cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi
ISSN : 14121131     EISSN : 25285750     DOI : 10.21831
Core Subject : Science,
FISIENSI - Kajian Ilmu Administrasi adalah jurnal ilmiah dari hasil penelitian dan/atau kajian pustaka dalam bidang ilmu administrasi perkantoran baik dalam bidang kependidikan maupun dalam bidang ilmu administrasi murni dengan fokus dan ruang lingkup pembahasan tentang: 1) Pendidikan Vokasi Administrasi Perkantoran, 2) Manajemen Sumber Daya Perkantoran, 3) Administrasi/Manajemen Perkantoran, 4) Otomatisasi Perkantoran, 5) Teknologi Perkantoran, 6) Hubungan Masyarakat, 7) Simulasi Perkantoran, 8) Manajemen Event, 9) Pelayanan Prima, 10) Kesekretarisan, 11) Korespondensi, 12) Komunikasi, 13) Organisasi, dan 14) Kearsipan. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY secara berkala satu tahun dua kali yakni pada bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Efisiensi No. 1 Volume VI, Februari 2006" : 8 Documents clear
Pemberdayaan Umum melalui Pusat Komunikasi Bisnis Berbasis Web (Suatu Gagasan) Sutirman Sutirman
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1 Volume VI, Februari 2006
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3264.69 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v6i1.3829

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan kelompok pelaku ekonomi terbesar dalam perekonomian Indonesia dan terbukti menjadi katup pengaman perekonomian nasional dalam masa krisis,serta menjadi dinamisator pertumbuhan ekonomi pasca krisis ekonomi, UMKM juga menciptakan peluang kerja yang cukup besar bagi tenaga kerja dalam negeri, sehingga sangat membantu upaya mengurangi pengangguran.Salah satu kunci keberhasilan usaha mikro, kecil dan menengah adalah adalah tersedianya pasar yang jelas bagi produk UMKM. Sementara itu kelemahan mendasar yang dihadapi UMKM dalam bidang pemasaran adalah orientasi pasar rendah, lemah dalam persaingan yang kompleks dan tajam serta tidak memadainya infrastruktur pemasaran. Menghadapi mekanisme pasar yang makin terbuka dan kompetitif, penguasaan pasar merupakan prasyarat untuk meningkatkan daya saing. Oleh karena itu, peran pemerintah diperlukan dalam mendorong keberhasilan UMKM untuk memperluas akses pasar melalui pemberian fasilitas teknologi informasi berbasis web yang dapat digunakan sebagai media komunikasi bisnis global.Salah satu gagasan pemberdayaan UMKM di era teknologi informasi sekarang ini adalah melalui pembentukan Pusat Komunikasi Bisnis Berbasis Web di setiap daerah kabupaten atau kecamatan di Indonesia. Pusat Komunikasi Bisnis Berbasis Web ini diperuntukan bagi UMKM dalam mempromosikan usahanya, mengakses informasi faktor­faktor produksi, melakukan transaksi usaha, serta melakukan komunikasi bisnis lainnya secara global, dalam rangka rnernpenuas jaringanusahanya.Kata Kunci: pemberdayaan, komunikasi bisnis
Optimalisasi Kinerja Organisasi Sekolah Muhyadi Muhyadi
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1 Volume VI, Februari 2006
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3240.413 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v6i1.3824

Abstract

Salah satu faktor penting yang ikut menentukan tercapaitidaknya tujuan sekolah adalah pengelolaan sekolah yang bersangkutan, berupa penerapan sejumlah prinsip dasar organisasi yang meliputi: penentuan visi, misi, dan tujuan sekolah, penentuan struktur organisasi atau pola kerjasama, pembagian kerja, koordinasi, kelancaran komunikasi, proses pengambilan keputusan, dan penjaminan sustainabilitas atau kelangsunganhidup organisasi.Faktor lain yang juga ikut menentukan kinerja sebuah sekolah adalah faktor manusia yang terlibat di dalamnya yang biasa disebut sebagai warga sekoJah. Setiap warga sekolah memiliki harapan­harapan dan tujuan tertentu yang berakibat pada perbedaan tingkah laku dan kinerja yang mereka tunjukkan. Perbedaan tersebut dlsebabkan oleh perbedaan faktor internal masing-masing individu dan lingkungan yang dihadapi. Faktor internal terkait dengan persepsi, sikap, nilai, motivasi, dan kepribadian masing-masing; sedangkan Iingkungan terdiri dari lingkungan fisik dan sosial di mana seseorang berada. Kepala sekolah perlu memahami perilaku warga sekolah agar dapat mengoptimalkan perannya dalam mencapai tuluon sekolah.Kata Kunci: pengelolaan, kinerja, organisasi
Peningkatan Kinerja Organisasi Publik melalui Pembaruan Struktur Organisasi Budiman Budiman
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1 Volume VI, Februari 2006
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3684.052 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v6i1.3830

Abstract

Persoalan kinerja organisasi publik (baca: birokrasi) sering menjadi keluhan masyarakat sebagai konsumen utama. Masyarakat sering menjadi "korban" buruknya kinerja organisasi publik dengan pelayanan yang tidak memuaskan. Penilaian kinerja menjadi hal yang sangat penting, karena dengan penilaian tersebut dapat digunakan sebagai ukuran keberhasilan organisasi dalam kurun waktu tertentu. Struktur organisasi merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kinerja organisasi publik, dengan adanya struktur tersebut akan diketahui bagaimana kedudukan, tugas dan fungsi dialokasikan dalam organisasi dan akan berdampak signifikan terhadap cara orang melaksanakan tugasnya dalam organisasi. Ketika arah dan tujuan serta strategi organisasi telah ditetapkan serta struktur organisasi telah dibuat maka hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana organisasi tersebut menjalankan tugas danfungsinya.Struktur organisasi merupakan salah satu komponen yang perlu diperbarui, yaitu bagaimana struktur yang ada pada birokrasi dapat lebih memungkinkan para birokrasi dapat mengembangkan inovasi dan lebih responsif terhadap perubahan. Struktur yang dibutuhkan adalah struktur yang lebih ramping, fleksibel dalam artian memberikan ruang bagi terjadinya diskresi dan bersifat desentralistis. Dengan strukutur yang ramping akan memungkinkan terjadinya sinergi antara para atasan dan bawahan dan tercipta "team work" yang solid dan mendukung kinerja organisasi publik.Kata Kunci: kinerja, organisasi publik, struktur
Pengembangan Kapasitas Laboratorium Administrasi Didi Wahyu Sudirman
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1 Volume VI, Februari 2006
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3165.206 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v6i1.3825

Abstract

Laboratorium Administrasi di lingkungan institusi merupakan salah satu jenis laboratorium yang secara spesifik merupakan elemen penunjang di bidang Pendidikan Administrasi. Sebagai suatu sistem Laboratorium Administrasi dengan kapasitasnya bertugas mengembangkan pelatihan, praktek bagi peserta didik sesuai bidang berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Sebagai upaya pengembangan kapasitas maka Laboratorium Administrasi perlu melakukan berbagai regulasi melalui berbagai program yang mengarah kepada peningkatan kualitas serta memiliki relevansi yang nyata di bidang praktik-praktik maupun pelayanan dibidang Administrasi. Pengembangan lainnya, melalui usaha dan program income generating activity sekaligus mengembangkan uji praktik atau sertifikasi berbagai keterampilan dan kemampuan di bidang Administrasi. Di samping itu usaha meningkatkan kualitas program dan produktifitas melalui evaluasi diri menuju penjaminan mutu yang diharapkan.Dalam pengembangan berikutnya perlu dikaji ulang kegiatan proses belajar mengajar, pengabdian masyarakat, penelitian sesuai ranah kegiatan Laboratorium Administrasi, sekaligus menciptakan iklim kela yang kondusif, mengembangkan potensi serta membangun citra dan paradigma baru.Kata Kunci: laboratorium, kapasitas
Membangun Citra Positif Organisasi Melalui Public Relations Lena Satlita
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1 Volume VI, Februari 2006
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3652.807 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v6i1.3831

Abstract

Citra yang baik dari suatu organisasi akan mempunyai dampak yang menguntungkan, sedangkan citra yang jelek akan merugikan organisasi. Citra yang baik, artinya publik mempunyai kesan positif terhadap suatu organisasi, sedangkan citra yang kurang baik berarti publik memiliki kesan negatif. Public relations adalah suatu pendekatan strategis yang menggunakan konsep-konsep komunikasi untuk menimbulkan pemahaman dan penerimaan dari publik. Melafaui berbagai media. PR dapat mengkomunikasikan apa dan bagaimana suatu organisasi sehingga lebih dikenal dan dipahamani oleh publik. Dengan adanya pemahaman diharapkan dapat diperoleh dukukungan dan kepercayaan dari publik sehingga menimbulkan citra positip organisasi.Kala Kunci: citra positip, public relations
Mission Driven Profesionalism sebagai Upaya Akselerasi Pembangunan Daerah Rosidah Rosidah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1 Volume VI, Februari 2006
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3863.713 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v6i1.3826

Abstract

Keberhasilan pembangunan di daerah tidak lepas dari faktor kemampuan Sumber Daya Manusia dalam mengelola sumber daya yang dimiliki oleh daerahnya serta strategi yang dipakai dalam implementasi rencana/program-program kerjanya. Salah satu strategi adalah Mission Driven Profesionalism, yaitu bahwa untuk menggerakkan roda pembangunan secara profesional sebagai motornya adalah mengacu dan berorientasi pada misi.Peraturan dann prosedur tetap diperlukan dalam proses pencapalan tujuan akan tetapi dalam penerapannya secara fleksibel. Pimpinan penting memberikan ruang kepada bawahannya untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menjalankan pombangunan yang tidak lepas dari pelanggaran yang bersifat yuridisKoto Kunci: misi, pembangunan
Kendala Kultural Pemberdayaan Wanita dalam Program Pembangunan Francisca Winarni
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1 Volume VI, Februari 2006
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2997.378 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v6i1.3827

Abstract

Pembangunan sebagai proses peningkatan kemampuan manusia untuk menentukan masa depannya mengandung arti bahwa wanita sebagai salah satu sumberdaya pembangunan perlu dilibatkan dalam proses itu; bahwa wanita perlu diberdayakan. Pemberdayaan atau empowerment merupakan bagian proses dan definisi pembangunan. Arah pemberdayaan meliputi peningkatan partisipasi oleh wanita dalam pemanfaatan proyek, pembuatan rancangan proyek dan pelaksanaan proyek, dan evaluasi proyek pembangunan.Untuk mencapai tujuan pembangunan yang dikehendaki di masa yang akan datang terdapat beberapa faktor penghambat pembangunan. Dari beberapa kendala yang muncul, kendala kultural sangat dominan. Oleh karena itu diperlukan perubahan-perubahan pada faktor wanita sebagai subyek pembangunan dan birokrasi sebagai pelaksana pembangunan yang selama ini berperan besar dalam menentukan seberapa besar wanita dilibatkan dalam proses pembangunan. Kelemahan-kelemahan birokrasi yang ditunjukkan oleh faktor budaya yang mekanistik perlu diganti lebih organis­adaptif, sehingga dapat diciptakan budaya kerja yang baru yang lebih efisien, rasional, bersih dari penyimpangan dan tanggap terhadap kepentingan wanita untuk meningkatkan perannya dalam pembangunan.Kata Kunci: kultur, pemberdayaan,pembangunan
Kiat Penambahan Kemampuan Lulusan untuk Menembus Pasar Kerja Administrasi Perkantoran KI Ismara
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1 Volume VI, Februari 2006
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3835.082 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v6i1.3828

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi oleh para lulusan dewasa ini,kelihatannya lebih berat dari pada permasalahan saat kuliah. Kesempatan kerja administrasi di perkantoran sebenarnya terbuka sangat luas, masalah selanjutnya adalah karakteristik suplay sumber daya lulusan yang ada tidak sesuai dengan need and demand pasar kerja perkantoran. Terutama terkait dengan bagaimana lulusan dapat memenangkan persaingan pasar kerja perkantoran yang sesuai dengan minat, bakat dan keunggulan masing­ masing.Jalan keluar yang paling tepat unluk mengatasi hal di atas adalah dengan memperkenalkan proses rekruitment,seleksi dan job hunting sedini mungkin kepada mahasiswa. Diimbangi dengan proses pengenalan bakat, minat, personalitas, kelebihan dan kekurangan diri masing-masing mahasiswa, melalui bantuan pendidik dari setiap mata kuliah. Berdasarkan penelitian terhadap 9 perguruan tinggi negeri dan swasta di DIY. yang dipilih dengan purposive incidental sampling. menunjukkan hanya ada 3 perguruan tinggi yang benar-benar memperhatikan hal ini, dan terbukti cukup memiliki market share lulusan yang baik.Implemenlasinya adalah mengkoordinasikan dan mengintegrasikan hal tersebut di atas dalam tahapan proses belajar mengajar secara sinkron,simpel, sinergi dengan pendekatan yang simpatik. Konsekuensinya hiden curriculum juga harus didesain untuk mendukung hal tersebut. Pendekatan proses belajar mengajar yang didukung dengan multimedia dan multi metoda yang digunakan pendidik perlu mengalami perubahan. Dalam tahapan proses belajar mengajar, pendidik dapat menyampaikan dengan jelas setiap sub kompetensi (knowledge, skill and atittude) dari setiap sub materi ajar yang dikaitkan dengan proses rekruitmen dan seleksi yang relevan dengan muatan kompetensi total mata kuliah dan macthing dengan job analisys. Dengan demikian dalam perkuliahan sudah dapat diintegrasikan juga perencanaan masa depan peserta didik dalam pengembangan karier. Kata kunci: pasar kerja, rekruitmen, keunggulan lulusan, PBM

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2006 2006