cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sains
ISSN : 24423904     EISSN : 24423904     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Sains (JPS) terbit 4 (empat) kali setahun pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember, berisi artikel-artikel tentang pendidikan sains baik ditulis dalam bahasa Indonesia maupun asing. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian dan hasil pemikiran. Jurnal Pendidikan Sains (JPS) diterbitkan oleh Pascasarjana Universitas Negeri Malang dengan Nomor ISSN 2338-9117.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2: June 2019" : 5 Documents clear
High School Students’ Mental Models on Chemical Equilibrium Hilya Ulinnaja; Subandi Subandi; Muntholib Muntholib
Jurnal Pendidikan Sains Vol 7, No 2: June 2019
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.827 KB) | DOI: 10.17977/jps.v7i2.13324

Abstract

Abstract: Chemical equilibrium knowledge has many abstract concepts that often lead to alternative conceptions and misconceptions. One way that can be used to find out students’ conceptions is to identify their mental models.The purpose of this study was to investigate students’ mental models in understanding knowledge of chemical equilibrium. This study applied a survey research design. The subjects were 12thgrade high school students consisting of 181 students distributed into 5 classes. Da-ta was collected through a written test using the Mental Models Test on Chemical Equilibrium (M2T-CE) consisting of 18 two-tier multiple choice items. Data analysis was performed by categorizing stu-dent’ mental models into initial, synthetic and scientific mental models. The results showed that 51.60% of respondents had a scientific mental model, 23.52% of them had a synthetic mental model, and 24.88% of others had an initial mental model. Whereas the respondents’ average score of chemical equilibrium mental models was 63.36 from a maximum score of 100. This score belongs to the good category.Key Words: initial mental models, synthetic mental models, scientific mental models, chemical equilibriumAbstrak: Pengetahuan kesetimbangan kimia memiliki banyak konsep abstrak yang sering mengarah pada konsepsi alternative dan kesalahpahaman. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengetahui konsepsi siswa adalah untuk mengidentifikasi model mental mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki model mental siswa dalam memahami pengetahuan tentang kesetimbangan kimia. Penelitian menggunakan desain penelitian survei. Subjek penelitian adalah siswa SMA kelas 12 yang terdiri dari 181 siswa yang didistribusikan ke dalam 5 kelas. Data dikumpulkan melalui tes tertulis menggunakan Tes Model Mental pada Kesetimbangan Kimia (M2T-CE) yang terdiri dari 18 item pilihan ganda dua tingkat. Analisis data dilakukan dengan mengelompokkan model mental siswa ke dalam model mental awal, sintetis dan ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,60% responden memiliki model mental ilmiah, 23,52% dari mereka memiliki model mental sintetik, dan 24,88% lainnya memiliki model mental awal. Sedangkan skor rata-rata responden dari model mental kesetimbangan kimia adalah 63,36 dari skor maksimum 100. Skor ini termasuk dalam kategori baik.Kata kunci: model mental awal, model mental sintetik, model mental ilmiah, kesetimbangan kimia
GEOMETRIC THINKING LEVEL OF VOCATIONAL HIGH SCHOOL BASED ON VAN HIELE’S THEORY VIEWED FROM GENDER AND MATHEMATICAL ABILITY Eddy Nugroho; Abadyo Abadyo; Santi Irawati
Jurnal Pendidikan Sains Vol 7, No 2: June 2019
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1097.733 KB) | DOI: 10.17977/jps.v7i2.12573

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to describe the level of geometrical thinking of Vocational High School students based on Van Hielle's theory in terms of gender differences. This study used a qualitative approach involving six students of Vocational High School as research subjects consisting of three male students and three female students with different mathematical abilities. The results of this study state that there is no striking difference between the level of geometrical thinking of male and female students who are the subject of research, i.e. all are at the level of thinking one (analysis). Likewise, when viewed from different mathematical abilities, it turns out to be apparent at the level of thinking one, except for one student in the moderate mathematics ability degree who is at the level of zero thinking (visual) because this subject has a low geometry thinking ability. The ideal level of thinking for vocational high school students, the level of thinking two (Abstraction), is not reached. In addition, the lower the level of mathematical ability, the less the indicator is satisfied at the same level of thinking.Key Words: geometrical thinking ability, Van Hiele's theory, gender differenceAbstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tingkat berpikir geometri siswa Sekolah Menengah Kejuruan berdasarkan teori Van Hielle ditinjau dari perbedaan jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan enam siswa Sekolah Menengah Kejuruan sebagai subjek penelitian yang terdiri atas tiga siswa putra dan tiga siswa putri dengan kemampuan matematika berbeda. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang mencolok antara tingkat berpikir geometri siswa putra dan putri yang menjadi subjek penelitian, yaitu semua berada pada tingkat berpikir satu (analisis). Demikian juga jika ditinjau dari kemampuan matematikanya berbeda ternyata semua pada tingkat berpikir satu, kecuali pada seorang siswa kelompok kemampuan matematika sedang yang berada pada tingkat berpikir nol (visual) karena subjek ini memiliki kemampuan berpikir geometri rendah. Tingkat berpikir ideal untuk siswa seusia Sekolah Menengah Kejuruan, yaitu tingkat berpikir dua (Abstraksi) tidak tercapai dan semakin rendah tingkat kemampuan matematikanya semakin berkurang indikator yang terpenuhi pada tingkat berpikir yang sama.Kata kunci: tingkat berpikir geometri, teori Van Hiele, perbedaan jenis kelamin
The Potential of RICOSRE's Learning Model in Improving Cognitive Learning Outcomes Irma Dahlia Yuliskurniawati; Susriyati Mahanal; Siti Zubaidah; Abdul Gofur
Jurnal Pendidikan Sains Vol 7, No 2: June 2019
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.006 KB) | DOI: 10.17977/jps.v7i2.12572

Abstract

Abstract: Cognitive learning outcomes are learning outcomes that focus on intellectual knowledge. Some researches showed that the students learning outcomes of high school in Malang were still need improved. The study aims to determine the effect of the RICOSRE learning model in improving students’ cognitive learning outcomes. This type of research is quasi experiment, using students of SMAN 1 Malang, SMAN 8 Malang, SMAN 1 Turen, and SMAN 1 Singosari as participants. Data analysis used covariance analysis then followed by post hoc test of LSD. The results of the analysis show that the RICOSRE learning model can improve students’ cognitive learning outcomes compared to learning using Problem Based Learning and conventional learning.Key Words: cognitive learning outcomes, RICOSRE learning modelAbstrak: Hasil belajar kognitif merupakan pencapaian belajar yang berada pada domain yang berfokus pada pengetahuan dan keahlian intelektual. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum hasil belajar siswa SMA di Malang masih perlu ditingkatkan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran RICOSRE dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa di Malang, Jawa Timur. Jenis penelitian adalah kuasi eksperimen, dengan menggunakan partisipan siswa di SMAN 1 Malang, SMAN 8 Malang SMAN 1 Turen, dan SMAN 1 Singosari. Analisis data menggunakan analisis kovarian kemudian dilanjutkan uji lanjut LSD. Hasil analisis data menunjukkan model pembelajaran RICOSRE dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa dibandingkan pembelajaran menggunakan Problem Based Learning dan pembelajaran konvensional.Kata kunci: hasil belajar kognitif, model pembelajaran RICOSRE
Ranu Pani Resort Orchid Diversity Atlas Novita Yanuartanti; Susriyati Mahanal; Murni Saptasari
Jurnal Pendidikan Sains Vol 7, No 2: June 2019
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1479.357 KB) | DOI: 10.17977/jps.v7i2.12514

Abstract

Abstract: This research aims to determine the validity of orchid diversity atlas in the Plant Diversity course for Biology Education students. This research was a development research that referred to ADDIE development model which was limited to the stage of Develop phase. The validity of atlas products was obtained from subject matters expert, media expert and field testing. While for practicality, it can be seen from student responses. The results showed the mean results of the subject matter expert validation score was 97.84%, media validation was 98.75%, field testing was 94%, and student responses was 94%. To sum up, this diversity atlas is valid and practical for plant diversity course. Key Words: orchid diversity atlas, ADDIE development model, plant diversity courseAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kevalidan produk atlas keanekaragaman anggrek pada matakuliah Keanekaragaman Tumbuhan untuk mahasiswa Pendidikan Biologi. Jenis penelitian adalah penelitian dan pengembangan yang mennggunakan model pengembangan ADDIE yang dibatasi sampai tahap Develop. Kevalidan produk atlas diuji berdasarkan hasil skor validasi dari ahli materi, media, dan praktisi lapangan, sedangkan untuk kepraktisan dapat diuji dari respon mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan rerata hasil skor validasi materi memiliki nilai persentase 97,84%, validasi media 98,75%, praktisi lapangan 94%, dan respon mahasiswa 94%. Simpulan penelitian adalah produk atlas keanekaragaman anggrek valid dan praktis digunakan mahasiswa dalam matakuliah Keanekara-gaman Tumbuhan.Kata kunci: atlas keanekaragaman anggrek, model pengembangan ADDIE, matakuliah keanekaragaman tumbuhan 
The Relationship of Students’ Conceptual Mastery and Problem Solving on Rigid Body Firmanilah Kamil; Parno Parno; Arif Hidayat
Jurnal Pendidikan Sains Vol 7, No 2: June 2019
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.728 KB) | DOI: 10.17977/jps.v7i2.12515

Abstract

Abstract: This study aims to determine the relationship between students mastery of concepts and problem solving on the rigid body lesson. This research was a correlational study. The research sample consisted of 64 students of 12th class of the state senior high schools were selected using purposive random sampling. The research instrument consisted of multiple choice questions to measure students ‘mastery of concepts and problem descriptions to measure students’ problem-solving. The average value of students’ mastery of concepts and problem solving students respectively were 52.81 (11.98) and 31.95 (10.06). Data results of both tests were analyzed with Pearson product moment correlation. The results showed a positive correlation between mastery of concepts to problem-solving student.Key Words: mastery of concepts, problem solving, rigid bodyAbstrak: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penguasaan konsep dan pemecahan masalah siswa pada materi benda tegar. Jenis penelitian adalah penelitian korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 64 siswa kelas XII dari dua sekolah SMA Negeri yang dipilih menggunakan purposive random sampling. Instrument terdiri dari soal pilihan ganda untuk mengukur penguasaan konsep dan uraian untuk mengukur pemecahan masalah. Rata-rata nilai penguasaan konsep dan pemecahan masalah berturut-turut adalah 52,81(11,98) dan 31,95(10,06). Data hasil kedua tes dianalisis dengan korelasi pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara penguasaan konsep dengan pemecahan masalah siswa.Kata kunci: penguasaan konsep, pemecahan masalah, benda tegar

Page 1 of 1 | Total Record : 5