cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi
ISSN : 14121131     EISSN : 25285750     DOI : 10.21831
Core Subject : Science,
FISIENSI - Kajian Ilmu Administrasi adalah jurnal ilmiah dari hasil penelitian dan/atau kajian pustaka dalam bidang ilmu administrasi perkantoran baik dalam bidang kependidikan maupun dalam bidang ilmu administrasi murni dengan fokus dan ruang lingkup pembahasan tentang: 1) Pendidikan Vokasi Administrasi Perkantoran, 2) Manajemen Sumber Daya Perkantoran, 3) Administrasi/Manajemen Perkantoran, 4) Otomatisasi Perkantoran, 5) Teknologi Perkantoran, 6) Hubungan Masyarakat, 7) Simulasi Perkantoran, 8) Manajemen Event, 9) Pelayanan Prima, 10) Kesekretarisan, 11) Korespondensi, 12) Komunikasi, 13) Organisasi, dan 14) Kearsipan. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY secara berkala satu tahun dua kali yakni pada bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Efisiensi No. 2, Volume IV, Agustus 2004" : 8 Documents clear
Manajemen Aliran Informasi untuk Peningkatan Kinerja Organisasi Suranto Aw
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2, Volume IV, Agustus 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1683.437 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v4i2.3900

Abstract

Aliran informasi merupakan suatu proses dinamis yang terjadi di dalam suatu organisasi, khususnya proses mendistribusikan pesan atau informasi. Seluruh informasi yang ada di dalam organisasi perlu dikeloladengan baik agar dapat meningkatkanefisiensi koordinasi dan giliran berikutnya adalah agar dapat meningkatkan kinerja organisasi. Agar arah aliran informasi itu dapat sesuai dengan kepentingan organisasi, maka harus ada sebuah lembaga yang diberi tanggung jawab untuk mengelola. Dalam budaya organisasi, lembaga yang seringkali dipercaya sebagai pengendali informasi ini misalnya Hubungan Masyarakat (Humas) atau Public Relations. Dengan pengelolaan aliran informasi dalam organisasi maka diharapkan berbagai informasi penting dapat segera ditindaklanjuti secara proporsional, dan giliran berikutnya diharapkan dapat  mengoptimalkankinerja organisasi.
Urgensi Kesekretariatan dalam Proses Pengembangan Organisasi Rosidah Rosidah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2, Volume IV, Agustus 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1634.411 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v4i2.3870

Abstract

Kesekretariatan merupakan salah satu unit dalam organisasi yang mempunyai fungsi melayani kebutuhan data maupun informasi seluruh unit-unit lain terkait dengan urusan administrasi. Fungsi pelayanan administrasi menjadi sangat dibutuhkan dalam rangka pencapaian tujuan organisasi karena hal tersebut tidak lepas dari kebutuhan terhadap data maupun informasi yang akurat untuk ketepatan pengambilan suatu keputusan. Dalam upaya pengembangan organisasi dibutuhkan diagnosis, yang tidak lepas dengan data untuk mengetahui gejala yang muncul sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah-Iangkah terapinya. Ketersediaan data/analisis data dan informasi, yang kesemuanya diolah secara komputerisasi membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu dalam pengelolaan data, meliputi:menghimpun, rnenqotah, mencatat, memelihara dan menyimpan. Untuk itu pengelolaan terhadap sistem administrasinya, serta pengembangan kemampuan SDM pada unit tersebut perlu mendapat perhatian. Manajemen terhadap SDM tidak saja pada kemampuan dalam hal pendataan tetapi juga faktor kemampuan yang terkait dengan etika pelayanan kepada pihak yang membutuhkan sertakemampuan public relation. Dalam hal ini perlu membuat stadard penilaian kinerja (performance appraisal), yang dipengaruhi faktor lingkungan internalleksternal organisasi, yang terdiri dari: societal, legal economic, technical, physical.
Potret Masalah Perubahan di Indonesia Pasca Reformasi Tahun 1998 Argo Pambudi
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2, Volume IV, Agustus 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1789.435 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v4i2.3901

Abstract

Masih tingginya angka pengangguran korban PHK, banyaknya aksi unjuk rasa kaum buruh dan munculnya berbagai bentuk pergolakan buruh di Indonesia pasca reformasi tahun 1998 mengindikasikan belum terselesaikannya persoalan-persoalan perburuhan di Indonesia secara tuntas. Ada 2 kelompok penyebab masih terus exist-nya masalah perburuhan ltu dilndonesla, Pertama adalah faktor peningkatan kuantitas tenaga kerja yang terus-menerus tanpa diimbangi peningkatan daya serap lapangan kerja yang cukup. Kedua, tidak mampunya institusi pemerintah. melalui kebijakan yang dikeluarkannya menangani permasalahan yang terus berkembang tersebut. Tulisan ini mencoba memaparkan potret masalah perburuhan di Indonesia yang masih mengemuka pada beberapa dekade terakhir, khususnya pada masa pasca reformasi politik di Indonesia tahun 1998
Meningkatkan Efektivitas Komunikasi Kantor Lena Satlita
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2, Volume IV, Agustus 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1874.271 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v4i2.3873

Abstract

Riset menunjukkan bahwa komunikasi yang jelek (tidak efektif) paling sering disebut sebagai sumber konflik antar pribadi. Karena individu menghabiskan hampir 70% dari waktunya untuk berkomunikasi, maka dapat disimpulkan bahwa salah satu kekuatan yang paling menghambat suksesnya kinerja kelompok/organisasi adalah kurangnya komunikasi yang efektif. Mengingat pentingnya komunikasi yang efektif untuk pencapaian tujuan organisasi maka para manajer harus memainkan peranan penting dalam proses kornunikasi dengan berkomitmen pada komunikasi lewat kata dan tindakannya, dan mengambil langkah-Iangkah untuk meningkatkan komunikasi dalam organisasi. Dengan memahami proses komunikasi, pola/saluran komunikasi yang ada dalam organisasi, faktor-faktor yang menghambat komunikasi efektif, maka upaya-upaya untuk meningkatkan komunikasi organisasi dapat dilakukan secara efektif.
Landasan Teori dalam Pembuatan Kebijakan Pembangunan (Suatu Telaah Administrasi Negara) Sugi Rahayu
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2, Volume IV, Agustus 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3003.151 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v4i2.3896

Abstract

Semua negara selalu berkeinginan agar rakyatnya hidup dalam keadilan, kemakmuran, kedamaian dan kesejahteraan lahir dan batin. Pembangunan merupakan suatu upaya untuk melakukan perubahan menuju kepada suatu kondisi dan situasi kehidupan yang lebih baik untuk mendekatkan kepada cita-cita yang ingin dicapai oleh negara yang bersangkutan. Penelitian yang telah banyak dilakukan menunjukkan bahwa pembangunan yang terlalu bias ekonomi tidak mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat yang merupakan subyek dan tujuan pembangunan. Karena keberhasilan dan kemajuan pembangunan ekonomi ternyata tidak diikuti oleh kemajuan-kemajuan sosial secara seimbang. Kekurangberhasilan upaya pembangunan yang terlalu menekankan aspek ekonomi di banyak negara sedang berkembang menunjukkan perhatian yang lebih besar terhadap aspek pembangunan yang lebih luas. Oleh karena itu perlu dicari model pembagunan yang dapat dipahami sebagai suatu proses yang berdimensi jamak (multidimensions), dengan memperhatikan (a) Sasaran haruslah penduduk termiskin: (b) Perluasan kesempatan kerja harus menjadi tujuan utama pembangunan, karena kesempatan kerja ini akan mempengaruhi distribusi pendapatan dan hasil pembangunan; (c) Ketergantungan kepada Negara asing haruslah dikurangi, dan kemandirian harus mendapat perhatian utama; (d) Pemerataan pendapatan harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin.
Meningkatkan Kinerja dan Mengelola TIM secara Efektif Didi Wahyu Sudirman
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2, Volume IV, Agustus 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1725.946 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v4i2.3897

Abstract

Orang bergabung dengan kelompok karena kebutuhan mereka akan rasa aman, status, harga diri, afiliasi, kekuasaan dan atau prestasi. Dalam hal ini banyak organisasi menggunakan tim untuk melaksanakan tugas-tugas organisasi dan memecahkan masalah. Tim kerja adalah kelompok formal yang terdiri dari individu­-individu terpisah dan bertanggung jawab atas tercapainya suatu sasaran. Dengan demikian semua tim kerja adalah kelornpok, tetapi hanya kelompok-kelompok formal yang menjadi tim kerja. Untuk mengembangkan tim agar efektif maka setiap orang dalam tim harus mengetahui dan memahami dengan jelas tujuan dan harapannya, peran khusus apa yang harus mereka lakukan, sekaligus memberi kesempatan para anggota tim mencurahkan ide-ide untuk mencapai sasaran, bertanggungjawab atas hasil tim tersebut. Dalam hal mengelola tim agar lebih efektif dapat digunakan pendekatan keempat fungsi dasar manjemen; perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan dan pengendalian.
Manajemen Perkantoran Joko Kumoro
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2, Volume IV, Agustus 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2106.292 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v4i2.3899

Abstract

Tujuan bagi organisasi merupakan pedoman arah untuk bergerak dalam menghadapi lingkungan sehingga dapat menguasai, adaptasi bahkan sampai mati. Upaya pencapaian tujuan harus terarah agar dapat menjamin efisiensi. Langkah awal dalam mencapai tujuan berupa perumusan pekerjaan yang meliputi dua aspek utama, yaitu (1) aktivitas operatif, pekerjaan pokok, pekerjaan substantive dan; (2) pekerjaan pelayanan, perkantoran, tatausaha. Pekerjaan kantor memiliki volume yang tidak konstan tetapi selalu berubah sesuai dengan kesibukan aktivitas operatif. Pendek kata bahwa pekerjaan kantor seantiasa berfluktuasi dan mencapai beban puncak. Oleh karena itu agar pelayanan yang. diberikan oleh pekerjaan kantor dapat berlangsung secara lancar, tepat waktu dan efisien maka perlu di "manage", diatur dan dikelola secara cermat. Ada beberapa alat yang dapat dipergunakan untuk mengatur dan mengantisipasi beban puncak pada pekerjaan kantor, yaitu: (1) menggunakan tenaga kerja honorer; (2) pekerjaan lembur; (3) membentuk mobile units; (4) meminta bantuan biro jasa perkantoran; (5) penggunaan pensiklusan; (6) memelihara backlog; dan (7) menekankan sentralisasi. Semua alat ini memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing dan menuntut persyaratan tertentu dalam pernakaian. Oleh karena itu pemakaian alat atau cara senantiasa harus diselaraskan dengan situasi, kondisi, dan konteks organisasi yang menghadapi masalah beban puncak pekerjaan kantor. Kesalahan dalam mendeteksi kondisi organisasi akan menghalangi eflslensi organisasi mencapai tujuan.
Manajemen Bisnisi dan Idealisme Pendidikan Ki Ismara
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2, Volume IV, Agustus 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2142.923 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v4i2.3869

Abstract

Trend dunia pendidikan di Indonesia saat ini bergeser ke arah bisnis, yang didorong oleh mekanisme pasar. Regulasi pemerintah dalam hal ini, belum berpihak kepada rakyat yang tidak mampu. lembaga bisnis pendidikan menjamur dan berkembang biak terus-menerus, yang menambah jumlah masyarakat usia pendidikan menjadi marginal. Panggung dunia bisnis pendidikan ber1anjut dengan adu kekuatan persaingan yang ada adalah berusaha untuk memenangkan atau tersingkirkan. Pengelolaan sumber daya semakin komplek, tuntutan pasar dan pelangganjuga semakin bervariasi. Untuk itu diperlukan berbagai keunggulan kompetitif, yang didukung dengan penerapan berbagai produk iptek ITC dan manajemen modern. Keunggulan kompetitif yang ditonjolkan adalah sumherdaya manusia pendidik. sarana-prasarana, media dan metode pendidikan. Di sisi lain, ternyata masih kurang memperhatikan keunggulan budaya kerja, nasionalisme, dan keberpihakan terhadap pelanggan yang kurang mampu.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2004 2004