cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 444 Documents
PELANGGARAN TATA TERTIB SEKOLAH SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 MENGANTI SERTA PENANGANANNYA OLEH GURU BIMBINGAN DAN KONSELING BUDI UTOMO, SETYO; NURSALIM, MOCHAMAD
Jurnal BK UNESA Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelanggaran tata tertib sekolah adalah suatu permasalahan yang masih sering terjadi di dalam dunia pendidikan di Indonesia. Kasus pelanggaran tata tertib juga masih sering ditemui di SMA Negeri 1 Menganti, oleh karena itu peneliti ingin melakukan penelitian dengan tujuan untuk mencari tahu secara mendalam tentang bentuk pelanggaran, faktor penyebab, dampak yang ditimbulkan, dan upaya penanganan yang dilakukan oleh guru Bimbingan dan Konseling. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Bentuk penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah adalah dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X di SMA Negeri 1 Menganti. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan triangulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa bentuk pelanggaran tata tertib yang sering terjadi adalah pelanggaran atribut, pelanggaran kerapian, datang terlambat, dan membolos. Faktor penyebabnya adalah faktor internal, faktor lingkungan sekolah, faktor teman, dan faktor keluarga. Dampak yang ditimbulkan adalah siswa menjadi pribadi yang tidak disiplin, kurang percaya diri, perasaan bersalah, menghindar dari lingkungan sosial, dan penurunan akademik. Upaya penanganan guru Bimbingan dan Konseling adalah dengan memberikan sosialisasi, konseling individu, dan kunjungan rumah. Kata kunci : pelanggaran tata tertib, siswa
LAYANAN KONSELING KELOMPOK STRATEGI SELF-MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN KONTROL DIRI TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 11 SURABAYA AYU LESTARI, FAHMIA; NURSALIM, MOCHAMAD
Jurnal BK UNESA Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disiplin adalah suatu keadaan yang tertib, teratur, dan semestinya sehingga dapat menjadikan individu kepada tindakan yang berguna. Perilaku tidak disiplin siswa kelas XI SMA Negeri 11 Surabaya ditunjukkan dengan terlambat ke sekolah, membolos jam pelajaran, seragam tidak rapi dll. Hal tersebut dikarenakan kurangnya kontrol diri terhadap kedisiplinan pada diri siswa. Individu yang memiliki kontrol diri rendah senang melakukan resiko dan melanggar aturan tanpa memikirkan efek jangka panjang. Dengan adanya layanan konseling kelompok strategi self-management diharapkan dapat membantu siswa untuk meningkatkan kontrol diri terhadap kedisiplinan. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan layanan konseling kelompok strategi self-management untuk meningkatkan kontrol diri terhadap kedisiplinan siswa kelas XI SMA Negeri 11 Surabaya. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen, nonequivalent control group design dengan alat ukur angket kontrol diri terhadap kedisiplinan. Subjek penelitian adalah 10 siswa kelas XI SMA Negeri 11 yang memiliki kontrol diri rendah terhadap kedisiplinan. Teknik analisis data menggunakan tes-mann withney dengan bantuan program SPSS for windows versi 23 dengan taraf kesalahan sebesar 5% atau ? sebesar 0,05. Asymp.sig 0,011 nilai ? sebesar 0,05, maka asymp kurang dari ?. Sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Maka terdapat perbedaan tingkat kontrol diri terhadap kedisiplinan siswa. Dengan demikian hasil penelitian menunjukkan jika layanan konseling kelompok strategi self-management dapat meningkatkan kontrol diri (self control) terhadap kedisiplinan siswa. Kata kunci: konseling kelompok, strategi self -management, kontrol diri, disiplin.
METODE MIND MAPPING DALAM BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 KAMAL PUSPA ANGGRAENI SANTOSO, IRANIA; CHRISTIANA, ELISABETH
Jurnal BK UNESA Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaranasebagaiaproses belajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkanakreatifitas berpikir yang dapatameningkatkanakemampuan berpikir siswaasebagai upayaameningkatkan penguasaanayangabaikaterhadapamateri pelajaran. Keberhasilan dalam pembelajaran tentu tidak dapat dipisahkan dari peran guru dan juga faktor internal psikologis siswa yaitu minat. Minat merupakanadorongan atauakeinginan dalam diriaseseorangapadaaobjekatertentu. Dengan adanya minatabelajar maka proses belajar mengajar berjalan lancar. Hal ini merupakan salah satu tugas guru bimbingan dan konseling dalam fungsi layanan untuk membantu siswa dalam meningkatkan minat belajarnya. Hasil wawancara dengan guru bimbingan dan konseling diketahui sebanyak 43,75% dari 128 siswa memiliki minat belajar yang rendah. Guru bimbingan dan konseling tersebut juga mengatakan bahwa dalam satu kelas ada sekitar 5 orang siswa yang bahkan hampir setiap hari tidak membawa buku paket pelajaran maupun alat tulis, sekitar kurang lebih 3 siswa secara bergantian sering ijin ke kamar mandi sampai 2-3 kali dalam satu jam pelajaran ketika suatu mata pelajaran berlangsung, bahkan ditemukan 2 siswa membolos saat mata pelajaran tertentu, dan setiap harinya mendapatkan laporan 2-4 orang siswa dalam satu kelas tidak mengerjakan PR. Upaya dalam mengatasi masalah tersebut tentunya telah dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling SMPN 1 Kamal di antaranya pemberian layanan informasi terkait cara belajar, layanan bimbingan klasikal, layanan konseling individual, bahkan panggilan orang tua pun sudah pernah dilakukan namun hal ini belum mendapat hasil yang optimal sehingga perlu adanya upaya yang inovatif agar siswa dapat meningkatkan minat belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode mind mapping pada bimbingan kelompok dalam pemahaman materi untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Kamal. Desain peneltian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan model pre-test dan post-test one group design. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah angket minat belajar. Penggunaan angket untuk mengukur perbedaan tingkat minat belajar siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Subjek penelitian berjumlah 6 orang dari siswa kelas VIII-I yang ditentukan berdasarkan skor terendah dari hasil pre-test. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik non parametrik dengan menggunakan uji wilcoxon. Hasil analisis diketahui skor rata-rata pre-test sebesar 157,5 dan mengalami peningkatan menjadi 179,167 pada skor rata-rata post-test dengan selisih skor 21,67. Berdasarkan uji wilcoxon, diketahui nilai Asymp.Sig (2-tailed) bernilai 0,027. Karena nilai 0,027 lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima. Artinya ada perbedaan antara hasil minat belajar siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok berupa metode mind mapping, sehingga dapat disimpulkan bahwa metode mind mapping dalam bimbingan kelompok dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas VIII di SMPN 1 Kamal. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis angket pre-test dan post-test yang membuktikan bahwa ada pengaruh penggunaan metode mind mapping terhadap minat belajar siswa. Kata Kunci : Mind Mapping, Minat Belajar, Bimbingan Kelompok
BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK DISKUSI KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGATASI KONFLIK INTERPERSONAL SISWA KELAS VIII MTS NEGERI 7 TULUNGAGUNG FEBRANIS SETIAWAN, MUHAMMAD; NURSALIM, MOCHAMAD
Jurnal BK UNESA Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik interpersonal sering terjadi dalam interaksi sosial pada siswa. Konflik dapat menimbulkan dampak negatif apabila tidak segera diselesaikan. Oleh karena itu, siswa perlu memiliki kemampuan untuk mengatasi konflik interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengatasi konflik interpersonal pada siswa. Penelitian ini berjenis pre-experimental design dengan metode one group pre-test post-test design. Subjek pada penelitian ini adalah delapan siswa kelas VIII yang memiliki kemampuan mengatasi konflik interpersonal yang rendah. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket kemampuan mengatasi konflik interpersonal. Metode analisis data menggunakan ujil statistik Wilcoxon. Hasil dari pengujian hipotesis menunjukkan perbedaan hasil sebelum dan sesudah perlakuan dimana Asymp. Sig lebih kecil dari 0,05 (0,012 < 0,05) sehingga H0 ditolak. Hasil dari penelitian ini adalah bimbingan kelompok teknik diskusi kelompok dapat meningkatkan kemampuan mengatasi konflik interpersonal siswa kelas VIII MTs Negeri 7 Tulungagung.   Kata Kunci: Bimbingan Kelompok, Teknik Diskusi Kelompok, Konflik Interpersonal
PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK PERMAINAN KOMUNIKATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL PADA SISWA KELAS VII DI SMP PLUS NURUL HIKMAH PAMEKASAN INAYAH, DIAH; NURSALIM, MOCHAMAD
Jurnal BK UNESA Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan interaksi sosial adalah kesanggupan bawaan sejak lahir atau hasil pelatihan/praktik dalam melakukan hubungan timbal balik antara dua orang atau lebih dalam situasi sosial yang dapat mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki tingkah laku satu sama lain. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di SMP Plus Nurul Hikmah Pamekasan, diketahui terdapat siswa yang memiliki kemampuan interaksi sosial rendah. Permasalahan yang terjadi pada siswa yang memiliki kemampuan interaksi sosial yang rendah tidak dapat dibiarkan karena mereka dapat mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan dan mengalami hambatan dalam pergaulan dengan teman sebaya. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan bimbingan kelompok teknik permainan komunikatif untuk meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada siswa kelas VII di SMP Plus Nurul Hikmah Pamekasan. Metode penelitian yang dilakukan adalah pre-experimental design dengan menggunakan one group pre-test dan post-test. Subjek penelitian ini adalah delapan siswa kelas VII-F yang memiliki skor kemampuan interaksi sosial rendah. Hasil analisis pre-test dan post-test dengan menggunakan uji wilcoxon menunjukkan bahwa ? < ? yaitu 0,012 < 0,05. Sehingga Ha yang menyatakan ?ada perbedaan kemampuan interaksi sosial sebelum dan sesudah diberikan penerapan bimbingan kelompok teknik permainan komunikatif? adalah diterima. Dengan demikian, perlakuan bimbingan kelompok teknik permainan komunikatif dapat meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada siswa kelas VII di SMP Plus Nurul Hikmah Pamekasan. Kata kunci: bimbingan kelompok, teknik permainan komunikatif, kemampuan interaksi sosial
TEKNIK EXPRESSIVE WRITING UNTUK MENGURANGI STRES AKADEMIK PADA SISWA KELAS VIII YUNLAILI SETYONINGRUM, MAQSAHIDHA; CHRISTIANA, ELISABETH
Jurnal BK UNESA Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bimbingan dan konseling di sekolah memiliki peran dalam upaya menurunkan dampak stres akademik yang terjadi pada siswa. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di SMPN 3 Mojokerto didapatkan hasil bahwa siswa kelas VIII memiliki beberapa permasalahan stres akademik yang ditandai dengan masalah belajar. Beberapa diantaranya bermain HP saat mata pelajaran berlangsung, tidur saat jam pelajaran berlangsung, berbincang bersama teman yang tidak ada kaitannya dengan pelajaran saat jam pelajaran, dan suka menendang barang disekitar ketika di marahi terkait nilai pelajaran oleh orangtua. Dari beberapa permasalahan diatas dilatar belakangi oleh tuntutan akademik keluarga, lingkungan sekitar dan sekolah yang masing-masing oleh mereka diasumsikan terlalu tinggi sehingga hal tersebut dianggap menjadi beban. Mengetahui ciri-ciri perilaku yang muncul menandakan bahwa siswa kelas VIII SMPN 3 Mojokerto sedang mengalami stres akademik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penerapan dari teknik expressive writing untuk mengurangi stres akademik pada siswa kelas VIII. Lokasi penelitian ini bertempat di SMPN 3 Mojokerto, dengan mengambil subjek siswa kelas VIII-B. Pengambilan subjek dilakukan dengan teknik non random sampling jenis purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan lima diantara enam subjek mengalami perubahan kategori stres akademik ?Tinggi? menjadi ?Sedang?dan penurunan skor post-test pada 6 subjek yaitu GF 19 poin, ASB 22 poin, SMA 15 poin, RKN 21 poin, CSR 20 poin, dan NBP 11 poin. Berdasarkan output Test Statistic, diketahui Asymp.Sig. (2-tailed) bernilai 0,028. Dapat dilihat 0,028 < 0,05 maka dapat dinyatakan bahwa H0 ditolak. Artinya teknik expressive writing dapat mengurangi stres akademik pada siswa kelas VIII-B SMPN 3 Mojokerto. Kata Kunci: Expressive Writing, Stres Akademik
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK RINGKAS BERBASIS SOLUSI TEKNIK PERTANYAAN BERSKALA UNTUK MENGURANGI PERILAKUL AGRESIF PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA INTAN EKAWATI, JIHAN; DARMINTO, EKO
Jurnal BK UNESA Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan penggunaan teknik pertanyaan berskala dalam konseling ringkas berbasis solusi yang dilaksanakan berkelompok. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen research dengan one group pre-test dan post-test design. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Diwek Jombang sebanyak 5 peserta didik dengan kategori memiliki skor perilaku agresif yang tinggi. Teknik analisis data menggunakan uji tanda, pengujian hipotesis tersebut menunjukkan hasil bahwa ? = 0,031 dan ?a=0,055(5%) , Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat dijelaskan bahwa penerapan konseling kelompok ringkas berbasis solusi teknik pertanyaan berskala dapat menurunkan tingkat perilaku agresif peserta didik sekolah menengah pertama. Kata kunci: Konseling kelompok ringkas, teknik pertanyaan berskala, perilaku agresif
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEAKTIFAN BELAJAR PESERTA DIDIK ARISTYA, NANDA; DARMINTO, EKO
Jurnal BK UNESA Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitianiiniibertujuan untuk mengetahuiifaktor-faktori yang berpengaruh pada peserta didik Sekolah Menengah Pertama Negeri di Surabaya. Faktor-faktor yang dikaji dalam penelitian ini dibatasi dengan tiga faktor yang secara teoritik memainkan peran penting dalam memengaruhi kektifan belajar peserta didik. Ketiga faktor tersebut adalah faktor fisiologis, faktor motivasi belajar, dan faktor minat belajar. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan rancangan survey eksploratif. Sampel penelitian sebanyak 382 subyek diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling . Teknik pengumpulan data menggunakan inventory dengan alat ukur inventory faktor fisiologis, inventory faktor motivasi belajar, inventory faktor minat belajar, dan inventory keaktifan belajar. Keempat alat tersebut dikembangkan secara khusus dan sudah di uji coba dengan koefisien reliabilitas. Didapatkan hasil alpha cronbach sebesar 0,862 . Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisisoregresiolinier berganda. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan hasil secara simultan melalui uji f diketahui nilai signifikansioyang ditunjukkan sebesar 0,000 atau lebih rendah?dari 5%i(0,05)isehingga dapat dijelaskan bahwa secara simultan kondisi fisiologis, motivasi belajar, dan minat belajar berpengaruh signifikan terhadap keaktifan belajar peserta didik. Namun, secara parsial melalui uji t tingkat kesehatan fisiologis menunjukkan nilai signifikansiosebesar 0,514 yang lebih?besar?dari?5%i (0,05)i. Hasil ini menjelaskan bahwa secara parsial tingkat kesehatan fisiologis tidak berpengaruh signifikanoterhadap keaktifan belajar peserta didik. Tingkat motivasi belajar menunjukkan nilai signifikanisebesar 0,000 yang lebih rendahodari 5%i(0,05)i dan tingkat minat belajar menunjukkan nilai signifikanosebesari0,000 yang lebihjrendahidari 5%i(0,05)i. Hasil ini menjelaskan bahwa secara parsial tingkat motivasi belajar dan minat belajar berpengaruh signifikan terhadap keaktifan belajar peserta didik Sehingga didapatkan hasil bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah faktor motivasi belajar, disusul oleh faktor minat belajar dan faktor fisiologis. Berdasarkan penemuan tersebut dapat disarankan untuk meningkatkan. Kata Kunci : Keaktifan Belajar, Fisiologis, Motivasi Belajar, Minat Belajar
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MINAT MEMBACA BUKU PELAJARAN PADA PESERTA DIDIK VERNANDA FAJARIN, ARISTA; DARMINTO, EKO
Jurnal BK UNESA Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap minat membaca buku pelajaran pada peserta didik Sekolah Menengah Pertama Negeri di Surabaya. Ada 3 faktor yang dikaji dalam penelitian ini, faktor tersebut adalah faktor yang berpengaruh pada minat membaca buku pelajaran. Ketiga faktor tersebut adalah, faktor fisiologis, faktor sosio dan emosi, dan faktor motivasi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan rancangan survei deskriptif eksploratif. Sampel penelitian sebanyak 382 subyek yang diambil dengan teknik random cluster samplin. Dan dengan alat ukur inventory faktor fisiologis, inventory faktor sosio dan emosi, inventory faktor motivasi dan inventory faktor minat membaca buku pelajaran. Dalam penelitian ini, keempat alat ukur tersebut dikembangkan secara khusus dan sudah diuji coba menggunakan alpha cronbach sebesar 0.858. Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan regresi linear berganda. Hasil analisis membuktikan bahwa Uji F faktor fisiologis memiliki nilai signifikansi sebesar 0.553, faktor sosio dan emosi memiliki nilai signfikansi sebesar 0.000 dan faktor motivasi memiliki nilai signifikansi sebesar 0.000 yang artinya, secara simultan kondisi fisiologis berpengaruh secara positif namun tidak signifikan, tingkat sosio dan emosi serta motivasi berpengaruh secara positif dan signifikan. Sedangkan pada Uji t, faktor fisiologis memiliki nilai koefisien sebesar 0.046, faktor sosio dan emosi memiliki nilai sebesar 0.226, faktor motivasi memiliki nilai sebesar 0.302. Sehingga didapatkan hasil bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah faktor motivasi disusul oleh faktor sosio dan emosi lalu faktor fisiologis. Berdasarkan temuan tersebut, untuk meningkatkan minat membaca buku pelajaran pada peserta didik, konselor bisa meningkatkan motivasi membaca buku pelajaran pada peserta didik. Kata kunci: Minat membaca buku pelajaran, fisiologis, sosio dan emosi, motivasi.
PENERAPAN TEKNIK TANDUR UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN PESERTA DIDIK DALAM MENGIKUTI LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL MAESAROH, SITI; DARMINTO, EKO
Jurnal BK UNESA Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat keaktifan siswa di beberapa sekolah di Surabaya cenderung menunjukkan tingkat keaktifan yangirendah, Hal inikditunjukkankdenganiperilaku siswakyang tidak menyimak, tidak bertanya, tidak menjawab, tidak mencatat, dan tidak berpendapat ketika pemberian layanan bimbingan klasikal. Penelitianfini dilakukan untukumengetahui adanya peningkatanokeaktifan siswahdalam layanan bimbingan klasikal melaluiuteknik tandur, teknik tandur adalah teknik pembelajaraniyangudirancang untukumembantu mengatasiupeserta didikiyang mengalamiukesulitan dalamhmemahami materi, tandurimerupakankakronimfdari tumbuhkan,jalami,unamai, demonstrasikan,dulangi, danirayakan. Jenis Penelitianuiniomerupakanupenelitiantkuantitatifieksperimenydengan desainrPre-testPost-test one group design. Instrumen yang digunakan adalah Observasi. Subjek Penelitianeiniuadalah seluruh siswa dari kelas X Desain Komunikasi Visual-1 SMK Negeri 12 Surabaya yang memiliki tingkat keaktifan rendah berdasarkan hasil Pre-test. Teknikuanalisisudataiyangudigunakan dalamUpenelitianaadalahrUji Kruskal Wallis. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, diperoleh Asym.sig (2 tailed) = 0.000. Sesuai dengan dasar pengambilan keputusan bahwa apabila nilai Sig.q0,000 < 0,05 maka Haqditerima. Berdasarkanuhal tersebut, makagdapatudisimpulkan bahwa teknik tandur dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam mengikuti layanan Bimbingan Klasikal. Kata Kunci: Teknik Tandur, Keaktifan Siswa, Layanan Bimbingan Klasikal.