cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Humaniora
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Pendidikan Humaniora (JPH) terbit 4 (empat) kali setahun pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember, berisi artikel-artikel tentang pendidikan humaniora baik ditulis dalam bahasa Indonesia maupun asing. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian dan hasil pemikiran. Jurnal Pendidikan Humaniora (JPH) diterbitkan oleh Pascasarjana Universitas Negeri Malang dengan Nomor ISSN 2338-8110.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 4: December 2017" : 6 Documents clear
Online Peer Feedback as a Strategy to Improve Students’ Translation Skills Wahyu Diny Sujannah
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 5, No 4: December 2017
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.152 KB) | DOI: 10.17977/um030v5i42017p168

Abstract

Abstract: The focus of this paper will be on giving feedback because it is essential to improve students’ translation skills. Since some people sometimes find teacher feedback can make them down and lost their confidence to translate, peer feedback is chosen as a strategy to help the students to enhance their translation skills. With the advancement of ICT, this kind of strategy can be conducted as an outside class activity through online platforms. Hence, this paper aims to give ideas of implementing online peer feedback to improve students’ translation skills as it also offers many benefits for the students.Key Words: online peer feedback, ICT, translation skillsAbstrak: Fokus penelitian ini adalah untuk menjelaskan pentingnya pemberian umpan balik untuk meningkatkan kemampuan penerjemahan siswa. Karena beberapa orang kadang-kadang merasa tidak termotivasi dan kehilangan kepercayaan dirinya dalam kemampuan menerjemahkan dari umpan balik yang diberikan oleh instruktur, maka umpan balik rekan dipilih sebagai strategi untuk membantu siswa meningkatkan keterampilan terjemahan mereka. Dengan kemajuan TIK, strategi semacam ini dapat dilakukan sebagai aktivitas luar kelas melalui platform online. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memberi gagasan tentang penerapan umpan balik rekan secara online untuk meningkatkan kemampuan penerjemahan siswa dimana selain itu umpan balik rekan secara online juga menawarkan banyak manfaat bagi siswa.Kata kunci: umpan balik rekan online, TIK, keterampilan penerjemah
Rhetorical Moves in the Introductions of Islam-Related Research Articles Tantry Ajeng Parnawati; Yazid Basthomi; Suharmanto Ruslan
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 5, No 4: December 2017
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.364 KB) | DOI: 10.17977/um030v5i42017p174

Abstract

Abstract: This study aims at investigating the rhetorical pattern of research articles introductions in Islam-related research articles published in Indonesia. The data of this study are taken from journals acredited by the Ministry of Research, Technology and Highest Education of Indonesia (Kemenristek Dikti) and analyzed by using Swales CARS (2004) model. The results reveal a different macro structure of research articles, variants of moves placement in the introduction, and the tendency of skipping M2 in the articles. Moreover, the research articles also employ paragraphs that do not belong to any moves in Swales CARS (2004) model. Key Words: rhetorical pattern, research article, Swales CARS (2004) modelAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pola retorik dari bagian pendahuluan artikel penelitian terkait dengan Islam dalam jurnal yang dipublikasikan di Indonesia. Data dari penelitian ini diambil dari jurnal-jurnal yang diakreditasi oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Indonesia (Kemenristek Dikti) dan dianalisis menggunakan model Swales CARS (2004). Hasil penelitian mengungkap perbedaan pola utama dari artikel penelitian, varian penempatan langkah-langkah di bagian pendahuluan,  dan kecenderungan untuk melewatkan M2 pada artikel-artikel tersebut. Artikel-artikel penelitian tersebut juga menggunakan paragraf-paragraf yang tidak termasuk dalam langkah-langkah model Swales CARS (2004).Kata kunci: pola retorik, artikel penelitian, model Swales CARS (2004)
Out-of-Class Activities Employed by Successful and Unsuccessful English Department Students Cayandrawati Sutiono; Ali Saukah; Suharmanto Suharmanto; Monica D.D. Oka
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 5, No 4: December 2017
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.878 KB) | DOI: 10.17977/um030v5i42017p188

Abstract

Abstract: This study aims at exploring the out-of-class activities employed by the successful and unsuccessful students of the English Department. The activities involve out-of-class general activities and out-of-class English learning activities. The general activities are categorized into academic activities, social activities, leisure activities, and part-time jobs, while the English learning activities are Self-In-struction, Naturalistic Language Learning and Self-Directed Naturalistic Language Learning. This study is qualitative in nature. It was done through (1) documents analysis, (2) in-depth interviews done one by one with the participants.Key Words: out-of-class activities, out-of-class general activities, out-of-class English learning activities, successful students, unsuccessful studentsAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri aktivitas pembelajaran di luar kelas yang dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris yang sukses dan tidak sukses. Aktivitas tersebut terdiri dari aktivitas umum dan aktivitas pembelajaran Bahasa Inggris. Pada aktivitas umum terdiri dari aktivitas akademis, aktivitas sosial, aktivitas santai, dan pekerjaan paruh waktu, sedangkan aktivitas pembelajaran Bahasa Inggris adalah pembelajaran diri, Pembelajaran Bahasa Naturalistik, dan Pembelajaran Bahasa Naturalistik Acu Diri. Penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan kualitatif. Penelitian ini dilakukan melalui (1) analisis dokumen, (2) wawancara mendalam satu persatu dengan responden.Kata kunci: pembelajaran di luar kelas, aktivitas umum, aktivitas pembelajaran bahasa inggris, mahasiswa yang sukses, mahasiswa yang tidak sukses
Verbal Humor: a Salient Case in Translation and Translatability A. Effendi Kadarisman
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 5, No 4: December 2017
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.593 KB) | DOI: 10.17977/um030v5i42017p158

Abstract

Abstract: This article aims to answer the following research question: are jokes and puns translatable? Using a linguistic approach and collecting relevant data (i.e., jokes and puns in Indonesian and English), this article tries to investigate their translatability. A thorough linguistic analysis shows that there are two kinds of verbal humor: logic-twisting humor and ambiguity-manipulating humor. Verbal humor of the first type is in general translatable; for the translation is an act of rendering meaning. Conversely, verbal humor of the second type is typically untranslatable; for the translation is an act of rendering double correspondence: both form and meaning. Key Words: humor translation, jokes and puns, (un)translatability, arbitrariness principleAbstrak: Artikel ini bertujuan menjawab pertanyaan penelitian: apakah lelucon dan permainan-kata dapat diterjemahkan? Dengan menggunakan ancangan linguistik dan mengumpulkan data yang relevan (berupa lelucon dan permainan-kata dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris), tulisan ini mencoba menjajagi kadar keterjemahan humor. Hasil analisis linguistik menunjukkan bahwa humor ada dua jenis: permainan logika dan permainan ambiguitas. Humor jenis pertama gampang diterjemahkan, karena penerjemahannya merupakan upaya alih-makna. Sebaliknya, humor jenis kedua tak bisa diterjemahkan, karena upaya alih-bentuk-dan-makna sekaligus merupakan upaya yang mustahil.Kata kunci: terjemahan lelucon, lelucon dan permainan-kata, ketidakterjemahan, prinsip arbitrer
Preserving Humorous Effects in a Target Language: Challenges in Translating Culturally Loaded Expressions Rizky Lutviana; Siti Mafulah
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 5, No 4: December 2017
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.125 KB) | DOI: 10.17977/um030v5i42017p164

Abstract

Abstract: Translating humorous discourse presents a big challenge for the translators, frequently although the intended meaning is transferred; the humorous effect may be lost due to different cultural terminologies. This research aims to unveil the challenge to translate the cultural specific words that contributed to the funny effect in a Diary of a Wimpy Kid series graphic novel. The first volume of the novel was chosen as the data source. The data were analyzed using Vandaele humor translation theory. The culturally loaded expressions words found include the words from the three foreign cultural words categories including material culture (24%), social culture (55%), and gestures and habits (21%). The challenges in preserving humorous effect dealt with the the choice of words/terminologies that could be understood by most readers, the connotative words that are full of intepretations, and the movements that were expressed in onomatopoeic words. It is suggested that the translator should develop the sense of humor and it is also important to consider the readers’ sense of humor. Key Words: humor translation, culture, graphic novelAbstrak: Menerjemahkan wacana humoris menyajikan tantangan besar bagi para penerjemah, seringkali, meskipun makna yang dimaksudkan ditransfer; efek lucu mungkin hilang karena terminologi budaya yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tantangan dalam menerjemahkan kata-kata dalam budaya tertentu yang berkontribusi pada efek lucu dalam serial novel grafis Diary of a Wimpy Kid. Volume pertama dari novel ini dipilih sebagai sumber data. Data dianalisis dengan menggunakan teori terjemahan humor Vandaele. Ekspresi kata-kata yang sarat budaya yang ditemukan termasuk kata-kata dari tiga kata kategori budaya asing termasuk materi budaya (24%), sosial budaya (55%), dan gerak tubuh dan kebiasaan (21%). Tantangan dalam mempertahankan efek lucu dilakukan dengan menggunakan pilihan kata-kata atau istilah yang dapat dipahami oleh sebagian besar pembaca, kata-kata konotatif yang memiliki interpretasi banyak, dan gerakan yang diungkapkan dalam kata-kata onomatope. Disarankan bahwa penerjemah harus mengembangkan rasa humor dan juga penting untuk mempertimbangkan perasaan humor pembaca.Kata kunci: lelucon terjemahan, budaya, novel grafis
How Unique Cultural Concept Translation is Made Possible Sugeng Hariyanto
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 5, No 4: December 2017
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.073 KB) | DOI: 10.17977/um030v5i42017p145

Abstract

Abstract: The plethora of experience in one culture is stored in concepts which are further manifested in the lexicon, grammar and metaphors of the language. Some concepts are congruent across languages, while some are not. Theoretically, some linguists maintain that translation is impossible on the ground of linguistic relativity hypothesis. However, in practice translation is always done again and again, and this proves that translation of expressions referring to these concepts is doable. Considering the discussion of the elements of conceptual systems presented here, the writer proposes three ways of translating expressions to convey concepts: (a) compensating the element of a concept with another element of the same concept, (b) separating concepts from words or expression, and (c) bringing the concept and expressions into the target language using loan word/expression with or without any notes, or bringing the concept into the target language using descriptions. To help select an appropriate way of translating in a particular case, translators should consider the translation purpose. As the discussion unfolds, examples are presented to illustrate the situation.Key Words: linguistic relativity, concept, conceptual system, grammaticization, lexicalization, metaphor, compensationAbstrak: Kebanyakan pengalaman dalam satu budaya tersimpan dalam konsep yang terwujud dalam leksikon, tata bahasa, dan metafora bahasa. Beberapa konsep kongruen di seluruh bahasa, sementara beberapa lainnya tidak. Secara teoritis, beberapa ahli bahasa berpendapat bahwa terjemahan itu tidak mungkin berdasarkan hipotesis relativitas linguistik. Namun, dalam praktiknya terjemahan selalu dilakukan berulang-ulang, dan ini membuktikan bahwa terjemahan ungkapan yang mengacu pada konsep ini dapat dilakukan. Mengingat pembahasan tentang unsur-unsur sistem konseptual yang dipaparkan di sini, diajukan tiga cara untuk menerjemahkan ekspresi untuk menyampaikan konsep: (a) mengkompensasi unsur konsep dengan elemen lain dari konsep yang sama, (b) memisahkan konsep dari kata atau ungkapan, dan (c) membawa konsep dan ungkapan ke dalam bahasa target menggunakan kata/ekspresi pinjaman dengan atau tanpa catatan, atau membawa konsep ke bahasa target menggunakan deskripsi. Untuk membantu memilih cara menerjemahkan yang tepat dalam kasus tertentu, penerjemah mempertimbangkan tujuan penerjemahan. Seiring diskusi dipaparkan, disajikan contoh untuk menggambarkan situasi.Kata kunci: relativitas linguistik, konsep, sistem konseptual, gramatisasi, leksikalisasi, metafor, kompensasi

Page 1 of 1 | Total Record : 6