cover
Contact Name
riki ranova
Contact Email
riki.farm@gmail.com
Phone
+6281277752221
Journal Mail Official
ejurnal.akfarib@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kesehatan no 20, Kel. Bukit Apit puhun, Kec. Guguak Panjang, Kota Bukittinggi - Sumatera Barat
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
ISSN : -     EISSN : 28304802     DOI : https://doi.org/10.62018/sitawa.v5i2
Core Subject :
SITAWA: Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional merupakan jurnal ilmiah nasional akses terbuka yang dikelola oleh Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi dan terbit dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli, yang mempublikasikan hasil penelitian unggulan di bidang Farmasi, Teknologi dan Desain Produk Kefarmasian, serta Pelayanan dan Praktik Kefarmasian, dengan penekanan pada pengembangan dan pemanfaatan obat tradisional berbasis kearifan lokal. Dalam rangka menguatkan arah dan kualitas publikasi, fokus jurnal ini dikembangkan dan diarahkan secara lebih spesifik pada kajian Farmakognosi, Fitokimia, Farmasetika, Kimia Farmasi, Farmasi Klinis, dan Farmasi Komunitas, termasuk penelitian dasar hingga terapan yang berorientasi pada inovasi, standarisasi, dan hilirisasi obat tradisional untuk mendukung peningkatan kualitas
Arjuna Subject : -
Articles 99 Documents
Formulasi Sabun Padat Dari Biji Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) Kerinci Dwi Mulyani; Hilmarni .; Lina Marliana
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 2 No. 1 (2023): SITAWA Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v2i1.37

Abstract

Kopi Kerinci yang ditanam dengan cara tradisional dan mendapatkan cap kopi yang menerapkan proses sustainaibilt. Kandungan kafein dalam kopi merupakan antioksidan yang dapat mencegah penuaan dini pada kulit, mampu mengangkat sel kulit mati, menghaluskan kulit, memberi nutrisi pada kulit, menghilangkan bau badan, menghilangkan bekas jerawatdan memberi perlindungan terhadap sinar ultraviolet. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula sabun padat yang baik dari Kopi Arabika Kerinci. Sabun padat dibuat dengan metode dingin (cold process soap) menggunakan bahan dasar campuran minyak lemak dan natrium hidroksida. Minyak lemak yang digunakan adalah campuran minyak zaitun dengan minyak kelapa Formula I (FI) dan campuran minyak zaitun dengan VCO Formula II (FII). Kedua Formula memperlihatkan hasil yang baik berbentuk padat, beraroma kopi, warna coklat susu (FI) coklat susu tua FII, tekstur sabun FI keras dan FII lembut. Hasil uji kadar air FI = 11.3% dan FII = 10.45% adapaun syarat menurut SNI adalah kecil dari 15%. PH sabun FI adalah 9 dan FII adalah 10, uji pH selama 4 minggu menunjukan kurva yang stabil.
Formulasi Sediaan Sabun Padat Dari Ekstrak Minyak Daun Cengkeh (Syzigium aromaticum) riki ranova; Alif Alfarazi; Devahimer Harsep Rosi
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 2 No. 1 (2023): SITAWA Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v2i1.38

Abstract

Daun cengkeh merupakan salah satu potensi sumber minyak atsiri yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai produk kesehatan karena kandungan senyawa eugenol dan sifat antibakterinya. Penelitian formulasi sediaan sabun padat dari ekstrak minyak daun cengkeh (Syzygium aromaticum) dilakukan untuk untuk melihat formula yang baik dari pembuatan sabun padat dengan penambahan minyak daun cengkeh. Minyak daun cengkeh diperoleh melalui metoda destilasi uap. Sediaan sabun padat dibuat sebanyak 4 formula dengan membedakan konsentrasi minyak daun cengkeh masing-masingnya 0, 2%, 4% dan 6%. Uji evaluasi fisik sediaan sabun dilakukan meliputi pengamatan uji organoleptis, uji kadar air, pemeriksaan pH, uji tinggi busa dan uji iritasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa semua formula menghasilkan sediaan sabun padat yang baik dan memenuhi persyaratan uji evaluasi fisik sediaan sabun.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI DAUN TORBANGUN (Plectranthus amboinicus) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes hilmarni hilmarni
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 2 No. 1 (2023): SITAWA Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v2i1.39

Abstract

Minyak atsiri daun torbangun merupakan salah satu tanaman yang memiliki manfaat sebagai tanaman obat, bahan pangan dan sayuran dan memiliki kandungan senyawa yang memiliki potensi sebagi antibakteri, antijamur, antikanker, antioksidan, antimikroba dan antifungi. Uji daya hambat minyak atsiri daun torbangun dilakukan untuk melihat kemampuan uji daya hambat minyak atsiri daun torbangun terhadap bakteri Propionibacterim acnes. Pengujian daya hambat terhadap bakteri dilakukan dengan metoda cakram kertas. DMSO sebagai kontrol negatif, klindamisin 0,1% sebagai konsentrasi positif dan konsentrasi minyak atsiri daun torbangun yang digunakan 2%, 4%, 6% dan 8%. Hasil pengamatan uji aktivitas antibakteri daun torbangun diperoleh adanya daya hambat yang ditandai dengan adanya daerah bening pada sekitar cakram, pada masing-masing konsentrasi rata-rata 16,87mm, 22,77mm, 26,78mm dan 30,14mm. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan minyak atsiri daun torbangun memiliki daya hambat terhadap bakteri Propionibacterium acnes.
Analisis Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Pada RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh yimmi Yimmi Syavardie
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 2 No. 1 (2023): SITAWA Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v2i1.40

Abstract

Dari hasil penelitian yang penulis lakukan terhadap kualitas pelayaan yang terdiri dari lima dimensi yaitu bukti fisik, empati, daya tanggap, keandalan dan jaminan. Ternyata keandalan dan jaminan memiliki pengaruh yang positif dan juga signifikan terhadap kepuasan pasien pada RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh. Dari kelima dimensi kualitas pelayanan yang penulis teliti tersebut, yang paling besar pengaruhnya terhadap kepuasan pasien adalah dari segi jaminan artinya RSUD DR. Adnaan WD. Payakumbuh mampu memberikan jaminan kepada para pasiennya berupa jaminan kesehatan sehingga dari penelitian yang penulis lakukan di RSUD Dr. Adnaan WD. Payakumbuh ini memberikan pengaruh yang lebih besar dibandingkan variabel lainnya. Dan kedua, yang paling besar pengaruhnya terhadap kepuasan pasien di RSUD DR. Adnaan WD. Payakumbuh adalah variabel daya tanggap artinya pihak Rumah Sakit selalu cepat menanggapi dan mendengar keluhan pasien-pasiennya.
Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Tentang Penandaan Obat Pada Kemasan Obat Di Kecamatan Padang Utara Kota Padang Ridha Elvina
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 2 No. 2 (2023): SITAWA : Health, Science and Traditional Medicine Journal
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v2i2.41

Abstract

ABSTRAK Tidak semua orang paham tentang obat dan penandaan pada obat, sehingga menjadi penyebab pengobatan tidak optimal atau kegagalan pengobatan. Hal ini dapat disebabkan minimnya pengetahuan dan kemampuan masyarakat terkait pada penandaan obat. Apabila pengobatan tidak dilakukan secara benar, maka penyakit yang diderita akan semakin parah dan dapat berujung pada kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap masyarakat tentang penandaan obat pada kemasan obat di Kecamatan Padang Utara Kota Padang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif, desain cross sectional, dan teknik pengambilan sampel propotional random sampling. Responden penelitian ini berjumlah 100 orang, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dihitung berdasarkan dengan rumus Slovin. Intrumen penelitian adalah kuesioner yang telah memenuhi syarat uji validitas dan reliabelitas. Analisa data menggunakan program SPSS (Statistical Package for the Social Sciences). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang penandaan obat pada kemasan obat yaitu kategori rendah diperoleh hasil persentase 51%. Sedangkan sikap masyarakat tentang penandaan obat pada kemasan obat yaitu kategori positif dengan diperoleh hasil persentase 81%. Dalam Penelitian ini diketahui bahwa pengetahuan masyarakat dalam kategori rendah, dan sikap masyarakat dalam kategori positif Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Penandaan obat, Kemasan obat  
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) rida rosa
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 2 No. 2 (2023): SITAWA : Health, Science and Traditional Medicine Journal
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v2i2.42

Abstract

Pola hidup masyarakat yang tidak sehat mengakibatkan timbulnya banyak penyakit, yang merupakan salah satu efek negatif dari pengaruh radikal bebas. Efek negatif radikal bebas dapat dicegah dengan mengkonsumsi bahan-bahan alam yang mengandung antioksidan. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran aktivitas antioksidan yang diukur menggunakan metoda DPPH, sebagai pembanding digunakan asam galat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perolehan aktivitas antioksidan (nilai IC50) dari ekstrak etanol total sampel kayu manis, ekstrak lipofil kayu manis, dan ektrak hidrofil kayu manis berturut-turut adalah 74,18 µg/ mL, 643,62 µg/ mL, 44,87 µg/ mL.
Formulasi Dan Uji Fisik Sediaan Sabun Mandi Cair Dari Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica [L] Urb) Kombinasi Minyak Lavender (Lavandula angustifolia) Azimatur Rahmi
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 2 No. 2 (2023): SITAWA : Health, Science and Traditional Medicine Journal
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v2i2.43

Abstract

Pegagan merupakan bahan alami yang sudah sering digunakan sebagai bahan dasar kosmetik, salah satunya dalam memformulasikan sabun mandi cair sebagai bahan dasar ekstrak daun pegagan, tanaman ini megandung senyawa fitokimia alkaloid, saponin, tannin, flavonoid, triterpenoid, glikosida asiatikosida. Senyawa tannin dan flavonoid yang berpotensi sebagai anti oksidan yang dapat menangkap radikal bebas sehingga sangat bermanfaat bagi kulit. Penelitian ini dilakukan untuk memformulasikan serta percobaan pada bentuk asli pada bukan sabun batangan berbahan dasar inti sari daun pegagan dengan penambahan minyak lavender sebagai pemberi aromaterapi. Tahapan dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental dimana untuk setiap formula di variasikan dengan konsentrasi ekstrak 5%, 7,5%, 10% kemudian dilanjutkan dengan ukuran rukunnya daam parameter uji bentuk sabun langsung mandi ngalir. Pengujian bentuknya terdiri dari empat formula dalam waktu 4 minggu yang lewat pengawasan uji organileptis, homogenitas, berat macam, uji pH, viskositas, naiknya busa, uji hedonik serta uji iritasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat Sabun cair memiliki bentuk, warna, bau yang stabil, tidak berubah dan tak ada percikan dalam hal ini bisa ditafsiri formulasi pada sabun mandi cair adalah homogen, bobot jenis dengan hasil sesuai yang disyaratkan SNI 06-4085 (1996), pH yang dihasilkan 6,8 ;6,7 ;6,4 ;6,5 memenuhi SNI 4085:2017,viskositas sesuai dengan SNI 06-4085 (1996) yang berkisar 400-4000 cps, tinggi busa yang memperlihatkan sabun paling bagus pada formula 3 dengan tinggi 15 cm, sedangkan pada uji hedonik sediaan sabun mandi cair dengan ekstrak 5 % lebih banyak di sukai oleh panelis, dan tidak mengalami iritasi pada kulit. Berdasarkan SNI 06-4085 (1996), adalah uji sensori, penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa mutu sabun cair yang mengandung ekstrak pegagan memenuhi persyaratan sabun cair bermutu tinggi., homogenitas, bobot jenis, viskositas, tinggi busa dan uji pH dengan standart SNI 4085:2017.
Perbandingan Kandungan Vitamin C Jus Buah Dari Beberapa Buah Lokal Sumatera Barat Dengan Blender Dan Cold Press Juice Mega Yulia; Adhiatul Reza
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 2 No. 2 (2023): SITAWA : Health, Science and Traditional Medicine Journal
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v2i2.44

Abstract

Buah-buahan adalah salah satu sumber vitamin C. Vitamin C merupakan vitamin penting yang dibutuhkan oleh tubuh, terutama untuk pertumbuhan dan perbaikan sel-sel dalam tulang, gigi, kulit dan jaringan lainnya. Buah selain dimakan langsung bisa dikonsumsi dengan cara dibuat jus buah. Proses pembuatan jus selain dengan menggunakan blender juga bisa dilakukan dengan menggunakan cold press juice. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembuatan jus terhadap kandungan senyawa vitamin C. Metode pembuatan jus dilakukan dengan teknik blender dan cold press. Jus yang diperoleh kemudian dihitung kandungan vitamin C menggunakan spektrofotometer UV Vis. Dari penelitian didapatkan kadar vitamin C pada buah naga blender 2,286 ppm dan cold press 1,041 ppm, buah jeruk blender 4,381 ppm dan cold press 4,653 ppm serta buah terong belanda blender 3,938 ppm dan cold press 4,472 ppm. Disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh metode pembuatan jus terhadap kandungan vitamin C.
Liquid Soap Formulation Of Avocado (Persea americana Mill) Fruit Ethanol Extract Widyastuti Widyastuti
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 2 No. 2 (2023): SITAWA : Health, Science and Traditional Medicine Journal
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v2i2.45

Abstract

Avocado fruit has activity as an antibacterial and antioxidant and is often used as a cosmetic ingredient. Formulation of avocado fruit extract as a cleaning cosmetic has not been done much. This study aims to formulate the ethanol extract of avocado fruit in the form of liquid soap using palm oil and olive oil. Liquid soap formulation of ethanol extract of avocado fruits uses 55% KOH. Evaluation of the preparations included organoleptic, homogeneity, stability, specific gravity, foam height, pH and determination of free alkali. All preparations met the requirements, except for pH and free alkali.The best formula is given by F2 which contains 10% olive oil.
Analisa Kandungan Deksametason Dalam Jamu Penambah Berat Badan di Kota Bukittinggi Menggunakan Spektrofotometri UV-VIS Linda Hevira
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 2 No. 2 (2023): SITAWA : Health, Science and Traditional Medicine Journal
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v2i2.47

Abstract

Jamu penambah berat badan merupakan salah satu obat tradisonal yang biasanya digunakan untuk penambah nafsu makan. Salah satu bahan kimia obat yang sering ditambahkan ke dalam jamu penambah berat badan adalah deksametason. Efek samping Deksametason dalam jangka panjang dapat menimbulkan retensi cairan, glaukoma, hormonal dan sindrom cushing eksogen (iatrogenik). Sindrom ini menyebabkan wajah tampak bulat dan sembab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kandungan bahan kimia obat deksametason dalam jamu penambah berat badan. Jamu penambah berat badan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu lima merk jamu yang diberi label A,B,C,D dan E yang beredar bebas di pasaran kota Bukittinggi. Metode pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dan dianalisa secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil analisa menunjukkan sampel A,B,C,D dan E positif mengandung deksametason pada panjang gelombang maksimum 240 nm. Kadar rata-rata deksametason pada sampel jamu penambah berat badan A didapatkan sebanyak 0,767 %, jamu B sebanyak 0,802 %, jamu C sebanyak 0,773 %, jamu D sebanyak 0,877 % dan jamu E sebanyak 1,057 %. Dari data tersebut disimpulkan bahwa kelima sampel jamu penambah berat badan di kota Bukittinggi tidak memenuhi persyaratan obat tradisional berdasarkan Permenkes RI No.007 tahun 2012 tentang larangan penambahan bahan kimia obat pada obat tradisional.

Page 3 of 10 | Total Record : 99