cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi
ISSN : 14121131     EISSN : 25285750     DOI : 10.21831
Core Subject : Science,
FISIENSI - Kajian Ilmu Administrasi adalah jurnal ilmiah dari hasil penelitian dan/atau kajian pustaka dalam bidang ilmu administrasi perkantoran baik dalam bidang kependidikan maupun dalam bidang ilmu administrasi murni dengan fokus dan ruang lingkup pembahasan tentang: 1) Pendidikan Vokasi Administrasi Perkantoran, 2) Manajemen Sumber Daya Perkantoran, 3) Administrasi/Manajemen Perkantoran, 4) Otomatisasi Perkantoran, 5) Teknologi Perkantoran, 6) Hubungan Masyarakat, 7) Simulasi Perkantoran, 8) Manajemen Event, 9) Pelayanan Prima, 10) Kesekretarisan, 11) Korespondensi, 12) Komunikasi, 13) Organisasi, dan 14) Kearsipan. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY secara berkala satu tahun dua kali yakni pada bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Efisiensi No. 2 Volume V, Agustus 2005" : 8 Documents clear
Pentingnya Kualitas Pelayanan (Service Quality) dalam Memenuhi Kepuasan Masyarakat (Society Satisfaction) Mohammad Zamroni; I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2 Volume V, Agustus 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1804.234 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v5i2.3850

Abstract

Dalam kehidupan organisasi publik, baik pemerintah ataupun swasta seperti halnya perusahaan-perusahaan sesungguhnya memiliki rencana, organisasi dan pengawasan dalam rangka mencapai tujuannya. Namun demikian, keberhasilan suatu organisasi bisa dilihat dari kualitas pelayanan para pegawai dan karyawan dalam memenuhi kepuasan masyarakat atau pelanggan. Disisi lain. sumber daya manusia merupakan faktor yang sangat penting dan mempunyai peran dalam merealisasikan kesuksesan tujuan organisasi dengan segala etos kerja, kecakapan, ketrampilan, dan daya usaha mereka. Ketidakmampuan organisasi dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat atau pelanggan dalam hal ini lebih disebabkan karena adanya kesenjangan jasa yang dinikmati konsumen dengan jasa yang diharapkan konsumen akibat tidak terpenuhinya harapan para pelanggan. Hal ini bisa diukur dengan beberapa dimensi yang meliputi; dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurence, dan empathy.
Reformasi Administrasi Negera Budiman Budiman
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2 Volume V, Agustus 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1577.672 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v5i2.3854

Abstract

Sistem administrasi negara yang diterapkan di Indonesia merupakan adaptasi dari sistem adminisitrasi peninggalan kolonial. Sistem administrasi yang ada menghasilkan sebuah organisasi birokrasi yang kurang teroganisir, cenderung korup aparatnya tidak bertindak inovatif dan kurang dinamis. Seiring dengan perubahan yang terjadi dalam masyarakat, masyarakat semakin kritis terhadap pemerintah, mengharuskan birokrasi pemerintah harus melakukan perombakanterhadap sistem administrasi yang ada. Kebutuhan akan perubahan dan adaptasi aparatur pemerintah melalui reformasi administrasi negara merupakan kebutuhan yang mendesak dan harus menjadi perhatian utama pemerintah negara yang sedang berkembang. Reformasi Administrasi Negara semakin penting artinya bagi terlaksananya kebijaksanaan dan rencana pembangunan. Dengan adanya reformasi administrasi akan menghasilkan sebuah pemerintahan wirausaha yang landasan kerjanya adalah visi dan misi dan memberikan ruang gerak yang lebih Iuas bagi inovasi aparat birokrasi dan partisipasi warga negara dalam setiap proses pengambilan keputusan/kebijakan.
Komunikasi Efektif untuk Mendukung Kinerja Perkantoran Suranto Aw
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2 Volume V, Agustus 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7749.893 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v5i2.3849

Abstract

Komunikasi efektif merupakan salah satu faktor untuk mendukung peningkatan kinerja organisasi perkantoran. Komunikasi efektif dan tingkat kinerja perkantoran berhubungan secara positif dan signifikan. Memperbaiki komunikasi perkantoran berarti memperbaiki kinerja perkantoran. Argumentasi ini didasari oleh sebuah logika bahwa semua pekerjaan di dalam perkantoran pada kenyataannya saling berhubungan. Kurang baiknya kinerja sebuah devisi akan berpengaruh negatif pada devisi lain serta terhadap perkantoran itu sendiri. Komunikasi meningkatkan keharmonisan kerja dalam perkantoran. Sebaliknya apabila komunikasi tidak efektif. maka koordinasi akan terganggu. Akibatnya adalah disharmonisasi yang akan mengganggu proses pencapaian target dan tujuan perkantoran.
Budaya Organisasi, Budaya Kerja, dan Pengaruhnya dalam Praktik Manajemen Didi Wahyu Sudirman
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2 Volume V, Agustus 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8376.779 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v5i2.3848

Abstract

Sebagai kepribadian suatu organisasi maka budaya organisasi memiliki sistem, pola-pola nilai, simbul-simbul dari praktik yang berkembang sepanjang usia organisasi yang bersangkutan. Budaya organisasi dibentuk oleh nilai-nilai individu dan nilai-nilai hakekat yang berkaitan satu sama lain dan berdampak positif timbulnya praktik-praktik budaya organisasi yang juga dipengaruhi oleh sikap, perilaku individu dan sikap perilaku kolektif. Berkembangnya budaya organisasi karena adanya pengaruh sikap kerja, perilaku kerja dan hasil kerja individu/karyawan dan pengaruh akumulatif membentuk suatu budaya kerja. Budaya kerja merupakan sikap hidup yang didasari oleh nilai pandangan hidup yang telah menjadi sifat, kebiasaan dan kekuatan pendorong yang membudaya dalam kehidupan suatu kelompok/masyarakat/organisasi yang tercermin dalam perilaku, kepercayaan yang terwujud sebagai kerja atau bekerja. Apabila budaya kerja ini dikembangkan dalam proses manajemen akan menumbuhkan sikap yang berorientasi pada tanggung jawab kelompok, kesediaan partisipasi/koordinasi, kesadaran kelompok, saling menghargai dan komitmen kerja. Akan tetapi dalam praktik, masih ada hambatan-hambatan dalam pengembangan budaya organisasi dan budaya kerja karena sikap dan perilaku negatif. Walaupun demikian dengan komitmen manajemen yang tinggi dan esensi kepemimpinan yang sadar akan perlunya pengembangan kelompok, maka hal tersebut bisa diatasi dengan kemampuan menemukan kesesuaian, keselarasan antara hubungan kebutuhan pribadi anggota organisasi dengan kepentingan organisasi.
Strategi Komunikasi dalam Menangani Krisis Organisasi Lena Satlita
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2 Volume V, Agustus 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9209.138 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v5i2.3847

Abstract

Tidak ada satupun organisasi di dunia ini yang menginginkan krisis. Tetapi dalam banyak kejadian, krisis bisa datang tanpa disadari dan secara tiba-tiba menghentak dan mengguncangkan suatu organisasi. Krisis bisa bersumber dari internal maupun ekstemal organisasi, yang menyebabkan tidak ada satupun organisasi yang tidak rentan terkena krisis. Mengulur waktu atau membiarkan suatu krisis berkembang secara liar, adalah tindakan yang tidak bijaksana, sia-sia dan merugikan organisasi. Demikian pula halnya dengan berbohong atau berusaha menutup-nutupi suatu krisis. Kecanggihan teknologi telekomunikasi dan media komunikasi dewasa ini, membuat organisasi tidak dapat lagi menyembunyikan suatu krisis dar; telinga pers. Dalam hitungan detik berita mengenai suatu musibah/krisis tersebar ke berbagai penjuru, menyebabkan penanggulangan krisis menjadi tidak lebih mudah. Untuk menanggulangi krisis, diperlukan suatu perencanaan khusus yang dapat merespon, menghadapi dan menangani krisis dengan cepat dan tepat, yang di dalamnya memasukkan faktor komunikasi sebagai bagian penting dalam penyelesaian krisis. Melalui strafegi komunikasi yang handal, ketidakpastian, konflik kepentingan, keterlibatan emosional, opini publik yang berkembang dapat dinetralisir sehingga tidak sampai menjurus pada ketidakpercayaan publik yang dapat menghancurkan organisasi.
Etos Kerja: Elemen Penting dalam Keberhasilan Manajemen Rosidah Rosidah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2 Volume V, Agustus 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1539.082 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v5i2.3852

Abstract

Sukses dalam manajemen menjadi harapan bagi manajer serta seluruh pegawai yang ada dalam organisasi. Setiap individu membawa harapan-harapan ketika mereka masuk dalam komunitas organisasi. Semua orang yang tertibat dalam organisasi pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama yakni kepuasan kerja. Kepuasan kerja tersebut dapat dalam bentuk: jabatan yang dimiliki, gaji, komunitas diantara mereka, pekerjaan yang ditekuni.  Menjadikan manajemen organisasi berhasil apabila teriadl keseimbangan pencapaian kebutuhan baik kebutuhan pengembangan organisasi itu sendiri serta mereka yang memimpin maupun bawahan. Untuk itu semua kepentingan yang ada perlu diakomadasi supaya masing­masing berjalan searah menuju pada orientasi yang sudah tergambarkan pada visi/misi organisasi. Bentuk-bentuk implementasi perilaku manusia akan tergambarkan pada etos kerja dan etika manusia dalam organisasi. Tentu saja untuk sampai pada pencapaian tujuan bersama, ketika terjadi perilaku manusia dalam organisasi menyimpang, maka salah satunya perlu ditelusuri dari motivasi masuk organisasi dan jalinan kerjasama diantara mereka.
Aspek Engineering Psychology dalam Tata Letak Ruang Kantor di Industri KI Ismara
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2 Volume V, Agustus 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2291.631 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v5i2.3851

Abstract

Kualitas proses produksi dapat ditingkatkan melalui pengembangan sistem kerja yang bersifat otomasi perkantoran. Sistem kerja terkait erat dengan ruang kantor (workplace),lingkungan kerja (work-station envtnmmental), dan prosedur operasi dalam rangka penerapan proses otomasi perkantoran yang sesuai dengan keadaan, kemampuan, dan keterbatasan para pekerja (human factor). Penelitian perlu dirancang dengan melakukan analisis terhadap ruang di industri beserta peralatan pendukungnya. Desain ulang dilakukan terhadap fasllitas-fasilitas kerja, dengan memperhatikan faktor manusia sebagai pengguna terutama dan aspek engineering psychology. Pemeriksaan kelayakan hasil desain ulang ini melalui pertimbangan dan para ahli yang relevan (expert judgement), para pimpinan atau tenaga ahli industri yang bersangkutan dan uji-coba pada kelompok pekerja kantor sebagai user. Indikator keberhasilan yang digunakan antara lain: kemudahan penerapan, kelebihan, kekurangan, peluang penyempumaan kembali dan hambatan yang timbul dalam penerapannya. Deskriptornya mengacu kepada aspek engineering psychology yaitu apakah lebih nyaman, lebih sehat dan lebih selamat dengan mengakomodasi faktor­faktor manusia (human factor). Selain itu apakah dapat meningkatkan situasional awareness, vigilance, menekan beban kerja dalam human-machines interaction. Hasil yang diperoleh ini adalah draft desain ulang ruang Kantor beserta peralatan pendukung di dalamnya dengan lebih mempertimbangkan dimensi tubuh manusia. Dituangkan dalam gambar tata letak ruang kantor, dimensi, cakupan jangkauan yang dikemas dalam bentuk animasi. Berdasarkan penilalan para ahli menunjukkan bahwa desain hasil pengembangan memenuhi kriterla K3, sehingga ruang kantor menjadi lebih nyaman, sehat dan selamat serta menyenangkan.
Flat Organization pada Lembaga Pelayanan Publik Dwi Harsono
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2 Volume V, Agustus 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2718.015 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v5i2.3853

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membedah lebih dalam upaya untuk meningkatkan kualitas layanan publik yang dilakukan oleh birokrasi. Struktur birokrasi yang besar dan kaku dianggap sebagai biang keladi dari berbagai patologi birokrasi. Bentuk organisasi pipih diharapkan lebih meningkatkan efisiensi dan efektivitas birokrasi. Hierarki yang pendek dan didukung oleh pemanfaatan teknologi informasi yang baik akan mengurangi peluang terjadi penyimpangan di samping meningkatkan koordinasi dalam tiap-tiap bagian birokrasi. Dampaknya adalah peningkatan responsivitas birokrasi dalam memberikan pelayanan pada masyarakat. Muaranya adalah peningkatan kinerja dari birokrasi karena masyarakat juga ikut mengontrol pelaksanaan tugas-tugas yang dilaksanakan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2005 2005