cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi
ISSN : 14121131     EISSN : 25285750     DOI : 10.21831
Core Subject : Science,
FISIENSI - Kajian Ilmu Administrasi adalah jurnal ilmiah dari hasil penelitian dan/atau kajian pustaka dalam bidang ilmu administrasi perkantoran baik dalam bidang kependidikan maupun dalam bidang ilmu administrasi murni dengan fokus dan ruang lingkup pembahasan tentang: 1) Pendidikan Vokasi Administrasi Perkantoran, 2) Manajemen Sumber Daya Perkantoran, 3) Administrasi/Manajemen Perkantoran, 4) Otomatisasi Perkantoran, 5) Teknologi Perkantoran, 6) Hubungan Masyarakat, 7) Simulasi Perkantoran, 8) Manajemen Event, 9) Pelayanan Prima, 10) Kesekretarisan, 11) Korespondensi, 12) Komunikasi, 13) Organisasi, dan 14) Kearsipan. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY secara berkala satu tahun dua kali yakni pada bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Efisiensi No. 1, Volume V, Februari 2005" : 7 Documents clear
Pelaksanaan Otonomi Daerah, Moralitas Pegawai Negeri Sipil dan Etos Kerja Ngadiran Ngadiran
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume V, Februari 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2723.423 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v5i1.3823

Abstract

Moral dan etos kerja mempunyai peranan penting dalam suatu organisasi baik pemerintah maupun swasta. Produktivitas dapat dipengaruhi secara tidak langsung oleh kondisi moral dan etos kerja. Banyak akibat-akibat yang tidak menguntungkan organisasi disebabkan oleh moral dan etos kerja yang rendah.  Akibat-akibat itu dapat terjelma dalam berbagai bentuk tindakan dan perbuatan yang merugikan seperti pemogokan, pelambatan, kelalaian kerja, ketidakhadiran pada jam-jam kerja dan tingkat absensi yang inggi. Bahkan ada pula yang muncul dalam bentuk keluhan-keluhan dan persoalan-persoalan ketidakpuasaan. Sekalin moral dan etos kerja yang tinggi dikatakan belum menjamin sepenuhnya bahwa produktivitaspun akan tinggi pula, namun terang bagi kita bahwa moral dan etos kerja yang tinggi bagi suatu organisasi tentu akan menjadi pertanda yang menggembirakan. Dengan moral dan etos kerja yang tinggi relatif akan lebih mudah menggerakan orang­orangnya.
Aplikasi Teknologi Informasi dalam Pengelolaan Arsip Sugi Rahayu
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume V, Februari 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3951.211 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v5i1.3818

Abstract

Arsip sebagai produk kegiatan organisasi volumenya dari waktu ke waktu terus bertambah, sehingga apabila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan berbagai persoalan menyangkut keamanan,pemanfaatan, penyimpanan, perawatan, dan sebagainya. Arsip akan berperan lebih berarti dalam kehidupan organisasi bilamana para pimpinan organisasi menganggap penting penyelenggaraan dan pengelolaan arsip. Selama ini orang mengartikan arsip dalam pengertian sempit, aklbatnya arsip semata-mata hanyalah dianggap dan dipertakukan sebagai dokumen yang cukup untuk disimpan saja. Dalam kehidupan organisasi, arsip dapat diolah menjadi informasi yang berguna untuk manajemen, dukungan terhadap sistem perencanaan, dukungan terhadap sistem pengendalian, dukungan terhadap sistem penilaian, dan manajer. Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi yang berdampak pada perubahan konsep yang mendasar dari pengertian arsip dan pengelolaannya, maka membawa implikasi pokok berupa perubahan konsep tentang petugas kearsipan (arsiparis). Tugas arsiparis t!dak lagi sekedar melaksanakan kegiatan collecting, recording and storing data, melainkan harus mampu menjadi data analyst dan manajer informasi dalam organisasi
Formulasi Aspek-Aspek Pelayanan Publik Berkualitas Didi Wahyu Sudirman
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume V, Februari 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5166.469 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v5i1.3819

Abstract

Pelayanan publik yang berkualitas masih menjadi kendala bagi pomerintah karena berbagai hambatan-hambatan baik dari segi sikap, porllaku dan mentalitas SDM dalam hal ini PNS sebagai aparatur pemerintah. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan dengan melayani dan bukan untuk dilayani. Sekaligus berupaya mempertahankan dukungan, keepercayaan masyarakat dengan mereformasi wawasan berfikir dan mengevaluasi diri sejauh mana kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dapat terpenuhi. Upaya-upaya menuju meningkatkan kualitas pelayanan tersebut dengan memahami: unsur-unsur dan jenis pelayanan publik, kegiatan pelayanan, penyelenggaraan publik, azas, prinsip, standar pelayanan publik, kualitas dan dimensi pelayanan agar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat. Dengan memahami formulasi aspek-aspek pelayanan publik diharapkan pegawai sebagai aparatur negara dapat meningkatkan produktivitas kerjannya dalam hal pelayanan publik dengan mengedepankan pelayanan publik yang berkualitas.
Perilaku Organisasional Aparatur dalam Akselerasi Pembangunan Daerah Djihad Hisyam
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume V, Februari 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2145.855 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v5i1.3820

Abstract

Aparatur pemerintah merupakan salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian dalam rangka pembangunan daerah. Mereka adalah sumber daya yang harus diperdayakan dalam kapasitasnya untuk membangun suatu pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa untuk akselerasi pembangunan diperlukan perilaku organisasional dari aparatur yang mendukung pada tujuan tersebut. Sehingga bentuk­bentuk penyelewengan negara dan berbaqai penyakit birokrasi perlu direduksi dan dihindari. Sebagai bentuk antisipasinya perlu mengupayakan berbagai strategi. Salah satu usaha yang dilakukan adalah melakukan penyesuaian-penyesuaian dan perubahan perilaku yang mengarah pada pencapaian good goverment. Dalam hal ini faktor pemimpin mempunyai pengaruh yang besar untuk melakukan pembangunan bangsa.
Program Komunikasi Internal untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan Lena Satlita
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume V, Februari 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3839.156 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v5i1.3821

Abstract

Komunikasi dalam organisasi bertujuan untuk meningkatkan kinerja organisasi tersebut. Tetapi dalam praktiknya, komunikasi internal khususnya komunikasi dengan karyawan (dari karyawan ke manajemen) tidaklah berjalan semudah seperti yang diharapkan. Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya kinerja karyawan. Permasalahan-permasalahan seputar rendahnya kinerja karyawan perlu diatasi dengan komunikasi diantara keduanya. Agar karyawan dapat memahami keinginan perusahaan dan perusahaan memperoleh dukungan dari karyawan, maka komunikasi dua arah diantara keduanya perlu direncanakandengan baik. Melalui berbagai program komunikasi internal diharapkan karyawan merasa diperhatikan, dihargai sehingga dapat menciptakan rasa memiliki (sense of belonging), motivasi, kreativitas dan ingin mencapai prestasi kerja semaksimal mungkin.
Mengelola Perubahan dalam Organisasi Sutirman Sutirman
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume V, Februari 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3540.702 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v5i1.3822

Abstract

Perubahan pada dasarnya adalah menjadikan sesuatu yang ada saat ini menjadi sesuatu yang baru yang dinginkan. Perubahan dapat disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berupa kekuatan yang muncul dari dalam organisasi seperti: sumber daya manusia, perilaku, dan keputusan manajemen. Sedangkan faktor eksternal berupa kekuatan dari luar organisasi: karakterisitik demografis, perkembangan teknologi, perubahan sosial dan politik. Mengelola perubahan dalam organisasi harus melalui tahapan­tahapan tertentu, yaitu: menetapkan kebutuhan untuk melakukan perubahan, mengenali faktor-faktor penghambat, melaksanakan perubahan, dan mengevaluasi perubahan. Agar perubahan organisasi dapat berjalan dengan baik maka perlu diperhatikan prinsip-prinsip manajemen perubahan yang meliputi: perubahan harus benar-benar diinginkan, adanya penaggung jawab, realistis, mengetahui kendala yang akan dihadapi, bersikap positif, optimis, serta harus bersyukur. Perubahan dalam organisasi dapat menimbulkan reaksi atau perlawanan dari para anggota atau bawahan. Tipe-tipe perlawanan yang muncul terhadap perubahan terdiri dari: tipe perlawanan logis (keberatan rasional), tipe perlawanan psikologis (sikap emosional), dan tipe perlawanan sosiologis (kepentingan kelompok). Untuk mengatasi reaksi negatif terhadap perubahan dapat dilakukan beberapa macam pendekatan yaitu : pendidikan dan komunikasi, partisipasi dan pelibatan, fasilitas dan dukungan, negosiasi dan persetujuan, manipulasi dan kooptasi, serta penekanan. Penerapan pendekatan tersebut disesuaikan dengan situasi, kondisi, dan tujuan dari perubahan yang diinginkan.
Persoalan Budaya dalam Organisasi Multinasional Rosidah Rosidah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume V, Februari 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3919.677 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v5i1.3817

Abstract

Pengaruh kebudayaan dalam organisasi pada era global tidak bisa dihindari lagi keberadaannya. Peningkatan kinerja organisasi perlu memperhatikan sumberdaya yang dimiliki dari berbagai budaya, yang berasal dari berbagai negara. Dalam eksistensinya manajer perusahaan multinasional harus memiliki ketrampilan global yang terkait dengan hukum internasional, pasar internasional, pergerakan saham, berbagai nilai dan budaya yang ada dalam organisasi. Salah satu aspek yang menjadi .pertimbangan organisasi multinasional adalah ketika mau membuat kebijakan terkait dengan perbedaan budaya di antara para anggota. Agar tidak terjadi kecemburuan di antara pegawai maka perusahaan tidak menitik beratkan atau memberi prioritas terhadap budaya dari etnis/negara tertentu melainkan berorientasi pada tujuan dan kesepakatan yang dibuat di antara mereka. Affirmative Action juga menjadi hal yang perlu diperlakukan dalarn organisasi kaitannya dengan persoalan nilai dan budaya. Bagaimana proses peningkatan kinerja organisasi pada perusahaan multi nasional yang memperhatikan perbedaan kebudayaan akan diungkap dalam tulisan berikut. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2005 2005