi lain, Indonesia memiliki banyak kearifan lokal sebagai mitigasi bencana yang belum diketahui masyarakat luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk media pembelajaran mitigasi bencana berbasis kearifan lokal bagi siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan yakni metode penelitian dan pengembangan (research and development) melalui pengumpulan data dari berbagai sumber sebagai landasan dibuatnya media pembelajaran ini. Berdasarkan data yang didapatkan, peneliti mengkombinasikan konsep mitigasi bencana dengan kearifan lokal pada buku pop-up sehingga media pembelajaran ini menjadi alat yang strategis unuk mengenalkan upaya mitigasi bencana berbasis kearifan lokal bagi siswa sekolah dasar.Kata kunci: Bencana Alam, Mitigasi, Kearifan Lokal, Media Pembelajaran, Siswa Sekolah Dasar
KAITAN FENOMENA EL NINO DENGAN BADAI DAN GELOMBANG PASANG Suhadi Purwantara
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 7, No 2 (2009): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.664 KB) | DOI: 10.21831/gm.v7i2.19079

Abstract

Artikel ini membahas kaitan  Fenomena El Nino dengan badai atau gelombang pasang yang terjadi di beberapa wilayah dunia maupun di Indonesia. Dalam tulisan ini disajikan alasan-alasan penamaan badai yang ada di wilayah dunia, serta nama-nama badai baru yang ada di Indonesia. Kajian artikel ini dilengkapi dengan  data  berupa tabel,  grafik, dan peta.    Kata kunci: Badai, Gelombang, El Nino.
TINGKAT DAN SEBARAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DI KECAMATAN WINDUSARI KABUPATEN MAGELANG Akalili Zafirah Syarafina; Dyah Respati Suryo Sumunar
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 2 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.512 KB) | DOI: 10.21831/gm.v15i2.19559

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui: tingkat dan sebaran risiko bencana tanah longsor di Kecamatan Windusari. Populasi dalam penelitian ini terdiri atas populasi fisik yaitu seluruh unit lahan dan populasi non-fisik yaitu seluruh kepala keluarga di kecamatan Windusari yang berjumlah 10.642. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan scoring, overlay, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian: Tingkat risiko bencana tanah longsor di Kecamatan Windusari terdiri dari tingkat rendah (51,91%), sedang (29,93%), dan tinggi (18,16%). Tingkat risiko rendah meliputi wilayah seluas 3.200 ha tersebar di Desa Dampit, Tanjungsari, Banjarsari, Bandarsedayu, Candisari, Genito, Gunungsari, Mangunsari, Semen, dan Gondangrejo. Tingkat risiko sedang meliputi wilayah seluas 1.845 ha tersebar di Desa Pasangsari, Wonoroto, Girimulyo, Ngemplak, Kalijoso, Kentengsari dan Umbulsari. Sedangkan tingkat risiko tinggi meliputi wilayah seluas 1.120 ha tersebar di Desa Kembangkuning, Balesari dan Windusari. Risiko bencana ditentukan oleh faktor bahaya, kerentanan, dan kapasitas. Faktor bahaya di Kecamatan Windusari sebagian besar (47%) termasuk dalam kategori sedang, kerentanan sebagian besar (55,52%) termasuk kategori tinggi, dan Kapasitas sebagian besar (56,87%) termasuk kategori rendah.
KAJIAN BENCANA ANGIN RIBUT DI INDONESIA PERIODE 1990-2011: UPAYA MITIGASI BENCANA Emilya Nurjani; Arum Rahayu; Febriyan Rachmawati
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 2 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.781 KB) | DOI: 10.21831/gm.v11i2.3451

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji kejadian bencana angin ribut di Indonesia.Data yang digunakan adalah data kejadian angin ribut di Indonesia periode 1990-2011dari BNPB. Data diolah statistik deskriptif dan dilakukan analisis spasial.Pemetaan secaraspasial akan memudahkan dalam menganalisis distribusi dan kecenderungan lokasiterjadinya angin ribut setiap tahunnya dan mengetahui daerah-daerah di Indonesia yangmemiliki kejadian bencana angin ribut tertinggi. Angin ribut banyak terjadi di PulauJawa.Provinsi Jawa Tengah merupakan daerah dengan kejadian angin ribut terbanyak(393 - 490 kejadian), sedangkan Provinsi Bengkulu dan Papua Barat tidak terjadi anginribut (nol kejadian).Jumlah kerusakan bangunan terbanyak akibat angin puting beliungtahun 1990-2011 terjadi di Provinsi Jawa Tengah, sedangkan jumlah korban jiwaterbanyak terjadi di Provinsi Jawa Barat.Upaya mitigasi bencana dapat diutamakan padadaerah-daerah yang rawan akan bencana tersebut. Mitigasi bencana akan mengurangidampak buruk dari bencana angin ribut, sehingga kerugian akan kerusakan dari elementat risk karena bencana angin ribut dapat diminimalisasi besarnya.Kata Kunci : angin ribut, mitigasi bencana, kajian
Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Gempa Bumi di Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi Lilik Prihadi Utomo
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 1 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.419 KB) | DOI: 10.21831/gm.v17i1.28299

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Omu Kecamatan Gumbasa. Tujuan penelitian untuk menentukan level kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik quota sampling. Analisis data menggunakan skala gutmant dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa bumi, sebagai berikut: (1) aspek pengetahuan sebelum dan sesudah bencana berada pada kategori siap, (2) Aspek rencana tanggap darurat sebelum bencana berada pada kategori kurang siap dan sesudah bencana meningkat menjadi kategori siap, (3) Aspek peringatan dini sebelum dan sesudah bencana berada pada kategori tidak siap, (4)  Aspek  mobilisasi sumber daya sebelum bencana berada pada kategori tidak siap, setelah bencana menjadi kategori siap. Gempa pada tanggal 28 September 2018 menimbulkan kerugian di Desa Omu berupa rusaknya rumah sebanyak 443 rumah, rusaknya fasilitas sosial sebanyak 11 unit diantaranya tempat ibadah, sekolah, dan kantor desa. Korban luka-luka sebanyak 113 jiwa, meninggal 8 orang, dan hilang sebanyak 2 orang.
KOMPENSASI PRODUKSI CO2 DARI PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DENGAN SERAPAN CO2 OLEH VEGETASI Syaukat Ali
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 10, No 1 (2012): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1180.115 KB) | DOI: 10.21831/gm.v10i1.3589

Abstract

The global warming issue, with increasing CO2 concentration level, has become  agloba lproblem. The increasing of the CO2 is caused by the high emission of CO2 produced by several sectors, mainly from road and building infrastructure sectors. Buildings are responsible for CO2 production from their use of electricity, while road infrastructure, by means of the transportation system, plays a role in the CO2 hike. It is by no means arare occasion that trees alongside roads and streets are being cut down since they are believed to take much of the landused for transpotation. Whereas, as we all see, trees and vegetation are able to absorb and limit CO2 emission. Thus, the tree-cutting activities and the increase of CO2 emission constitute environmental cost which mustbe “paid” by regularly planting trees. By doing so, environmental balance is attained as trees readily absorb CO2 emission from both road and building infrastructures.The aim of this research is to develop a formula to calculate the environmental cost, thus named “CO2 compensation system,” by both measuring CO2 production cost from community’ senergy consumption and analyzing a survey on transportation energy consumption. Field observations are conducted to know the CO2 production character in the sample site. The data collected are therefore analyzed quantitatively using a computer program to attainan exact CO2 compensation formula.The result of the study reveals that community’s (families) domestic energy/electricity consumption in directly produces emission of 679.46kgs of CO2 permonth. To compensate that, vegetation which can absorb the amount of 679.46kgs of CO2 per month is decidedly needed. In addition,from the transportation sector, each motor vehicle reaches anaverage of 539.43kms/monthonroad. Its CO2 emission produced permonth is 62.22kgs/vehicle in average.Kata Kunci: CO2, pembangunan infrastruktur, vegetasi
HYDROGRAPH ANALYSIS FOR SUSTAINABLE KARST AQUIFER PROTECTION AND MANAGEMENT Hendy Fatchurohman; Ahmad Cahyadi; Slamet Suprayogi
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 1 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.841 KB) | DOI: 10.21831/gm.v14i1.13776

Abstract

AbstrakKeberadaan mata air karst sangat penting karena dapat berfungsi sebagai sumber air minum. Analisis hidrograf mataair karst merupakan langkah mendasar untuk menilai dan mengetahui kondisi daerah tangkapan air di daerah karst. Kurva resesi dipahami sebagai bagian paling stabil di hidrograf banjir tunggal yang mewakili karakteristik akuifer. Oleh karena itu, analisis kurva resesi digunakan untuk menentukan karakteristik akuifer, termasuk tingkat karstifikasi. Makalah ini difokuskan pada bagaimana menentukan derajat karstifikasi. derajat karstifikasi yang digunakan dalam makalah ini diperkenalkan oleh Malik (2007) yang juga memperhatikan analisis kurva resesi. Metode ini difokuskan pada karakteristik independen sub-rezim pada periode resesi. Kurva resesi adalah masukan utama untuk membuat persamaan recessional yang dikonversi menjadi nilai derajat karstifikasi. Skala kualitatif mulai dari 1 sampai 10 mewakili tingkat karstifikasi. Kedua metode tersebut berlaku umum di Indonesia. Kata kunci: Airtanah, derajat karstifikasi, hidrograf, manajemen
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PENENTUAN LOKASI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH DI WILAYAH KARTAMANTUL Dimas Sustanugraha; Suhadi Purwantara
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 2 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.616 KB) | DOI: 10.21831/gm.v14i2.13821

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui: (1) Timbulan sampah pada wilayah Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul (Kartamantul). (2) Lokasi potensial untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di wilayah Kartamantul sesuai SNI nomor 19- 3241:1994. Populasi dalam penelitian ini adalah satuan unit lahan, dengan variabel kondisi geologis, kondisi hidrogeologis, kemiringan lereng, jarak dengan lapangan terbang, dan daerah lindung/cagar alam dan banjir, iklim, utilitas, kondisi tanah, lingkungan biologis, bau, kebisingan, estetika, dan ekonomi. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan dokumentasi. Teknik pengolahan data yang digunakan analisis AND dan teknik pengharkatan (scoring). Hasil penelitian: (1) Total timbulan sampah di  wilayah Kartamantul sebesar 7.257,36 m3/hari. (2) Telah dihasilkan 15 zona daerah layak untuk TPA tahap regional. Agar mendapatkan koordinat yang lebih tepat, peta zona layak di-overlay-kan dengan peta tataguna lahan wilayah Kartamantul, dan menghasilkan 9 lokasi layak untuk TPA pada wilayah Kartamantul. (3) Pada tahap penyisih terdapat wilayah yang termasuk tingkat kesesuaian lahan kelas I (sangat sesuai) dan tingkat kesesuaian lahan II (sesuai). Kata kunci: Sistem Informasi Geografis, Wilayah Kartamantul, Pemilihan Lokasi TPA

Page 10 of 24 | Total Record : 239


Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 2 (2025): Geo Media : Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 23 No. 1 (2025): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 22 No. 2 (2024): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 22 No. 1 (2024): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 2 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 1 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 2 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 20, No 1 (2022): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 2 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 19, No 1 (2021): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 2 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 18, No 1 (2020): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 2 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 17, No 1 (2019): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 16, No 2 (2018): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 16, No 1 (2018): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 2 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 1 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 2 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 1 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 13, No 1 (2015): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 2 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 1 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 10, No 1 (2012): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 7, No 2 (2009): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 6, No 2 (2008): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 2 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 5, No 1 (2007): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 4, No 2 (2006): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian More Issue